PROSECUTOR VS LAWYER (chapter 1) By TWINKLYA

PhotoGrid_1427449472078_efek2

 

MAIN CAST :

  • PARK CHANYEOL
  • JUNG GAEUN / STELLA JUNG ( OC )

OTHER CAST : Xi Luhan , Shin hyora ( Oc ) , All Member Exo

Rating : pg 15+

Genre : romance  , fluff , Marriage Life , Little Comedy , drama

Author : @katrinaliya/twinklya

Teaser

Pertengahan musim panas di seoul sungguh membuat banyak orang merasa terganggu. tapi tidak dengan gadis yang satu ini , ia terlihat sangat puas dan sangat senang. Perempuan itu melangkahkan tungkai kakinya menuju kafe yang cukup terbilang sepi karna mungkin di sebabkan oleh factor cuaca . orang korea sebagian besar tidak menyukai musim panas dan lebih sering berdiam diri dirumah mereka atau pergi kepantai.

“apa kau lolos lagi dari jerat hukum Shin Hyora?”

Gadis bernama Hyora itupun langsung duduk di kursi yang telah disiapkan oleh temannya. Hyora mulai meneguk kopi yang telah di sediakan dan menaikan kedua kakinya ke atas meja

“tentu saja , ini sudah menjadi hal yang biasa bagiku”

“lalu sekarang kau akan tinggal dimana?” gadis berambut hitam ini bernama Choi Hara. Hyora hanya memutar bola matanya dengan bosan seakan tak ingin mendengarkan hal seperti itu dulu.

“entahlah”

“bagaimana jika kau tinggal di rumahku saja?”

Kesempatan emas bagi Hyora jika ia tinggal di rumah Hara, ini bagaikan suatu peluang baginya untuk berlindung dari jerat hukum karna keluarga Hara juga bekerja di bidang hukum.

“kau serius Hara? Kau ingin tinggal bersama dengan seorang penjahat sepertiku? Apa kau tidak takut padaku?” Tanya Hyora memastikan

“tentu saja tidak . itu karna kau adalah temanku”

senyum ceria pun terpancar begitu saja dari wajah cantik Hara . tapi tidak dengan Hyora ia lebih memilih mengeluarkan smirknya dari pada sebuah senyuman tulus yang menurutnya tak berarti apapun

“good girl”

.-.

Kantor pengadilan telah ramai di datangi oleh pengunjung biasanya anak anak sekolah yang mengunjungi gedung itu setiap hari selasa , bertujuan untuk mengenalkan dunia hukum pada mereka. Luhan yang melihat kerumunan siswa Itu pun mulai menyapa mereka dengan senyuman khas miliknya

“Selamat pagi anak anak” luhan lalu berdiri di depan murid murid itu . tentu saja murid perempuan tidak tinggal diam melihat sosok pria tampan seperti luhan . mereka mulai menghujani luhan dengan beribu pertanyaan

“Paman apakah anda seorang jaksa disini”

“pak dimana tempat tinggal mu?”

“bolehkah aku meminta nomer teleponmu?”

Luhan yang melihat tingkah laku mereka hanya bisa tersenyum. Entahlah Luhan sangat senang jika ia sedang berada di situasi seperti ini. Berbeda dengan ekspresi guru mereka yang terlihat tampak –kikuk-

“perkenal saya Xi luhan , kalian bisa memanggil saya Jaksa Xi”

“anda terlihat sangat cantik hari ini”

Mendengar pernyataan itu ekspresi Luhan berubah drastis , Ini yang tidak di sukai oleh seorang Xi Luhan . Luhan sangat tak menyukai jika ada yang menyebutnya -cantik-

“sayang kau tak boleh seperti itu , Sebaiknya kita mulai saja melihat gedung ini”tutur sang guru kepada murid nya . “maaf Jaksa Xi , dia tak bermaksud menyebutmu seperti itu , Sepertinya kami pergi dulu. Terimakasih” Guru itu pun membungkuk dan segera lekas pergi menggiring murid muridnya itu . Luhan yang melihatnya hanya terdiam didalam hatinya ia bertanya pada dirinya sendiri

“apa aku terlihat cantik?”

Saat luhan ingin membalikan badannya Ia melihat seorang gadis berlari cepat kearah berlawanan arah dengan Luhan. Luhan tak memperdulikannya ia mulai berjalan dengan santai , Dan tanpa ia sadari perempuan itu pun menabraknya dengan cukup keras sehingga membuat tubuh luhan tersungkur ke lantai

“Maaf ” ucap gadis itu lalu kembali berlari meninggalkan luhan yang masih tersungkur di lantai

Luhan terdiam sejenak ia terlihat berpikir “ku rasa aku pernah mengenalnya”

.

.

.-.

Jam arloji yang terpajang di tangan putih gadis cantik ini menunjukan pukul 09.04 yang artinya ia sedang dalam keadaan terburu buru. Ia terlihat tergesa gesa dan sesekali melihat kearah arlojinya , sumpah serapah pun lolos begitu saja dari bibir mungilnya. Dari raut wajahnya saja sudah terlihat jelas jika ia sedang menahan amarahnya , bagaimana ia tak kesal? ini hari pertama gadis itu bekerja , dan hal yang membuatnya kesal adalah ibunya sendiri. Gadis bernickname Gaeun ini terlihat sedikit berlari dan terkadang menabrak beberapa orang yang menghalangi jalannya

Gaeun berlari sekuat tenaga menaiki anak tangga menuju Lantai yang ditujunya Gaeun bisa saja naik lift tapi rasa ketidaksukaannya dengan lift cukup kuat, sehingga tak ada rasa keberanian untuk menaikinya. Selang beberapa menit akhirnya Gaeun menemukan ruangan yang ia cari . dengan napas yang sudah mulai teratur Gaeun mulai memberanikan diri membuka ruangan itu

Sunyi – hanya terdapat beberapa hakim dan jaksa senior di dalam ruangan ini

“Saya telat” Gaeun berjalan masuk kedalam ruangan yang di dominasi warna kuning itu.

“Seorang Jaksa harus mematuhi peraturan bukan??”

Hakim itu berbicara dengan cukup tegas, membuat Gaeun menelan salivanya. Ia tak dapat berlama lama menatap mata salah satu hakim itu. Tatapannya bagaikan sebuah silet tajam yang bisa sewaktu waktu melukai dirinya. Itulah yang ada dipikiran Gaeun, ia memilih untuk menundukan kepalanya dan tentunya berpikir menyiapkan sebuah jawaban.

“aku hanya terlambat beberapa menit saja” ucap Gaeun seraya  mendongakan kepalanya memberanikan diri menatap kearah hakim. Sedikit was was Gaeun melihat kearah name tag yang terpasang di jas para hakim itu. “pertama Hakim Joon Myun , Wu Yifan , dan Oh Sehun. Hakim ke tiga sangat tampan dan tentunya kalem, Berbeda dengan dua hakim yang lainnya . terlihat seperti monster” gumam Gaeun dan sesekali tersenyum kearah Hakim yang bernama Oh Sehun itu.

“kenapa kau tersenyum? Apa ini lucu bagimu? Aku ingin kau mengakui kesalahanmu. Yifan haruskah kita memberi sanksi untuk gadis ini? Atau kita pecat saja dia?”

Joonmyun sebenarnya tak berniat untuk melakukan hal konyol ini , tapi yang pria ini inginkan hanyalah respon dari Gaeun. Ia ingin tau seberapa berharganya kah pekerjaan ini untuknya?

“itu hal yang menarik, kita ajukan saja surat pemberitahuan pengunduran Jaksa pada pemerintah!”

Yifan mampu menebak apa yang ada di pikiran temannya itu , ia juga melakukan hal yang sama . tapi tidak dengan sehun ia terlihat tidak tertarik dengan hal konyol ini.

Gaeun yang mendengarkan hal itu sontak membulatkan matanya , ia tak menduga hakim hakim itu mampu berbicara hal yang tak pernah Gaeun pikirkan sebelumnya. Gaeun menghela napas dan membuangnya secara kasar. Gadis itu takut jika ia di keluarkan dari pekerjaan ini , pekerjaan yang sudah lama ia incar .

“jangan ajukan surat itu. Kumohon! Baiklah aku minta maaf jika aku telat hari ini , tapi jangan pecat aku. Sekarang aku telah menjadi tulang punggung keluarga , jika aku di pecat bagaimana dengan kehidupan kedua orang tuaku? Apa kalian tega?”

Luhan yang melihat kejadian itu hanya menatapnya dengan dahi mengerenyit , lalu tersenyum dan memutuskan untuk menghampiri para rekan kerjanya tersebut.

“Jadi dia jaksa barunya? hey kau adalah rekan kerja ku” ucap Luhan dengan menunjukan senyuman yang dirasa Gaeun sebagai senyuman malaikat. Astaga gadis itu selalu saja memiliki pemikiran yang cukup terbilang -aneh-. Sedetik kemudian Gaeun merasa cukup familiar ketika ia melihat Luhan , dia?

“kau yang tadi aku tabrak bukan?” Gaeun memastikan bahwa Luhan lah  lelaki yang ia tabrak tadi. Luhan yang mendegar pertanyaan itu pun langsung melangkah mendekati Gaeun

“Jung Gaeun ternyata kau juga menabrak Jaksa Xi ? ajaib sekali dirimu” ucap Joonmyun seraya melipat kedua tangannya di depan dada. begitu juga dengan Yifan yang hanya melempar senyum kecut. Gaeun sudah benar benar muak akan semua ucapan hakim yang satu ini . Seharusnya hari ini menjadi hari yang terbaik baginya bukan menjadi hari terkelam yang pernah Gaeun alami , jika ini ruangan kosong Gaeun bisa saja berteriak melepas seluruh amarahnya. Gaeun menatap kedua hakim itu dengan tatapan bengis.

“tentu saja ajaib. Karena ak-“ belum sempat Gaeun melanjutkan kata katanya Luhan sudah menahan tangan perempuan itu.

“bagaimana jika kau melihat ruang kerja mu dulu? Ayo” Luhan lalu menarik tangan Gaeun keluar dari ruangan itu ia tak mau melihat Gaeun terus terusan menjadi bahan bualan oleh para hakim

.

.

.-.

BRUGH!!

Suara benturan cukup keras terjadi di dalam ruangan intograsi tepatnya di kantor pengacara Negara , orang orang yang bekerja di dalam kantor itu tentu saja tak tinggal diam mereka segera membuka ruangan tersebut. Mata mereka terbelalak lebar merasa terkejut atas apa yang mereka lihat , lelaki bernickname -Byun Baekhyun- ini mulai mengeluarkan kata demi kata dengan alis mengerenyit “Paman! apa yang kau lakukan?”

“aku tidak melakukan apapun , aku hanya memeluknya karna dia bersedia menjadi pengacara ku. Tapi entah kenapa dia langsung pingsan seperti ini!” pria berusia 63 tahun ini berusaha membela dirinya , ia merasa tak melakukan kesalahan bahkan saking senangnya ia memeluk seseorang yang bersedia membantunya. Bahkan pelukannya pun tak begitu erat. Itu hal yang wajar bukan.

“seharusnya paman tak boleh memeluknya, bahkan tak boleh menyentuhnya. Jika ia mati disini apa paman akan bertanggung jawab?” pria bermata bulat ini juga tak tinggal diam ia meminta bantuan pada rekan kerjanya agar segera membawa pria paruh baya itu keluar. Laki laki itu mulai melanjutkan kata katanya tadi  “ Baekhyun , Minseok kita angkat saja  Chanyeol bersama sama , lalu baringkan dia di sofa!” perintah laki laki bernama do kyungsoo itu.

“Chanyeol kau membuat kita repot saja!” gerutu pria berwajah baby face itu -minseok-. Bagi mereka kejadian ini sudah ketiga kalinya dalam 1 bulan. Mereka belum terbiasa melihat temannya memiliki phobia aneh seperti ini , ia selalu mengawasi pria bertubuh tinggi itu -mengawasi agar tak ada satu pun orang yang berani menyentuhnya- . Sebenarnya mereka tak menginginkan ini kalau saja ibu chanyeol tak menyuruh mereka. Sungguh benar benar merepotkan.

Beberapa menit kemudian Chanyeol mulai tersadar dari ketidaksadarannya. Pria itu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ia tempati. Chanyeol terlihat berpikir dan berusaha mengingat sesuatu yang tlah terjadi. Baekhyun mulai menghampiri Chanyeol

“kau sudah sadar? Sudah kubilang kita akan mengawasi mu jika kau berbicara dengan terdakwa , tapi kau selalu menol-” Baekhyun tiba tiba memotong pembicaraanya ketika ia mendengar sesuatu “CHANYEOL!” suara teriakan yang begitu familiar di telinga chanyeol dan baehyun . Baekhyun mulai mendengus “ itu suara ibu dan kakakmu”

Dengan langkah tegap dan agak sedikit gontai Chanyeol mengahampiri ibunya yang sudah menunggunya di ruang kerja

“Ya! Chanyeol kau ingin jadi anak durhaka? Tak menelpon ibu! Bahkan tak memberi kabar 2 hari ini , Tak ada pilihan jika ibu menyusup kekantormu dan satu lagi kau pingsan lagi!” Chanyeol menghela nafasnya ia tau jika jadinya akan seperti ini. Ibunya menyusup kekantornya dan lalu mengomelinya. Kyungsoo dan Xiumin yang melihat hal itu mulai sedikit mengejek Chanyeol

“Anak mami cupika cupiki” ejek Minseok dan kyungsoo. Chanyeol yang melihat kedua rekan kerjanya mulai menatap mereka melalui ekor matanya dan “YAK! MINSEOK!” teriak Chanyeol pada kedua rekanya itu

“Hahaha apa kabar? lama tak bertemu” sapa Kyungsoo , Baekhyun dan Minseok . mereka menunduk memberi salam.

“kalian semakin tampan saja, kabar ibu tentu saja baik.” Senyum ramah dari park nayeon ~ibu chanyeol~ sukses membuat suasana menjadi lebih nyaman. ibu chanyeol pun melirik lagi kearah anak laki laki nya itu

“Kapan kau akan menikah??”

Chanyeol sontak terkejut dengan perkataan ibunya itu. Memikirkannya saja sudah membuat Chanyeol merinding , sejujurnya Chanyeol ingin sekali menikah, bisa membuat keluarga yang bahagia tinggal bersama orang yang dicintainya sungguh menyenangkan. Tapi keinginan itu chanyeol kubur dalam dalam di dalam perasaannya. Ia tak bisa menikah begitu saja , mengingat chanyeol mempunyai phobia takut sentuhan.

“aku ingin fokus dulu bekerja” bantah chanyeol dan langsung di gubris oleh kakaknya.

“Hey lihatlah kau ini sudah hampir kepala tiga , kau tak malu dengan kakak? kakak saja sudah menikah” ucap yoora secara terang terangan terhadap adiknya ini.

“Jangan mengolok ngolokku kak , menikah itu tidak semudah yang kau bayangkan” celotek Chanyeol lalu melemparkan pulpen ke arah kakaknya itu. Tentu saja Chanyeol tidak terima atas pernyataan kakak pertama nya itu.

“lihatlah , mana ada perempuan yang mau menempel denganmu” Baekhyun juga mulai mengejek Chanyeol , bagi mereka ini sudah menjadi hal yang biasa , saling mengejek satu sama lain lalu tertawa bersama bersama. Chanyeol terlihat pasrah melihat tingkah sahabat dan keluarganya itu

“Kenapa jadi aku yang merasa terbully disini”

.

.

.’.

“Kau sudah pulang? Bagaimana hari pertama mu bekerja? Kita makan dulu?”

“tidak terlalu buruk”

Gaeun harus sedikit berbohong kepada ibunya. Ia tak ingin membahas masalah pekerjaan yang sudah membuat darah tinggi Gaeun naik secara drastis. Setelah permasalahan di kantornya telah usai Gaeun memutuskan untuk kembali kerumahnya.

“Ibu! kalau seseorang yang telah berpisah lalu bertemu lagi? Apakah itu takdir?” di sela`sela makannya , Gaeun memberanikan diri untuk bertanya hal ini kepada ibunya. Hal yang cukup mengganggu otaknya beberapa jam yang lalu.

“Mungkin , kenapa menanyakan hal itu?” ibu Gaeun tampak sedikit berpikir dan sesekali menatap kearah putrinya. “ada yang ingin kau ceritakan? Ceritalah ibu akan mendengarkannya”

“tadi aku bertemu mantan kekasihku”

-FLASHBACK-

“Nah ini kantor mu” luhan mulai menuntun Gaeun masuk ke sebuah ruangan yang cukup terbilang besar. Bukannya melihat kearah ruangan itu Gaeun malah melihat terus kearah Luhan.

“Tunggu, apa aku mengenalmu?”tanya Gaeun . saat melihat wajah luhan Gadis itu teringat dengan seseorang yang telah lama ia cari.

“Kau pasti mengenalku. aku xi luhan , senang bertemu denganmu Jung Gaeun” Luhan lalu tersenyum dengan sangat manis

DEG!

“Lu-ha-n ???”

Gaeun mulai bergumam di dalam hatinya ia sangat senang karna bisa melihat Luhan lagi “mantan kekasihku?”

-FLASHBACK END~

Jung eunri -ibu Gaeun- mengerjapkan matanya seakan tak percaya yang ia dengar  tadi. “ini tak mungkin, jangan berhubungan lagi dengannya, ibu tak mengijinkan mu! Jauhi dia!”

“Kenapa? Mungkin saja luhan jodohku” Gaeun mulai membela dirinya. PLETAK! Sebuah sendok sayur tepat mengenai kepala Gaeun

“Anak ini dasar- , ibu tak mau dia membuatmu menangis lagi”

Gaeun tau jika ibunya kurang menyukai Luhan. Itu karena dulu Luhan sering membuat Gaeun menangis, itulah sebabnya Ibunya sangat tidak menyukai Luhan. Ibu Gaeun -Jung eunri- lalu melangkahkan kakinya meninggalkan anak gadisnya itu , Gaeun yang melihatnya hanya mendengus kesal ia merutuki dirinya sendiri karna telah membuat ibunya kehilangan nafsu makan.

“Apa aku salah bicara lagi” Gaeun lalu melirik ke arah tempat ibunya itu pergi . Gaeun tiba tiba saja membelalakan matanya Ibunya berjalan cepat menuju dirinya , dengan membawa Pulpen dan kertas , apa lagi ini? Gaeun takut jika ibunya akan mencorat coret wajahnya lagi seperti 1 bulan yang lalu karna ia tidak mendapatkan nilai terbaik.

“Jangan bilang ibu akan mencoret wajahku lagi”

“kau ingin di coret lagi rupanya! sekarang sebutkan tipe pria idaman mu??”

Gaeun yang melihat tingkah laku ibunya itu mulai merasakan bau kecurigaan  “Ibu tidak akan menulis tipe ideal ku bukan??”

“tidak akan , ibu hanya ingin mencatat daftar belanjaan saja” bantah ibu Gaeun

Gaeun mulai beranjak dari duduknya , dan mulai mengelilingi meja makan , sambil menyebutkan beberapa pria idamannya

“Baiklah , aku menyukai pria yang berpostur tubuh tinggi , kulit putih bersih , pintar , tidak tersandung kasus hukum , memiliki pekerjaan tetap -mapan- , jago bermain drum , dan juga ini yang terpenting Dia harus bisa MEMASAK hahaha” tawa renyah Gaeun menggelegar ke penjuru rumah , ibunya hanya menggeleng pelan melihat tingkah putrinya yang di luar batas kewajaran dalam arti “aneh”

“kau tau Gaeun , ketawa mu itu seperti kak ros di serial kartun upin ipin!” Tanpa Gaeun sadari , ibunya mencatat tipe pria idaman Gaeun

“Ibu!!!!!”

.TBC.

.

Hai hai bagaimana ceritanya? sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan FF dikarenakan saya harus -try out- wkwkwk gimana ? binggung gak? semoga kalian suka 🙂

saya masih di tahap belajar , jadi saya membutuhkan saran dan krtik kalian.

Advertisements

41 responses to “PROSECUTOR VS LAWYER (chapter 1) By TWINKLYA

  1. karena ini chapter 1 mungkin masih perkenalan dan belum terlalu keliatan kali ya konfliknya. tapi tulisan kamu udah bagus kok tata bahasanya

  2. pertama2 aku mau komen klo ff ini sngat mengingatkan ku dengan drama ‘I Hear Your Voice’
    asliii jadi keinget banget, terutama karakter ceweknya yang menurut ku 11-12, ibunya, dan ketiga jaksa atasan gaeun (honestly, di IHYV mereka udah tua :v) dan apa ya ? ah belum keliatan semua. tapi menurut ku jalannya ceritanya bakal beda. kisah cinta jaksa vs pengacara kayanya seru. bertentangan tapi kadang saling membutuhkan.
    sipp di tunggu lanjutnya, dan ceye kasihan amat punya phobia ga enak banget pasti 😀

  3. hua dikeliling ma orng2 ganteng kkkkk aduh hakimmnya tu lho kyaaa…
    wah kerja ma mantan kekasih kkeeek
    dan apaan tuh phobia sentuhan??? ada ya?
    aaahhh makin penasaran..
    keep writing!!

  4. Yaampun.. phobia chanyeol tingkat akut ya? Sampe pingsan.. emang gegara apaan bisa jadi phobia gitu?
    Ceritanya udah bagus, tata bahasanya juga…
    Disino gak ada POV nya? Atau gimna??
    Next ya… Hwaiting!!!

  5. Chanyeol phobianya aneh bangt wkwkwk
    Msh chap 1 masih awal jdi agak blm jelas mngkin di chap slnjutnya udh mulai keliatan jelas hhhiii
    Ditnggu chap 2 nya >< hheee

  6. Omg heloowww klw semua jaksa dan pengacara semuanya tampan kyk gt sih aq mau ajj dh jdi terdakwa…
    owalah jdi gaeun itu trnyata mantannya luhan toh, tapi knp kok mrk bsa putus dan terus knp ibunya gaeun blg pas bersama luhan dy nangis trus??
    jgn blg luhan itu playboy kelas kakap yaa, itu ibunya gaeun mw jodohin anaknya dengan chanyeolkah?
    coz klw diliat dr karakter sm type badan itu mirip happy virus bgtzz..
    wahhh klw jadi chanheol itu pst ribet bgtzz tiap disentuh sm orang lgsg pingsan gt, udh gt yg kena imbsnya cm xiumin sm baekhyun lagi…
    whahahahahha….
    itu phobianya chanyeol bsa disembuhin kan, ngga tega bgtzz liat dy kyk gt…
    next ditunghu chapter selanjutnya yaa..
    keep writing and fighting…

  7. Hwaa kl jaksa hakim dan pengacara seganteng mreka bakal seneng mampir kejaksaan dah haha..d tunggu next chap ya pingin tau gmn mreka akhirnya 😀

  8. wahhhh keren keren keren….kira2 mau nampilin konflik apa thor?? udh gak sabar nihh nunggu chap2nya…jangan lama2 yaa thor updatenya kepo bgt nihh soalnya..hehehe semangat thorrr!!!

  9. ini ceritanya beda dari ff kebanyakan… jadi penasaran si chanyeol gimana itu kalo punya pacar–” phobianya langka banget sumpah..
    dan itu kalo pengacara sama jaksa kayak gitu bakal demen jadi tukang pel di kejaksaan–”
    hayo kak ditunggu chapter 2 nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s