[Hunstal #3] Spoiled Boy – 1st Shot

Spoiled boy

-by. Ryokucha

Oh Sehun (EXO), Jung SooJung/Krystal Jung (F(x))

OneShoot/Series | PG-16 | Fluff, romance

Disclaimer : I don’t own anything beside the storyline. Sehun and Krystal are belongs to our God and their family. This story is just a Fanfiction, and purely come from my weird brain. Hope you enjoy it.

Warning For Typo’s and mainstream Storyline.

PLEASE READ AUTHOR NOTES BELOW

Happy reading^^

Already posted in here

Previous :

#1 Paper Heart | #2 Get Sick!

[Spoiled Boy – 1st Shot]

“apanya yang tidak gampang sakit?” omel Krystal.  Sekarang ia baru saja pulang kuliah dan tengah berjalan ke apartemen Sehun.

Kemarin, Krystal benar-benar dipaksa beristirahat total oleh Sehun, dan alhasil hari ini ia sudah sembuh 100%. Dan kini Sehunlah yang jatuh sakit. Sepertinya ia benar-benar menyerap seluruh virus flu di tubuh Krystal saat menciumnya kemarin.

Sehun sendiri hanya mengabari Krystal karena kalau ia bolos karena malas. Tapi Krystal segera mengetahui kalau namja tampan itu sakit dari teman dekat Sehun, Kai. Krystal mau tak mau merasa bersalah karena ialah yang menulari Sehun virus flu itu.

Ting.. Tong…

Kini Krystal sedang membunyikan bel apartemen Sehun. Ia sendiri sebenarnya sudah sangat sering mengunjungi apartemen namja itu. Tapi baru kali ini ia menjenguk Sehun yang sedang sakit.

5 menit Krystal berdiri di depan pintu, Sehun belum juga menampakkan batang hidungnya. Krystal kembali membunyikan bel, dan kali ini direspon dengan teriakan Sehun.

“Arasseo! Chankanman! Ish..” terdengar gerutuan Sehun dari dalam. Tak lama, Sehun membukakan pintu. Dan Krystal segera membulatkan matanya.

Sehun sedang Shirtless. Ia hanya mengenakan celana Training berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang pucat. Wajahnya yang biasanya memang pucat kini sangat pucat. Dan ia bermandikan keringat. Damn.. Sehun kelihatan sangat.. Argh… pikir Krystal.

“Sehun-ah? Kau kenapa? Pakai bajumu!” kata Krystal.

“tapi aku kegerahan!” katanya.

“tidak ada tapi-tapian! Ppali!” kata Krystal tegas. Sangat tidak enak melihat Sehun seperti itu. Meskipun sebenarnya sangat mempesona.. tapi tidak Krystal, Sehun hanya sedang sakit!

Sehun menampakkan wajah memohon seperti anak kecil, tapi begitu melihat Krystal yang menatapnya tegas, ia terpaksa mengangguk dan masuk ke dalam. Krystal mengikutinya masuk dan menutup pintu di belakangnya. Ia segera beranjak ke dapur meletakkan kantong plastik bawaannya.

“SooJung-ah..” terdengar gumaman pelan Sehun. Masih terlihat antara sadar dan tidak. Sehun kini mengenakan kaos hitam yang sangat pas dengan tubuh atletisnya.

“Sehun, kau sedang sakit. Tidur sana!” suruh Krystal sambil membuka-buka kantong plastic bawaannya.

“yang tamu disini itu dirimu. Kau harus duduk disana dan aku akan membuatkan minum untukmu.” Kata Sehun yang kelihatannya sedang mengigau.

Krystal menatap Sehun yang sekarang dengan tangan bergetar berusaha mengambil gelas. Gadis itu mengambil alih semua yang sedang dikerjakan Sehun, lalu menatap Sehun langsung ke matanya.

“Oh Sehun, deureobwa.” Kata Krystal berusaha mendapatkan perhatian Sehun sepenuhnya. “kau sedang sakit, aku datang kesini bukan sebagai tamu, tapi sebagai sustermu. Sekarang turuti perintahku dan jangan melawan.”

Sehun tersenyum jahil pada Krystal. “baiklah.. tapi cium aku dulu.” Kata Sehun sementara Krystal hanya memutar matanya.

“Sehun, jinjja!” keluh Krystal. “baiklah, aku akan menuruti permintaanmu, sekali ini saja. Setelah itu jangan melawan lagi!”

Sehun mengangguk senang. Kemudian memejamkan matanya menunggu Krystal menciumnya. Bibirnya maju-maju tidak karuan membuat Krystal ingin tertawa alih-alih mencium Sehun. Tapi akhirnya gadis itu mengecup bibir Sehun singkat, kemudian menggusur (?) Sehun kembali ke kamarnya.

Sehun yang tidak puas hanya cemberut memandangi Krystal, tapi ia menurut juga saat Krystal menyuruhnya berbaring dan menyelimutinya.

“kajima..” gumam Sehun saat Krystal hendak keluar untuk mengambil baskom dan kompres.

“na anga.. chankanman gidaryeo. Aratji!” kata Krystal. Kemudian ia keluar dan kembali 2 menit kemudian. Saat melihat Sehun, ia mendapati namja itu sudah terlelap dengan pulasnya.

Mau tak mau Krystal tersenyum melihat wajah tidur namjachingunya yang kelihatan menggemaskan. Berbeda dengan wajahnya saat bangun yang terkesan sangat dingin. Oh Sehun berubah dari Namja dewasa yang dingin ke anak kecil yang manja hanya dalam sehari, membuat Krystal yakin kalau Sehun memang masih labil (?)

Gadis itu duduk di kursi yang tadi diletakkannya di samping ranjang Sehun. Meletakkan baskom dan kompres di meja disampingnya, dan memandang wajah tampan namjachingunya yang kelihatan pucat. Sehun masih saja dengan betahnya tertidur lelap dengan napas yang lambat, tenang, dan teratur.

“makanya jangan seenaknya menciumku tuan Oh!” gumam Krystal sambil tersenyum lembut. Tangannya menelusup ke dahi Sehun, merasakan panasnya. Lalu mengecupnya lembut. Gadis itu meletakkan kompres, lalu beranjak keluar kamar.

Ia yakin Sehun pasti belum makan sejak pagi karena ia tahu persis namja itu keahliannya yang paling tinggi di dapur adalah memasak ramyeon instan. Itupun pasti terlalu matang, atau kurang matang. Tidak pernah sempurna.

Kini gadis itu mengikat rambut panjangnya dan mulai bekerja memasak bubur untuk Sehun. Dalam waktu setengah jam, wangi bubur yang harum sudah memenuhi ruangan.

Sehun yang memang sudah kelaparan sejak pagi merasa terpanggil. Ia melangkah ke dapur sambil mengucek-ucek matanya seperti anak kecil. Kemudian matanya menangkap Krystal yang sedang memasak sambil membelakanginya.

Krystal tersentak saat merasakan sepasang tangan kekar melingkar begitu saja di pinggang rampingnya dan merasakan beban di pundak kanannya.

“Sehun? Kenapa kau bangun heum? Masakanku belum siap semua.” Kata Krystal lembut sambil mengelus rambut Sehun yang kini berada di pundaknya. Namja itu menenggelamkan kepalanya di bahu sempit Krystal.

“baegopha..” gumam Sehun sambil mengambil napas dalam dalam, menghirup wangi parfum Krystal yang sangat disukainya. Entah sudah berapa kali hari ini Krystal tersenyum karena tingkah manja Sehun.

“sebentar lagi kau bisa makan, kau duduk di meja makan sana. Kau pasti pusing kan?” tanya Krystal. Sehun hanya diam saja membuat Krystal khawatir.

Tapi kemudian ia merasakan sentuhan-sentuhan lembut di sekitar lehernya. Sekarang Krystal menyesal tidak tetap menggerai rambut panjangnya. Sehun kini sedang mendaratkan bibirnya di sekeliling leher jenjang Krystal.

Krystal mulai terganggu dengan aktivitas Sehun mulai memberontak. “Sehun.. geli!” kata Krystal. Ia mencoba menghindar dengan keluar dari pelukan Sehun, tapi jelas saja namja itu lebih kuat.

“Krystal.. diam~” gumam Sehun dengan nada memerintah.

“Sehun.. kau bilang kau lapar? Buburnya sudah jadi!” kata Krystal. Sehun merengut, tapi cacing-cacing di perutnya memang sudah demo minta makan sejak tadi. Jadi akhirnya ia mengalah dan melepaskan Krystal. Lalu menatap masakan yang sekarang sedang disiapkan Krystal dengan pandangan tak sabar. Tak sabar ingin memakannya tentunya.

Sehun terus mengekori Krystal sampai akhirnya Krystal menyuruhnya duduk di meja makan dan meletakkan nampan di depannya.

“makanlah..” kata Krystal sambil meletakkan nampan penuh makanan itu didepan Sehun. Lalu duduk di hadapan namja itu.

“kau tidak makan?” tanya Sehun.

Krystal menggeleng. “aku sudah kenyang.” Kata Krystal. Sejujurnya melihat Sehun makan saja sudah membuatnya kenyang. Sehun kini hanya diam memandangi makanannya. Tiba-tiba seleranya hilang.

“wae? Katanya kau lapar?” tanya Krystal.

Sehun mengangkat wajahnya dan menatap Krystal yang kini sedang bertopang dagu menunggu Sehun mengangkat sendoknya. “Suapi aku.” Pinta Sehun.

Krystal menghela napasnya untuk kesekian kalinya. Sekarang, namja di depannya ini adalah Sehun dengan spoiled mode on. Sangat manja.

“kau sudah dewasa SeHun-ah! Makan sendiri.” Tolak Krystal mengundang wajah cemberut Sehun. Yang membuat Krystal tak sampai hati menolak permintaannya. Gadis itu kembali memutar bola matanya sambil menghela napas.

“baiklah.. sekali ini saja ya..” ujar Krystal diikuti anggukan senang dari Sehun.

Setelah semua makanan habis, lebih cepat dari perkiraan karena Sehun memang sangat lapar. Mangkuk dan piring sudah bersih dari makanan, Krystal segera mengangkatnya dan mencucinya sambil membereskan dapur, sementara Sehun kembali melanjutkan kegiatannya mengekori Krystal kemanapun gadis itu pergi.

“Sehun-ah.. hentikan!” keluh Krystal saat merasakan tangan Sehun kini sudah melingkari pinggangnya lagi. Dan Sehun sudah melanjutkan aktivitasnya menciumi leher Krystal. Oh My.. kini Krystal benar-benar merasa risih dengan segala kelakuan Sehun.

Tapi kini ia hanya merasakan napas Sehun di tengkuknya. Namja itu kembali tertidur dengan kepala bersandar pada pundak Krystal, membuat Krystal menghela napas pasrah. Gadis itu berusaha melangkahkan kakinya kearah kamar Sehun, lalu menidurkan tubuh Sehun yang berat di ranjangnya, dan menyelimutinya lagi untuk kedua kalinya.

“anak manja..” gumam Krystal lembut sambil menepuk puncak kepala Sehun yang sudah tertidur lelap.

Saat Krystal hendak pergi, Sehun menahan tangannya. Membuat Krystal terkesiap dan berbalik menghadap Sehun.

“apa lagi?” tanya Krystal.

“kajima..” gumam Sehun dengan nada memohon pada Krystal, membuat gadis itu lagi-lagi tak tega meninggalkan Sehun. Akhirnya ia duduk di kursi, menunggui Sehun yang belum tidur juga.

“Arasseo.. na anga. Jigeum geunyang ja!” suruh Krystal sambil balas menggenggam tangan Sehun. Tanyangannya yang lain ia letakkan di dahi Sehun untuk membuat namja itu tenang. Tak butuh waktu lama, Sehun sudah kembali terlelap dengan tenangnya.

Perlahan, Krystal beranjak pergi, tapi ternyata Sehun menggenggam tangannya kuat-kuat, membuat Krystal tidak bisa pergi kemana-mana. Gadis itu menghela napas kesal. Ia mengabil kompres dengan sebelah tangan dan meletakkannya di dahi Sehun. Kemudian ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Sehun.

“jinjja..” gumam gadis itu kesal.

Akhirnya, tidak ada pilihan lagi. Ia harus menunggu genggaman Sehun mengendur.

 

1 jam, kini Krystal sangat bosan. Ia kini mencoba menggerakkan tangannya untuk melepaskan diri, dan berhasil. Ia melirik jam, sudah waktunya Sehun minum obat. Ia beranjak ke dapur dan mengambilkan obat untuk Sehun.

Saat ia kembali, Sehun sudah dalam posisi duduk sambil memegangi kepalanya.

“kenapa? Pusing?” tanya gadis itu khawatir. Sehun mengangguk sebagai jawabannya.

Krystal meletakkan nampan berisi obat dan air minum disamping Sehun, kemudian mengulurkan beberapa pil pada Sehun. Namja itu menatap pil itu dengan pandangan takut.

“minumlah, ini untuk menghilangkan pusingmu dan menurunkan panas.” Jelas Krystal.

“shireo.” Kata namja itu singkat, namun sukses membuat mata Krystal membulat.

“Sehun-ah..”

“shireo.. rasanya pasti pahit sekali!” kata Sehun menolak keras. Krystal hanya memberikan tatapan tajam yang dibalas lebih tajam lagi oleh Sehun. Siapapun yang melihat cara mereka saling bertatapan saat ini pasti sudah berdiri bulu kuduknya dan kabur daripada terkena imbas dari hawa dingin membekukan ini.

Krystal menghela napas. Sadar kalau ia tidak bisa membujuk Sehun dengan memarahinya kali ini.

“Sehun-ah.. kau mau sembuh tidak?”

Sehun menggeleng. “sakit itu lebih enak.” Jawabnya polos membuat Krystal seketika memutar bola matanya kesal. Akhirnya tanpa basa-basi Krystal memasukkan obat itu kedalam mulut Sehun dan menyodorkan air.

“telan.” Perintah Krystal.

Wajah Sehun memucat. Ia langsung melompat turun dari kasur dan berderap ke kamar mandi. Memuntahkan obat yang tadi dijejalkan Krystal ke mulutnya. Krystal hanya bisa memandangi Sehun khawatir.

“pahiit~” keluh Sehun dengan lidah yang menjulur dan wajah yang acak-acakan. Ia kembali duduk di tempatnya semula, lalu meminum air yang ada di tangan Krystal.

“Sehun, jangan dirasakan! Langsung telan!” seru Krystal.

“tapi tetap terasa pahit!!” seru Sehun.

Krystal diam. Sehun berubah sangat manja sampai membuatnya kesal. Tapi juga menggemaskan disaat yang sama, membuat gadis itu tidak bisa marah pada Sehun.

Akhirnya, Krystal menghela napas, sebuah ide gila muncul di otaknya. Ia menatap Sehun yang menatapnya balik dengan tatapan polos khas Oh Sehun.

“kalau begitu, aku akan memaksamu meminumnya.”

 

KKEUT !!! to be continued~

 

A/N :

buat shot yang ini segini dulu ya.. shot selanjutnya diposting secepatnya.

mian karena kkeut tiba-tiba disini.. tadinya mau author jadiin oneshoot, tapi karena kepanjangan.. jadilah author bagi jadi two shoot. nggak apa ya? *readers pundung

shot kedua dari spoiled boy ini bakal author protect. jadi yang mau baca diharapkan comment dengan meninggalkan Uname twitter kalian dan follow Twitter author (@fransiskavidya) supaya author bisa langsung DM-in passwordnya ke reader-deul.

Maaf banget kemarin Ryo nggak sempet posting… badan Ryo sakit semua ditambah kuota mepet..

akhir kata.. semoga feelnya dapet dan kalian suka. See You Next Post !!

 

26 responses to “[Hunstal #3] Spoiled Boy – 1st Shot

  1. ngapain didiemin klo udah tao pahit Sehun elah Sehun dibalik sifatnya yg mesum ternyata manja bukan kepalang TT

  2. Ini kok greget siiiiih? Hahaha. Haduh kok tbc di situ sih? Hahaha. Penasara banget sama ide gila krystal.
    Kak, id twitterku intanxox ya? Bentar aku follow dulu, lanjut yaaaaaaa kak mwaaahch 😁😘😄

  3. sebelum baca aku comment dulu ya, soalnya kuota udah sekarat T_T
    yang pasti ditunggu lanjutannya… 😉

  4. maaf ya thro kemaren jadi seudjon 😀 hihihi
    aku kehilangan jejak blog pribadi authro… boleh minta linknya gak?

    waktu itu pun aku minta pw tapi authro gak kasih ㅠㅠ huaaa… yang sekarang harus ngasih ya ya ya jebal…! 😉 ff nya keren thro dari beberapa judul tapi semua lanjutannya *gaje?emang* ㅋㅋㅋ

  5. omooo~ sehun manja banget 😆gemesinnn ☺️kyaaa next thor next ga sabar nih /g
    ini thor @rhypP_

  6. aku sukaa mereka ber2~ feelnya dapeett bgt, dan serasi. apalagi kata2nya keren dan gampang dipahami 🙂 smangat terus eonii~ eon, aku boleh minta lewat no. telp ga? twitter aku udh ga aktif, miaan~ gomawoo eon:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s