STUPID LOVERS (PASSIONATE KISS) by noonapark

large¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (PASSIONATE KISS) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy | Ratting : 18+ | Lenght : Ficlet (

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING! » LEARN TO BE PERVERT » T – SHIRT » TRAP » REVENGE » WHO??!! » JEALOUS TO THE MAX  »  PIMPLE » W-WHAT?! MARRIED?!!

***

.

.

.

“Ibu dan Ayahmu barusaja pergi ke super market untuk berbelanja. Jadi… aku datang untuk menemanimu.”

Tidak ada hal lain yang bisa Eunsoo lakukan selain berdiri mematung di depan pintu kamar mandi.

Ini hari minggu. Jam delapan pagi, Eunsoo barusaja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk putih yang melilit di tubuh, serta rambut panjang yang masih dalam keadaan setengah basah.

Dan di depan sana, di atas tempat tidur, sang kekasih tengah tengkurap sembari menopang dagu dengan kedua tangannya. Memandangi Eunsoo dengan senyuman bahagia.

“Selamat pagi sayang, kau semakin cantik setiap hari.”Chanyeol mengedipkan mata setelah itu, senyumnya pun semakin mengembang. “Juga seksi.”

“………”

“………”

.

.

.

.

.

.

“AAAAA!!!!”

Chanyeol langsung duduk, menatap Eunsoo dengan tatapan bingung saat gadis itu tiba-tiba berteriak.

“Eunsoo? Ada apa?”

Eunsoo langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada. “Ya!! Apa yang kau lakukan di sini?!!”amuknya. Menatap Chanyeol dengan tatapan teramat kesal lalu melanjutkan. “Keluar Chanyeol! Aku baru selesai mandi!!”

“Memangnya kenapa?”Chanyeol membalas tatapan Eunsoo dengan wajah tanpa dosa. “Dulu aku juga sering melihatmu seperti ini tapi tidak apa-apa. Dan sekarang!”Chanyeol menunjuk Eunsoo dengan satu tangannya, menyipitkan mata. “Kau lebih sensitif semenjak kita berpacaran. Kenapa Eunsoo? Kenapa?! Seharusnya kau lebih terbuka padaku karena aku adalah calon suamimu!”tandas Chanyeol. “Kau bahkan sering marah padaku.”Chanyeol menarik kembali tangannya, lalu cemberut.

Heol.”Eunsoo mendengus, menelan samar saliva-nya, kemudian menurunkan kedua tangannya dari dada perlahan-lahan. “Y-ya! I-itu karena kau…”Eunsoo tiba-tiba menggantung kalimatnya. Termenung saat memori otaknya kembali memutar kejadian-kejadian yang sempat mereka lalui semenjak hubungan mereka sebagai sepasang kekasih.

Ya, benar. Dulu Eunsoo bisa bersikap biasa saja pada Chanyeol. Tidak ada rasa gugup ataupun jantung yang berdebar. Tapi entah mengapa, semenjak Eunsoo menyadari perasaannya, semenjak Eunsoo merasakan bibir lembut Chanyeol (oke, ini berlebihan) tapi sungguh, semenjak saat itu Eunsoo merasa dirinya tidak bisa lagi bersikap biasa saja di depan Chanyeol.

Entahlah.

Apalagi menghadapi Chanyeol yang akhir-akhir ini bersikap semakin menjadi-jadi. Membuat Eunsoo terkadang merasa kualahan meladeninya.

“Oya.”Chanyeol kembali bersuara, tersenyum lebar lalu mengambil sesuatu di sisi tubuhnya.

Sebuah bra.

Yang kini Chanyeol jinjing di depan wajahnya, menunjukkannya pada Eunsoo.

“Aku tidak sengaja menduduki ini tadi. Hihi! Maaf.”

Eunsoo mendelik. “K-kau…”

“Kenapa kau meletakkannya di atas kasur?”Chanyeol sedikit menelengkan kepala, kemudian memandangi bra berwarna putih itu dengan pandangan meneliti. “Atau.. apa para wanita selalu seperti itu? Mereka meninggalkan bra di atas kasur saat mandi—“

“CHANYEOOOLL!!!”

Chanyeol tersentak. Bola matanya terbelalak lebar saat Ia mendongak dan mendapati Eunsoo tengah berjalan kasar ke arahnya. Dengan wajah murka.

“Berikan padaku!!”sembur Eunsoo, merampas bra miliknya dari tangan Chanyeol. Melemparkan bra itu ke sudut ruangan lalu menatap Chanyeol dengan tatapan membunuh. “Park Chanyeol Kau..!!”

.

.

.

.

“AAWW!!!!”

Chanyeol memekik ketika Eunsoo menarik telinganya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan geram, lalu mendorong tubuh Chanyeol membuat pria itu ambruk di kasur. Eunsoo bahkan turut naik ke atas tempat tidur dan menghujami Chanyeol dengan berbagai pukulan di tubuh; lengan, paha, bahkan bokong Chanyeol pun turut menjadi sasarannya.

“Eunsoo hentikan! Eunsoo!!”

Chanyeol berusaha melawan dengan kedua tangannya.

“Kenapa kau menyentuhnya Chanyeol?! Kenapa kau menyentuhnya!!”

“Sudah kukatakan aku tidak sengaja—Aw! Eunsoo-ya!”

“Kau mesum!”

“Hey! Kau juga mesum Eunsoo!”

“Jangan melawan atau—Ya!!”Eunsoo memekik geram ketika Chanyeol berhasil menahan pergerakan kedua tangannya.

Pria itu masih terlentang, sementara tubuh Eunsoo berada beberapa senti di atas tubuhnya. Untuk sejenak, mereka hanya saling memandang dalam diam.

Chanyeol tiba-tiba menunjukkan senyuman misterius, lalu bergumam. “Kau yang memulainya.”

Eunsoo mengerjap cepat. Ia barusaja membuka mulut, berniat menyela namun Chanyeol lebih dulu bergerak, membalik posisi mereka hingga kini Eunsoo terlentang di atas kasur sementara Chanyeol langsung menindihnya.

“Chanyeol!”Eunsoo berseru tertahan ketika Chanyeol mulai menahan kedua tangannya di sisi kepala. “Ya! Lepaskan aku!”

Chanyeol menggeleng. “Tidak.”lalu mendekatkan wajah mereka sembari menatap Eunsoo dengan tatapan kesal dibuat-buat. “Kau membuat telingaku sakit. Lihat! Telingaku pasti merah saat ini.”Chanyeol menunjukkan telinganya pada Eunsoo.

Benar, Eunsoo mendapati salah satu daun telinga Chanyeol sedikit memerah.

Gadis itu menelan samar saliva-nya. “Y-ya! Kau yang memulainya!”

“Aku?!”Chanyeol kembali menatap Eunsoo. “Kenapa aku? Kau Eunsoo! Kau yang memulainya! Kenapa kau meletakkan bra itu—“

“Ya! Ya! Ya!”Eunsoo menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. “Jangan membicarakan itu lagi Chanyeol! Jangan membahasnya!”ucapnya seolah menangis. Terlalu malu. Mungkin.

Dan wajah Eunsoo yang mulai merona membuat Chanyeol akhirnya tersenyum lebar, lalu pria itu mengangguk. “Baiklah, kurasa kau hanya malu. Lihatlah, wajahmu.”

Eunsoo mendesis geram. “Kau…”

“Oya.”Chanyeol mendekatkan wajah mereka. Membuat Eunsoo menatapnya dengan mata membulat ketika pria itu mulai mengulum senyum, lalu melanjutkan dengan suara pelan. “Morning kiss.”

Dan detik selanjutnya, Eunsoo merasakan bibir Chanyeol menyentuh bibirnya. Membuat ribuan kupu-kupu terasa menggelitik di dalam perut saat bibir Chanyeol mulai bergerak, melumat dengan lembut menimbulkan sensasi aneh di dalam diri Eunsoo.

Eunsoo mulai merasa dunianya melayang. Kelopak matanya pun tertutup dengan sendirinya ketika Chanyeol memperdalam ciumannya. Melumatnya, menyesapnya dalam-dalam sembari menautkan jari jemari mereka, menggenggamnya dengan erat.

Pada akhirnya, Eunsoo membalas perlakuan Chanyeol padanya. Membiarkan tubuh Chanyeol terus mendesak, membiarkan lidah Chanyeol turut berperan hingga mereka harus menggerakkan kepala ke kanan, atau ke kiri demi mencukupi asupan oksigen di dalam paru-paru mereka.

Hanya dalam hitungan beberapa detik kemudian, Eunsoo mulai menghembuskan napas yang terdengar memburu. Genggaman tangannya pada tangan Chanyeol semakin erat dan hal itu justru membuat Chanyeol semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.

Ciumannya memanas. Seolah pria itu tidak memberikan kesempatan sedikitpun bagi Eunsoo untuk sekedar menarik napas dengan bebas. Bibirnya bergerak liar, bahkan mulai turun dan menjamahi leher Eunsoo yang terlihat jenjang.

Satu lenguhan lolos dengan sendirinya dari bibir Eunsoo. Kelopak matanya kemudian terbuka lebar, gadis itu menggigit bibir bawahnya dengan geram ketika merasakan bibir Chanyeol mengukir senyuman dipermukaan kulit lehernya.

Chanyeol mengangkat wajah, menatap Eunsoo lekat-lekat lalu memberikan kecupan hangat di bibir gadis itu.

“Aku mencintaimu.”gumam Chanyeol, lalu tersenyum lembut.

Eunsoo menatapnya dengan tatapan sendu. “Chanyeol-ah, kenapa kau…”Eunsoo seperti sengaja menggantung kalimatnya. Hanya helaan napas pelan yang kemudian terdengar dari gadis itu.

Eunsoo menatap Chanyeol lekat-lekat. Memperhatikan bagaimana Chanyeol yang saat ini bukanlah seperti Chanyeol yang biasanya; Chanyeol yang selalu menunjukkan tawa bodoh, Chanyeol yang selalu melontarkan kata-kata tak bermakna atau Chanyeol yang selalu menjengkelkan seperti biasanya.

Untuk saat ini, detik ini, dimata Eunsoo, Chanyeol terlihat seperti lelaki yang sesungguhnya. Eunsoo sadar, terlepas dari kemampuan otak Chanyeol yang di bawah rata-rata, Chanyeol tetaplah pria normal yang sudah dewasa.

Ya, Chanyeol normal. Dan dia sudah dewasa.

“Aku tahu yang kau pikirkan.”gumam Chanyeol, mendekatkan wajah mereka, mempertemukan ujung mereka lalu melanjutkan dengan nada pelan. “Kau berpikir bahwa aku sudah menjadi pria dewasa ‘kan? Dan seharusnya kau tahu apa yang diinginkan oleh pria dewasa sepertiku.”

Eunsoo mengerjap pelan. “B-bagaimana kau—“

“Ada di atas kepalamu.”Chanyeol menjauhkan wajahnya, lalu tersenyum.

Eung?”Eunsoo menatapnya bingung. Setelah itu Eunsoo benar-benar menilik di atas kepala dan semakin bingung ketika tidak mendapati apa-apa di atas kepalanya. “Mana?”tanya Eunsoo, lalu kembali menatap Chanyeol. “Tidak ada apa-apa.”

Chanyeol mendesis pelan, dan wajah polos yang Eunsoo tunjukan membuat pria itu tidak tahan untuk tidak menciumnya.

Setelah memisahkan bibir mereka, Chanyeol membawa Eunsoo bangkit, kemudian mereka duduk saling berhadapan.

“Eunsoo-ya, aku punya sesuatu untukmu.”

Kedua alis Eunsoo bertaut. “Sesuatu? Apa?”

Chanyeol tidak menjawab. Hanya menunjukkan senyuman mengembang seraya satu tangannya sibuk merogoh sesuatu dari dalam saku celana jeans yang Ia kenakan. Setelah selesai, Chanyeol menggenggam satu tangannya, menunjukkannya di depan Eunsoo.

“Ini, untukmu.”

Eunsoo menatap tangan Chanyeol sejenak. Lalu menatap wajah Chanyeol dan entah mengapa kejadian saat Chanyeol menipunya perihal tiket konser INFINITE kembali terlintas dalam benak gadis itu.

“Chanyeol.”Eunsoo menunjukkan wajah tanpa ekspressi. “Aku tidak akan tertipu lagi. Kau dengar itu? Aku tidak akan tertipu!”

Chanyeol cemberut. “Aku serius!”lalu menarik tangan kiri Eunsoo sembari membuka telapak tangannya sendiri, menampakkan sebuah cincin berwarna perak yang kini berada di atas telapak tangannya.

Ya, cincin.

prrin0000049v1

Eunsoo terkejut, sungguh.

“Aku pernah bekerja di restoran milik pamannya Kyungsoo.”Chanyeol berkata sembari memasukkan cincin itu pada jari manis Eunsoo. Pria itu tersenyum, setelah memastikan cincin itu terpasang dengan sempurna di jari manis Eunsoo, Chanyeol mengelusnya dengan lembut. “Aku tahu ini tidak bagus. Ini tidak mahal tapi… aku menabung untuk membeli cincin ini.”Chanyeol mengangkat wajah, memandang Eunsoo dengan senyuman semakin mengembang. “Untuk itu… setelah kau siap nanti, menikahlah denganku. Aku akan membelikan yang lebih bagus dari ini nanti, hm?”

Eunsoo tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia terlalu bingung. Terlalu terkejut. Sampai-sampai gadis itu tetap diam, memandangi cincin di jari manisnya dengan tatapan kosong dan tidak menyadari bahwa Chanyeol barusaja mendaratkan sebuah kecupan hangat di pipinya.

“Aku harus pergi.”kata Chanyeol setelah menarik kembali wajahnya. “Sebenernya Ibu menyuruhku untuk membeli selai tadi.”Chanyeol nyengir. Mengacak pelan puncak kepala Eunsoo membuat gadis itu akhirnya mendongak, menatap Chanyeol dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kau tidak perlu mengucapkan terima kasih padaku, sayang. Melihatmu memakai handuk seperti ini saja aku sudah senang.”

Eunsoo mengerjap pelan. Sementara itu, Chanyeol menahan senyuman, memberikan kecupan sekali lagi di bibir Eunsoo, kemudian turun dari kasur dan berlari menuju pintu. Keluar, meninggalkan Eunsoo yang masih terdiam di tempatnya.

“Chanyeol…”Eunsoo bergumam setelah hampir satu menit Chanyeol meninggalkannya. Gadis itu menunduk, menatap lekat-lekat cincin yang terlihat manis terpasang dijarinya.

Perlahan, sudut-sudut bibir Eunsoo tertarik ke atas, membuat bibirnya membentuk sebuah lengkungan bulan sabit yang indah.

“Chanyeol.”Eunsoo memeluk kedua tangannya di depan dada, lalu ambruk di atas kasur, menatap langit-langit kamar disertai senyuman yang semakin mengembang. “Aku mencintaimu.”gumam Eunsoo, sembari mengelus cincin dijari tangannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tok. Tok.

“Eunsoo? Kau tidak sarapan? Ibu membeli daging tadi.”

“Aku tidak lapar Bu!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Eunsoo tidak sarapan?”

“Tidak lapar, katanya. Tapi.. Aku mendengar Eunsoo tertawa sendiri di kamar. Apa dia…”

“Eunsoo selalu seperti itu jika dia sudah kenyang. Mungkin sudah sarapan bersama Chanyeol. Bukankah Chanyeol baru pulang dari sini saat kita pulang tadi?”

“Mungkin, Chanyeol membawa makanan dari rumahnya.”

“Hm, dia biasa seperti itu.”

“Ya, sepertinya.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sepertinya.

Ah, Sudahlah.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Karena aku ngga sempet balesin satu persatu pertanyaan dari kalian. Jadi aku jawab dengan fanfic-nya. Sebenernya aku udah ngasi clue di chapter kemaren dengan kalimat ‘Oh, siapa yang bisa melupakan bagaimana sentuhan bibir yang lembut dan lidah yang begitu penasaran? Eerr.

Tapi sepertinya banyak yang minta lebih diperjelas. Oke, aku perjelas. Ini sangat JELAS. Terlalu jelas malah. Dan sebenernya aku ngga pengen memperjelas kayak gini, aku yakin kok Chanyeol polos :’) iya dia polos. Dia ngga kayak gini. Ya ampun, begal aku Yeol :3

Ah sudahlah. Thanks 😉

Oya, ratting nya kurubah btw, kalian pasti ngga liat :’>

268 responses to “STUPID LOVERS (PASSIONATE KISS) by noonapark

  1. Woahh… Lamaran 😘😘😘
    Sarapan seperti apa yang dikasih Chanyeol untuk Eunsoo? Jelas aj gak laper, pasti Eunsoo masih melayang” diudara sambil mandangin tu cincin. Sederhana tapi indah banget buat Eunsoo.

    Chanyeol ko tahan ya dengan melihat Eunsoo yg hanya handukan hahahaha… Tapi lelaki sejati harus gitu.

  2. Chanyeol mucil tp klo iblis romantis nya udh datang mah mucilnya jd ilang.. emg bruntung bnget jd eunsoo punya namjachingu kya chanyeol, nyebelin sih tp klo udh blg cinta ya bneran cinta. Smoga mreka cpet nikah..
    ya ampun aku ngakak bnget pas td si chan dpet bra putih nya eunsoo haha.

    Org tua eunsoo dr kmren2 ngmong sepertinya mulu haha… keren bnget ff nya Noona, asli daebak!!

  3. Hallo thor, aku udah baca dari awalnya series ini sampe skrg. Alur ceritanya sangaaat menarik dan lucu banget liat tingkah mereka berdua hoho

  4. gk bs brenti ketawa setiap bc ff ini…
    hahaha…
    woah chan bs serius n romantis jg dy lgs lamar eunsoo tp latarnya gk bgs bgt masa eunsoonya lagi pake handuk…
    hahahaha..

  5. Sweet bgt. Jadi itu sarapan mereka, hot kiss. Aku mmg ga smpi berpikiran mereka melakykan yg tidak2 krn Chanyeol pernah bilang klu dia ga bakal membuat Eun soo hamil. Yeee…aku cemburu

  6. Wow sweetnya,,
    Aku iri deh sma eunsoo :3
    Baca ff ini gak bosen senyum , hihi.
    Terlewat manis mungkin kopel ini ..
    Kereeen!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s