STUPID LOVERS (LEARN TO BE PERVERT) by noonapark

Screen-shot-2013-10-18-at-PM-1.39.54¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (LEARN TO BE PERVERT) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : 18+ | Lenght : Ficlet (>2000w) ¶

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING!

***

Percayalah, Park Chanyeol adalah seorang pria yang akan menyuruh kekasihnya datang ke rumah hanya karena ujung jarinya tertusuk oleh jarum.

Dan Chanyeol benar-benar melakukannya. Malam ini. Jam delapan malam lebih sepuluh menit.

Chanyeol tidak bisa menahan senyuman saat mendengar derap langkah mendekati pintu kamarnya.

Tidak lama kemudian, pintu kamar dibuka, menampakkan sosok Eunsoo dengan celana tidur dan kaos putih polos yang membalut tubuhnya. Gadis itu membiarkan rambut sebahunya tergerai, menjepit poni di ubun-ubun dan demi eyeliner Baekhyun, dimata Chanyeol Eunsoo terlihat jauh lebih cantik dan Chanyeol benar-benar menyukainya.

“Oh? Kau datang?”Chanyeol bertanya, masih tidur terlentang saat Eunsoo tiba di sisi kasurnya.

“Chanyeol.”Eunsoo mendengus. Menatap Chanyeol dengan tatapan teramat kesal saat melanjutkan. “Aku sedang tidak ingin bercanda—“

“Aku benar-benar terluka!”sela Chanyeol, lalu bangkit, duduk di tepi kasur dan menunjukkan jari telunjuknya di hadapan Eunsoo. “Jariku benar-benar tertusuk jarum. Bahkan tadi sempat mengeluarkan darah.”

Chanyeol menunjukkan wajah memelas sementara Eunsoo membalasnya dengan wajah tanpa ekspressi. Demi mata bulat Kyungsoo, Eunsoo berharap ada sebuah palu besar di tangannya, yang bisa Ia hantamkan ke kepala Chanyeol dan berharap Tuhan memberikan sebuah keajaiban setelah itu, setidaknya sedikit ke-normal-an untuk pria yang teramat dicintainya ini. Oh, ya ampun. Eunsoo tidak habis pikir mengapa dirinya begitu mencintai pria seperti ini.

“Eunsoo kemari.”Chanyeol menarik tubuh Eunsoo, memaksa gadis itu duduk di sampingnya.

“Chanyeol-ah.”desis Eunsoo.

“Kau membawa plasternya?”tanya Chanyeol sembari mendekatkan wajahnya pada Eunsoo.

Eoh!”lalu Eunsoo menunjukkan sebuah plaster yang berada di atas telapak tangannya. “Plaster dengan gambar hati berwarna pink. Kau senang?”

“Tentu saja aku senang!”sahut Chanyeol dengan mata berbinar. “Gambar hati itu seperti cintamu untukku.”

Eunsoo ingin muntah mendengarnya.

“Dengan begitu lukaku pasti akan segera sembuh.”Chanyeol tersenyum senang. Lalu menunjukkan jari telunjuknya di hadapan Eunsoo. “Ini, kau harus menutup lukanya.”

Tidak ada hal lain yang bisa Eunsoo lakukan selain menghembuskan napas yang terdengar berat. Lalu meletakkan tangan Chanyeol di atas pangkuan dan membuka plaster luka bergambar hati itu.

Chanyeol menatap sisi wajah Eunsoo dengan senyuman malu-malu.

Demi apapun, Chanyeol berharap adegan membalut luka dengan plaster akan menjadi adegan yang romantis seperti yang terjadi di drama-drama yang biasa di tonton Ibunya.

Ya, Chanyeol berharap seperti itu.

Namun sepertinya Chanyeol harus mengubur keinginan itu dalam-dalam, karena yang berada di hadapannya saat ini bukanlah pemeran wanita seperti yang ada di dalam drama, melainkan Eunsoo.

SHIN EUNSOO!

.

.

.

“AAAA!!!!”jeritan Chanyeol langsung terdengar saat tiba-tiba Eunsoo menggigit jarinya. Lantas setelah menjerit Chanyeol langsung menatap Eunsoo dengan tatapan tak percaya. “Eunsoo-ya! Kenapa kau mengigit jariku?!”

“Ya! Kau bisa diam?”omel Eunsoo sembari menepuk punggung telapak tangan Chanyeol. “Aku sedang mengeluarkan darahmu, kau tahu? Huh? Mengeluarkan darah!”lalu Eunsoo menekan-nekan telunjuk Chanyeol, membuat pria itu meringis tertahan.

“Akh! Eunsoo-ya..”

Tidak cukup sampai disitu, Eunsoo kemudian mengusap-usap bekas luka Chanyeol—yang tidak terlihat itu—dengan bajunya, secara kasar. “Nah, sudah bersih. Baru plasternya bisa ditempel.”

Chanyeol akhirnya bisa menghembuskan napas lega setelah Eunsoo selesai membelitkan plaster di ujung jari telunjuknya.

“Kau kejam.”desis Chanyeol, menarik kembali tangannya lalu memeluknya di dada. “Tidak bisakah kau bersikap sedikit romantis padaku? Seperti yang ada di drama Eunsoo! Seperti yang ada di drama!”seru Chanyeol tertahan.

“Kau tidak suka?!”jawab Eunsoo, membalas tatapan Chanyeol dengan tatapn galak lalu melanjutkan. “Kau tidak terima? Kau tidak mau mengucapkan terima kasih.. Ya!”Eunsoo menghembuskan napas kasar. “Apa kau tidak tahu aku harus berlari ke toko hanya untuk membeli plaster itu?! Dan kau malah mengatakan aku kejam?!”

Mata Chanyeol terbelalak. Lantas Chanyeol segera melingkarkan kedua tangannya di tubuh Eunsoo dan mendekap gadis itu erat-erat. Mendekatkan wajah mereka, menunjukkan senyuman gemas dan menjawab. “Aku hanya bercanda.”Chanyeol memberikan kecupan hangat di bibir Eunsoo.

Membuat wanita itu terdiam setelahnya.

“Tentu saja aku menyukainya. Aku menyukai semua yang berasal darimu.”

Eunsoo menelan samar saliva-nya. Lalu menunjukkan ekspressi kesal dibuat-buat dan sekuat tenaga menahan debaran jantung yang tak terkendali di dalam dadanya.

“Cha-Chanyeol-ah.”Eunsoo bergumam pelan, berusaha melepas kedua tangan Chanyeol yang melingkar di tubuhnya namun lelaki itu justru semakin mendesak.

“Eung?”sahut Chanyeol, menunjukkan senyuman gemas lalu mempertemukan bibir mereka sekali lagi.

Kali ini cukup lama. Kecupan yang Chanyeol berikan bahkan terasa dalam membuat Eunsoo harus memundurkan kepala sejauh beberapa senti.

“Woah!”Chanyeol menghembuskan napas lega setelah memisahkan bibir mereka. Mengabaikan Eunsoo yang mematung menatapnya, Chanyeol kemudian mendekatkan hidungnya pada bibir Eunsoo dan melanjutkan. “Kau memakai lipstick? Tapi sepertinya tidak.”katak Chanyeol, lalu tersenyum lebar. “Ini terasa seperti stroberi dan cherry.”lalu Chanyeol memundurkan kepala, memandangi bibir Eunsoo dan melanjutkan dengan senyuman semakin mengembang. “Bahkan lebih manis dari itu. Aku menyukainya.”

Eunsoo melotot. Mulutnya bahkan setengah menganga.

Ugh!”Chanyeol tiba-tiba meringis. Kedua tangannya lepas dari tubuh Eunsoo dan beralih memegangi perutnya. “Aku ingin ke kamar mandi, tunggu sebentar.”

Chanyeol kemudian melesat menuju kamar mandi. Meninggalkan debuman pintu yang terdengar keras dan sebuah teriakan yang kemudian terdengar dari dalam sana. “TUNGGU AKU EUNSOO! AKU TIDAK AKAN LAMA!”

Eunsoo mendengus kesal. Memandangi pintu kamar mandi Chanyeol dengan tatapan tak percaya. “Heol.. dari mana dia belajar hal-hal seperti itu?”gerutu Eunsoo, meraba-raba bibirnya, membuat Eunsoo menelan samar saliva-nya saat bayangan ketika bibir Chanyeol menyentuh bibirnya kembali terlintas dalam bayangan. “Akh.. Chanyeol benar-benar…”

.

.

.

Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan singlet berwarna putih dan handuk putih yang melilit bagian bawah tubuhnya. Dengan senyum yang mengembang, Chanyeol kemudian berlari kecil mendekati sisi ranjang. Memandangi Eunsoo yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.

“Kau bilang tidak lama?”tanya Eunsoo, menghadapkan tubuhnya ke arah samping, ke arah Chanyeol sembari menyangga kepala dengan satu tangannya. “Ini hampir setengah jam Chanyeol! Hampir setengah jam! Apa yang kau lakukan di sana?!”

“Hampir setengah jam ‘kan? Belum setengah jam?”sahut Chanyeol menujukkan senyum tanpa dosa.

“Ya Tuhan.”Eunsoo membenamkan wajahnya di permukaan bantal, seolah Ia sudah terbiasa dengan sikap Chanyeol yang seperti padanya.

Ya, mereka memang sahabat semenjak masih kecil. Saling bertetangga. Dan bermain di dalam kamar, termasuk melihat Chanyeol yang membalut tubuhnya seperti saat ini juga sudah hal biasa bagi Eunsoo.

“Eunsoo-ya.

Eunsoo mendongak. “Apa?”

“Lihat ini.”Chanyeol menunjukkan sesuatu di tangannya pada Eunsoo.

Eunsoo menyipitkan matanya sejenak, lalu terbelalak kaget saat menyadari bahwa itu adalah foto dirinya; foto Eunsoo saat liburan musim panas di pantai tiga tahun yang lalu.

“Ya! Chanyeol.”Eunsoo langsung duduk. Mengulurkan satu tangannya pada Chanyeol. “Berikan padaku. Cepat!”

Chanyeol menggeleng pelan. “Tidak mau.”lalu menatap foto itu lekat-lekat. Memperhatikan Eunsoo yang hanya menganakan thank top dan hot pants, Eunsoo juga tersenyum ke arah kamera, membuat Chanyeol tersenyum geli melihatnya. “Kau tahu? Selama ini aku menempelkan foto ini di dinding kamar mandi.”

Eunsoo hampir tersedak mendengarnya.

“Dan saat aku mandi..”Chanyeol tersenyum getir. “Aku merasa kau seperti sedang mengintipku.. ewh.. kau sangat mesum Eunsoo.”lalu Chanyeol tertawa penuh kemenangan sementara Eunsoo melayangkan tatapan membunuh pada pria itu.

“Chanyeol kau…”Eunsoo menggigit bibir bawahnya dengan geram. Ia kemudian bergegas turun dari kasur dan berdiri di hadapan Chanyeol. Berusaha merebut foto itu dari tangan Chanyeol. “Ya! Berikan padaku! Dasar mesum!”

“Tidak!”Chanyeol mengangkat foto itu tinggi-tinggi.

“Chanyeol­-ah!”

“Tidak mau.”

Chanyeol bahkan tertawa semakin puas saat melihat Eunsoo melompat-lompat di hadapannya.

“Ya! Berikan padaku!”

“Tidak.”

“Chanyeol!”

“Aku menyukainya Eunsoo!”

“Kau mau mati?”

“Aku tidak akan memberikannya padamu!”

“Chanyeol!”

“Eunsoo!”

“Park Chanyeol!”

“Shin Eun—“

Chanyeol tidak melanjutkan kalimat saat merasakan sesuatu di bawah sana.

Eunsoo barusaja menarik handuknya.

Chanyeol mengerjap pelan. Memandangi Eunsoo yang tengah menahan tawa di hadapannya.

“Pmmft!! Bhahahahahaha!!”tawa Eunsoo pecah. Matanya bahkan sampai terpejam sementara satu tangannya tengah sibuk menunjuk-nunjuk handuk Chanyeol yang berhasil Ia lepaskan, yang kini tergelatak di lantai. “Chanyeol kau bodoh. Chanyeol kau benar-benar bodoh.”ujar Eunsoo ditengah-tengah tawanya.

Chanyeol menjuntaikan kedua tangannya di sisi tubuh, menatap Eunsoo dalam diam.

“Ya!”Eunsoo berusaha berdiri tegap setelah tawanya mereda. “Kau pikir aku tidak bisa mengalahkanmu, heh? Mana?”lalu dengan bangga gadis itu menengadahkan satu telapak tangannya di hadapan Chanyeol. “Berikan foto itu atau aku akan—“

“Membuka bajuku setelah ini?”

Eunsoo mengerjap pelan. Menatap Chanyeol dengan tatapan tak mengerti sementara pria itu tiba-tiba menunjukkan senyuman misterius pada Eunsoo.

“E-eh?”

“Kau yang memulainya.”gumam Chanyeol.

Eunsoo benar-benar tidak mengerti perkataan Chanyeol. Lantas Eunsoo menundukkan pandangan, dan jantung Eunsoo terasa ingin melompat saat bola matanya mendapati bagian bawah tubuh Chanyeol hanya dibalut dengan boxer berwarna biru gelap.

Eunsoo melotot. Mulutnya bahkan menganga lebar.

“Kau yang memulainya.”

Eunsoo langsung mendongak saat menyadari kaki Chanyeol bergerak mendekatinya.

“Y-ya! Chanyeol-ah.”

Chanyeol menunjukkan terus senyuman misterius sementara Eunsoo berusaha mundur. Namun tidak lama kemudian kaki Eunsoo menabrak sisi ranjang. “Akh!”

Lalu Eunsoo jatuh terlentang di atas kasur dan Chanyeol segera menindihnya.

“Aku mendapatkanmu.”kata Chanyeol, tersenyum penuh kemenangan saat kedua tangannya berhasil menahan kedua tangan Eunsoo di sisi kepala gadis itu.

“Ya! Chanyeol!”Eunsoo memekik tertahan. Merasakan darahnya berdesir dengan deras, jantungnya berdetak semakin cepat dan napas Eunsoo benar-benar tercekat saat Chanyeol mendekatkan wajah mereka.

Chanyeol tidak melakukan apa-apa. Ia hanya menunjukkan senyuman tipis sembari memandangi wajah Eunsoo dengan mata seolah tak berkedip.

“Tu-tunggu.”Eunsoo berusaha melepas tangannya namun Chanyeol justru semakin erat menahannya. Semakin mendekatkan wajah mereka membuat ujung hidung mereka hampir bersentuhan. “Cha-Chanyeol-ah.”Eunsoo bergumam pelan.

“Hm?”sahut Chanyeol, tanpa berniat sedikitpun menjauhkan wajahnya dari Eunsoo.

“K-kau..”Eunsoo menelan samar saliva-nya. Merasakan jantungnya siap melompat ketenggorokan saat maniknya tiba-tiba fokus pada leher Chanyeol yang terlihat jenjang. Kulitnya yang putih dan.. astaga. “Dari mana kau..”Eunsoo kembali menatap Chanyeol. Mengerjap pelan. “Belajar hal-hal semacam ini?”

“Dari fanfiction yang kau buat.”

Eunsoo melotot. “APA?!”

Lalu Chanyeol tersenyum simpul padanya. “Kau masih ingat apa yang terjadi selanjutnya setelah Shin Eunsoo melakukan adegan seperti ini dengan Myungsoo? Hm? Kau masih ingat?”

Eunsoo terdiam. Bibirnya mengatup rapat sementara matanya menatap Chanyeol seolah tak berkedip.

“TENTU SAJA AKU INGAT CHANYEOL! AKU INGAT! SETELAH ADEGAN SEPERTI INI MYUNGSOO OPPA MENCIUMKU. MEMELUKKU DAN KAMI—“

“Ya!”Eunsoo berseru. Menatap Chanyeol dengan tatapan kesal. “Kau bahkan menghafalkannya?!”

Chanyeol nyengir. “Aku bahkan menyalinnya dan mengganti nama Myungsoo menjadi namaku.”lalu menjulurkan lidahnya pada Eunsoo membuat gadis itu tak berkutik.

“Chanyeol kau..”Eunsoo menatapnya tak percaya. “Sudah kukatakan peran wanita itu bukan diriku—“

“Akan menjadi dirimu jika kau bersamaku.”sela Chanyeol.

Eunsoo mengerjap pelan. “Chanyeol—“

Eunsoo tidak melanjutkan kalimat karena bibir Chanyeol lebih dulu membungkam bibirnya. Melumatnya lembut. Menciumnya lamat-lamat membuat kelopak mata Eunsoo akhirnya tertutup perlahan.

Chanyeol bahkan menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Memperdalam ciuman membuat satu lenguhan akhirnya lolos dari bibir Eunsoo.

Chanyeol memisahkan bibir mereka. Menunjukkan senyuman hangat pada Eunsoo yang dipenuhi rona merah pada wajahnya.

“Chanyeol..”Eunsoo terdiam sejenak. Menatap Chanyeol lekat-lekat, menyadari bahwa saat ini Chanyeol tengah menatapnya dengan tatapan bukan seperti biasanya. Kali ini, tidak ada kesan main-main dalam sorot mata pria itu. “Kau tidak akan melakukannya kan?”gumam Eunsoo, lalu menunjukkan wajah seolah ingin menangis. “Aku tidak ingin hamil Chanyeol. Aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang Ibu. Chanyeol-ah…”

Chanyeol tidak menjawab. Malah mendaratkan bibirnya pada Eunsoo dan mengecupnya berulang kali. Membuat Eunsoo kembali terdiam.

Puas menciumi bibir Eunsoo, bibir Chanyeol kemudian menjalar ke pipi Eunsoo. Mengecupnya lembut, lalu bibir Chanyeol mendekat ke telinga Eunsoo. Mengecupnya. Dan berbisik. “Permainan selesai.

Eunsoo seperti merasakan sebuah batu barusaja mengantam kepalanya. Gadis itu mengerjap pelan. Lalu mendapati Chanyeol mengangkat kepala dan menahan tawa di depannya.

“Pmfft! Bagaimana? Peranku lebih bagus dari Myungsoo bukan?”

Dan Chanyeol benar-benar tertawa setelah itu.

Eunsoo masih diam. Napasnya tiba-tiba memburu.

“Chanyeol kau..”Eunsoo membenturkan kening mereka. Menimbulkan bunyi dug cukup keras disusul erangan tertahan yang terdengar dari mulut Chanyeol.

“Akh.. Eunsoo..”

“Minggir!!”pekik Eunsoo sembari mendorong tubuh Chanyeol, membuat pria itu terjatuh dan kini terduduk di lantai sembari mengelus keningnya yang masih terasa sakit.

“Eunsoo! Kau kejam!”

Eunsoo langsung duduk di tepi kasur. “Kau pikir ini lucu?!”

Tentu saja Eunsoo mengharapkan Chanyeol akan mengatakan kata-kata penuh penyesalan padanya.

Bukannya cengiran idiot dan kemudian pria itu menjawab disertai wajah tanpa dosa. “Tentu saja lucu. Lihat, wajahmu merah seperti tomat. Hihi!”

Eunsoo menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya. Lalu Eunsoo menyambar handuk di lantai dan melemparkannya ke kepala Chanyeol. “Tutup tubuhmu Chanyeol!”

Chanyeol menurunkan handuk dari kepalanya lalu mendekapnya. “Tapi kau yang memulainya Eunsoo. Kau yang menarik handukku tadi.”sahut Chanyeol, membalas tatapan kesal Eunsoo dengan tatapan tak kalah kesal.

Eunsoo langsung memundurkan kepala. Mengerjap pelan. “A-aku ‘kan tidak sengaja.”

“Tapi kau senang saat aku menciummu ‘kan?”tanya Chanyeol, lalu menunjukkan senyuman gummy. “Seperti yang kau tulis di diary-mu.”

Eunsoo yakin jantungnya akan meledak jika Ia berada lebih lama lagi di kamar Chanyeol. Maka Eunsoo berdiri.

“Aku tidak ingin Paman dan Bibi Park tahu ini.”

“Ayah dan Ibu sedang pergi ke rumah nenek.”kata Chanyeol, lalu tersenyum lebar. “Kau ingin menginap di rumahku?”

“Kau mau mati?!”

Chanyeol langsung cemberut. “Tenanglah, aku tidak akan membuatmu menjadi Ibu muda.”

“Astaga..”Eunsoo menatapnya tak percaya. “Aku mau pulang.”

Lalu Eunsoo setengah memutar tubuhnya, mengambil langkah dan…

“Eunsoo tunggu—“

Eunsoo menghentikan langkah.

Sungguh, pada awalnya Chanyeol berniat menahan kaki Eunsoo agar gadis itu tidak pergi meninggalkannya. Tapi Chanyeol tidak tahu mengapa tangannya justru mencengkram celana tidur Eunsoo.

Dan jangan salahkan otak lamban Chanyeol jika celana Eunsoo kini melorot. Menampakkan sedikit celana dalamnya yang berwarna pink yang—entah mengapa—terlihat imut di mata Chanyeol.

Chanyeol masih duduk di lantai. Perlahan, Ia kemudian mendongak. Memperhatikan Eunsoo yang saat ini memandangi celana dalamnya yang sedikit terlihat.

“Chanyeol…”Eunsoo memandang Chanyeol.

“Eunsoo…”dan Chanyeol pun memandangnya.

Mereka saling memandang selama beberapa saat.

Mereka mengerjap pelan. Lalu merasakan napas mereka memburu dan….

.

.

.

.

.

“AAAAAAAAA!!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

Rumah keluarga Shin;

“Sayang kau dengar itu?”Nyonya Shin sedikit bangun dari tempat tidurnya. Memandangi sang suami yang barusaja menutup mata.

“Ya, aku mendengarnya. Chanyeol dan Eunsoo sedang berteriak? Tenang saja. Mungkin mereka sedang menonton film hantu. Mereka selalu menonton film hantu saat Ayah dan Ibu Chanyeol sedang pergi.”

Nyonya Shin menghembuskan napas lega. “Ah.. ya, mereka selalu seperti itu.”kata, lalu kembali merebahkan tubuh dan tidur.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Ya! Kemari kau!”

“AAA! Ibu tolong aku! Eunsoo hentikan—Aw! Telingaku!”

“Kau melihatnya! Kau melihatnya!!”

“Maksudmu celana dalam berwarna pink—“

“Chanyeol!!”

“Eunsoo jangan melompat di atas tempat tidurku! Kau bisa merusaknya!”

“Cepat pakai celanamu!!”

“Bukankah kau senang melihat aku seperti ini—aw!! Kau pikir dilempari bantal tidak sakit?!”

“Kau mesum!”

“Kau lebih mesum! Kau membuat fanfiction—“

“Dan kau belajar dari sana?!”

“Kau ingin aku membacanya ulang?”

“Chanyeol!”

“Eunsoo jangan melompat di sana!”

“Kau jelek!”

“Kau juga jelek!”

“Perutmu bunciiiiit!”

“Perutmu juga buncit!”

“Kau bodoh Chanyeol! Kau bodoh!”

.

.

.

.

“Dan hanya pria bodoh sepertiku yang mau mencintaimu hingga seperti ini.”

“……”

.

.

.

.

“Aku mencintaimu, Eunsoo-ya. Bbuing bbuing!”

“……”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Jangan bully gue peuliiiss!!! Absurd sumpah!

Aku ngga tau kenapa bisa nulis ini. Pengen hiatus tapi tanganku malah jalan gitu aja dan.. Astaga! Ampuni aku Yeol X’D

252 responses to “STUPID LOVERS (LEARN TO BE PERVERT) by noonapark

  1. hahahahahaha y ampuuuun tingkah mrk ber2 astagaaaa hahaha bkin ngakak,, seru seru .. utung cma kisseu za, tp lmyan hot lah … ahay… eee buset daaaah yeol yeooool Mesuuuuum,, haha

  2. Hahahahahahaha…. Ngakak abis. Beneran deh pasangan Chanyeol Eunsoo… Romantis dikit, eh ujung-ujung adu mulut dan teriak” hahahaha

    Demi eyeliner Baekhyun…. Demi mata bulat Kyungsoo…. Hahahahaha

    Duh kirain mereka bakalan lama tuh kissingnya, Chanyeol berhasil bikin Eunsoo mupeng… Jackpot lagi buat Chanyeol… Liat CD pink Eunsoo. Hahaha

  3. Hahhahahahahhahaahhaaha……
    Ayo eunso timpukin terus si chanyeol….
    astaga astaga astaga …
    Chanyeol…..
    Aaahhhhhhhhhh….
    Saya suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s