STUPID LOVERS (W-WHAT?! MARRIED??!!) by noonapark

pcy¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (W-WHAT?! MARRIED??!!) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : G | Lenght : Ficlet (<2000 w) ¶

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING! » LEARN TO BE PERVERT » T – SHIRT » TRAP » REVENGE » WHO??!! » JEALOUS TO THE MAX  »  PIMPLE

***

.

Chanyeol pikir, menikah itu hal yang mudah seperti mendapatkan nilai D pada mata perkuliahan dosen Lee.

.

“Eunsoo.”

“…….”

“Eunsoo-ya.”

“…….”

“Hai seksi.”

Gadis itu masih tidur dengan tenang meskipun sedari tadi jemari Chanyeol terus bermain-main disekitar wajahnya; mengelus pipi, hidung, bibir, dan terkadang jemari Chanyeol juga bermain dengan bulu mata atau alis Eunsoo, seperti saat ini. Chanyeol mengelus bulu mata Eunsoo membuat kelopak mata gadis itu sedikit berkerut.

Chanyeol hanya tersenyum senang melihatnya.

Di atas tempat tidur Eunsoo, mereka tidur dengan posisi saling berhadapan, dibalik selimut tebal yang menutupi hingga batas leher mereka.

“Kenapa kau terus tidur?”Chanyeol bergumam sembari mendekatkan wajahnya pada Eunsoo, menyisakan jarak tak lebih dari dua senti membuat hembusan napas mereka kini saling beradu. “Eunsoo?”

Gadis itu tetap tidur.

“Eunsoo-ya.”Chanyeol bergumam pelan, satu tangannya kemudian tergerak untuk menyentuh pipi Eunsoo, mengelusnya dengan lembut. “Kulitmu sangat putih. Lembut. Halus. Seperti susu.”Chanyeol mengulum senyum, lalu mengecup pipi Eunsoo, melingkarkan satu tangannya pada pinggang Eunsoo sembari menarik wajahnya kembali. “Aroma tubuhmu juga segar, wangi. Hihi! Kau seperti bayi.”Chanyeol semakin mendesak, mempererat pelukannya lalu memandangi bibir Eunsoo dengan tatapan geram. “Kau tidak mau bangun juga?”

Eunsoo hanya merintih ketika Chanyeol terus mendesak. Gadis itu tengah berada di ambang kesadaran, berniat membuka mata namun bibir Chanyeol lebih dulu mendarat di bibirnya. Menciumnya dalam-dalam membuat Eunsoo menutup mata rapat-rapat, mengerang tertahan sembari mencengkram lengan Chanyeol dengan erat.

Eung! Ya!”

Eunsoo langsung membuka mata setelah berhasil menjauhkan wajah Chanyeol dari wajahnya. Dengan kelopak mata yang masih terasa berat, gadis itu menatap Chanyeol dengan tatapan teramat kesal. Sementara Chanyeol justru tersenyum puas menanggapinya.

“Chanyeol, apa yang kau lakukan?”

“Karena kau tidak bangun,”Chanyeol kembali mendesak. “Aku bermaksud membangunkanmu dengan kecupan cinta.”kemudian menunjukkan cengiran tiga jarinya membuat Eunsoo langsung menatapnya dengan wajah tanpa ekspressi.

Sejenak, Eunsoo melirik jam yang tertempel di dinding kamar. Jarum pendeknya menunjuk angka sepuluh sementara jarum panjangnya berada pada angka empat.

“Ini sudah malam.”Eunsoo kembali menatap Chanyeol. “Apa yang kau lakukan di rumahku? Aku barusaja akan bermimpi dan.. Ya!”Eunsoo menepuk lengan atas Chanyeol—cukup kuat, lalu melanjutkan dengan nada geram. “Kenapa kau membangunkanku?! Aku bermimpi akan bertemu dengan L oppa—“

Eunsoo tidak melanjutkan kalimat karena bibir Chanyeol lebih dulu membungkam bibirnya. Menciumnya lamat-lamat.

Setelah menarik kembali wajahnya, Chanyeol mendengus. “Sudah kukatakan berapa kali padamu? Jangan menyebut nama K L M N itu di depanku.”

“Chanyeol!”Eunsoo berseru geram, memukuli lengan Chanyeol namun pria itu justru mendekapnya semakin erat. Chanyeol bahkan mengunci pergerakan kaki Eunsoo dengan kakinya. “Lepaskan aku!! Dan lagi, namanya L!! Kau dengar itu?! L KIM!!!”

Chanyeol tak mengindahkan, menggigit bibir bawahnya dengan gemas lalu menarik kepala Eunsoo ke bawah dagunya.

“Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu.”

“Chanyeol!”

“Ibumu bilang padaku bahwa dia dan Ayahmu akan pulang sangat malam. Mereka sedang mengadakan reuni dengan teman sekolah jadi Ibumu menyuruhku untuk menemanimu.”Chanyeol kemudian nyengir. “Kalau begitu aku akan menemanimu malam ini, sayang.”

“Ya!”Eunsoo berusaha mendongak, menyingkirkan tangan Chanyeol yang semula menahan kepalanya lalu menatap pria itu dengan tatapan galak. “Aku bukan anak kecil lagi, kau tahu?!”Eunsoo kemudian bangkit, duduk, menyambar bantal dan memukulkan bantal itu ke tubuh Chanyeol berulang kali. “Pergi! Pergi!”

“Akh! Eunsoo!”Chanyeol menutup wajah dengan kedua tangannya. “Hentikan!”

“Pergi Chanyeol! Dasar mesum! Pergi!”

“Eunsoo!”

“Pergi!”

“……”

“Pergi!”

“…….”

Eunsoo menghentikan pergerakan tangannya ketika Chanyeol tidak lagi melawan. Napas Eunsoo tersengal.

“Chanyeol?”

Masih tidur dengan posisi menghadap ke samping, kelopak mata Chanyeol tertutup rapat. Tidak menjawab ketika Eunsoo memanggilnya. Bahkan saat gadis itu menggoyang lengannya, Chanyeol tetap diam.

“Ya!”Eunsoo mendekatkan wajahnya pada Chanyeol. Memicingkan mata. “Kau tidak akan bisa menipuku lagi, eh? Aku tidak akan tertipu lagi.”

Eunsoo berniat menarik wajahnya kembali, namun satu tangan Chanyeol lebih dulu menarik pinggangnya. “Benarkah?”

“Chanyeol!”Eunsoo melotot. Sementara Chanyeol membuka matanya, menunjukkan senyuman tanpa dosa lalu menarik tubuh Eunsoo, merebahkan tubuh Eunsoo di atas kasur dan pria itu cepat-cepat menindihnya. “Chanyeol-ah!”Eunsoo meronta, merengek ketika Chanyeol mulai menahan kedua tangannya di sisi kepala.

Chanyeol hanya menunjukkan senyuman mengembang. Sungguh, Chanyeol senang jika melihat Eunsoo seperti ini, memohon padanya karena gadis itu akan terlihat semakin menggemaskan. Apalagi melihat Eunsoo mengenakan celana tidur dan hanya membalut bagian atas tubuhnya dengan thank top. Chanyeol menyukainya. Semakin bahagia saat melihat salah satu tali thank top Eunsoo sedikit bergeser dari atas pundak.

“Oh? Lihat.”Chanyeol tersenyum getir. “Kau menggunakan bra berwarna pink.”

Eunsoo langsung melotot, lalu menoleh dan memperhatikan tali bra nya yang terlihat di atas pundak.

“Chanyeol!”

“Aku akan membetulkannya.”

Chanyeol benar-benar membetulkannya.

Membuat Eunsoo menggigit bibir bawah ketika pria itu membetulkan dengan cara menggigit tali thank top Eunsoo, lalu membawanya kembali ke atas pundak. Dan bibir Chanyeol yang sempat menyentuh kulit Eunsoo benar-benar membuat darah Eunsoo terasa berdesir-desir di balik kulit.

“Sudah selesai.”Chanyeol kembali mengangkat wajah, menunjukkan wajah tanpa dosa sementara Eunsoo membalasnya dengan wajah seolah ingin menangis.

“Chanyeol kau…”

“Eunsoo-ya.”Chanyeol tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Eunsoo. Menempelkan ujung hidung mereka lalu bergumam. “Ayo menikah.”

Untuk sepersekian detik, Eunsoo merasa nyawanya meluncur ke atas langit. Gadis itu terdiam.

“Aku…”Chanyeol menunjukkan senyuman malu-malu. “Ingin menikah denganmu. Ayo, kita menikah. Hm?”

Eunsoo mengerjap pelan. “A-apa? Menikah?”

Chanyeol mengangguk cepat-cepat. “Iya menikah.”lalu menempelkan ujung hidungnya pada hidung Eunsoo, dan menatap gadis itu tepat di matanya. “Aku ingin hidup berdua denganmu. Tinggal di satu rumah dan melakukan semua hal berdua. Menonton televisi berdua. Makan berdua. Tidur berdua.”Chanyeol tiba-tiba nyengir. “Mandi berdua.”

Bola mata Eunsoo terbelalak lebar.

“Bukankah setelah menikah kita bisa melakukan semua hal itu bersama-sama? Aku benar-benar ingin melakukannya.”Chanyeol mendesah pelan. “Jadi.. ayo menikah.”

Selama beberapa saat, Eunsoo hanya menatap Chanyeol dalam diam.

Gadis itu kemudian menghembuskan napas berat sebelum akhirnya menjawab. “Chanyeol, menikah itu tidak semudah seperti kau mendapatkan nilai D di mata perkuliahan dosen Lee.”

Chanyeol sedikit mengangkat kepalanya. “Kenapa tidak mudah? Tentu saja mudah!”sahutnya ngotot. “Bahkan lebih muda dari pada mendapatkan nilai D di mata perkuliahan dosen Lee! Aku hanya perlu mengucapkan janji di depan semua orang, lalu menciummu dan selesai. Kita menikah.”

“Ya!”Eunsoo menatapnya dengan wajah tanpa ekspressi. “Bukan sekedar itu Chanyeol! Kau juga harus memikirkan bagaimana kehidupan kita kedepannya nanti. Bagaimana—“

“Aku tahu.”sela Chanyeol. “Bukankah kita sama-sama anak tunggal? Kalau begitu orang tua kita pasti akan membelikan kita sebuah rumah. Setelah kita tinggal berdua aku akan bekerja, kau tenang saja.”Chanyeol kemudian menatap Eunsoo dengan tatapan menerawang, tersenyum. “Setelah itu kita akan hidup bahagia. Membuat sarapan berdua. Makan berdua. Kau mengantarku bekerja sampai depan pintu. Aku menciummu. Kau menungguku saat aku pulang bekerja. Kemudian aku menciummu. Kemudian mandi—oya, mandi berdua.”

Eunsoo hampir tersedak mendengarnya.

“Setelah itu membuat makan malam. Makan berdua. Menonton televisi, aku tidur di atas pahamu. Dan setelah itu tidur—tidak memakai baju—berdua. Haha!”

Dan untuk kalimat terakhir itu benar-benar membuat Eunsoo ingin menelan Chanyeol bulat-bulat detik ini juga.

“Chanyeol—“

“Kumohon.”tawa Chanyeol memudar perlahan. “Menikahlah denganku, hm? Aku tidak sabar ingin menjadi suamimu. Aku juga ingin mempunyai anak bersamamu. Aku juga ingin… Ya! Jika kita punya anak nanti, pasti akan menyenangkan jika kita pergi liburan ke suatu tempat. Ya, pasti akan menyenangkan.”

Pasti.

Eunsoo mulai membayangkan bagaimana menyenangkannya saat-saat itu. Berlibur bersama keluarga kecil mereka ke suatu tempat yang indah. Pasti menyenangkan.

Eunsoo menatap Chanyeol lekat-lekat. Mengenal Chanyeol sejak kecil membuat Eunsoo paham bagaimana pola pikir pria itu. Ya, Chanyeol memang seseorang yang seperti ini. Seseorang yang selalu berpikir positif. Seseorang yang tidak ingin terpuruk dalam suatu kesulitan, memilih menjalani semua hal dengan bahagia.

Chanyeol bahkan tetap menunjukkan senyuman mengembang meskipun saat SMA dulu, di daftar kelulusan namanya tertera pada bagian paling akhir. Meskipun lulus, tapi nilainya paling rendah. Ketika Eunsoo mengomel padanya pria itu hanya mengatakan; Tenang saja, mendapat nilai rendah tidak akan membuatku mati ‘kan?

Dan Eunsoo mengerti, jangan bicara lagi pada Park Chanyeol setelah Ia mengucapkan kalimat seperti itu.

Meskipun Chanyeol benar bahwa mendapatkan nilai rendah tidak akan membuatnya mati, tapi tetap saja, terkadang Eunsoo merasa khawatir. Karena Eunsoo bukanlah seseorang yang memiliki pola pikir seperti Chanyeol. Gadis itu lebih khawatir akan beberapa hal. Termasuk ajakan Chanyeol untuk menikah dengannya seperti saat ini. Meskipun Eunsoo juga ingin menghabiskan waktu berdua, bersama Chanyeol, tapi…

“Chanyeol-ah.”Eunsoo bergumam pelan. “Tapi belum kita belum selesai kuliah. Kita juga tidak mungkin menikah di usia muda.”

“Kalau begitu selesai kuliah. Bukankah sebentar lagi kita selesai?”Chanyeol menatapnya serius. “Aku tahu, orang-orang mengatakan bahwa menikah muda itu sangat rentan karena pikiran mereka yang belum dewasa. Tapi aku yakin.”Chanyeol tersenyum hangat. “Karena aku bersamamu, aku pasti bisa melewati semuanya. Kita akan menjalani semuanya berdua, bersama-sama. Kau tidak perlu takut, aku akan selalu menjagamu. Aku akan menjadi suami yang baik untukmu, aku janji.”

Eunsoo menatap Chanyeol selama beberapa saat. Memandangi Chanyeol lekat-lekat membuat Eunsoo sadar bahwa tidak ada kesan main-main dalam ucapan pria itu.

Selama ini, Eunsoo merasa bahwa Chanyeol selalu membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia. Pria itu selalu menatapnya, seolah-olah Eunsoo adalah satu-satunya wanita yang bisa Chanyeol pandang dengan tatapan seperti itu, tatapan yang penuh cinta dan kasih sayang. Ugh, berlebihan. Tapi itu benar.

“Ya.”Eunsoo akhirnya mengangguk pelan, lalu tersenyum tipis. “Aku akan memikirkannya.”

“Terima kasih sayang.”Chanyeol tersenyum lega. “Aku mencintaimu.”lalu memberikan kecupan hangat di bibir Eunsoo—cukup lama. Dan kembali mengangkat wajah setelah itu, menunjukkan senyuman semakin puas.

“Chanyeol…”Eunsoo berusaha bergerak. “Lepaskan aku.”

Eung?”

“Aku tidak bisa bergerak!”seru Eunsoo tertahan.

Chanyeol menatapnya selama beberapa saat.

“Chanyeol?”

Chanyeol masih diam, tiba-tiba menunjukkan senyuman misterius sembari mendekat perlahan.

Bola mata Eunsoo terbelalak lebar.

Demi Tuhan, Chanyeol tidak akan melakukannya ‘kan? Melakukan sesuatu yang seperti pagi itu?

Ya, pagi itu setelah kepergian Luhan.

Eunsoo menelan samar saliva-nya. Bahkan sekedar mengingatnya saja membuat ribuan kupu-kupu terasa berputar di dalam perut Eunsoo.

Oh, siapa yang bisa melupakan bagaimana sentuhan bibir yang lembut dan lidah yang begitu penasaran? Eerr.

“Cha..Chanyeol..”

Chanyeol mendekatkan mulutnya pada telinga Eunsoo, lalu berbisik. “Tenang saja, aku tidak akan membuatmu hamil.”

“……..”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Terima kasih Chanyeol, sudah menemani Eunsoo.”

Di depan pintu rumah keluarga Shin, Chanyeol menunjukkan senyuman mengembang. “Tidak apa-apa Bibi, aku ‘kan harus menjaga calon istriku.”

Tuan dan Nyonya Shin hanya menyunggingkan senyuman lebar. Sementara di belakang mereka, Eunsoo berdiri seraya kedua tangannya menangkup wajah, menyembunyikan semburat merah di kedua pipinya.

“Oya, Eunsoo.”Chanyeol melambai pada Eunsoo. “Selamat malam.”

Eunsoo mendesis pelan, mengumpat Chanyeol dalam hati sementara pria itu berbalik, berjalan santai sembari berdendang kecil sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

Setelah sosok Chanyeol hilang dibalik pintu pagar, Nyonya Shin menutup pintu, lalu menghadapkan tubuhnya pada Eunsoo.

“Eunsoo, Ibu membelikan ayam untukmu. Bukankah tadi kau belum makan malam—Eunsoo?”Nyonya Shin tidak melanjutkan kalimat karena Eunsoo lebih dulu berbalik, dengan kepala tertunduk gadis itu melesat menuju kamar. Menyisakan debuman pintu dan meninggalkan kedua orang tuanya yang menatap jejak kepergiannya dengan tatapan tak mengerti. “Apa Eunsoo sudah makan?”

Tuan Shin menyentuh pundak istrinya. Tersenyum. “Mungkin sudah makan bersama Chanyeol.”

Nyonya Shin menatapnya, tersenyum. “Ya, sepertinya.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sepertinya.

Mereka (lagi-lagi) tidak tahu makan malam apa yang Chanyeol berikan untuk putri mereka. Ugh.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

KSE

Buat yang nanya visualisasi Shin Eunsoo, ini dia. Pasti dari kalian ada yang tau siapa orang di foto ini 🙂

Eum, thanks untuk semua yang ngikutin series ‘STUPID LOVERS‘ sampe tahap ini. Aku ngga tau apakah aku bisa lanjutin atau berenti sampe sini. Ah you know lah, se-senang apapun kita sama hobi, kehidupan real harus tetap diutamakan 🙂

Good luck untuk kalian semua, semoga selalu sehat dan menjalani setiap hari, setiap jam, setiap menit atau bahkan setiap detik dengan bahagia. Sebenernya dibalik ke-idiotan watak tokoh pada cerita ini, aku cuma pengen kalian ambil beberapa sisi positifnya, salah satu (atau emang cuma satu :v) yaitu kayak apa yang selalu dipikirin Chanyeol, sesulit apapun hidup, seberat apapun cobaan yang ada, kita hanya perlu tersenyum, melewatinya karena semua cobaan itu hanya akan menjadi masa lalu. Yang terpenting, bagaimana kita tetap berdiri kokoh dan bertahan.

Ya. Bertahan demi seseorang yang kita sayangi dan (tentunya) menyayangi kita. Karena hidup akan lebih berarti jika kita bisa melakukan sesuatu yang berarti pula untuk seseorang yang kita sayangi.

.

.

With Lovenoonapark.

293 responses to “STUPID LOVERS (W-WHAT?! MARRIED??!!) by noonapark

  1. baca fanfic itu kalau pas punya waktu luang dan buat refreshing

    ”Tenang saja,
    mendapat nilai rendah tidak
    akan membuatku mati ‘kan?” Ayolah chanyeol

  2. Lohallo thor!! Maaf unnie aku baru bisa coment d part ini ya..
    Aku suka banget sama cerita ini.. Lucu bangettt >, <
    Pokoknya jangan berhenti nulis unnie!! Fighting!!

  3. Betul banhet thor..sesedih apapun kita jangan pernah lupa untuk senyum..karen hanya senyum yg bisa menyemangati kita..thx thor

  4. Sebenernya aku gak suka orang yang pervert, tapi kalo itu Chanyeol it’s ok lah. Hahah 😀 pantes aja Chanyeol selalu godain Eunsoo. Orang seksi banget gitu. Kk ~

  5. Sebenarnya apa yang dikasih makan chanyeol je eunsoo yaa 😀 apa eunsoo mau nikah sama chanyeol?

  6. Deg2an bacanya. Itu si CY Pervert banget anjir !!!

    Kekeke… Aku makin suka ffnya thour. Love you hehehe

  7. Yaaappz …aq setuju bgt sm kta2 nonapark di akhir td… bener bgt… 1 hal yg aq suka dr krkter Yeoll dsni… Yeoll yg slalu brpikir positif dlm hal apapun…

  8. pengen kaya chanyeol yg mikir positif terus , tapi susaaah yaah , duh dikasih makan apa tuh sama chanyeol ? Astagaaa , aku suka ff ini , Daebak author , Saranghae

  9. Wkwkwk chanyeol nya ngebet banget mau nikah wkwkwk XD kalau mereka nikah pastiiii lucu bangetttt 🙈🙈 astaga aku gimana gitu waktu baca kalimat penutupan itu /? Wkwkwk XD chanyeol ternyata diam – diam menghanyutkan juga yaaa wkwkwk
    Okeee aku ga sabar buat lanjut baca hihii~
    Fighting!!

    Smooch ! ❤

  10. jadi,, tadi chanyeol itu ngelamar eunsoo?? aku pengen tau apa makan malem nya eunsoo wkwkwk.. kasian juga sih ortu mereka gak tau sebenernya anak nya gak polozzz malah kebalikan nya hihihi >< dan semoga chanyeol dan eunsoo cepet nikah yahh jadi bebass ngelakuin apaa aja wkwkwk..
    next yha 🙂

  11. waakk jadi penasaran sama sarapan dan makan malam yg dikasih chanyeol ke eunsoo apaa, sampe2 eunsoo ga bisa berkutik gituu..hahhaii
    ayoo kaliaan, menikahlah…^^

  12. Oiya sih dari kemarin emang penasaran sama Shin Eunsoo tapi gak nanya, jadinya bayangin sendiri gambaran Eunsoo kaya gimana. Dan ternyata beneran gak jauh dari bayanganku hehehe

    Emang bener, aku setuju dengan makna dibalik kata” Chanyeol. Sesulit apapun masalah yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya jadi dinikmati saja dan disyukuri.

    Woahhh NoonaPark daebakkk 😘😘

    Untuk part ini kirain bakalan merit eh baru ngajak ya Chanyeolnya hihihi
    Chanyeol mikirnya simple bgt ya saking cintanya sama Eunsoo semuanya pgn dilakuin berdua dan ujung”nya mandi,tidur dan……berdua hahaha dasar mesum tapi aku suka haha
    Tapi meskipun somvlak dan suka bercanda juga yakin kalo type cowok kaya Chanyeol itu bertanggung jawab.

  13. Bneran aku pnsran banget eun soo dikasi srapan sm makan malam apa sm chanyeol ampe knyang gtu haha..

    Gpp deh mreka nikah cocok kok, stupid nya sama..😁

  14. Aku langsung baca aja deh bag selanjutnya biar ga penasaran dengan sarapan dan makan malam yang di berikan Chanyeol ma Eun soo. Capcus

  15. Keren, keren.. si cy emang kebelet nikah-,- . Wihh,, keren kak quotes mu hehe.. btw, makasih, kata2 nyentuh banget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s