Is She Pregnant? – SangHun’s Story Series by bluelu bird

tumblr_inline_mpvpeoIpO91qz4rgp[1]

| Title : Is She Pregnant? | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun <OC> , Oh Sehun <EXO> , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant?

Note : Typo everywhere :D

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

“Maybe, she’s pregnant”

.

.

Sehun melangkahkan kakinya perlahan dari mobilnya. Mendatangi sebuah kedai makanan ringan di pinggir jalan. Mata pria itu sayu karena kelelahan. Ugh, pasti Sang eun akan menertawainya kalau melihat keadaannya saat ini.

“Ahjumma, aku beli 1 kotak untuk di bawa pulang. Tteobeokki yang tidak terlalu pedas” Si ahjumma penjaga kedai yang mulanya tersenyum kini terdiam sambil menatap Sehun antara bingung, aneh, atau mungkin menurutnya Sehun sudah gila. Ayolah, bukan Sehun yang menginginkannya. Sang eun yang ingin dibelikan tteobeokki yang tidak pedas. Dan saat Sehun menyarankan untuk membelikan kue beras saja gadis itu menolak mentah-mentah dan merengek meminta tteobeokki.

“Bukankah tteobeoki harusnya pedas tuan? Bagaimana bisa dibuat tidak pedas?” Sehun menghela nafasnya pelan mendengar ucapan lembut ahjumma yang Sehun rasa seumuran dengan ibunya.

“Aku tahu. Istriku yang menginginkannya. Maaf sudah mengganggu” Sehun melangkahkan kakinya gontai menjauhi kedai itu. Tapi baru tiga langkah Sehun berjalan, ahjumma penjaga kedai memanggilnya. Sehun membalikkan tubuhnya dengan pandangan bingung. Tidak mungkinkan ahjumma itu akan memanggil Sehun untuk meminta berfoto bersama. Ugh, sepertinya tidak.

“Akan kubuatkan special tteobeokki tidak pedas!” Sehun tersenyum lebar mendengar teriakan ahjumma. Pria tinggi itu duduk di bangku kecil di depan kedai. Sesekali menggesekkan tangannya yang terasa dingin. Ck, Sang eun benar-benar merepotkan.

“Kau suami yang baik, mau mengabulkan keinginan istrimu sampai seperti itu” Sehun hanya tersenyum simpul mendengar pujian dari ahjumma itu.

Karena tidak ada pilihan lain. Dia akan menendangku keluar atau membuat wajah memelas sepanjang hari.

“Apa istrimu sedang sakit makanya tidak boleh memakan makanan pedas?”

“Ah, tidak. Dia tiba-tiba ingin” Ahjumma penjaga kedai terdiam sambil menyerahkan plastik berisi sekotak tteobeokki. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut pada Sehun.

“Mungkin saja istrimu hamil” Sehun yang tadinya sedang merogoh sakunya untuk mencari uang, terdiam sejenak. Berpikir.

“Hamil?”

– SangHun –

Ceklek

“Astaga!” Sehun terperanjat kaget saat  melihat sesosok manusia dengan tatapan intens-nya sudah menunggu Sehun di depan pintu. Sang eun menatap lekat Sehun, oh lebih tepatnya plastik di tangan kanan pria itu.

“Tteobeokki” gumamnya pelan. Detik berikutnya senyum lebar terpampang di wajah Sang eun. Wanita itu mengambil plastik di tangan Sehun dan berjinjit di depan Sehun.

Chup

“Thank you, Mr. Oh” gumam Sang eun pelan sambil tersenyum manis di depan Sehun. Oh, Sehun? Pria itu masih membeku di tempatnya akibat efek ciuman sekilas Sang eun di pipinya. Well, tidak biasanya mencium Sehun duluan. Biasanya Sehun yang jahil atau bernafsu mencium gadis itu, keke.

Sang eun berlari kecil menuju ruang tamu. Wanita itu duduk manis di karpet dan memakan lahap tteobeokki yang tadi dibelikan Sehun. Bahkan tidak bisa dibedakan antara dia dan orang yang belum makan tujuh hari. Well, seingat Sehun tadi pagi Sang eun sudah memakan semangkuk nasi.

“Terima kasih, karenamu aku seperti orang gila yang memesan tteobeokki tidak pedas” Sang eun mendelik ke arah Sehun yang duduk di atas sofa.

“Sama-sama” jawab Sang eun singkat sebelum wanita itu kembali melanjutkan acara pentingnya.

“Kau bilang ‘sama-sama’ ?” Sang eun menoleh ke arah Sehun dengan pandangan terganggu. Seolah mengatakan ‘memangnya kau mau bagaimana, huh?’

“Aku menyindirmu”

“Salahmu. Semenjak kapan terima kasih menjadi kalimat sindiran” Baru saja Sehun hendak membuka mulutnya untuk membalas sindiran Sang eun, tapi mulutnya menutup lagi saat ucapan ahjumma di tempatnya membeli tteobeokki terngiang di kepalanya.

‘Mungkin saja istrimu hamil’

“Hamil” gumam Sehun pelan. Sang eun menoleh cepat ke arah Sehun, menatap pria itu bingung. Apa Sehun sedang hamil? Tapi tidak mungkin kan?

“Siapa yang hamil? Kau hamil?”

Pletak

“Argh!” Sang eun mengelus kepalanya yang terasa sakit karena jitakan tidak manusiawi Sehun. Ayolah, Sang eun masih membutuhkan otaknya untuk berpikir dan pria itu malah berusaha merusak kepala berharganya itu.

“Ya! Kepalaku berharga!”

Duk

“Argh!  Sehun meringis kesakitan sambil memeluk kaki kanannya yang menjadi korban tendangan maut Sang eun. Wanita itu berlari ke kamarnya dan Sehun. Dan menjulurkan lidahnya mengejek Sehun sebelum akhirnya menghilang di balik pintu kamar mereka.

“Tidak. Dia tidak mungkin hamil. Mana ada orang hamil sepertinya”

– SangHun –

Sehun berjalan mondar-mandir di ruangan luas yang ditempatinya itu. Baekhyun yang melihatnya menghela nafasnya kesal melihat tingkah Sehun.

“Hyung, berhentilah berjalan mondar-mandir!” Sehun mengacak rambutnya sekilas, lalu duduk di sofa di depan Baekhyun. Pria itu menatap Sehun intens seolah dia baru saja membunuh seseorang.

“Apa?” Baekhyun memegangi dagunya, bergaya seolah kepalanya sedang berpikir keras tentang sesuatu. Ugh, Sehun benar-benar tidak ada waktu untuk melihat Baekhyun bergaya seperti itu.

“Jangan-jangan…. kau berselingkuh dari Sang eun noona, ya? Astaga, hyung. Kau minta mati ya?”

Bugh

Buku tebal Sehun sukses menabrak keras tubuh Baekhyun. Pria mungil itu melenguh kesakitan, lalu mendelik tidak terima ke arah Sehun. Tapi nyalinya kembali menciut saat melihat tatapan tajam Sehun.

“Jaga bicaramu! Tidak mungkin aku melakukannya”

“Benar. Kau kan sangat tergila-gila dengan Sang-”

Bugh

Ya, hyung!” Sehun mengabaikan teriakan Baekhyun. Pria itu benar-benar tidak membantu.

“Sebenarnya ada apa, hyung?” Sehun menoleh ke arah Baekhyun. Baiklah, mungkin dia bisa mulai bercerita karena sepertinya Baekhyun mulai serius sekarang.

“Apa mungkin Sang eun hamil?” Baekhyun terdiam mendengar pertanyaan Sehun. Mata pria itu membulat sempurna seakan bisa keluar kapan saja dari rongganya.

“Kau mondar-mandir, memukulku, berkeringat dingin hanya karena itu hyung?!”

“Karena itu bagaimana?!” Baekhyun menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dan Sehun merasa sebagai orang terbodoh di dunia karena sikap menyebalkan Baekhyun.

Awas kau, Byun Baekhyun!

“Kau tidak ingat hyung, noona itu seorang dokter. Dia bekerja di rumah sakit, kalau kau penasaran check up saja ke dokter kandungan. Bahkan Ri young adalah dokter kandungan. Kenapa repot sekali. Kemana otak genius mu itu hilang, CEO-“

Bugh

Ya, hyung!

“Terima kasih, Baekho!”

“Jangan panggil aku Baekho!”

– SangHun –

Ceklek

Blam

Sang eun terkesiap saat pintu ruangan prakteknya tiba-tiba terbuka keras. Dan wanita itu hampir kehilangan jantungnya saat entah darimana Sehun sudah berdiri di depannya dengan wajah penuh keringat dingin.

“K-kau sedang apa di sini?” Sehun berjalan menghampiri Sang eun. Wanita itu memundurkan kursinya menjauhi Sehun.

“A-apa yang kau lakukan?” Sehun menarik tangan Sang eun tiba-tiba. Mau tidak mau wanita itu mengikuti langkah Sehun masih dengan wajah kaget dan bingung.

“Kau mau mengajakku kemana?” Ayolah, seingat Sang eun dia tidak mencari masalah pada Sehun tadi pagi. Apa pria itu mengamuk?

“Tunggu! Kau tidak sedang mau menggerogoti gigiku atau mengeluarkan ususku atau-”

“Tidak”

Sreet

Sang eun terdiam saat Sehun tiba-tiba menggendongnya ala bridal style. Tapi detik berikutnya wanita itu meronta dalam gendongan Sehun. Mengabaikan kalau mereka sedang berada di rumah sakit atau orang-orang yang melihat mereka dengan tatapan aneh.

“Turunkan aku! Oh Sehun! Ya!”

Chup

Sang eun terdiam setelah bibir Sehun terlepas dari bibirnya. Beberapa orang dan suster-suster berbisik melihat pemandangan yang baru saja mereka saksikan.

“Diam atau kucium lagi” Sang eun terdiam dalam gendongan Sehun. Mematuhi sisi menakutkan dari seorang Oh Sehun.

“Kau menakutkan” Sehun tersenyum jahil mendengar gumaman kesal Sang eun.

“Tapi kau mencintaiku”

“Kata siapa?”

“Kau tidak mencintaiku?!” Sang eun menutupi kupingnya dari teriakan keras Sehun yang bisa saja membuat gendang telinganya pecah. Lihat, sekarang pria itu membulatkan matanya. Apa Sehun berkepribadian ganda? Oh, atau bahkan pria itu berkerpibadian heterogen?

“Hanya aku dan Tuhan yang tahu”

“Ya!”

“Jangan berteriak!”

“Oh Sang Eun!”

– SangHun –

Ri young terkesiap saat melihat dua orang yang sudah sampai di depannya. Sang eun dalam gendongan Sehun dengan wajah kesalnya, tangan bersedekap dan menurut Ri young gadis itu memalingkan wajahnya dari Sehun. Dan Sehun yang menggendong Sang eun seolah-olah menggendong sampah dan ingin melemparnya kapan saja, ekspresi kesal, wajah memerah, keringat dingin memenuhi wajahnya dan juga memalingkan wajahnya.

“Ada apa dengan kalian?” Ri young tersenyum getir pada dua orang di depannya.

“Tidak tahu!” Jawab Sehun dan Sang eun bersamaan. Jelas pasangan itu bertengkar lagi dalam perjalanan kemari. Dan Ri young terkekeh karenanya. Aneh tapi lucu di waktu bersamaan.

“Jadi tuan Oh, kau mau memeriksa apa istrimu hamil atau tidak?” Sang eun menoleh cepat dengan pandangan bingung ke arah Ri young dan Sehun mengangguk malu tanpa menolehkan wajahnya.

“Baiklah, tolong letakkan manusia yang kau gendong di kasur itu” Sehun menurut dan hampir saja melemparkan Sang eun ke kasur yang dimaksud Ri young jika saja tidak melihat lirikan tajam Sang eun.

“Kau pergi” Sehun terdiam sejenak.

“Aku?”

“Ya”

“Kau mengusirku?”

“Dia mengusirmu!” Sindir Sang eun. Sehun menggerutu, lalu keluar dari ruangan periksa Ri young.

– SangHun –

“Tuan Oh!” Sehun terkesiap saat tiba-tiba namanya dipanggil. Suster yang bekerja dengan Ri young. Sehun berlari masuk ke dalam ruangan. Khawatir. Ayolah, pria mana yang tidak khawatir saat sedang menunggu istrinya diperika dokter dan tiba-tiba suster memanggilnya dengan nafas terengah-engah dan keringat bercucuran.

“Ada apa? Apa hal buruk terjadi?” Sehun menatap khawatir, tapi yang pria itu temukan hanya senyuman manis Sang eun dan senyuman lembut Ri young.

“Kemari” ujar Sang eun sambil menggerakkan tangannya. Sehun menurut dengan waspada.

“Lihat dan dengar” Dan detik berikutnya Sehun melihat gambar di monitor yang ada di samping Sang eu, detak jantung Sehun terdengar begitu keras.

“Congratulation! Sang eun hamil 1 bulan. Anak kalian sangat tampan!”  Sehun tersenyum lebar begitu pula dengan Sang eun. Bahagia, tentu. Tapi detik berikutnya Sang eun menatap polos Ri young.

“Darimana kau tahu anak kami tampan. Tidak terlihat tampan dari monitor” Ri young tertawa mendengar ucapan polos Sang eun. Yah, itu hanya pujian ringan bagi ibu-ibu hamil. Tentu kita tidak benar-benar bisa menilai sungguh-sungguh ketampanannya dari USG.

“Ayahnya tampan. Pasti anaknya tampan”

“Ya, dia memang tampan”

“Kau sudah mengakui ketampananku, eoh?”

“Lupakan!” Ri young ikut tertawa bersama Sehun melihat wajah Sang eun yang memerah. Oh, benar. Mereka lupa mereka sedang bertengkar.

“Kalau begitu aku pergi dulu” Ri young pergi dari ruangan itu meninggalkan Sehun dan Sang eun berdua setelah melambaikan tangannya pada Sang eun.

“Butuh pelukan?” Sehun mengangguk polos seperti anak umur 5 tahun. Memeluk erat Sang eun. Menyalurkan kebahagiaannya pada wanita itu. Beribu terima kasihnya yang tak terhingga. Mata pria itu berkaca-kaca karena bahagia.

“Terima kasih”

“Sama-sama”

“Little Oh, kau harus tumbuh sehat! Kita akan bertemu setelah kau keluar!” Sehun melepaskan pelukannya, mengelus pelan perut Sang eun.

Chup

Sehun tersenyum pada Sang eun setelah memberi istrinya itu ciuman sekilas. Wanita itu tersenyum dan Sehun malah mengacak-acak rambutnya gemas. Tapi hey pria itu mengacaknya sampai benar-benar berantakan.

“Ya!”

“Apa?”

“Kau menyebalkan”

“Umm.. haruskah aku memanggilmu Eomma Eun, sekarang?”

Appa Hun?”Sehun dan Sang eun tertawa bersama.

“Aku merasa begitu tua sekarang” Sehun naik ke atas kasur, berbaring di samping Sang eun.

“Hey, jika kita di sini bagaimana dengan pasien Youngie yang lain?”

“Dia bisa mencari ruangan lain”

“Itu tidak adil”

“Aku akan membeli ruangan ini kalau begitu”

“Apa kau sedang pamer kekayaan tuan Oh?” Sehun tertawa. Mencubit hidung Sang eun pelan. Wajah Sehun mulai mendekat ke wajah Sang eun. Sampai tiba-tiba Sang eun mengeluarkan suaranya.

“Oh Sehun, bukankah kita sedang bertengkar?”

“Ya! Kenapa kau selalu saja merusak moment?!”

“Kau tidak bilang”

“Oh Sang Eun!”

* * *

Halo ~

Setelah sekian lama muncullah lanjutan SangHun’s Story Series. Mungkin udah pada lupa ya, hehe

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading ~

Regards,

bluelu bird

109 responses to “Is She Pregnant? – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. gakebayang ekspresinya sehun pas ke ruangannya sang eun tadi😂 bagian itu kocak banget sehunnya😂 aakk dan akhirnya sehun punya anak😄 sempet bingung tadi pas baekhyun manggil sehun hyung😂 rasanya mau ngakak😂

  2. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s