[Baek-SeNa Couple] Your Baby, Byun? — By Byunniexo

baekhyun_wallpaper_by_xthexfunnnx-d54igd6

Tittle : Your Baby, Byun? || Author : Byunniexo || Starring : Byun Baekhyun ‘EXO’ and Park Se Na ‘OC’ || Genre : Marriage Life, Romance, Little Humor || Rating : PG-15

Previous Story : [My Husband is an Angel] | [Red Lipstick] 

***

Sorry for typo(s)

Suara angin yang berhembus kencang diluar sana terdengar bergemuruh. Menghantam pohon-pohon rindang yang berdiri di sepanjang jalan. Mematahkan beberapa ranting dan menjatuhkan daun-daun yang bergelayut di pohon. Suara semakin terdengar ribut ketika angin kencang berhasil membuat pintu menutup dengan cepat dan keras.

Mata sipit yang belum sepenuhnya terbuka terlihat sedang meneliti setiap sudut ruangan. Kemudian mendesah kesal ketika tak menemukan apa yang ia cari. Kakinya melangkah lebih cepat menuju kaca besar di sebelah pintu masuk. Matanya kembali menelisik jauh kearah suasana yang terjadi diluar sana.

Gerimis. Angin yang berhembus kencang. Serta suasana mendung.

Ia menggelengkan kepalanya, kemudian merapatkan piyama tidur yang dipakainya. Sekali lagi ia mendesah kesal. Suasana yang sangat tak mendukung untuk pergi keluar. Tapi kenapa suaminya masih sempat pergi keluar untuk bekerja? Bahkan ketika ia terbangun, ia sudah tak menemukan sang suami yang tertidur disebelahnya.

Persetan dengan sepenting apa pekerjaannya. Bukankah lebih penting kesehatannya? Oh, Se Na tidak pernah berpikir bisa mempunyai seorang suami yang gila akan pekerjaan seperti Byun Baekhyun!

Se Na melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia kembali mengkerutkan keningnya ketika tak mendapati secarik kertas yang ditempel dikulkas. Bukankah Baekhyun selalu menggunakan secarik kertas yang ditempel dimana saja, sebagai pesan ketika ia harus berangkat pagi—sebelum Se Na bangun?

Dan pagi ini, ia tak mendapati note yang diberikan Baekhyun. Baik di meja rias kamar mereka, di kamar mandi, dipintu kulkas, ataupun di dekat televisi. Se Na menggeram kesal sambil mengerucutkan bibirnya. Ia membuka kulkas dihadapannya, kemudian mengeluarkan satu botol air mineral dari sana. Gadis itu meminumnya sekali teguk. Oh, ia benar-benar sangat haus pagi ini.

Se Na kembali melangkah menuju kamarnya. Ia tersenyum kecil ketika telinganya disambut dengan suara deringan ponsel. Oh itu pasti suaminya! Mungkin Baekhyun ingin meminta maaf karena tidak meninggalkan pesan. Dan Se Na dengan sangat mantap, akan berpura-pura untuk tidak memaafkannya. Yeah, ide bagus Park Se Na!

Se Na terkikik geli, kemudian segera mengambil ponselnya. Gadis itu harus menelan ludahnya ketika tak mendapati nama Byun Baekhyun disana. Tetapi yang ia lihat justru nama lain. ‘Eommonim’ . Oh, yang ia harap adalah anaknya, bukan ibunya!

“Nde, eommonim.”

“…”

“Ah tidak ada eommonim. Ada apa?”

“…”

“Sekarang?”

“…”

“Baiklah, saya akan kesana.”

Se Na memutuskan sambungan teleponnya. Gadis itu harus kembali membuang nafas kasar ketika mendapat panggilan sang mertua untuk datang berkunjung kerumahnya. Oh, di cuaca sedingin ini? Di bawah gerimis? Di suasana gelap seperti ini?

Se Na kembali melangkah menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dengan malas. Setidaknya ia harus menjadi menantu yang baik untuk sang mertua.

Se Na melangkahkan kakinya pelan menuju ruang tamu. Ia merapikan pakaiannya sejenak, sebelum tiba di ruang tamu. Ia harus terlihat rapi di depan sang mertua. Gadis itu kembali melangkah pelan, menuju ruang tamu. Dan ia tersenyum sekilas ketika melihat nyonya Byun sedang tertawa dengan senangnya.

“Anyyeonghaseyo eommonim.” Se Na membuka suaranya. Membuat sang mertua yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri mendongakkan kepalanya. Wanita paruh baya itu berdiri dari duduknya, tetapi tak melangkah mendekati Se Na.

“Se Na-ya. Kemari.”

Se Na segera berjalan mendekat. Ia mengernyitkan alisnya ketika melihat gerobak bayi yang berada dihadapan Nyonya Byun. Se Na ikut menjatuhkan tubuhnya di sofa yang sama dengan sang mertua. Gadis itu masih terus mengamati secara detail bayi berumur sekitar lima bulanan sedang tertawa dengan satu tangan yang berada dimulutnya.

“Oh, kyeopta.”

Se Na mengalihkan pandangannya, menatap sang mertua yang juga menatap bayi itu dengan mata berbinar. Nyonya Byun bahkan memainkan tangannya di depan sang bayi. Mertuanya ini terlihat begitu senang dengan bayi yang dihadapannya ini.

“Bukankah dia lucu, Se Na-ya. Uh, aku sangat merindukan saat-saat seperti ini. Bermain dengan cucuku. Dulu sewaktu Taehyun masih kecil, aku sangat senang bermain dengannya. Dan ketika ia dibawa pindah ke macau oleh Baekbom, aku sempat melarangnya karena dia satu-satunya cucuku. Tapi apa boleh buat, ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja.” Sang mertua menghentikan kalimatnya, kemudian menatap bayi itu sekali lagi. “Tapi aku senang, bisa menimang cucu seperti ini lagi.” Se Na hanya mengkerutkan keningnya, tanpa berkata apapun.

“Ah, sebenarnya aku ingin memintamu untuk menjaganya sebentar. Aku ada acara mendadak hari ini. Dan dirumah tidak ada orang. Jadi aku memanggilmu kesini untuk menjaga cucuku sebentar saja. Bisakah?”

Se Na mengangguk kecil. “Tentu saja, eommonim.”

“Oh, baiklah. Terimakasih, Se Na sayang. Aku akan pergi sekarang. Tolong jaga Yonhee baik-baik.”

“Nde.”

Nyonya Byun tersenyum sekilas, kemudian berdiri dan melangkah menuju pintu, diikuti Se Na yang berjalan dibelakangnya. “Baik-baik dirumah, Se Na-ya.”

“Nde eommonim.” Gadis itu menatap punggung sang mertua yang hilang dibalik pintu mobil. Dan setelah mobil yang membawa mertuanya hilang dari gerbang rumah, gadis itu menghembuskan nafasnya kasar. Ia disuruh jauh-jauh datang kesini hanya untuk menjaga seorang bayi?

Se Na kembali masuk. kemudian duduk dihadapan bayi kecil yang masih dengan semangat memainkan tangannya. Se Na mendongakkan kepalanya sejenak. Dan menatap bingkai foto yang terpasang di dinding ruang tamu.

Satu bingkai adalah foto keluarga Baekhyun—termasuk dirinya. Dan satu bingkai disebelahnya adalah foto seorang bayi berumur sekitar tujuh bulan. Itu Byun Taehyun. Putra dari Baekbom. Oh, dan Se Na harus kembali mengingat ucapan dari sang mertua tadi. Terlihat jelas, jika wanita paruh baya itu sangat menyukai seorang bayi. Dan apa tadi? Wanita itu juga mengatakan kalau dia merindukan saat-saat dimana ia bisa bermain dengan cucunya.

Dari ucapan-ucapan tadi, membuat Se Na harus berpikir bahwa mertuanya sedang menginginkan seorang cucu. Darinya mungkin?

Sebenarnya dia juga menginginkan seorang bayi.Tapi entahlah, mungkin Tuhan belum mengijinkannya untuk mendapatkan seorang bayi.

Se Na menggelengkan kepalanya. Kemudian kembali menatap sang bayi yang terkikik dengan senangnya. Tunggu, sebenarnya juga ada yang sedikit mengganjal dengan ucapan mertuanya tadi.

Cucunya?

Bukankah ia baru memiliki seorang cucu? Byun Taehyun? Lalu bayi ini? Apakah Baekhyun memiliki saudara kandung selain Baekbom? Oh, itu tidak benar. Apakah Hyerin eonnie mempunyai bayi lagi? Itu juga lebih tidak mungkin. Lalu siapa bayi ini?

Se Na menatap dalam bayi itu. Ia kembali menautkan kedua alisnya ketika menangkap beberapa hal mengganjal lainnya. Mata, hidung, bibir. Semuanya mirip dengan Baekhyun. Oh, apalagi ini?

Bayi ini.. punya hubungan apa dengan Baekhyun? Selama ini ia sama sekali tak mengenal bayi ini. Se Na mengkerutkan keningnya. Apa mungkin ini anak Baekhyun dengan wanita lain? Dan mereka berhubungan sembunyi-sembunyi?

Kepala Se Na memanas ketika pikiran seperti itu sempat melintas di otaknya. Oh ayolah, Park Se Na. itu hanyalah pikiran-pikiran burukmu. kau selalu salah paham dengan suami tampanmu itu.

Se Na menggendong bayi itu ketika sang bayi menangis secara tiba-tiba. Tetapi bukannya berhenti menangis, bayi itu kini justru semakin keras menangis. Dan hal itu cukup membuat Se Na kebingungan. Ia berjalan menuju dapur. Dan mencari-cari mungkin saja ibu dari bayi ini meninggalkan susu kemasan disini.

Dan ia harus menelan ludah kesal ketika tak mendapatinya. Oh, ia harus bagaiamana? Se Na menggendong bayi itu kembali ke ruang tamu. Ia mengambil tas selempang yang dibawanya tadi, dan berjalan menuju pintu. Mungkin pergi ke supermarket terdekat?

Ketika ia akan mengambil tas miliknya, gadis itu menemukan secarik kertas yang tergeletak di bawah selimut di gerobak bayi. Se Na mengambil kertas tersebut dan membulatkan matanya secara tiba-tiba.

‘Baekhyun Oppa, kau pernah berkata akan tanggung jawab dengan bayi ini kan? Dan aku akan menagihnya sekarang, oppa. Ini benar-benar urusan penting, aku harus bertemu kolega dari luar negeri. Dan kau harus merawat bayi ini selama aku pergi. Bagaimanapun juga, ini adalah hasil dari perbuatanmu, oppa. Selamat bersenang-senang, oppaku tersayang.

 

Hyesun’

 

Se Na membuang kertas itu begitu saja. Kemudian menghempaskan bayi yang digendongnya dengan pelan. Ia terus menatap dalam pada bayi itu. Kepala dan hatinya benar-benar panas saat ini. Ia tidak bisa berfikir secara jernih. Sebenarnya ini bayi siapa? Dan nama itu.. Hyesun siapa?

Se Na mendudukkan tubuhnya disofa. Kemudian mengambil ponsel miliknya di dalam tas selempang. Se Na harus menelan kekecewaannya ketika Baekhyun tak juga menghubunginya hingga siang ini. Gadis itu segera menghubungi nomor Baekhyun. Dan setelah beberapa detik tersambung, terdengar suara wanita yang membuatnya harus mendesah kesal. Kenapa ponselnya tidak aktif?

Se Na menggeram ketika suara tangisan bayi itu terus menggema di ruang tamu milik mertuanya. Ia kembali mengambil bayi itu dan menggendongnya. Kemudian membawanya menuju pintu keluar.

“Baiklah, untuk saat ini aku akan merawat bayimu, Byun. Tapi jika ini memang hasil dari perselingkuhanmu dengan wanita lain. Aku tak segan-segan membiarkannya menangis tanpa henti.”

Se Na masih terdiam di tempatnya. Wanita itu terus menatap sang bayi yang kini sudah tertidur. Oh ayolah, melihat wajah bayi itu saja sudah membuatnya tidak tenang. Apalagi jika ia mendapat pengakuan langsung dari Baekhyun? Mungkin ia akan membunuh suaminya maupun bayi ini!

Wanita itu terbangun dari duduknya, kemudian berjalan menuju lantai atas rumah mertuanya. Tentu saja ia meninggalkan sang bayi yang tergeletak seorang diri disana. Ia tidak peduli jika bayi itu mungkin saja akan diculik ataupun terjatuh dari gerobaknya. Dan jika hal itu terjadi, ia justru akan sangat bersyukur—mungkin.

Baru saja Se Na akan memasuki kamar tidur milik Baekhyun—sebelum menikah dengannya—tetapi suara telephone rumah yang terdengar di telinganya segera mengalihkan perhatian. Wanita itu sedikit ragu mengangkatnya, mengingat ini bukan rumahnya sendiri. Tetapi mungkin ia bisa memberitahu bahwa pemilik rumah tidak ada.

‘Eomma, bisa kau beritahu aku alamat rumah Hyesun?’ Ketika Se Na menempelkan telinganya digagang telephone, gadis itu harus kembali merasakan panas yang kini menjalar ditelinganya. Oh, ini sungguh tepat waktu sekali!

“YA! BYUN BAEKHYUN! KAU SEDANG BERSELINGKUH, EOH?”

‘Se Na-ya. Kenapa kau disana?’ Suara diseberang sana membuatnya mendesah kesal.

“Ya, aku disini. Dan menemukan sebuah rahasia besar seorang Byun Baekhyun!”

‘Mwoga?’

“Cih! Pura-pura tidak tahu. Jelas-jelas kau menyebut namanya tadi. Pulang sekarang juga, BYUN BAEKHYUN!”

‘Aku punya banyak pekerjaan, Se Na-ya. Aku tidak bisa pulang sekarang.’

 

“Pekerjaan? Jelas sekali kalau kau sedang berkencan dengan wanita lain. Dan meninggalkan anakmu disini untuk kuurus! Bukankah begitu, Byun?”

‘YA! Anak apa maksudmu, eoh?’

 

“Ya. Anakmu dengan wanita lain.”

‘Mwo?’

 

 

 

Baekhyun dengan nafas yang tersengal-sengal mulai memasuki ruang tamu milik orang tuanya. Pria itu mengkerutkan keningnya ketika menatap Se Na yang sudah menyambutnya dengan wajah yang ‘tidak bersahabat sama sekali’. Wanita itu menatapnya dengan tangan yang bersedekap.

“Lelaki berengsek! Kau gila? Kau berselingkuh di belakangku?” Se Na yang tadi hanya bersedekap, segera memukul-mukul dada bidang suaminya ketika Baekhyun sudah berada di hadapannya. Wanita itu tak henti-hentinya mengeluarkan sumpah serapah untuk meluapkan emosinya.

“Ya! Jangan berkata seenaknya begitu! Apa yang kau maksud, huh?” Baekhyun menghentikan tangan Se Na yang memukuli dada bidangnya. Pria itu menatap tajam istrinya yang kini sudah meneteskan air mata.

“Dari awal, aku tahu kalau kau seorang player! Aku fikir kau berhenti menjadi seorang player ketika menikah denganku. Tapi apa yang terjadi? Kau memang berengsek, Byun. Kau tidak bisa dipercaya! Aku menyesal percaya dengan semua omong kosongmu itu!”

“Ya, aku memang seorang lelaki yang suka memainkan wanita, suka bermain tanpa tahu waktu, dan menginap dimanapun sesuka hatiku. Tapi itu dulu, Se Na-ya. kau tahu jika aku sudah berubah sekarang! Dan aku tidak suka kau berkata seperti itu padaku!”

“Apa? Tidak suka? Itu kenyataan, Byun!”

Baekhyun dan Se Na saling bertatapan tajam. Mereka berdua sama-sama dalam emosi yang tinggi. “Kau mempunyai buktinya nona Park?”

Se Na sedikit tertawa sambil mengalihkan wajahnya dari wajah Baekhyun. Wanita itu segera mendorong gerobak bayi yang berada tak jauh dari mereka. Kemudian menghentikannya tepat di depan Baekhyun. “Kau masih ingin melawannya, tuan Byun?”

Baekhyun tertegun. Mata pria itu menatap intens bayi yang berada di hadapannya. Mulutnya terbuka. Fikirannya terus berputar kemana-mana. Tangannya menyentuh wajah bayi yang sedang tertidur itu. dan ia dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Wajah bayi ini benar-benar mirip dengannya. Dan ia bergantian menatap Se Na dan bayi itu.

“Se Na-ya.”

“Kau akan mengakuinya? Kau akan berkata jika kau berselingkuh dibelakangku? Maaf Baek, untuk saat ini aku sudah mengerti. Kau akan menceraikanku?”

Rahang Baekhyun mengeras. Cerai? Kata itu keluar begitu saja? Semudah itu kah?

“Aku tidak pernah berselingkuh dibelakangmu, Park Se Na. dan aku bisa menjamin hal itu! Selama aku menikah, aku tak pernah berhubungan dengan wanita manapun!”

“Setelah kau menikah, kan oppa? Lalu sebelumnya? Kau masih berhubungan dengan wanita lain kan? Bahkan ketika kita sudah menjalin hubungan? Begitu kan?” Baekhyun hanya terdiam dengan ucapan Se Na. dan Se Na yang mendapati ekspresi kosong dan bingung milik Baekhyun, segera meraih tas selempangnya. Kemudian berjalan dengan cepat kearah pintu.

Sebelum wanita itu berhasil meraih kenop pintu, Baekhyun sudah terlebih dulu memegang pergelangan tangannya. “Tidak Se Na-ya. kajima.”

“Oppa. Ceraikan aku.”

Baekhyun kembali membulatkan matanya mendengar ucapan yang dilontarkan istrinya. “Tidak! Tidak akan pernah!” Jawabnya dengan mantap. Sedangkan Se Na hanya menghembuskan nafasnya kasar.

“Jika kau menceraikanku, kau bisa sesuka hatimu berhubungan dengan wanita manapun, oppa.” Balas Se Na lirih. Matanya yang berkaca-kaca dan ucapan lirih yang dikeluarkannya sangat terlihat dengan jelas bahwa wanita itu sama dengan Baekhyun. Sama-sama tidak bisa melepaskan.

Baekhyun meremas rambut hitam miliknya. “Tidak mungkin jika itu bayiku.” Gumamnya lirih, dan hampir tak terdengar di telinga Se Na. wajahnya benar-benar terlihat frustasi. Pria itu segera menundukkan tubuhnya, menumpukan tubuh di lututnya sambil meraih tangan Se Na dan menggenggamnya erat.

“Se Na-ya. aku mohon, jangan pernah mengatakan kata cerai. Sungguh, aku hanya mencintaimu. Dan selama aku mengenalmu, aku hanya berhubungan denganmu. Tidak dengan wanita lain. Dan aku yakin itu bukan bayiku, Se Na-ya.”

“Oppa—”

“Ada apa ini?” Nyonya Byun berdiri mematung di depan pintu. Menatap putra dan menantunya yang saling bertatapan dengan mata yang sudah memerah.

“Eomma-”

“Eommonim.”

Suasana hening menyelinap di ruang tamu keluarga Byun. Nyonya Byun yang sedari tadi menggendong seorang bayi, menahan tawanya yang ingin pecah begitu saja. Di sampingnya, Tuan Byun juga menatap aneh kearah dua orang yang sedang menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dan suara decitan pintu membuat mereka segera menolehkan kepalanya ke sumber suara.

Seorang wanita cantik dengan balutan jas kerja dan rambut yang diuraikan dengan rapi terlihat berjalan berdampingan dengan seorang lelaki tampan dan tinggi. Mereka berjalan dan berhenti di dekat keempat orang berkumpul itu. mereka membungkukkan tubuhnya sejenak.

“YA! Kau gila Shin Hyesun!” Baekhyun yang sudah tidak tahan melihat wajah santai wanita itu segera meloloskan kalimat yang ditahannya sejak tadi.

Wanita itu—Shin Hyesun—tertawa geli dengan ekspresi wajah Baekhyun. “Duduklah dulu, nak.” Tuan Byun mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. Hyesun yang melihat bayinya dipangkuan nyonya Byun, segera mengambilnya untuk digendong.

Se Na menatap dua orang itu bergantian. Lelaki putih dan tampan itu Se Na jelas mengenalnya. Oh Sehun! Dan wanita yang disampingnya.. oh, tunggu! Mata dan hidungnya begitu mirip dengan Baekhyun. Mungkinkah itu yang membuat bayinya menjadi mirip dengan wajah suaminya?

“Kenalkan Se Na-ya. Dia Shin Hyesun sepupu Baekhyun. Dan lelaki disampingnya kau pasti juga mengenalnya, kan? Dia Oh Sehun.” Nyonya Byun memberitahu Se Na sambil menunjuk-nunjukkan tangannya. Se Na hanya menganggukkan kepalanya.

Oh, jadi sepupu?

“Hei, maksud tersembunyi apa yang membuatmu mengerjaiku seperti ini? Kau tahu? Bahkan Se Na sudah mengatakan kata-kata cerai padaku, huh!” Baekhyun menggeram kesal. Meluapkan semua emosinya. Sedangkan Se Na hanya tertunduk malu. Uhh, untuk kedua kalinya ia harus menanggung malu dihadapan kedua orangtuanya.

“Haha, mian oppa. Aku hanya iseng saja. Hei, tapi surat yang ku kirimkan benar, kan? Kau saja yang tidak pernah berkunjung ke rumahku untuk sekedar menengok bayiku. Jadi kau tidak mengenalinya sama sekali.”

“Aishh, kau tahu? Tadi aku sudah berniat kerumahmu untuk menanyakan tentang bisnis kepada suamimu itu sekalian aku akan menjenguk bayimu. Tapi Se Na sudah terlebih dahulu memergokiku selingkuh.” Wajah Se Na merona seketika. Menahan malu yang sudah sangat tinggi. Dan oh, mengapa Baekhyun harus lebih memperjelasnya lagi? Semua orang yang ada di ruang tamu itu terkekeh geli. Apalagi nyonya Byun yang melihat adegan langsung dari pertikaian Baekhyun dan Se Na. benar-benar menggemaskan!

“Alasan saja kau, oppa.”

“Oh tunggu, satu lagi. Apa yang kau maksud aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku? Memangnya aku melakukan apa, huh?”

“Ya! kau fikir kami tidak tahu! Kau, Chanyeol dan Jongin yang menambahkan obat perangsang di minuman kami kan?” Kini Sehun yang membuka mulutnya setelah sedari tadi hanya diam.

“Padahal oppa tahu, kami sama-sama masih ingin fokus pada pekerjaan masing-masing.” Tambah Hyesun sambil mengelus rambut bayinya yang berada dipangkuannya.

“Tapi setidaknya aku berterimakasih padamu, Baek. Dia sungguh luar biasa waktu itu.” Imbuh Sehun lagi, dan membuat semuanya tertawa geli.

Baekhyun masih fokus pada layar laptop yang ada dihadapannya. Ia menarikan jarinya dengan lincah diatas keyboard putihnya. Lelaki itu mengambil secangkir coffee dan kembali menyesapnya.

“Yeobo.” Baekhyun menaikkan alisnya ketika mendengar panggilan manja dari sang istri yang baru tiba di ruang kerjanya. Sejak kapan istrinya menjadi manja seperti itu?

“Wae?” Baekhyun menjawabnya singkat, kemudian kembali menatap layar laptop dihadapannya. Se Na yang sejak tadi berdiri di ambang pintu, masuk ke ruang kerja milik sang suami. Gadis itu mengerucutkan bibirnya ketika Baekhyun justru bersikap acuh padanya.

“Kau belum selesai? Apa pekerjaanmu begitu banyak?”

“Eoh.”

Se Na mendesah. Lagi-lagi ia harus melatih kesabarannya. Gadis itu berjalan mendekati Baekhyun. Kemudian berdiri di belakang kursi lelaki itu. “Mau ku pijat?”

“Tidak perlu, sebentar lagi selesai.” Se Na memutar bola matanya jengah. Oh, sungguh sulit menggoda sang suami yang sedang fokus pada pekerjaannya.

“Gwaenchana, aku akan melakukannya untukmu.” Se Na bersikeras. Ia mulai memijit pundak Baekhyun dengan lembut. Gadis itu sedikit terkekeh senang ketika Baekhyun menghentikan tarian jari-jarinya diatas laptop.

Se Na terperangah ketika Baekhyun membalikkan badannya. Lelaki itu menatap tajam mata Se Na. Se Na tersenyum kecil. Oh, dia berhasil mengalihkan fokus Baekhyun!

“Ya! Park Se Na! sudah kubilang, tidak perlu! Kenapa kau masih melakukannya, eoh? Kau justru mengganggu pekerjaanku!” Se Na membulatkan matanya mendengar kata-kata tajam lelaki itu. Oh, sungguh diluar dugaan!

Baekhyun kembali menatap layar laptop miliknya. Mencoba kembali fokus karena tadi sempat hilang. Sedangkan Se Na segera berdiri tegak, menatap punggung Baekhyun.

“Kau menolakku?” Se Na berucap lirih. Gadis itu masih berdiri di belakang Baekhyun dengan tangannya yang menggenggam dengan erat.

“Tidak. Aku hanya mencoba fokus. Kau bisa memijitku setelah pekerjaan ini selesai.” Dan Se Na harus dibuat kecewa lagi dengan jawaban Baekhyun. Bukan, bukan hanya jawabannya. Bahkan lelaki itu juga tidak menatapnya. Lelaki itu berkata tanpa menatap matanya.

“Oppa, apa kau ingin bayi?” Se Na melontarkan pertanyaan itu masih dengan nada lirih. Dan kembali membuat Baekhyun menghentikan kegiatannya. “Aku ingin mempunyai bayi, oppa.” Ucap Se Na manja.

Baekhyun menahan nafasnya. Oh, ini benar-benar godaan terberatnya. Ia harus membuat laporan untuk rapat besok, tapi istrinya yang bertingkah seperti ini membuatnya tidak bisa fokus. “Tidak sekarang, sayang. Kita bisa membuatnya besok, hum?” Tawar Baekhyun.

“Kau tak bisa menunda pekerjaanmu dulu? Atau kau tidak mau mempunyai bayi dariku?”

Baekhyun kembali menghela nafasnya berat. Kemudian memegang kedua bahu Se Na lembut. “Tidak begitu sayang. Aku sangat ingin mempunyainya. Tapi malam ini aku punya banyak pekerjaan untuk besok. Kau tahu? Besok aku harus bertemu tamu penting dari perusahaan-perusahaan lain.”

“Setidaknya tunda pertemuanmu itu sekali saja oppa. Dan aku tidak akan memintanya lagi.” Baekhyun hanya terdiam. Oh, kenapa istrinya mendadak manja seperti ini? Apa yang terjadi dengannya? Tiba-tiba Se Na mendekatkan wajahnya, dan mengecup pelan bibir Baekhyun. Hal itu sukses membuat Baekhyun membulatkan matanya. Baekhyun tidak dapat menahannya lagi, dan dengan terpaksa lelaki itu memperdalam ciuman mereka dengan menekan tengkuk Se Na.

“Kau akan menyesalinya karena besok kau tidak akan bisa berjalan dengan baik, baby.” Bisik Baekhyun disela-sela ciuman mereka.

[Epilog]

Hyesun terkekeh geli disamping Sehun. Mereka berdua sedang menikmati malamnya dibalkon kamar. Yonhee sudah tertidur sejak di rumah keluarga Byun. Sehingga mereka bisa dengan santai bermesraan di balkon kamar.

“Jadi benar kau melakukan ide yang kuusulkan?”

“Tentu saja, oppa. Aku sudah memasukkan obat itu diminuman Se Na. Kau tahu? Pasti Baekhyun tidak akan tahan dengan godaan istrinya.”

“Kkk, kau memang pandai sayang.”

“Aku hanya ingin membalaskan perbuatannya malam itu, oppa. Aku yakin mereka pasti sedang melakukannya.”

Sehun melingkarkan tangannya dipinggang Hyesun—memeluknya dari belakang. Pria itu menatap istrinya dari samping, kemudian mengecup pipinya dengan lembut. “Sebenarnya tidak masalah untukku kalau dia memberikan obat perangsang itu pada kita.”

“YA! neo—”

Fin

Wohoooo..

Aku bawa ff aneh lagi nih. Semoga kalian suka ya. dan maaf karena belum ngelanjutin ‘My Answer is You’ karena akhir-akhir ini author lagi gak punya mood yang bagus untuk ngetik. Jadi dimaklumi ya. 😀 diusahakan untuk cepet post deh. 😀

Regard,

Byunniexo

Advertisements

89 responses to “[Baek-SeNa Couple] Your Baby, Byun? — By Byunniexo

  1. udah tegang bacanya, kirain Baek selingkuh…-_-
    ceritanya keren, Se Na lucu banget…
    trus tuh Hye Sun emang licik bener…

  2. hahaha..sumpah sena selalu salah paham sama baek, hahaha..lucu bgt pasangan ini, poor baek..semoga kalian cepet dpt baby yaa..hyesun pk balas dendam segala,kkkk

  3. Kirain gue baekhyun bener”an selingkuh eh gak tau engga,kaget sumpah
    Keren banget thor ff nya
    Jalan cerita nya nambah bagus aja wkwk
    Ditunggu kelanjutan cerita nya
    Keep writing 🙂

  4. nahloo kan, salah paham lagi 😄😄
    kayaknya hidup mereka penuh sama sena yg sll salah paham deh 😄😄
    ciee akhirnya bikin dedek bayi jugaa/? 😄
    Semoga jadi dedeknya/?
    emg dasar hyesun jail bgt dah, pantesan aja sena jd tiba2 nafsu gitu /? 😄😄

  5. Baca ff ini bikin mood naik thor wkwk 😀 mau usul dong thor kenapa ff nya ga dibikin chapter aja dan mungkin alurnya dirubah dari awal belum menikah. Biar tambah seru thor. Saya yakin ff buatan author ga ngecewain hehe 😀

  6. Bagus kk kak keren, tp kk lama sih kak di postnya pdhal q tunggu2 lo, dibuat chapter gtu lo kak , ya kak ya #maksa … Oke kak , keep writing and keep hwaiting

  7. kyaaaaaa so sweet bangett yaaa hyesun sama.sehun.. aku sempet tertipu juga loh tdi ama surat ituu– hahaha pokok nya bagussss bangett kak^^ aku tunggu lanjutan nya ya

  8. sorry eon bacanya lompat hehehe..
    tapi ini ceritanya menarik .
    aku bakalan baca yang sebelumnya kok.
    and comment donk 😀

  9. Kirain baekhyun bnrn selingkuh taunya ini kerjaan hyesun hahaha kynya hyesun berhasil ngsi obat perangsangnya kkkk

  10. Kukira jg itu mang anaknya baekkie~ sblm sm Sena… Ternyataa mirip krn keponakannya baekkie tohhh… Ahahhahahaha…. Salah sangka lagii… Apalagi pesan yg ditinggalin dikertas itu mndukung bgt Buat mencurigai baekhyun~

    Ooppsss dibales tuhh sm si sehun + sepupunya baekkie….. ㅋㅋㅋㅋ

  11. Hadeh sena salah lagi aja…
    G nanya dulu sih penyebabnya apa asal marah aja sm baekhyun haaahaa lucu dah

  12. Pingback: [Baek-SeNa Couple] Pregnant Effect — By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  13. Duh ngakak banget sma ff ini =))
    Dikirain Baekhyun selingkuh, hampir aja diceraiin-_- kayaknya ngakak banget eommanya Barm ngeliat drama gratis penuh air mata :’D wkwk
    Sehun sma Hyesun bener2 ya-_-
    Nahloh Baekhyunnya jutek gitu, aku kira bakal berantem, gataunyaa Sena malah minta aneh2 efek kerjaan Sehun smaa Hyesun =)) okeh lanjut baca 😀

  14. waduh itu isengnya kelewatan sampe2 bikin orang sampe hamil begitu wkwk
    dan keliatannya sena bakal bener2 hamil deh:p

  15. pantesan sena aneh 😀
    hahaha jail juga hyesun ama sehun 😀
    duh duh duh hanya mereka yg tau 😀

  16. yaaa… kasian baekhyun, dikit2 sena mnta cerai aja… Dikiranya pacaran apa, bs gmpang mnta putus trs ntar jadian lagi? Sena lain kali jgn mnt cerai lg yaa… 🙂

  17. Anjirrr malu banget jadi senaaa udah salah paham kaya gitu wkwk ngakakkk, endingnyaaa gilaaaa merinding/? BHAKKK

  18. aigoo ternyata sena jadi kayak gitu krn obat perangsang bukan krn kemauannya sendiri????
    hahahaha
    dasar ya sepupunya baekhyun itu…

  19. uugh Sena knapa hidup Kamu slalu buat malu diri senduri Eeuy MalangNya Ckckck…..
    mampus tuch pke obat perangsang lg mantep….

  20. aku aja bacanya udah mau mencak mencak wkwkwk kasian se-na selalu dikerjain kok yang ngerjain kurang kerjaan banget yak? wkwkwk ffnya kamu bener bener susah untuk ditebak 😀

  21. ngakak hadeuh😂😂 dramatis abis aku kira bayi itu anaknya si baek, eh taunya bukan😂😂, hyesun balas dendam sm si baek wkwk……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s