Dark Light (Chapter 5)

image

Dark light

Author : Savrila Hwang

Cast  :
– Park Jieun (OC)
– Kai a.k.a Kim Jongin (Exo)
– Byun Baekhyun (Exo)Other

Cast : – Stevy(OC)
– V a.k.a Kim Taehyung (BTS)

Genre : Romance, school life,dark past,comedy

Rate   : Teen

Disclaimer : FF ini adalah FF pertamaku dan murni dari hasil ngelamunku(?) Selama beberapa bulan belakangan ini, cast FF ini semua punya eommanya masing masing.

Quote : “semua orang memiliki masa lalu,tapi bagaimana jika masa lalu itu berubah menjadi masa kini??.Semua bermula dari masa lalu”

Previously read : intro and talk || Prolog || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4
.
.
.

“Ada yang bisa saya bantu nona Park jieun?”

.
.
.

Jieun berlari ke taman belakang sekolah nafasnya sudah terengah engah, jieunpun menengok kanan kiri memastikan kai tidak mengejarnya lalu ia bermaksud kembali ke kelas namun apa daya

“Jieunn-ahh” panggil kai dengan nafas terengah engah, lalu kai pun membalik badan jieun yang memunggunginya.

“Yak kenapa kau malah lari??”

“Ada apa dengan penampilan mu??”jawab jieun tanpa berani melihat wajah kai, ‘kenapa kau malah tambah mirip dengannya..’ lanjutnya dalam hati.

“kau bilang kau menjauhiku karena aku nappen namja kan napen? tapi kenapa setelah aku merubah penampilanku kau malah makin menghindar” ucap kai panjang lebar dengan penekanan di kata nappennya.

“Kembalilah menjadi nappen namja!!”

“Wae?? Bukankah kau tak menyukainya?? bukankah dengan begini lebih baik?? Kau wanita baik dan aku pria baik jadi kita impaskan ??ehmm??” Ucap kai sambil berjalan ke arah jieun namun jieun juga berjalan mudur menjauhi kai

“Kalau kau menjauh … aku akan semakin mengejarmu “ucap kai serius dan dengan evil smilenya.

Kai makin mendekat kearah Jieun ,jieun pun juga makin mundur mejauhi kai namun punggung jieun sudah membentur tembok di belakangnya .

Namun kai masih melanjutkan langkahnya membersempit jarak mereka, jieun hanya bisa membuang muka, jantungnya berdetak cepat namun karna ketakutan,dan tangannya menggenggam erat ujung roknya .

Kai mulai mendekatkan wajahnya ke wajah jieun, jieun sudah merasakan deru nafas kai di wajah nya.

“Maka jangan coba menghindar lagi dariku ” bisik kai di telinga jieun dan pergi meninggalkan jieun yang masih mematung di tempatnya .

Kaki jieun sudah tak tahan lagi menahan badannya sehingga ia  pun terduduk di rumput taman ,nafas jieun masih terengah,demi apapun jieun sangat takut jika kai benar-benar  orang yang ia kira.

Tangan jieun beralih memegangi dadanya yang berdeguk kencang.

Di waktu yang sama kai berjalan di koridor utama ,ia merasakan ada yang aneh pada dirinya ,tangan kanan kaipun memegang dadanya .

“Ada apa dengan ku??”


Chapter 5

Hari hari berjalan sangat lamban dan seperti tidak ada perubahan tiap harinya, pada pagi harinya jieun berlari lari mengejar stevy saat di kelas berkali kali kai mengajak ngobrol jieun walau jieun tak pernah mengubrisnya , namun bagi kai yang terpenting ada kemajuan-jieun tidak lagi lari dari kai .

Pada waktu istirahat stevy selalu sedia ada untuk jieun, emm sedia dalam arti selalu merpihkan makannannya, mengelap bajunya jika kotor dan saat pulang mengantarkan nya sampai pintu gerbang .

Pada pagi hari, emm tidak pagi pagi sekali stevy sudah datang untuk membersihkan loker jien dari segala macam hinaan atas jieun yang selalu mengacuhkan kai.

Dan yang terperting setiap hari pula stevy menangis meratapi nasibnya yang seperti anak pelayan yang berteman dengan majikannya . *poor stevy

Contoh nya seperti hari ini, jam masih menunjukan 6 lewat 8 menit pagi namun stevy sudah berpeluh di depan loker jieun.

Di dalammya banyak sekali kertas yang berisi makian pengemar kai pada jieun, dan di dalamnya juga kadang terdapat telur busuk bahkan puluhan kecoa Dan semua itu menjadi sarapan stevy tiap paginya.

Sedangkan jieun…

“Jien-ahh palli ireona…  sudah hampir setengah 7 ayo lahh…”

Namun jieun hanya mengerang dan tak kunjung bangun dan akhirnya datang lah hujan lokal di kamar jieun .

“Yak…. eomma kemanhae!!”

“Tapi kau harus mandi, eomma akan meman-”

“Ara… aku akan mandi ”

Pukul 7 kurang 3 menit Jieun melalu pagar besi itu dengan selamat tanpa hukuman, namun baru saja jieun ingin menaiki tangga..  bell sudah berkumandang ke penjuru sekolah ,dan jieun harus berlari dan begitu setiap harinya.

Ketika bell istirahat berbunyi stevy sudah bersedia di depan pintu kelas XI-C tak peduli seberapa bencinya ia pada penghuni kelas itu ia tetap berdiri di sana menunggu jieun keluar.

“Ada yang bisa saya bantu nona Park jieun?”

“Yaa….kenapa kau membuat lelucon yang sama setiap harinya, aku sudah bosan”

Stevy pun meminta maaf dan mengatakan akan mencari lelucon lain,stevy selalu berdiri d blakng jieun dengan menahan air matanya dan jangan kira tidak ada yang melihat ini.

“Apa kau sudah liat berita tentang majikan dan pelayan di sekolah kita? ”

“Ne… aku sudah membaca berita itu jieun benar benar kejam telah melakukan hal itu ”

“dan disana juga di lampir kan foto saat-”

“lihat itu mereka… ”

sekumpulan siswi pengosip itupun menghentikan omong kosong mereka ketika stevy dan jieun duduk dikantin.

Sepertinya berita itu sudah tersebar luas hingga merasuki para siswa dan siswi di sekolah ini.

saat ini semua orang yang ada di kantin mengamati jieun dan stevy sambil mengobrolkan gosip gosip mereka.

Roda seperti sudah berputar,saat ini  jieun selalu mengajak berbincang stevy namun stevy hanya tersenyun dan menjawab singkat.

Di tengah tengah makan siang mereka,
“Apa kalian sudah melihat berita? ”
ucap Violine yang berbicara pada jieun dan stevy namun suara seperti menyuruh semua orang di kantin mendengar percakapan mereka.

Namun mereka ber2 tidak mengubris violine yang datang dengan minyeong dan ahra.

“Wahhh daebak berita itu sepertinya akurat sekali bukan?? benar benar realita” lagi lagi violine berkata dengan volume suara yang max.

Namun tetap sama, jieun dan stevy tetap makan dengan tenang.

“Jieun benar benar menjadikan orang terpintar di sekolah ini menjadi budaknya… bukan kah begitu judul artikelnya??”ucap violine yang saat ini membuat jieun dan stevy menoleh ke arahnyanya.

“Ya…. yeorobunn.. bukankah seperti itu judul artikelnya!!”kali ini violine berbicara pada seisi kantin dan saat itu keadaan kantin langsung bising dengan gosip gosip yang mereka bicara kan.

Mereka semua berbisik tentang jieun,
“Artikel itu bukan gosip ”
“Benar dia sangat kejam ”
“Pasti pengagum kai yang menulisnya”
“Orang itu pasti benci padanya”
“ya semua orang membencinya”
“Kelakuannya sangat menjijikan”

Semua hinaan terdengar langsung di telinganya ,terutama kata kata “kelakuannya sangat menjijikan” kata kata itu seperti menendangnya kemasa lalunya yang surum di mana semua orang di sekitarnyanya menghinanya terang terangan di depan matanya.

Jieunpun tak tahan meninggalkan kantin,sedangkan stevy ?? Ia adalah gadis tangguh.

Stevy tetap di kantin mendengarkar omong kosong orang orang itu yang sebenarnya realita,’apa ini kesalahanku?’ stevy terus saja berfikir tentang apa yang di kata kan orang itu.

Stevy lah yang menjadikan dirinya seperti pelayan jieun namun jieun yang harus menanggung ini.

“Sudah cukup Violine!!! Apa kau yang membuat berita ini semua karna Kai mendekati Jieun,cara mu sangat kekanak kanakan” mulut Stevy secara sepontan mengucapkan kata kata itu namun cukup membuat violinen terkejut dan membuka sebuah kartu AS.

“Di saat saat seperti ini dimana kesatria mu yang sangat memperhatikan mu hingga menulis hari ulang tahun mu di notenya?? ehmm??” Bisik violine.

Flashback

“Apa kau tau tanggal berapa sekarang?” tanya seorang gadis remaja Kepada lelaki sebaya di sebelahnya.

“Ya aku tau…  kau berulang tahunkan hari ini?? “

“Ne.. “ucap perempuan itu dengan senyum lebarnya.

“Berikan aku ponsel mu? “

“untuk apa?? “

anak laki laki itu pun memberikan ponselnya apa gadis itu, ia mengotak atiknya sebentar lalu mengembalikannya
“Apa yang kau lakukan pada ponselku?”

“Aku hanya mengigatkan mu hari ulang tahun ku ,supaya kau tak melupakanya… lagi “

Anak laki laki itu pun mengecek ponselnya, ternyata anak gadis itu membuat sebuah not di ponselnya.

‘Stevy day’

Flashback end

“Shhh bajingan busuk…”umpat stevy

“Yakkk!! berni beraninya kau….”

“Apa ini saat nya kita beraksi? ” ahra dan minyeong pun mengambil ancang ancang dan melesat mengejar stevy dan jieun.

“Ohh jadi benar benar stevy  …. aku mulai menyukai ini” ucap violine dengan dengan seyum liciknya.

“Kai…… yakk… Kim Kai… neo jigeum oediya??!!” Jieun berjalan dengan penuh emosi menyusuri koridor, sambil terus memanggil nama kai.

Jieun sudah mencari kesemua kelas namun ia tidak menemukannya.

Jieun pun hampir menyerah namun begitu melihat mading emosinya kembali terbakar,dan kembali berlari ke suatu tempat.

Suara decit sepatu mengema ke penjuru ruangan, bola bola memantul dengan terarah.

Kai,baekhyun ,V,dan seluruh tim basket,sedang bertanding bercucuran keringat di ruang basket.

Dan pertandingan di menangkan tim 1 yang di ketua oleh capten basket di sekolah mereaka-Kai.

“Apa istirahat sudah selesai??”

“Anii… masih ada sekitar 10 menit lagi”

“tepat waktu!”

“tapi kenapa mereka terburu buru? “.tanya kai lagi.

“Mungkin mereka belum makan siang” jawab baekhyun.

“Tidak tepat waktu” ucap V asal.

Mereka pun melirik V jengkel,V pun hanya mengangkat bahunya tanpa dosa-_-.

“Ayo kita ganti baju”ajak V

“Gantilah baju mu sendiri…. ”

“yasudah…”V pun keluar dari ruang basket di ikuti baekhyun.

“Yaa… anak itu meninggalkan ponselnya, bodoh” ternyata baekhyun meninggalkan ponselnya di tribun tadi.

Kai pun memanfaatkan waktu 10 menitnya dengan bermain basket sendiri.

“Heyy lihat bukan kah dia jieun yang sering muncul di artikel?”
Tanya baekhyun yang melihat jieun berlari ke arahnya.

“Ne… kau benar dia sering muncul di-yaakk ”

jieun berlari tak tentu arah dan sepertinya sengaja menyenggol V yang berjalan di tengah jalan.

“Yakk… apa kau sengaja menabrakku!!”

Sebelum V berbalik barkhyunpun berpesan.

“Sebaiknya kau peringati yang ini supaya dia tidak menyengol mu”ucap baekhyun denang seyum evilnya.

“man-”

Ternyata orang yang berlari kali ini adalah stevy, V tidak mempringati Stevy seperti kata baekhyun namun ia malah terdiam di tempatnya.

Ide jahil muncul di kepala baekhyun,
‘Bagaimana kalau aku mengabadikannya?’ Senyum evil pun terulas di bibir baekhyun.

Namun ketika ia merogoh sakunya ia tidak menemukan ponselnya ia pun mulai mengeledah tas olahraganya.

Jieun membuka pintu ruang basket dengan kasar lalu mem bantingnya.

“Apa kau sengaja melakukan ini?? kalau aku menyapamu akan kah kau menghentikan semua ini??!!”.

kai pun terpaku ditempatnya mendengar teriakan jieun yang baru pertama kali ini ia dengan

“Apa kau bisa hentikan ini?? Aku sudah cukup tersiksa hingga aku pindah kesekolah ini,apa kau ingin menambahnya??” Nada suara jieun pun langsung melemah ketika membahas hal ini .

“Mworago?? Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan?? ” tanya kai hati hati.

“Perempuan-perempuan itu, ani… maksudku para fans brat mu itu..  sudah benar benar keterlaluan, apa kau tidak melihat artikelnya??” Jieun pun memulai tenang.

“Anii… aku tak percaya hal itu”

“kau bisa saja tak percaya ,namun bagaimana dengan puluhan bahkan ratusan perempuan itu,aku sudah tidak tahan lagi “.jieun pun sudah benar benar tak tahan dan mendudukkan dirinya di lantai ruang basket yang dingin.

Stevy ingin sekali mehampiri jieun namun V menahannya. Entah sejak kapan mereka bertiga sudah menonton di depan pintu,dan saat ini baekhyun benar benar butuh kamera.

Kai langsung saja menghampiri jieun dan memegang bahunya, air mata sudah membanjiri pipi mulus jieun.

“Malhaebwa…. apa yang kau mau??”

“bisa kah kau hikhh.. bisa kah kau mengakhiri ini dan menjauhi ku??” sepanjang perjalanannya mencari kai ia jieun berfikhir pasti banyak orang orang seperti violine di luar sana yang membencinya karna kai mendekatinya.
Jadi jieun memutuskan melakukan semua ini .

“Ani ya… ,aku tidak bisa melakukannya” ucap kai menatap jieun.

“Keunde wae??”

“Naega… joahyo.. ttemone ”

-TBC-

Hallo ha…..
Midnight updet is coming!! …. wkwk
Mian updet malem malem, biasa jombloerrss malem minggu ga ada kerjaan *poorauthor

Gimana chapter ini ?? Pendek ya??
Ahh jeongmal mianhae….
But…. disini ada something di terakhirnya hoho….

Chapter depan bakal seru lho hoho..
*Pedegileeniorang wkwkwk

Okey seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak yuup….

Sampai bertemu di chapter depan bye…

.

.

.

©SavrilaHwang

31 responses to “Dark Light (Chapter 5)

  1. kasian bgt jieun dan stevy,sllu jdi bahan gosipan di skolah.kesel bgt ama genk violin,mreka bertiga pengganggu bgt!!!makin pnasaran ama next part..dtnggu ya.fighting!!!!^.^

  2. yakk! mereka dibully kah? jahat banget fans nya jongin–
    ayoo jieun yg tegar yah! 🙂
    ciee si jongin gk bisa jauhin jieun. hmm penasaran nih knp
    hwaiting kak 🙂

  3. Kasian juga Jieun sama Stevy.. jadi bahan gosip mulu..
    Btw thor tulisannya dirapihin lagi ya.. trus alurnya juga..
    Keep writting

  4. Jahat banget sih ganknya violine, kasian jieun dan stevy jadi bahan gosipan sekolahan.
    Mwoo jongin bilang “naega joahy ttemone?”
    Jadi penasaran ekspresi jieun dan 3 orang yang lagi lihat mereka ber2.

  5. Pingback: Dark Light (Chapter 6) | SAY - Korean Fanfiction·

  6. Akh,,,,kai so sweet bngt😘jadi makin penasaran apa yg akan d jawab oleh jieun😀

    Keep fighting!

  7. Pingback: Dark Light (Chapter 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  8. Pingback: Dark Light (Chapter 8) | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s