Wanted!! [ sequel of Fxxk You!! ]

wan

Wanted!! [ Sequel of Fxxk You!! ]

Author : Ken’s | byuntae99Line

Cast : Kim Jong In – Han Ga In – Xi Luhan

Genre : Phsycology – Hurt – kekerasan

Inspirated by : Gain(가인) – Fxxk U (Feat. Bumkey)

Previous : Fxxk You!!

About more my fanfiction? –> Here <–



This Obsesion.. Will never have ending”


Flashback On

Suasana ramai memenuhi seisi ruangan bernuansa indoor tersebut, suara gemuruh Mahasiswa yang sudah menamatkan semester pertama mereka dan juga para wali murid yang ikut menyaksikan itu. Semua kebahagiaan beradu menjadi satu, namun hal lain terjadi pada seorang gadis yang masih saja terdiam diatas kursinya. Gadis itu turut tersenyum, saat teman-temannya bisa tertawa bahagia karena bisa lulus di semester 1 ini, walaupun senyuman itu adalah senyuman miris yang mencoba ia keluarkan dengan semanis mungkin. Ga In terdiam seorang diri, tak ada orang lain yang mengucapkan selamat padanya walaupun ia termasuk murid terpandai dan bahkan mendapatkan beasiswa selama beberapa tahun ini. Ga In menunduk sedih

Gadis itu merogoh saku blazer kekuningan yang ia kenakan tatkala benda yang ada didalamnya berdering cukup keras. Ga In menempelkan benda itu ke daun telinganya.

“Halo, oppa!!” seru Ga In mencoba terdengar ceria.

“[ Ga In-ah.. Mianhae.. Sepertinya oppa akan datang terlambat]”

“Nde, nan gwenchana.. Jangan terburu-buru, asal kau datang.. Aku pasti akan senang” Ga In sedikit terkikik menjawabnya.

“[ Hmm, okay… God Bless baby.. I Love you.. ]”

“Love you too.. Oppa!”

Ga In mematikan ponselnya, wajah cerianya seketika menyusut. Ga In memang gadis yang tangguh diluar namun rapuh didalam. Hatinya sangat sedih saat mendengar Jong In akan datang terlambat. Sementara semua teman-temannya sudah saling beradu tawa diatas panggung. Ga In memainkan ujung blazer yang ia kenakan.

“Menunggu seseorang, Noona?”
Merasa dirinya terpanggil, Ga In menolehkan kepalanya kesamping. Gadis itu kembali menyunggingkan senyumannya saat seorang lelaki dengan seragam yang sama sepertinya menyodorkan minuman dingin padanya.

“Ah, Luhan-a?”

Luhan mendudukkan dirinya disamping kursi Ga In.
“Woaah tidak terasa ya! Kita sudah menyelesaikan studi kita yang pertama” ujar Luhan dengan suara bahagia yang dibuat-buat. Ga In terkekeh geli melihat sikap Luhan yang lucu.

Ga In memainkan botol minuman ditangannya. “Kkk~ ya, tidak terasa kita sudah melalui masa-masa SMA kita dan beralih ke studi kuliah” Ga In menyahut gurauan Luhan. Membuat keduanya sempat saling beradu tawa selama beberap menit.

Sepasang kaki seseorang sudah berdiri dibawah pilar besar ruangan itu, dengan sebuket bunga ditangannya. Jong In sedikit tersenyum kecil, ia baru saja turun dari motornya dikarenakan pekerjaan dikantor begitu membelit waktu luangnya untuk Ga In, namun Jong In segera menyelesaikan pekerjaannya dikantor demi Ga In. Jong In hendak melangkahkan kakinya menghampiri Ga In, namun ia hentikan tatkala Ga In sedang berbincang dengan kawan lamanya, Xi Luhan. Jong In mengenal Luhan, begitu juga sebaliknya. Ga In mengenalkan Luhan saat mereka masih duduk di bangku SMA, Luhan adalah teman Ga In sejak masa SMP. Dan Jong In memang sudah menitipkan Ga In padanya selama ia sedang bekerja, Jong In meminta Luhan agar menjaga Ga In selama ia tidak berada disisinya. Jong In memilih terdiam ditempatnya sejenak, membiarkan dua anak itu saling berbincang sesaat.

Sementara mengenai kedua anak itu, tawa keduanya terhenti. Luhan kembali berdehem kecil. Guna menetralkan suasana canggung yang tiba-tiba menyerangnya kali ini. Akhir-akhir ini Luhan memang jarang bertemu dengan Ga In, dikarenakan keduanya berada di jurusan yang berbeda. Sehingga membuatnya mudah canggung saat bertemu Ga In.

“Apa minuman ini untukku?” kata Ga In menunjuk botol minuman ditangannya.

”eumm.. Tapi aku sudah meminumnya sedikit, apa kau mau meminumnya setelah jejak bibirku tertempel disana” kata Luhan lebih seperti menggoda Ga In.

“Astaga! Bahkan dulu kita berbagi satu sendok bersama Lu! Haha” Ga In kembali menyahut gurauan Luhan.

“Tidak! Kali ini berikan padaku Han Ga In, kau sudah memiliki pacar.. Bibirmu tidak boleh tercemar oleh bibirku, kau tahu?” Luhan hendak menarik botol minuman itu dari tangan Ga In. Namun ditahan kuat oleh gadis itu.

“Lu, aku haus.. Biarkan aku meminumnya..” Ga In tetap bersihkeras menahan tarikan Luhan.

“Tidak Ga In!! Berikan padaku!!”

Keduanya saling tarik-menarik sesama lain, membuat Jong In yang berdiri disana ingin memisahkan mereka. Luhan mengerahkan semua tenaganya, ia berusahan menarik botol minuman yang diberikannya dari tangan Ga In. Ga In menjadi kuwalahan, tenaga Luhan benar-benar kuat, hingga membuat tubuh gadis itu ikut tertarik kedepan dan akhirnya menabrak wajah Luhan. Bibirnya menyentuh bibir lelaki itu, hanya karena botol air dengan jejak bibir Luhan, Ga In akhirnya mendapatkan bibir Luhan yang sesungguhnya.

Mata Ga In mengerjap beberapa kali, sementara Luhan malah mengatupkan matanya. Bibir Luhan bergerak menyapu bibir Ga In dengan lembut. Ga In terdiam sesaat, hanyut akan kegiatan Luhan. Namun Ga In masih berada dialam sadarnya. Ga In mendorong bahu Luhan agar menjauh. Napas keduanya tersengal.

Bugh!

Jong In menjatuhkan sebuket bunganya kelantai. Tangan Jong In mengepal kuat. Jong In mencoba meredam amarahnya untuk kali ini, kecemburuan telah membakar ego lelaki itu. Detik berikutnya, Ga In mulai menyadari keberadaan Jong In disekitarnya. Ga In melihat punggung Jong In yang berlari cepat menuju basemen.

“OPPA!!”

Dan sejak kejadian itu, perubahan pada diri Kai benar-benar telihat mengejutkan. Kai yang dulunya merupakan sosok berkepribadian penyabar dan penyayang telah bertransformasi menjadi sosok yang menakutkan sekaligus mengerikan. Ga In berpikir jika depresi Kai disebabkan oleh kecemburuannya dengan Luhan, namun dugaan Ga In salah, setelah menyangkal kejadian itu, ternyata berbagai masalah sering menghampiri lelaki bermarga Kim tersebut, ia dipecat oleh atasannya karena terlalu banyak melamun dan tidak fokus pada pekerjaan. Depresi Kai menjadi bertambah berat tatkala ia diberi kabar melalui telepon genggam kalau ayahnya meninggal saat di New York akibat serangan jantung. Selain itu, Ayahnya juga meninggalkan banyak hutang dimana-mana. Mengharuskan Kai untuk bekerja lebih keras lagi untuk melunasi semua hutang Ayahnya. Hal itu benar-benar mempengaruhi kesehatan akan kejiwaan Kim Jong In.

Hutang ayahnya menumpuk, sedangkan ia baru saja dipecat dari pekerjaannya.

Flashback end.

Matahari terasa menyelundup masuk melalui tirai-tirai putih di sisi jendela. Suara decitan kain pel menggema dilorong apartement. Ga In menggeliat perlahan dari balutan selimut tebal yang menutupi tubuh tanpa sehelai benang itu. Ga In melirik Kai yang berada disampingnya, seperti biasa.. Lelaki itu tertidur dalam posisi memunggunginya. Setelah permainan itu berakhir, Kai seolah kembali menjadi waras. Ia sadar akan apa yang sudah ia lakukan. Namun Ga In tetap tidak menyesali itu, tubuhnya, raganya bahkan jiwanya, memang sudah menjadi milik Kai. Sudah sepantasnya ia melakukan itu pada Ga In. Disisi lain, Ga In memang pantas disebut gadis murahan, dia menjadi seperti hanya karena jika Kai menginginkannya. Tidak untuk orang lain.

Ga In merapihkan selimut tebalnya ke sisi ranjang. Gadis itu bergegas memakai piyamanya lalu melangkah menuju kamar mandi. Ga In menatap refleksi dirinya didepan cermin, Ga In meraba daerah sensitifnya dengan hati-hati. Shit! Terukir banyak kissmark di leher jenjangnya, bahunya dan juga perut ratanya. Ga In menghela napas pendek. Bagaimana caranya ia datang ke kampus jika keadaannya seburuk ini. Sementara itu akan ada jadwal wawancara lisan untuk mata kuliahnya nanti.


“Han Ga In!!”

“Ya?”

“ada apa denga lehermu? Kau sakit?”

“eumm.. Sedikit, ada apa kau memanggilku?”

“ada yang ingin ku bicarakan”

“tentang?”

“hubunganmu dan Jong In..”

“Kenapa kau mempertanyakan itu?”

“Aku hanya ingin tahu..”

“apakah penting untuk kau mengetahuinya?”

“Tidak juga… Apa kau.. Masih memiliki hubungan dengan Jong In?”

“Hmm”


“sampai kapan kau akan terus begini? Lihat.. Dia sudah mempermainkamu sampai sejauh ini, dan kau tetap bersihkeras untuk bertahan?”

“Ma’af.. Aku tidak bisa meninggalkan Jong In dengan cara seperti itu”

“pergilah bersamaku.. Kau akan aman”

“Ma’af Lu, aku tidak bisa”

“Han Ga In..”

“Berhentilah menyiksa dirimu seperti ini, berhentilah mencintai lelaki itu, kau sudah membuat dirimu masuk kedalam bahaya”

“Jika aku pergi… Itu artinya, aku akan membesarkan anak ini tanpa seorang Ayah..”

“Kau.. Hamil?”

“Hmm..”

“dan kau tidak memberitahukan itu pada Jong In?”

“tetaplah diam dan kunci mulutmu rapat-rapat Xi Luhan..”

“Tapi.. Han Ga In..”

“Aku tidak peduli meskipun kau akan mengataiku sebagai gadis bodoh, pergilah dan menjauhlah dari kehidupanku”

Luhan menghela napas berat. “Kau benar-benar gadis bodoh Han Ga In..”



Ga In menarik pintu kaca Apotek diseberang jalan. Ditangannya sudah ada kantung plastik berisi tespack dan juga obat-obatan lainnya yang ia butuhkan. Ga In menghela napas berat.

“Kumohon.. Semoga ini yang terbaik” lirih Ga In, tangan gadis itu beralih mengusap perut ratanya.

“Kau.. Ada disana kan? sayang..”

Ga In menelusuri trotoar ditepi jalan. Langkah kakinya tampak sedikit terhuyung. Tubuh gadis itu memang sangat lemah, bibirnya menjadi pucat pasi. Sebab sejak tadi pagi, ia tidak memakan satu suap nasipun kedalam mulutnya. Pikiran Ga In terlalu dibebani banyak masalah berat sehingga membuatnya terguncang dan mempengaruhi kesehatan jiwanya. Kaus putih panjang, celana jeans abu-abu dan juga rambut ikal berantakan. Tatapan Ga In hanya tertuju pada trotoar didepannya, hingga sepasang kaki itu berhenti disebuah pintu apartement mewah disana.

“Aku pulang..”

Ga In melepaskan alas kakinya, apartement ini memang sangat mewah jika nampak dari luar. Namun, berbeda jauh dengan keadaan didalamnya, bahkan keadaan ini jauh lebih buruk daripada kandang singa. Keadaan disini, seolah menunjukkan bagaimana karakter si penghuni apartement.

Ga In mengambil teflon yang tergantung asal di dinding dapur, Ga In menyalakan kompornya dan mulai memasukkan Mie instant kedalam teflon berisi air mendidih tersebut.

Tepat saat ia mengaduk Mie instant didalam teflon-nya, pintu kamarnya tiba-tiba saja terbuka. Seorang lelaki dengan penampilan serba acak-acakan keluar dari sana. Lelaki itu, Kim Jong In. Ia mendekati Ga In yang tengah berpura-pura sibuk mengaduk Mie.

Kai memeluk Ga In dari belakang, lelaki itu dengan seduktif menciumi leher jenjang Ga in, tidak ia hiraukan dengan bekas-bekas kissmark yang masih tercetak jelas di leher gadis itu.

“Sedang apa sayang..?” bisik Kai tepat ditelinga Ga In. Gadis itu hanya diam, dengan wajah innocent yang sengaja ia keluarkan.

Lama menununggu jawaban dari Ga In, mendadak tiba-tiba saja otot Ga In menegang, tatkala Kai lebih dulu mendorong tubuh gadis itu ke arah dinding dapur. Ga In meringis sakit, punggungnya terbentur kerasnya dinding dapur.

“Sayang.. Ayo kita menikah” bisik Kai, dengan nada mengerikan.

“Kita sudah menikah .. Kai”

“Tidak.. Maksudku, kedalam gereja.. Kau tahu, aku tidak pernah melihat gereja sebelumnya” kata Kai diselingi tawa hambar yang menakutkan.

“Kau sudah mencumbuku, menikmati tubuhku dan sudah membuatku hamil.. Apa kau masih perlu sebuah pernikahan eo?” Ga In memberanikan diirnya menatap Kai. Sementara lelaki itu, seolah bersiap membunuh Ga In diam-diam.
Kai menghimpit tubuh Ga In lebih dalam lagi, gadis itu sempat meringis sakit tatkala kedua tangannya diremas kuat oleh Kai.

“Sayang.. Aku mencintaimu, layani aku malam ini.. Kau mengerti?”
Kai meletakkan jari telunjuknya di pipi mulus Ga In, mendelisir setiap inci wajah gadis itu dengan seduktif.

“Aku tidak ingin melayanimu lagi Kai, aku lelah..” ujar Ga In lirih.

“Kau tidak mau? Baiklah.. Aku akan melakukan lebih, kau akan mendapatkan hukuman atas ucapanmu”

Brugh!!

“Arghh!”



Ga In berjalan sempoyongan di trotoar jalan, dengan luka lebam berwarna kehitaman disudut matanya. Tubuh Ga In ingin ambruk saat itu juga, namun ia menahan agar itu tidak terjadi. Sebab ia ingin segera melarikan diri dari kejaran Kai dibelakangnya. Ia melarikan diri secara diam-diam, dan Ga In kembali mempercepat langkahnya saat suara berat seseorang menyerukan namanya dari belakang.

“HAN GA IN!! BERHENTI DISANA!! KAU MAU MATI!! JANGAN PERGI!! KAU INGIN KUBUNUH SEKARANG JUGA!!”

Ga In tidak tahu harus bagaimana lagi, sementara Kai, masih saja mengejarnya dibelakang. Sudah cukup penderitaan Ga In selama ini, ia terlalu lelah. Menghadapi sikap Kai yang memang tidak waras. Ga In mempercepat langkahnya, perutnya terasa sangat nyeri setiap langkah kakinya berpijak.

“Lindungi aku ya tuhan..” Ga In menahan sakit itu dengan susah payah. Namun langkah kaki Ga In menjadi terhenti, saat ia mendapati cairan kental berwarna kemerahan mengalir di kakinya, Ga In mengalami pendarahan hebat. Ga In tidak dapat menahannya lagi, tubuh gadis itu merosot ditanah. Ga In mengerang kesakitan. Sementara itu, Kai semakin mendekat kearahnya.

“Mau lari kemana lagi kau.. Han Ga In..” Kai tertawa jahat saat mendapati Ga In tersungkur mengenaskan dijalan.

“Jangan.. Kumohon.. Kai, jangan sakiti aku lagi” Ga In memohon pada lelaki itu. Ga In menangis pedih.

“Ayo pulang, gadis manis..” Kai menarik tangan Ga In secara paksa, memaksakan gadis itu agar berdiri menghadapnya.

“Tidak..”

Ga In mencoba menahan beban tubuhnya sendiri dan juga menahan sakit hebat di perutnya. Ga In mulai kehilangan keseimbangan badannya. Tubuhnya benar-benar lemah. Kai masih saja menarik gadis itu hingga terseret di trotoar.

“Jangan paksa aku Kai!!”

“AYO!! KITA PULANG!! KITA MAKAN MALAM BERSAMA SAYANG..”

“Tidak, aku tidak mau!”

“Kau ingin aku membunuhmu seca-”

DORR!!

Perkataan mengancam Kai seketika berhenti, ia tidak dapat menyelesaikan ucapannya dengan baik. Mendadak tubuhnya tiba-tiba saja ambruk didepan gadis itu. Dan dibelakangnya, terdapat beberapa polisi dan juga seorang lelaki memakai jas hitam menunjuk kearahnya.

Ga In tergeletak lemas, tubuhnya ikut ambruk bersama tubuh Kai yang sudah tergeletak tak bernyawa. Darah segar mengalir di dada lelaki itu. Ga In meringis kesakitan, darah di pergelagan kakinya semakin bertambah banyak. Gadis itu dengan sekuat tenaga merangkak kearah Kai, meraih tangan tak bernyawa itu lalu menggenggamnya erat-erat. Tubuh Ga In dibanjiri banyak peluh, peluh yang sungguh menyakitkan.

“Kai.. Berta..hanlah..akhh..”

Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu, Ga In tidak memikirkan keadaannya sendiri, ia malah mengkhawatirkan keadaan Kai yang memang sudah tidak bernyawa lagi. Ga In sungguh mencintai Kai, ia mencintai lelaki itu meskipun ia sering mendapat siksaan darinya. Ga In menggenggam erat telapak tangan Kai. Terasa dingin dan kaku.

“Jong In-ah.. Ayo ki..ta me..nikahh..Jong In.. Kim.. Jong.. In… Sa…rang..hae..”

Tubuh Ga In sudah melemas sempurna, genggaman tangannya tiba-tiba meregang. Mata gadis itu mengatup rapat, disertai air mata yang mengering disudut kelopaknya. Degupan jantung gadis itu berhenti dalam ritmenya, seolah ia terputar kembali dengan memori-memori selama ia hidup. Ga In menghembuskan napas terakhirnya, dipangkuan seseorang.

“HAN GA IN!! HAN GA IN!! IREONA!! INI AKU!! XI LUHAN!!”


“Annyeong, naneun Han Ga In imnida”

“Hai Ga In, namaku Kim Jong In..”
—–
“Sunbae.. Hiks.. Tolong aku..”

“Han Ga In? Apa yang terjadi? Ada apa dengan orang tuamu?”

“hiks.. Mereka meninggal sunbae.. Hiks”

“sst.. Tenanglah, aku ada disini.. Aku akan menjagamu sampai kapanpun”
——
“eoh, sunbae.. Perkenalkan, dia sahabatku.. Namanya Xi Luhan”

“Ga In-ah.. Aku mencintaimu”

“Sunbae!! I Love you..”

“Han Ga In, seharusnya namamu Kim Ga In dan bukan Han Ga In”

“sunbae..”

“jangan panggil aku sunbae.. Kau sudah resmi menjadi pacarku, panggil aku Oppa”

“Annyeong.. Oppa”

“Makanlah ini.. Kau akan sehat, aku tidak akan membiarkanmu sakit karena kehujanan”

“Aku tidak akan sakit.. Karena Jong In oppa akan melindungiku”

“Oppa.. Apa suatu saat nanti, kita akan hidup bersama?”

“Tentu saja.. Bahkan sampai maut memisahkan kita”

6263181271_75b593002a


—-
F I N
—-

Hai-hai reader’s!! ^^

gimana dengan sequelnya? Udah End ya! kkk~

ma’af kalau FF-nya jelek, couse it’s my first time make an fanfiction with psycho genre.. *gubrakk

But.. thank’s after reading this story! ^^

:*

101 responses to “Wanted!! [ sequel of Fxxk You!! ]

  1. seriously… ngenes bgt. mereka itu kaya romeo juliet versi psycho /plakk/ feelnya dapeet. walopun sad ending dan jauh dari perkiraan aku yg bakalan jadi happy endiing karna jongin yg udh tobat di drabble sebelumnya. huhuu keep writing yaa^^

  2. Jonginnya psycho! Ga In nya bodoh.. aku jadi lebih suka gak dibikin sequel deh thor hahahaha ngerasa ada yg kurang aja gitu di sequelnya eh malah tiba tiba mati… its okay its lop lah hehehehe

  3. hadoh nyesek juga endingnya,, ga in nya bodoh kenapa gak sama luhan aja yg jelas2 :3 tapi ya klo udah cinta ya mau gimana lagi? /garuk2palaberbi:v/ ditunggu karya lainnya^^

  4. aciieeeeee…. jongin ama ga in mati bareng ciee….. biarin ajalah mereka mati bareng2 ky gitu… keun kasian juga si ga in klo di dunia.., di siksa mulu ituh ama jongin yg dah ga waras….. hhhihihi
    aq suka plot ceritanya thor…^^ ditunggu next karya2 mu yethhh…^_^

  5. hahah .. serem amat yakk .. aku kra jongin bakal brubah eh taunya mati .. itu han ga in nya ikutan mati ya ?? ah gk tau deh .. ttp semangat writing ff nya thor .. :;)

  6. knapa jongin gak sadar”, kirain bkalan sadar pas tau gain hamil, tpi masih gitu” aja, pas gain pndarahan juga masih kejam, tpi endingnya bikin nyesek, apalagi pas baca moment mereka waktu jongin masih sadar, trnyata gain bner” cinta sma jongin gimanapun kondisinya..

  7. jongin awalnya manis yah, tp sayang berubah beringas, yg gainnya juga gk bisa ngelepas jongin:3 oke ff lainnya ditunggu ;))

  8. ahhh nyesekkk weh, meninggal dua duanya. kai idupnya miris banget kasian dia. ahh aku suka aku sukaaaa>< gak tau kenapa genre gini lebih menatream, author 짱!!

  9. Nyesek bacanya..
    Kirain Kai bakalan jdi baik ke ga in klo tau dia hamil anaknya. Taunya malah makin ga waras.
    Itu akhirnya Kai meninggal ya?
    Apa ga in juga meninggal?
    Kasihan bgt sumpah si ga in 😥

  10. Woah Jong In Sycho bgt, ckckck. Kyaaa tp mereka tetap saling mencintai walaupun Gain sering disiksa. Thor ff km keren.

  11. aaaaaa kasian banget si ga in
    mereka kaya romeo dan juliet tpi romeonya di sni psikopat(?)
    keren thor ^-^

  12. Obsesion memang mengerikan. Gue kasihan sama semua cast. Sama sama menyedihkan. Sad ending nya nyesek banget.

  13. Pingback: Marriage Contract – [ Part 10. Lovesick ] | SAY - Korean Fanfiction·

  14. Seharusnya ga in cepat* mengobati jong in.. Mungkin semuanya tdk akan setragis ini 😥 v namanya juga cerita, kalau gak gini gak seru (y)

  15. ga in sama kai meninggal, sungguh kisah cinta yang mengharukan plus menyesakkan 😥 tapi keren thor, aku bacanya sampai ku ulang-ulang :v

  16. Kyaaaaaa kenapa jadi begini sihhh? :””) nyesek bgt pas baca bagian terakhirnya :’3 , 대박대박 ^^!!!

  17. mereka mati berdua?
    waduhh..kasiaaaaannn…hiksss…
    tapi mungkin itu hal yang baik bagi mereke berdua,.,,hehehhe
    an interesting story…
    gomawoyo…

  18. Plis Ga In kasian;( tapi terharu banget dia bela belain tetep stay sama jongin huhuㅠㅠ
    Dan kenapa sad ending eh? Padahal udh kebayang kalo happy ending iiih;;(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s