WENDY 2015 chapter 4

WENDY 2015 chapter 4

444b43adfdcef71030adde0693d3daa8_2

Annyeonghaseyo !!

Wendy 2015 udah realis nihh,,

Aku author baru di sini, cerita ini udah chapter 4,

Jadi karna aku udah jadi author di sini, silahkan membaca FF aku ( Mikhyeongnya ) di sini.

Let’s be a close friend J

Ceritanya emang masih sangat sederhana, maklumlah aku juga author baru, tapi aku akan usahaain biar ceritanya bisa jadi cerita yang AMAZING J

CHAPTER 1 || CHAPTER 2 || CHAPTER 3

HAPPY READING CHINGGUDEUL !!!

SORRY FOR TYPO

Seperti biasanya, suasana di kantin Jaeguk High School yang ramai di penuhi oleh siswa yang sedang menikmati makanannya. Begitu pula dengan Mikhyeon yang saat ini duduk sendiri melahap makanannya di sebuah meja tanpa seseorang bersamanya.

Tak lama kemudian muncul dua orang namja yang sepertinya sedang mencari seseorang.

“hyah,!! Apa kau melihat Mikhyeon ??” tanya tao kepada seorang yoeja yang hendak meninggalkan kantin

“ahh bukankah itu Mikhyeon ?” jawab yoeja itu sambil menunjuk ke arah Mikhyeon

“ne gomawo” ucap Kai kembali.

Kedua namja itupun segera berlari menghampiri Mikhyeon dengan kelakuan konyolnya.

“Mikhyeon-shi…..Mikhyeon-shi…….Mikhyeon-sshi” teriak Kai dan Tao yang sepertinya ingin menggoda Mikhyeon yang sedang marah.

Kedua namja itu tak henti-hentinya menggangu Mikhyeon yang sedang makan.

“hyah hajimaaa !!” teriak Mikhyeon kepada kedua namja charming itu.

“omo ! hyah Tao-yah, sepertinya aku akan berkencan dengan mikhyeon akhir minggu ini. Semakin hari Uri Mikhyeon terlihat semakin cantik, apa kau menyadarinya ??”

“apa kau sudah gila ??.. tentu saja aku yang lebih dulu yang akan berkencan dengannya “

“hyah…!!! aku tidak akan jatuh dalam godaan gila kalian, ara !!!” ucap mikhyeon, lalu beranjak dari bangkunya dan meninggalkan kantin.

Tapi tidak percuma, godaan kedua Prince Charming itu berhasil membuat Mikhyeon keluar dari kemarahannya dan kembali ke mood Trouble makernya yang akut ,,,

Mikhyeon, Tao, dan Kai berjalan di sepanjang lobi sekolah. Mereka berjalan sambil membicarakan sesuatu yang lucu, hingga mereka benar benar membuat ribut lobi sekolah it.

Saat Mikhyeon hampir sampai di depan pintu kelasnya, ia tak sengaja melihat Sehun berdiri di depan pintu dan di kerumuni banyak yoeja yoeja centil. Pemandangan yang benar benar buruk dan menjengkelkan bagi Mikhyeon.

“chogiyo….chogiyo…chogiyo” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan membukakan jalan buat Mikhyeon di tengah-tengah kerumunan

“hyah bukankah itu Baekhyun hyung ??” ucap Tao dengan ekspresi bingung

Perasaan Mikhyeon kini bingung bercampur senang melihat dream boy nya memperlakukannya dengan sangat spesial, membuat semua perhatian tertuju kepadanya.

“oowwwwwwhhh Mikhyeon-sshi ?!” ucap Kai dan Tao yang kembali menggoda Mikhyeon.

Melihat Mikhyeon diperlakukan dengan sangat spesial oleh Baekhyun, Sehun hanya memutar malas bola matanya dan memiringkan bibirnya.

Kring,,,kring,,,kring

Bel pulang berbunyi. Satu persatu siswa Jaeguk High School meninggalkan kelasnya. Begitu juga dengan murid kelas 11 E. Terdengar dari percakapannya, mereka sedang membicarakan tentang persiapan untuk penelitian mereka sambil berjalan.

Ketika Mikhyeon dan kedua sahabatnya juga keluar dari kelasnya. Tiba-tiba mata Mikhyeon dimanjakan dengan Kehadiran seorang namja tampan tak lain adalah Baekhyun yang kini berdiri tak jauh dari tempat mikhyeon beranjak sambil melambaikan tangannya kepada Mikhyeon.

Tao dan Kai pun kembali menggoda Mikhyeon dengan menariknya ke arah Baekhyun berdiri. Dan Mikhyeon hanya bisa tersenyum malu di hadapan Baekhyun.

“apa kalian tidak keberatan jika hari ini Mikhyeon pulang bersamaku ??” tanya Baekhyun kepada Kai dan Tao.

“ahhh kwenchanayo hyung” jawab Kai dan Tao serentak

“ne gomawo”

“uri Mikhyeon chal butthakhee, hyung !!”

“oohh”

Baekhyun pun menarik tangan Mikhyeon dan membawanya menuju ke mobil mewahnya. Perasaan Mikhyeon benar- benar tak karuan lagi. Wajahnnya benar-benar sudah seperti kepiting rebus. Dan Baekhyun yang melihat tingkah laku Mikhyeon yang aneh bersamanya, hanya bisa tersenyum dan menganggap bahwa Mikhyeon adalah yoeja yang sangat lucu.

Mobil mewah itu melaju dengan kencang ke arah distrik Gangnam, tempat rumah Mikhyeon berada

………………..

“apa harimu menyenangkan ??” tanya Baekhyun untuk menghilangkan keheningan dalam mobil itu.

“ne ??,, ne” sahut Mikhyeon

Setelah itu mobil itu pun kembali hening, tak banyak yang bisa dibicarakan antara mereka. Mikhyeon juga masih canggung bersama Baekhyun.

“Mikhyeon-ah, apa kamu suka es cream ??”

“ne jhoayo” jawab Mikhyeon dan tersenyum ke arah Baekhyun.

Mendengar jawaban Mikhyeon, Baekhyun pun langsung menghentikan mobil mewahnya di depan sebuah cafe.

Baekhyun akan melakukan apa pun agar bisa dekat dengan Mikhyeon, walaupun ia harus menanyakan segala hal tentang Mikhyeon pada kai dan Tao. Seperti info yang ia dapatkan bahwa Mikhyeon sangat menyukai ice cream rasa stroberry seperti dirinya.

Sesampainya di dalam cafe, Mikhyeon terkejut dengan ice cream yang di bawa Baekhyun adalah ice cream kesukaannya.

Mikhyeon yang merasa diperlakukan dengan tidak biasa oleh Baekhyun mulai berfikir bahwa Baekhyun juga menyukai dirinya.

Hubungan mereka semakin dekat sejak hari itu.

…………………..

Tik tik tik tik,,, suara jam dinding kamar Mikhyeon.

Seperti biasa, di rumah Mikhyeon hanya suara jam dindinglah yang meramaikan suasana. Kedua orang tuanya sangat sibuk dengan bisnisnya membuat mereka tidak memiliki banyak waktu bersama dengan Mikhyeon. jika bukan karena kehadiran kedua namja kocak Kai dan Tao yang selalu menghibur Mikhyeon, entah bagaimana Mikhyeon bisa bertahan tinggal di Korea.

Tapi karena kebiasaan keluarga Mikhyeon itu juga yang membuat Mikhyeon menjadi pribadi yang berbeda dan memiliki banyak keluarga.

Zzzettt,,,zzeett,,,zzeet, suara getaran handphone Mikhyeon di atas meja.

“ne yeobuseyo” jawab Mikhyeon

“mwoaninggoya ??” tanya seseorang dari balik telephon

“anyieo.. wae??”

“apa kau sudah mempersiapkan semuanya untuk besok ??”

“ne…wae ??”

“malam ini ibuku memasak banyak makanan, apa kamu mau datang ke rumahku bersama Kai ??”

“wahhhh tentu saja, pasti aku akan datang”

“oohh baiklah kalau begitu, aku tunggu kalian jam 8 malam nanti, arasso !!”

“ne”

Setelah menutup telephone nya Mikhyeon pun segera mandi dan bersiap siap. Karna tidak biasanya sahabatnya itu mengundangnya dengan cara seperti tadi jika tidak ada sesuatu yang spesial malam ini.

Mikhyeon memilih menggunakan baju yang santai tapi tetap terkesan rapi dan mengurai rambut panjanya dengan satu hisan pita yang disematkan di rambutnya.

Tidak begitu sulit bagi Mikhyeon untuk menentukan style berpakaiannya. karena bagaimana tidak, ? kedua orang tua Mikhyeon merupaka pebisnis pakaian ternama yang brandnya sangat terkenal bahkan sampai keluar negeri. Jadi sudah pasti style berpakaian Mikhyeon tidak dapat diragukan lagi.

Waktu sudah menunjukan pukul 07.30 PM

Dan sudah terdengar suara klakson mobil dari depan rumah Mikhyeon.

“ahhh itu pasti Kai” sahut mikhyeon yang sedang memasang sepatunya.

Setelah memasang sepatunya, Mikhyeon segera berlari turun ke bawah dan menghampiri Kai yang telah menunggunya di mobil dan segera berangkat.

Mikhyeon dan Kai pun meninggalkan kediaman Mikhyeon dengan mobilnya putih mewahnya.

Tingg tongg…….ting tong suara bell rumah itu berbunyi.

Mikhyeon dan Kai berdiri tepat di depan pintu rumah itu.

Dan pintu rumah itupun perlahan terbuka. Mikhyeon dan Kai yang bersiap untuk membungkunkkan badan dan memberi salam, langsung kaget melihat seorang permpuan yang muncul dari balik pintu.

“Onnie !!!”

“wahh Dae In noona !!”

Sahut Mikhyeon dan kai serentak dengan ekspresi wajahnya yang kaget.

“ayo masuklah” jawab yoeja bernama Kim Dae In dengan senyum manis diwajahnya. Yang merupakan kakak perempuan dari Kim Tao yang sudah lama tinggal di New York.

Seperti dugaan Mikhyeon, bahwa malam ini pasti ada sesuatu spesial yang terjadi di rumah Tao. Dan itu adalah dinner party atas kedatangan kakak perempuan Tao yang kembali ke Korea, meskipun tidak dalam waktu yang lama.

Mikhyeon dan Kai memang sudah tidak asing lagi dengan Dae in. Karena mereka sudah mengenal Dae in sejak mereka masih kecil, dan menganggap Dae in sudah seperti kakak sendiri, begitu pula dengan orang tua Tao. Dae in pindah ke New York karna harus mengurus bisnis keluarga Tao yang berada di New York.

,,,,,,,,,

Kai dan Mikhyeon pun masuk dan membri salam kepada kedua orang tua Tao.

“annyeonghaseyo omoni” sahut Mikhyeon dan Kai kepada ibu Tao

“aigooo, kalian benar-benar telah tumbuh besar dengan baik sekarang. Uri Mikhyeon-iga telah menjadi yoeja yang sangat cantik dan Uri Kai-ga telah tumbuh menjadi namja yang sangat tampan” ucap ibu Tao sambil merangkul Mikhyeon dan Kai.

“aihh Omma !” teriak Tao kepada ommanya karena merasa ucapan ommanya itu aneh.

“wae?? Bukankah itu benar Dae In-ah ??”

“ne, majayo omma” jawab Dae in dan tersenyum kepada Mikhyeon dan Kai.

“ne gomawoyo omoni” jawab Mikhyeon dan Kai sambil memasang senyum manisnya.

“aihhhh omma, bukankah itu terdengar sangat aneh ??” ucap Tao yang telah duduk di meja makan.

“aah wae ?? agooo tentu saja uri Tao yang paling hebat buat omma” jawab omma Tao sambil mengacak-acak rambut anaknya itu.

“aahh andweyo !!,, aku bukan anak kecil lagi, omma” sahut Tao sambil melepaskan tangan Ommanya dari kepalanya.

Semua orang tertawa melihat tingkah laku Tao dan Ommanya yang sangat lucu.

Dan makan malam di rumah keluarga Kim belasung dengan sangat menyenangkan diiringi dengan sedikit candaan dari Kai dan Mikhyeon.

………………….

Sepulang dari makan malam di kediaman keluarga Kim. Mikhyeon benar-benar bahagia, bisa merasakan kembali kehangatan keluarga yang sudah lamatidak Ia rasakan. Ia hanya duduk terpaku di kursi tamunya dan membayangkan kebahagiaan masa kecilnya bersama kedua orang tuanya dulu. Mikhyeon mengingat kembali kenangan masa lalunya yang entah kapan akan terulang lagi, membuatnya tak sadar air matanya sudah menetes membasahi wajah cantiknya.

“andai saja Omma dan Appa bisa tinggal seperti dulu lagi, dan andai saja aku bisa merasakan kehangatan keluargaku seperti yang dulu lagi, pasti akan sangat menyenangkan berada di rumah ini tidak seperti saat ini”

Dan hanya isak tangis Mikhyeon yang terdengar dari ruangan itu.

……………….

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30

Mikhyeon terlihat telah selesai berpakaian,dan tengah merapikan rambutnya di depan cermin. Ia sudah siap dengan koper merah maronnya yang akan dibawah untuk wisata sekolahnya. Semua perlengkapan yang akan di bawanya telah dipersiapkan semalam sebelum pergi ke rumah Tao. Namun sebelum berangkat, ia kembali memastikan bahwa semua barang yang mungkin ia perlukan di perkemahan nanti sudah siap di dalam kopernya. Dan setelah itu, Mikhyeon pun berangkat ke sekolah dengan Baekhyun yang telah menunggunya 5 menit yang lalu.

“apa semuanya sudah siap ??” tanya baekhyun

“ne” jawab Mikhyeon sambil tersenyum ke arah Baekhyun

“baguslah kalau begitu….. oh iy, udara di sana pasti sangat dingin, apa kamu membawa shall ??”

“ne, issoyo”

“ohh charesso !”

Tidak lama kemudian mereka sampai di halaman sekolah Jaeguk High School. Semua siswa kelas 11e terlihat sudah sibuk memilih tempat dan menaikkan barangnya ke dalam bus.

“ayo !! semuanya sudah datang ??” tanya pak Kim memastikan jika semua muridnya telah lengkap sebelum naik ke bus.

“ne !!” jawab murid kelas 11e serentak.

“baiklah kalau begitu silahkan naik ke bus dan memilih tempat yang kalian inginkan”

“ne!!”

Semua siswapun naik ke bus dan memilih tempat duduk yang mereka inginka, begitu pula dengan Mikhyeon, Kai dan Tao yang akan segera naik ke bus. Tapi sebelum Mikhyeon naik ke Bus, Baekhyun kangsung menarik tangan Mikhyeon dan memakaikan shall tebal berwarna coklat ke leher Mikhyeo. Baekhyun melilitkan shal itu dan memastikan Mikhyeon tidak akan kedinginan.

“kau seharusnya menggunakan ini sebelum pergi, aku tudak mau kau sampai sakit masuk angin cuman karena melupakan hal seperti ini. Apa kau tidak lihat semua temanmu bahkan menggunakan yang lebih tebal dari ini” sahut Baekhyun sambil memasangkan shal ke leher Mikhyeon.

“lalu bagaimana dengan Oppa ?? Oppa akan kedinginan jika memberikan ini kepada saya”

“ahhh, aku masih punya satu di mobil, lagi pula shal ini aku bawakan khusus untukmu”

“ne gomawoyo Oppa”

Mikhyeon hanya bisa tersenyum dan trsipu malu di hadapan Baekhyun dan teman temannya setelah mendapat kejutan istimewa dari Baekhyun.

“oohh, berhati hatilah di sana !”teriak baekhyun kepada Mikhyeon yang hendak naik ke Bus.

Setelah naik ke bus, Mikhyeon mencari tempat duduk yang kosong untuk dirinya. Namun setelah melihat dari depan hingga belakang bus, kursi yang kosong juga hanya tinggal satu, dan itu adalah kursi tempat dimana Ooh Sehun duduk.

“Mikhyeonah !! palliwa !!” teriak Kai dan Tao memanggil Mikhyeon untuk segera duduk karena bus akan segera berangkat.

“hyah ! apa tidak ad tempat duduk yang lain untukku ??” tanya Mikhyeon kepada Kai dan Tao

Mendengar perkataan Mikhyeon, Kai dan Tao serentak mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah kursi kosong di depannya, yaitu tempat duduk yang sama dengan Sehun.

Mikhyeon juga sudah tidak punya pilihan lain selain harus duduk satu tempat lagi dengan Sehun. Ia hanya bisa mengelah nafas dengan kenyataan yang harus Ia terima. Begitu pula dengan Sehun meskipun awalnya ia sempat menolak untuk berbagi tempat duduk dengan Mikhyeon.

“aku duduk di sini, itu juga karena aku sudah tidak punya pilihan lagi, jadi jangan salah faham !” bisik Mikhyeon ke telinga sehun yang berada di sampingnya

“kalau begitu kau turun saja !! bahkan penelitian ini akan sangat menyenangkan jika kau tidak ikut !!” jawab Sehun untuk membalas ucapan pedas Mikhyeon.

Kai dan Tao yang mendengar percakapan Sehun dan Mikhyeon hanya berkata “ yahhh, mereka mulai lagi”

Dan bus penelitian kelas 11e itu pun berangkat dan meninggalkan halaman Jaeguk High School menuju ke lokasi penelitian.

Sebagian siswa bernyanyi,dan menari sepanjang perjalanan agar tidak merasa bosan. Namun tidak dengan Mikhyeon dengan Sehun, mereka hanya saling memalingkan wajah satu sama lain di sepanjang perjalanan, karena mereka merasa tidak nyaman berbagi tempat duduk satu sama lain.

-TBC-

Annyeongg !!!

Gimana kelanjutannya readers deul ???

Gak seru yhh ???

Kalau udah baca, jangan lupa untuk meninggalkan saran di kolom komentar !!

3 responses to “WENDY 2015 chapter 4

  1. haah…
    aku baru baca ternyata seruuuuu banget..
    persis cerita anak sekolah..
    next Part ditunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s