STUPID LOVERS (T – SHIRT) by noonapark

laarge¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (T – Shirt) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : G | Lenght : Ficlet (>2000w) ¶

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING! »  LEARN TO BE PERVERT

***

“IBUUUU!!!”

 .

Nyonya Shin hampir saja menjatuhkan spatula dari tangannya ketika teriakan melengking itu masuk ke dalam indera pendengaran.

“Astaga..”Nyonya Shin bergumam kesal, lalu berbalik saat mendengar derap langkah mendekati dirinya.

“IBU!!”seruan Eunsoo terdengar bersamaan dengan sosoknya yang barusaja muncul diambang pintu pantry. Masih mengenakan celana tidur merah polkadot dan baju lengan pendek putih polos, gadis itu kemudian berjalan cepat menghampiri Ibunya, lalu berdiri tepat di hapadan sang Ibu. “Ibu! Dimana bajuku yang berwarna putih itu?!!”tanya Eunsoo dengan nada frustasi.

“Baju yang mana?”sahut Nyonya Shin menatapnya tak mengerti. “Kau memiliki banyak baju berwarna putih Eunsoo.”

“Yang itu Bu!”Eunsoo meraba-raba bagian dada dan perutnya. “Yang ada gambar L oppa!! Kenapa tidak ada di lemari?!”

Nyonya Shin mengerjap pelan. “Ah!”matanya tiba-tiba membulat. “Yang ada gambar kepala lelaki itu?”

“L oppa Bu! Nama lengkapnya Kim Myungsoo!”sahut Eunsoo.

Nyonya Shin mendesis pelan.

“Jadi dimana?”Eunsoo mendekat. “Apa Ibu melihatnya?”

“Sepertinya.. Ibu baru mencuci baju itu dua hari yang lalu.”

“Lalu?”Eunsoo semakin mendekat. “Ibu menyimpannya di mana? Di mana Bu? Apa Ibu tidak tahu itu baju kesayanganku?”

“Oh? Di mana ya?”Nyonya Shin menatap Eunsoo dengan tatapan bingung. “Ibu yakin mengeringkan semua pakaian di taman belakang tapi.. sepertinya Ibu tidak mengangkat yang satu itu. Ibu pikir kau yang mengambilnya Eunsoo.”

“Apa?!”Eunsoo melotot. “Tidak Ibu. Aku tidak mengambilnya. Aku—“

Kulit kening Nyonya Shin mengerut saat tiba-tiba Eunsoo menghentikan kalimatnya. Gadis itu kemudian terdiam cukup lama membuat sang Ibu langsung menatapnya dengan tatapan horor.

“Eunsoo?”

Eunsoo mengepalkan kedua tangannya, lalu menggigit bibir bawahnya dengan geram. “Aku tahu.”

Lalu Eunsoo berbalik, berjalan cepat meninggalkan pantry, dan meninggalkan sang Ibu yang menatap jejak kepergiannya dengan tatapan kesal.

“Ya! Kau mau kemana?!”seru Nyonya Shin. “Setidaknya sisir dulu rambutmu Eunsoo! Ya!”

Tidak ada jawaban dari gadis itu. Yang terdengar hanya pintu yang dibuka lalu ditutup dengan kasar.

“Aish! Benar-benar…”

.

.

.

Chanyeol barusaja keluar dari kamar mandi. Mengenakan celana pendek rumahan sementara bagian atas tubuhnya tidak terbalut apa-apa.

Pria itu kemudian berjalan menuju lemari sembari mengeringkan rambutnya yang setengah basah menggunakan handuk kecil berwarna putih.

Satu tangan Chanyeol barusaja akan menyentuh gagang pintu lemari saat tiba-tiba pintu kamarnya dibuka. Menampakkan sosok Eunsoo yang tengah menatap Chanyeol dengan tatapan kesal. Kemudian gadis itu menutup pintunya dengan kasar, membuat Chanyeol langsung menatapnya disertai kedua alis bertaut.

“Eunsoo?”Chanyeol menatapnya tak mengerti. Lalu menghadapkan tubuhnya pada Eunsoo dan menunjukkan cengiran khasnya. “Ada apa? Kau pasti merindukanku—“

“Kau mencurinya?!”sembur Eunsoo, menunjuk hidung Chanyeol dengan jari telunjuknya, membuat Chanyeol sedikit memundurkan kepala sembari menatap Eunsoo disertai mata membola. “Kau mencuri bajuku ‘kan? Baju yang ada gambar L oppa!”

Chanyeol mengerjap pelan. “A-apa maksudmu?”

“Jangan beerbohong Park Chanyeol.”sahut Eunsoo dengan nada geram. “Kau pasti mencurinya!”

Chanyeol menelan samar saliva-nya. Menyingkirkan tangan Eunsoo di depan wajah, lalu Chanyeol berdiri tegap dan melemparkan handuk kecil itu ke atas tempat tidur. “Aku tidak mencurinya.”Chanyeol kemudian melipat kedua tangan di depan dada, menggeleng cepat saat melanjutkan. “Sungguh, aku tidak mencurinya.”

Eunsoo hanya diam.

Demi Tuhan, Eunsoo bukanlah gadis yang mengenal Chanyeol satu bulan atau satu tahun yang lalu. Eunsoo mengenal Chanyeol sejak mereka masih kecil, dan cukup mudah untuk mengetahui saat Chanyeol sedang berbohong atau tidak.

Seperti saat ini. Dan seperti saat-saat sebelumnya. Dimata Eunsoo, saat Chanyeol berbohong pria itu justru menunjukkan ekspressi wajah sebaliknya. Seperti; Aku membohongimu! Aku membohongimu Eunsoo!

Dan tidak heran jika kemudian Eunsoo menatapnya semakin geram. “Chanyeol kau…”

Chanyeol mendelik saat Eunsoo mengulurkan kedua tangan ke arah dadanya.

Lalu….

.

.

.

“AAAA!!!”

Chanyeol tidak bisa menahan pekikan saat Eunsoo mencubit kedua puttingnya bersamaan.

“Dimana kau menyimpannya?!!”

“Eunsoo—tunggu—lepaskan—Akh!!”Chanyeol meringis, berusaha melepas kedua tangan Eunsoo namun gadis itu justru semakin mendempet ke arahnya.

“Katakan bodoh. Di mana kau menyimpannya!”

Puas menyakiti putting Chanyeol yang malang, Eunsoo kemudian menggerakkan kedua tangannya untuk memukuli lengan atas Chanyeol.

“Ya! Eunsoo!”

“Di mana! Di mana bajuku?!!”

Chanyeol berusaha menghalau pukulan Eunsoo dengan kedua tangannya. “Ya! Sebenarnya pacarmu itu aku atau dia?!”

Pergerakan tangan Eunsoo terhenti. Eunsoo kemudian menjuntaikan kedua tangan di sisi tubuh, menatap Chanyeol dengan wajah frustasi dan menjawab. “Ini bukan masalah pacar Chanyeol. Kau tahu sendiri ‘kan aku sudah menyukainya sejak SMA?”Eunsoo kemudian membusungkan dada. “Aku bahkan mendapatkan kartu anggota dari fansclub resminya. Dan baju itu salah satu hadiah dari anggota! Jadi di mana, eoh?”Eunsoo semakin mendekat. “Berikan bajuku sekarang juga Chanyeol.”

Chanyeol menatap Eunsoo selama beberapa saat. Mendengus, lalu cemberut. “Kau kejam.”

Eunsoo langsung menatapnya datar. “Chanyeol.”

“Kau seharusnya memasang wajahku di bajumu Eunsoo!”

Eunsoo mendelik. “Apa?!”

“Bukan malah memasang wajah K L M N—“

“L Chanyeol! Namanya L!”

“Kau pikir aku peduli?!”Chanyeol membalas tatapan kesal Eunsoo dengan tatapan tak kalah kesal. “Jadi yang lebih kau cintai dia atau aku?”

Eunsoo mendengus. “Ya! Ini bukan masalah—“

“Aku ingin dicium!”sela Chanyeol, lalu mendekatkan wajahnya pada Eunsoo sembari menunjukkan senyuman lebar. “Aku tahu, kau pasti lebih mencintaiku.”Chanyeol mengulum senyum. “Jadi.. jika kau ingin mendapatkan baju itu kembali, kau harus menciumku terlebih dahulu.”

Eunsoo langsung menatapnya dengan tatapan tak percaya, mulutnya bahkan setengah menganga.

“Ayo Eunsoo. Cium aku!”desak Chanyeol dengan nada geram.

Eunsoo mendengus pelan, menatap Chanyeol selama beberapa saat lalu memberikan kecupan singkat di bibir pria itu.

“Sudah.”kata Eunsoo setelah menarik kembali kepalanya. Kemudian menengadahkan satu telapak tangannya di hadapan Chanyeol dan melanjutkan. “Mana bajuku?”

Chanyeol menarik kembali wajahnya, lalu menatap Eunsoo dengan wajah cemberut. “Kenapa seperti itu?”

Eunsoo menatapnya bingung.

Morning kiss Eunsoo! Morning kiss seperti yang ada di dalam drama dan film! Kau tidak bisa melakukannya?”

“A-apa?”

“Apa harus aku yang selalu memulainya?”

Eunsoo mendelik. Berniat mundur namun Chanyeol lebih dulu menarik tengkuknya.

Dan jangan tanyakan apa yang terjadi setelah itu, karena Eunsoo sendiri tidak bisa berfikir dengan jernih, tidak bisa bernapas dengan normal saat bibir Chanyeol menjahami bibirnya.

Lebih dari dua puluh detik kemudian, Chanyeol melepas ciumannya. Mengelus-elus kedua pipi Eunsoo sembari menatap gadis itu dengan tatapan gemas.

Aigoo.. pacarku lucu sekali. Lihatlah, pipimu seperti tomat, hihi!”

Eunsoo memandangi Chanyeol dalam diam.

“Nah, seperti itu Eunsoo, morning kiss.”gumam Chanyeol.

Pria itu kemudian mundur tiga langkah. Menunjukkan senyuman lebar sembari menunjuk ke arah lemari bajunya.

“Di sana, aku menyimpannya di sana.”

Eunsoo mengerjap pelan. Lalu mengikuti arah yang ditunjuk Chanyeol.

“Bajunya ada di dalam laci.”tambah Chanyeol.

Setelah terdiam selama beberapa saat, Eunsoo kemudian tersenyum. Lalu cepat-cepat berjongkok di hadapan laci bagian bawah lemari.

“L oppa, aku akan menyelamatkanmu.”gumam Eunsoo pelan. Tersenyum semakin lebar lalu menggenggam gagang laci.

Menariknya dan….

.

.

Eunsoo seperti merasakan sebongkah batu besar barusaja membentur kepalanya.

Senyumnya memudar. Bola matanya terbelalak saat Eunsoo dihadapkan dengan laci besar yang ternyata dipenuhi dengan kumpulan boxer Chanyeol.

Tak jauh di belakang Eunsoo, Chanyeol tengah mati-matian menahan tawanya. Pria itu kemudian berbalik, berjalan cepat menuju kamar mandi sembari berseru. “Aku menyimpannya di bagian bawah! Kau harus mengambilnya sendiri Eunsoo!”

Chanyeol masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan debuman pintu yang terdengar keras, menyisakan Eunsoo yang masih memandangi boxer-boxer itu dengan mata seolah tak berkedip.

Eunsoo mendengus. Mengepalkan kedua tangannya lalu…

.

.

“Chanyeooollll!!!!”

.

.

.

“Bagaimana? Kau mendapatkan bajunya?”

Di ruang tengah, Eunsoo melewati Ibunya begitu saja. Berjalan cepat menuju kamar sembari mengepalkan kedua tangannya erat-erat, menatap lurus ke depan dengan tatapan geram membuat sang Ibu kemudian memandangi jejak kepergiannya dengan tatapan bingung.

***

“Eunsoo?”

“………..”

“Eunsoo-ya.”

“………..”

“Kau marah padaku?”

“………..”

“Eunsoo!”

“………..”

Chanyeol terdiam cukup lama setelah itu. Kemudian Chanyeol merasa tidak punya pilihan lain selain naik ke atas tempat tidur Eunsoo lalu, memeluk tubuh Eunsoo yang tersembunyi dibalik selimut tebal.

“Ya! Kau pura-pura tidur ‘kan? Ini bahkan belum jam tujuh malam Eunsoo.”

Dibalik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, Eunsoo mengerang kesal saat Chanyeol mengunci pergerakan tubuhnya. Pria itu tersenyum gemas sembari memeluk Eunsoo semakin erat.

“Chanyeol! Aku tidak bisa bernapas!”

Mata Chanyeol membulat. Lantas Chanyeol cepat-cepat melepas pelukannya dan menyibak selimut yang menutupi tubuh Eunsoo.

“Siapa yang menyuruhmu sembunyi di situ?”tanya Chanyeol setelahnya.

Eunsoo memutar tubuhnya, hingga kini Ia tidur dengan posisi terlentang sembari menatap kesal ke arah Chanyeol yang berbaring di sampingnya.

“Aku sedang marah padamu, kau tahu?”

Eunsoo kemudian menunjukkan tatapan kesal, dengan bibir yang cemberut membuat Chanyeol tidak tahan untuk tidak menciumnya.

“Apa sekarang kau masih marah padaku?”tanya Chanyeol setelah memberikan kecupan singkat di bibir Eunsoo.

Pria itu tersenyum lebar, sementara Eunsoo menatapnya semakin geram.

“Ya! Kenapa kau selalu melakukan itu?”desis Eunsoo sembari mencubit kedua pipi Chanyeol, menarik-nariknya membuat Chanyeol meringis.

“Ya! Eunsoo hentikan!”Chanyeol berseru tertahan sembari berusaha melepas kedua tangan Eunsoo dari wajahnya. Setelah berhasil, Chanyeol kemudian mengelus pipi dengan satu tangan sembari menatap Eunsoo dengan tatapan kesal. “Kenapa kau selalu menyakitiku? Kau kejam.”

Eunsoo hanya melayangkan tatapan datar padanya. “Ada apa? Kau ingin mengembalikan bajuku? Mana?”

Eunsoo menengadahkan satu telapak tangannya di hadapan Chanyeol. Menatap Chanyeol dengan tatapan penasaran sementara pria itu justru mengulum senyum tiba-tiba.

“Sudah kukatakan kau harus mengambilnya sendiri Eunsoo.”

Eunsoo menggigit bibir bawahnya dengan geram. “Chanyeol kau…”

Chanyeol kemudian bangkit, duduk sembari sibuk membuka resleting jaket yang Ia kenakan. “Aku punya sesuatu untukmu.”

Eunsoo mentapnya bingung.

Lalu setelah Chanyeol selesai melepas resleting jaketnya, Chanyeol menahan jaketnya di depan dada sejenak. Mengelum senyum. “Satu… dua… tiga!”

Chanyeol membuka jaketnya. “Bagaimana? Kau suka?”

Eunsoo terdiam. Memperhatikan kaos berwarna putih yang Chanyeol kenakan saat ini. Ya, mungkin itu hanya kaos biasa. Tapi tulisan yang tertera disana, di bagian depan kaos, benar-benar mampu membuat Eunsoo menatapnya dengan mata seolah tak berkedip.

“Kau menyuakainya?”tanya Chanyeol, melepas jaket berwarna hitam miliknya lalu membuangnya ke lantai. Chanyeol kemudian manarik ujung kaos dan memperhatikan tulisan yang tertera di bagian dadanya; KEEP CALM AND I ❤ SHIN EUNSOO

“Chanyeol..”Eunsoo bergumam pelan, kemudian bangkit hingga kini mereka duduk saling berhadapan. “Kenapa kau…”

“Tunggu.”Chanyeol menahan pergerakan tangan Eunsoo saat gadis itu berniat menyentuh bajunya. “Kau juga harus memakainya.”

Eunsoo menatapnya bingung, sementara Chanyeol beranjak dari tempat tidur, meraih kaos yang tadi Ia letakkan di meja nakas di sisi ranjang Eunsoo. Setelah itu Chanyeol kembali duduk di hadapan Eunsoo sembari menjuntaikan kaos itu dengan kedua tangannya.

“Ini, untukmu.”kata Chanyeol, tersenyum lebar dan membiarkan Eunsoo memandangi kaos itu dalam diam.

Eunsoo sepertinya mulai paham bahwa Chanyeol berniat menyuruhnnya untuk mengenakan T-Shirt couple yang seperti pria itu kenakan.

Sebenarnya ini terlihat aneh untuk pasangan seusia mereka tapi entah mengapa, Eunsoo tidak bisa menahan senyuman saat membaca tulisan yang ada di bagian depan kaos itu; KEEP CALM AND I ❤ PARK CHANYEOL.

“Kau harus memakainya Eunsoo.”kata Chanyeol, lalu meletakkan kaos itu di pangkuan Eunsoo.

Eunsoo menyentuh kaos di pangkuannya, menatapnya lekat-lekat. “Tapi Chanyeol..”Eunsoo kembali menatap Chanyeol. “Apa ini tidak kekanak-kanakan?”

“Kau pikir menggunakan kaos dengan gambar kepala K L M N itu tidak kekanak-kanakan?”

Eunsoo langsung cemberut. “L Chanyeol! L!!”

“Sudahlah, kau harus memakai itu!”sahut Chanyeol, lalu mendekat. “Bersikap kekanak-kanakan akan membuatmu terlihat lebih muda.”

Eunsoo mencibir. Gadis itu tidak tahu entah dari mana Chanyeol mendapatkan teori aneh itu. Tapi sungguh, Eunsoo kemudian merasa bingung saat Chanyeol semakin mendesak sembari menarik ujung kaosnya.

“Ya! Chanyeol! Apa yang kau lakukan?!”seru Eunsoo sembari berusaha menahan kedua tangan Chanyeol.

Chanyeol seolah tak menggubris, kedua tangannya masih sibuk berusaha menaikkan kaos Eunsoo sementara bibirnya menyunggingkan senyuman gemas.

“Cepat buka bajumu. Kau harus memakai ini!”

Eunsoo melotot.

“Cepat Eunsoo, buka baju—“

“YA!!”

Pergerakan Chanyeol langsung terhenti. Kemudian Chanyeol mengejap pelan sembari menatap Eunsoo dengan wajah tanpa dosa.

“Oh? Kau ingin membukanya sendiri? Oke, kalau begitu cepat buka.”kata Chanyeol, tersenyum simpul lalu meletakkan kedua tangannya di atas pangkuan.

Eunsoo hanya diam.

“Kenapa? Ah! Kau malu? Kalau begitu aku akan menutup mataku.”

Chanyeol benar-benar menutup mata setelah itu. Namun tiga detik kemudian kelopak matanya mengerjap-ngerjap pelan, mengintip Eunsoo disertai senyuman tertahan.

“Cepat Eunsoo, aku tidak akan mengintip, aku janji.”

Chanyeol terus duduk di samping Eunsoo, memangku kedua tangan, menutup mata—sembari sesekali mengintip. Dan cengiran yang kemudian Chanyeol tunjukan membuat Eunsoo akhirnya menyambar bantal di sisi tubuh.

Lalu melayangkannya ke tubuh Chanyeol.

.

.

Bugh.

.

.

“Akh!!”

“KELUAAARR!!!”

.

.

.

.

Di atas rerumputan hijau di taman belakang rumah Eunsoo, mereka merebahkan tubuh dengan posisi terlentang, berdampingan. Memperhatikan langit malam yang dihiasi ribuan bintang dan bulan yang bersinar dengan sempurna.

Dan mereka terlihat nyaman dengan T-Shirt couple yang mereka kenakan.

“Eunsoo-ya.”

“Hm?”

“Kau percaya dengan permohonan yang akan terkabul saat ada bintang jatuh?”

“Aku bukan pecinta drama sepertimu, jadi aku tidak akan percaya.”

Chanyeol tersenyum simpul. Mereka masih memandang ke arah langit dan membiarkan suasana hening menyelimuti mereka selama beberapa saat setelah itu.

“Meskipun aku percaya dengan permohonan saat ada bintang jatuh..”Chanyeol kembali bersuara. “Sepertinya aku tidak akan meminta apapun jika ada bintang jatuh di langit.”

“Kenapa?”

Chanyeol kemudian menghadapkan wajah ke arah Eunsoo. Menatap sisi wajah Eunsoo lekat-lekat.

“Untuk apa meminta jika aku sudah memiliki semuanya?”

Eunsoo menoleh, hingga kini wajah mereka saling berhadapan.

“Dia melihatku.” Chanyeol tersenyum, lalu mendaratkan kecupan hangat di bibir Eunsoo. “Aku mencintaimu, Eunsoo-ya.”kata Chanyeol setelahnya.

Tidak peduli seberapa banyak orang yang mengatakan bahwa Chanyeol itu bodoh. Chanyeol sering mendapatkan nilai rendah. Chanyeol selalu menjadi bulan-bulanan dosen dan Chanyeol yang selalu menjadi bahan bully-an Kai dan yang lainnya.

Di mata Eunsoo, Chanyeol tetaplah sosok seorang pria yang begitu berarti dalam hidupnya.

Hanya bersama Chanyeol, Eunsoo bisa menjadi dirinya sendiri. Hanya bersama Chanyeol, Eunsoo bisa merasa begitu nyaman, begitu hangat dan begitu menenangkan.

Dan hanya bersama Chanyeol, Eunsoo bisa merasakan seperti Ia adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini. Eunsoo seolah bisa merasakannya, bagaimana sorot mata Chanyeol seolah mengatakan bahwa Eunsoo adalah satu-satunya wanita yang bisa Chanyeol lihat di dunia ini.

Mungkin Chanyeol benar, hanya pria bodoh mau mencintai Eunsoo hingga seperti ini. Dan Eunsoo tidak menyesal. Eunsoo akan sangat bersyukur jika pria bodoh itu adalah seorang Park Chanyeol.

“Chanyeol-ah.”Eunsoo menarik satu lengan Chanyeol, lalu meletakkan kepalanya di atas lengan Chanyeol seraya melingkarkan satu tangannya pada pinggang Chanyeol, memeluk pria itu erat-erat. “Aku juga mencintaimu.”gumam Eunsoo, lalu menyembunyikan wajahnya yang merona dibawah dagu Chanyeol.

Chanyeol tersenyum senang sembari membalas pelukan Eunsoo. Mengelus punggung Eunsoo sembari meletakkan dagunya dipuncak kepala Eunsoo.

“Eunsoo-ya.”

“Hm?”

“Maaf, aku membuatmu marah hari ini.”

Eunsoo menutup mata sembari memeluk Chanyeol semakin erat. “Aku akan melupakannya kalau begitu. Terima kasih, aku menyukainya bajunya.”

Chanyeol menggigit bibir bawahnya dengan gemas.

“Kau tidak marah lagi padaku?”

Eunsoo hanya menggeleng dalam pelukan Chanyeol.

“Kalau begitu.. apa kau tidak akan marah jika aku jujur padamu?”

Eunsoo langsung mendongak. Menatap Chanyeol dengan tatapan bingung namun sisa-sisa senyuman masih menghiasi wajahnya. “Apa?”

Chanyeol merasa lega melihat itu.

Maka Chanyeol tersenyum lebar sembari menjawab dengan nada tenang. “Sebenarnya aku tidak menyimpan bajumu di laci. Aku mengguntingnya menjadi beberapa bagian lalu membuangnya ke tempat sampah.”

Senyum Eunsoo memudar.

Sementara Chanyeol mendekapnya semakin erat. “Kau tidak akan marah padaku ‘kan Eunsoo?”senyum Chanyeol semakin mengembang. “Kau tidak akan marah ‘kan? Ya, tentu saja kau tidak akan marah. Eunsoo ‘kan mencintai Chanyeol! Haha!”

“……..”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“AAAA!!! Ibu! Eunsoo menggigit tanganku!!!”

.

.

.

“L OPPAA!!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Sorry for bad fic and typo(s)

190 responses to “STUPID LOVERS (T – SHIRT) by noonapark

  1. ya ampun… ficlet series ChanSoo ini bener2 slalu bikin aq senyum2 n ketawa sndri ky org gila… aq slalu dpt feel nya d scene apapun…
    Yeol kq bisa ya seromantis ini ?
    Dr awal aq slalu mmperhtikan… Ada 1 kalimat yg mngkin jd favorit author nih soalnya d setiap series slalu ada klimat ini… “…..menelan saliva-nya samar” entah itu diawali dgn Chanyeol/Eunsoo, tp kbnykn Eunsoo… dan chap sblum ini spertinya pling byk kalimat itu… 🙂
    ya udh dc nnti aq bca lg ya lnjutnnya.., 😀

  2. akhir2nya pasti mereka teriak mmelulu wkwkwkw bener bener pasangan yang lucu. si canyul padahal udah gede, padahal laki eh kok demen banget teriak manggil ibunya wkwkwkwkw

  3. AHAHAHAHAHA SERIES INI YANG BIKIN AKU NGAKAK WKWKWKWK dan series ini juga yang paling sweet bhak XD disini eunsoo nya yaaa lumayan kek yeoja /? Wkwkwkwk aku suka bagian yang mereka tiduran sambil ngeliat langit2 gitu AAAA AKU FANGIRLINGAN GARA2 KALIMAT PCY WKWKWK XD
    As always yaaaa ini selalu berakhir dengan teriakan wkwkw XD yaudah sih pcy ga ush dibilang juga kalo lu ngerobekinnya HAHA sumpaaahh ngakak XD
    Okeeee lanjut bacaaaa~~~
    Fighting!!!

    Smooch ! ❤

  4. Udah romantis-romantis gitu chanyeol malah ngerusak suasana -_- hahaha eunsoo gigit tangan chaanyeol hihi 😀

  5. GUA GEMEZ sama Canyol. kalau gw disitu gitu, gw bakal marah banget, pukul-pukul , gigit tangannya juga -_- enak banget gunting baju orang dan itu favorit, TANPA IZIN! mau dia pacar gw kek, temen gw kek, mati lo di tangan gw *loh* tapi keren, sorry muncul dua kali deh kayaknya 😀

  6. haha, masaki iya dia cemburu cuma gegara bajunya eunsoo sampek digunting-guntingin lagi haha. chanyeol suka why. eunsoo juga seneng banget pas tau chanyeol buatin t-shirt couple, tapi langsung ngamuk waktu tau bajunya disobek-sobek sama chanyeol haha

  7. Hahahahaha…. Udab curiga kalo ada apa-apa sama tu baju L oppa. Ternyata diguning dan dibuang…omaygot Chanyeol.. Segitu jelesnya.

    Terus bikin kaos couple dengan tulisan… Unyu unyu… Hahaha Chanyeol banget deh. Katakternya dapet banget.

  8. Chanyeol polos banget dah, segala pake digunting, ngakuinnya sambil senyum senyum pula. Aaahhh gemeesss ❤

  9. Nyiahaha ga ada chapter yg ga bkin aku ketawa.. baru aja mau mesra2an eh chanyeol malah mulai lagi jahilnya. Yaiyalah eunsoo marah. Aduh sneng nya sm couple ini..

  10. Makanya jangan macem macem ama fangirly chanyeol ah…..
    Tau rasakan skrg digigit eunso ….

    Pasangan ini bener beneer bikin ngakak

  11. SERIUSAN!!!!!! si yoda jail banget dahh
    Siapapun juga bakal emosi kl T -shirt gambar bias dia ancurin gitu TT
    KEEP WRITING JUSEYO!!!!!

    AUTHOR FIGHTING!!

  12. gemes liat tingkah chanyeol, polos tp pervert. Hihihih
    Kasian eunsoo, lama2 cepet keriput tuh, teriak2 mulu 😀 hahahah
    Keren eon,, aku suka

  13. chanyeol ngerusak aja baju L wkwk oh jadi cemburu nya gitu ya chanyeol sampe digunting2 gitu, salah sendiri jadi dapet gigitan dari eunsoo haha

  14. Ngakak baca ini. Chanyeol knp sih kelakuaannya gesrek bgt. Eunsoo sabar2 aja dapet pacar model kayak gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s