Naughty Maniac (Jeden)

image1

Title : Naughty Maniac (Jeden)

Author : nightmare1006

Cast : Kai, Jaelynn, EXO

Genre : Dark, Romance, Angst

Rating : 19

Length : Multichapter

Disclaimer : I write this story with my own dumbbutts head. Visit my blog for other fanfic that i’ve wrote on Nightmare City

“I hope they know what we’re doing, love.”

Teaser

 

“Berhenti.”

Gadis yang tengah berdiri di atas pagar roof top membeku kaku mendengar suara baritone seorang pria di belakangnya. Gadis itu menoleh pelan ke belakangnya. Para dokter dan suster lainnya mengawasi gadis di balutan dress pasien dan seorang pria berjubah dokter tersebut. Pria tersebut berhenti tepat di depan pagar tersebut, mendongak ke atas melihat gadis yang tengah mencoba bunuh diri untuk kesekian kalinya. “Turunlah, Lee Jaelynn.” Pria berjubah dokter tersebut kembali mengatakannya dengan tegas. Gadis bernama Lee Jaelynn tersebut hanya dapat menelan ludahnya gugup. “Aku tidak mau, Kai.” Ucap Jaelynn takut. Tatapan mata Kai seperti membunuhnya. Kai hanya menghela nafas berat sebelum mengulurkan tangannya ke arah Jaelynn, mengundangnya ke dalam dekapan pria tersebut. Para dokter dan suster lainnya menatapnya dengan mata terbelalak, seperti mengatakan Apakah Dia Gila? Siapa yang mau memeluk gadis gila yang tengah dalam perawatan isolasi? Jaelynn memandang Kai dengan perasaan gugup. Dia menimbang antara tetap disana dan mati karena kedinginan atau melompat ke dalam pelukan hangat pria itu.

“Lee Jaelynn, kuberi waktu sampai hitungan ke-tiga. Jika kau tidak melompat ke dalam pelukanku, aku akan menyuruh suster Im memberimu obat penenang malam ini.” Kai mengancamnya. Selalu ancaman terbaik. Jaelynn tidak bisa tidur tenang dengan reaksi kimia obat penenang tersebut dalam tubuhnya. Dia masih menatap tangan Kai yang terulur dengan ragu. “Satu.” Kai memulai hitungannya. Matanya masih menatap Jaelynn dengan tajam. “Dua.” Kai kembali menghitung. Satu kata lagi terlolos dari bibirnya, ucapkan selamat tinggal pada tidur tenang malam ini. “Ti-”

Jaelynn melompat ke arah Kai tanpa aba – aba. Tubuh mungilnya berhasil di tangkap kedua tangan kekar pria itu. “Pilihan yang bagus, Lee Jaelynn.” Pria tersebut, meletakkan tangan kanannya di belakang leher Jaelynn dan tangan kirinya di bawah lekukan lututnya. Menggendong gadis yang lemah itu dalam dekapannya menuju rumah sakit tersebut. Para dokter dan suster hanya dapat mengikuti mereka dengan banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikiran mereka.

Bagaimana Kim Kai selalu dapat menggaggalkan rencana bunuh diri Lee Jaelynn?

Kai berjalan melewati koridor kamar pasien isolasi. Menuju sebuah kamar pasien di ujung koridor. Dia membuka pintunya dan mendobrak pelan pintu tersebut dengan bahunya. Dia meletakkan Jaelynn di tempat tidurnya, membaringkan gadis itu dan menutupi tubuhnya dengan selimut putih. Tak lama, seorang suster muda menghampirinya. “Maafkan aku-”

“Bagaimana kau bisa membiarkannya lolos begitu saja!?” Kai membentak suster muda tersebut. Suster tersebut bergidik ngeri melihat ekspresi Kai yang kian bertambah seram. “M- maafkan aku. A- aku tidak sengaja membiarkan pintunya terbuka ketika aku mengantarkan makan malam.” Suster tersebut menunduk takut. Kai baru saja akan membentak suster itu lagi ketika melihat bahwa Jaelynn masih dalam keadaan setengah sadar. “Pergi.” Ucap Kai kemudian. Suster tersebut segera lari dari ruangan tersebut. Kai menghela nafasnya untuk kesekian kalinya hari ini. Dia berjalan menutup pintu dan mengunci pintu tersebut dengan sidik jarinya.

“Kai.” Jaelynn memanggil pria tersebut. Kai membalikkan tubuhnya menghadap gadis yang terbaring di tempat tidurnya menatapnya dengan tatapan menggoda. Kai berjalan mendekati gadis itu, dan berangsur duduk di pinggir tempat tidur gadis itu. Tangannya terangkat membelai lembut rambut gadis tersebut. “Kau perlu di hukum, Lee Jaelynn.” Ucap Kai. Jaelynn hanya dapat menelan ludahnya untuk kesekian kalinya hari ini. Terakhir kali Kai berkata seperi itu, dia tidak sanggup berjalan selama lima hari. Kai sangat marah padanya hari itu dan menghukumnya dengan keras. Kai menatap wajah ketakutan Jaelynn puas. Dia mendekatkan wajah mereka, membuat bibir tebal Kai menyapu lembut daun telinga gadis itu. “Tenanglah, sayang. Aku akan pelan.” Kai tertawa sinis sebelum menaiki tempat tidur itu, membuat posisinya berada di atas Jaelynn membuka satu – satu kancing dress pasien yang dikenakan Jaelynn. Bibir tebalnya mengecupi leher putih gadis tersebut. Membuat gadis itu melenguh tertahan. Seringaiannya kian melebar mengetahui jemarinya telah selesai memuka kancing dress pasien Jaelynn. Kai menatap muka Jaelynn dengan senyuman puas. Keringat memempel pada peluhnya, pipi merona, dan nafas memburu. Sungguh menggoda. “I hope they know what we’re doing, my love.”

♕nightmare1006♕

Kai membuka pintu kamar pasien Jaelynn perlahan sebelum menutupnya kembali. Dia mengunci pintu tersebut dengan sidik jarinya lagi, sebelum berjalan melewati koridor yang sudah mulai sepi tersebut. Menuruni lift, menuju lantai dasar. Dia berjalan menuju lobby rumah sakit yang sudah lumayan sepi, hanya ada beberapa suster dan dokter berlalu lalang. Jarang sekali terlihat pasien maupun keluarganya yang tengah berkeliaran pada waktu seperti ini. Kai mendapati kesembilan pria berpakaian hitam tengah menunggunya di lobby. “Oy, Kai!” Pria tinggi dengan senyuman bodoh menyapanya. Kai tersenyum dan berjalan lebih cepat ke arah mereka semua. Mereka semua memberi jalan bagi Kai dan menyiapkan sebuah sofa untuk Kai duduki. Saat pantat pria tersebut menyentuh material lembut sofa tersebut sebuah helaan nafas berat keluar dari bibirnya. “Tough day?” Pria dengan senyuman lembut meremas bahu Kai memberi semangat pada pria tersebut. “He’s probably done fucking that little vixen.” Seorang pria berambut blond terkekeh sambil terus memperhatikan handphone-nya. Kata – katanya mendapatkannya pukulan keras di kepalanya oleh pria dengan senyuman lembut tadi. “Jaga kata – katamu Sehun. Ini rumah sakit.” Ucap pria tersebut tajam. Pria bernama Sehun itu hanya mencibir. “Cih. Seperti kau tidak tau yang sebenarnya saja, Suho Hyung.” Kai tertawa ringan melihat Sehun dan Suho kembali beradu mulut seperti biasanya. “Bagaimana keadaan gadis itu?” Tanya Lay. Lay adalah anggota mereka yang paling ramah dan pengertian. Tidak tahu mengapa dia berakhir diantara kumpulan orang – orang yang melakukan pekerjaan kotor.

“Tidak baik. Dia masih mengucapkan nama pria tersebut. Bahkan dia masih mencoba bunuh diri saat seorang suster lengah.” Kai menghela nafasnya kembali. Dia melirik seorang pria dengan mulut yang agak sedikit tertarik ke atas tersebut dengan intens. Pria tersebut menatap Kai kembali. “Hey! Sudah kubilang hanya saja nama pria yang membuat gadis itu gila sama dengan nama asliku, bukan berarti aku pelakunya!” Pria tersebut meluapkan amarahnya pada Kai. Kai hanya tertawa dan menahan pria tersebut. “Maaf, Chen Hyung. Aku hanya ingin bercanda.”

“Baiklah. Mari kita pulang!” Seorang pria berwajah imut merenggangkan tubuhnya dan beralih berdiri menarik Kai untuk bangun dari duduknya. Mereka semua telah setuju untuk pulang dan beristirahat dari pekerjaan sosial servis masing – masing. Saat mereka baru saja akan melewati pintu utama, seorang dokter memanggil Kai. “Kai!” Pria yang dimaksud menoleh ke arah dokter cantik tersebut. “Besok tolong gantikan shift Suster Na. Dia sakit.” Ucap dokter tersebut ramah. Ekspresi Kai berubah memelas. “Ayolah Noona. Aku capai.”

Dokter cantik tersebut tertawa lembut. “Tenanglah. Shift suster Na besok adalah mengawasi Lee Jaelynn di kamar isolasi 201.” Dokter tersebut mengedipkan sebelah matanya dan berlalu membalikkan badannya kembali mengerjakan tugasnya pada malam tersebut. Kai dan teman – temannya kembali berjalan pulang. Rumah mereka tidak jauh dari tempat rumah sakit tersebut, jadi mereka memutuskan untuk berjalan daripada membuang uang untuk menaiki bus. Hanya dalam waktu 10 menit, mereka telah mencapai rumah mereka. Seketika Suho membukakan pintu, mereka semua berhamburan ke kamar mereka masing – masing untuk istirahat. Tidak heran, mereka semua lelah bekerja melayani masyarakat sebagai ganti dari kejahatan yang telah mereka lakukan. Suho bekerja di sebuah pabrik, Lay bekerja mengangkut sampah di setiap rumah, Xiumin membantu membersihkan jalan raya, Baekhyun membantu tukang listrik kota, Chanyeol bekerja sebagai seorang office boy di sebuah perusahaan, Chen bekerja sebagai pengantar surat, Tao bekerja sebagai delivery boy sebuah resturan, dan Sehun bekerja sebagai seorang baby-sitter di sebuah keluarga. Sedangkan kedua member mereka yang tidak ada adalah Kris dan Luhan yang masih terperangkap di balik jeruji besi karena para polisi belum menemukan spot servis sosial yang kosong bagi mereka.

Kai membaringkan tubuhnya di kasur empuknya. Memejamkan matanya sejenak. Dia memikirkan bagaimana awal dari hubungannya dengan Jaelynn bisa berjalan.

♕nightmare1006♕

Jongdae…

Jongdae…

Jongdae…

Telinga Kai menangkap suara pelan seorang gadis yang tengah berjalan pelan di lorong kamar isolasi tanpa beralaskan sepatu maupun sandal. “Kim. Jongdae. Kim. Jongdae.”

Matanya bergerak – gerak mencari sosok gadis yang keluar dari jam tidurnya. Kakinya bergerak, mencari sosok gadis tersebut. Mengikuti melodi suara gadis tersebut. Melodi indah tersebut terdengar mengerikan dan bergema di sekeliling lorong kamar rawat isolasi. Sampai akhirnya, kakinya berhenti. Matanya menangkap jelas, seorang gadis berambut coklat terang panjang menatap keluar jendela rumah sakit dengan cahaya rembulan membasuh wajahnya. Mulutnya bergerak – gerak kecil, menggumamkan nama yang sama berulang kali. Kim Jongdae.

“Nona, siapa yang membiarkanmu keluar?” Tanya Kai hati – hati. Dia baru saja tinggal lima hari di tempat penuh orang tidak waras tersebut, tapi dia sudah harus berhadapan langsung dengan salah satunya sendirian. Gadis tersebut berhenti bergumam. Dengan pelan kepalanya bergerak, memperhatikan Kai yang berdiri hanya beberapa meter darinya. “Pergi.” Ucap gadis itu dingin. Kai menghela nafasnya diam. “Nona, ini sudah diluar jam tidurmu. Akan kupanggil dokter.”

Baru saja Kai akan memutar tubuhnya memanggil dokter terdekat, tapi suara teriakan histeris gadis tersebut mengekangnya. “Jangan!” Gadis tersebut memutar tubuhnya. Badannya meringsut jatuh ke bawah, kedua tangannya terangkat menutup kedua telinganya. Matanya menatap Kai nanar. Bibir kecilnya terus menggumamkan kata yang sama berulang – ulang. “Jangan.”

Kai berjalan mendekati gadis tersebut. Langkahnya bertambah hati – hati ketika semakin mendekati gadis itu. Mata gadis itu masih terus menatapnya. Kai melangkah dan melangkah hingga kini, dia tengah berjongkok akan membawa gadis itu kembali ke kamarnya. Baru saja tangannya terulur menggapai tubuh gadis tersebut, dirinya terasa limbung kebelakang dan terjatuh mengenai lantai yang dingin. Mata Kai mengerjap pelan, mendapati gadis tersebut tengah mengangkangi tubuh bagian bawahnya dengan posisi gadis  tersebut di atasnya. Jemari lentik gadis tersebut terulur menyentuh wajah Kai. Senyumnya merekah, mengukir sebuah senyuman yang menyeramkan. Matanya menatap Kai dengan tatapan mata dipenuhi nafsu. “Jongdae-ku, sayang.” Nafas Kai tercekat. Jemari gadis tersebut menari – nari di atas tubuhnya. Otaknya masih tidak bisa memproses apa yang sedang terjadi. Gadis itu memainkan jemarinya di atas kancing kemeja Kai. Membukanya perlahan satu per satu. Baru saja jemari gadis itu akan membuka kancing ketiga, badan gadis tersebut terdorong kebelakang, terangkat dari tubuh Kai. Sekurangnya, dua dokter dan tiga perawat sedang mengelilingi mereka. Dua perawat memegang kedua pergelangan tangan gadis itu erat, membuatnya meronta – ronta dengan keras. Satu perawat lainnya menghampiri Kai.

“Kai-ssi? Kau tidak apa?”

Kai hanya dapat menganggukan kepalanya. Melihat seorang dokter mengeluarkan jarum suntik dari saku jasnya dan menancapkannya pada pergelangan tangan gadis tersebut. Dalam hitungan detik, gadis tersebut berhenti meronta. Tubuhnya lemas bagaikan tidak ada tulang. Salah satu dari dua perawat yang memeganginya, menggendong gadis tersebut menuju kamarnya yang ada di ujung lorong. Kamar 201.

Kai berjalan meninggalkan lorong tersebut. Dia menuju meja suster di lantai tersebut. Seorang suster yang melihatnya segera menyuruhnya duduk di sebuah kursi dan memberinya secangkir kopi panas. “Kai-ssi, kau kenapa?” Tanya suster yang sudah berumur sekitar 40 itu.

“Suster Im, apakah kau tahu tentang gadis di kamar 201?”

“Kai-ssi. Kau pasti baru saja menjadi korban Nona Lee.” Suster Im menghela nafas menatap Kai iba. Kai hanya mengangguk pelan.

“Namanya Lee Jaelynn. Umurnya 19 tahun. Pelajar. Dia menjadi gila karena mantan pacarnya. Namanya Kim Jongdae. Gadis yang malang.”

Kai hanya dapat mendengarkan kisah Jaelynn dari suster Im. Rasa ingin tahunya semakin meningkat. Dia meletakkan secangkir kopi hangat tersebut di meja dan menatap suster Im serius. “Suster Im, bisakah aku bekerja sebagai salah satu perawat Nona Lee?” Ucap Kai yang mendapat tatapan horror suster Im. “Kau gila? Aku baru saja bilang dia akan menyerang semua laki – laki tampan di rumah sakit ini!”

“Tolonglah.”

Suster Im mendengus tidak percaya. Kai sangat bertekad keras. Suster Im hanya dapat menggelengkan kepalanya hingga akhirnya dia setuju. Lagipula, mereka memang membutuhkan satu perawat lagi untuk menjaga gadis gila itu. “Baiklah. Waktu jagamu dari jam 8 malam hingga 12 malam. Ini masih jam 11 malam, kau bisa kesana sekarang. Aku sudah mendaftarkan sidik jarimu.” Kai segera berlari ke arah lorong yang dia lalui tadi. Mendekati sebuah kamar di ujung lorong yang menyembunyikan gadis tersebut. Dia berhenti di depan kamar gadis tersebut. Terdengar suara – suara erangan dari gadis tersebut. Dengan cepat, Kai membuka pintu kamar tersebut dengan sidik jarinya. Matanya mendapati Lee Jaelynn, terdampar di tempat tidurnya, dengan keringat menempel di sekujur tubuhnya, kancing dress pasiennya terbuka seluruhnya menyediakan pandangan tubuh indah gadis tersebut hanya dalam pakaian dalamnya saja. Kai segera mengunci pintu tersebut. Berjalan mendekati Lee Jaelynn yang tengah menatapnya geram.

“Pergi perawat bodoh.”

“Mulai sekarang, aku perawat malammu, Nona Lee.”

“Aku tidak sudi!”

“Namaku Kai. Ingat itu.”

“Tidak akan pernah.” Gadis itu menggertakan giginya. Kai menampilkan seringaiannya. Dia berjalan pelan, menghampiri Jaelynn. Dia duduk di ujung tempat tidur gadis tersebut. Tangannya menari nakal di atas tubuh gadis tersebut. Bibirnya mendekati daun telinga gadis tersebut.

“Oh sayang, kau akan mengingat namaku. Dan itu hanyalah satu – satunya nama yang akan kau ingat.”

♕nightmare1006♕

Kai menghela nafasnya. Matanya menatap langit – langit kamarnya nanar. Apa yang telah dia perbuat? Melakukan hubungan intim dengan pasiennya sendiri. Ketukan dari pintu kamarnya mengalihkan pikirannya. Sehun dan Suho memasuki kamarnya. “Hey. Masih memikirkan gadis itu?” Suho menepuk pelan pundak Kai. Kai hanya mengangguk pasrah. Suho merangkul pundak sahabatnya erat. “Besok aku dan Sehun diberi waktu libur. Kita akan ikut denganmu. Shift-mu bertambah empat jam bukan?” Suho bertanya pada Kai. Kai mengangguk. Dengan tidak permintaan dokter di rumah sakit tadi, Kai harus bekerja dari jam 4 sore besok hari. “Tidurlah. Kau pasti lelah.” Suho dan Sehun beranjak keluar. Kai membaringkan tubuhnya dan menutup matanya perlahan.

♕nightmare1006♕

“Kai! Kau datang pada waktu yang tepat! Cepat! Lee Jaelynn sedang mengamuk.” Suster Im segera menghampiri Kai yang baru saja tiba di lantai kamar isolasi dari lift. Penampilan Suster Im sangat tidak seperti biasanya. Sepertinya, Lee Jaelynn sudah kehilangan kendali. Diikuti Sehun dan Suho, Kai berlari mengambil jas putihnya dan berlari ke arah kamar di ujung koridor. Pintu kamar tersebut terbuka lebar, banyak sekali perawat yang mengelilingi kamar tersebut. “Permisi!” Kai menyelinap masuk ke kerumunan berhenti di depan pintu kamar 201. Matanya mendapati Suster Yoon sedang berlutut di dekat tempat tidur Jaelynn. Mukanya tertutupi makanan rumah sakit, nampan makan terdampar di sudut ruangan. Gelas air putih yang di pegang Jaelynn telah kosong, menandakan dia telah mengguyur Suster Yoon dengan air tersebut melihat baju Suster Yoon yang basah. “Aku tidak mau makan!”

“Lee Jaelynn.” Suara Kai menggema di dalam ruangan tersebut. Matanya menatap Jaelynn tajam. Seketika ruangan itu menjadi hening. Jaelynn terpaku di tempatnya mendengar suara Kai. Dia tidak menyangka Kai akan datang lebih awal hari ini. Suster  Yoon yang melihat Kai segera berlari memeluk Kai dan menangis. Kai tidak membalas pelukannya dan hanya memegang pundaknya. Matanya masih tertuju pada Jaelynn yang menatap Suster Yoon murka. Tangannya yang memegang gelas kaca tersebut terangkat ke udara, matanya menatap Suster Yoon dengan amarah yang semakin memuncak. Tanpa sadar, gelas kaca tersebut melayang menghantam Suster Yoon tepat di kepalanya, membuat Suster tersebut terjatuh ke lantai karena hantaman keras. Kai yang panik segera menyuruh para perawat lainnya membawa Suster Yoon menjauh dari situ untuk di obati. Para perawat yang mengelilingi ruangan tersebut hilang seketika. Hanya tersisa Jaelynn, Kai, Suho dan Sehun. Kai menyuruh Suho dan Sehun masuk, dia membanting pintu rawat Jaelynn keras dan menguncinya dengan sidik jarinya. Dengan geram, dia melangkah mendekati Jaelynn yang menatapnya takut. “Apa – apaan tadi, Lee Jaelynn!?”

Bibir Jaelynn bergerak kaku, mencari alasan atas perbuatannya. “A- aku-…” Kai tidak mau mendengar omongannya lagi. Apa yang Jaelynn lakukan sudah kelewatan. Tangannya mendorong Jaelynn hingga punggung gadis itu mengenai matras di bawahnya. Gadis itu diam tidak melawan Kai. Kai men-dial nomor meja perawat. “Suster Im. Bawakan aku obat penenang.” Kai segera menutup telfon dengan bantingan keras. Perintah Kai pada Suster Im terdengar oleh Jaelynn. Dengan panik, Jaelynn menggenggam jas putih Kai dan memohon padanya histeris.

“Kai, tolong! Jangan! Aku tidak mau.”

Kai hanya menatap gadis tersebut. Tidak menunggu lama, Suster Im masuk membawa jarum suntik berisi obat penenang. Kai mengambil jarum tersebut dari tangan Suster Im, dan menunggu Suster Im untuk meninggalkan ruangan tersebut. Sedetik setelah Suster Im pergi, Kai duduk di belakang Jaelynn, menggendong gadis tersebut hingga gadis tersebut duduk di pangkuannya. Tangannya menggenggam pergelangan tangan gadis tersebut dengan kuat. Ibu jarinya menekan pergelangan tangannya, mencari nadi gadis tersebut. Kepala gadis tersebut yang tengah bersandar di pundak Kai terus menggeleng pelan, memperhatikan ibu jari Kai menekan pergelangan tangannya. “Kai….”

Jarum suntik tersebut tertancap di nadi gadis tersebut, membuat gadis itu merasakan efek dari cairan yang langsung tersebar di seluruh badannya itu mematikan semua sistem syarafnya. Kai mencabut jarum suntik tersebut dari gadis itu dan melemparnya ke tong sampah. Badan gadis itu lemas seketika. Kai menggendong tubuh lemas gadis tersebut, dan merebahkannya di tempat tidurnya. Kai mengusap rambut Jaelynn lembut. “Mengapa kau melakukan itu?”

“Aku tidak ingin makan.” Gadis itu menjawab dengan lemas. Kai menghela nafasnya. Dia beralih memandang Sehun. “Sehun-ah, beri tahu Suster Im untuk bawakan makan siang Jaelynn.” Sehun segera berjalan keluar dari ruangan di temani Suho. Membiarkan Kai sendiri dengan Jaelynn. Kai menatap gadis itu putus asa.

“Kai, aku ingin keluar dari sini.” Jaelynn menatap Kai dengan tatapan mata memelas. Gadis itu lelah harus terkurung terus selama tiga bulan di tempat terisolasi jauh dari kehidupan perkotaan. Gadis itu juga merindukan makanan mewah di kota sana. Kai hanya menghela nafasnya. Apakah mungkin dokter akan membiarkan seorang gadis yang kejiwaannya tidak waras itu berkeliaran di kota besar seperti Seoul? “Tidak bisa.”

“Kai~” Gadis itu merengek lebih keras. Air matanya menunggu untuk terjatuh dari pelupuk matanya. Jemari lentiknya memeluk lengan Kai erat. Kai menghela nafasnya kembali. Gadis ini sangat banyak maunya. “Kai-ah, ini.” Sehun masuk membawa nampan berisi makan siang Jaelynn. Kai melepaskan pelukan Jaelynn di lengannya dan beralih mengambil nampan yang ada di genggaman Sehun. “Kai-ah, Suho hyung bilang ia tidak ingin mengganggumu. Jadi, kami akan pergi dulu sebentar menjenguk Luhan hyung dan Kris hyung. Tidak apa kan?”

Kai hanya menganggukan kepalanya, dirinya masih sibuk dengan makanan Jaelynn. Sehun yang melihatnya hanya tersenyum diam dan berlalu keluar kamar rawat Jaelynn. “Jaelynn, makanlah.” Kai menaruh nampan makanan Jaelynn di pangkuannya. Ia duduk di sebelah Jaelynn, tepat di sebuah kursi hitam yang di sediakan untuk para perawat. “Aku tidak mau makan makanan rumah sakit. Aku bukan orang sakit.” Jaelynn bersi keras tidak ingin makan. Dia tidak menatap Kai dan hanya memandang keluar jendela, halaman luas berwarna hijau kembali menyapa indra penglihatannya lagi.

“Lalu kau mau makan apa?” Kai meletakkan nampan tersebut di meja nakas. Matanya menatap gadis tersebut dengan sorot mata lelah. Sebenarnya dia menjaga gadis berumur 19 tahun atau bocah berumur 8 tahun? Gadis itu menoleh ke arah Kai. Sudut bibirnya tertarik ke atas. “Ddeokbokki!” serunya riang. Kai menatap gadis itu heran. Siapa yang menjual ddeokbokki di tempat jauh dari keramaian metropolitan seperti ini?

“Jaelynn-ah, bahkan kantin rumah sakit tidak menjual samgyupsal. Dan sekarang kau minta ddeokbokki?”

Senyuman Jaelynn berubah menjadi rengutan di wajahnya. Jaelynn menatap Kai dengan tatapan memelas. “Oppa~” Jaelynn merengek. Kai hanya memejamkan matanya erat, berdoa keras agar ia tidak jatuh pada perangkap gadis satu ini. Baru saja Kai akan menolak permintaannya, seorang dokter cantik memasuki kamar rawat Jaelynn. Dokter pribadi Jaelynn. Dokter Han. “Jaelynn-ah, kau ingin makan ddeokbokki?”

Jaelynn menganggukan kepalanya semangat. Selain Kai, hanya satu orang lain yang dapat menjinakkan Jaelynn. Dokter Han. “Baiklah. Aku izinkan. Tapi, Kai harus ikut denganmu. Aku berpikir  mungkin kau juga mulai merindukan kota Seoul. Kembalilah sebelum jam 7 malam.” Dokter Han mengedipkan sebelah matanya. Jaelynn tersenyum girang dan beralih memeluk Dokter Han sebelum masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar rawatnya. “Noona, apa tidak apa – apa?”

“Percayalah. Sejak kau menjadi salah satu perawatnya, keadaannya semakin membaik. Aku piker ada baiknya juga kau ikut dengan dia. Kapan terakhir kali kau keluar tanpa harus memperdulikan polisi yang akan mengenalimu dan memasukkanmu ke belakang jeruji besi?”

Kai hanya mengangguk pasrah. Mungkin ia bisa menikmati kota Seoul juga. Dokter Han meninggalkan kamar rawat Jaelynn, meninggalkan Kai sendirian menunggu Jaelynn selesai berbenah. Lima menit menunggu, Jaelynn keluar dari kamar mandi dengan rok pendek, dan crop tee berwarna hitam. Rambutnya tertata rapih tidak seperti orang yang baru saja bangun dari tidurnya. Kalau saja Kai tidak tahu apa – apa soal Jaelynn, mungkin dia sudah jatuh cinta pada gadis itu. “Kai. Kau tidak akan ganti baju?”

“Ah, bajuku di ruang perawat. Ikutlah, Kau akan dijaga Suster Im selama aku ganti.”

Kai menggenggam tangan Jaelynn. Mereka berjalan keluar dari ruangan gadis itu menyusuri koridor, menuju ruang perawat. Jika mereka sedang tidak ada di rumah sakit jiwa, mungkin orang – orang akan mengira mereka sebagai pasangan muda. A day off won’t hurt right?

I’ll show you a sweet nightmare next time, love.

 

                                                                                                         Total word count : 3. 390

Total Pages : 10 (Ms. Word)

I’ll show you a sweet nightmare next time, love.

 

Total word count : 3. 390

Total Pages : 10 (Ms. Word)

109 responses to “Naughty Maniac (Jeden)

  1. Sebenarnya jaelyn itu gila atau nggak ya.. Di bilang gila ya di bilang tidak gila ya.. :3

    tapi masa’ orang gila pakek crop tee sama rok terus di ajak gitu sama kai nggak melawan.. :3

    kai senang sekalee dapet gratisan :3
    ehh tapi masih penasaran kenapa kai koq mau cium and gitu2an sama jaelyn padahal dia gila :3

    di tunggu next chap 😀

  2. keren ceritanya, beda
    feelnya dpt bgt..
    kai sma jaelyn smpet brhubngan intim yaa ampun dh..
    oke dtnggu bgt next stoty nya

    semangat

  3. huhuhu keren nih keren
    jaelyn aneh 😀 dibilang gila tp ga gila dibilang nggak gila nyatanya iya.. gimana ininanti bakal gimana
    penasaran -,,-

  4. ffnya keren thooor!!!
    lanjut yaaaa soalnya udah gak sabar pengen tau kelanjutannya gimanaaa~
    alur ff nya beda thor sama ff lain yg pernah aku baca.. seru banget thor jalan ceritanya!!
    Fighting thooor!!! ditunggu next chapternya yaaa~
    kalo bisa jangan lama lama thoor soalnya udah penasaran banget sama cerita selanjutnya…

  5. Kai sma jaelyn berhubungan intim?? OMO
    Kai dokter macem apa lu berbuat kaya gitu sma pasien sendiri -_-
    Masih bingung masa sma status kejiwaannya jaelyn, dibilang gila tpi kadang keliatannya kaya orang normal. Dibilang ga gila tpi klo udah ngamuk kaya orang gila.
    Next chapter ditunggu bgt thor… 😉

  6. kai di sini mantan penjahat ya dan terpaksa harus bekerja di rsj, tapi penyebab jaelyn gila masih blm terlalu jelas.. penasaran nih trus jaelyn kok mau2 aja disentuh kai, jaelyn di sini stgh gila kali ya

  7. okay aku ngakak waktu tau jongdae yg dimaksud bukan chen HAHAHA XD trs waktu luhan ama kris masih di dalam penjara /POOR/ ohyaaa jaelyn kasian disuntik, pasti sakit T.T Next yah~~~

  8. Dibilang gila iya dibilang ga gila juga iya,-, intinta saya penasaran bgt ama ini ff thor, ditunggu next chapternya~~

  9. wah beda bgt nih ceritanya, mafia jd relawan di rsj…seruuuuu
    kira” gilanya jaelyn kumat ga tuh dibawa jalan” ke seoul..???penasarannn next chap ditunggu kak ^0^

  10. Jadi Kai ga mencintai Jaelynn???

    Aduh kasihan banget mereka jadi pelayan masyarakat kkkk
    Pengen banget lihat Jaelynn sembuh dan pengen banget lihat Kai jatuh cinta sama Jaelynn ^_^

  11. komennya kepotong –_– , aku bru pertama kli bca ff yg kya gini , aaaa ff nya seruuuu bgtt !!!,
    ditunggu kelanjutanya ya thor , fighting and keep writing !! ^^

  12. Hello kak,,aku readers baru nihh ^^ tapi belum baca teaser nya,,hhe….

    baru lihat PG-nya 19+… ya ga bisa baca tapi karna pnasaran nekad baca,,aku baru 18 soalnya… gpp lah 1 thun lagi kok,,hahha … 😀

    Duhh Kai-Jaelyn(?) apa yang mereka lakukan,,, mungkin mereka sama2 gila *peace. itu si Jaelyn nurut amat ya ama Kai… Dikasih apa coba ama Kai…

    Kirain Jongdae mantan si Jaẽlyn itu Chen,,ehh ga tau nya orang lain… -_-

    Lanjut kakk… & semangat terus ngetik story-nya… =)

  13. hiiiihhh, kasian sekali gadis itu
    gadis yang malang
    jongdae, apa yg dilakukannya sampe\ai membuat gadis tu gilaaa??????shitt dan kaiiiii, kau bercumbu dgn pasien mu?apakah gadis it tdk bsa sembuhhhh???padahal udh sma kai, sma2 ganteng kan yaaa

    haaahahaha

  14. ohhh sekarang aku tau knapa di teaser jaelynn digambarin dg maniac dan kai badboy.

    mungkin itu juga masalah dibalik jaelynn diputusin jongdae dg sepihak karna jongdae udah gk kuat buat melayani nafsu jaelynn dan jaelynn jadi gila gara2 dia gk bisa nemuin pengganti jongdae buat menyalurin nafsunya dannnnn datanglah seorang badboy aka kai. skarang kejiwaan jaelynn berangsur angsur baik karna udah nemuin pengganti jongdae. bener gk?? wkwkwk

    keep writing n fighting ^^9

  15. Jaelynn ini gilanya dimana? -_- buktinya dia masih bisa milih* bajuu..
    jongdae pacarnya jaelynn itu emang temennya kai atau jongdae yg lain??
    Visual dong kakkk..
    lanjut keyyy …

  16. Waaaah ini bener2 keren. Tapi kasian banget jaelyn gila gegara kim jongdae apa dia selingkuh atau gimana ya? Tapi namanya kok bisa sama kayak chen ya? Heran banget sama kelakuan kai. Masak pasien kok diperlakuin kayak gitu, apa dokter2 dan perawat lain disitu nggak ada yang tau ya?

  17. menurut akusih jaelyn gak gila, dia itu mungkin agak trauma. Terus kayaknya dia ngebohongin orang2 biar kelindungin dr mantan kekasihnya

  18. yaaah ini mah dua duanya untung gak sihh wkwk satunya maniak satunya bad boy untung sehun suho peka jdinya gak ganggu hoho

  19. aku masih bingung, Jaelynn itu bisa dibilang gila ga sih??? mau dibilang iya, nyatany dia masih bisa milih baju. klo ga, kelakuanny dia kaya gitu*mau bunuh diri
    sebenernya, Kai itu suka apa ga sama Jaelynn? aduuh, aku bingungan.. hahahaha
    dripd tmbh bingng, kakak lanjut yaa!!! hahahah>< aku tunggu…~

  20. Pingback: Dirty Angel (Section IX)—kaialium | SAY KOREAN FANFICTION·

  21. Huaa bingung sama sifatnya jaelyn…
    Dia cuma mau nurut sama kai doang…???

    Waah gk sabar pengen cepet baca part selanjutnya…

  22. Kaialium, ini bagus lho tapi kayaknya masih ada misteri yang belum terselesaikan. Kayak penyakitnya Jaelyn (aku berharap aku bener nulisnya). kejahatan Kai, masa lalu Jaelyn. Kalo diterusin bagus tapi gak tau apa konfliknya. Hehehe, peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s