YOU’RE MY STAR CHAPTER 10 -Alpha Phoenix

req-64-you_re-my-star-b

Title : You’re My Star chapter 10 – alphaphoenix

Author : alphaphoenix (twitter @mlidna)

Main cast : Do Kyungsoo a.k.a D.O (EXO) | Jang Hyunji (OC/You) | Byun Baekhyun (EXO) |

Other cast :Kim Jongin a.k.a Kai (EXO) | Oh Sehun (EXO) | Park Chanyeol (EXO) | Kim Junmyeon a.k.a Suho (EXO) |

Genre : Drama, romance, a little bit sad

Rating : PG-15

Length : chapter

Credit poster : Yaumila @ HSG

Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari film disney channel ‘starstruck’ tapi saya kembangkan berdasarkan pikiran sendiri. Tolong tinggalkan jejak dengan memberi komentar ^^. Original story by me. Don’t be a plagiat!  DON’T BE A SILENT READERS!

Previous Chapter :

Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9  

D.O POV

Mendadak seluruh isi ruangan ini menjadi suram. Nampaknya seluruh orang diruangan ini memancarkan aura yang negatif, sehingga ruangan ini begitu terasa suasana canggungnya. Deru nafasku yang memburu berlomba dengan deru nafas Baekhyun yang sedang menatapku, menghujamku. Ia tak pernah menatapku seperti ini. Seakan-akan aku ini seperti mangsanya, ia seperti akan menyerangku kapanpun jika saja Suho dan Chanyeol tidak menahannya. Mungkin aku juga bisa saja menyerangnya jika Sehun dan Jongin tidak mengunci kedua kaki dan tanganku.

“Lepaskan aku! Aku tak akan menyerangnya!!” teriak Baekhyun sambil berusaha melepas tangannya dari genggaman Suho dan Chanyeol.

“Kenapa? Serang saja aku. Kau takut?” balasku berteriak.

“Hyung, sudahlah…” kata Sehun, ia sepertinya takut melihat kami bertengkar.

“Kyungsoo-ah, bisakah kita bicara baik-baik?” kata Baekhyun akhirnya. Suaranya melembut. Ia lalu membisikkan sesuatu kepada Suho dan Chanyeol. Lalu setelah itu, mereka melepaskan tangan Baekhyun.

“Aku tidak akan menyerangmu. Aku janji..” kata Baekhyun sambil mengangkat kedua tangannya, membuktikan bahwa ia bersungguh-sungguh.

“Bisakah kalian mengurusnya nanti saja? Sebentar lagi acaranya mulai…” kata Suho panik.

Aku hanya berdiam saja. Sehun dan Jongin masih menahanku. Aku lalu menghembuskan nafas berat.

“Lepaskan aku. Aku tidak akan menyerang siapapun..” kataku pada Sehun dan Jongin. Kuyakinkan mereka.

“Hyung…”

“Tidak apa-apa.” Kataku, lalu kurasakan genggaman tangan Sehun dan Jongin mengendor dan aku menarik kedua tanganku.

“Batalkan saja acaranya. Percuma kalau kita tampil dengan keadaan seperti ini.” Sahutku.

Sontak seluruh bola mata memutar ke arahku.

“Kau bilang batalkan saja? Diluar sana sudah ribuan fans yang menunggu. Kau ini sudah gila atau apa, Kyungsoo-ah?” hardik Suho.

Mungkin iya, aku sedikit gila sekarang. Bisa-bisanya aku mengeluarkan kalimat itu secara santai tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, Manajer Kim masuk.

“Gwenchana? Kudengar ada sedikit masalah?” kata manajer begitu membuka pintu. Kami semua terdiam. Bahkan Suho pun tidak berani mengatakan apa-apa. kulirik Baekhyun, ia hanya tertunduk lesu.

“Tidak ada? Disini tidak ada masalah, tapi diluar sana ada..” kata Manajer Kim

Kau tahu rasanya menaiki roller coster? Begitulah perasaanku sekarang, perutku langsung mulas. Masalah apa lagi?

“Fans membludak….” kata manajer singkat.

Dan seluruh kepala langsung mengangkat kepala mereka sendiri-sendiri, secara refleks.Kaget, tentu saja. Tapi sepertinya respon member yang lain tegolong biasa. Mungkin karena mereka baru saja mendengar info yang lebih heboh daripada fans-yang-membludak, jadi ekspresi yang lain biasa saja. Malahan Chanyeol membuat-buat ekspresi wajahnya agar terlihat kecewa. Aku yakin 100% member lain bersyukur acara ini sepertinya akan dibatalkan.

“Jadi sepertinya acara fans signing dibatalkan..” lanjut manajer Kim.

“Ahh…” kata Chanyeol pelan, ia lalu memasang wajah kecewanya.

“Sayang sekali, Apakah ada yang terluka?” tanya Suho.

“Tidak ada. Karena itu, acara fans signing dibatalkan. Karena takut ada yang terluka..”

Semua member mengangguk pelan menyetujui pernyataan Manajer kami itu. Dan kami akhirnya terjebak dalam keheningan.

“Baiklah.. Ada pertanyaan?”

“Hyung?” kataku.

Aku tak memandang member lain, tapi bisa kurasakan mereka sedang memandangku lekat-lekat. Dan yang kurasakan sekarang, Suho dan Chanyeol mendekat ke arahku. Mereka sepertinya takut aku akan menanyakan sesuatu yang aneh.

“Apakah kau mengenal Jang Hyunji?” tanyaku langsung.

“Kyungsoo-ah..” bisik Chanyeol dan Suho pelan. Jongin dan Sehun menatapku dengan tatapan Hyung, kenapa kau bertanya itu?.

Dan Baekhyun, ia langsung menatapku geram.

Manajer Kim sedikit mengerutkan keningnya, ia sepertinya mencoba mengingat-ingat dan mengorek isi otaknya mencari nama Jang Hyunji.

“Jang Hyunji… Jang Hyunji…sepertinya aku pernah mendengar namanya.”

Jantungku langsung berdetak begitu cepat, membuat aku gugup tak karuan.

Menunggu 5 detik melihat Manajer Kim mengerutkan keningnya dan mengangkat alisnya, akhirnya ia mengubah ekspresi wajahnya. Ia membulatkan matanya.

“Apakah ia trainee SM dulu?” kata Manajer Kim.

“Mwo?”

Saraf-saraf ditubuhku sepertinya tak berfungsi dengan baik. Pertahananku goyah. Mendadak, seluruh tubuhku mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki langsung mengeluarkan suhu dingin. Suhu tubuhku tiba-tiba menurun, menjadi dingin.

“Anniyo. Kyungsoo hanya mengada-ada saja. Mungkin bukan Jang Hyunji yang itu.” Kata Suho sambil menepuk punggungku dan tertawa ringan, ia sepertinya memaksakan untuk tertawa. Bagian mana yang lucu?

“Hhmm.. mungkin saja. Ada banyak orang yang namanya Jang Hyunji di dunia ini..” sahut Manjaer Kim.

Suho meremas pelan punggungku. Ia sepertinya mengisyaratkan aku untuk berdiam sementara.

“Baiklah. Kalian bersiap-siap saja. Karena acaranya dibatalkan jadi kita punya waktu istirahat cukup lama. Namun aku minta kalian sudah siap dalam waktu 1 jam. Setelah ini kita menuju tempat Photoshoot untuk iklan terbaru.” Kata Manajer Kim sebelum ia menghilang dibalik pintu.

“Jangan terlambat!” teriak Manajer Kim dari luar pintu.

Setelah yakin Manajer Kim sudah cukup jauh pergi, Suho langsung melepaskan genggaman tangannya. Aku juga langsung berdiri dan memandang semua member. Terpampang jelas diwajah mereka ekspresi cemas dan panik, sekaligus bingung.

“Apakah itu benar?” tanyaku.

Suho dan Chanyeol saling melirik satu sama lain, mereka tampaknya ragu-ragu untuk mengeluarkan suara.

“Hyung…” tanyaku kepada Suho.

Suho langsung mengangkat kepalanya dan memandangku bingung.

“Bisakah kalian mengatakan sesuatu? Atau perlukah aku untuk menanyakan orang lain lagi?” tanyaku kesal.

“Kyungsoo hyung, aku dan Jongin juga tidak tahu soal Hyunji. Apakah ia benar-benar seorang trainee SM? Kenapa kau, aku, dan Jongin tidak mengenalnya?” kata Sehun lalu diikuti anggukan pelan Jongin.

6 orang diantara kami mengenal Hyunji dengan cara yang berbeda, aku yakin itu. Aku, Jongin dan Sehun mengenal Hyunji sebagai pacarku dan teman kampusku. Namun Baekhyun, Suho dan Chanyeol mengenal Hyunji dengan cara yang berbeda.

Jika Hyunji memang benar-benar trainee SM, mengapa aku tak mengenalnya? Dan tidak ada satupun tanda-tanda dalam diri Hyunji maupun barang dirumahnya yang berhubungan dengan musik. Hyunji bukan tipikal orang yang bisa bernyanyi ataupun bermain musik. Selera musiknya juga sedikit aneh. Ia lebih menyukai musik klasik di zaman yang modern seperti ini.

“Kyungsoo! kita perlu bicara sekarang…” kata Baekhyun. Ia mengisyaratkanku untuk mengikutinya, pergi keluar.

Aku melirik seluruh member, sepertinya mereka setuju-setuju saja meninggalkanku dengan Baekhyun.

“Kalian tidak akan saling menyerang,kan?” tanya Suho.

“Tidak. Aku akan bicara baik-baik padanya…” sahut Baekhyun, ia lalu menyuruhku keluar ruangan. Kulangkahkan kakiku keluar ruangan. Meninggalkan sisa member yang lain.

“Kyungsoo?” tanya Suho.

Aku lalu memutar badanku sedikit. Jujur saja, jika beritanya cukup membuatku shock, aku tak bisa menjamin tidak akan menyerang Baekhyun.

“Akan kuusahakan tanganku tidak meninju Baekhyun.” Jawabku datar. Aku balik menghadap kedepan, membelakangi Suho.

Samar-samar kudengar perkataan Suho selanjutnya.

“Akan lebih baik kau mengetahuinya dari Baekhyun, bukan dari diriku ataupun Chanyeol.”

Begitu keluar ruangan, suasananya langsung terasa berbeda. Di luar lebih banyak tawa dan canda, beberapa orang yang berpapasan dengan kami  menyapa kami. Aku dan Baekhyun membalasnya dengan senyuman. Meskipun rasanya susah untuk menarik bibir ke atas membentuk sebuah senyuman kecil.

Pikiranku kacau, sekarang satu-satunya hal yang ada dalam otakku adalah Hyunji. Seharian ini aku belum menghubunginya. Ia sudah bilang kemarin, bahwa kemungkinan besar ia sibuk, sama seperti aku. Yang kupikirkan sekarang adalah hubunganku dengan Hyunji kedepannya. Aku takut ia membuatku kecewa, namun yang lebih membuatku takut adalah aku takut kehilangannya.

Ah, ini gila. Firasatku buruk. Sepertinya ini akan menjadi rumit.

Apa rahasia terbesar Hyunji yang belum aku ketahui?

Seberapa banyak yang mengenalnya? Apakah ia bukan orang biasa? Apakah ia bukan sekedar perempuan penggila astronomi yang bukan seorang fans EXO?

Aku benar-benar berharap Hyunji seperti Hyunji ketika pertama kali bertemu. Hyunji yang tidak menyukai EXO, namun menjadi pacar seorang member EXO. Hyunji yang suka begadang, dan belajar.

Baekhyun sepertinya benar-benar membawa kami ketempat yang benar-benar sepi. Aku terus mengikuti arah punggungnya berjalan. Ia terus membawaku belok sana, belok sini, masuk ruangan sana, keluar ruangan sini.

Dan akhirnya langkah kami berhenti ketika mendapati jalan kami buntu, didepan kami sedang berdiri tembok dinding yang kokoh. Aku tidak terlalu ingat dimana kami, namun aku yakin kami menuruni beberapa anak tangga. Jadi, kemungkinan besar kami diruang bawah tanah.

Bau kayu lapuk dan buku-buku lama langsung menguar ketika kami berdua sampai di ruangan ini. Ruangan yang tak terlalu besar, diisi dengan beberapa barang rongsokan tak terpakai dan buku-buku lama. Cahaya dalam ruangan ini juga remang-remang, menguning. Ruangan ini penuh dengan sesak, terlalu banyak barang-barang rusak dan lama.

“Kau cukup pandai memilih ruangan….” kataku sambil melirik-lirik isi ruangan.

“Kyungsoo-ah….”

Baekhyun yang masih memunggungiku berkata dengan nada menyeramkan seperti itu, membuat bulu kudukku berdiri. Ditambah kami sedang berada di dalam gudang.

“Bagaimana bisa kau bertemu Hyunji?” tanya Baekhyun yang diikuti dengan gerakan memutar badannya.

“Bagaimana bisa kau mengenal Hyunji?” tanyaku balik.

Kami berdua mematung, saling beradu pandang.

“Oke. Kau duluan yang jelaskan. Kau sudah tahu Hyunji itu pacarku dan teman di kampusku. Jadi, bisakah kau menjelaskan duluan?” tanyaku.

Baekhyun menarik nafas secara perlahan dan membuangnya dengan sedikit demi sedikit.

“Jang Hyunji….”

Aku mengangguk pelan.

“Bagaimana kabarnya? Apakah ia masih bersama kakaknya? Setelah orang tuanya meninggal?” tanya Baekhyun.

“Kau sepertinya mengenal baik Hyunji..” sahutku.

“Bisakah kau jawab saja pertanyaanku?”

“Hyunji baik-baik saja, menurutku.”

Baekhyun menutup kedua matanya..

“Oh. Syukurlah…” Kata Baekhyun, ia lalu memijit pelan pelipisnya.

“Apakah kau……” tanyaku hati-hati.

Baekhyun lalu menatapku, menungguku menyelesaikan pertanyaanku.

Sebenarnya aku tak mau menanyakan hal ini, terlalu memalukan untuk mengakuinya. Tapi entahlah..

“Apakah Hyunji dulu pacarmu?”

Dan aku berharap Baekhyun menggeleng pelan. Dalam lubuk hatiku yang terdalam aku berharap Baekhyun mengenal Hyunji bukan sebagai mantan pacarnya.

Namun harapanku sirna. Baekhyun mengangguk pelan.

Dan disitulah seluruh tubuhku melemah. Badanku merosot. Tiba-tiba aku merasa dunia berputar dengan cepat, nafasku tercekat. Kuraih kursi kayu yang rusak disampingku dan kujadikan pegangan. Rasanya semakin lama aku mendengar seribu dengungan seperti segerombolan lebah. Pendengaranku bermasalah.

“Bagaimana bisa?” tanyaku.

Bagaimana bisa, bagaimana bisa.. pertanyaan itu berulang kali kuucapkan tanpa suara.

“Memang benar, Jang Hyunji dulu seorang trainee SM. Ia masuk ke SM bersama-sama denganku.”

Bagaimana bisa?

“Tapi ia bukan untuk menjadi seorang idol. Ia belajar untuk menjadi seorang komposer dan pencipta lagu. Hyunji benar-benar berbakat. Ia bisa memainkan piano dan gitar secara otodidak. Dia hanya diajari oleh ayahnya.”

Aku ingin menanyakan sesuatu lagi, namun tenggorokanku sudah tidak bisa mengeluarkan suara.

“Ayahnya seorang pengusaha alat musik, dan ayahku dan ayahnya berteman baik. Karena itu kami bertemu. Ketika itu ia sedang bermain piano di ruang kantor Ayahnya. Dan aku tidak pernah mendengar lagu yang begitu menyentuh hatiku…”

Tubuhku mendadak langsung terasa terbakar.  Dingin yang menyelimuti tubuhku langsung digantikan dengan panasnya api yang membara.

“Awalnya aku tidak pernah menyukai Hyunji. Tapi ketika kami berpisah, aku baru sadar, kalau aku benar-benar menyukainya…”

Aku tak tahu harus bereaksi seperti apa, tapi sekarang aku dibakar oleh api cemburu.

“Makanya kau tidak pernah melihatnya di gedung SM waktu kita trainee. Hyunji tidak ikut latihan menari dan menyanyi. Ia akan berada dalam ruang rekaman dan ruang latihan bermain alat musik. Hyunji orangnya cukup tertutup. Hanya beberapa orang yang mengenalnya, termasuk aku, Suho dan Chanyeol. Ayahnya memiliki hubungan yang baik pada perusahaan. Mungkin kau tahu, Tn. Jang Hyunshik.”

“Ahh.. Jang Hyunshik? Yang meninggal karena kecelakaan pesawat itu? Pengusaha alat musik yang sering mengunjungi kantor.”

Ahh… Hyunji pernah bercerita, kalau orangtuanya meninggal karena kecelakaan pesawat.

“Lalu, bagaimana bisa kau putus dengannya?” tanyaku.

“Aku sudah memberitahumu, sebenarnya awalnya aku tidak menyukai Hyunji. Ketika ia mengajak untuk masuk SM bersama-sama, aku mau saja. Dalam pikiranku waktu itu, akan lebih mudah masuk ke perusahaan jika ada temanmu yang kenal orang dalam.”

“Jadi ketika kalian bersama-sama masuk menjadi trainee, apakah kalian sudah berpacaran?”

Baekhyun mengangguk pelan.

“Kau gila…” kataku gusar.

“Aku dulu, bisa dibilang… cukup egois dan jahat.” Kata Baekhyun pelan.

“Jika kau dulu tidak menyukai Hyunji, mengapa kau berpacaran dengannya?”

Baekhyun menggaruk kepalanya. Ia tampaknya kebingungan untuk menjawab pertanyaanku.

“Well, aku terlalu malu untuk mengakuinya…”

Terlalu malu untuk mengakuinya? Apakah ia lelaki jahat yang hanya mempermainkan hati perempuan? Yang hanya memanfaatkan Hyunji?

“Kau memanfaatkan Hyunji….” sergahku.

Baekhyun hanya berdiam saja. Ia sepertinya kaget ketika aku bisa menebaknya.

“Benar,kan? Kau hanya memanfaatkan Hyunji agar bisa masuk ke perusahaan?” tanyaku.

“Kyungsoo-ah….”

“BAEKHYUN! JAWAB AKU….!!” hardikku.

“Awalnya iya. Tapi sekarang aku benar-benar menyesal.” Balas Baekhyun, sekarang aku bisa melihat matanya berkaca-kaca.

“Aku tidak pernah menyangka kau sejahat itu. Tidak tahu kah kau bagaimana Hyunji sekarang? Kau baru saja menghancurkan hidupnya! Menghancurkan mimpinya!!” kataku nyaring. Mataku memanas. Tanpa kusadari, bulir-bulir air mata menggenangi mataku.

“Baiklah. Sekarang semuanya sudah jelas.” Kataku.

“Kyungsoo-ah. Kau tidak mengerti.” Jelas Baekhyun.

“Aku sekarang benar-benar mengerti. Tunggu, apakah kau berpacaran dengan Taeyeon noona sekarang memang karena kau menyukainya?” tanyaku.

“Aku..Aku.. Aku tidak…..” jawab Baekhyun tergagap.

Tanganku gemetaran.

“Tapi, Kyungsoo-ah. Aku yakin Hyunji masih mencintaiku. Ia pasti akan mau kembali kepadaku…”lanjut Baekhyun. Kali ini ia tersenyum sinis kepadaku.

Mataku panas. Sekarang bukan hanya tanganku saja yang gemetar, seluruh tubuhku juga.

“Kali ini aku tidak akan melepaskan Hyunji..” gumam Baekhyun sinis.

“KAU!!” kataku sambil menunjuknya.

“Jangan sekali-kali menemui Hyunji. Ia sekarang milikku! Jangan sekali-kali mencoba untuk menemuinya! Jangan mencoba-coba untuk mencarinya dan bertemu dengannya. Jangan mencoba-coba untuk menyentuhnya.”

“Jangan mencoba-coba untuk memintanya kembali padamu.”

Baekhyun tidak bisa bergerak sedikitpun. Ia hanya terpaku menatap mataku yang menatapnya tajam.

“Dan, aku benar-benar tidak menyangka kau bisa sejahat itu, Baekhyun-ssi.”

Aku menurunkan tanganku dari hadapan Baekhyun. Masih dalam keadaan shock, aku akhirnya pergi meninggalkan Baekhyun sendirian. Langkah kaki kupercepat, tak kuhiraukan orang-orang disekitarku yang menggerutu kesal karena aku menyenggolnya.

Hyunji POV

Tut.. tut.. tut…

Nomor yang anda tuju sedang……

Rasanya ingin kulemparkan handphone ke dinding. Sudah lebih dari 10 kali aku menelepon Kyungsoo namun tidak ada jawaban. Setelah berita besar di internet, Kyungsoo benar-benar mematikan handphonenya, sepertinya. Aku terlanjur khawatir dengannya.

“Ada kabar?” sambar Unnie yang membuatku terlonjak kaget.

“Unnie! Kau mengagetkanku. Aku sudah meneleponnya 10 kali tapi Kyungsoo tidak mengangkatnya.” Gerutuku.

“Sepertinya masalah ada pada Kyungsoo..”

“heh?” tanyaku bingung.

“Iya. Katanya Kyungsoo keluar sendirian dari gedung fans signing dan pergi sendirian. Ia meninggalkan member lain. Schedule EXO yang lain pun berantakan karena tindakan D.O.”

Aku berusaha mencerna setiap kata yang diucapkan unnie. Kyungsoo membuat masalah? Agaknya dunia benar-benar mau kiamat.

“Apakah kalian bertengkar?” tanya unnie.

“Anniyo. Kami baik-baik saja…..” jawabku.

“Lalu kenapa?”

“Molla. Aish jinjja…. Kyungsoo-ah, kenapa tidak kau angkat teleponku?” kataku merutuki handphoneku sendiri.

“Apakah ada masalah dengan member lain?”

Aku langsung mematung.

“Maldo Andwae. Itu tidak mungkin..” jawabku gagap.

“Mungkin saja. Hyunji-ah, tapi kau jangan beritahu siapa-siapa soal ini. Kau tak boleh menyebarkannya….” Unnie mengecilkan suaranya dan mengajakku untuk menunduk sedikit.

“Kudengar, Kyungsoo meninggalkan tempat fans signing setelah berbicara dengan Baekhyun. Kudengar, mereka sepertinya bertengkar hebat…”

Kyungsoo sudah tahu.. pekikku pelan dalam hati.

Mati aku.

“Kau kenapa? Wajahmu memucat..”

Benar saja, badanku langsung membeku. Kyungsoo sudah tahu, Baekhyun sudah tahu.

“Ada yang tidak beres…” gumamku.

“Wae?? Kau tahu soal masalah ini?” sergah Unnie langsung.

Bola mataku langsung berputar menatap unnie.

Melihat unnie yang menatapku seperti itu, aku berharap ia kembali seperti dulu lagi. Ketika ia mengingat semuanya. Tentulah jika ia tidak mengalami kecelakaan dengan orang tuaku dulu-yang menyebabkan meninggalnya orang tuaku-, ia tidak akan seperti ini.

Ia tidak akan lupa tentang masa lalu kami, masa lalunya, dan masa laluku. Meskipun ia tidak bisa mengingat sama sekali soal masalah lalunya, aku bersyukur unnie selamat dari kecelakaan itu dan –meskipun- dengan keadaannya yang tidak mengingat satu kejadianpun di masa lalunya sekarang ini.

“Hyunji-ah. Kau baik-baik saja?”

Aku mengerjapkan mataku, tiba-tiba sebulir air mata jatuh dari bola mataku.

“Kau menangis?” tanya unnie keheranan.

Kuhapus air mata yang mengalir itu, dan aku tersenyum memandang unnie.

“Anniyo. Aku hanya kelamaan membuka mata. Tak sempat mengedipkan mata.” Kataku asalan.

“Hyunji-ah…”

Baru kali ini aku mendengar unnie memanggil namaku dengan sungguh-sungguh. Maksudku, sungguh-sungguh dalam arti yang positif. Tidak menghardikku dan menaikkan nadanya.

“Kalau kau ada apa-apa, cerita saja ke aku. Aku ini unnie mu..” kata Unnie tersenyum lembut kepadaku.

Aku selalu ingin cerita, unnie. Tapi kau selalu pingsan jika aku bercerita soal masalahku yang menyangkut masa lalu.

Aku hanya bisa mengangguk pelan.

“Aku akan pergi ke kampus dulu. Teman-teman dari Jepang sudah datang. Mereka menungguku.” Aku langsung membereskan barang-barangku ke dalam tas.

“Sebentar lagi aku juga akan pergi kekantor. Sepertinya aku pulang larut malam. Kau bisa memasak sendiri? Seharusnya hari ini jadwalku memasak..” kata unnie lesu.

“Ne. Hari ini biar aku saja yang masak. Unnie ingin apa?” tanyaku.

“hhmmm… terserahmu. Semua masakanmu enak kok.” Kata unnie sambil sedikit tertawa.

“Baiklah. Kalau begitu, aku pergi. Annyeong..”

Kyungsoo..

Ku harap kau baik-baik saja..

Aku merindukanmu..

Dan langkah kakiku semakin memberat ketika sampai di dalam bus.

Mungkin kali ini ia ingin sendirian.

Atau Kyungsoo sudah memutuskan untuk sendirian? Meninggalkanku?

Baekhyun POV

Satu per satu bola mataku memperhatikan wajah setiap perempuan yang keluar dari kampus Jeguk. Kampusnya D.O. Namun tak satupun yang kukenal.

Untunglah mobilku tidak terlalu mencolok. Lagipula hanya aku saja yang ada di mobil ini. Tidak ada member lain. Handphone telah kumatikan daritadi sejak aku menghubungi D.O tidak bisa, kuputuskan juga untuk menonaktifkan handphoneku. Haruskah aku yang mengejar-ngejarnya memohon maaf?

Kau lihat saja D.O tidak muncul di kampusnya? Seharusnya ia datang kekampusnya dan menyeret Hyunji supaya tidak bertemu denganku. Seharusnya itu yang dilakukannya.

Tapi seakan-akan ia memberiku kesempatan untuk kembali mendapatkan Hyunji.

Dari balik kaca hitam legam ini, mataku menyapu seluruh pintu masuk kampus itu.

Dan jantungku bergedup kencang ketika mendapati seorang wanita dengan rambut tegerai bewarna hitam yang sibuk dengan handphonenya.

Hyunji sibuk berkutik dengan handphonenya. Berkali-kali ia mencoba menelpon seseorang, namun sepertinya tidak diangkat.

Percuma ia menelpon D.O, ia tidak akan muncul.

Aku sedikit menundukkan wajahku dan melirik ke arah luar. Hyunji tampaknya sedang buru-buru. Ia lalu pergi menuju halte bus.

Cepat-cepat kunyalakan mesin mobil mengikuti Hyunji. Tak lama ia masuk kedalam bus. Dari belakang, aku mengikuti bus ini. Awalnya aku agak kaget ketika Hyunji turun di dekat sebuah supermarket, ia lalu masuk kedalam supermarket dan keluar dengan tentengan belanjaannya. Sepertinya ia akan membuat sesuatu.

“Kau mau kumasakkan apa? Soup? Steak? Ayam?” tanya Hyunji lewat handphone.

“Semuanya bisa kau masak sekaligus? Aku lapar.” tanyaku terkekeh pelan.

“Ya!! Itu butuh waktu yang lama. Lagipula tidak ada yang membantuku.” Kata Hyunji marah.

“kau mau masak bersamaku? Aku lumayan bisa memasak..”

“Eiy.. Tidak usah membantuku. Kau bisa merusak konsentrasiku..” sahut Hyunji.

“Wae?” tanyaku.

“Kau terlalu tampan. Aku tidak akan fokus ketika memasak…” jawab Hyunji sambil tertawa.

 

Oh.. tidak bisakah otakku tidak mengingat kejadian itu tanpa arahanku dulu. Aku benci ketika kenanganu bersama Hyunji tiba-tiba terputar kembali dalam otakku tanpa sepengetahuanku, tanpa suruhanku.

Sembari menunggu bus selanjutnya datang, Hyunji kembali mengecek handphonenya. Ia terlalu fokus dengan handphonenya. Untung saja ia tak tertinggal bus yang telah datang.

Kembali kunyalakan mesin mobil yang langsung diikuti dengan suara deru mesin. Sambil mengikuti bus dari belakang, aku juga mengingat-ingat jalanan ini.

Jalanan yang bus lewati ini bukan jalan utama. Hyunji tidak tinggal di daerah distrik gangnam lagi?

Bus tiba-tiba berhenti di halte bus yang sepi, dekat sebuah minimarket kecil yang sepi pengunjung. Jalanan disini lengang. Hanya hembusan angin saja yang lalu lalang.

Hyunji lalu turun dari bus dengan membawa tentengan belanjaannya. Ia lalu berjalan kedepan, menjauhi mobilku. Lalu ia berbelok ke kiri dan menghilang dari pandanganku.

Cepat-cepat aku turun dari mobil dan pergi menyusul Hyunji. Pelan-pelan, dari belakang agar Hyunji tak melihatku..

Melewati beberapa blok yang sempit dan menjulang tinggi, Hyunji masuk ke dalam apartement besar yang tidak terlalu terawat sepertinya.

Aku sempat tertegun memandang apartement yang Hyunji masuki. Sekarang ia tinggal di tempat ini?

Apakah ayah Hyunji tidak meninggalkan harta sepeserpun untuk anaknya? Sampai-sampai ia harus tinggal di tempat seperti ini?

Berapa lama aku meninggalkan Hyunji? Sehingga ia sekarang seperti ini?

Hyunji POV

Dor..

Aku membanting pintu dengan kencang dan membuang nafas dengan cepat-cepat.

“AAARRGHH!!” teriakku sambil mengacak-acak rambutku. Sontak tas belanjaan yang kubawa terlepas dari genggamanku dan membuat isinya berhamburan.

“Kyungsoo-ah, kau dimana?” kataku kepada isi ruangan yang kosong. Berharap mendapatkan jawaban dari angin yang berhembus masuk.

Tak sadar, aku menitikkan airmata. Cepat-cepat kuhapus air mataku dan kubereskan barang-barang yang berhamburan tadi.

Hari ini sungguh berat. Emosiku hari ini benar-benar terguncang. Tidak bisakah aku melewatinya saja dan langsung menghadapi hari esok?

Tidak,tidak. Aku ingin besok masalah akan selesai..

Tiba-tiba handphoneku berdering.

Aku dengan bersemangat langsung menyambar handphoneku.

Unknown number.

Aku memelas lesu. Bisa saja ini orang yang tak penting yang mencari-cariku hanya karena urusan lab observasi atau pengurusan teleskop.

“Yeoboseyo?” kataku malas.

“Hyunji-ah….”

Aku langsung membulatkan kedua bola mataku.

“Hyunji-ah, neo gwenchana?” tanya Kyungsoo cemas. Selalu. Dengan suara mencemaskanku.

Aku berusaha menahan tangisku agar tidak pecah.

Tapi aku menyerah, aku terlalu rindu dengan Kyungsoo. Sampai-sampai aku tak bisa menahan tangisku ketika mendengar suaranya lagi.

“Kyungsoo-ah…” jawabku dengan suara pecah.

“Hyunji-ah..” balas Kyungsoo lembut.

“Mianhae. Jeongmal mianhae…..” kataku terisak-isak.

“Hyunji-ah..”

“Bogoshippeoyo. Neo gwenchana?” tanyaku tersendat-sendat.

“nado bogoshippeoyo. Hyunji-ah, nan gwenchana. Aku tidak apa-apa. Aku tidak ingin memarahimu. Maaf aku belum menghubungimu.” Kata Kyungsoo.

“Kau kemana saja?”

“Aku baik-baik saja. Sekarang aku sedang berlindung.” sahut Kyungsoo.

“Jeongmal gwenchana?” tanyaku.

“Gwenchana. Neo?” tanya Kyungsoo balik.

“Aku sedikit terguncang. Bisakah kau datang kesini? Aku ingin bercerita kepadamu…” kataku.

Dan Kyungsoo tidak menjawab pertanyaanku.

“Kau bisa menginap disini. Aku akan melindungimu.” Tambahku.

“Hyunji-ah. Ini bukan masalah diriku, tapi soal dirimu. Aku berusaha melindungimu.. Kau sedang dicari oleh perusahaan.” Kata Kyungsoo panik.

“Kau…kau.. sudah tau soal diriku?” tanyaku gagap.

“Sudah. Dan aku cukup terkejut..” jawab Kyungsoo.

“Mianhae..” lanjutku singkat sambil menunduk pelan.

“Tak usah minta maaf. Hyunji-ah, sekarang kau tak usah kemana-mana. Tetaplah di apartement. Aku akan kesana.”

Aku mengangguk pelan.

“Kau.. juga berhati-hati. Jika terlalu berisiko, tidak perlu kesini.” Tambahku.

“Aku harus kesana. Feelingku tidak bagus. Aku takut soal dirimu.” Jawab Kyungsoo.

“Aku tidak apa-apa selagi masih di apartement.”

“Kututup dulu telponnya. Saranghae..” kata Kyungsoo lalu menutup telponnya.

Aku tertegun sebentar mendengar kata terakhir yang diucapkan Kyungsoo. Baru pertama kalinya ia bilang mencintaiku. Dan kedengaranku itu sungguh-sungguh.

“Nado saranghaeyo…” lanjutku, tak sempat Kyungsoo mendengarnya.

Semakin lama, detak jantungku kembali normal. Tidak senormal biasanya, tapi tidak separah sebelum Kyungsoo menelpon.

Mendengar suarnya membuat hatiku semakin sejuk.

Pandanganku kembali tertuju pada barang belanjaanku yang berserakan. Kuputuskan untuk membereskannya dan langsung memasak.

Kyungsoo pasti lapar. Ia pasti senang jika kumasakkan sesuatu.

Karena itulah aku bersemangat untuk memasak. Untuk sisa waktu kedepannya aku terlalu fokus untuk memasak. Sempat hancur moodku untuk memasak tadi, sekarang aku sudah mengembalikan moodku full untuk memasak.

Ting tong..

Suara bel pintu terdengar.

Itu pasti Kyungsoo.

Dengan semangatnya aku langsung mematikan kompor yang menyala dan meluncur menuju pintu depan.

Rasa dihati ini begitu melayang. Senyumku merekah.

“Kyungsoo-ah.. Kau sudah………..”

Dia bukan Kyungsoo.

Lelaki itu. Tiba-tiba senyum diwajahku lenyap. Berubah 180 derajat menjadi wajah kebingungan. Lelaki itu menatapku dengan penuh harap.

Tapi aku benar- benar tidak mengharapkannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” desisku.

“Hyunji-ah…” Kata Baekhyun sambil maju selangkah mendekatiku.

“Jangan mendekat!” perintahku. Otomatis Baekhyun menghentikan langkahnya.

“Hyunji-ah.. Aku merindukanmu. Aku mencarimu kemana-mana. Aku….aku… mengkhawatirkanmu..” kata Baekhyun, matanya menatapku tajam.

“Kau bilang mengkhawatirkanku? Mwo?” jawabku lantang.

“Jeongmal mianhae…”

“Neo……” kataku dengan suara bergetar. Bayangan Baekhyun di depanku sudah mulai mengabur, terhalang air mata.

“Neo…..” aku ingin meluapkan seluruh amarahku padanya yang sudah kupendam lama sekali.

“Kau sungguh jahat! Kau… Kau tega sekali meninggalkanku. Kau sungguh jahat. Jahat! Jahat! Nappeun! Kau sungguh bodoh..!!!” Kataku sambil maju kedepan lalu memukul badan Baekhyun. Baekhyun langsung menahanku dalam pelukannya. Ia menenggelamkan wajahku di dadanya yang bidang.

“Pukul saja aku. Aku memang pantas mendapatkannya….” jawab Baekhyun lirih.

Aku terus menerus memukul dadanya.

“DAN KAU BERANI-BERANINYA MUNCUL, DAN HANYA MENGUCAPKAN ‘MAAF’?” teriakku serak.

Baekhyun semakin memelukku erat. Aku mencoba untuk lepas dari pelukannya.

“Pukul saja aku. Aku memang nappeun namja.”

“Lepaskan aku!” kataku.

“Aku tidak akan melepasmu lagi.” Jawab Baekhyun.

“LEPASKAN AKU!” kataku sambil memberontak. Akhirnya aku bisa terlepas dari pelukannya.

“Aku membencimu!” hardikku.

“Hyunji-ah…..”

“Pergi dari sini!” hardikku.

“Aku tidak akan pergi…” kata Baekhyun keras kepala sambil memegang kedua tanganku.

Aku menghempaskan genggaman tangannya.

“Jadi, haruskah aku yang pergi?” tanyaku balik.

“Hyunji-ah, kumohon. Jebal……” Baekhyun memelas padaku.

“Kau sungguh-sungguh…… Aku muak melihat wajahmu.” Kataku lalu berlari keluar apartemenku dan meninggalkan Baekhyun. Lalu aku berhenti sebentar dan berbalik menghadap Baekhyun. Ia terlihat berhenti berlari, mengejarku.

“Jangan mengejarku. Ku peringatkan itu! Aku tidak ingin imejmu hancur karena aku. Kau tidak mau kan reputasimu hancur karena aku?.” Kataku  sambil tersenyum sinis lalu berbalik dan berlari.

Nappeun namja. Sungguh.

To Be Continued

Woss….

Akhirnya update juga nih seri. Huahaha.. Masih ada yang ingat? Atau sudah lupa ini ff apaan? Wkwkwkwkwk.. Alhamdulillah udah jadi author tetap. YEAY!! maaf ya readers. Saya lagi selesai kelar semua urusan UN dan segala-galanya. Ngurus kuliah juga udah selesai. Ada dapet beasiswa jadi gak terlalu mikirin SNMPTN atau SBMPTN. Jadi ini nyantai. Semoga banyak yang masih inget ya sama ff ini.

Oh iya. Saya juga mau buat ff baru nih. Main castnya Sehun. Siapa disini yang ngebias sehun? Put your hand in the air!! *berasa konser –“

Akhir-akhirnya saya lg suka sama Sehun. Entah kenapa liat EXO kombek kemaren itu Sehun itu suka mengalihkan pandanganku dari D.O.

FF baru ini rencana bertemakan fantasy gitu. Ada unsur astronominya *lagi?*. Tapi janji deh ini ff bakalan ngasih kalian ilmu soal astronomi yang masih awam sama kalian 😀

DONT FORGET TO COMMENT YAW!

Gamshamnida..

Annyeong J

16 responses to “YOU’RE MY STAR CHAPTER 10 -Alpha Phoenix

  1. ahhh akhirnya ada juga ffnya aku nungguin loh
    sama dong kaya aku ,aku juga sedikit berpaling ke sehun

  2. Waaa! Akhirnya di post juga^^ aku udh nungguin ff ini lama banget. Kok baekhyun jahat banget ya? Kelanjutannya di tunggu ya thor^^ Fighting!

  3. Wahhhh akhirnya di post jugaa!!><
    Aku nunggu banget ff iniii
    Huaa gimana tuh lanjutannya?? Penasaran bangett!!
    Jadi apa baekhyun pacaran sama taeyeon juga cuma di manfaatin doang?? Hahaha
    Btw kenapa hyunji di cariin sama perusahaan??
    Aku tunggu next chapternya ya
    Fighting!^^*

  4. Whooaa.. Akhirnya ff ini di post juga, aku udah nunggu nih ff tapi blm keluar”.. Thor lanjutin yh! Soalnya masih penasaran bgt sama nih cerita…

  5. Hyunji mau pergi kemana?????? Kyungsoo kan sudah bilang untuk jgn pergi kmna2,, baekhyun jahat banget,, egois,, pikirin tuh perasaan pacarmu yg skrang,,,,,,, penasaran sama lanjutannya,.. Dtunggu ff barunya jg.. Semangat

  6. Astaga .. ff ini baru muncul lagi setelah sekian lama nya gk di next … baekhyun jahat bgt dah😂😂 hyunji jangannnnn pergii .. nanti do bingung lagi mau nyari kemana .. wkwkw cepett nextnya yayayaya?

  7. akhirnya update juga, sumpah lama bngt nunggu yaa..
    tambah keren aja nih ff, di tunggu bngt next chapternya

    keep writing

  8. Yaampun aku smpe hampir lupa sm ff ini tp pas inhet lgsng semangat lg bacanya! Congrats ta thor beasiswanya! Next post jgn lama2 ya hehe penasaran kelanjutannya

  9. Lma kali bru di post,,,,,
    Ampe berfikiran ga bkalan di post lgi nih ff,,,
    Tpi makasih deh dah balih lgi di post,,
    Sarange autornim,,,,,
    🙂

  10. Horeeee akhirnya aku bisa baca ff mu juga unnie :”) sorry baru baca ya unn, aku sibuk soalnya *sok sibuk* wkwk xD
    Tambah seru, tambah rumit aja nih! Awalnya aku sempet lupa, akhirnya balik ke chap 9 baca ulang biar inget hehe :v

    ohh jadi hyunji mantan trainee SM :O
    baekhyun jahat juga ya manfaatin hyunji-_- ishh, geregetan sama baek jadinya…
    Ternyata banyak juga hal yg belum kyungsoo tau
    dari hyunji. Unnienya
    hyunji lupa ingatan gitu ya? Amnesia 😮 ?
    Ohya, aku ngerasa kyungsoo
    disini gentle gitu ya haha :v

    okelah, chap selanjutnya ditunggu^^ semangat yaa unnie!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s