Love Like A Fool [Chapter 7] – by MeiKim

IMG_7449

Title : Love Like A Fool [Chapter 7]
Author : MeiKim
Length : Chapter
Genre : Romance, Angst, School-life
Cast : Park Ji Young (OC)
Oh Sehun as Sehun
Do Kyungsoo as Kyungsoo
Other Cast : Park Chanyeol (Ji Young Brother), Kim Minri, etc.
Disclaimer : This is REAL My Imagination. Don’t be a PLAGIAT! Happy Reading Chingudeul ^^

PREVIOUS CHAPTER:

Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 |  Chapter  5 | Chapter 6 |

 

Hari ini adalah hari terakhir dari pekan liburan tingkat 1 dan 2, esok hari murid tingkat 1 dan 2 akan ujian kenaikan kelas. Sedangkan murid tingkat 3 sudah tidak bersekolah lagi, mereka hanya menunggu pengumuman kelulusan saja.

Jiyoung benar-benar belajar dengan sangat rajin, ia benar-benar serius saat belajar dengan Sehun, tidak seperti biasanya. Jiyoung dan Kyungsoo pun jarang bertemu karena Jiyoung yang sibuk mempersiapkan ujian kenaikan kelasnya, dan Kyungsoo yang sibuk dalam mendaftar untuk melanjutkan sekolahnya ke universitas.

Igeo..” Sehun memberikan beberapa lembar kertas pada Jiyoung yang sedang bergelut dengan soal-soal matematikanya

Mwoya?” ucap Jiyoung melihat lembaran kertas yang diberikan Sehun

“Beberapa rumus dan soal-soal yang kita pelajari selama ini, kurasa ini akan keluar saat ujian besok”

“Ah begitu, gomawo Sehun-ah”

Ne.. berapa soal yang sudah kau kerjakan?” ucap Sehun mengamati Jiyoung yang sedang mengerjakan soal-soal yang diberikannya

“Tinggal satu lagi”

Mwo?! Coba kulihat” Sehun segera mengambil soal-soal yang sudah dikerjakan Jiyoung, ia mengaati dan memeriksa satu per satu

Daebak” gumam Sehun

Mwo? Wae?” ucap Jiyoung kebingungan

“Dari 30 soal, 27 benar, 2 salah dan 1 soal belum dikerjakan. Kau benar-benar mengalami peningkatan, Young”

Mwo?! Jinjja?!”

“Hm.. kau sudah belajar dengan keras, Young”

“Sehun-ah.. gomawo!” ucap Jiyoung girang. Sehun hanya tersenyum melihat Jiyoung yang tersenyum riang.

“Jadi.. matematika itu tidak sulit bukan?” ucap Sehun

“Hm.. tidak sulit jika aku ingin belajar”

“Sudah malam, pulanglah. Kau harus berisitirahat” ucap Sehun

“Hm.. aku pulang, eoh

Chakkaman.. kau pulang dengan siapa? Dengan Kyungsoo sunbae bukan?”

Aniyo.. aku tidak mau mengganggunya, dia sedang sibuk”

“Lalu kau pulang dengan siapa?”

“Memakai bus”

“Tunggu.. aku akan mengantarmu” ucap Sehun segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamarnya

Ya! Sehun, tidak usah..”

Kajja.. ini sudah malam kau tidak boleh pulang sendirian, terlalu berbahaya” ucap Sehun

Sehun segera menuju basement dan segera melajukan mobilnya untuk mengantar Jiyoung pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah Jiyoung, Sehun melihat Jiyoung yang tertidur pulas dimobilnya.

Aigoo.. yeoja satu ini selalu tidur tidak tau tempat” dengus Sehun

Ia segera melepaskan seatbelt yang terpasang ditubuh Jiyoung, lalu Sehun kembali menatap Jiyoung yang sedang tertidur pulas. Ia tak tega membangunkan Jiyoung yang sedang tertidur. Akhirnya Sehun memilih untuk menggendong Jiyoung, ia segera menaikan Jiyoung ke punggungnya

“A-aigoo.. kenapa dia berat sekali. Dia ini makan apa sampai badannya berat sekali” dengus Sehun

Berkali-kali ia menekan bel rumah Jiyoung namun belum juga ada yang membuka pintu

“Haish.. Ya! Irreonna! Badanmu sangat berat” dengus Sehun berkali-kali membenarkan posisi Jiyoung yang digendongnya itu

“O-omo! Ahjumma..” Sehun terkejut melihat nyonya Park yang membukakan pintu

Annyeong ahjumma. Ahjumma.. dimana kamar Jiyoung?”

“Sehun-ah, kamarnya ada diatas. Bawalah dia kesana, eoh?”

Ne, ahjumma” Sehun segera menuju kamar Jiyoung yang berada di lantai 2, sesampainya di kamar Jiyoung, Sehun segera merebahkan Jiyoung diranjangnya

“Hosh.. Hosh.. kau ini berat sekali, freaky” dengus Sehun

Ia segera melepaskan sepatu yang masih terpasang di kaki Jiyoung lalu membenarkan posisi tidur Jiyoung dan kemudian menyelimuti Jiyoung. Ia menatap Jiyoung dan senyuman yang merekah di wajahnya. Tanpa disadari, dibalik pintu kamar Jiyoung seseorang mengamatinya, nyonya Park mengamati Sehun yang sangat memperhatikan Jiyoung, nyonya Park hanya terkekeh melihat tingkah sehun pada anak gadisnya itu.

Setelah selesai, Sehun segera melangkahkan kakinya menuju keluar kamar Jiyoung. Ia terkejut mendapati nyonya Park yang berada di depan pintu kamar Jiyoung.

“O-omo! Ahjumma.. kau mengejutkanku” ucap Sehun terkejut

“Haish.. kau ini seperti melihat hantu saja Sehun-ah”

“Hehe mianhae ahjumma

Aigoo.. jangan memanggilku ahjumma. Panggil eommanim saja, eoh?”

“Ehh?”

“Kau ini kan teman Youngie, berarti kau anakku juga” ucap nyonya Park tersenyum

“N-ne ahjumma, ah mian maksudku eommanim

“Nah begituu..”

Eommanim, aku pulang dulu, sudah malam”

Ne, Sehun-ah, gomawo telah mengantar Youngie pulang dan maaf merepotkanmu”

Gwaenchanna, eommanim. Kalau begitu aku pulang”

Ne.. hati-hati di jalan Sehun-ah. Semoga ujianmu besok lancar”

Ne, gamsahamnida eommanim” ucap Sehun

Nyonya Park memandang Sehun yang berjalan memasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.

Aigoo.. nampaknya anak gadisku ini membuat beberapa namja jatuh hati padanya. Daebak!” ucap nyonya Park tersenyum sendiri

Nugu?” ucap Chanyeol pada eommanya, ia menyadari bahwa baru saja ada seseorang yang keluar dari rumahnya

“Teman Youngie”

Nuguya?”

“Sehun”

“Ahh.. namja itu”

“Kau mengenalinya, Yeollie?”

Ne, eomma. Dia teman sekelas Youngie. Dia yang mengajari Youngie matematika akhir-akhir ini”

“Ahh.. dia anak yang pintar. Apa Youngie menyukai namja itu?”

Molla.. setahuku dia menyukai Kyungsoo selama ini eomma, mana mungkin dia menyukai namja lain selain Kyungsoo”

“Hm.. begitu”

“Kenapa eomma bertanya seperti itu?”

Aniyo.. eomma hanya bertanya saja. Pergilah tidur ini sudah larut, Yeollie”

Ne. Eomma juga pergi tidur, eoh?” ucap Chanyeol mengecup pipi eomma-nya itu

Ne..” nyonya Park tersenyum memandang Chanyeol yang berjalan menuju kamarnya

***

Seperti biasanya pagi-pagi sekali Jiyoung sudah bangun, untuk menyiapkan bekal makan siangnya dan juga Sehun, ia berjalan menuju dapur dan mengambil beberapa bahan makanan lalu memasaknya

“Chakkaman.. ini kan hari ujian kenaikan kelas? Berarti kemarin itu terakhir kalinya aku membuatnya makan siang! Lalu aku buat apa memasak seperti ini” dengus Jiyoung

“Baiklah anggap saja ini bonus dariku, Oh Sehun!” sambung Jiyoung

Setelah selesai, Jiyoung segera bersiap-siap menuju sekolahnya, hari ini ia lagi-lagi tak dijemput Kyungsoo, dia pergi menggunakan bus untuk kesekolahnya. Sesampainya disekolah, Jiyoung segera menuju kelasnya untuk menemui Sehun.

Igeo..”

Mwo?”

“Makan siangmu”

“Heih.. persyaratan itukan sudah berakhir kemarin”

“Anggap saja ini bonus untukmu”

“Ah.. gomawo, Young!”

Ne..”

“Besok-besok aku pasti merindukan masakanmu ini” gumam sehun

Mwo?”

Aniyo.. “ Jiyoung segera menuju bangkunya untuk bersiap-siap karena beberapa menit lagi ujian akan dimulai

“Young!” ucap Sehun

Mwo?”

Hwaiting!” ucap Sehun menyemangati Jiyoung dan tersenyum padanya, Jyoung hanya tersenyum melihat Sehun yang menyemangatinya.

***

Pekan ujian kenaikan kelas tiga pun berlangsung, Jiyoung benar-benar disibukan dengan pelajaran-pelajaran sekolahnya, ia tak mau mendapatkan nilai yang buruk lagi, yang dapat menurunkan reputasinya disekolah, terutama karena ada Sehun, ia tak mau kalah saing dengan Sehun.

Chanyeol heran pada tingkah adiknya yang berbeda ini, biasanya jika menuju ujian kenaikan kelas, jam segini Jiyoung pasti sedang menonton tv atau bermain game di ponselnya, namun saat ini Jiyoung jauh lebih rajin, ia benar-benar belajar sampai larut malam dan tidak bisa diganggu.

Hari ini adalah hari dimana nilai akan diumumkan di papan pengumuman. Jiyoung berdiri menatap dari jauh papan pengumuman, ia tak berani mendekatinya, karena ia sangat takut mendapatkan nilai yang buruk lagi, dan ia takut mendapat peringkat yang buruk lagi.

“Young-ah, kau sudah melihat papan pengumuman?” ucap Minri

Aniyo..”

Kajja kita lihat bersama”

“ Ah.. kau saja.”

Wae?! Kenapa kau tidak mau melihatnya?”

“Aih.. aku pasti mendapat nilai buruk lagi, Minri-ah”

Aigoo.. yasudah aku lihat duluan, eoh?”

Ne..”

Jiyoung masih berdiri ditempatnya, ia tak berani mendekati papan pengumuman yang sedang dikerumuni oleh murid-murid lainnya, nyalinya terlalu kecil untuk melihat nilai dan peringkatnya.

Ya! Sedang apa kau disini? Kenapa kau tidak kesana?” ucap Sehun yang menghampiri Jiyoung

Aniyo.. aku tidak mau melihatnya”

Wae?”

“Aku pasti ada di peringkat bawah lagi”

Aigoo.. kajja kita lihat bersama” ucap Sehun menarik tangan Jiyoung

Yaa! Yaa!”

Kali ini Jiyoung sudah berada di depan papan pengumuman, Sehun menatapnya dan tersenyum padanya, ia mulai melihat satu persatu dari urutan paling bawah lalu ke paling atas. Menurutnya, ia pasti akan ada di peringkat bawah, tidak mungkin ada di peringkat atas, maka dari itu ia melihat dari bawah dulu.

Wae? Kenapa namaku tidak ada” ucap Jiyoung ketika melihat deretan angka yang paling bawah, sehun menatapnya dan terkekeh

“M-mwo?!” ucap Jiyoung terkejut

“A-apa ini benar namaku?!” sambung Jiyoung

“Hm.. itu benar namamu” ucap Sehun

“B-bagaimana mungkin aku berada di peringkat 10 besar?”

“Itu berkat kerja kerasmu”

OMONA! AKU PERINGKAT 8! KYAAA~ “ ucap Jiyoung girang, ia segera memeluk Sehun yang berada di sebelahnya. Sehun terkejut karena tingkah Jiyoung yang spontan memeluknya seperti itu.

“Sehun-ah, gomawo!” ucap Jiyoung riang

“N-ne.. lepaskan.. “ ucap Sehun gugup

“Ah.. mianhae, aku terlalu senang. Dan kau ada diperingkat berapa?” tanya Jiyoung. Sehun hanya tersenyum pada Jiyoung, Jiyoung mengalihkan pandangannya pada kertas pengumuman lagi

“Peringkat 1?! Daebak!” ucap Jiyoung tak percaya

Ya! Sehun-ah, sebagai ucapan terimakasihku, nanti aku akan traktir kau”

“Baiklah..”

“Ahhh.. Sehun-ah.. gomawo! Jeongmal gomawo!”

Yaa! Yaa! Jangan berlebihan seperti itu” dengus Sehun

“Youngie!” teriak Minri

Wae Minri-ah?” ucap Jiyoung

“Apa benar itu nama kau di peringkat 8 ?!” ucap Minri tak percaya

You see that?! Hahaha” ucap Jiyoung

Daebak! Daebak! Sepertinya Sehun berhasil membuat otakmu kembali bekerja, Young!” ucap Minri

“Haish.. Yaa! Kau ini bicara apa eoh?!”

“Hahaha.. aku hanya bercanda” ucap Minri

Minri dan Jiyoung segera melangkahkan kakinya berjalan menuju kantin dan duduk di meja yang biasa mereka tempati. Jiyoung segera meraih ponsel yang berada di sakunya, ia berkali-kali mengecek ponselnya, lalu memasukan kembali kedalam sakunya, terus begitu berulang kali.

Wae? Kenapa kau mengecek ponselmu terus?” ucap Minri. Jiyoung hanya menghela nafasnya kasar

Wae?” ucap Minri lagi

“Belakangan ini Kyungsoo oppa tidak pernah mengabariku, Minri-ah”

Mwo? Waeyo?”

Molla.. bahkan aku mengiriminya beberapa pesan, tapi dia tidak membalas pesanku satupun”

“Sebenarnya hubunganmu dengan Kyungsoo sunbae itu bagaimana? Apa kalian sudah resmi berpacaran?” ucap Minri penasaran

Molla..” ucap Jiyoung

“Ehh?”

“Aku dan Kyungsoo oppa memang belum meresmikan hubungan kami, tapi dia mengatakan jika dia menyukaiku” ucap jiyoung

“Jika mengatakan tanpa meresmikan, itu sama saja bohong” ucap Sehun yang tiba-tiba menghampiri Jiyoung

“Sehun-ah?” ucap Minri terkejut

“Apa maksudmu?” ucap Jiyoung pada Sehun

“Jika kalian tidak meresmikan hubungan kalian, dalam kondisi seperti ini, kau bisa apa? Kau tidak terikat hubungan dengannya” ucap Sehun sambil meminum bubble tea-nya

“Sehun ada benarnya juga” ucap Minri

“Tapi dia mengatakan jika dia menyukaiku” jelas Jiyoung

“Menyukai dalam hal apa?” ucap Sehun

“Ehh? Maksudmu?” jawab Jiyoung kebingungan atas ucapan Sehun

“Jika aku yang berada di posisi Kyungsoo sunbae, jika aku benar menyukaimu, aku akan menyatakannya dan akan meresmikannya, karena aku tidak mau kehilangan orang yang aku cintai, aku tidak mau orang yang kucintai bersama orang lain” jelas Sehun

“Jadi maksudmu?” tanya Jiyoung

“Ketika kita menyatakan menyukai seseorang, tanpa meresmikannya, apa bisa dikatakan kita mencintai orang itu? Bukankah jika kita mencintai seseorang, kita tidak mau kehilangannya dan ingin selalu bersamanya bukan?” ucap Sehun

“Kenapa kau memilih berada di posisi sulit seperti ini?” sambung Sehun

“Ahh… eottokkehh..” dengus Jiyoung, ia menidurkan wajahnya di atas meja lalu menutupnya menggunakan lengannya

Aigoo.. kenapa jadi rumit seperti ini” ucap Minri

“Menurutku.. kau harus minta penjelasan” ucap Sehun

Mwo? Maksudmu?” ucap Jiyoung

“Kau harus minta penjelasan padanya tentang hubungan kalian yang sebenarnya, jangan sampai hanya kaulah yang merasakan cinta sedangkan dia tidak” jelas Sehun

“Sehun-ah…” gumam Jiyoung

“Young-ah, bagaimana jika kita berjalan-jalan sepulang sekolah, agar kau tidak sedih terus” ucap Minri pada Jiyoung

“Sehun, kau mau ikut?” sambung Minri

“Kemana?” jawab Sehun

“Mungkin Myeongdong, aku ingin mencicipi beberapa street food disana”

“Ah.. aku mau. Kau bagaimana Young?” ucap Sehun

“Baiklah..” ucap Jiyoung malas

Sepulang sekolah mereka bertiga, Jiyoung, Sehun dan Minri segera menuju Myeongdong untuk sekedar berjalan-jalan dan mencicipi berbagai street food disana.

“Aku sedang ingin han woo” ucap Jiyoung

“Aku tahu dimana tempat yang menjual han woo yang sangat enak! Kajja!” ucap Minri

Jiyoung dan Sehun segera mengikuti langkah Minri menuju sebuah tempat makan di Myeongdong, mereka segera memilih duduk di lantai atas.

“Ahh.. chuwoyo” ucap Jiyoung menggesekkan kedua tangannya

“Kau mau menggunakan mantelku?” ucap Sehun yang akan membuka mantelnya

Aniyo.. tidak usah. kau pakai saja” ucap Jiyoung

“Eih.. Sehun perhatian sekali pada Jiyoung” goda Minri

“Haish.. aku hanya kasihan saja padanya, karena dia seperti kucing yang kedinginan” ejek Sehun

“Apa kau bilang?! Kau ingin mati, eoh?!” dengus Jiyoung

Yaa! Yaa! Sudah! Selalu saja bertengkar!” ucap Minri

Jiyoung terus menatapi gelangnya yang berinisial nama Kyungsoo, ia sangat merindukan Kyungsoo yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengannya dan juga tidak memberikan kabar padanya. Jiyoung mengalihkan pandangannya dan memperhatikan sekitarnya.

Omo! Yewon eonnie?” ucap Jiyoung terkejut melihat Yewon yang datang sendirian ke tempat itu

“Ah.. Jiyoung-ah!” ucap Yewon segera menghampiri Jiyoung

Eonnie, kau kemari dengan siapa?” ucap Jiyoung

“Sendirian saja.”

“Duduklah bersama kami, kau tidak akan menikmati makananmu jika makan sendirian”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tidak apa-apa. Bukan begitu Minri-ah? Sehun-ah?”

ne.. duduk disini saja bersama kami eonnie” ucap Minri

Ne.. gamsahamnida” ucap Yewon tersenyum pada Jiyoung, Minri dan Sehun

Mereka menikmati makan bersama, dan saling berbincang satu sama lain seperti sudah akrab sebelumnya.

Eonnie.. mari kita berfoto lagi” ucap Jiyoung

Ne..”

“Sehun-ah, tolong ambil fotoku bersama Yewon eonnie” ucap Jiyoung memberikan ponselnya pada Sehun

Ne..” Sehun segera mengambil gambar Jiyoung dan Yewon beberapa kali

“Jiyoung-ah..” ucap Yewon

Ne eonnie?”

“Kau tidak bersama Kyungsoo?”

“Ehh?”

“Terakhir kita bertemu, kau bersama Kyungsoo bukan?”

Ne.. sepertinya Kyungsoo oppa sedang sibuk, aku tidak bertemu dengannya akhir-akhir ini, eonnie

“Ahh.. begituu.. apa kau kenal dekat dengan Kyungsoo?”

“Hm.. Kyungsoo oppa adalah sunbaeku disekolah dan sahabat oppa-ku”

“Begitu.. apa dia masih bersikap dingin pada yeoja?”

“Ehh?”

“Dulu.. dia selalu bersikap sangat dingin pada yeoja. Sejak junior high school dia sudah sangat populer disekolah, membuat para yeoja jatuh hati padanya, tapi dia menolaknya mentah-mentah”

“Ahh.. begitu.. apa dengan eonnie juga dia bersikap seperti itu?”

Aniyo.. terkecuali aku, dia sangat lembut dan ramah padaku” ucap Yewon tersenyum riang. Jiyoung yang mendengarnya tiba-tiba saja merasa dadanya sangat sesak

“Apa Kyungsoo saat ini sudah memiliki yeojachingu?” sambung Yewon

“Ye-yeojachingu?” Jiyoung menatap Sehun dan Minri bergantian, ia tak tahu harus berkata apa, ia ingin mengatakan bahwa ia dan Kyungsoo dalam hubungan yang baik, namun mereka tak memiliki status, membuat posisi Jiyoung sangat rumit

“Hm..  apa dia pernah bercerita padamu? Kurasa kau sangat dekat dengannya”

“Ah.. mollayo eonnie.. kenapa kau tidak menanyakannya saja pada Kyungsoo oppa?”

“Aku sudah menanyakannya beberapa hari yang lalu saat kami makan malam bersama, dia tidak menjawabnya. Aku penasaran, apakah namja yang sedingin es sepertinya itu memiliki yeojachingu” ucap Yewon terkekeh karena ucapannya sendiri

“Ma-makan malam?” ucap Jiyoung terkejut

“Hm.. beberapa hari yang lalu dia menemaniku makan malam” ucap Yewon polos

“Ah.. begitu.. tapi kudengar dia dekat dengan seorang yeoja, eonnie

Mwo? Jinjja? Kau tahu siapa?”

aniyo..” ucap Jiyoung lemah.

Saat sedang berbincang, suara ponsel berbunyi, suara dari ponsel Yewon. Yewon menatap layar ponselnya dan segera mengangkatnya

“Kyungsoo-ah!” ucap Yewon saat mengangkat ponselnya

DEG!

Jiyoung benar-benar terkejut dengan ucapan Yewon yang menyerukan nama Kyungsoo pada panggilan masuknya. Dadanya terasa sangat sesak, hampir saja air matanya jatuh saat itu juga, namun Jiyoung bersikeras menahan agar tidak menangis di depan Yewon dan teman-temannya. Sehun dan Minri saling bertatapan dan semakin tak mengerti dengan situasi canggung saat ini.

“Ne.. aku segera kesana” ucap Yewon lalu menutup panggilang masuk pada ponselnya

“Jiyoung-ah, aku pergi duluan, eoh. Aku yang akan membayar bill ini, gomawo telah menemaniku makan malam. Annyeong” ucap Yewon pada Jiyoung, Sehun dan Minri

Jiyoung hanya terdiam mematung, ia tak berucap apa-apa, dadanya masih sangat sesak ketika mengetahui Kyungsoo yang menghubungi Yewon barusan saja, sedangkan Kyungsoo tidak membalas pesan yang dikirim Jiyoung, dan beberapa hari yang lalu juga Kyungsoo makan malam bersama yewon, padahal yang Jiyoung ketahui, Kyungsoo sangat sibuk akhir-akhir ini

“Young..” ucap Minri

Gwaenchannayo?” sambung Minri memastikan keadaan sahabatnya itu.

Sehun hanya terdiam dan terus menatap Jiyoung, ia tahu bahwa keadaan Jiyoung sedang tidak baik-baik saja

“Young, siapa eonnie tadi? apa dia noona-nya Kyungsoo sunbae?” ucap Minri

mollayo..” jawab jiyoung lemah

“Dan kau mengapa bisa mengenalnya?” ucap Minri

“Kebetulan saja, dia seseorang yang sangat kukagumi” jawab Jiyoung

“Tapi.. nampaknya ia sangat dekat dengan Kyungsoo oppa” sambung Jiyoung

Sehun dan Minri saling bertatapan, mereka tak tahu harus berbuat apa untuk menenagkan Jiyoung yang mungkin sangat sedih saat ini. Jiyoung mengeluarkan ponselnya, lagi-lagi ia mengecek ponselnya lalu memasukannya lagi pada mantelnya.

Ia hanya ingin melihat apa Kyungsoo akan mengabarinya atau tidak, nyatanya tidak. Jiyoung menghela nafasnya kasar, ia benar-benar tidak dalam mood yang bagus.

“Aku lelah, aku ingin pulang” ucap Jiyoung

Kajja kita pulang” ucap Sehun

Sehun segera mengantar Jiyoung pulang, Minri tidak bersama mereka karena Minri membawa mobil sendiri. Sehun terus menatap Jiyoung yang sedari tadi diam tak berbicara, kali ini Jiyoung benar-benar berbeda, biasanya jika Sehun mengerjainya dia akan benar-benar marah, namun sekarang Jiyoung menghiraukannya. Mood nya benar-benar sedang tidak baik.

Sesampainya dirumah, Jiyoung segera keluar dari mobil Sehun dan menuju kedalam rumahnya tanpa berbicara sepatah katapun pada Sehun. Sehun yang menyadari kondisi Jiyoung tidak baik-baik saja, ia segera menghampiri Jiyoung

“Young!” ucap Sehun menarik tangan Jiyoung. Langkah Jiyoung terhenti, ia menatap Sehun, matanya berkaca-kaca karena menahan tangis sedari tadi

“Segeralah bertemu Kyungsoo sunbae, sebaiknya kau meminta penjelasan darinya. Arrachi?” ucap Sehun tersenyum pada Jiyoung. Jiyoung hanya mengangguk tanda menyetujui apa yang Sehun katakan

“Beristirahatlah, kau pasti lelah” ucap Sehun. Ia mengusap pucuk kepala Jiyoung dengan lembut. Lalu kembali kedalam mobilnya

“Sehun-ah..”

Ne?” Sehun membalikan badannya dan menatap Jiyoung

Gomawo..”

Sehun hanya tersenyum menatap Jiyoung, lalu menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam, setelah itu Sehun segera melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemennya.

“Youngie, kau sudah pulang?” ucap Chanyeol

Namun Jiyoung tidak menjawab bahkan menatap muka Chanyeol pun tidak, ia hanya terus menunduk dan berjalan dengan langkah yang tidak bersemangat menuju kamarnya

Ya! Youngie!” ucap Chanyeol. Namun Jiyoung sama sekali tidak menghiraukannya

Wae, Yeollie?” ucap nyonya Park

Mollayo.. eomma” ucap Chanyeol, ia memperhatikan adiknya yang mulai memasuki kamarnya itu

“Mungkin, Youngie terlalu lelah eomma, dia pasti butuh istirahat” sambung Chanyeol

“Ah begitu..” jawab nyonya Park

Jiyoung segera mendudukan tubuhnya pada ranjangnya, ia menatap fotonya bersama Kyungsoo yang terpampang di meja belajarnya, lalu meraih ponselnya dan mengeceknya lagi, namun tidak ada tanda pesan masuk ataupun panggilan masuk dari Kyungsoo. Jiyoung melemparkan ponselnya pada ranjangnya dengan kasar.

“Wae? Apa aku melakukan sesuatu yang salah padamu oppa? Kenapa kau menjadi seperti ini padaku?” ucap Jiyoung menatap fotonya bersama Kyungsoo lagi

Oppa.. siapa Yewon eonnie? Kenapa sepertinya kalian sangat dekat? Apa dia mantan yeojachingumu?” sambung Jiyoung. Ia mengalihkan pandangannya melihat gelang berinisial nama Kyungsoo di tangannya

Oppa.. bukankah kau bilang, kau menyukaiku? Lalu kenapa sekarang kau seperti ini? Apa aku melakukan sesuatu yang salah padamu? Hiks..” ucap Jiyoung.

Air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. Dadanya semakin sesak, ia tak tahu harus berbuat apa, ia dan Kyungsoo tidak memiliki status resmi, ia tak bisa menyimpulkan bahwa dirinya dan Kyungsoo berpacaran, tapi jika melihat selama ini saat-saat bersama Kyungsoo, mereka sudah seperti sepasang kekasih, namun tidak memiliki status

Ia meraih ponselnya dan mengetikan pesan untuk Kyungsoo.

From: Kyungsoo

Oppa, kau sudah tidur? Bisakah kita bertemu? Aku merindukan oppa..

Setelah mengirimkan pesan itu, Jiyoung segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, ia kembali merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya. Ia meraih ponselnya dan melihat satu pesan masuk dari Kyungsoo. Jiyoung segera bangkut dari tidurnya dan membuka pesan dari Kyungsoo.

To: Kyungsoo

Mianhae, akhir-akhir ini aku sibuk sekali. Nanti setelah aku tidak sibuk, aku akan menemuimu

Jiyoung kembali menghela nafasnya dengan kasar. Ia menaruh ponselnya dan kembali merebahkan tubuhnya di kasur.

“Kau bilang sibuk? Lalu kenapa saat kau sibuk, kau bisa meluangkan waktumu untuk bertemu Yewon eonnie? Menghubunginya. Sedangkan padaku, tidak.” Dengus Jiyoung

“Apa Sehun benar, hanya aku saja yang merasakan perasaan ini pada oppa? Sedangkan oppa tidak?.. lalu.. kenapa oppa mengatakan menyukaiku tapi sekarang oppa sangat dingin padaku” sambung Jiyoung

Ia segera menutup tubuhnya dengan selimutnya, pikirannya benar-benar kacau, ia tak mau menyerah hanya karena Kyungsoo yang tiba-tiba berubah padanya.

“Kau hanya menyukaiku, oppa!” gumam Jiyoung

 to be continued..

28 responses to “Love Like A Fool [Chapter 7] – by MeiKim

  1. kasian jiyeong,cma di PHPin ama kyungsoo..dah jiyeong ama sehun aja^.^
    mkin seru cingu.dtnggu next part ya..fighting!!!!

  2. kenapa jiyoung ga sama sehun aja sih :-\ dri sikap sehun sekarang kayaknya sehun punya rasa ama jiyoung, tapi jiyoungnya aja yg ga peka :-\ kesel gue ama jiyoung -_- ampun dah bikin greget aja sih si jiyoung >_< next thor ceritanya makin seru ^^

  3. Knapa ya sepertinya jiyoeng gak peka ama sehun? sepertinya sehun suka ama dia
    Tapi mungkin buat jiyoengakan sulit buat lupain kyungsoo klu kyungsoo itu cinta pertamanya….

  4. kyungsoo jahat banget, teraalu banyak ngasi harapan ke jiyoung-_-
    udah jiyoung sama sehun aja, sehun baik young, daripada dibphp in sama kyungsoo hadehh…
    akuvtunggu ya kak chapter 8 nya kak

  5. Kasihan jiyoung…. kyungsoo MR. PHP -_-
    Thor pas bagian akhir itu typo atau gimna? Pas sms dari kyungsoo.. harusnya kan To Kyungsoo trus From Kyungsoo ini malah kebalik, itu aja sih kritiknya…
    Next yaa…. chapter 8
    Hwaiting

  6. entah kenapa jadi pengen siksa Dio gara2 bikin Jiyoung sakit hati, Yewon dengan volosnya bilang kalo belakangan ini sering dinner sama Dio adeehh -_-

    Sehun,,, hibur Jiyoung terus,,, lebih baik kau bersama Sehun saja Jiyoung,,,, dari pada sama Do…

  7. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 12] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  8. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 13] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  9. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 14] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  10. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 15] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  11. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 16] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  12. Pingback: Love Like A Fool [Chapter 17-END] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s