STUPID LOVERS (REVENGE) by noonapark

tumblr_nm2h00NvZq1riav2to1_500

¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (REVENGE) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : G | Lenght : Ficlet (>1000 words) ¶

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING!» LEARN TO BE PERVERT » T – SHIRT » TRAP

***

“Selamat pagi Chanyeol sayang..”

Adalah Eunsoo yang kemudian menyunggingkan senyuman miring setelah bergumam demikian. Gadis itu masih berdiri di depan pintu kamar Chanyeol, menatap permukaan pintu dengan kedua tangan yang Ia sembunyikan dibalik tubuh.

“Lihat saja, aku akan membalasmu.”desis Eunsoo, mendadak menunjukkan ekspressi kesal saat memori otaknya kembali memutar kejadian-kejadian beberapa saat yang lalu, saat Chanyeol selalu berhasil mengerjainya dan yang paling menjengkelkan adalah kehilangan kaos bergambar L kesayangan Eunsoo. Ugh, itu benar-benar menyebalkan.

Satu tangan Eunsoo kemudian menyentuh gagang pintu, memutarnya, kemudian membuka pintu perlahan-lahan dan masuk. Setelah menutup pintu kembali, Eunsoo berjalan dengan langkah hati-hati mendekati ranjang Chanyeol. Senyuman licik Eunsoo semakin terlihat jelas saat Ia mendapati Chanyeol masih meringkuk di atas ranjang, dengan selimut yang menutupi hingga batas dada pria itu.

Pergerakan kaki Eunsoo terhenti saat Ia tiba di sisi ranjang Chanyeol. Gadis itu mati-matian menahan tawa saat Ia mengangkat satu tangan dan memperhatikan kecoa mainan berwarna kecokelatan yang sedari tadi Ia genggam. Eunsoo menggoyang benda itu di depan hidungnya. Merasa begitu bahagia saat membayangkan bagaimana reaksi Chanyeol jika pria itu dihadapkan dengan benda di hadapan Eunsoo saat ini.

Well, Chanyeol benci serangga dan Eunsoo yakin kuman-kuman di tubuh Chanyeol pun tahu hal itu.

Setelah menurunkan tangan kembali, Eunsoo naik ke atas tempat tidur, berjalan di atas kedua lututnya dengan hati-hati. Kemudian Eunsoo menaikkan selimut, hingga kini selimut itu menutupi seluruh tubuh Chanyeol, lalu gadis itu meletakkan mainan kecoa miliknya di atas kening Chanyeol, menarik napas dalam-dalam dan…

“Chanyeol!! Ada kecoa di wajahmu!!!”

Chanyeol tersentak, langsung membuka mata namun pergerakan pria itu terhenti saat Eunsoo cepat-cepat menindih tubuhnya, menahan selimut itu sekuat tenaga sembari menahan tawa.

“AAA!! Kecoa!! Kecoa!!”

Chanyeol mulai panik. Berusaha menyibak selimut namun Eunsoo terus menahannya, gadis itu bahkan mendekap Chanyeol semakin erat dan menunjukkan tawa penuh kemenangan.

“Eunsoo minggir!! Eunsoo!!”

Eunsoo menggigit bibir bawahnya dengan geram. “Rasakan! Bhahaha!”

Chanyeol memekik tertahan, terus bergerak dibalik selimut namun tak kunjung keluar karena Eunsoo yang terus menindih tubuhnya.

Hingga beberapa saat kemudian, pergerakan tubuh Chanyeol terhenti perlahan. Suaranya pun tidak lagi terdengar membuat tawa Eunsoo mereda perlahan.

Sejenak, Eunsoo terdiam sembari berusaha mengatur napasnya yang memburu.

“Chanyeol?”panggil Eunsoo setelahnya. Lalu mengangkat wajah dan memperhatikan kepala Chanyeol yang masih berada dibaik selimut, di hadapannya. “Chanyeol?”

Chanyeol tak bergerak.

“Chanyeol-ah.”Eunsoo mengerjap pelan. Memperhatikan Chanyeol selama beberapa saat, dan tiba-tiba tersenyum lebar. “Ah! Kau menipuku?”

Chanyeol masih tak bergerak.

“Ck! Kau tidak akan bisa menipuku lagi. Kau dengar itu?”Eunsoo kemudian bangkit, turun dari kasur, berdiri di sisi kasur sembari menunjuk tubuh Chanyeol dengan satu tangannya. “Kau kalah! Aku tidak akan tertipu lagi, kau mengerti?!”Eunsoo mendengus kesal, menelan samar saliva-nya lalu berbalik, berjalan menuju pintu dan keluar menyisakan debuman pintu yang terdengar keras.

.

.

2 menit kemudian…

.

.

Pintu kamar Chanyeol dibuka dengan paksa, menimbulkan bunyi brak cukup keras disusul sosok Eunsoo yang kemudian berdiri di ambang pintu. Ehm, sebenarnya selama dua menit itu Eunsoo menunggu di depan pintu kamar Chanyeol.

“CHANYEOL-AH!!”Eunsoo berseru disertai raut cemas yang terpetak jelas diwajahnya.

Melihat Chanyeol yang masih tak bergerak dibalik selimut membuat Eunsoo menutup pintu dengan cara membantingnya, lalu Eunsoo cepat-cepat berlari ke arah ranjang dan naik, menyibak selimut Chanyeol menampakkan Chanyeol yang tengah terlentang dengan kepala menghadap ke samping, kedua matanya tertutup.

“Chanyeol! Kau tidak apa-apa?!”Eunsoo menangkup kedua pipi Chanyeol dan menepuk-nepuknya. “Ya! Kenapa kau tidak bangun? Chanyeol-ah!”

Eunsoo panik, sungguh. Ia ingin menangis rasanya.

Maka Eunsoo mendekatkan wajah mereka dan menatap Chanyeol dengan mata yang mulai memerah. “Chanyeol kau mendengarku? Ya! Kau seharusnya mengatakan jika kau tidak bisa bernapas saat aku menutup wajahmu. Chanyeol!!”Eunsoo menggoyang-goyang tubuh Chanyeol dengan tidak sabaran.

Pria itu tetap tidak bergerak.

“Chanyeol kau tidak mati ‘kan? Chanyeol!”Eunsoo memekik, sembari merutuk dalam hati atas perbuatannya tadi. “Chanyeol kumohon buka matamu. Maafkan aku Chanyeol!”

Eunsoo kemudian menumpukan kedua tangannya di sisi tubuh Chanyeol, lalu menempelkan telinganya di permukaan dada Chanyeol dan…

“Kena kau!!”

“AAA—!!”Eunsoo memekik tertahan, merasakan jantungnya merosot ke dasar perut saat kedua tangan Chanyeol tiba-tiba membekap tubuhnya.

“Kau tertipu!”

Eunsoo mendongak, mendapati Chanyeol tengah menunjukkan senyuman penuh kemenangan. Dan cengiran bodoh yang kemudian Chanyeol tunjukan benar-benar membuat Eunsoo mendengus kesal melihatnya. Eunsoo barusaja akan menyembur Chanyeol dengan sumpah serapah namun pria itu lebih dulu bergerak, membalik posisi mereka hingga kini Eunsoo berada di bawah, terlentang sementara Chanyeol menindih tubuhnya.

“Ya! Chanyeol lepas!”Eunsoo berseru dengan nada geram saat Chanyeol menahan kedua tangannya di sisi kepala.

“Kau pikir aku tidak tahu?”Chanyeol ceemberut. “Sepulang kuliah kemarin kau pergi ke toko mainan dan membeli mainan kecoa itu. Hee..”Chanyeol tiba-tiba nyengir. “Aku juga membeli satu yang bentuknya seperti cicak, terlihat nyata dan sangat lucu. Seperti kau Eunsoo.”lalu Chanyeol memberikan kecupan singkat di bibir Eunsoo membuat gadis itu menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“Chanyeol kau… Ya! Apa kau barusaja menyamakanku dengan cicak?!”omel Eunsoo. “Dan lagi..”Eunsoo menatap Chanyeol semakin geram, lalu mendesis dengan suara pelan. “Kenapa kau selalu melakukan itu setiap hari?”

“Melakukan apa?”Chanyeol menelengkan kepalanya. Mengerjap pelan, lalu Chanyeol tersenyum lebar setelah merasakan ada sebuah bola lampu menyala terang di atas kepalanya. “Ah! Maksudmu ini?”tanyanya, kemudian memanyunkan bibir membuat mata Eunsoo terbelalak lebar.

“Ya! Chanyeol—“

“Oya! Morning kiss!”

Dan detik selanjutnya Eunsoo langsung merasakan benda lembut itu menyentuh bibirnya. Bergerak dengan bebas dipermukaan bibir Eunsoo membuat kelopak mata Eunsoo tertutup dengan sendirinya.

Eunsoo tidak tahu, Eunsoo tidak mengerti meskipun Chanyeol sering melakukannya—menciumnya—Eunsoo selalu merasakan jantungnya berdetak berkali-kali lipat lebih cepat dari biasanya. Setiap inci dari pergerakan bibir Chanyeol seolah mampu melumpuhkan satu persatu syaraf tubuhnya, membuat Eunsoo bahagia dan merasa ingin gila disaat yang bersamaan.

Setelah beberapa saat, Chanyeol memisahkan bibir mereka. Lalu menunjukkan senyuman gummy sementara Eunsoo masih menutup kedua mata disertai rona merah yang mulai menghiasi kedua pipi gadis itu.

“Owh.. pacarku cantik sekali.”

Eunsoo mengerjap pelan. Lalu mendengus. “Dasar bodoh.”

“Dan kau selalu tertipu oleh orang bodoh jadi siapa yang bodoh di sini?”

Bibir Eunsoo mengatup rapat sementara Chanyeol menunjukkan senyuman semakin mengembang ke arahnya.

“Kau.”kata Chanyeol, lalu mendaratkan kecupan gemas di pipi Eunsoo, meninggalkan bunyi kecupan yang terdengar jelas membuat gadis itu menggerutu kesal.

“Chanyeol-ah!”

Chanyeol kembali mengangkat kepala, lalu menahan senyuman. “Eunsoo-ya, semalam… aku mimpi kita menikah.”lalu menggigit bibir bawah dan melanjutkan. “Dan kita mempunyai delapan belas anak.”

Eunsoo hampir tersedak mendengarnya. “Apa?! Delapan belas?!”Eunsoo melotot. “Ya! Itu terlalu banyak Chanyeol.”

“Memangnya kenapa?”kulit kening Chanyeol mengerut. “Bukankah memiliki anak banyak itu menyenangkan? Kita bisa membuat tim sepak bola atau grup penyanyi, keluarga kita pasti akan terkenal.”

Chanyeol menunjukkan senyuman tanpa beban membuat Eunsoo langsung melayangkan tatapan datar padanya.

“Satu, atau dua. Itu cukup.”kata Eunsoo. “Biaya hidup saat ini sangat mahal, kau pikir kau mampu menghidupi anakmu dengan jumlah seperti itu? Apa kau ingin melihatku mati?”

“Jangan mati!”seru Chanyeol, mengerjap pelan, lalu memandangi Eunsoo selama beberapa saat—seolah berpikir. “Oya!”senyum Chanyeol tiba-tiba mengembang. “Jika anak kita terlalu banyak, mereka pasti akan mengganggu kita tidur… Ah! Tidak! Tidak! Kalau begitu satu anak saja, hm?”Chanyeol mendekatkan wajah mereka, membuat ujung hidung mereka saling bersentuhan dan pria itu melanjutkan dengan nada gumaman. “Jadi, tidak akan ada yang mengganggu saat kita tidur, hihi!”

Tidak ada hal lain yang bisa Eunsoo lakukan selain membalas tatapan Chanyeol dengan tatapan horor. Gadis itu bahkan menelan samar salivanya saat membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dari maksud perkataan pria itu.

“Ehm!”Eunsoo berusaha melepas kedua tangannya. “Chanyeol, aku ingin pulang, lepaskan aku.”

Bukannya menurut, Chanyeol justru menarik selimut dan menutupkannya ke seluruh tubuh mereka.

“Chanyeol!”

“Sebentar lagi, ini masih pagi Eunsoo!”

“Ya!”

Dan yang terjadi setelahnya adalah tubuh mereka yang terus bergerak-gerak di balik selimut. Disertai kikikan dari Chanyeol dan pekikan dari Eunsoo.

.

.

“Chanyeol aku tidak suka di gelitik! Chanyeol!!”

“Itu hukuman untukmu!”

“Apa?! Hukuman—Ya!”

“Hahaha! Bagaimana?”

“Chanyeol hentikan!”

“……..”

“……..”

.

.

.

.

.

.

.

“Oh?”

“Cha-Chanyeol.. apa yang barusaja kau.. sentuh?”

“Rasanya kenyal. Di dadamu. A-aku tidak sengaja.”

.

.

.

.

.

“……..”

“Aku mau mandi! Cepat pulang Eunsoo!”

Chanyeol melompat dari atas tempat tidur, lalu berlari menuju kamar mandi.

“Chanyeol! Kemari kau!!”

“Aku mau mandi!!”

Chanyeol masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan debuman pintu yang terdengar keras menyisakan Eunsoo yang masih terlentang di atas tempat tidur.

“Chanyeol!!”Eunsoo berusaha bangkit, berniat turun, namun pergerakan tubuhnya terhenti saat mendengar ponsel Chanyeol bergetar di meja nakas.

Sejenak, Eunsoo memperhatikan pintu kamar mandi, lalu kembali memandangi ponsel Chanyeol dan akhirnya meraihnya.

Eunsoo duduk di tepi tempat tidur sembari menggenggam ponsel Chanyeol dengan kedua tangannya. Seperti Chanyeol yang juga sering mengotak atik ponselnya tanpa ijin, Eunsoo pun tanpa ragu menggeser layar kunci, mendekatkan ponsel itu ke wajah saat mendapati sebuah pesan dari nomor tak dikenal memenuhi sebagian layar ponsel.

Kedua alis Eunsoo bertaut, jantungnya mendadak memompa cepat saat membaca sederet kata di sana; Selamat pagi, Chanyeol oppa ❤

.

.

Heol!!”Eunsoo mendengus, memperhatikan pintu kamar mandi, lalu menatap ponsel Chanyeol dengan tatapan tak percaya.”OPPA?!!”

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

266 responses to “STUPID LOVERS (REVENGE) by noonapark

  1. haha, eunsoo niatnya mau balas dendam eh, malah dia kenak lagi sama chanyeol. takut chanyeol mati gegara kecoak. haha, itu chanyeol megang apa hmm, ambigu banget 😀 belom lagi yng ngesms chanyeol itu siapa haha, eunsoo cemburu

  2. Wooohoooo…. Sapa tu manggil-manggil oppa?? Pake love love segala lagi. Apa yg terjadi setelah Chanyeol keluar dari kamar mandi.

    Deritamu Chanyeol hehehehe

  3. Kasian eunsoo ga jadi balas dendam haha.. masa si mucil mau dimucilin sih ya ga bisa dong, chanyeol mah ga sgampang itu dikrjain, dia kan tukang onar jd klo mau dikerjain ga bisa nyahaha.
    Loh yg sms chanyeol itu spa ya..

Leave a Reply to tanty Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s