[CHAPTER] DAY DREAM – IT’S STARTED #1 (APPLYO)

Day-Dream-poster.png

Title: Day Dream – It’s started #1 by APPLYO

Author: Applyo (@doublekimj06)

cast:

– Kim Jongin

– Yoon Ji  Hyun

Genre: Romance, Marriage Life (*coming soon), Drama.

Lenght: Multichapter  

Rate:  PG-17

Poster by Leesinhyo @ ART Fantasy

Teaser

My heart is covered black, your place
Your heart is burnt white, my place
Of course you can’t get sick of this play
(You know what it is?)

[PLAY -> EXO – PLAYBOY]

**

Suara decakan lalu desahan yang berasal dari cumbuan dan sentuhan-sentuhan kecil di daerah sensitif itu terdengar merdu di ujung lorong sebuah universitas. lorong yang hanya akan di lalui oleh beberapa mahasiswa kesenian -tapi sayangnya untuk kali ini lorong itu sepi pengunjung. membuat kedua muda-mudi asyik bermain-main liar disana.

Panas, bergairah dan nampaknya terlalu menikmati membuat kedua sejoli ini lupa apa yang mereka lakukan atau setidaknya tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan di tempat itu, mungkin-
Pasangan yang sedang bercumbu itu terus asyik menautkan bibir satu sama lain, menghisap lalu mengigit dan berakhir dengan perang lidah yang saling bertaut cukup panas tak lupa tangan si pria yang terus menyetuh beberapa lekuk daerah sensitif sang gadis membuat gadis dihadapannya mendesah berirama.

Terlalu asyik ber’main‘ membuat kedua sejoli itu tak sadar bunyi dering yang terus menginterupsi kedua kalinya. Mau tak mau sang pria melepas tautannya dan membuat sang gadis terlihat sedikit kecewa.

lalu pria itu meraba raba saku mantelnya dan mendapati bahwa ponselnya berdering.

Pria itu dengan segera menarik benda persegi panjang itu keluar dari saku mantelnya lalu menatap layar ponsel dan tertera sebuah nama yang membuatnya membelalakan mata cukup lebar lalu menatap sang gadis dan ponselnya bergantian.

“Siapa?” tanya sang gadis yang biasa  di sapa Hyerin itu penasaran, seraya mendongkakan kepalanya untuk melihat layar ponsel sang pria.

“Ayahku!” balasnya lalu memasukan kembali ponselnya ke mantel tanpa peduli benda itu terus berdering.

Hyerin mengkerutkan dahinya lalu memutar bola matanya malas “Angkat saja” ujarnya lalu membalikan badan dan menatap ke arah lain, membiarkan sang pria mengangkat panggilannya lebih leluasa.

“Sudah biarkan saja,” balas pria itu dengan suara beratnya, lalu kembali meraih pinggang Hyerin dan memeluknya dari belakang lalu mengecup lembut lehernya yang putih.

Gadis itu kembali menggigit bibir bawahnya, tapi untuk kali ini ia menahan desahan lantas melepas pelukan sang pria dan memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan pria itu.

“Bagaimana kalau itu penting? Ayahmu pasti menunggu” ujarnya pelan lalu mengecup ujung bibir pria itu dan mulai merapihkan dirinya sendiri yang bisa di bilang –cukup- berantakan.

“Kau berhutang satu kecupan denganku, Min Hyerin.” Protes  sang pria berusaha menarik kembali Hyerin untuk ia cium tapi sayangnya gadis itu terlanjur menghindar.

Hyerin tersenyum miring lalu menarik kerah kemeja  sang pria dan mendekatkan bibirnya pada telinga pria itu .

“Kim Jongin. Aku mau jadi kekasihmu”

“Jinri sayang, ada apa? Maaf oppa tidak mengangkat panggilanmu, oppa sedang ada kelas hari ini”

Jongin duduk di ujung tangga, bersandar nyaman pada tembok lalu menyahut lagi pada benda persegi panjang yang kini menempel pada telinganya yang sejak tadi terus mengusiknya dan membuat aktifitas ber’main’ nya terhenti begiitu saja. “Baiklah, besok malam oppa akan menjemputmu dan kita pergi ke klub besok”

Pria berkulit tan  itu menaikan ujung bibirnya “Saranghae, kau kekasihku yang terbaik dan-” Jongin menjeda kalimatnya lalu memutar bola matanya malas “satu-satunya.” lanjutnya pelan.

Di ujung sana, Gadis yang di panggil Jinri itu terdengar tertawa lalu melayangkan sebuah kecupan pada ponselnya yang jelas pria itu hanya mampu mendengarnya tanpa bisa merasakan hangat dan lembutnya kecupan itu. “Oke, sampai besok Jinri-ku sayang.” jawabnya antusias lalu memutuskan sambungan telpon dan memasukan benda itu kedalam jas mantelnya.

“Kau membuat pria sepertiku kehilangan akal, Jinri sayang!”

-o0o-

Gadis ini berulangkali menatap ponselnya yang terus berdering. Ia tidak mau mengangkatnya dan memilih fokus menarikan jari jarinya di atas keyboard lalu menatap layar komputer dan naskah di sampingnya bergantian.

“-Jihyun laporan ini harus selesai besok pagi sebelum aku rapat.”

kata kata itu lantas kembali terbersit saat gadis bernama Jihyun itu mengetikan sebuah nama ‘Cho KyuHyun’ atasannya dalam laporan yang ia ketik kali ini. Gadis itu meringis lalu melemparkan naskah di sampingnya ke sembarang arah tak peduli jika sesorang akan memungutnya dan melemparkan kertas itu ke tong sampah, tapi sayangnya gadis itu terlanjur sadar dan memungut lagi lembaran lembaran itu.

Ya– seharusnya ia tak mengerjakan laporan bodoh ini lagi jika atasannya itu mengerti akan maksud penelitian yang Jihyun lampirkan, tapi bodohnya atasannya itu –Cho Kyuhyun– lebih memilih revisi awal di banding penambahan lampiran yang ia buat. Membuat dirinya harus merevisi kembali laporan itu hari ini dan hal terburuknya lagi adalah laporan itu harus selesai besok pagi.

Jihyun kembali memfokuskan dirinya pada layar komputer dan berusaha sebaik mungkin agar laporan itu bisa ia selsaikan hari ini.

Makan siang, mengobrol, atau jalan jalan saat di kantor -Jihyun lupakan kali ini bahkan puluhan panggilan dari Kekasihnya ia lewatkan dan membiarkan ponsel itu terus berdering ratusan kali, ia tak peduli jika kekasihnya itu marah tapi hal yang terpenting saat ini yaitu menyelsaikan laporan sebelum besok pagi.

Bagi Jihyun, pekerjaan adalah perioritas utama dalam hidupnya semenjak tiga tahun terakhir. Gadis bernama lengkap Yoon Jihyun ini memiliki kebiasaan atau tabiat yang menyatakan bahwa uang adalah nomor satu dan yang meghasilkan uang itu sendiri adalah pekerjaan. Bisa dibilang bahwa Jihyun termasuk gadis materialistis dan itulah salah satu alasan ia mencari seorang pasangan yang kehidupan keuangannya lebih mantap dari dirinya.

Hingga usianya 24 tahun seperti saat ini, Jihyun selalu berpikir bahwa cinta tidak penting  yang terpenting adalah uang termasuk pekerjaan,  gadis berambut hitam kecoklatan ini tak pernah menampik bahwa dirinya pernah mengalami masa remaja seperti gadis pada umumnya, jatuh cinta di masa puber atau sebagainya tapi yang hanya ia ingat saat masa remajanya adalah ia bekerja paruh waktu di suatu cafe demi menghidupi dirinya sendiri. sungguh kenangan remaja yang menyedihkan.

“Jihyun kau sibuk?” ucap seorang gadis cukup tinggi yang tiba tiba muncul dari balik pintu dengan kedua tangan menenteng segelas orens jus lalu berusaha masuk kedalam ruangan nya.

Ya siapa lagi kalau bukan Kim Hyunjo si saingan terkuat Jihyun di tempat kerja, Tapi bedanya- Hyunjo tak pernah berpikir sama dengan sahabatnya itu. ia selalu berpikir bahwa Jihyun adalah sahabatnya bukan musuh apalagi saingan. Gadis itu hanya terlalu terobsesi dengan kehidupan dan membuatnya begitu sempurna tanpa teman atau kekasih dan yang ia perlukan hanya uang, menurut Hyunjo pada Jihyun.

“Tuan Cho menyuruhku kembali merevisi laporan ” jawab Jihyun memutar bola matanya malas dan tetap asyik menarikan jari-jarinya di atas keyboard memperbaiki setiap kata yang salah untuk laporan akhir tahunnya dan berusaha mengabaikan Hyunjo yang menyapanya.

Gadis Kim itu hanya menganguk lalu mengambil sebuah kursi kosong disamping meja Jihyun lalu mendudukan dirinya disana

“Hubunganmu dengan Junmyeon baik baik saja?”  bisik Hyunjo seduktip dan memutarkan fakta pembahasan saat ini.

Gadis Yoon itu menatap layar ponselnya sesaat lalu kembali menatap layar komputer. “Tentu dia selalu baik.” ujarnya santai tanpa peduli bahwa Junmyeon –kekasihnya– akan marah karena hari ini ia mengabaikan puluhan atau mungkin ratuusan panggilan dari pria itu.

“Kau selalu sibuk dengan pekerjaan, kau tak takut dia…” Hyunjo menjeda perkataannya lalu melanjutkan dengan sedikit berbisik “Selingkuh?”

Jihyun memutar otaknya dan berpikir kembali pada kekasih satu satunya itu setelah sahabatnya Hyunjo bertanya hal itu padanya, Ya Junmyeon adalah kekasih yang Jihyun idolakan selama ini- kekasih yang mampu membuatnya bekerja di kantor ini, kekasih yang mampu membelikannya sebuah apartement dan kekasih yang selalu menghidupi dirinya dengan baju baju mewah atau perhiasan mahal. tapi sungguh di sayangkan karena Jihyun tak pernah memiliki perasaan pada kekasihnya itu. Jadi jangan berpikir bahwa Jihyun akan cemburu jika pria itu benar benar selingkuh. Tolong di catat dan di garis bawahi bahwa Jihyun tak akan pernah cemburu jika pria itu selingkuh atau berpaling darinya sekalipun.

“Haruskah aku peduli? come on Hyunjo. kau tau dia sangat mencintaiku dan yang membuat hidupku seperti ini adalah dia. apa semua ini aku dapatkan secara gratis? oh ayolah ini tahun modern dan saling mencinta bukan perioritas utama dalam suatu hubungan.” ucap Jihyun menaikan nada bicaranya tak peduli beberapa orang menatapnya dan ia tak pernah takut bahwa semua orang akan tahu dirinya benar-benar gila.

Kim Junmyeon adalah kekasih Jihyun sejak ia duduk di bangku perkuliahan semester terakhir, pria yang biasa di sapa Junmyeon itu memilki usia 1 tahun lebih tua dari Jihyun. Ia menyandang gelar seorang profesor muda dan seorang wakil CEO perusahaan KIMS’ Corporation milik keluarganya, jadi jangan tanyakan kenapa Jihyun suka pada Kim Junmyeon karena alasannya jelas bukan karena cinta.

“Jadi kau masih berpikir tidak mencintai pria itu setelah kalian berhubungan lebih dari dua setengah tahun?” Hyunjo memutar bola matanya.

Jihyun menganguk. “Aku akan belajar mencintai Junmyeon jika aku bisa”

Mungkin satu satu nya hal yang membuat kehidupan Jihyun bahagia adalah uang, tak ada sahabat atau kekasih. ia terlalu peduli akan karirnya yang sempurna dan tak ingin mengotori hidupnya dengan permasalahan seperti wanita pada umunya yang terlalu terobsesi pada pria dan mencintai pria secara berlebihan atau pada kadar batas yang terlalu prontal seperti sahabatnya itu, Hyunjo.

Lain halnya dengan Jihyun, Hyunjo selalu berpikir bahwa uang bukanlah segalanya mengingat sejak kecil Hyunjo tak pernah kekurangan uang sepeserpun dan hidupnya penuh kasih sayang hingga ia dewasa seperti saat ini, ia berpikir bahwa cinta adalah anugrah yang membuat dirinya bahagia, dicintai lalu mencintai.

“Hey, kau masih berhubungan dengan bocah aneh itu?”  tanya Jihyun mengalihkan topik pembahasan tentang hidupnya ke kehidupan percintaan Hyunjo yang terlalu kekanak kanakan menurutnya.

Bayangkan, di usia Hyunjo yang hampir menginjak 1/4 abad ia berpacaran dengan seorang mahasiswa yang usianya jelas berbeda jauh dengan dirinya hanya demi alasan cinta? sungguh kadar batas cinta yang menurut Jihyun terlalu berlebihan.

Hyunjo menatap Jihyun dengan sinis, “Berhenti mengatakan Jongin sebagai bocah aneh.”

Jihyun menghentikan aktivitas mengetiknya lalu beralih menatap teman satu kantornya itu. “Haruskah aku berkata Jongin oppa sepertimu? jelas jelas usiaku lebih tua darinya so..”

“Dia pria sempurna bagiku, dia tampan, dia pAndai, dia romantis, dia kaya, dia sexy, dan yang terpenting dia setia.” jawab Hyunjo mantap dan membayang bayangkan kekasih yang sangat sempurna dimatanya, Kim Jongin.

Jihyun memutar bola matanya malas “Yayaya.. itu menurutmu, bagiku dia tetap seorang bocah aneh yang mencintai orang yang lebih tua, harusnya bocah itu membuka matanya lebar lebar dan mengetahui berapa usia kekasihnya sekarang”

Hyunjo berdiri dari kursinya, kemudian ia menjitak kepala Jihyun “Yoon Jihyun!!!! KAUUUUU!!”

**

Beberapa pria populer yang tengah bermain basket di tengah lapangan merupakan suatu tontonan yang tidak boleh untuk di lewatkan. Siapa yang tak ingin menonton pria populer dan tampan bermain basket? khususnya seorang gadis, pasti mereka tak akan membiarkan tontonan gratis itu terbuang sia-sia. seperti kali ini, beberapa mahasiswa jurusan Seni yang rata rata populer seperti Luhan dan Chanyeol yang tergolong sebagai mahasiswa tertampan di team basket tengah menunjukan kemampuannya di hadapan beberapa gadis. Men-dribbling, passing, Shooting Mereka lakukan dalam permainnya.

ketika Luhan dan Chanyeol melakukan Rebound teriakan para gadis semakin membencar keras dan membuat jeritan jeritan memanggil nama kedua pria itu.

Luhan adalah idola banyak gadis di kampusnya, selain ia seorang model majalah cina ia juga seorang pemain basket terjago di kampusnya, Yonsei University. sedangkan Chanyeol? tak usah di bandingkan dengan Luhan. Karena terlihat jelas bahwa Chanyeol sama seperti Luhan. populer, tampan dan pandai bermain basket.

Para gadis kembali berteriak kegirangan dan tidak lupa berebut untuk mengabadikan momen-momen penting lewat kamera handphone mereka tak lupa dengan sorotan-sorotan penuh kagum dan orang yang di maksud hanya tersenyum lalu sesekali melambaikan tangan mereka membuat jeritan jeritan itu semakin menggila di penghujung lapangan.

.

Malam semakin larut dan mau tak mau Luhan, Chanyeol dan team basket lainnya harus menghentikan latihan mereka untuk hari ini. Luhan yang terlihat lelah hanya menyandarkan tubuhnya di bawah penyangga besi yang menompang ring diatasnya, ia hanya menatap langit malam lalu mengedarkan pandangannya ke arah sekekeling kampus yang sudah sangat sepi mengingat ini hampir larut malam.

“Kyungsoo menelponmu?” tanya Chanyeol menghampiri Luhan lalu melempar botol air mineral yang tersisa setengahnya pada Luhan.

Luhan menggangkat bahunya tak peduli lalu merogok saku jaketnya dan mencari tahu jawaban untuk pertanyaan Chanyeol di handphonenya “Tidak, ada apa?”

Chanyeol berjongkok di depan Luhan lalu kembali memeriksa ponselnya “Dia bilang akan kemari, tapi-”

“Kami disini! Kalian menunggu kami?” ujar seseorang memotong yang suaranya sangat jelas Chanyeol ketahui, siapalagi kalau bukan Kyungsoo, orang yang tengah mereka bicararakan saat ini.

Luhan dan Chanyeol hanya menatap Kyungsoo singkat lalu menatap seseorang yang berdiri disamping Kyungsoo dengan wajah masam nya itu, Kim Jongin.

“Kau putus dengan Kwon Sena?” bukannya menjawab pertanyaan Kyungsoo, Luhan lebih memilih bertanya hal lain pada orang di samping Kyungsoo yang memang ia tunggu kehadirannya. Kim Jongin.

“mmm” gumam Jongin pelan.

“Benarkah?” tanya Chanyeol terkejut lalu mengalihkan pandangannya untuk mendapat jawaban dari orang yang dimaksud.

Jongin mengganguk lalu melipat kedua tangan di atas dada “Dia membuatku jenuh dengan terus menelponku seharian” cibirnya.

“-Dia kekasihku sekarang” potong Luhan cepat membuat Kyungsoo dan Chanyeol memandang Jongin dan Luhan bergantian. Terkejut sekaligus heran.

Sementara Jongin? Pria itu hanya menendang nendang kerikil kecil di hadapannya. Berusaha membuat kerikir kecil yang menghalanginya itu menghilang dari hadapannya.

Sepertinya hatinya kini, ia mencoba membuang kenangan dengan Sena dari pikirannya karena Sena kini milik temannya sendiri, Luhan.

“Jadi gadis yang menginap di apartementmu semalam adalah….. -Sena? Kwon Sena”  tanya Chanyeol sarkatis membuat Luhan hanya mengganguk mengisyaratkan bahwa pria berambut pirang itu berkata “Ya”.

Jongin yang mendengarnya hanya berdiam dan masih asyik dengan batu kerikilnya yang kini sudah tak berbentuk utuh. Toh ini bukan hal pertama Luhan mencuri salah satu kekasihnya, mungkin ini urutan ke-4 atau 5 mungkin? Karena sejak mereka berteman Luhan selalu menyukai gadis gadis mantan kekasih Jongin yang notabennya cantik dan berkelas sepertinya. Jadi tak heran jika jika Jongin akan bertemu mantan mantan kekasihnya tidur dengan sahabatnya itu, karena itu hal yang lumrah menurutnya.

Kyungsoo, Luhan dan Chanyeol adalah sahabat Jongin sejak sekolah menengah awal namun saat menginjakan bangku universitas mereka semua terpisah, Luhan dan Chanyeol memilih meneruskan di Yonsei university karena prestasi akademik mereka yang cukup bagus, sedangkan Jongin dan Kyungsoo melanjutkan di Kyunghee Cyber University mengingat ayah Jongin seorang wakil direksi disana.

Tapi mereka semua selalu menghabiskan waktu bersama dengan bermain billiard atau berkumpul ria seperti malam ini setidaknya setiap hari mereka akan bertemu di klub malam di daerah Gangnam dan bermain bersama gadis yang mereka kencani. Mereka semua sama —sama sama seorang ‘player’ wanita– mengingat wajah tampan, kaya dan jangan lupakan kata populer, gadis mana yang tak akan jatuh kedalam pelukan mereka?

Kyungsoo meneguk soda yang sedari tadi ia gengam lalu melempar kalengnya ke dalam ring dengan asal. Membuat suasana yang awalnya hening menjadi sedikit berisik dengan bunyi kaleng itu.

“Jongin, bagaimana kabar Hyunjo??” tanya Luhan lalu melempar kaleng soda Kyungsoo yang jatuh kesampingnya ke arah Jongin dan membuat Jongin menatapnya sinis karena pukulan kaleng yang lumayan menyakitkan.

Pemuda Kim itu buru-buru memungut kaleng soda itu “Dia semakin cantik setiap harinya” ujar Jongin lalu melempar ulang kaleng soda itu ke arah Luhan dengan tatapan yang sama. Sinis.

“lalu kenapa kau masih bermain dengan gadis lain jika kau pikir Hyunjo sangat cantik?” Tambah Kyungsoo lalu duduk di samping Luhan menyandarkan kepalanya yang kecil pada pundak pria china itu.

Jongin menaikan sebelah alisnya lalu menyilangkan kedua tangannya di atas dada.  “Dia tidak punya kharisma seperti Hyerin, atau body S Line seperti Yuri” Ujarnya lalu tertawa.

“Kau mau mengajaknya ke klub besok?” tanya Luhan berdiri dan berjalan pelan menghampiri Jongin.

Pria berambut pirang itu hanya tersenyum lalu mencengram pundak Jongin cukup keras. “Perkenalkan pada Sena bahwa kau sudah memiliki kekasih lagi agar gadis itu fokus padaku” bisik Luhan di samping Jongin dengan nada sinisnya.

Jongin tersenyum sinis lalu melepas cengkraman tangan Luhan di pundaknya “Ternyata gadis itu masih menatapku” bisik Jongin pelan tepat di telinga Luhan.

**

Junmyeon tampaknya tidak main-main dengan berjanji akan menunggu Jihyun saat ia lembur. Pemuda itu berjanji akan menjemput dan menunggu Jihyun sepulang kerja walau kenyataanya Jihyun harus lembur setiap hari.

Dan malam ini Junmyeon benar-benar ada di depan kantor Jihyun. berdiri sangat manis di samping mobil mewahnya Bentley Continental Flying Spur 6.0 berwarna hitam yang Jihyun ketahui harganya sekitar 285 ribu dolar.

bentley-continental-flying-spur-6.0-at--2008-2964-1.jpg

Gadis Yoon itu memandang keadaan sekitarnya dan  ia bisa melihat bahwa teman teman satu kantornya kini tengah memandangi kekasihnya itu. Tanpa menunggu lama Jihyun segera menghampiri Junmyeon dari belakang.

“Kau datang?” tanya Jihyun seraya melayangkan senyum manisnya.

Junmyeon menolehkan kepalanya dengan segera setelah mendengar suara seorang gadis di belakangnya yang ia yakini bahwa suara itulah yang ia tunggu.

“Tentu, bukankah kemarin malam aku sudah berjanji?”

Junmyeon tersenyum. Pemuda itu menatap Jihyun lalu melepas jaketnya dan melampirkan jaket mahal miliknya itu pada pundak Jihyun dan membuat teman teman Jihyun yang melihat mengigit jari mereka, sementara Jihyun kini tersipu malu dan membalas senyuman Junmyeon dengan mengecup pipinya.

“Kau membuat teman temanku menjadi gila” bisik Jihyun tepat di hadapan wajah Junmyeon.

Pemuda itu semakin mendekatkan wajahnya ke arah Jihyun lalu mengecup puncak kepala Jihyun pelan “Aku akan membuat mereka lebih gila” ucapnya pelan.

Jihyun hanya tertawa kecil dan sesekali ekor matanya menatap ke arah teman teman satu kantornya yang kini terus menontonnya dengan tatapan iri, termasuk Hyunjo. Gadis itu menatapnya sangat iri karena yang Jihyun tahu kekasih kesayangannya itu selalu sibuk dengan jadwal kuliahnya akhir akhir ini.

“Masuklah, sebelum kau benar benar membeku kedinginan.”

Junmyeon lalu membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Jihyun untuk masuk terlebih dahulu. Junmyeon duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya dan meninggalkan pelatiran kantor Jihyun dalam beberapa detik dengan Bentley kesayangannya itu.

“Kau sibuk akhir akhir ini? Kudengar dari Hyung kau salah membuat laporan katanya” ucap Junmyeon di sela sela kemudinya.

“Emm.. itu- ya aku memang ceroboh. Apa Tuan Cho bercerita itu padamu?” balas Jihyun masih diiringi dengan senyuman yang ia buat se alami mungkin, walau kenyataannya kini hatinya hancur hanya karena atasan bodohnya itu. Jihyun bersumpah ingin mengutuk Cho Kyuhyun menjadi iblis menyebalkan karena menceritakan kesalahannya pada kekasihnya ini.

Junmyeon menganguk lalu menatap gadis di sampingnya sekilas lalu kembali fokus pada jalanan “Mm- Hyung selalu memberitahuku semua tentang dirimu”

‘Apa? Semua? Jadi atasan bodohnya itu menjadi mata mata untuk Junmyeon’

Jihyun hanya mengigit bibir bawahnya kemudian mengalihkan perhatiannya pada pemandangan diluar jendela.  Kini dalam hatinya ia meruntuki nasib kenapa ia harus bekerja di perusahaan milik teman Junmyeon, jelas jelas ia tahu bahwa perusahaan itu memiliki Ceo seperti Cho Kyuhyun, wajah malaikat tapi berkelakuan seperti setan. Sungguh ini menambah berat beban hatinya saat ini.

“Jihyun kau mendengarku?” lanjut pemuda berwajah mirip pangeran jaman dahulu itu.

Jihyun hanya mengganguk tanpa melonehkan wajahnya sedikitpun pada Junmyeon ia terlalu malas berhadapan dengan pria itu. Ia takut jika pria itu men-cap nya sebagai gadis bodoh.

Tanpa Jihyun sadari kini tangan kanan Junmyeon mulai memegang tangannya, menggenggamnya sangat erat dan membuat Jihyun menoleh ke arah pemuda itu.

“Aku selalu mencintaimu dan apapun yang menjadi kesalahanmu aku tak peduli karena bagiku kau terlalu sempurna, Yoon Jihyun ” ucapnya di iringi sebuah senyuman yang membuat siapapun akan jatuh dalam pelukannya.

Sementara Jihyun hanya tersipu malu di puji oleh kekasihnya itu, walau jauh di dalam lubuk hatinya ia ingin marah dan menjambak rambutnya sendiri karena hingga saat ini ia masih belum bisa membuka hatinya secara tulus untuk Junmyeon.

Jihyun tak pernah menampik bahwa Junmyeon benar benar baik padanya dan ia sangat beruntung bisa memiliki Junmyeon.  Yang bisa ia lakukan hanya berpura pura dan terus berusaha membuka hatinya untuk Junmyeon. Gadis bermata kecil itu yakin bahwa tuhan memberinya takdir untuk mencintai Junmyeon walau bukan sekarang.

Jihyun mengangguk dan memandang Junmyeon lagi. “Kau membuat ribuan kupu kupu hinggap di hatiku malam ini” ucap Jihyun diiringi tawa manisnya yang lagi lagi ia buat sebisa mungkin karena hatinya tak akan pernah tersenyum dan tertawa untuk Junmyeon saat ini.

“Kita…mau kemana?” tanya Jihyun yang masih di hiasi tawa kecilnya.

Junmyeon menolehkan kepalanya dan menatapnya sebentar lalu tersenyum  ” Ke Klub? kau mau?” tanya Junmyeon dan detik berikutnya Jihyun menganguk dengan sangat cepat

Mendengar kata Klub membuat Jihyun tersenyum dalam hatinya, untuk kesekian kali akhirnya ia bisa datang ke klub mahal dan minum minuman mahal di saat keadaan mood nya cukup buruk hari ini. Gadis itu meruntuki kembali hatinya dan mencoba sebisa mungkin membuka celah untuk Junmyeon, karena pria itu selalu tahu apa Jihyun butuhkan. Tapi sayangnya Jihyun tak pernah tau apa yang Junmyeon inginkan.

You know what i can, but i dont know what you can~

Bentley Continental kesayangan Junmyeon akhirnya berhenti setelah menempuh perjalanan beberapa menit. Jihyun mengela napasnya lalu turun dari mobil mewah itu di ikuti oleh Junmyeon.  Akhirnya ia tiba di klub malam faforite kekasihnya itu.

Di dalam klub, musik berdentum cukup kuat. Ada begitu banyak orang di tempat remang-remang ini, mereka sibuk menarikan tubuh mereka di lantai dansa dengan aroma alkhohol yang menyeruak dari setiap sudut ruangan.

“Jihyun, kau masuk dulu, aku harus pergi ke toilet sebentar.” bisik Junmyeon di telinga Jihyun dan beberapa detik kemudian pria itu menghilang dari pintu masuk.

Jihyun melanjutkan kakinya untuk masuk ke area utama tapi saat Jihyun memasuki area utama tiba tiba musik terhenti orang orang mulai berkumpul ke penghujung ruangan, dan dari lampu yang remang remang yang bisa Jihyun lihat adalah mereka menghampiri seorang pria dan Gadis tengah bercumbu di hadapan banyak orang.

Semakin penasaran, gadis Yoon itu melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat ke penghujung ruangan, orang orang bersorak ramai ketika pasangan itu bercumbu sangat lama. Jihyun menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan Pasangan itu.

Andai Jihyun tahu wajah pasangan itu mungkin ia tak akan sepensaran seperti ini, karena yang bisa ia lihat dari posisinya sekarang hanya punggung sang pria dan wajah gadisnya yang terhalang oleh rambut.

Ketika mata Jihyun asyik pada pasangan di hadapannya tiba tiba seorang gadis menubruk tubuhnya dan membuat dirinya tersungkur jatuh ke lantai

“Aw” rengek Gadis Yoon itu, sementara orang yang menubruk hanya pergi begitusaja tanpa permohonan maap sedikitpun. “Hei nona- ishhh” Jihyun mendecak kesal melihat punggung gadis yang menubruknya semakin jauh.

“Kau baik baik saja?” ujar seorang pria yang tak lama muncul “Aku minta maap, gadisku sedang dalam keadaan tidak baik” lanjut pria itu.

Jihyun hanya menganguk lalu kembali berdiri “Mm- aku baik baik saja”

Pria itu hanya mengaguk lalu mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan entah apa yang ia tulis disana dan yang bisa Jihyun lihat adalah wajah pria itu sangat tampan dengan rambut pirang yang membuatnya sangat manly.

“Hubungi aku jika kau terluka atau meminta ganti rugi” ucapnya menyodorkan secarik kertas itu lalu bergegas berlari ke arah sama yang dilalui oleh gadis yang menubruknya.

Jihyun belum hendak membalas tapi pria itu sudah menghilang begitu saja, lalu Jihyun menatap secarik kertas yang ada di tangannya.

‘Lu han – Cheondamdong 71’

“Jadi nama pria itu Luhan?” ujar Jihyun lalu menaikan ujung bibirnya dan memasukan secarik kertas itu kedalam tasnya.

“Wooooooo! Lagi!~ lagi!~” teriakan itu kembali membuat Jihyun mendongkakan kepalanya dan akhirnya ia bisa melihat jelas wajah pria dan gadis itu secara jelas.

Tapi, Tunggu! Pria itu!

Gadis Yoon itu membulatkan matanya terkejut setelah ia menatap sosok pria di atas meja yang sedari tadi menjadi tontonan pengunjung disini, dan kali ini ia benar benar yakin bahwa dirinya mengenal sosok pria itu.

“Kim Jongin? Bukankah kau kekasih Hyunjo???”

Luhan kembali menatap wajah gadis di sampingnya yang kini nampak kalut dan juga dingin. Pria keturunan china itu lantas memajukan wajahnya lalu mengecup bibir gadis itu sangat lembut tapi sayangnya gadis itu nampak enggan dan malas membalas ciuman manis Luhan, ia hanya menatap pria itu dengan tatapan memohon yang Luhan artikan bahwa gadis itu sedang tak ingin ia cium kali ini.

Kening Luhan berkerut menatap gadisnya, Kwon Sena. gadis itu hanya terdiam sejak tadi tak peduli akan kehadiran Luhan disisinya dan yang membuat Luhan heran adalah gadis itu tak pernah menatap wajahnya lama barang sedetik pun, mata gadis itu selalu tertuju menatap lurus ke satu arah, tanpa berkedip.

Semakin penasaran, Luhan pun mengikuti arah mata Sena, dan…

Kim Jongin-

Luhan mengepalkan tangannya erat erat membuat buku buku tangan itu menjadi putih pucat dan semakin geram saat tahu gadisnya itu sibuk menatap sahabatnya, tak berselang lama Luhan bangkit dari kursinya lalu menghampiri Jongin yang duduk di sebrangnya, pria bermarga Kim itu hanya sibuk dengan gelas vodkanya dan sesekali mengobrol dengan bartender yang selalu akrab di sapa Minseok Hyung olehnya tanpa Jongin sadari bahwa sosok Luhan tengah berdiri disampingnya dengan tatapan tajamnya itu, Jongin hanya mengkerutnya dahinya seolah tak mengerti dengan tatapan Luhan.

Pria Lu itu lalu mendekatkan bibirnya untuk membisikan sesuatu tepat di telinga Jongin.

“Mana Hyunjo? Kau lupa membawanya?” bisik Luhan pelan membuat Jongin hanya tertawa kecil lalu menatap tajam ke arah Sena yang tengah terduduk manis di sebrangnya.

“Kau takut Sena jatuh ke pelukanku lagi?” Jawab Jongin mantap membuat Luhan geram dan mengepal tangannya erat erat sebelum kepalan itu jatuh di atas pipi Jongin, tapi sayangnya ia menahan kepulan emosinya mengingat status Jongin sebagai sahabatnya.

“Tenanglah Lu, gadis itu akan datang malam ini!” lanjut Jongin mendorong pelan tubuh Luhan untuk menjauh darinya. Luhan hanya tersenyum sinis dan mencengram pundak Jongin cukup erat sebelum ia kembali duduk ke kursinya.

Tak lama berselang kedua teman Jongin lainya datang menggandeng dua gadis yang jelas sangat cantik dan juga sexy pastinya, Jung  So Jung dan juga Kim Minah. Kekasih Chanyeol dan Kyungsoo.

“Maaf kami terlambat.” ujar laki-laki bertubuh tinggi itu tepat ketika ia duduk di samping Luhan lalu menarik tangan Sojung  untuk duduk di pangkuannya.

Kyungsoo hanya mendelik lalu berdesis “Hey, Chanyeol! Kursi di bar ini masih banyak tau!” ujar Kyungsoo dengan suara besar nya membuat Chanyeol-si pria tinggi- mendengus lalu menyuruh Sojung yang ada di pangkuannya untuk duduk di kursi lainnya.

“Sialan, kau membuat rencanaku hancur mentah mentak Do Kyungsoo” ujar Chanyeol sedikit berteriak karena penjuru ruangan di isi dengan musik yang berdentum cukup keras membuat telinga memekik dan mengharuskan orang orang untuk berbicara cukup keras atau tidak terdengar sama sekali.

Disisi lain Jongin hanya tersenyum lalu menenggak vodkanya lagi dalam sekali teguk dengan mata fokus pada gadis yang terus menatapnya, Kwon Sena.

Kau ingin aku menatapmu setelah kejadian kau berciuman diam-diam dengan Luhan? Kau pikir aku tak tahu kau bermain dengan sahabatku itu? Maka ini balasan untukmu, Sena. Nikmati Luhan dan berterimakasih pada pria itu karena telah merebutmu dariku tanpa perlu aku membuangnya terlebih dahulu’

Jongin bangkit dari kursinya setelah ia melihat seorang gadis yang memang ia tunggu Kehadirannya sejak tadi, tapi sayangnya gadis itu bukan Kim Hyunjo melainkan Han Jinri. Sorot mata Luhan mengikuti arah gerak Jongin dan pria itu tersenyum saat melihat Jongin menghampiri sosok wanita. Tapi sayangnya Luhan melihat wanita itu samar samar karena terhalang punggung Jongin.

“Lu, apa itu kekasih baru Jongin?” tanya Sena di samping Luhan.

Pria china itu hanya mengganguk lalu menatap ekspresi Sena yang terlihat benar-benar kecewa. “Kau baik-baik saja?” tanya Luhan pelan lalu menarik dagu Sena menyuruh gadis itu untuk menatapnya.

“mm” balas Sena lalu mengecup bibir Luhan sekilas membuat pria itu tersenyum lalu memeluk Sena dari samping.

Ya, mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing malam ini, Luhan dengan Sena, Chanyeol dengan Sojung lalu Kyungsoo dengan Minah dan tak lupa kini Jongin bersama seorang gadis, Han Jinri. Pria kim itu menggandeng gadisnya menuju kursi dimana teman temannya duduk.

“Hallo aku Han Jinri” ucap gadis berambut sebahu itu saat tiba di meja tempat berkumpul teman teman Jongin.

“Jinri, ini Kyungsoo, Chanyeol dan–” Jongin menggantungkan kalimatnya lalu menatap Luhan sebentar dan nampaknya pria china itu tengah membelalakan matanya cukup lebar, mungkin pria itu terkejut, –mungkin– lalu menatap Luhan dan Sena bergantian dengan senyum sinisnya. “—Luhan”

Gadis Han itu hanya tersenyum lalu  menatap satu persatu teman Jongin yang rupanya ikut tersenyum tak terkecuali Sena dan Luhan, sena hanya mentanap Jinri sekilas lalu meneguk gelas wine nya dengan sekali teguk, hatinya terlalu sakit saat ini. Sedangkan Luhan membelalakan matanya cukup lebar setelah melihat gadis yang di bawa oleh Jongin. Gadis itu jelas tak asing bagi Luhan karena dialah cinta pertama Luhan  tapi kenapa Jongin bisa mengenalnya?

Berpuluh-puluh pertanyaan membendung dalam pikiran Luhan membuat pria itu meremas tanganya sendiri dan ingin sekali rasanya ia memukul seseorang saat ini, dan lebih tepatnya Jongin. Si pria brengsek yang menurutnya merebut semua gadis yang ia sukai.

Entah mendapat ide darimana, Luhan tiba tiba merogok saku celananya lalu mengambil benda persegi panjang dari sakunya itu, lantas mengetikan sesuatu yang membuatnya sesekali tersenyum remeh. Sementara Sena? Gadis itu sibuk dengan botol wine nya.

Jongin terus mengembangkan senyumnya dan bercerita banyak hal dengan Kyungsoo dan Chanyeol tentang Jinri dan dirinya, Menceritakan hal hal lucu tentang Jinri dan membuat gadis itu bersemu merah di depan Chanyeol dan Kyungsoo.

“—Dia selalu membuatku rindu dan — ” Jongin menghentikan perkataannya saat sesuatu berdering dengan keras dari dalam saku jaketnya.

Sebuah pesan masuk muncul dari Layar ponselnya, Pria kim itu mengkerutkan keningnya ketika tahu siapa yang mengiriminya pesan.

From : Lu-Han

“Kau bahkan tahu siapa dia, aku hanya mampu tersenyum bertemu dengan gadis itu dan aku berterimakasih padamu karena membuat gadis itu tersenyum lagi  tapi gadisku, Kwon Sena tak pernah tersenyum tulus untukku. Teman, kau mau membantuku? Tolong buat Sena menangis dan benci padamu agar gadis itu bisa tersenyum untukku. Kau temanku bukan? Aku berharap padamu….. teman.”

Jongin memasukan ponselnya itu kedalam mantel lantas menatap Luhan yang sedari tadi tersenyum dari sebrang. Ia menimbang-nimbang apa yang harus ia lakukan sekarang. Dan entah mendapat ide dari mana, ia tiba tiba naik ke meja bar di hadapanya lalu mengajak Jinri juga untuk naik bersamanya membuat gadis itu bingung dengan tingkah Jongin.

Bukan hanya Jinri yang bingung tapi Kyungsoo, Chanyeol, dan Luhan pun sama. Mereka heran apa yang akan dilakukan Jongin di atas meja bar. Dan tiba tiba Jongin melempar satu gelas ke lantai dan menimbulkan bunyi cukup mengejutkan diiringi jeritan beberapa gadis. membuat perhatian orang orang di sekitar bar tertuju padanya dan juga Jinri tentu saja.

Jongin menunjuk ke arah DJ dan menyuruhnya untuk menghentikan musik, DJ itu hanya menganguk lalu mengecilkan volume musik.

“Dengarr!! Aku Kim Jongin si dance machine kalian disini akan memberikan tontonan mengejutkan malam ini.” Jongin menatap Jinri di sampingnya lalu tersenyum hangat.

“WOWWWW WOWW” sorakan orang orang yang mendengar perkataan Jongin.

tanpa aba-aba Jongin memegang dagu Jinri lalu menyerang bibir gadis itu, menghisap dan melumatnya ganas, membuat teriakan-teriakan di sekitar semakin menggila.

Tapi bukannya berteriak karena senang, gadis Kwon itu bangkit dari duduknya lantas pergi keluar dengan cepat tak peduli ia menubruk orang orang sekitar yang tak lama kemudian di susul oleh Luhan untuk mengerjarnya.

Ciuman Jongin dan gadis Han itu semakin memanas ketika Jinri mulai membalas ciuman Jongin dan mengayunkan tangannya di leher Jongin. Sadar akan keadaan dan tempat, Jongin memberi isyarat pada Jinri untuk membuka matanya dan menghentikan ciuman ini. Sebelum ia benar benar berbuat jauh disini. Sena dan Luhan telah pergi, jadi tak ada alasan ia harus melakukan ini lebih lama. Jongin yakin rencananya berhasil.

Orang orang di sekitar bersorak sorak ramai termasuk Chanyeol dan Kyungsoo. Sementara Jinri hanya tersipu malu lalu turun dari meja bar di ikuti oleh Jongin di sampingnya.

“Kau hebat Kim Jongin, harusnya aku melakukan itu untuk Sojung-ku” ujar Chanyeol tertawa lucu. Jongin hanya tertawa mendengar ucapan temannya itu.

Tiba tiba seorang gadis cukup tinggi menghampiri meja Jongin  dan teman temannya lalu mengambil gelas wine di meja dan menyiramkan isinya tepat di wajah tampan Jongin secara tiba tiba.

“Hey!”  gerutu Jongin tidak terima lalu berdiri dari kursinya dan menatap orang yang menyiram wajahnya.

“Inikah Kim Jongin kekasih temanku Hyunjo? Inikah tugas skripsimu? Mencium gadis lain di depan banyak orang-hah dan kau bilang ini tontonan menarik? -Cih, kalau bukan karena Hyunjo aku ingin membunuhmu sekarang juga” ucap gadis cukup tinggi yang mengaku sebagai teman Hyunjo –Kekasih Jongin

“Jihyun noona- aku- ini-”

PLAK!

Lengan kurus Jihyun melayang cepat menampar pipi mulus Jongin dengan telapak tanganya. Bahkan suara tamparan itu seolah mengema di sudut ruangan membuat teman teman Jongin dan beberapa orang yang menyaksikan menahan napas terkejut.

Jongin hanya terdiam membeku, Baru kali ini ia merasakan tamparan seorang wanita di pipinya. Mata Jongin berkilat marah dan  Jinri yang berdiri disampingnya meremas jaketnya cukup kuat, gadis itu pasti terkejut.

“Ikut aku.” dengan cepat Jongin menarik tangan Jihyun membawanya pergi,

“Heyyyy—Kim Jongin! Lepaskan tanganmu”

Bukannya mengidahkan perkataan Jihyun, Jongin semakin menyeret gadis itu ke suatu tempat di bagian selatan Bar. Pria itu seakan kehilangan pikiran jernihnya dan menghempaskan tubuh Jihyun tepat di dinding.

Kedua tangannya mencengkram lengan Jihyun, tatapan matanya gelap penuh amarah. Nyali Jihyun semakin mengkerut melihat sosok Jongin seperti ini, ia takut -tentusaja gadis itu takut.

“Lepaskan, aku akan memberitahu Hyunjo jika kau bocah tengik gila yang dengan teganya menghancurkan hati sahabatku, brengsekk!!” maki Jihyun didepan wajah Jongin.

Pandangan mata Jongin gelap, ia menggengam sebelah tangannya lalu meninjukan tangannya itu tepat ke dinding di samping kepala Jihyun. Membuat gadis Yoon itu menjerit semakin ketakutan.

Jongin tersenyum meremehkan lalu mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu. “Kau tahu, noona, dunia ini luas dan besar. Seorang pria tak cukup hanya satu wanita?” desisnya pelan lalu menyisihkan helaian rambut Jihyun ke belakan telinga lalu mendekatkan kembali bibirnya disana.

“Kau punya kekasih? Aku jamin jika kekasihmu sama sepertiku dan mungkin pria itu lebih gila dariku, aku berani jamin karena aku seorang pria. Aku bersumpah!” lanjutnya pelan dan sesekali meniup ujung telinga Jihyun membuat gadis itu bergidik geli.

“Tapi, Hyunjo harus tau ini” Jihyun menendang lutut Jongin membuat pria itu merengek dan jatuh kelatai memeluk lututnya. Dan saat itu juga Jihyun pergi berlari meninggalkan Jongin yang kesakitan.

“Aku bersumpah, kekasihmu akan melakukan hal yang sama noona!!!”

To be continue….

2jewfnd

Annyeonghaseyo teman teman, aduh sekali lagi makasih untuk komenan kalian di teaser yang membuat Lyo menggila ingin melanjutkan fanfic ini😀 Maapin Lyo karena gabisa bales komenan kalian satu satu, tapi sumpah komenan kalian Lyo baca berulang ulang loh Xd😀

Oya nama author itu Lyo, jadi wajar kalau author manggil diri sendiri dengan sebutan Lyo kekeke😛 Kalian boleh manggil Lyo juga kok😀

Eh nganu, ini itu baru awal loh jadi Lyo  harap members kasih saran pendapat keluhan atau pujian untuk fanfic ini, Lyo masih baru dalam hal menulis dan ini dalam tahap belajar kekeke😀 Jadi mohon maapkan Lyo kalo typo atau kosakata berlebihan😀

Komenan dan Like kalian adalah penyemangat Lyo untuk chapter selanjutnya.. . jadi mohon yaaaaaaaaaaaa dukung Lyoo ceman cemannn/Author mulai alay😀 #GamparKeJamanSooman/

Sekian dan Welcome EXODUS era untuk EXO-L Semuanyaaa… Lyo dan Jongin pamit dulu/ see you next time :D/

170 responses to “[CHAPTER] DAY DREAM – IT’S STARTED #1 (APPLYO)

  1. waah berarti kai ceritanya jadi playboy yaa. itu ga bingung apa punya banyak cewek? wkwk kasian juga sama luhan, masa ceweknya bekas dari kai ckck

  2. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – THINKING OUT LOUD #10 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. astagaaaaa, banyak nyebut pas baca tingkah Jongin yang super duper playboy, nappeun, breng**k. kamu bener bener ya bang. and luhan, demi apapun kasian banget nasib mu bang, dan Kenapa kamu selalu dapet ex-jongin ckckck
    aku suka adegan Jihyun yang nampar Jongin hohoho rasain ha hahaha – btw, #HappyKaiDay

  4. Waaah aku baru baca ff inii dan seruuu bisa bisanya mereka ngegilir gadis yang sama mantan jongin ke luhaan,pacar jongin bakal tau ga ya kelakuan jongin(?) Waa izin lanjut baca yaa

  5. Dan semua yang ada di chapter ini adalah kenyataan. Bahkan banyak orang yg berfikir kalau pacar mereka setia karna wajahnya polos tapi aslinya pretttttt hahaha.jongin terlalu liar dalam vhapter ini kikikik tapi aku suka penjabaran karakter dan ceritanya. Aku suka sama karakter jongin disini oh ya aku juga jarang” atau mungkin belum pernah baca fanfic dengan peran oc yang lebih tua tapi aku suka banget cerita ini

  6. Junmyeon ilang kemana deh, kasian tuh jihyun. Oh jd isi sumpahnya itu, penasaran gmn jihyun sama jongin bisa tidur bareng. Terus nasibnya hyunjo gmn

  7. eeiihh jongin, seksi siih, tapi masa rela dibagi2 gituu -__-”
    haduuhh jongin bener2 daah.
    yah kalo jongin chanyeol luhan sih agak2 bisa ngebayangin tampang player nya yaa, tapi kalo kyungsoo ga bisa ngebayanginnya deeh, hahahahahaa

  8. apa itu barusan jongin ngutuk jihyun layaknya ibu malin kundang -_-
    sebenarnya jongin jatuh hati sama jinri atau hyunjo? aaa jongin emang bad trus kyungsoo my bias u.u kamu jangan se nekad jongin -3-
    langsung aja deh karena aku ketinggalan banyak chap aku mau lanjut ke chap 2 nya ~
    ijin baca ya thor^^

  9. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – TEARS LIKE TODAY #11 A (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – I’II CRY #11 B (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Jongin pacarnya kebanyakan, ga takut karma apa ? -_____-
    Jihyun, Joonmyeon segitu baiknya tapi Jihyun malah sibuk banget kerja..
    Kalo aku punya pacar kaya Joonmyeon, ga akan pernah aku lepas #ngarepbanget haha
    Kira2 apa yg Jongin rencananin buat bales Jihyun??

  12. 😱😱😱😱😱😱😱😱😱
    Binggung mau comment apa 😅😅😅😅
    Jongin kok bisa sm jihyun itu gmn/? Kepo nextt~~

  13. Cm jihyun cew satu satunya yg berani tampar jongin hahahaaahaaa… top dah jihyun biari aja biar si kamjong sadar ya hihii
    Eh buseee cewnya jongin udh terhingga ya alias banyaknya g ke itung sampe saya bingung nyebut nama2 mantannya hahaa
    Lah si luhan lagi bisa aja ngambil cew bekasan si kamjong kgk ada cew yg lain aja wkwkwkw
    Tp luhan kyknya serus bagt mau takhlukin si sena
    Ulalaa ucapannya jongin kayaknya doa buat si jihyun tuh

  14. izin baca ya,,
    lg g da yg enak d baca, tp stelah muter2, ehh akhirnya ketemu ni ff,,
    chapter 1 bikin penasan dgn lanjutannya,,

  15. hiiii Author Lyo, aku baru baca FF ini dan tentunya izin baca sebagai readers yang baik wkwkw
    sedikit ngakak sama karakter kyungsoo astaga muka polos kelakuan player haha

  16. tuhh kan bener…ini emang udh pernah aku baca. ya..walaupun lup ceritanya. tapi gmn ya… eum…pokoknya itu greget sendiri sm jihyun (?) yang mainin junmyeon. tapi kee whoaa

  17. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM- BECAUSE I MISS YOU TODAY #12 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. kyaaaa aku baru nemu ini crita’ya >< jongin jadi playboy ya, duuuhhhh ni cerita'ya oasti seru bangettt

  19. Ya ampun si kai kena bisikan valak kali ya brutal banget ya awloh :’)
    Ngeri bgt ya allah. Duh buncan lulu knapa jdi ikutan kek gtu 😂😂😂

  20. Bad Jongin is back. Gatau knp selalu suka ff Jongin yg karakternya kek gini, ngeliatnya tuh pas aj buat Jongin wkw *maafkan ak Jongin* lanjut ya kak Lyo^

  21. Suka sama junmyeon disini. Hangat penuh cinta sama jihyun. Tp aku nyesek klo sumpah jongin jd beneran nyatain junmyeon pasti punya lebih dari 1 wanita. A gasabar ijin baca next chapter ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s