[ Series ] Devil Of Cruel ( Chapter 6 : I’m Pregnant ) – By Asih_TA

DOC 6 bag 2|Author : Asih_TA||Tittle : Devil Of Cruel ( Chapter 6: I’m Pregnant )||Main Cast : Park Minhee, Oh Sehun||Other Cast : Kim Jongin, Park Chanyeol, Oh Hye Ji, Do Kyungsoo, Shin Eun Min ||Genre : Romance, Action||Leght : Multichapter||Rated : Warning! PG 17|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

.

CHAPTER SEBELUMNYA

( PrologChapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4 Chapter 5[Teaser] Chapter 6 )

‘ Tolong untuk membaca prolognya terlebih dahulu agar mengetahui jalan ceritanya ‘

.

.

Saat di mana hatimu

Terselubung rasa kebencian

Air mata yang tak pernah jengah menatapmu

Bahkan dinginnya malam tak lagi dapat ku rasakan

Kuingin menyentuhmu

Karena mencintaimu, sungguh menyakitkan

.

Di pagi buta, matahari masih bersembunyi sampai di ujung mata. Hanya sepintas cahaya yang menerangi bumi, langit yang masih menampakan warna orangenya. Begitu menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandanginya, menghilangkan rasa gundah yang bersarang di dalam dirinya. Terlihat begitu indah jika di lihat dari kejauhan, tidak ada rasa sakit itu lagi yang terlalu lama terpendam di dalam jiwanya.

Minhee berjalan memandangi langit di antara kaca transparan. Tangan mugilnya terlurur indah di atas permukaan kaca dan mata yang selalu menatap sendu pemandangan di luar perkarangan rumah. Gadis itu memainkan jari lentiknya mengetuk-ngetuk kaca tersebut hingga menimbulkan bunyi yang menjadi latar belakang suasana sunyi di pagi itu.

Tak ada yang tau apa yang di pikiran gadis itu, matanya yang tak menampakkan kebahagian di sana, raut wajah yang begitu sulit di mengerti, bahkan pergerakan yang begitu melemah. Minhee menatap benda yang ada di tangan kirinya, sebuah kalung pemberian Ayahnya.

“ Appa.” Lirihnya seraya memperhatikan setiap jengkal benda tersebut. Minhee menggenggamnya kuat di antara kedua tangannya. Sudut mata yang telah berair kini membanjiri setiap jengkal pipi putihnya. Namun sayang tidak ada yang satu pun yang mendengar jeritan hatinya, karena bisa di pastikan semua orang yang selalu di sisinya tak akan pernah tau keadaan gadis itu sekalipun sabahat dan keluarganya.

Minhee memegang perutnya kuat, tiba-tiba saja gadis itu merintih kesakitan. Kejadian yang di alaminya beberapa jam terulang kembali, ia dapat merasakan sesuatu seperti mendorong perutnya kuat. Dengan langkah cepat Minhee berjalan ke arah kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Ia mengapai keran air tersebut lalu memutarnya. Membersikan bibirnya dari kotoran tersebut, gadis itu sedikit terduduk mencoba menenangkan perutnya “ Aku muntah lagi.”

Dengan sedikit kesusahan Minhee mengapai sebuah handuk kecil yang tergantung di samping tubuh mungilnya. Tangannya mulai telaten membersihkan daerah bibirnya, ia kembali berjalan ke arah ranjangnya dan meduduki dirinya sejenak.

“ Ada apa denganku, haruskah aku kerumah sakit.” Umpat Minhee seraya mengelus perutnya secara teratur. Namun sedetik kemudian ia mulai teringat sesuatu bahkan sangat mengingatnya. Gadis itu terlihat berfikir sebelum menampakan wajah paniknya, semua gejala itu seperti tidak asing baginya bahkan para ibu-ibu pun pasti mengetahuinya.

“ Mu-mungkinkah aku hamil.”

***

.

Sehun memakaikan dasinya dengan malas, dia mulai mendengus kesal karena sejak tadi lelaki itu tidak pernah selesai dengan kegiatannya. Dengan sedikit mengusak rambut pekatnya lelaki itu berjalan menuju ruangan makan yang terletak di lantai bawah. Pandangannya terahlihkan kepada sosok gadis yang baru saja keluar dari kamarnya.

Kedua tangan yang terlipat indah di dada dan kaki yang berjalan di setiap hentakan tangga. Mata lelaki itu semakin menajam ketika mengetahui pakaian yang di kenakan oleh tubuh mungil gadis itu. Tepatnya Minhee tengah menguji kesabaran seorang Oh Sehun “ Siapa yang menyuruhmu untuk berpakain seperti itu.” Ujarnya dingin.

Minhee yang merasa terganggu dengan suara tak bersahabat tersebut segera mengalihkan pandangannya “ Park Minhee, Aku sedang berbicara denganmu.”

Minhee mengepalkan kedua tangannya dan tidak memperdulikan suara lelaki itu. Ia mencoba mencari jalan efektif dengan segera melenyapkan diri dari pandangan laki-laki berkulit pucat tersebut. Tentu saja Sehun tau apa yang di pikiran otak polos gadis itu.

“ Jika sedikit saja kau mencoba mundur dari tempatmu berdiri, bisa di pastikan aku akan bermain bersamamu sepanjang malam dan membuatmu tak bisa merasakan otot-oto kakimu.” Ancaman itu bagaikan sebuah kilatan cahaya yang begitu mengerikan. Dengan terpaksa gadis itu membatalkan rencana gilanya, sehun mendekati gadis itu seraya menampakan seringaian andalan miliknya “ Jadilah Jalang yang jinak dan jangan pernah mencoba melawan mastermu sayang.”

Minhee mulai merasakan aura yang hitam di antar tubuh lelaki itu. Tangan kekar Sehun menggapai tekuk gadis itu dan mendekatkannya ke arah bibir miliknya. Sehun menghisapnya kuat dan membuat sang koran menjerit tertahan, Sehun kembali menyeringai dan melanjutkan kegiatannya bertubi-tubi. Setelah merasa puas lelaki itu segera menjauhkan bibirnya pada leher Minhee.

“ Kau tau aku seperti haus akan darah.” Lelaki itu setengah berbisik lalu tertawa cukup keras. Namun sayangnya Minhee terlalu menganggap perkataan manis Sehun begitu serius. Pasalnya Minhee bukanlah perempuan bodoh yang tidak mengerti semua seluk-beluk latar belakangan jiwa Oh Sehun. Terkadang gadis itu bisa merasakan sisi tersembunyi dari sosok Sehun, begitu misterius.

***

.

Jongin merasakan sinar matahari menerangi wajahnya, bahkan mengusiknya dari alam mimpinya. Lelaki itu perlahan membuka matanya yang terasa begitu berat, tangannya menghadang cahaya tersebut diantar wajah malasnya. Mulutnya mulai mengeluarkan sampah serapah bagi seseorang yang memuka tirai kamarnya. Lelaki itu mendengus kesal sebelum mendirikan tubuhnya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

Satu mata mengintimidasi tatapan sayu miliknya. Lelaki berkulit tan itu segera membuka matanya lebar-lebar dan mengumpulkan seluruh kesadarannya, oh lihat betapa mengerikan tatapan sosok itu “ Sudah bangun sayang.” Ucap seorang wanita paruh baya yang menatapnya lekat bagaikan lem yang susah untuk telepas. Ucapan itu terlihat begitu bersahabat namun percayalah di balik kata lembut itu tersirat rasa kekesalan ‘ Matilah aku ‘ Umpatnya dalam hati.

Nyonya Kim berjalan mendekati kasur milik Kim Jongin sambil melipat kedua tangannya “ Pulang jam berapa tadi malam heum?”

“ Itu..em itu.” Jongin kelabaan. Entah mengapa lidahnya terasa kelu untuk sekedar menjawab pertanyaan tersebut. Sedangkan Nyonya Kim semakin menatap tajam anak lelakinya “ Serius Jongin? Mabuk?”

Jongin menundukkan kepalanya dalam “ Maaf.”

Nyonya Kim mendengus kesal dan kembali memperhatikan wajah kusut anaknya “ Kau ada masalah?” Jongin terdiam sejenak dan mengalihkan pandangannya ke bawah lantai “ Sedikit.” Nyonya Kim semakin mendekati dirinya kepada anak sematang wayangnya lalu menepuk bahu lebarnya sedikit keras “ Kau ingin cerita?” Jongin menggelengkan kepalanya “ Tidak eomma, aku akan menyelesaikan masalahku sendiri.”

Nyonya Kim menganggukan kepalanya seraya mengelus surai rambut pekat lelaki itu “ Baiklah, Eomma tidak memaksamu, kau laki-laki yang harus memulai mencari jalanmu sendiri.” Nyonya Kim mencium pipi anaknya sebelum berjalan meninggalkan Jongin sendiri di dalam kamar tersebut “ Jika ada sesuatu panggil eomma.” Ujar Nyonya Kim seraya menutup pintu kamar berwarna biru gelap itu. Sedangkan Jongin hanya menatap sendu kepergian ibunya.

***

.

Semilir angin berhembus kencang di balik tirai kamar yang tak tertutup dengan rapat, mengalihkan perhatian seorang yeoja tengah duduk indah di sebuah ruangan makan. Ia sedikit tertarik dengan tirai tersebut dan hendak mendekatinya namun sebuah tangan menarik lembut pergelangan kirinya. Gadis itu menolehkan kepalanya dan memperhatikan seorang pria dengan lekat.

“ Sayang, kau mau kemana?” Ujar Chanyeol yang semakin menguatkan cekraman tangannya, takut jika saja gadis itu – Hye Ji semakin memberontak. Namun semua pikiran tentang hal itu tidak di tunjukkan oleh Hye Ji bahkan gadis itu hanya menatap wajah lelaki yang ada di hadapannya dalam diam. Ia tidak berucap atau memberontak seperti biasanya.

“ Kau pasti lapar? Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita.” Chanyeol menarik dan menuntut gadis itu untuk mengikuti langkah besarnya. Hye Ji hanya diam ketika lelaki itu menarik tangannya lembut, sedangkan Chanyeol tampak begitu gembira dengan sikap Hye Ji yang sedikit demi sedikit berubah. Tak apa sepenting gadis itu tidak memberontak seperti biasanya. Langkah mereka terhenti di sebuah taman yang sangat besar. Di hadapan mereka telah tersedia sebuah meja besar dan dua buah kursi, tak lupa beberapa menu yang berada di atas meja tersebut.

“ Ayo kesini.” Chanyeol menarik sebuah kursi dan menduduki tubuh mungil Hye Ji. Mata gadis itu berbinar-binar ketika begitu banyak menu makanan yang begitu menggiurkan, Chanyeol mengambil sebuah piring yang telah terisikan makanan kesukaan Hye Ji dan tak lupa untuk meletakkannya di depan gadis itu “ Makananlah, kau terlihat kurus.”

Chanyeol tersenyum sambil mengacak gemas rambut pirang favoritnya “ Ayo sayang kau harus makan. Nanti kau bisa sakit.” Lelaki itu mengambil sendok tersebut dan mulai menyuapi Hye Ji dan gadis itu kembali menurut dengan membuka mulutnya “ Anak pintar.”

Acara sarapan pagi yang begitu manis di tunjukkan oleh keduanya. Walaupun Hye Ji tidak pernah mengamuk atau memberontak namun tetap saja gadis itu belum sepenuhnya pulih. Chanyeol dengan hati yang begitu cerah terus memberikan perhatiannya kepada Hye Ji sedangkan Hye Ji tidak terlalu mengikuti hati lelaki itu.

***

.

Sebuah syal yang tertutup sempurna di leher jejang Minhee berhasil menjadi pusat perhatian Mr.Jung yang sedang berdiri di perkarang rumah. Matanya menatap penampilan gadis itu sambil mengerutkan dahinya heran sedangkan Minhee sedikit risih di pandangi demikian “ Kau ingin kemana Nona Park.”

Suara itu begitu mengintimidasi, Minheee sedikit menelan salivanya kasar “ A-aku ingin kerumah sakit. Bisakah kau menemaniku.” Mr.Jung terlihat berfikir sejenak sebelum kembali mengalihkan pandangan dari gadis itu “ Entahlah, Tuan muda Oh Sehun hanya menyuruhku untuk menemanimu di sekolah saja.” Kemudian tangan kanannya menompang kepalanya ringan “ Tapi baiklah, selagi dia tidak ada disini.”

Seketika Minhee tersenyum lembut “ Terimakasih.”

Mr.Jung membalas senyum lembut gadis itu. Lelaki itu mendekati dirinya dan memberikan sebuah jas hitam yang di kenakan olehnya, Minhee mendongak menatap lelaki itu heran. Seolah mengerti tatapan gadis itu Mr.Jung memakaikannya di tubuh kurus Minhee “ Kau tau musim dingin belum sepenuhnya berakhir, jadi kau harus bisa menjaga dirimu.”

Gadis itu kembali tersenyum penuh kehangatan “ Tuan Jung bolehkah aku meminta sebuah permintaan.”

Mr.Jung menatap Minhee bingung “ Permintaan apa nona Park.” Gadis itu sedikit mengigit bibir bawahnya, ia terlihat berfikir keras untuk mengelurkan suaranya “ Bi-bisakah kita kerumah sahabatku sebentar saja setelah kunjunganku di rumah sakit?” dan kali ini Mr.Jung menatap gadis itu bingung bercampur khawatir “ Aku berjanji tidak akan mencoba melarikan diri, kau dapat percaya padaku.”

Mr.Jung menghembuskan nafasnya jengah “ Baiklah, selagi Tuan muda Oh Sehun akan sedikit lama pulang.” Minhee tersenyum senang, ini sebuah keberuntungan untuk dirinya karena seseorang tengah berbaik hati memberikannya sedikit kelonggaran.

“ Baiklah kita harus cepat sebelum mata-mata rumah ini semakin curiga dengan kita.” Ujar Mr.Jung seraya membuka pintu mobil yang tak jauh dari tempat mereka berdiri dan hal itu tidak di sia-siakan oleh gadis itu untuk segera bertemu dengan sahabatnya.

***

.

Hye Ji menatap dalam diam tubuh Chanyeol yang selalu mengikuti dirinya. Bahkan mereka sudah duduk berdua di atas ayunan yang terletak di perkarangan rumah lelaki itu, tangan besar Chanyeol tak pernah pegal merangkul bahu kecil milik Hye Ji. Udara yang masih dingin kembali berhembus kencang membuat gadis itu mengigil hebat.

Dan lelaki itu merentangkan sebuah selimut berwarna merah muda dan melilitkannya di tubuh mereka. Chanyeol berbagai kehangatan di antar selimut yang sama-sama membungkus tubuh mereka, sedangkan gadis itu kembali sibuk dengan memeluk boneka kelincinya.

“ Hye Ji kau tidak kedinginan.” Suara berat laki-laki itu kembali mengusiknya. Gadis itu masih tak mau menatap wajah Chanyeol bahkan Hye Ji hanya menggelengkan kepalanya pelan. Chanyeol tersenyum dan kembali mengeratkan pelukannya berserta selimut yang membungkus tubuh mereka. Lelaki itu tak henti-hentinya menciumi pipi Hye Ji bertubi-tubi.

“ Bersabarlah sebentar lagi kita kembali ke Seoul, sayang.”

***

.

Seorang laki-laki tengah menyesap tea hangatnya, mata tajamnya menatap kaca transparan yang mendominasi dinding ruang kerjanya. Ia memperhatikan kota seoul dari tempatnya berdiri, namun hatinya tidak tertarik dengan pemandangan tersebut. Bahkan hatinya selalu menyebut nama gadis itu, sejak pagi tadi Sehun tidak berhenti memikirkannya.

Lelaki itu sedikit memijit kepalanya pelan, ia sedikit merasakan pusing entalah mungkin tubuhnya begitu lelah dengan berkas-berkas menyebalkan itu. Dengan langkah berat lelaki itu berjalan menuju sofa miliknya dan mencoba menduduki dirinya sejenak hanya untuk menghilangkan rasa sakit itu hingga ke seluruh bagian kepalanya. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar dan membuat lelaki itu mendengus kesal “ Masuk.”

Setelah mendengar perintah, pintu tersebut terbuka dan menampakan seorang laki-laki bertubuh tegap menggunakan jas hitam dan kacamata hitam “ Maaf mengganggu Tuan, tapi saya suruhan dari Tuan Min Jun.”

Sehun menangangkat kedua alisnya “ Baiklah apa yang ingin kau sampaikan.”

Lelaki itu berjalan medekati Sehun dan menduduki dirinya di hadapan sang CEO “ Begini Tuan, kakak anda telah di temukan.”

“ Benarkah? Dimana dia.” Sehun mulai menampakan mood baiknya. Pemuda itu menatap laki-laki itu penuh harapan sedangkan laki-laki itu memberikan sebuah kertas kecil dan menaruhnya di depan Sehun “ Dia berada di daerah daerah Gangnam dan itu alamatnya Tuan.” Sehun memperhatikan kertas kecil itu dan kembali tersenyum puas “ Siapkan mobil untukku, kita akan berangkat.”

“ Baik Tuan.”

Ceklet

Kedua laki-laki itu menolehkan kepalanya ketika suara pintu terbuka. Sehun menyerit tak jika ada seseorang yang masuk tanpa mengetuknya terlebih dahulu – kecuali Kim Jongin dan Kim Min Jun. Sehun menyipitkan matanya heran, tak biasanya lelaki yang berdiri di ujung pintu tersebut begitu kurang ajar “ Ada yang ingin kau katakan padaku Kim Dongwoo.”

***

.

Ruangan putih yang begitu mendominasi, alat-alat besi yang terletak di bagian sisi ranjang gadis itu menatap horor semua benda tersebut apalagi mencium bau-bau rumah sakit yang tidak begitu ia suka. Minhee dengan sabar menunggu hasil pemeriksaan, namun tak lama seorang dokter mulai menampakkan tubuhnya di balik pintu.

Jantung gadis berdetak tidak karuan ketika sosok berbaju serba putih medekat dan jangan lupakan tatapan membunuhnya “ Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.”

Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap wajah laki-laki yang ada di hadapannya “ Aku tidak mengerti maksudmu Kyuhyun.” Laki-laki bernama lengkap Cho Kyuhyun itu hanya mendengus marah “ Kau positif hamil, Minhee.”

Seketika mata gadis itu membesar “ A-apa kau pasti bercandakan.”

“ Bercanda? Apa seorang Dokter boleh mempermainkan pasiennya. Katakan padaku siapa yang telah menghamilimu.” Desak lelaki itu sambil melipatkan keduanya di dada. Kyuhyun tak habis pikir bagaimana bisa gadis yang selama ini di anggapnya sebagai keluarga begitu saja melakukan hal senonoh.

Gadis itu merasakan hatinya kembali menjerit sakit, ia memegang dadanya kuat dan menyembunyikan raut wajah bodohnya “ Maafkan aku.” Kyuhyun kembali menyerit tak suka “ Aku menyuruhmu menjawab Minhee bukan meminta maaf.”

Minhee sedikit terisak dan membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah “ Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya.” Gadis itu dengan cepat menggelengkan kepalanya “ Aku tidak tau, aku ingin mati saja.” Kyuhyun berjalan mendekati gadis itu lalu memegang bahunya pelan “ Minhee dengar, dengan menangis kau tidak akan menyelesaikan masalah. Ayo tenangkan dirimu terlebih dahulu lalu kita cari jalan keluar.”

Gadis itu menganggu dan mengambil sebuah tisseu lalu mengapus air mata yang telah memanjiri pipinya “ Kyuhyun apa kau jijik denganku.” Ucapnya lirih seraya menatap manik mata lelaki itu “ Tidak! Itu bukan salah Minhee karena aku sangat yakin kau pasti diperkosa bukan?”

Minhee mangangguk kembali dan membuat Kyuhyun mendesah berat “ Apa kau ingin melakukan aborsi sebelum umur janin itu semakin bertambah.”

Gadis itu meremas ujung bajunya kuat bahkan lidahnya terasa kelu “ A-aku tidak ingin menggugurkan janin ini.” Ujarnya mengelus perutnya pelan. Sebagai seorang wanita ia tidak akan sanggup mengugurkan kandungannya, terlebih lagi itu darah dagingnya sendiri.

“ Kau yakin.”

“ Aku yakin.” Minhee manatap nanar pandangan mata lelaki itu. Kyuhyun memberikan sebuah resep untuknya dan sebuah tatapan yang tiba-tiba saja melunak dari bola mata hitam yang tenang dan nyaman “ Aku tidak tau siapa yang telah melakukan ini padamu dan aku tidak mau terlalu mengintimidasimu namun setidaknya kau bisa meminta pertanggung jawaban darinya.”

Minhee tersenyum kaku dan mengambil kertasnya, entah mengapa tangannya bergetar hebat ketika menggapai kertas tersebut. Mata Kyuhyun menatap curiga perubahan gadis itu, ia langsung berdiri dan sedikit mencodongkan tubuhnya sehingga jarak di antara wajah mereka semakin tipis. Minhee terkejut ketika wajah laki-laki itu semakin mendekat “ Apa yang kau lakukan.”

“ Minhee berhati-hatilah, jangan terlalu kelelahan mengerti?” Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dan kembali menduduki dirinya di atas kursi miliknya, gadis itu tersenyum dan mengambil tas biru dongker kepunyaannya “ Baiklah termakasih Kyu.”

***

.

“ Apa ini!” Bentak Sehun murka, mata lelaki itu berkilat-kilat penuh kemarahan. Di saat istirahatnya dia harus di hadapkan dengan seluruh pekerjaan yang begitu memuakkan, lelaki itu mengambil berkas tersebut dan membuangnya tepat di depan wajah sekretaris keduanya tersebut“ Bagaimana bisa dokumen itu bisa hilang, cepat jawab aku Dongwoo.”

“ Ma-maafkan saya Tuan. Kami dan seluruh karyawan telah mengerahkan seluruh tenaga untuk mencarinya.” Ucap Dongwoo takut-takut. Ia menundukkan kepala seraya berdoa agar sang atasan tidak semena-mena memecatnya, dengan rasa kekesalan yang menyelimuti hati lelaki itu Sehun memulai aksinya dengan memberatkan tangannya dan menghantam seluruh benda yang di mejanya termasuk laptop, rak-rak kecil, buku-buku dan handpone miliknya.

Dongwoo masih menundukkan kepala, sang atasan benar-benar terselimuti rasa emosional yang tinggi “ Dimana Kim Jongin.” Bentak Sehun kembali dengan suara berat dan begitu lantang.

“ Itu, Kim Jongin tidak masuk hari.” Ujar Dongwoo takut. Sehun menggeram dan menggertakan giginya kuat “ Kurang ajar Suruh dia menghadapku besok mengerti!” teriaknya dan kembali menendang kursi yang baru saja dia duduki.

“ Ba-baik Tuan.”

Sehun mengambil jas hitam dan kunci mobilnya. Ia berjalan menuju luar ruangan dan mendekati sosok laki-laki yang sedang menunggu dalam gelisah, Sehun menetralkan deruan nafasnya “ Jadi bagaimana Tuan, kau akan tetap pergi ke Gangnam hari ini.”

“ Tampaknya aku sedikit ada masalah di perusahaan, Aku akan bicara langsung dengan Min Jun nanti. Kau bisa pergi sekarang.” Sehun memberikan sebuah amplop kepada pria itu “ Baiklah, senang bisa bekerja sama denganmu Tuan Oh.”

***

.

Jalanan yang mulai ramai sejak 2 jam yang lalu, penjalan kaki yang berlalu lalang dan beberapa anak-anak yang sedang bermain di taman kota. Minhee menunggu dengan sabar seseorang yang sedari tadi merencana tujuan mereka di tempat itu, kaki mungilnya sengaja ia hentak-hentakkan di tanah. Angin berhembus kuat membuat kedua tanganya ia lipatkan kuat di antara dadanya, giginya mengertak kuat ketika merasakan dinginnya suhu memasuki pori-pori kulitnya.

Kepalanya menoleh kesana-kemari dengan cepat. Gadis itu bergumam kecil dan sedikit mengumpat kesal karena mau saja di jadikan pihak yang paling menderita. Tak jauh mata memandang seorang gadis berlari sambil melambaikan tangannya di udara “ Minhee.”

Minhee menarik kedua ujung bibirnya kemudian tersenyum manis. Ia juga membalas ayunan tangan yang di berikan oleh sahabatnya “ Dasom.”

Gadis itu bernama lengkap Kim Dasom. Teman kecil Minhee, mereka sudah saling mengenal ketika mereka menginjak umur 8 tahun. Dasom adalah gadis yang beruntung –menurut Minhee, sejak kecil kehidupan mewah sudah menjadi makanannya sehari-hari. Mempunyai keluarga yang harmonis, seorang kakak laki-laki yang begitu menyayanginya dan gadis yang manja dengan kelakuan lucunya. Minhee tersenyum kecut membayangkan semua itu berbalik dari keadaannya yang begitu mengenaskan, meyedihkan dan menjijikan.

Kehangatan terjadi seketika ketika Dasom memeluk erat tubuh Minhee, dengan sedikit menjijit untuk mencapai tinggi maksimal Minhee karena bisa di pastikan Tubuh Dasom sedikit pendek di bandingkan gadis itu “ Minhee, aku merindukanmu.”

Minhee tersenyum sambil melepaskan tautan tubuh mereka “ Aku juga.”

“ Ayo duduk.”Minhee menarik pergelangan Dasom dan membawanyake tempat duduk yang sempat ia duduki beberapa menit yang lalu. Sekilas Minhee bisa menangkap pandangan Dasom yang tak pernah lepas dari tubuhnya, dan gadis itu merasa heran “ Kau sedang melihat apa?”

Dasom dengan seluruh keraguannya mulai bertanya “ Minhee apa ini hanya pikiranku saja, atau memang kau bertambah kurus “ Gadis itu terkejut ketika pertanyaan tak terduga dari sahabatnya begitu saja ditelontarkan dengan mudahnya “ Mu-mungkin aku kurang makan dengan baik.”

Gadis itu gugup setengah mati sedangkan Dasom mulai mengikuti peran kebohongan sahabatnya “ Sebentar lagi kelulusan sekolah kita bukan “ Dasom bertanya lagi dan Minhee hanya mendesah berat “ Kau benar, Akan sangat sulit bagiku untuk menerima perpisahan ini.”

“ Aku juga.” Ujarnya lirih.

Dasom mengambil handpone genggamnya, menghidupkannya sebentar lalu tersenyum senang menatap Minhee. Gadis itu menautkan kedua alisnya heran melihat sikap salah satu sahabatnya “ Minhee, Apa kau mengenal Oh Sehun.” Mata Minhee yang terlihat biasa-biasa saja berubah dalam kedipan kilat ketika nama laki-laki itu menyapa pendengarannya, bagaimana bisa Dasom mengenal manusia berhati iblis itu.

“ Hey, apa kau baik-baik saja?” Dasom menggoyang-goyangkan kedua tangannya di hadapan Minhee dan Minhee tersenyum kaku “ Aku baik-baik saja.”

“ Apa kau mengenalnya.” Ulangnya seakan memaksa Minhee untuk segera menjawab dan gadis itu harus berupaya untuk menutupi kegugupannya “ A-aku ti-tidak mengenalnya.”

Kini Dasom mulai kegirangan dengan menunjukan sebuah foto di handpone merah mudanya dan hal itu tentu saja membuat Minhee harus meladeninya “ Kau tau? Akhir-akhir ini media masa banyak yang mengagumi kehebatannya sebagai pengusaha muda terbaik, bukankah dia begitu tampan “

Minhee tidak menjawab dan lebih memperhatikan gelegat sahabatnya “ Kau menyukainya?” Dasom tersenyum malu dan mengiyakan pertanyaan tersebut. Hal itu terlihat dari kedua pipinya yang merona hebat “ Kau tau Minhee? Aku bukan hanya menyukainya tapi sampai detik ini pun aku mulai mencintainya.”

Dunia terasa begitu berat bagi Minhee, tidak di sangka Dasom sahabatnya sendiri jatuh dengan mudah di bawah pesona lelaki itu. Bahkan orang yang berada di sekitarnya gadis itu tak akan pernah tau sifat dan semua sisi jiwa laki-laki itu dan Minhee lagi-lagi harus menutup mulutnya rapat-rapat tentang dirinya, hidupnya, keluarga bahkan laki-laki itu.

***

.

“ Dimana dia!” Entah sudah berapa kali Sehun berteriak, mengucapkan kata-kata bruntal kepada seluruh pelayan rumahnya. Lelaki itu marah besar ketika tidak menemukan sosok Minhee di setiap bagian sudut rumah. Bahkan dia sudah pulang dari kantornya 20 menit yang lalu dan membuat seluruh pakaian kusut tak berbentuk.

Lelaki itu berjalan menuju ruang tamu dan mendudukan tubuhnya di atas permukaan sofa yang lembut. Nafas yang terdengar tidak beraturan dan dadanya yang naik turun secara cepat, terlihat sekali lelaki itu tangah menahan amarahnya “ Akkh Sial!”

Tangan besarnya menyapu sebuah vas bunga yang berdiri kokoh di antara permukaan meja yang berada tepat di hadapannya. Dengan cepat vas bunga tesebut berubah menjadi serihan-serpihan yang tak menyatu lagi, bahkan telah kehilangan sebagian tubuhnya. Seluruh pelayan rumah menatap takut sang atasan mereka.

Tak lama terdengar pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis yang secara tidak langsung melihatnya heran “ Se-sehun kau sudah pulang.” Gadis itu gugup seketika ketika pertama kali membuka pintu rumah tersebut.

Sehun dengan seluruh luapan emosinya berjalan mendekati gadis itu “ Dari mana saja kau?” mata tajamnya tak berhenti mencari manik mata gadis itu “ Jawab aku Minhee!”

Laki-laki itu berteriak dan mencekram kedua bahu Minhee kuat, gadis itu meringis kesakitan dan mencoba melepaskan tangan tersebut namun lagi-lagi ia harus kalah telak “ Ikut aku!” Sehun menarik pergelangan gadis itu dan menyeretnya kedalam kamar mereka, tentu saja Minhee memberontak bahkan ia tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali “ Tidak Sehun, aku mohon.”

Minhee mulai terisak dan dengan bejatnya Sehun menghempaskan tubuh mungil gadis itu ke atas ranjang. Kali ini laki-laki itu murka dengan mengkoyak baju atasan gadis itu, bahkan lelaki itu sudah kalut dengan perasaannya sendiri.

“ Sehun, hiks. . hiks . “ Kini tak ada lagi yang dapat menahan isakan tangis gadis itu yang mulai pecah. Seakan tuli Sehun tidak memperdulikan tangis gadis itu dan selanjutnya menerjang tubuh mungilnya dan menciumnya secara bruntal.

Kemudian Minhee tersadar seketika ‘ Bayiku.’ Umpatnya. Gadis itu masih ingat dengan keadaan dirinya saat ini, dia tidak sendiri gadis itu dalam keadaan mengandung tentu saja apa yang akan dilakukan oleh Sehun dapat melukai darah daging mereka sendiri.

Tubuh lemah Minhee mulai kembali memberontak “ Tidak! jangan sentuh aku.” Teriaknya yang menggema di setiap sudut ruangan kamar tersebut sedangkan mata lelaki itu menatap tajam, begitu jahat dan bengis.

“ Beraninya kau membentakku!” Sehun murka karena menerima makian dari gadis itu. Ia mencengkram dagu Minhee kuat, hingga terdengar ringisan dari bibir tipis gadis itu “ Akhh sakit, aku mohon lepaskan aku.”

Sehun menyerit tak suka, gadis itu telah menolaknya “ KENAPA? BUKANKAH KAU TIDAK AKAN MENOLAK KETIKA AKU MENGAJAKMU BERCINTA!

Tangan Minhee terpekal kuat bahkan kuku-kuku jarinya telah memutih, perkataan lelaki itu cukup menambah luka di hatinya. Jika Tuhan memberikan kehidupan yang seperti ini gadis itu lebih memilih untuk mati.

“ Kau tau kenapa?” Mihee menggeram tubuhnya terasa lemas dengan seluruh keringat yang membasahi pelipis keningnya “ BRENGSEK! KAU TAU KENAPA? KARENA AKU SEDANG MENGANDUNG ANAKMU OH SEHUN!” Hancurlah sudah pertahan gadis itu, ia sudah menangis histeris. Ia tidak perduli lagi dengan tubuhnya dan ia tidak perduli lagi dengan laki-laki itu. Semuanya telah membuatnya lelah, semua orang yang telah banyak mengores luka di hatinya tentu saja tidak semudah itu hilang. Bahkan siapapun tak ada yang berada dipihaknya.

Sehun terdiam sejenak sebelum tubuhnya tiba-tiba saja mati rasa “ A-apa kau hamil?”

Minhee, gadis itu terisak sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Lelaki itu mengepalkan kedua tangannya kuat dan mendirikan tubuhnya dari ranjang tersebut. Kakinya melangkah besar keluar ruangan dan menutup pintu kasar hingga terdengar benturan yang begitu keras.

***

.

Sehun dengan kasar berjalan ke arah wastefel dan memutar keran airnya. Tangannya terurur menggapai air tersebut dan membasahi seluruh wajahnya. Ia kalut bahkan sanngat kalut, apa yang terjadi barusan menjadi malapetaka untuknya. Laki-laki itu mendekatkan dahinya tepat di cermin yang ada di hadapannya.

“ Aku bodoh.” Gumamnya dan menumbuhkan bejuta kali perih di hatinya. Lelaki itu sudah mendiamkan dirinya di tempat itu selama 30 menit. Sejak pertengkaran tersebut Sehun sudah tidak dapat lagi mengeluarkan suaranya, Minhee secara tidak langsung telah menghancurkan seluruh anggota tubuhnya.

Seperti raga yang kehilangan nyawa. Lelaki itu berjalan keluar ruangan dengan tubuh tanpa daya, ia berjalan menuju kamar itu lagi. Kamar dimana terakhir ia meninggalkan Minhee dan gadis itu selalu sukses mengacaukan seluruh kinerja otaknya.

Sehun meraih knop pintu dan memutarnya pelan. Pandanganya melebar ketika mendapati tubuh gadis itu yang sudah tertidur dengan lelap. Lelaki itu masuk dan berjalan mendekati tubuh mungilnya, memperhatikan wajah terlelap dan nafas yang terlihat beraturan.

Lelaki itu menduduki dirinya di pinggir ranjang dan mengapai pipi gadis itu, bahkan Minhee tidk terganggu dengan sentuhan tersebut “ Kenapa harus kau yang menjadi alat balas dendam kakakku.” Jari-jarinya mengelus pipi itu pelan “ Dan mengapa kau selalu berhasil membuatku tersulut emosi.”

Laki-laki itu bergumam dan sedikit menampakan senyum tipisnya. Tangan besarnya sudah tak lagi berada di tempat dan sudah merosot turun kebawah mengelus perut gadis itu pelan. mencoba menyapa sebuah janin yang tengah terbentuk di dalam sana, Ya sebuah darah daging mereka.

“ Aku akan bertanggung jawab.”

.

~ TBC

( Tolong untuk membaca Author Note )

A/N

Terimakasih bagi seluruh readers yang telah meminta password kemarin dan yang telah komen di setiap chapternya😀

Jangan lupa untuk selalu menunggu kelanjutan ceritannya ya😀

Tolong tinggalkan jejak setelah membaca ya😀

Terimakasih😀

Author sayang kalian❤

tumblr_n9x9lbFAx21qi4jgto4_500

 

532 responses to “[ Series ] Devil Of Cruel ( Chapter 6 : I’m Pregnant ) – By Asih_TA

  1. Sehun kgk bisa apa kendali’in emosinya-,- jan dilampiasin ke minhee mulu, kesian minhee. dan skrg minhee hamil, beneran gk ya itu sehun mau tanggung jawab? semoga sehun jadi baik.
    izin baca chapter selanjutnya ya kak^^

  2. yeeyyy.. bener, minhee hamil dan sehun mau bertanggung jawab karna udah menghamili minhee, semoga semua sifat sehun ke minhee bisa berubah menjadi lebih halus dan lebih sabar ngadepin minhee

  3. huuuh,, jahat banget sii chanyeol, masa nyuruh hye ji ngegugurin kandungannya sendiri, darah dagingnya sendiri. malah ngugurinnya pake racun lagi dan akibatnya sekarang hye ji jadi gangguan jiwa juga karna chanyeol, wajar lah kalo sehun benci + marah sama chanyeol.

  4. Allah karim
    So sweet masaaaa “aku akan bertanggug jawab” ☺️☺️☺️☺️☺️
    Aku kira bakalan bakalan di suruh di buang taunya enggak
    Hmmmmmmm sweety bangett ihh

  5. Pingback: [Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [D/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Huaaaa please kak baperrrrrr😭😭😭😭😭 sehub bakal tanggung jawab ?? Gosh ! sumpah sweet bngttt itu ahhhhh knp gua terharu bacanya. Rasanya mau liat sehun disakitin ama minhee sumpah. Chanyeol balik ke seoul ntr langsung ngelamar kakanya sehun ? Duhhh keren bngtt bikin emosi sumpah bacanya hahhahaha😂😂 keep writing ka ^^

  7. akhirnya aku bs baca chapter ini….. sehun mau tanggung jawab…. ini benerankan hun #SoAkrab nexttttt

  8. Baper banget ! Semoga sehun beneran tanggung jawab dan bukan suruh minhee ngegugurin kandungannya , suka sama keberanian minhee yang dengan lantangnya ngmg klo dia hamil , setidaknya biarin sehun nerima kenyataan atas apa yang telah dia lakuin , semoga aja sehun ntar suka sama minhee ;)()

  9. Entah udah berapa lama ga baca ff ini…ga tau udah sampe mana bacanya…tp yg ini kayanya udah..sumpahhh seruu bangettttt sehunnnnnnnnnnnn kenapa jahaaaatt banget..

  10. Aku suka Minhee berkata lantang menyebut Sehun “Brengsek”
    Good Minhee & sadarlah Sehun sebelum terlambat😂

  11. dan benerkan, Minhee positif hamil. wah wah wah, Dasom suka sama Sehun niiih:v temenny sendiri ternyata juga suka..
    kok aku malah seneng yaa scene dimana Minhee bentak Sehun😄😜 Minhee jdi berani gitu(???) ngowahahahahahaha
    hamdalah Sehun mau tanggung jawab.

  12. tukaaaan sehun ini kasar2 romantis.dikit hahaha dia ini udah mulai suka sama minhee baguslahh kalo dia mau tanggung jawab

  13. ya ampun terhura banget ama chap ini.. bikin baper, pa lagi pas waktu sehun bilang klo dia bakalan tanggung jawab.. wahh (prokprokprok) keren dah thor.. ijin next ya thor

    keepwriting^^

  14. Ini chapter 6nya emang ada dua atau gimana sih? Ada yang diprotek ada yang nggak.. aku udah sampe email minta pasword loh.. heehhe..
    Wah, Minheenya beneran hamil.. dan bersyukurnya Sehun mau tanggung jawab..

  15. Nah kan minhee beneran hamil ,sehun mau tanggungjawab? Kasian banget si minhee
    Nah udh pada tau keberadaan kakanya sehun ,gimana nantinya ? Gasabar
    sebelumnya minta maaf aku langsung baca ke chapter yg ini, soalnya aku udh minta password yg chapter6(teaser) nya lagi slowrespon ya jadi agak telat. tapi gapapa nanti kalo udh dapet tetep aku baca yg teaser nya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s