[OneShoot] My Husband is an Angel— By Byunniexo

My Husband is an Angel || Baekhyun and OC || Married Life, Romance, Angst ||PG 17!

***

 

Seorang gadis sedang terduduk dikursi meja makannya. Ia terus memandang kearah pintu dengan kepalanya yang ia taruh diatas meja. Benar-benar membosankan. Ini bukan untuk pertama kalinya ia merasa bosan. Bahkan, sudah setiap hari ia merasa seperti ini. Menunggu dan akhirnya membuatnya bosan. Ia sudah menyiapkan makanan dimeja sejak sore tadi, tapi hingga pukul 22.30 suaminya itu belum muncul juga.

Bahkan lihatlah! Matanya sudah sulit untuk dibuka. Dan akhirnya, ia tertidur juga dikursi ruangan makannya. Beberapa detik setelah ia tertidur, gadis itu mendengar decitan pintu yang terbuka. Sebenarnya gadis itu ingin melihatnya, namun sayang matanya benar-benar sulit untuk dibuka. Tak berapa lama, ia mendengar deru langkah kaki yang mendekatinya. Kemudian, gadis itu merasakan sebuah sapuan dikepalanya dengan begitu lembut.

“Chagiya, Mianhae aku terlambat lagi.” Gumamnya pelan, namun masih terdengar ditelinga sang gadis. Yah, itu adalah Byun Baekhyun. Suami sah dari Park Se Na.

Byun Baekhyun. Seorang pria bertubuh semampai itu sebelumnya bukanlah kenalan ataupun teman Se Na. Dan bukan kekasih dari Park Se Na. Bukan juga seorang pria yang dijodohkan oleh orang tuanya untuk menikah dengan Se Na. Tidak itu salah. Mereka—Baekhyun dan Se Na—sebelumnya tidak mempunyai hubungan apapun, sebelum akhirnya mereka memutuskan sendiri untuk menikah. Ya, mereka menikah tanpa bekal restu dari siapapun. Tunggu, jangan berfikir kalau mereka berdua menikah tanpa restu kedua orang tua kemudian kabur dari rumah, dan menikah di suatu tempat tertentu yang tanpa kedua orangtua mereka tahu.

Salah.

Mereka memang tak mempunyai orang tua. Park Se Na adalah seorang gadis dua puluh tiga tahun yang hanya bekerja di sebuah restoran untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari. Sedangkan Baekhyun? Entahlah, tak ada satu orangpun yang tahu pekerjaan Baekhyun.

Satu bulan pernikahan mereka, tak ada yang spesial. Baekhyun yang selalu berangkat pagi-pagi sekali dan selalu pulang larut malam, dan Se Na yang bekerja paruh waktu di restoran dengan sisa waktu di rumah untuk menyelesaikan novel buatannya. Ya, hanya itu yang terjadi setiap harinya.

Bahkan, Se Na sendiri terkadang bersikap tak peduli dengan apa yang Baekhyun lakukan diluar sana. Ia tak tahu apa pekerjaannya. Entah itu berjudi, melayani para wanita jalang, ataupun sebagai pembantu. Ia juga tak tahu. Kenapa? Ia sudah lelah bertanya. Bukannya ia tak mau tahu, bahkan gadis itu dulu hampir setiap hari bertanya mengenai pekerjaan Baekhyun minimal lima kali dalam satu hari. Tapi Baekhyun selalu menjawab dengan kalimat yang sama ‘pekerjaanku adalah menafkahimu’ itu saja, dan tak ada jawaban yang lain. Tentu saja itu membuat Se Na bosan, dan tak berniat menanyakannya lagi.

Tentang pertemuan mereka. Entahlah. Yang pasti pertemuan mereka tak romantis seperti yang terjadi pada drama-drama. Mereka tak bertemu di bawah pohon sakura dengan suasana romantis yang sangat mendukung, tidak juga dalam sebuah pesta yang dengan kebetulan mereka menjadi pasangan untuk menari. Mereka bertemu ketika dengan tidak sengaja Baekhyun menemukan Se Na yang tak sadarkan diri di tengah hutan. Dan yang terjadi selanjutnya entahlah, yang Se Na tahu ia terbangun di sebuah gubuk tua di tengah hutan dengan daun-daunan yang menjadi selimutnya. Selanjutnya, ia menemukan Baekhyun yang juga tertidur tak jauh darinya.

Dan mulai hari itu juga, Baekhyun selalu mengikutinya. Lelaki itu bahkan memaksa Se Na untuk mengizinkan ia tidur di flatnya yang sempit. Setiap hari Baekhyun hanya berbuat semaunya. Membuat berantakan flatnya, mengikutinya ke tempat kerja, kemudian selalu meminta Se Na untuk membelikan barang-barang yang diinginkannya. Oh, jangan tanya dengan apa yang akan dilakukannya jika Se Na tak menuruti lelaki itu.

Lelaki itu akan errr. . . Mencium bibirnya dengan brutal dan tak akan melepaskannya. Tentu saja itu adalah hal yang paling dibenci Se Na. Gadis itu bahkan sudah berkali-kali memarahi Baekhyun. Ia juga sudah berkali-kali berniat meninggalkan Baekhyun. Tapi yang terjadi, ia selalu gagal. Dan Baekhyun selalu berhasil.

Ya, semuanya akan berjalan seperti itu.

Hingga tanpa terasa, gadis itu mulai menyukai Baekhyun ketika untuk pertama kalinya pria itu menciumnya dengan lembut dengan pernyataan yang dikeluarkannya hari itu.

“Se Na-ya, bukankah manusia pernah mengalami rasanya mencintai? Bolehkah aku merasakannya juga?”

 

Dan entah mengapa, jantungnya tiba tiba berdetak kencang, nafasnya tak beraturan, tangannya gemetar. Ia merasakan debaran aneh di sekujur tubuhnya.

“Bagaimana kalau kita menikah? Aku ingin tahu bagaimana rasanya menikah. Bagaimana kehidupan manusia ketika menikah. Walaupun hanya sebentar”

Dan tanpa sadar, hari itu untuk pertama kalinya Se Na menjadi seorang gadis yang bodoh dengan meng’iya’kan pernyataan Baekhyun. Uhh, tunggu dulu. Ia masih tak memahami ucapan Baekhyun tentang ‘walaupun sebentar’. Apakah lelaki itu akhirnya akan meninggalkannya? Se Na hanya menulikan telinganya dengan kalimat terakhir Baekhyun dan tak diambil bingung.

“Kita akan menikah jika kau mencari pekerjaan sendiri, dan berhenti mengikutiku.”

Ya, hanya itu dan Baekhyun menuruti semuanya. Setelah mereka menikah di gereja, dan tanpa suatu acara resmi. Setelah hari itu semua berubah. Baekhyun selalu berangkat pagi dan pulang larut malam dengan membawa banyak uang.

***

Baekhyun berdiri menatap bulan purnama yang mulai terlihat sangat jelas dimatanya. Sebelumnya bulan itu tertutup oleh awan-awan mendung di atas sana, dan sekarang bulan itu tampak tanpa terhalangi suatu apapun. Lelaki itu tersenyum getir, sebelum akhirnya menatap Se Na yang tertidur pulas diatas ranjang.

Satu bulan semenjak pernikahan mereka, dan lima puluh hari semenjak pertemuan mereka. Baekhyun menyesal. Ia menyesal karena selama ia menjadi suami dari Se Na, ia belum pernah mengajaknya pergi berlibur atau apapun itu yang ia lihat pada drama-drama. Ia hanya keluar sesukanya, dan melakukan apasaja yang bisa ia lakukan di luar sana.

Ia kembali menatap langit, kemudian sekali lagi menampakkan senyum getirnya. Ia akan kembali. Tapi entah kenapa hantinya begitu sakit ketika harus meninggalkan gadis itu.

Tak berapa lama, ia merasakan sebuah tangan melingkar dipinggangnya. Lelaki itu menoleh, dan mendapati gadisnya sedang berdiri sambil memeluknya dari belakang. “Kenapa belum tidur, oppa?”

Baekhyun tersenyum, kemudian membalikkan badannya, dan memeluk Se Na dari depan. “Entahlah, aku tak bisa tidur, chagi.”

“Ya! Oppa. Kau sudah seharian bekerja di luar sana. Dan kau tidak merasakan lelah atau apapun? Oh, sungguh. Sebenarnya tubuhmu itu terbuat dari apa? Bahkan setiap hari kau selalu bekerja dari pagi-pagi sekali hingga larut malam.”

Baekhyun mengelus lembut rambut Se Na sambil sesekali menciumi keningnya. “Kau marah?”

“Eum?”

“Kau marah, jika aku terus bekerja pagi-pagi sekali dan pulang larut malam?”

“Tentu saja! Kau tahu, bahkan aku setiap hari menunggu mu, hingga tanpa sadar tertidur dimanapun.” Gadis itu mengerucutkan keningnya dipelukan Baekhyun.

“Bukankah kau yang dulu memintaku untuk berhenti mengikutimu, hum?”

Se Na hanya terdiam. Ia menggingiti bibirnya sambil sesekali bersembunyi dibalik pelukan Baekhyun. Ya, itu memang benar. Ia yang menyuruh Baekhyun agar tak mengikutinya. Dan ia tak menyangka jika suaminya itu benar-benar tak mengganggunya, dan justru tak pernah menampakkan wajahnya kecuali malam hari.

“Mianhae.”

Se Na mengkerutkan keningnya. Bukankah yang seharusnya meminta maaf dirinya? Kenapa Baekhyun yang melakukannya? Apa ia minta maaf untuk berangkat pagi dan pulang larut malam? Oh, apakah suaminya itu sedang menyindirnya karena dia tak segera mengucapkan maaf?

“Kau menyindir—”

“Aku tak ingin meninggalkanmu.”

Se Na hanya menatap Baekhyun bingung. Uh, apalagi ini? Kenapa lelaki itu suka berbasa-basi? Sebenarnya apa yang akan dilakukannya?

“Bicaralah yang jelas. Aku tak mengerti maksudmu.” Se Na melonggarkan pelukannya, untuk menatap wajah Baekhyun.

Wajah itu tak secerah biasanya. Itu lebih terlihat dengan ketakutan.

“Aku akan kembali.”

“Eodi? Kau akan kembali ke rumahmu?”

Lelaki itu mengangguk, kemudian membawa Se Na mendekat kearah jendela yang tak tertutupi kain apapun. “Aku seorang malaikat, Se Na-ya. Dan aku akan kembali kesana.”

Se Na tertawa. Oh, lelaki ini mulai berbuat konyol lagi. Ia memukul lengan Baekhyun sebelum kemudian melepas pelukannya dari Baekhyun.

“Kau suka sekali bercanda, oppa.” Se Na melangkahkan kakinya menuju ranjang. Tapi tangannya segera ditahan Baekhyun. Gadis itu menoleh. Dan kali ini ia menemukan Baekhyun yang berlutut dihadapannya. Sambil memegangi dadanya. Ia terlihat sangat kesakitan.

“Oppa, wae geurae?”

Gadis itu segera berjongkok dihadapan Baekhyun dan memegangi punggung Baekhyun. Dengan khawatir, gadis itu mengusap punggung lelaki itu.

“Aku sungguh menyesal.” Lirih lelaki itu dalam kesakitan yang ia rasakan. “Aku menyesal tak sempat membawamu pergi berlibur. Aku menyesal tak bisa menghabiskan waktu bersamamu. Aku menyesal tak bisa membuatmu bahagia bersamaku.”

“Tidak oppa—” Gadis itu terdiam ketika jari telunjuk Baekhyun menempel dibibirnya, mengisyaratkan padanya agar memberikan kesempatan Baekhyun untuk berbicara.

“Terimakasih untuk tempat tinggal ini. Terimakasih telah sabar menghadapi tingkahku. Dan terimakasih karena kau sempat menjadikanku seseorang yang pernah berarti untukmu. Setidaknya, aku tak pernah menyesal, sempat hidup di bumi.”

“Se Na-ya. Jangan pernah melupakanku. Aku sangat mencintaimu.”

Air mata yang Se Na tahan sedari tadi, keluar begitu saja membasahi pipinya. Ia tak ingin lelaki itu meninggalkannya. Dan ia begitu sakit melihat lelaki yang dicintainya sedang berbicara ditengah kesakitan yang ditahannya.

“Aku juga sangat mencintaimu. Kajima.”

“Mianhae.” Lelaki itu meraih tengkuk Se Na. mendaratkan bibirnya di bibir tipis gadis itu. Kemudian melumatnya lembut. Menyalurkan perasaannya pada gadis itu. Sedangkan Se Na, ia juga membalas ciuman Baekhyun. Seakan tak membiarkan lelaki itu pergi darinya.

Ketika lumatan itu tak dirasakannya lagi. Ketika pelukan itu tak dirasakannya lagi. Dan ketika hembusan nafas itu tak dirasakannya lagi. Gadis itu membuka matanya.

Kosong.

Se Na kembali memejamkan matanya, dan berharap ketika ia membukanya nanti, ia bisa melihat lelaki itu, lelaki yang disayanginya berada dihadapannya.

Gadis itu membuka matanya kembali. Masih sama. Tetap kosong.

“Oppa, kau.. meninggalkanku?” Gadis itu tak bisa menahan tangisannya. Ia menutup wajahnya dengan telapak tangan, dan menangis sekeras-kerasnya di lantai yang dingin itu. Ia tak ingin lelaki itu meninggalkannya. Ia tak apa, jika harus menunggu lelaki itu hingga larut malam. Asalkan ia bisa melihat wajahnya setiap hari.

***

Gadis itu terbangun dari tidurnya ketika secercah matahari bersinar melewati celah-celah jendelanya. Ia duduk diranjang putihnya. Kemudian mengamati ruangan sekitarnya. Siapa yang membawanya kemari? Bukankah malam tadi ia masih berada di flatnya? Dan tunggu, seharusnya ia tidur dilantai, bukan di ranjang seperti sekarang.

Gadis itu segera turun dari ranjangnya ketika mengingat sesuatu. Mungkinkah Baekhyun tak jadi meninggalkannya? Ia segera berlari, membuka kamar mandi di kamarnya. Kosong.

Gadis itu lantas pergi ke dapur. Tak ada siapapun disana. Kemudian ia pergi ke halaman rumahnya. Juga kosong. Oh, haruskah ia menangis sekarang juga?

Gadis itu baru akan kembali ke kamarnya, sebelum ia melihat seorang lelaki yang keluar dari kamar tamu, dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Tubuh atasnya, ia biarkan terekspos dengan sisa-sisa tetesan air masih terlihat di sana.

Se Na segera berlari, menghambur ke pelukan suaminya.

“Oppa, kajima.”

Baekhyun mengkerutkan keningnya. Kemudian melonggarkan pelukan gadis itu. “Waeyo?”

“Jangan pernah meninggalkanku lagi.” Se Na tak menggubris perkataan Baekhyun. Ia semakin mengeratkan keningnya.

“Ya! Kau kenapa, eoh?”

“Aku akan menerimamu apa adanya, oppa. Aku juga tak apa jika harus menunggumu pulang hingga larut malam, setiap hari.”

“Se Na-ya aku tak mengerti maksudmu.”

“Jangan pernah menyesal karena tak bisa membawaku pergi berlibur, oppa. aku benar-benar tak apa. aku hanya butuh kau berada disisiku, setiap malam.”

Baekhyun segera melepaskan pelukannya. “Ya! Byun Se Na! kau gila? Apa yang terjadi padamu? Aku bahkan tak pernah meninggalkanmu. Tak pernah membuatmu menunggu hingga larut malam. Dan apa? tak bisa membawamu pergi berlibur? Bahkan hari minggu kemari, kita pergi ke jeju, Byun Se Na. oh, atau jangan-jangan tadi malam kau memimpikan hal aneh?”

“OMO!” Se Na berteriak sambil menutup mulutnya. Ah, itu hanya mimpi.

Gadis itu berbalik sambil tertawa konyol. Oh, ia sudah terbawa mimpi itu. “Kau mimpi, Se Na sayang.” Baekhyun yang berjalan dibelakangnya hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya itu. Uhh, Se Na nya masih terlihat seperti seorang anak berumur lima tahun.

fin

Hai..

author datang bawa ff oneshoot yang gak jelas. 😀

ah, sebelumnya mau bilang. ff ini itu sebenernya remake dari ff author yang judulnya ‘If My Husband is a Gumiho’ itu author post di fanspage Exo Fanfiction. cuman disini, author ganti. yang awalnya cowoknya seekor gumiho. disini author ganti menjadi seorang malaikat. oh, Baekhyun seorang malaikat? wahaha. sempet aneh juga sih. dia kan cocoknya jadi setan yang pecicilan (?) *abaikan

Regards,

Byunniexo

Advertisements

100 responses to “[OneShoot] My Husband is an Angel— By Byunniexo

  1. Pingback: [Baek-SeNa Couple] Your Baby, Byun? — By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  2. darrdaarr lucuu hhaha
    kirain beneran looh ternyata cuma mimpi 😄😄
    sena juga sampe segitu takutnya kalo baek pergi hhaha
    lucuuu 💕

  3. Setan pencicilan? Bner sih kkk~ entah suasana htiku yg bruk atau apalah, tapi aku nyesek bca yg baek ninggalin si sena, mnyedihkan tpi trnyata cman mimpi, yah kna jebakan deh aku btw si OC nmanya mirip nmaku jdi sneng deh #abaikan 😀 keep writing yaa eon, semangat 🙂

  4. Yaelah gue kirain beneran baek ninggalin sena,ternyata cuma mimpi-,- doh padahal udah sempet mewek pas baca baek ninggalin sena:”v

  5. jjeehh author bisa aja dah..
    udah nyiapin tisu juga T.T
    malahan cuma mimpi.
    tpi bodo pokonya ff ini seru and bikin terkejut

  6. Lhooo jd itu semua cuma mimpi??!! Astagaaaaaa~

    Btw, itu kok si baekkie keluar dari Kamar tamu?? Mandinya dikamar tamu mang nya? Hhhhaaha

  7. Yaa ellaah ternyata cuma mimpi…
    Emm tp beneran baekhyun bukan malaikat kan d cerita ini

  8. Pingback: [Baek-SeNa Couple] Pregnant Effect — By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  9. yaampun dari awal tuh kirain baekhyun beneran malaikat-_- sampe bacanya agak gimana gitu wkwk seorang cabe jadi malaikat hahahah:’v always… endingnya selalu ngakakkk+malu senanya bahahaha(y) next :))

  10. wkwkwk jadi setan yang pecicilan katamu? hahaha ngakak sendiri aku bacanya aku kira itu beneran ternyata hanya mimpi! hahaha

  11. kirain si baek beneran malaikat, tp ternyata baek malaikat di mimpi sena doang😂, ijin baca ya, aku reader lm kok #GakAdaYgNanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s