WENDY 2015 chapter 3

Wendy 2015 chapter 3

wendy 2015

Annyeonghaseyo !!

Wendy 2015 udah realis nihh,,

Aku author baru di sini, cerita ini udah chapter 4,

Jadi yang belum baca chapter 1 silahkan klik link d bawah ini

Chapter 1, 2, 3 nya udah pernah di kirim di sini, tapi cuman nitip sama author tetap di sini.

CHAPTER 1 || CHAPTER 2

Jadi karna aku udah jadi author di sini, silahkan membaca FF aku ( Mikhyeongnya ) di sini.

Ceritanya emang masih sangat sederhana, maklumlah aku juga author baru, tapi aku akan usahaain biar ceritanya bisa jadi cerita yang AMAZING J

HAPPY READING CHINGGUDEUL !!!

SORRY FOR TYPO

 

Mikhyeon yang terus menunggu kedatangan kedua namja itu, tak henti-hentinya memandangi jam yang berada tak jauh dari mejanya. Mikhyeon bahkan tidak tau sudah berapa kali ia mengirim pesan pada Kai dan Tao namun tak satupun yang pesan balasan yang diterima Mikhyeon. karena merasa kedua sahabatnya tak akan datang, Mikhyeon yang kini berdiri dari kursinya dan bersiap meninggalkan restotan tiba-tiba mendengar seseorang memanggil namanya yan berdiri tepat di depannya. “Mikhyeon-sshi ??”

Mikhyeon mengangkat dagunya dan menatap namja yang berada didapannya dengan wajah yang kaget stengah mati ,, “ nde Bae..Baekhyun Oppa “

“ahahha ada apa dengan wajahmu ??? kau terlihat seperti kepiting rebus” kata Baekhyun menertawakan Mikhyeon.

Mikhyeon yang malu, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tak mampu mangucapkan sepatah katapun dihadapan Baekhyun. Mikhyeon bahkan melupakan mengapa Baekhyun yang muncul bukannya kai dan Tao. Namun di sisi lain Baekhyun yang kini memandangi Mikhyeon sambil tersenyum, manyadari bahwa yoeja yang ia tolong 3 tahun lalu ternyata sangat menarik.

Waktu berjalan namun sepanjang itupun tak ada pembicaraan dari Mikhyeon maupun Baekhyun.

Keduanya hanya terdiam. Mikhyeon hanya salah tingkah duduk manis dengan secangkir coffe latenya. Dan Baekhyun juga hanya duduk manis dengan coffe latenya dan tak pernah mengalihkan pandangannya dari yoeja yang bernama Mikhyeon itu. Sambil mengingat peristiwa yang terjadi 3 tahun lalu saat ia bertemu dangan Mikhyeon

……….flashBack…………..

“cogiyo, cara ke distrik gangnam lewat mana yah ??” tanya seorang yoeja yang terlihat sangat kebingungan.

Baekhyun yang saat itu berada di atas sepeda kemudian menunjukan jalan ke distrik gangnam kepada yoeja yang bernama Mikhyeon itu. “ohh kamu bisa berjalan lurus dari sini, kemudian belok kanan, setelah kamu dapat toko roti kamu belok kanan lagi, nah selanjutnya kamu akan menemukan hotel, barulah kamu belok kiri” jelas baekhyun kepada Mikhyeon sambil menunjukkan arah yang ia jelaskan

“ne gamsahanmida” sahut Mikhyeon

Mikhyeon pun berjalan sesuai dengan petinjuk yang ia terima. Namun ia mulai kebingungan, karna Baekhyun tak memberitahukan nama toko roti yang mana yang harus ia ikuti.

Mikhyeon yang hanya berjalan terus tak menemukan jalan yang di tunjukan oleh Baekhyun. Ia hanya kembali lagi ke tempatnya yang pertama.

“ahhh jalan mana lagi yang harus aku lewati !! Soul sangat memusingkan” gerutu Mikhyeon dalam hati.

Mikhyeon yang kelehan memilih duduk di bangku yang berada di bawah pohon tak jauh dari jalan.

Tiba-tiba lewat namja dengan sepedanya yang tadi menunjukan arah pada Mikhyeon.

“co..cogiyo !!!” teriak mikhyeon sambil mengejar Baekhyun

Bekhyun yang asik dengan earphone di telinganya tidak mendengarkan Mikhyeon yang terus meneriakinya.

Mikhyeon tak sanggup lagi mengejar namja itu, dan ‘PLAKK’ sepatu Mikhyeon berhasil mengenai punggung Baekhyun. Dan sontak membuat Baekhyun berhenti dan menoleh ke arah Mikhyeon.

“heh mian, aku dari tadi mengejarmu dan meneriakimu tapi kamu tidak mendengarkanku, jadi aku…” belum sempat Mikhyeon menjelaskan pada namja yang belum dikenalnya itu

“ohhh aniyo, seharusnya aku yang menyadari bahwa dari tadi kamu mengikutiku, ohh kenapa kamu masih di sini ??? apa kamu masih tersesat ??” sahut Baekhyun melihat penampilan yoeja yang berada di depannya sudah sangat acak-acakan itu.

“ehehe iya aku tidak tau jalan yang aku ambil setelah toko roti itu, aku hanya bolak balik tidak jelas dari tadi” jawab Mikhyeon dengan nafas yang terengah-engah.

“sepertinya kamu baru di Soul ? melihat penampilanmu, sepertinya kamu bukan orang yang tinggal Korea”

“iya , aku baru tiba kemarin dari Kanada, itulah kenapa aku belum begitu tahu jalan pulang, aku juga kehilangan handphone ku di perjalanan tadi”

“ini sudah hampir gelap, apa kamu mau ikut denganku ???” ajak Baekhyun

“kalau kamu tidak keberatan” jawab Mikhyeon

“ayo naik !”

“ne gomawoyo” jawab Mikhyeon yang duduk tepat di hadapan baekhyun di atas sepeda.

 

Sejak kejadian itu Mikhyeon mulai mengagumi Baekhyun sampai detik ini.

…………………..

Waktu sudah menunjukan pukul 21.30,

Baekhyun mengantar Mikhyeon pulang dengan kendaraan mewahnya. Mikhyeon yang masih tak percaya dengan kejadian yang menimpanya itu. Dia hanya berharap bahwa waktu itu tidak cepat berlalu.

Baekhyun memperlakukan Mikhyeon bagaikan seorang putri.

Sesampainya di depan rumah Mikhyeon, dan hendak membuka pintu, tiba-tiba Baekhyun menarik tangan Mikhyeon,,

“Mikhyeon-ah !” ucap Baekhyun

“nde ??” jawab Mikhyeon kaget dengan sikap Baekhyun

“apa kau tidak keberatan untuk pergi lagi denganku di lain waktu ?”

Mikhyeon yang mendengar ucapan Baekhyun itu spontan menjawab “ah nde gwenchanayo”

Bekhyun pun mengantar Mikhyeon bahkan sampi ke depan pintu. Dan sebelum Baekhyun meninggalkan rumah Mikhyeon, Baekhyun sempat membisikan sebuah kata yang sukses membuat mikhyeon merasa bisa terbang ke langit ke tujuh

“mikhyeon-ah, kau benar-benar cantik malam ini”.

mikhyeon ia tidak bisa lagi mengekspresikan perasannya, ia hanya berterima kasih dengan pujian itu dan tersipu malu.

Mikhyeon masuk kedalam rumahnya dan melihat Baekhyun meninggalkan rumahnya dari jendela sambil tersenyum-senyum sendiri. Ia sudah seperti orang gila yang kegirangan sendiri dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Ia masih terbayang bayang dengan peristiwa spesial yang ia alami dengan namja impiannya.

……………………..

Keesokan harinya di Jaeguk High School,,,,

Mikhyeon terlihat berlari menuju kelasnya, ia sudah tidak sabar untuk menceritakan peristiwa spesial yang menimpanya tadi malam pada Kai dan Tao. Sesampainya di kelas, ia tak melihat Kai maupun Tao berada di sana. Dan spontan ia menggaruk kepalanya dan berkata,

“ah matta, ini kan baru pukul 7, mana pernah mereka datang pada jam begini ???”

Sembari menunggu kedua Prince Charmingnya itu datang, Mikhyeon hanya duduk di bangkunya dengan memainkan Handphone nya, sambil menikmati udara pagi yang masuk lewat jendela yang tepat berada di sampingnya.

Satu persatu teman sekelasnya berdatangan, begitu juga dengan teman sebangku Mikhyeon yaitu Ooh Sehun yang datang dengan gaya Cool langsung duduk di bangkunya. Bukannya, saling menyapa satu sama lain, mereka malah membalikkan badan masing-masing. Hubungan mereka semakin buruk saja setiap harinya, namun tidak dengan Kai dan Tao yang merupakan sesama member basket dengan sehun yang kini sudah cukup dekat dengan Sehun.

Bel sekolahpun berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai, bersamaan dengan itu muncullah dua namja dari balik pintu yang tak lain adalah Kai dan Tao di susul Park saem di belakangnya.

“ya yah yah,, semuanya ayo duduk di tempat masing –masing!” ucap Park saem sambil memukulkan tongkatnya di meja.

“jadi hari Minggu nanti kelas ini akan berangkat untuk melakukan analisis di alam terbuka berhubungan dengan pelajaran kita, arannya !!”

“nde saem” jawab semua murid yang berada dalam kelas itu.

Kelaspun mulai gaduh, semua siswa bercrita tentang rencana travelingnya pada teman sebangkunya. Tapi tidak dengan Mikhyeon dan Sehun.

“yah baiklah, bapak akan membagi kelompok untuk kegiatan kita nanti”

Mendengar ucapan Park Songseng, membuat semua siswa kelas 11 E itu menggerutu tidak jelas, karena mereka tahu, pasti mereka akan di kelompokan berdasarkan pilihan dari Park Songseng sendiri.

Dan setelah Park songseng selesai mebacakan nama-nama anggota kelompok, sperti yang diduga, banyak siswa yang tidak terima dengan teman kelompoknya, begitu pula dengan Park Mikhyeon yang ditempatkan di kelompok yang sama dengan Ooh Sehun.

“chogi songsengnim,!” sahut Mikhyeon

“ Park Mikhyeon, wae ??”

Belum sempat Mikhyeon menyampaikan protesnya, Tao langsung menutup mulut Mikhyeon dan menariknya duduk, dan Kai juga ikut menghalangi Mikhyeon dan berkata

“anyieo songsennim, amugotto anyieo”

Mendengar ucapan Kai, Park songseng langsung meninggalkan kelas itu.

“hiyaa Kim Tao !!! noel moya !?” bentak Mikhyeon pada Tao sambil melotot kearah Kai

“hiyah Park Mikhyeon, apa kau tidak lihat Kelompokku sudah cukup sempurna. Jika kamu protes, pasti kelompokku juga akan berubah” jawab Tao dengan memegang bahu Mikhyeon.

“kerom naega ottokhe ??… aku juga tidak terima berada di kelompok yang sama dengan namja Songong ini” bentak Mikhyeon sambil melirik Sehun yang berada tepat di sampingnya

“kalau begitu,kau keluar saja dari kelompokku !!” bentak Sehun tepat di depan wajah Mikhyeon dan bergegas meninggalkan kelas.

Mikhyeon yang sangat jengkel dengan sikap Sehun, berniat mengejar Sehun keluar dari kelas, namun ditahan oleh Kai,

“ya Mikhyeon-ah, apa salahnya jika kamu berbaikan saja dengan Sehun, ohh??…. Sehun tidak seburuk yang kau bayangkan, di orang yang cukup menyenangkan” ssahut Kai yang mencoba menenangkan Mikhyeon

“ahhh terserah kalian saja” bentak Mikhyeon dan langsung meninggalkan kelas”

 -TBC-

Hahahahha bagaimanakah kelanjutannya youroubunt ???

Gimana ceritanya ??

Please comment juseyo J

One response to “WENDY 2015 chapter 3

  1. Pingback: WENDY 2015 chapter 4 | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s