MOON THAT EMBRACE OUR LOVE [0]

 Mteol_1

MOON THAT EMBRACE OUR LOVE [0]

Cast introduction, Teaser and Prolog

2015 © SANGHEERA

Cast :: Cheon Sera (Original Character), Luhan as Xiao Luhan and Xiao Luxien, Byun Baekhyun of EXO

Support Cast :: Hwang Shiina (OC), Kim Seukhye Ulzzang, Kim Jinhwan of iKON, Zhou Yumin (Vic Zhou) as Xiao Yumin, Ren of NU’EST as Liu Ren, Choi Seunghyun (T.O.P) of BIGBANG, Mimosa Song (OC), Johnny Seo/Seo Youngho (SR15B), Kim Yoojung (OC), and many more

Genre :: Campus Life, Comedy Romance, Fantasy, Family

Lenght :: Multi Chapter

Rating :: PG 17+

CHEON SERA (20 y.o)

 tumblr_mpegttqp5S1qjyc3to1_500

Her love

 baekhyun

Her family

 김상중

Her neighbours

 HER NEIGHBOUR

 

Her friends

 HER FRIEND

 

Her life

 262245_image2_1

———————————————-

XIAO LUHAN (24 y.o)

 626113a0gw1eo45kogm4wj20tq0gptc4

His scar

lulu

His family

 his family

 

His life

his life

 

— March 2015, 6th – 23.59 KST & 22.59 CST —

Malam itu adalah puncak malam bulan purnama. Ketika bulan berada dalam bentuk sempurnanya, Sera dan Luhan bersama-sama memandanginya. Di waktu yang sama, dengan objek pandang yang sama, namun di tempat yang berbeda.

Tanpa mereka sadari, keajaiban merambati  jari mereka. Awalnya samar, tapi lambat laun benang-benang merah yang awalnya tak nampak kini semakin jelas mengikat  jari kelingking mereka.

Sera di jari kelingking kanan, dan Luhan di kelingking kiri.

Benang di kelingking mereka terhubung satu sama lain, dan bulan malam itu menjadi saksi bagaimana benang-benang itu menegaskan eksitensinya dalam bentuk fisik. Hal yang—mungkin—tak pernah terjadi sebelumnya dan hanya terjadi pada mereka.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Sayangnya, tidak ada manusia yang bisa mengintip resep rahasia-Nya untuk tahu jawaban dari pertanyaan itu.

 9a5eaa4b47f692785553a9c7dcfd8edf

THE RED STRING OF FATE

Two people connected by RED THREAD are destined lovers regardless of time, place or circumtances. This magical cord may stretch, or tangle, but NEVER BREAK

23207-decorative-element-vector

PROLOG

— April 2005 —

— The Westin Chosun Seoul Hotel in 87 Sogong-dong, Jung-gu, Seoul, South Korea —

Gadis kecil itu masih terus menangis dalam diam. Airmatanya terus menetes, tangannya saling meremas, sementara ia mengigit bibirnya kuat-kuat agar isakannya tak keluar. Suara pertengkaran yang berasal dari dalam ruangan itu pastilah yang menjadi penyebab mengapa gadis kecil itu menangis.

Mata pemuda bertuxedo hitam itu tak lepas menatap sang gadis kecil. Sudah hampir 10 menit ia berdiri disana, di lorong hotel megah berbintang lima itu. Mengawasi sang gadis kecil.

Tidak biasanya ia peduli pada orang lain, tapi kali ini sepertinya adalah sebuah pengecualian. Kaki pemuda itu melangkah mendekati si gadis kecil. Sepatu mahalnya yang berhenti tepat di depan si gadis kecil, berhasil membuat kepala mungil yang tertunduk itu terangkat pelan.

“Ini minumlah!”perintah pemuda itu pada si gadis kecil sambil menyodorkan sebotol yogurt yang sejak tadi dibawanya.

Sang gadis kecil menatapnya dan botol yogurt itu bergantian. Bingung. Hei, apa ini saat yang tepat untuk menikmati yogurt rasa strawberry?

Tubuh pemuda bertuxedo hitam itu menjulang tinggi, membuat gadis kecil itu harus mendongak. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulan purnama menghiasi lehernya. Wajahnya tampan, seperti para penyanyi idola yang sering ia lihat di televisi.

il_fullxfull.393806660_gpwp

 “Rasanya memang asam, tapi mungkin ini yang terbaik untukmu saat ini, anak kecil,”jelas pemuda itu. Si gadis kecil menyadari bahwa bukan hanya sikap pemuda itu yang aneh, tapi juga logat bicaranya. Mau tak mau, untuk menjaga kesopanan, gadis kecil itu menerima tawaran minum pemuda itu. “Sepertinya ayah dan ibumu bertengkar…”kata sang pemuda.

“Dia bukan ibuku!”lirih si gadis kecil disertai isakan.

“Ya ya, baiklah, anak kecil. Apa kau mau ikut denganku? Ada pesta di ballroom hotel ini, disana banyak makanan enak yang bisa kau makan. Bukankah biasanya para perempuan senang menghabiskan makanan ketika sedang sedih?”

“Lalu appa…”

“Tenang saja, pengawalku akan tinggal di sini untuk memberitahu appa-mu dimana kau berada.”

Gadis kecil itu menolehkan kepalanya dan mendapati seorang pria seumuran ayahnya berdiri agak jauh darinya. Pria itu mengangguk sopan padanya, yang langsung ia balas dengan canggung.

Sambil terus meminum yogurt—yang ternyata sangat enak—dari sedotan, gadis kecil yang baru berusia 11 tahun itu mengikuti pemuda bertuxedo menyusuri lorong hotel. Ia seakan-akan menjadi Alice yang sedang mengikuti sang kelinci bertuxedo menuju wonderland.

Dan benar saja, ketika gadis kecil itu masuk ke dalam ballroom tempat pesta digelar, bibir mungilnya tak kuasa menganga. Takjub oleh kemewahan dan keramaian pesta itu. Sang pemuda terus membawanya ke meja panjang di sudut ruangan dekat jendela besar yang berisi penuh dengan makanan. Gadis kecil itu meneguk liurnya, melihat makanan-makanan lezat tersaji di hadapannya.

“Aku boleh memakannya?”tanya si gadis kecil, ragu.

“Tentu saja. Makanan ini untuk tamu, dan kau adalah tamu! Tapi sepertinya, aku harus meninggalkanmu sebentar, baba memanggilku.”

Baba?” Apa itu nama orang?

“Jangan kemana-mana.” Pemuda itu mengusap kepala gadis kecil sebelum beranjak pergi. “Aku akan segera kembali.”

Ya, pemuda itu akan kembali untuknya. Sebelum itu, ia mungkin bisa menunggu sambil makan terlebih dulu. Cupcake itu sepertinya nikmat untuk dilahap.

“Hei, kau tahu, dulu pernah ada orang yang membelah bulan…”

Gadis kecil itu baru saja hendak menggigit cupcake keduanya saat seorang pemuda sudah berdiri di sampingnya. Pemuda itu memunggungi meja makan, dan memilih menatap keluar jendela besar. Aahh, pemuda yang tadi telah kembali rupanya. Tapi sepertinya tuxedo hitamnya agak berbeda dengan yang tadi, kenapa ia mengganti pakaiannya?

“Membelah bulan?”tanya gadis kecil. Hal itu dirasanya lebih penting daripada urusan tuxedo. Ia berdiri menjajari sang pemuda, ikut menatap objek yang sama.

Bulan purnama.

“Mmm, dia ingin membuktikan adanya keajaiban, karena itu ia memohon pada Tuhan untuk mengabulkannya. Dan Tuhan menjawab permohonannya dengan ‘ya, aku akan menunjukkan keajaiban padamu’”

Gadis kecil itu ternganga, mata jernihnya tak lepas dari bulan yang bulat sempurna di atas sana. “Jadi bulan dulu pernah terbelah?”

“Ne. Seseorang bernama Muhammad-lah yang pernah membelahnya.”

Mata gadis kecil itu menyipit. Tiba-tiba merasa curiga pemuda yang beberapa tahun lebih tua darinya itu sedang usil mengerjainya. Mentang-mentang dia masih anak-anak. “Aku tidak sepolos itu, oppa! Apa kau pikir aku akan mempercayaimu semudah itu?”

Pemuda itu tertawa. “Kau bisa membuktikan ucapanku, karena para ilmuwan pun sudah menguji kebenarannya.”

Gadis kecil itu terpana. Jika ilmuwan sudah mengujinya, bukankah berarti keajaiban itu benar-benar terjadi?

“Kau mirip sekali dengan seseorang yang ku kenal. Saat seumuranmu, kakakku Yumin menceritakan hal ini padaku dan aku langsung mempercayainya. Tapi tidak dengan dia…”

“Dia? Dia siapa?”tanya gadis itu.

“Dia… pemilik kalung yang sama dengan milikku ini.” Pemuda itu tiba-tiba sudah mengalungkan sebuah kalung ke leher gadis kecil itu. Sebuah kalung warna perak dengan liontin berbentuk bulan yang seolah hasil dari membelah bulan itu sendiri. “Untukmu, gadis kecil.”

“Heii… kau memberikan kalungmu padaku?”

Pemuda itu merendahkan tubuhnya, mensejajarkan tubuh jangkungnya dengan tubuh anak-anak si gadis kecil. Ia tersenyum saat berkata,“Ne. Jika kau percaya pada keajaiban, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi, dan saat itu aku akan memberimu hadiah yang lebih besar daripada sekedar kalung.”

“Bagaimana bisa?”Gadis kecil itu masih saja tak semudah itu percaya. Keajaiban? Yang ada dalam benaknya tentang konsep keajaiban hanyalah bagaimana ibu peri tiba-tiba datang untuk memberikan gaun, kereta dan sepatu kaca pada cinderella. Atau keajaiban ketika sang pangeran mencium snow white dan membuat gadis yang telah tertidur hampir seratus tahun itu membuka matanya. Atau saat si putri duyung Ariel bisa berubah menjadi manusia…

Oh, ayolah, semua keajaiban itu jelas hanya dongeng yang dijual oleh Disney harabeoji bukan?

“Tentu saja!”jawab pemuda itu yakin yang membuat gadis itu terkejut. “Keajaiban tidak untuk dipertanyakan, gadis kecil. Karena resep rahasianya hanya Tuhan-lah yang memiliki.”

Resep rahasia?

“Siapa namamu, gadis kecil?”tanya pemuda itu.

“Sera. Cheon Sera.” Gadis kecil itu menyebutkan namanya. “Oppa? Siapa nama oppa?”

“Aku?”

Sera mengangguk.

“Namaku…” Senyum tak pernah lepas dari bibir pemuda itu. “Xiao Lu—”

23207-decorative-element-vector

full-moon-1800x2880

 

 

Well, apa masih ada yang nungguin FF ini?

^^

Annyeong haseyo, akhirnya aku kembali lagi? Bosen nunggunya yaa? Aiih, maaf yaa….

Aku mau bilang kalau ada banyak yang kuubah dari FF ini. Jadi bagi yang dulu sempet baca teasernya disini, dan juga sempet ngevote, mungkin agak heran dengan perubahan cast dan yang terutama genrenya.

Dulu, school life kok sekarang jadi campus life?

Alasannya karena dari segi cerita FF ini bakal jadi ribet dan kurang seru kalau castnya anak sekolah. Aku jadi gak bisa ngembangin ide cerita semauku 😦

Jadi, buat yang suka ma genre school life, maaf yaaa~

Dan yang berharap cerita ini bakal fluff abis dan isinya romantis-romantisnya Lusera doang, so sorry, aku gak tahan buat bikin ceritanya jadi complicated, hehe. Siap-siap aja terkejut ma chapter I-nya yaaa…

Oiya, maaf juga kalau nantinya aku gak akan bisa post tiap seminggu atau dua minggu sekali kayak jaman WB dulu. Jujur, nulis FF bukan prioritas aku, jadi mohon pengertiannya karena aku punya prioritas-prioritas lain yang lebih penting. Tapi Insya Allah, aku gak akan nelantarin banget, meskipun lama suatu hari nanti kalian pasti akan nemuin END dari FF ini.

Kalau ada yang belum tahu soal bulan terbelah itu, silahkan searching. Terserah mau percaya atau tidak, tapi kalau aku sih memilih untuk percaya ^^

 

Jadi…

20150328

Semoga gak ada halangan, amin.

 

Best regard,

Seara Sangheera

 

426 responses to “MOON THAT EMBRACE OUR LOVE [0]

  1. iiiih kyaknya seru deh critanya… pnasaran yg ngajak sena td siapa n yg ngasi kalung td siapa. trus jdohnya sena ntr siapaaaa 😀

  2. ya ampun gua telat baca nih cerita ada cerita bagus kyak gini ah baca baca baca haha …
    keren badai dah nh cerita apa lagi ntar ceritanya hoho
    luhan punya kembaran yee sifatnya beda pula

  3. halo kak, aku pembaca baru karya mu hehe
    liat judulnya ngingetin aku sama dramanya kim soohyun hehe tapi aku baru tau loh bulan bisa kebelah kaya gitu hehe

  4. Xiao lu , who? Luhan or lu. . .
    Ahhh sera sama luge Kan. . Bukan kembarannya
    Dari dulu aku selalu nyiapin mental kuat kuat kalo baca cerita dengan cast kembar. .
    Etdah. . Yang pertama ketemu sera semoga luhan, n yang jadian sama sera juga luhan wkwkwkwkwk

  5. Halo kak aku kembali(?)
    Gapapa campus life mah makin dewasa makin enak ngecernanya jg daripada school life hihi gakdeng
    Semangat ya buat nuntasin ffnya kak😉😚

  6. Anyeong eonni…
    Mian,aku baru sempet baca.
    Wah,ini FFmu setelah WB yaa? Pas banget dong aku bacanya. Ceritanya menarik eon. Jinjaa. Penasaran!
    Ah,iya…sama seperti eonni,mungkin aku akan baca FF ini agak jarang. Kesibukan dimulai lagi eon*jiahh.
    But,FIGHTING!! I love your story!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s