[Friend] Goodbye – by Rika26

Goodbye, friend~

friend-goodbye

[Friend]

Goodbye

Copyright ©2015 Rika26 (choicoflat)

Starring by

EXO’s Chanyeol || OC’s Choi Young

F(x)’s Choi Sulli || Etc.

With feelin’

Angst, Friendship

General – Teen rated

Ficlet [1.009 word]

A/N

Annyeong, ini fict terabsurd pasti yang pernah kalian baca.-.

Alurnya ini super faster/? :3 makanya wordnya cuman sedikit :3

Kalau ada baca fict yang sama ditempat lain, itu bukan plagiat.-. liat nama authornya please T.T

Don’t bash me, no plagiat please! T.T

Storyline, OC, Poster, and Chanyeol (of course) belong to me *disetrum Chen

No, all cast belong to their family, agency, and God, saya hanya meminjam nama.-. *sungkem

(abaikan bahasa inggris ancur diatas-__-)

Warnin’ : Typo(s), absurd story, AU, alur maksa, kata-kata puitis yang terkesan alay(?), cerita pasaran, dsb

Okay, selamat membaca^^


Persahabatan itu tumbuh berdasarkan cinta, tidak ada persahabatan yang dilandasi tanpa rasa cinta yang tulus. Persahabatan tidak akan indah tanpa adanya cinta didalamnya. Yah, meskipun cinta itu mendasari sebuah persahabatan, ialah juga yang dapat merusaknya. Dan—meskipun cinta itu yang membuat persahabatan manis, tetapi cinta itu sendirilah yang akan membuatnya menjadi pahit. —

Pagi ini aku berjalan menyusuri koridor, para siswa tersenyum menyambutku—dan kubalas dengan senyum juga tentunya. Senyum ku makin mengembang saat kulihat dia berjalan kearahku dengan senyum derp khasnya, haha lucu sekali. Ia melambai kearahku dan mempercepat jalannya,

“Choi Young!” Itu namaku—dia yang meneriakkannya—masih sambil berjalan kearahku dengan tempo jalan yang bisa dibilang cepat. Tiga meter lagi tangannya tersangkut dengan tanganku, seseorang menabraknya dan mereka berdua pun jatuh tersungkur disertai buku-buku yang berceceran dilantai.

“Aigoo Yeol, berhati-hatilah” Aku membantu dia—Chanyeol—berdiri, kemudian beralih menatap orang yang ditabrak Chanyeol—yang ternyata adalah seorang yeoja,

“Agasshi, gwaenchana?” Aku membantunya memunguti buku-bukunya yang berserakan dilantai, dibantu Chanyeol juga.

Yeoja itu segera berdiri dan membungkuk berterima kasih padaku dan Chanyeol disertai senyumnya yang menurutku begitu manis.

“Ehm, mianhada. Aku tidak sengaja” Ujarnya lagi-lagi membungkuk.

“Ne, gwaenchana. Ah, aku belum pernah melihatmu, kau siswa pindahan ya? Siapa namamu?”

Yeoja itu kembali tersenyum, “Ne, aku siswa pindahan, namaku Choi Sulli”

“Kenalkan, aku Park Chanyeol, dan ini Choi Young—sahabatku” Chanyeol menjulurkan tangannya untuk bersalaman, yeoja itu membalasnya sambil tersenyum. Entah ini perasaanku saja atau waktu memang berhenti, kenapa mereka berjabat tangan lama sekali? Dan… mata mereka saling bertatapan memancarkan suatu rasa ketertarikan—entahlah, aku kurang ahli dibidang itu. Ada sedikit perasaan aneh didadaku saat melihat mata Chanyeol dan Sulli bergantian, entah karena apa. Yah, daripada aku makin tak suka, aku segera mengintrupsi aksi jabat tangan keduanya, “Kau kelas berapa?”

Mereka tampak gugup dan tersenyum kikuk, Sulli pun menjawab pertanyaanku “Ketua Shim bilang aku masuk kelas 3-A”

“Wah, kau satu kelas dengan kami, bagaimana kalau kita masuk kelas bersama? Kajja”

Mereka berdua berjalan mendahuluiku. Hey! Aku setengah berlari mengejar mereka yang sudah hampir sampai diambang pintu kelas sambil mendengus.

Aku masuk kedalam kelas bersiap duduk, namun—ya! Bangku ku, kenapa, duduk, Sulli, itu, disana, arrrgh!

Aku membuang muka ku, mengabaikan Chanyeol dan Sulli yang juga mengabaikanku. Kenapa jadi seperti ini?!

Aku kemudian duduk dikursi kosong samping ketua kelas, ini karena terpaksa, ku garis bawahi, TERPAKSA.

Ketua kelas bername tag Kim Myungsoo itu tampak menganga lebar saat mendapati ku duduk disampingnya. Pasalnya, aku dan ketua kelas menyebalkan itu sering perang mulut yang berakhir pada perang dingin. Aku pun tak tau kenapa dan apa penyebabnya aku bisa seperti itu dengannya. Yang pasti, ia itu adalah ketua kelas paling menyebalkan yang pernah kutemui.

Kami duduk dan belajar dalam kecanggungan, bahkan untuk sekedar bertanya tentang PR pun kami canggung, arrrrgh! Salahkan Sulli! Jangan salahkan aku!

***

Terkadang aku bingung dengan sikapnya, sikap yang menampakkan bahwa ia memiliki ketertarikan dengan orang itu—Sulli. Terlebih sekarang ia sering mengabaikanku sejak hari itu, hari dimana kami dipertemukan dengan seorang yeoja manis macam Sulli. Bukankah aneh? Kenapa aku bisa mengeluarkan hipotesa seperti itu? Entahlah, yang pasti aku bukan anak psikologi. Namun sepertinya kemampuan itu sudah ada sejak lahir, kemampuan yang harusnya hanya dimiliki mereka yang belajar psikologi.

Sekarang, aku, Chanyeol dan Sulli tengah makan disalah satu meja kantin, yah meskipun sebenarnya hanya mereka yang makan. Yang pasti mereka mengabaikanku, asyik bercengkrama ria, menganggapku seperti angin lalu. Dan—sudah hampir sebulan mereka begini. Entah semua itu disengaja atau tidak, yang pasti aku bisa gila.

“Hey Young! Aku dan Sulli punya kabar gembira untukmu!” Suara Chanyeol mengintrupsi lamunanku, aku mendongak menatap mereka berdua yang tampak tersenyum bahagia berbanding terbalik denganku.

“Apa? Cepat katakan”

“Aku dan Sulli sudah berpacaran!”

Oh, apa katanya?! Bisa diulangi?! Apa aku lupa membersihkan telingaku akhir-akhir ini? Oh semoga saja begitu. Aku menatap mereka tidak percaya, mungkin mereka mengartikan tatapanku ini sebagai tatapan bahagia, dan—oh aku terpaksa tersenyum bahagia berpura-pura ikut merasakan kebahagian mereka, “Sejak kapan?” Tanyaku lagi, bodoh! Kenapa aku malah menanyakannya?! Aish!

“Enggg, 2 minggu” Apa?! Sudah selama itu? Tuhan, kenapa mataku rasanya panas? Apa sekarang mataku akan mengeluarkan api? Oh tidak, itu berlebihan.

“Maaf baru memberitahumu sekarang Young, kami mencari waktu yang pas untuk mengatakannya padamu. Akhir-akhir ini kau jarang sekali berkumpul bersama kami karena taekwondo mu” Sulli menunduk malu, pipinya bersemu merah. Dan begitu juga mataku—sepertinya. Dan—oh lebih baik aku pergi sebelum aku menangis disini.

“Teman-teman, aku ketoilet sebentar” Tanpa menunggu respon mereka, aku segera pergi dari tempat itu dengan tempo berjalan yang mungkin tampak seperti berlari tanpa memperdulikan para siswa yang menatapku—entahlah, aku malas meneliti tatapan mereka. Yang terpenting sekarang adalah aku harus sampai di rooftop secepatnya. Eh—rooftop? Ya, itu tempatku untuk menangis, karena jika aku menangis disana tidak mungkin akan ada yang tahu.

Angin berhembus menerpa kulitku, terasa begitu nyaman. Kuhirup dalam-dalam udara itu, kemudian menghembuskannya pelan. Yang aneh menurutku, kenapa aku tidak jadi menangis? Apa pasokan air mataku sudah habis?

Kutatap sekitar sekolah, aku dapat melihat semuanya dari sini, mataku tertuju pada sepasang muda-mudi yang berjalan menuju kelas, aku mengenali mereka. Mataku kembali memanas, dan anehnya, air mata tetap tidak mau menetes. Aku sudah terlalu lelah menangis, sepertinya. Apa aku harus merelakan mereka?

***

Ini sudah 4 bulan sejak kejadian itu, dan sikap Chanyeol makin parah. Bahkan hanya untuk menyapaku saja teramat jarang, atau bahkan tidak pernah lagi. Ia seperti kacang yang lupa pada kulitnya, yah dia melupakanku. Semuanya terasa hampa semenjak 5 bulan yang lalu, sejak kedatangan Sulli disekolah ini, semuanya menjadi runyam. Huft, kenapa aku terus menyalahkan Sulli? Oh, aku tidak seharusnya begini. Aku kan sudah bertekad akan melupakan Chanyeol. Huh, aku menghela nafasku kasar dan menatap surat kelulusanku sendu. Hari ini adalah hari kelulusanku dan seluruh kelas tiga yang seangkatan dengaku—itu termasuk Chanyeol dan Sulli. Sedari tadi aku terus  mencoba menghubungi Chanyeol namun selalu dijawab oleh operator.

“Kau buat surat untuknya, nanti aku akan menyampaikannya. Cepatlah, appa mu bilang pesawatmu akan take off 1 jam lagi kan?” Perkata’an Naeun ada benarnya juga, ah dia sepupu yang sangat baik. Tanpa menjawab pertanya’annya, aku mengambil sebuah notebook berukuran besar dari dalam tasku, dan mulai menuliskan sesuatu disana.

Setelah selesai dengan surat, aku kembali mencoba menghubunginya, namun sama saja—selalu gagal. Dan sekarang saatnya aku harus pergi, maaf Chanyeol aku tak bisa mengucapkan kata perpisahan untukmu. Persahabatan kita memang dilandasi rasa cinta dan kasih sayang. Tapi mungkin cinta yang kusumbangkan untuk membangun persahabatan ini terlalu berlebihan, hingga rasanya sakit seperti ini.

Naeun dan ketua kelas menyebalkan yang ternyata pacarnya Naeun—Myungsoo, tersenyum kearahku seiring dengan langkahku yang mulai memasuki pintu keberangkatan, aku balas tersenyum kearah mereka dan melambai.

Selamat tinggal Korea, selamat tinggal Seoul, selamat tinggal sahabatku, selamat tinggal cintaku, dan selamat tinggal Park Chanyeol~

END or TBC?

Faster.-. ngalahin larinya kelinci :3

Hayoo, end or tebece?.-.

Aku ada sequelnya/?, tapi belum selesai :3

Ada yang mau dilanjut? *gakada-__-

Yah, tapi pokoknya must keep RCL please! ^^v :’v


Mini Library

Series

Oneshot


Silent readers? Is not my style!

Contact me :

Advertisements

33 responses to “[Friend] Goodbye – by Rika26

      • huhu, maaf ya, alurnya emang kecepetan u,u insyaAllah sequelnya aku share lusa :’v pokoknya kalau udah selesai, thankseu komennya^^

  1. Sedih bgt.. Chanyeol banyak berubahnya sih, tapi bagus kok author. sequel nya dong. Bikin chanyeol suka dan tergila-gila sama choi young, hehe.

  2. Pingback: I’m Sorry [Kris] – by Rika26 | SAY - Korean Fanfiction·

  3. Pingback: Please Back [Chanyeol] – by Rika26 | SAY - Korean Fanfiction·

  4. Pingback: [Friend] Say Hello #Goodbye next series – by Rika26 | SAY - Korean Fanfiction·

  5. Eh seru ya wkwk
    Baru kali ini baca ff castnya chanyeol 😀
    Kasian banget dikacangin gitu-_- potek banget lgi pas dikasih tau kalau chanyeol sulli pacaran :’D
    next y

  6. Pingback: Another Sumgyeojin? [Its You Kim Jong In’s next series] | SAY - Korean Fanfiction·

  7. Pingback: BOOKMARKET | ELECTRIC WATER FROST·

  8. Alurnya cepet masa thor/? huft padahal udah dengerin lagu galo kenceng” eh malah tbc akhirnya gajadi nangis :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s