Emma..

Musik klasik mengalun merdu dihari bahagia ini. Mengiringi berpuluh pasangan yang sedang berdansa. Termasuk aku dan si pengantin wanita yang ada dihadapanku. Kami berdansa mengikuti alunan musik nan indah itu. Manikku menulusuri manik kecoklatan miliknya. Manik yang menggambarkan kebahagiaan. Aku tersenyum melihatnya.

Namanya Emma… Cinta pertamaku… Atau bahkan satu-satunya wanita yang bisa membuatku merasakan apa itu  cinta dan rasa sakit.

//

Awal pertemuan kami masih sangat jelas diingatanku. 5 tahun lalu, di sebuah toko buku. Ketika tanganku tanpa sengaja bertemu dengan tangan milik seorang gadis yang belum kukenal. Ya. Kami tanpa sengaja samasama ingin mengambil buku yang tinggal satu-satunya yang ada di toko itu. “Sepertinya kau lebih memerlukan buku ini” ucapku sambil memberikan buku itu. Gadis itu menaikkan satu alisnya “Bagaimana denganmu?”. Aku tersenyum dan membalas “Tugasku deadline nya masih lama. Melihatmu daritadi seperti seorang yang sedang terburu-buru, aku rasa kau lebih membutuhkannya.” Gadis itu menghela nafasnya lega lalu tersenyum membalas “aku memang sangat membutuhkannya. Terimakasih banyak tuan…?”

“Chanyeol. Park Chanyeol.”

Dari situ hubungan kami dimulai. Kami semakin dekat karena kami memiliki banyak kecocokkan. Kami samasama kuliah di jurusan sastra. Kami samasama menyukai green tea latte. Bahkan kami menyukai coffee shop yang sama. Hanya saja kami tidak pernah bertemu. “Aku tidak tahu bahwa tempat ini adalah tempat favoritemu juga”. Gadis itu membalas sambil menyesap green tea latte miliknya “waktu mungkin memang baru mempertemukan kita sekarang. Kalau saja dari dulu kita dipertemukan, mungkin aku tidak akan ke tempat ini sendirian.” Lalu kami berdua tertawa didalam coffee shop saat hujan lebat mengguyur saat itu……

~~~~~~

“Bagaimana kuliahmu, huh?” Gadis itu memisahkan kuning telur dan putih telur mata sapi dimangkuk ramyun nya. Lalu memberikan kuning telurnya untukku. Begitupun sebaliknya. Aku memberikan putih telur milikku untuknya. Sudah menjadi kebiasaan kami memang. Kami saling mengisi. Emma tidak suka kuning telur, dan aku tidak suka putih telur. “Ntahlah. Rasanya aku ingin cepat-cepat wisuda” balasku.

~~~~~~

Entah sejak kapan nama Emma sudah mengisi penuh otak dan hatiku. Melihatnya tersenyum sudah menjadi obat penat tersendiri untukku. Kebiasaannya yang suka menyisipkan rambut di belakang telinganya ketika ia sedang membaca, ketidak sukaannya kepada Lulu rival kampus nya, dan caranya menceritakan betapa jengkelnya dia dengan orang itu. Semuanya sudah terangkum jelas di otakku. Semua ekspresi dan kebiasaannya aku sudah hafal.

Ketika dia menceritakan tentang scene di salah satu film favorite-nya. Aku selalu mendengarkannya. Tentu aku pun hafal dengan scene itu. Kebiasaannya dia akan menceritakannya beribu ribu kali sembari menirukan setiap detail adegan yang ada di scene itu. Sungguh, apapun yang dilakukan gadis ini, sekonyol apapun itu, tetap saja memabukkan dan membuatku semakin terjatuh lebih dalam ke dalam lubang yang bernama cinta.

~~~~~~~

Kebiasaan kami yang selalu memandang bintang setiap malam hari di setiap tanggal 6 Agustus. Tanggal dimana kami pertama bertemu. Kami akan selalu merayakannya dengan melihat bintang.

“Dengan ini kita akan selalu mengingat bagaimana kita bertemu. Karena kita tidak tahu bagaimana kita akan berakhir”

Begitu katanya.

Dan aku akan bertanya “Jika kau punya anak nanti, nama apa yang akan kau berikan padanya?”

“Kalau perempuan, aku akan menamainya Amore”

“Amore? Mengapa Amore?”

“Karena Amore artinya cinta…” Lalu dia hanya akan berbaring dengan lenganku sebagai bantalannya sambil menatap bintang….

//

Kau benar kita tidak akan tahu bagaimana kita berakhir, Emma…

~~~~~~~

Alunan musik klasik itu masih mengalun merdu… Membuyarkan fikiran masa lalu. Dan kami masih berdansa

“Yeol…”

“Hmm?”

“Terimakasih…”

“Untuk?”

“Untuk selalu ada disampingku dan menjagaku… Dan menjadi sahabat terbaik dan paling berharga dihidupku..” Tetes air mata bahagia mengalir dari manik kecoklatannya.

Aku hanya tersenyum tulus membalasnya.

“Permisi tuan, boleh aku meminta kembali  pengantinku yang kau pinjam?” Ucap seorang pria tinggi berjas putih dengan nada bercandanya.

“Tentu saja boleh, tuan. Maaf membuatmu menunggu terlalu lama” balasku dengan nada bercandaku pula.

Tangan si pengantin wanita kini sudah kembali ke pengantin pria yang sebenarnya.

“Aku titip sahabatku kepadamu, Kim Jongin. Tolong jaga dia baik-baik.” kataku sambil menepuk pundaknya.

“Pasti, Park Chanyeol”

Dua orang itu kini berdansa. Senyum merekah di kedua sudut bibir mereka. Aku menatap dua pengantin di hari bahagianya mereka. Aku tersenyum puas.

Emm… Akulah yang berterimakasih..

Kalau saja aku tidak bertemu denganmu, aku tidak akan tahu apa itu yang namanya cinta..

Emm.. Berbahagialah

 

Emm… Mungkin akhir bahagiamu bukan denganku. Tapi aku bahagia melihatmu bahagia..

Emma……..

 

 

                             END

bagaimana? Aku mohontanggapan , kritik dan sarannya ya huhu. Jangan jd silent reader🙏 terimakasih

11 responses to “Emma..

  1. Ya ampun, gatau kenapa akhir ceritanya bikin sedih banget..
    Jadi pada akhirnya bukan sama Chanyeol? Aku kira bakalan sama Chanyeol? Tapi Emmanya suka ga sama Chanyeol? Aaaah kasian banget Chanyeolnya..
    Di tunggu next chapternya author..

  2. ahh, hidup kadang ga adil ya… yang baik di jadiin friendzone, jangan udah berkali2 nyakitiin tetep aja di perhatahakan. fiuhh ~ kasihan amat lu tung :’)

  3. Oh jadinya emma gak sama chanyeol tapi sama jongin ugh sedih pastinya chanyeol melihat sahabat sekaligus wanita yang ia cintai menikah dengan lelaki lain

  4. kirain itu pernikahannya chanyeol sma emma, trnyata bukan, nyess aja bacanya 😥 kalo perasaannya emma sma chanyeol gimana.??

  5. Nyesek loh kalo jadi chanyeol.. Aku kira yang nikah itu dia sama emma taunya malah jongin yang nikah sama emma, keep writingg!

  6. Nyesek bgt kalo ada di posisi yeol :’ kenapa emma bisa nikah ama jongin thor? Lanjutin coba thor heheuw :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s