STUPID LOVERS (PLEASE READ THIS!) by noonapark

large¶ Title : STUPID LOVERS (DON’T READ THIS!) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : General | Lenght : Ficlet (>2000w) ¶

Previous : DON’T READ THIS!

***

.

.

.

Demi Tuhan, Eunsoo berharap Ia bisa menjalani hari ini dengan normal seperti biasanya.

Bukannya seperti ini; berdiri seperti patung di depan pagar rumahnya sembari memandangi Chanyeol dengan mata seolah tak berkedip.

Oh, Sepertinya ini adalah awal yang buruk.

“Bodoh! Bergerak Eunsoo! Kau harus bergerak!”seru Eunsoo dalam hati.

Chanyeol masih berdiri di depan pagar rumahnya, menghadapkan tubuhnya ke arah Eunsoo dan pria itu terlihat lebih santai—seperti biasa; menunjukkan senyuman hangat seperti hangatnya sinar mentari yang bersinar pagi ini.

Dan sungguh, Eunsoo bisa merasakan jantungnya berdentum keras ketika menyadarinya.

Ya, Eunsoo seperti baru menyadari bahwa senyuman Chanyeol itu sangat indah, sangat menghangatkan. Eunsoo juga baru menyadari bahwa ternyata jika dilihat dengan seksama, Chanyeol itu adalah pria yang tampan. Tubuhnya tinggi. Tegap. Tangannya terlihat kokoh dan memandanginya semakin lama membuat Eunsoo semakin menyadari bahwa Chanyeol adalah pria yang hampir mendekati kata sempurna.

Matahari tampak keluar dari balik gumpalan awan, lalu biasnya menerpa tubuh dan wajah Chanyeol. Dalam penglihatan Eunsoo, tiba-tiba waktu berjalan seperti adegan slow motion seperti yang teradi di film-film. Eunsoo bisa melihat dengan jelas ketika Chanyeol mengedipkan mata, bersamaan dengan angin yang berhembus, sedikit menggeser poni dari kening Chanyeol membuat Eunsoo ingin membeku melihatnya.

Sungguh—tampan.

“Aku mencintaimu, Eunsoo. Aku mencintaimu.”

Sebaris kata yang berhasil membuat Eunsoo berguling kesana kemari diatas kasur semalaman, mendadak melintas dalam benak Eunsoo, disusul bayangan Chanyeol yang kemudian turut berputar-putar di dalam kepalanya.

Eunsoo mengerjap pelan. “Tidak. Aku tidak boleh seperti ini! Kau tidak boleh seperti ini Eunsoo!”

Eunsoo menggeleng pelan, berusaha menyingkirkan bayangan Chanyeol dari kepalanya, mengumpulkan seluruh keberanian dalam dirinya kemudian Eunsoo menarik napas dalam-dalam setelah itu.

“Aku hanya perlu bersikap seperti biasa, apa susahnya?”batin Eunsoo, lalu mencengkram tali tas selempangnya kuat-kuat berharap rasa gugup yang mendera bisa berkurang meskipun sedikit saja.

Ya, Eunsoo hanya gugup.

Dan Eunsoo benci mengapa Ia harus gugup dihadapan seoarang Park Chanyeol seperti ini.

“Ehm.”Eunsoo berdeham pelan, lalu mulai mengambil langkah untuk pergi sembari merutuk dalam hati mengapa jalan ke kampus harus melewati rumah Chanyeol terlebih dahulu. Ugh! Menyebalkan. Atau menyenangkan?

Senyum Chanyeol semakin mengembang ketika Eunsoo berjalan mendekatinya. Chanyeol bahkan maju dua langkah membuat Eunsoo mendelik menatapnya.

“Tidak! Jangan mendekat.!”Eunsoo berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain. “Kenapa aku harus gugup?”Eunsoo mempercepat langkah. “Dia itu Park Chanyeol!”menggenggam tali tasnya semakin kuat ketika jarak mereka semakin dekat. “Tenang Eunsoo.”napasnya tercekat. “Eunsoo, kau tidak boleh seperti ini—“

“Eunsoo!”

“AAAA!!!!”

Chanyeol terlonjak kaget. Ia bahkan sampai mundur dua langkah ketika tiba-tiba Eunsoo berteriak dan berhenti di hadapannya.

Eunsoo menunduk. Meremas tali tasnya kuat-kuat disertai napas yang tersengal.

“Eu..Eunsoo..”Chanyeol berusaha mendekat. “Kau.. tidak apa-apa?”

Eunsoo menggigit bibir bawahnya dengan geram, merutuki kebodohannya dalam hati. Eunsoo kemudian menyingkir beberapa langkah dari hadapan Chanyeol sebelum akhirnya bersuara. “Su-sudah siang. Kita bisa terlambat.”semakin menunduk kemudian melanjutkan langkah untuk pergi.

Chanyeol menatapnya. Memperhatikan Eunsoo yang perlahan menjauh dari jangkauannya.

Dan perlahan, sudut-sudut bibir Chanyeol tertarik ke atas, membuat bibirnya membentuk lengkungan bulan sabit yang terlihat sangat indah.

“Terlihat imut.”Chanyeol bergumam disertai senyum yang semakin mengembang. Lalu Ia membetulkan tali ransel di atas pundaknya, dan berlari mengejar Eunsoo. “Eunsoo tunggu aku!”

Eunsoo terbelalak ketika mendengar Chanyeol berseru padanya. Lantas Eunsoo menoleh ke belakang, mendapati Chanyeol tengah berlari sambil melambainya. “Aack!!”

Eunsoo kembali menatap lurus ke depan. Mempercepat langkah. Ia bahkan setengah berlari.

“Eunsoo!!”

Dan Eunsoo benar-benar berlari ketika Chanyeol hampir mendekatinya.

“Jangan mengejarku Chanyeol!”

Chanyeol menghentikan langkah sejenak, tersenyum. Dan kembali berlari. “Eunsoo-ya!”

“Kubilang jangan mengejarku! Kau tuli?!”

“Shin Eunsoo!”

“Park Chanyeol!!”

Jalanan komplek itu masih terlihat sepi. Punggung mereka terlihat semakin menjauh karena mereka terus berlari, seperti anak lima tahun yang sedang bermain kejar-kejaran di tepi jalan.

Oh, terlihat imut.

***

Chanyeol mencoba bersikap seperti biasa meskipun hari ini Eunsoo terlihat  sangat aneh dimatanya.

Ya, sejak pagi Eunsoo seperti sengaja menghindar dari Chanyeol. Jika biasanya Eunsoo senang duduk berdempetan-dempetan di kursi bus bersama Chanyeol—Eunsoo bahkan pernah mengusir seorang gadis yang sempat duduk di samping Chanyeol, memaksa gadis malang itu untuk pergi kemudian Eunsoo yang gantian duduk di samping Chanyeol, lalu menunjukkan senyuman lebar tanpa dosanya di hadapan pria itu. Namun hari ini… Eunsoo justru mengambil tempat duduk yang berbeda dengan Chanyeol, memilih duduk di samping seorang paman bertubuh gendut dan membiarkan Chanyeol duduk sendiri di belakang sembari terus memandanginya.

Ketika di kampus, Eunsoo juga selalu menghindari Chanyeol. Membuat Chanyeol harus bolak balik menururi anak tangga hanya untuk mencari keberadaan Eunsoo. Dan beruntung, Chanyeol akhirnya menemukan gadis itu tertidur di meja paling pojok yang ada di perpustakaan, ditemani setumpuk buku yang menjadi bantalnya.

Setelah itu mereka pulang. Dan di bus, Eunsoo kembali mengambil posisi duduk yang jauh dari Chanyeol.

Eunsoo benar-benar sangat aneh hari ini.

Chanyeol menghembuskan napas yang terdengar berat. Masih tidur dengan posisi terlentang di atas tempat tidur,  menggunakan kedua tangan sebagai bantal sembari memandangi langit-langit kamar dalam diam.

“Apa Eunsoo tidak menyukaiku?”gumam Chanyeol pelan. “Atau.. dia benar-benar tidak membaca suratku?”Chanyeol mengerjap pelan. “Tidak. Aku mengenal Eunsoo, dia pasti membacanya. Ya, Eunsoo tidak mungkin berubah jika dia tidak membacanya.”

Chanyeol kembali terdiam setelah itu. Hingga lima detik kemudian, terdengar suara pintu yang dibuka.

Chanyeol melirik ke arah pintu dan mendapati sang Ibu muncul dari sana. Wanita itu kemudian berjalan ke arah Chanyeol, lalu menyodorkan sebuah buku catatan kecil dengan sampul berwarna pink pada Chanyeol.

“Dari Eunsoo.”

Kedua alis Chanyeol bertaut. “Eunsoo?”

Sang Ibu mengangguk, lalu menarik kembali tangannya dan memandangi buku itu dengan tatapan penasaran. “Apa ini?”

Mata Chanyeol terbelalak.

Don’t read this—“

“Ibu jangan!”seru Chanyeol, langsung duduk dan merampas buku itu dari tangan Ibunya.

“Ya! Ibu bahkan belum selesai membaca tulisan disampulnya.”omel Ibunya kesal.

Chanyeol menyembunyikan buku itu dibalik tubuh. Kemudian membalas tatapan Ibunya dengan wajah cemberut. “Urusan anak muda, Ibu tidak boleh tahu.”jawabnya, membuat sang Ibu mendesis kesal kearahnya.

Aigoo.. ck!”

Wanita itu kemudian berjalan menuju pintu, lalu keluar meninggalkan Chanyeol yang tiba-tiba menahan senyuman. Setelah memastikan Ibunya berjalan menjauh dari kamarnya, Chanyeol membawa buku itu di hadapannya, menatapnya dengan mata berbinar-binar.

Chanyeol terdiam sejenak ketika mendapati sebuah tulisan dibagian sampul; Don’t Read This!

Chanyeol mengerjap pelan, senyumnya bahkan memudar perlahan. “Don’t read this?”gumamnya, sembari menatap buku itu lekat-lekat.

.

.

.

Semenjak lima belas menit yang lalu saat Eunsoo kembali dari rumah Chanyeol, gadis itu terus berjalan mondar mandir di sisi tempat tidur, sembari menggigiti ujung kuku disertai ekspressi cemas yang terpetak jelas diwajahnya.

“Kenapa lama sekali? Kenapa Chanyeol tidak datang ke rumahku? Setidaknya dia mengirimkan pesan ke nomorku atau…. AAA!!”Eunsoo tiba-tiba memekik, menghentikan langkah lalu mengacak-acak rambutnya dengan nada frustasi. “Apa yang harus kulakukan?!”serunya sembari menunjukkan ekspressi wajah seolah ingin menangis.

“Tidak. Aku harus sedikit bersabar.”Eunsoo menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. “Chanyeol pasti akan membacanya, eoh? Mungkin dia sedang mandi? Atau makan? Atau Chanyeol sedang sakit perut dan buang air besar?”Eunsoo tiba-tiba tersenyum. “Ya, bisa jadi. Jadi Chanyeol mungkin baru membuka bukunya saat ini.”

Masih tersenyum, Eunsoo kembali menunduk. Kembali berjalan mondar-mandir di sisi tempat tidur.

Sampai setengah jam kemudian.

Satu jam kemudian.

Dua jam kemudian.

Eunsoo berakhir dengan duduk di lantai, menyandarkan punggungnya di sisi ranjang sembari menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Dan jangan lupakan rambutnya yang berantakan karena entah berapa kali Eunsoo mengacak-acak rambutnya sendiri.

Hah!”Eunsoo mendengus, tiba-tiba bangkit, berdiri dengan tatapan serius. “Aku tidak percaya akan melakukan ini. Chanyeol kau benar-benar…!”ujarnya geram.

Eunsoo berjalan dengan langkah cepat untuk keluar, mengabaikan kedua orang tuanya yang duduk di sofa ruang keluarga, yang kini menatap Eunsoo dengan mulut setengah menganga—selain rambutnya yang berantakan, sepertinya Eunsoo juga lupa bahwa ditengah aktivitas mondar-mandirnya, Ia sempat membuka baju dan menyisakan thank top tipis disertai hot pants yang saat ini hanya membalut tubuhnya.

Gadis itu kemudian keluar dari rumah, Ia bahkan masih mengenakan sandal rumah saat berjalan menuju rumah Chanyeol, berdiri di depan pintu lalu mengetuknya keras-keras.

“Cepat buka pintunya bodoh! cepat!”gumam Eunsoo geram.

Tidak lama kemudian, terdengar seseorang membuka kunci pintu dari dalam, lalu pintu dibuka menampakkan sosok tinggi Chanyeol yang kini berdiri di ambang pintu.

“Kau sudah membacanya?”

Chanyeol terbelalak kaget ketika Eunsoo melontarkan pertanyaan itu sembari maju satu langkah di hadapannya.

“Chanyeol kau sudah membacanya?”tanya Eunsoo lagi.

Chanyeol terdiam, bola matanya kini tengah sibuk memperhatikan penampilan Eunsoo dengan  tatapan bingung yang jelas kentara. “Eu..Eunsoo.. kau.. tidak apa-apa?”

“Jawab aku!”Eunsoo mencengkram kaos Chanyeol dibagian dada dan menggoyang-goyang tubuh Chanyeol dengan geram. “Apa kau sudah membacanya?!”

Chanyeol menatapnya. “M-maksudmu buku catatan itu?”

Pergerakan tangan Eunsoo terhenti. Perlahan, Eunsoo menarik tangannya kembali. Kemudian menatap wajah Chanyeol dengan tatapan serius. “Jadi.. kau sudah membacanya?”

Chanyeol menghembuskan napas pelan. Lalu cemberut. “Bukankah kau menulis agar aku tidak membacanya?”

Demi apapun. Jawaban Chanyeol seperti sebuah komet yang barusaja mendarat di kepala Eunsoo. Membuat Eunsoo kini menatap Chanyeol dengan mulut setengah menganga. “K-kau benar-benar tidak membacanya?”

Chanyeol menggeleng. “Kau sendiri yang menulis aku tidak boleh membacanya. Jadi kenapa aku harus membacanya?”

“Kau benar-benar tidak membacanya?!”Eunsoo mulai kesal. “Sama sekali tidak?!”

“Memang apa isinya?”Chanyeol mendekat. “Kenapa kau melarangku membacanya? Hm? Apa itu berisi sesuatu yang penting?”

Chanyeol menunjukkan senyuman tanpa dosa setelah itu, dan jangan salahkan jika sebuah tendangan kemudian mendarat di tulang keringnya, menimbulkan bunyi dug cekup keras membuat Chanyeol memekik tertahan, membungkuk sembari mengelus-elus kakinya.

“Y-ya! Eunsoo kenapa kau menendangku!”

“Apa kau tidak tahu betapa malunya aku setelah menulis itu?”

Chanyeol terdiam ketika mendapati Eunsoo tengah menatapnya dengan mata yang mulai memerah. Lantas Chanyeol berusaha berdiri dengan tegap. “Eu..Eunsoo..”

“Aku bahkan harus mengumpulkan seluruh keberanianku untuk mengantarnya ke rumahmu. Dan kau benar-benar tidak membacanya?”

Chanyeol mengerjap pelan.

“Apa kau baru mengenalku kemarin?!”seru Eunsoo, matanya semakin berkaca-kaca. “Kalimat itu berarti aku memaksamu untuk membacanya! Kau harus membacanya Chanyeol! Kau harus membacanya atau aku akan memukul kepalamu jika kau tidak membacanya! Seperti itu, apa kau benar-benar bodoh?! Kau tidak mengerti?! Tulisanmu seolah-olah juga mengatakan seperti itu padaku!”

Chanyeol hanya diam.

“Dasar bodoh.”desis Eunsoo, lalu berbalik, berjalan kasar menjauh dari hadapan Chanyeol.

Chanyeol hanya memandangi Eunsoo selama beberapa saat. Lalu ketika Eunsoo keluar dari pagar rumah, Chanyeol bergegas mengambil langkah, mengejar Eunsoo hingga akhirnya Chanyeol berhasil menahan tangan Eunsoo ketika gadis  itu berniat membuka pintu pagar rumahnya.

“Eunsoo-ya.”

Eunsoo mendengus, lalu berbalik dan menatap Chanyeol dengan tatapan teramat kesal. “Apa?!”semburnya.

Chanyeol hanya diam.

Eoh, kau tidak perlu membacanya. Jangan pernah membacanya, kau mengerti?!”Eunsoo menghembuskan napas kasar, menundukkan pandangan lalu terdiam cukup lama setelah itu.

“Aku rasa aku yang terlalu berlebihan.”gumam Eunsoo, lalu mendongak menatap Chanyeol. “Maaf, karena sudah menendang—“

Eunsoo tidak melanjutkan kalimat saat tiba-tiba bibir Chanyeol membungkam bibirnya. Membuat mata Eunsoo terbelalak sementara Chanyeol justru menutup matanya perlahan.

Eunsoo mengerjap pelan, merasakan ribuan kupu-kupu menggelitik isi perutnya saat merasakan bibir Chanyeol tidak lagi diam, bergerak-gerak dengan lembut di permukaan bibir Eunsoo membuat kedua tangan Eunsoo tanpa sadar mengepal erat di sisi tubuh.

Eunsoo tak mampu lagi, sungguh. Jantung Eunsoo seperti siap melompat keluar saat Chanyeol memperdalam ciumannya, disusul satu tangan Chanyeol yang kemudian menarik pinggang Eunsoo, memangkas habis jarak diantara mereka membuat Eunsoo menutup mata rapat-rapat.

Hingga beberapa saat kemudian, Chanyeol memisahkan bibir mereka perlahan. Membuka kelopak mata lalu menatap Eunsoo lekat-lekat.

Chanyeol kembali berdiri tegap. Lalu bersuara dengan nada pelan. “Aku sudah membacanya.”Chanyeol tersenyum. “Aku juga mencintaimu, Chanyeol. Sangat mencintaimu. Kau menulis seperti itu, dan menghiasi sekelilingnya dengan gambar hati.”

Eunsoo terdiam. Merasakan pipinya terasa memanas sampai-sampai Eunsoo kesulitan untuk sekedar menarik napas.

“Aku tidak pernah ingin menjadi seorang penulis.”kata Chanyeol tiba-tiba.

Eunsoo mengerjap pelan. “A-apa?”

“Aku hanya…”senyum Chanyeol semakin mengembang. “Aku senang saat melihatmu marah padaku. Aku senang saat melihatmu berteriak padaku. Aku senang saat kau memukulku. Aku senang saat kau tersenyum dan tertawa di depanku. Dan ketika kau sangat serius saat membaca setiap tulisanku… aku juga merasa senang melihatnya.”

Eunsoo menatap Chanyeol lekat-lekat. “Chanyeol kau…”

Ya, Eunsoo mungkin tidak tahu bahwa Chanyeol selalu menikmati setiap detik untuk memandangi wajah Eunsoo ketika gadis itu membaca tulisannya. Chanyeol benar-benar menyukainya. Chanyeol akan memandangi sisi wajah Eunsoo lekat-lekat dan menyembunyikan senyuman tanpa sepengathuan gadis itu.

“Mau jadi pacarku?”Tanya Chanyeol, menunjukkan senyuman gummy lalu mendekat, mengecup bibir Eunsoo membuat Eunsoo berkedip pelan. Chanyeol menarik kembali kepalanya dan melanjutkan. “Ya, aku tahu kau pasti mau.”

Eunsoo menelan samar saliva-nya. Menundukkan pandangan, menyembunyikan semburat merah di wajah lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Dan Eunsoo kembali merasakan seperti ada sebuah komet yang jatuh di atas kepalanya. Saat Ia menyadari pakaian yang Ia kenakan saat ini.

Ya Tuhan.

“AAA—“Eunsoo memekik tertahan, mulutnya menganga lebar kemudian gadis itu cepat-cepat menyilangkan kedua tangan di depan dada. Mendongak dan menatap Chanyeol dengan mata membulat. “K-kau melihatnya?!”

Chanyeol memandang Eunsoo selama beberapa saat. Tiba-tiba mengulum senyum dan menjawab. “Maksudmu melihat itu?”sembari menunjuk dada Eunsoo dengan memanyunkan bibirnya.

Eunsoo melotot.

“Ya, tentu saja aku melihatnya.”tambah Chanyeol.

Napas Eunsoo tercekat. Semakin tercekat saat tiba-tiba Chanyeol mengecup bibirnya sekilas. Lalu pria itu menunjukkan cengiran tiga jarinya dan melanjutkan. “Belahan di dadamu sangat indah. Haha! Ewh~ pacarku sangat sexy.”

Membuat Eunsoo mematung di tempatnya dan…

.

.

.

.

.

.

.

.

“Chanyeoollll!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Maaf absurd, kayak judulnya :’v

Thanks udah baca 🙂

249 responses to “STUPID LOVERS (PLEASE READ THIS!) by noonapark

  1. eunsoo gak nyadar kalok pakek tanktop doang, waktu bagian rambutnya berantakan beneran ngakak….XDXDXD
    omygat chanyeol byuntae banget jd namja wahahaha

  2. Ughh.. Romantis. Chanyeol kamu berhasil nak, Eunsoo lain kali harus hati2, keluar rumah pake tanktop sama hotpants doang.. Ckk~ untung cuma Chanyeol yang liat. Aigooo manisnya itu pasti first kiss mereka berdua. Ahh.. Lanjut ya kak. Gomawoo :-*

  3. Aaaaaaaaaa ya ampunnn cutenya couple ini, ngakak deh sama tingkahnya eunsoo yg gugup n gak sabaran itu. ceye jg jahil ih pake pura2 gak baca. hahahaha

  4. wah ini comedy nya dpt… romance jg dapet… mmbuat aq jd ikut2an deg degan jg… aq g sabar mau bca series slnjutnya niiih… aq lnjut bca ya 😉

  5. aaaaaaa romantis kaaaaak !!! Cie dibales suratnya cie..haduh chan yadong bet daah xD pengen tau kisah selnjutnya. fighting kak!!

  6. aaaaaa ff nya keren, romantis pula, haha baru jadian udh kiss”an 😀 … HAHA rumah bersebelahan tp nyatain cinta pke surat,, mrk ber2 ini haha ada” za,, eoh yeol kamu yadong+omes ih,, hiihihi,, eunsoo jga sih yg mancing” yeol jd kan yadong’y kumat,, hahaha

  7. ngahaha tanktop tipis :v ,kebayang dong mata nya chanyeol kedapetan rejeki nomplok hahaha…

  8. Ahaaaaaa yaampuuunn aku ngakak bacanyaaaaa 😂😂😂 seriusan wkwkwkwk berasa lagi nonton drakor wkwkwkw XD astaga merekaa iniiii udh masuk dalam list couple yang aku shipper-in /? Oke abaikan.
    Mereka ini kiyuutt banget sumpaah cara si eunsoo buat ngehindarin chanyeol unyuukk aku suka bagian dia teriak trus lari cepet2 dan dan AAAAA PCY NYA SENYEM2 aku fangirling-aannn!!! Caranya eunsoo balas perasaan pcy juga top banget XD yang terakhirnya juga kocak banget wkwkwk good job buat kamu authornim!
    Alrighttt~~~ aku baca series berikutnya yaaaa
    Fighting!!!

    Smooch ! ❤

  9. Omaigat omaigat ini keren banget 😀 mereka imut banget ihhh gemes 😀 haha chanyeol ternyataaaa mesum ya XD

  10. dikirain tadi chanyeol beneran enggak baca suratnya eunsoo ternyata cuma mau ngerjain doang. ciee yg udah pacaran haha. byuntae banget kamu chanyeol haha

  11. Hahahaha…. Jackpot buat Park Chanyeol…selain cintanya diterima juga dpt bonus liat dada Eunsoo hahahaha

    Aku suka karakter Eunsoo disini, dia bukan cewek girly banget sedikit kasar tapi kayanya ttp.feminin. hehe (maaf kalo gambaranku salah)

    Dan sepertinya harus membaca kisah cinta mereka yg baru di next story nya 🙂

  12. Huaaaa aku suka bnget ff nya thor.. perdana nih aku bca ff yg genre nya Romance Comedy, biasanya aku bca yg melow2 ataus dark romance gtu.
    Suka bnget thor daebak!! Couple ini lucu bnget, ngbyangin mreka

  13. Hahahahahahaha…..
    Pasangan yg kocak…..
    astaga eunso g sadar keadaan…
    main mencak mencak aja ama chanyeol…..cie..cie…cie…
    Yg baru jadian….

  14. hahaha lucuu banget merekaa
    pokonya ga pernah bosen sama cerita mereka ber 2

    chanyeol mah tetep mesum ckckc

  15. hahhhaahhhhaahhhaaa belahan dada pacarku sangat sexy 😀
    astaga chanyeol kau benar2 mesum :v

  16. saking galau nya eunsoo sampe lupa kalo dia cuma pake tanktop sama hotpant doang haha..
    yg jelas chanyeol pasti suka wkwkwk..

  17. Baca ini membuatku gilaaaaaa. Mereka kocak bgt. Aku ga tau lagi hrs komen apa. Yang pst ini bnr2 menghibur dan membuat jantungku ikut berdebar waktu mereka kiss2an (bayangin klu Eun soo adalah aku, ngarep bgt)

  18. aslinya aku telat banget baca ini, seru banget thor sumpah hehe
    ijin baca baca yang selanjutnya lagi yaa hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s