[CHAPTER] DAY DREAM – DRIVING ME CRAZY? #2 (APPLYO)

 

Day-Dream-poster.png

Title: Day Dream – Driving me crazy #2 by APPLYO

Author: Applyo (@doublekimj06)

cast:

– Kim Jongin

– Yoon Ji  Hyun

Genre: Romance, Marriage Life (*coming soon), Drama.

Lenght: Multichapter  

Rate:  PG-17

Poster by Leesinhyo @ ART Fantasy

 Teaser – Chapter 1  

You drive me crazy
You make me cry
You’re close as if I can catch you
But when I do, you get far away like the wind

[PLAY ->  HYORIN (SISTAR) – DRIVING ME CRAZY]

 

**

Hyunjo sedikit terperanjat juga kaget ketika dirinya mendapati Jihyun telah berdiri di depan mejanya, menenteng dua kaleng soda dan salah satunya sudah ia teguk dengan ekspresi yang berbeda dari biasanya, gadis Yoon itu tersenyum sangat lebar lalu mengacungkan salah satu kaleng soda lainnya dan meletakan soda itu di atas meja Hyunjo.

Hyunjo hanya menatap Jihyun bingung, lalu menepuk-nepuk sebuah kursi kosong di sampingnya dan menyuruh Jihyun untuk duduk disana.

Lain halnya saat Hyunjo berkunjung ke ruangan Jihyun tempo hari, gadis itu selalu cuek dan bahkan tak peduli jika Hyunjo datang, tapi bedanya Hyunjo menyambut Jihyun sangat senang walau raut bingung masih tegambar di wajahnya. Hyunjo dan Jihyun memiliki kepribadian yang terbalik, jika Hyunjo sangat terbuka maka Jihyun sangat tertutup, jika Hyunjo sangat ceria maka Jihyun adalah kebalikannya.

Hyunjo mempersilahkan Jihyun untuk duduk lalu mengambil kaleng soda yang Jihyun berikan, membukanya dan meneguk isinya sekaligus.

Sementara Jihyun, gadis itu terlihat sedang berpikir sangat keras, gadis Yoon itu terus berpikir bagaimana caranya ia menyampaikan kejadian kemarin, Kejadian saat Jongin mencium gadis lain, kalau Hyunjo tau, apa yang akan terjadi?

‘Apa Hyunjo akan minum racun, menerjunkan dirinya dari lantai 8 atau menabrakan tubuhnya pada gerbong kereta api? Oh tidak astaga’

Khayalan-khayalan gila itu terus berputar di benak Jihyun, untuk kali ini ia tak yakin menyampaikan hal itu pada Hyunjo tapi maksud kedatangannya kemari adalah menyampaikan masalah itu pada Hyunjo, gadis itu pasti kesal dan marah, tapi jika Jihyun tak menyampaikannya maka ia akan menjadi sahabat yang paling bodoh karena membiarkan sahabatnya di khianati oleh seorang pria. Perdebatan itu membencar dalam hati Jihyun, ia bingung dan ia tak yakin harus memberitahunya.

Jihyun nenghela napasnya sebentar lalu menatap Hyunjo yang kini mengkerutkan keningnya terlihat bingung.

“Ada apa? tumben kau kesini?” ujar Hyunjo membuka percakapan dengan dahi yang masih mengkerut layaknya nenek nenek tua yang kebingungan.

Jihyun hanya tersenyum kecut lalu mencengkram bahu Hyunjo dan menyuruh gadis itu mendengar perkataannya baik-baik.

Hyunjo hanya menganguk lalu menunggu apa yang akan Jihyun katakan.

Jihyun membuang napasnya kasar lalu menatap tajam Hyunjo dan mulai mengatakan hal itu, “Hyunjo kau harus kuat- aku yakin ini bukanlah hal yang terlalu buruk tapi jika ini di biarkan mungkin akan membuat kondisimu tertekan- jadi, begini- em–saat aku dan Junmyeon pergi ke klub- aku- melihat-” Kata-kata Jihyun tersendat-sendat membuat Hyunjo menaikan sebelah alisnya semakin penasaran.

“-Melihat apa?” ulang Hyunjo tak sabar.

“-Melihat Jongin dan gadis lain- mereka- a—anu, it—tu mereka–” lanjut Jihyun pelan semakin terbata taba lalu menatap ekspresi Hyunjo yang sepertinya juga terkejut karena gadis itu langsung membeku seketika.

“-Dia bercumbu dengan gadis muda itu, lebih parahnya mereka, -melakukan hal itu di depan banyak orang.” lanjut Jihyun sedikit ragu dan mengecilkan nada bicaranya dibagian akhir.

Hyunjo hanya terdiam tanpa ekspresi di wajahnya, tapi tiba-tiba gadis itu melotot pada Jihyun lalu mencubit pipi Jihyun cukup keras dan-

“Hahahahahahaha-Hahahahaha”

Dia tertawa sangat lucu.

‘Kenapa Hyunjo tertawa, apa kata kata Jihyun lucu?’

Wajah Jihyun mong seketika, gadis itu heran dengan Hyunjo, apa wujud marah Hyunjo dengan tertawa? tapi ini bukan Hyunjo,  gadis itu terlalu lemah apalagi jika urusannya menyangkut Jongin, gadis itu pasti akan sedih. tapi kali ini? dia tertawa setelah mendengar Jongin mencumbu gadis lain? Apa otaknya mulai gila? Apa soda yang Jihyun berikan itu salah?

“Hyunjo- kau baikbaik saja?” tanya Jihyun penuh selidik dan bingung.

Gadis Kim itu masih asyik tertawa, bahkan tawanya semakin keras di banding sebelumnya. “Ya- kau membuat gurau’an sangat lucu Yoon Jihyun- hahahaha” ujarnya di sela sela tawa.

Jadi Hyunjo berpikir bahwa Jihyun bercanda? oh ayolah Kim Hyunjo- sejak kapan Jihyun suka becanda dan bergurau hal semacam ini? gadis Yoon itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan tak ada waktu untuk bergurau saat ini.

“Aku serius Hyunjo!” ucap Jihyun menguncang pundak Hyunjo dan membuat gadis itu meredakan tawanya.

“Aku tau-aku tau, Jongin bukan orang seperti itu! dia selalu tidur di apartemenku dan ya- seperti yang kau tau- kami tak pernah melakukan apapun, pria itu terlalu polos untuk melakukan hal hal semacam itu.” Ujar Hyunjo di iringi sebuah senyuman gilanya.

Oh astaga! Jihyun mengacak rambutnya kesal lalu memutar bola matanya malas dan pergi begitu saja dari ruangan Hyunjo tanpa sepatah kata apapun. Ia benar benar menyesal mengatakan hal itu pada Hyunjo jika pada akhirnya akan seperti ini.

Hyunjo tak percaya.

**

Jihyun menghela napas lalu menyambar tasnya secara kasar dan beranjak pergi dari mejanya, ia berjalan melintasi koridor dan melewati ruangan Hyunjo begitu saja. Untuk kali ini ia malas menghabiskan waktu pulangnya bersama Hyunjo apalagi setelah kejadian tadi siang, sungguh Jihyun tak ingin berdebat  dengan gadis itu dan memilih melarikan diri di banding harus bergumam hal-hal aneh.

Tanpa Jihyun sadari, seorang pemuda berambut hitam kecoklatan memandanginya dari jauh dan tak lama setelahnya pemuda itu berjalan mengikuti arah kaki Jihyun menuju  gedung parkiran dan tepat ketika Jihyun akan meraih pintu mobilnya pemuda itu menarik tangan Jihyun dan membuat gadis itu tersentak kaget dan berbalik arah menghadapnya.

“Kau..?” tanya Jihyun terkejut saat tahu sosok yang menarik tanganya adalah orang yang ia kenal.

Pemuda itu menunjukan smiriknya, “Hyunjo tak percaya?”. Sebuah pertanyaan tiba tiba yang jelas semua orang tahu siapa yang akan bertanya hal seperti ini pada Jihyun, siapa lagi kalo bukan tersangka Kim Jongin, si bocah tengik kekasih Hyunjo yang kini tengah berdiri di hadapan Jihyun dengan plain tee shirts dan celana jeans.

daydream-01

Jihyun tersenyum meremehkan “Jadi kau membuntutiku demi pertanyaan ini?……. Kau sungguh konyol!” ujarnya menghempaskan tangan Jongin kasar lalu kembali berjalan dan meraih pintu mobil untuk membukanya.

“Hyunjo akan lebih percaya padaku, noona.” ucap Jongin sedikit berteriak dan membuat Jihyun membeku seketika.

Hening.

“Kau tau, aku mengenal Hyunjo lebih darimu dan aku berterimakasih padamu karena kau telah memberitahunya, dia pasti berpikir itu gurauan bukan? – noona Y.o.o.n Jih.yun”  ujar Jongin lantang dan mengeja setiap katanya dengan penuh penekanan dan percaya diri setelah melihat ekspresi Jihyun yang berdiri tegap di depan pintu mobilnya tanpa melakukan apapun, pria Kim itu yakin jika ucapannya tepat.

Jihyun masih membeku, ia tak tahu harus menjawab apa karena semua ucapan Jongin memang benar, dan bahkan Hyunjo tak percaya padanya.

“Jadi kau pikir akan membodohi Hyunjo selamanya? Aku berharap banyak padamu tapi kenyataannya kau sama brengseknya dengan pria lain! Cih-”  Ujar Jihyun pelan lalu membalikan tubuhnya dan menghadap ke arah Jongin, menatap mata pria itu tajam dan menusuk.

Jongin mengepal lengannya kuat-kuat dan jika Jihyun seorang pria mungkin kepalan itu akan mendarat tepat di pipi mulusnya tapi sungguh di sayangkan karena ia seorang wanita dan kepalan tangan itu hanya mampu ia tahan.

Jongin berjalan mendekat ke arah Jihyun, membuat gadis itu sedikit takut dan terus berjalan mundur dari tempatnya, tapi sungguh di sayangkan karena dirinya kini teersudut antara tubuh Jongin dan juga pintu mobil. “Aku brengsek? Mungkin kekasihmu yang lebih brengsek!” Jongin mendekatkan kepalanya ke arah Jihyun lalu membungkukan badannya agar bisa menatap mata Jihyun lebih dekat, pria itu menunjukan smiriknya tepat di hadapan Jihyun.

Jihyun hanya tersenyum kecut “Kau tak tau apa-apa tentang kekasihku dan berhentilah jadi seorang pria pecundang jik—”

“Jongin oppa– Jihyun- apa yang kalian lak-kukan di-sini?” Sebuah pertanyaan dengan nada yang terdengar ragu itu membuat Jongin dan Jihyun lantas menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah samping —si sumber suara, Kim Hyunjo.

Hyunjo berjalan mendekat,  gadis Kim itu berjalan dengan senyum manis di wajahnya walau pada awalnya ia terkejut, “Kalian sedang bersama, rupanya. Aku mencarimu oppa.”

Jongin melirik Jihyun sebentar,  lalu dengan cepat mundur satu langkah dari posisi semula kemudian menatap Hyunjo seraya mengembangkan sebuah senyuman di wajahnya “Kami hanya kebetulan bertemu, kau mencariku?”

Hyunjo melirik Jihyun sebentar, lalu beralih pada Jongin dan berjalan ke arahnya  menyodorkan segelas kopi yang ia pegang pada Jongin “Kau membuatku cemas.”

“Begitukah?” Jongin tersenyum lalu menarik tangan Hyunjo agar berdiri di sampingnya, mengusap rambut Hyunjo sangat mesra, sementara Jihyun? Gadis itu seolah tak ada disana, keduanya mengabaikan Jihyun begitu saja.

“Hyunjo, kalau begitu aku pulang” ucap Jihyun pelan lalu membuka pintu mobilnya tanpa menunggu jawaban Hyunjo,  gadis Yoon itu menyalakan mesin mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Hyunjo dan Jongin.

**

Jihyun memeluk lututnya sendiri, sangat erat, seraya duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sofa, sesekali matanya menatap ke arah televisi lalu handphone yang terbaring apik di atas meja.

Hampir beberapa hari terakhir tak ada panggilan masuk dari satu nama yang Jihyun butuhkan, biasanya nama itu selalu menelpon nya setiap saat, bahkan di jam jam tersibuk sekalipun.

“Apa Junmyeon benar benar sibuk?”

Jihyun mengigit bibirnya lalu menyambar ponselnya, mengecek kembali apakah benar benar tak ada ada panggilan atau pesan masuk untuknya dari Junmyeon. Tapi nihil, tidak ada satu pun.

Karena terlalu penasaran akhirnya Jihyun memberanikan diri untuk menghubungi Junmyeon lebih dulu, mengabaikan harga dirinya.

ia menempelkan benda persegi panjang itu dan menunggu sang pemilik ponsel menjawab panggilannya.

1 menit..

2 menit..

3 menit..

Tapi hasinya nihil, panggilannya nya tak di angkat, semakin penasaran akhirnya Jihyun kembali menekan tombol dial pada nomor yang sama, berharap panggilannya kali ini bisa terjawab.

“Telpon yang anda tuju tengah sibuk, silahkan hubungi beberapa saat lagi.”

Jihyun menutup wajahnya dengan tangan kemudian mendesah frustasi, Sebenarnya Jihyun mengerti keadaan Junmyeon jika ia tengah sibuk, tapi kali ini pria itu tak memberinya kabar sepatah katapun beberapa hari belakangan dan yang membuat Jihyun semakin goyah adalah kata kata Jongin beberapa hari yang lalu.

“Kau tahu, noona. dunia ini luas dan besar. Seorang pria tak cukup hanya satu wanita?”

Ia takut? Tentu saja Jihyun takut jika Junmyeon akan berpaling darinya, walau hatinya belum bisa terbuka untuk Junmyeon seutuhnya tapi gadis yoon itu tahu arti kasih sayang yang Junmyeon berikan, perhatian yang sangat banyak bahkan sesibuk apapun Junmyeon, biasanya pria itu akan menyempatkan waktu untuk sekedar menelponnya atau bervideo call selama beberapa menit, tapi kali ini? Sebuah pesan singkat pun tak ada.

“Aku harus menemuinya.” tanpa berpikir lama Jihyun menyambar mantel dan tasnya lalu berjalan pergi dari apartementnya. Perasaan nya terlalu khawatir jika ia hanya berdiam diri.

.

Jalanan malam yang sepi membuat Jihyun  menyetir dengan kecepatan penuh, gadis itu menatap jalanan dengan penuh rasa keraguan setelah beberapa saat yang lalu ia singah di apartement Junmyeon tapi sayangnya pria itu tak ada di sana di jam larut seperti ini.

Mengalihkan pandangannya dari jalanan, Jihyun menatap jam di dashbor mobilnya menunjukan pukul 00:12. Di jam seperti ini mana mungkin Junmyeon masih berada di kantor, biasanya jam kantor akan berakhir pukul 10:00 malam jika pegawainya benar benar lembur.

Tanpa berpikir panjang, Jihyun tau  dimana bisa menemukan Junmyeon di jam jam seperti ini, ia yakin pria itu ada disana.

.

Jihyun menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru bar, mengamati satu persatu orang-orang yang sibuk menari di lantai dansa, minum di bar dan orang orang yang mengobrol di setiap penjuru di jam larut seperti ini.  Ia mengedarkan pandangannya dan mencoba menempelkan handphonenya di telinga untuk menghubungi sosok Junmyeon, ia terus menelpon tapi tak ada jawaban hingga akhirnya Jihyun berjalan ke arah lorong pintu keluar.

Langkah Jihyun terhenti tat kala sebuah dering suara yang ia kenal muncul di ujung lorong sebelah kiri, tanpa berpikir dua kali ia mengerakan kakinya untuk mengikuti arah dering tersebut hingga ia menemukan sosok yang dicarinya itu. Tapi kali ini sosok itu tak sendiri, ia bersama seorang gadis dengan pemandangan yang sangat menjijikan.

Tanpa menunggu aba-aba, Jihyun menghampiri sosok itu lalu menarik tangannya dan membuat sosok itu melepaskan tautannya dengan paksa.

“Brengsek! Kau bajingan! Junmyeon, brengsek!” Cibir Jihyun memukul tangan sosok pemuda itu, Junmyeon – dengan tasnya dan terus menyumpah serapah kekesalannya pada pemuda itu.

“Jihyun,  dengar aku-” ujar Junmyeon memegang tangan Jihyun dan mencoba menghentikan aktivitas memukuli tubuhnya.

“Aku bersumpah akan membencimu selamanya! Kau penghianat! Brengsek! Bajingan!” Jihyun terus berteriak membuat orang orang yang berjalan lalu lalang menatapnya dan Junmyeon dengan pandangan iba.

“Yoon Jihyun, kau salah paham! Ini- semua—–“

PLAK!

Lengan kurus Jihyun menampar pipi sebelah kanan Junmyeon membuat pria itu membeku dan diam seketika. Sementara gadis yang menemaninya tadi hanya menahan napas terkejut.

“Kau pikir aku bodoh? Begitukah?-“ teriak Jihyun semakin kesal dan Junmyeon, pria itu hanya terdiam.

Jihyun mengalihkan pandangannya untuk menatap gadis yang bersama Junmyeon tadi “Gadis jalang, aku berterimakasih padamu karena telah menggoda kekasih oranglain dan memberitahuku bahwa pria ini brengsek!” teriak Jihyun lalu bergegas pergi dengan airmata yang kini meluncur turun membasahi pipinya.

“Kita putus!”

Teriakan Junmyeon cukup keras—setidaknya cukup untuk membuat Jihyun lantas berhenti melangkah.

**

Jihyun bangun dari posisi berbaringnya. Gadis itu mengerang pelan kala ia merasakan rasa sakit di hatinya tak kunjung sembuh, meskipun kejadian itu telah terjadi beberapa hari yang lalu. Sudah dua hari ia berbaring di tempat tidur dan tak berniat masuk kerja sedikitpun, perasaannya masih hancur dan kondisi tubuhnya benar benar lemah apalagi ia tak mengkonsumsi apapun dua hari terakhir, hanya minum airputih dan aspirin sebagai pereda sakit kepalanya.

Jihyun selalu meruntuki dirinya sendiri, ia benar-benar di bohongi mentah mentah oleh Junmyeon, harusnya pemuda itu meminta maaf padanya, tapi kenyataannya pemuda itu memutuskan hubungan mereka begitu saja.

Gadis Yoon itu kembali menatap sekeliling, Menatap keadaan kamarnya yang benar benar berantakan.

Sepatu, baju, tas, semuanya berceceran di lantai.

Yah, Jihyun hanya mampu menggelengkan kepala lalu kembali menutup matanya erat erat. Namun, belum sampai matanya terpejam secara utuh,  sesuatu berdering dengan keras membuatnya mau tak mau kembali membuka mata lalu meraba raba meja nakas di sampingnya dan menyambar ponselnya yang berbunyi.

“Hmm, ada apa? Kau menggangu waktu istira-“

“JIHYUN! PRESDIR CHO—“

“Apa?”

“Jadi ini surat pemecatanku?” Jihyun mengela napasnya lalu kembali membaringkan tubuhnya di ranjang.

Gadis yoon itu menjambak rambutnya sendiri dan menggulungkan tubuhnya ke ujung ranjang, setelah insiden putusnya dengan Junmyeon, kali ini Jihyun harus kembali berpikir panjang karena Kyuhyun –atasannya- telah memberinya surat pemecatan secara mendadak.

Jihyun tak perlu bertanya alasannya kenapa, karena jawabannya sudah jelas.

Junmyeon.

“Kalian benar benar putus?” tanya Hyunjo yang sedari tadi duduk di kursi sebelah ranjang Jihyun sembari membaca beberapa dokumen yang ia bawa dari kantor.

Tak ada jawaban. Jihyun memilih bungkam di banding ia harus menceritakan hal hal itu pada Hyunjo, rasanya terlalu menyakitkan jika Hyunjo tau kebenarannya.

“Jihyun! Kau tak menjawabku?” rengek Hyunjo lalu menghampiri Jihyun ke ranjang dan duduk di sampingnya. “Hubungan kalian akan berakhir setelah dua tahun lebih? Hah, itu bukan hal lucu Yoon Jihyunnn~~~” lanjut Hyunjo lalu menarik selimut yang menutup kepala Jihyun.

“Hey, kau menangis?” tanya Hyunjo saat melihat pundak Jihyun bergetar.

Ya- Jihyun benar benar menangis, pekerjaan yang selama ini ia pertahankan akhirnya hilang, kekasih yang selama ini membantunya kini juga menghilang, Kehidupan nya akan berubah menjadi gelandangan tak lama lagi jika begini caranya.

“Jihyun” Hyunjo memeluk tubuh Jihyun mencoba menghiburnya tapi Jihyun masih bersikukuh diam memunggungi Hyunjo.

Airmata Jihyun turun semakin deras, isakan isakan kepedihan juga menyelimuti hatinya, pikirannya kalut dan ia tak tahu harus berbuat apa sekarang, hidupnya sebatang kara di Seoul. Tak ada ayah atau ibu yang akan membantunya lagi, tak ada Junmyeon yang akan melindunginya lagi.

Jihyun merasa hidupnya hancur hanya karena satu perkara. -Junmyeon- pemuda itu yang membuat hidupnya lebih baik tapi sekarang pemuda itu juga yang membuat hidupnya keruh.

“Aku baik baik saja bodoh, tak usah merengek hal seperti itu.” ujar Jihyun bangun dari tidurnya dengan suara serak sehabis menangis.

Hyunjo hanya tersenyum lalu bangun dari ranjang Jihyun dan beranjak keluar dari kamar Jihyun, gadis itu berlalu pergi dan menuju konter dapur untuk mengambil sesuatu.

Hyunjo membuka satu persatu lemari di konter dapur, ia mencari sesuatu tentunya. Tak berselang lama Jihyun muncul dari balik pintu kamar, keadaannya benar benar berantakan, layaknya manusia yang terkena angin torrnado lalu tersesat di hutan arizona, yak- itu terlalu berlebihan tapi kenyataannya gadis itu memang berantakan.

“Mencari sesuatu?” tanya Jihyun pelan.

Hyunjo hanya mengganguk dan melanjutkan aktivitasnya “Kau tak punya wine? Bukankah biasanya kau menyimpan disini?” tanya nya lalu menunjuk salah satu lemari paling atas di konter dapur Jihyun.

“Aku tak punya, semuanya habis dua hari yang lalu” ucap Jihyun enteng lalu membuka pintu lemari es dan mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya. “Dan semua itu membuat kepalaku semakin pusing” Jihyun menutup pintu kulkas lalu menatap Hyunjo tersenyum pada gadis itu

“Mau menemaniku ke klub besok?”

**

Dengan segelas alkohol di tangannya, pemuda Kim itu hanya memandangi para pemuda dan gadis yang sibuk menarikan tubuhnya kesana-sini, mengikuti deguman musik yang cukup mengguncang tubuh untuk ikut menari. Hanya melihat. Tanpa ada niat untuk bergabung sama sekali. Menolak ajakan semua teman temannya termasuk gadisnya sendiri, Han Jinri yang  mengajaknya menari bersama.

Entah apa yang salah dengannya, untuk kali ini, Jongin tidak ingin melakukan seperti apa yang dilakukan teman-temannya. Ia bosan dan ia jenuh melakukan semua itu apalagi setelah Hyunjo marah padanya tadi siang.

Sebenarnya hanya hal sepele, Jongin lupa menaruh sesuatu di mobilnya dan itu baju hadiah untuk Jinri, ia lupa tak menyembunyikan baju itu dan terlanjur ketauan oleh Hyunjo, gadis itu berpikir baju itu untuknya tapi Jongin lupa jika di baju itu tertera sebuah kartu ucapan ulangtahun untuk Jinri , dan semua itu tertangkap basah oleh Hyunjo.

Hyunjo benar benar marah dan lantas turun dari mobilnya begitu saja, gadis itu pergi meninggalkannya, Berulangkali Jongin menghubungi Hyunjo tapi telpon gadis itu selalu mati.

“Apa ada masalah?” tanya Minseok, seorang bartender yang cukup akrab dan mengenal Jongin sangat baik karena ia sering datang ke bar ini.

Minseok menuangkan wiskey kedalam gelas Jongin lalu menatap pria itu dengan pandangan iba.

“Hyung, aku bingung, di saat orang yang harusnya aku cintai tapi aku malah membuatnya terluka dan menangis.” ungkap Jongin pelan lalu meneguk sekaligus wiskey di gelasnya . Cairan itu terasa sangat panas dan benar benar panas di tenggorokan tapi sayangnya minuman itu adalah kudapan yang membuat pikirannya tenang.

“Kau menyakiti seorang gadis?” tanya Minseok ragu.

Jongin menganguk lalu meminta Minseok mengisi gelasnya dan menceritakan suatu hal “Dulu ibuku sakit parah, umurku baru 17 tahun dan ayah hanya peduli pada perusahaannya, saat itu aku sering pergi ke rumah sakit untuk menengok ibuku dan disana aku bertemu seorang dokter yang menangani ibuku, Dokter Kim Majun”

“Bukankah dia ayah dari Hyunjo?” potong Minseok

“Kau benar, dokter Kim berkata padaku jika aku adalah anak yang tampan dan ia berharap anaknya bisa menikah denganku suatu saat nanti.” Jongin menjeda kalimatnya lalu tersenyum dengan tatapan kosong “Hingga akhirnya ibu meninggal dan ia berpesan untuk membalas budi pada dokter Kim karena telah merawatnya 5 tahun terakhir di rumah sakit itu, aku tak tahu harus membalasnya dengan apa, hingga akhirnya aku bertemu Hyunjo di rumah sakit. Gadis itu menyimpan perasaan padaku tapi sayangnya aku tak memiliki perasaan yang sama dengannya, aku hanya menggangap gadis itu sebagai teman.” Jongin menghela napasnya lalu meneguk cairan wiskey itu, membuat tenggorokan nya yang kering kini menjadi panas dan membuat pikirannya mulai berputar.

“Jadi kau berpacaran dengan Hyunjo hanya karena balas budi ibumu? Begitu?” ucap Minseok antusias dan lagi lagi balas dengan anggukan oleh Jongin. “Aku tau pesan dari ibumu sangat penting, tapi jika kau tak mencintainya untuk apa kau mempertahankan gadis itu lagi pula-“

“Aku mencintainya.” potong Jongin cepat, pria itu menumpukan kepala nya di atas tangan “Aku benar-benar  harus mencintainya. Sekarang, aku akan membuktikan pada gadis itu bahwa aku hanya miliknya, untuknya, dengan begitu ia tak akan cemburu padaku.” ucapnya lalu tertawa lucu.

Minseok hanya tersenyum lalu kembali menuangkan wiskey ke dalam gelas Jongin, ia tak tahu apa yang sebenernya Jongin rasakan, apa Jongin benar benar mencintai Hyunjo ataukah ia hanya menyukai Hyunjo seperti gadis gadis lain.

Minseok tahu semua gadis Jongin, karena pria itu selalu mengencani gadis gadis nya di bar ini tapi sejauh yang ia tahu Jongin hanya memiliki satu kekasih yaitu Hyunjo tapi sayangnya Jongin tak pernah mengajak Hyunjo ke bar itu sekalipun, pria Kim itu beralasan bahwa Hyunjo terlalu baik untuk di ajak ke tempat itu.

“Jihyun kau sudah mabuk sangat berat, ayo hentikan.” Hyunjo menarik paksa gelas berisi vodka yang siap Jihyun minum. Ia menariknya lalu menjauhkan gelas itu dari hadapan Jihyun.

Gadis Yoon itu sudah terlalu mabuk, Entah sejak kapan Jihyun suka minum-minuman keras sepeti ini biasanya gadis itu akan minum wine, itupun dengan kadar batas normal.

“Apa dia menghabiskan semua botol itu?” tanya Hyunjo menujuk beberapa botol vodka yang isinya sudah kosong pada seorang pelayan yang sedari dari menuangkan minuman ke gelas Jihyun.

Pelayan itu hanya mengganguk lalu Hyunjo mengelurkan kartu kreditnya dari dompet dan menyodorkannya pada pelayan.

Hyunjo tau situasi Jihyun saat ini, gadis itu benar benar terpuruk. Setelah putus dengan Junmyeon semua kartu kredit yang ia punya di blokir, tentu saja Hyunjo tau siapa yang memblokirnya, yang pasti sang pembayar kartu kredit itu, Junmyeon.

Hyunjo tak tahu Jihyun berada di klub ini sejak kapan, yang jelas saat Jihyun menelponnya untuk mengajak minum, Hyunjo masih berada di kantor karena jam kantor belum berakhir saat itu, sebenernya masih banyak pekerjaan yang harus Hyunjo kerjakan tapi mengingat sahabatnya yang tengah terpuruk akhirnya Hyunjo memutuskan untuk menemui Jihyun terlebih dahulu.

“Jihyun, kita harus pulang!” Hyunjo menarik paksa tangan Jihyun dan menompang tubuh Jihyun yang sangat berat lalu menyeretnya keluar untuk pulang.

Hyunjo tak tahu harus membawa Jihyun kemana, tapi untuk saat ini mungkin ia akan membawa Jihyun ke apartement miliknya, ia terlalu khawatir jika membiarkan Jihyun sendirian di apartementnya saat keadaannya sangat terpuruk. Ia takut jika Jihyun melakukan hal yang tidak-tidak karena beberapa hari yang lalu Jihyun pernah melakukan percobaan bunuh diri tapi untungnya Hyunjo datang dan mencegahnya.

“Hyunjo, aku di-mana?” tanya Jihyun samar samar saat tubuhnya terbaring di kasur ukuran king size. Hyunjo hanya mendengus lalu menutup hidungnya karena bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut Jihyun.

“Istirahatlah, aku akan ke kantor untuk menyelsaikan pekerjaanku.” teriak Hyunjo pada Jihyun tapi sayangnya gadis itu terlanjur tertidur.

Hyunjo kembali pergi ke kantornya, untuk malam ini ia harus benar benar lembur karena pekerjaan nya benar benar menumpuk, setelah Jihyun keluar semua pekerjaan Jihyun menjadi tanggung jawabnya, entah Hyunjo terkadang tak mengerti dengan jalan pemikiran Kyuhyun, Ceo nya.

Jam kini menunjukkan tengah malam dan waktunya pulang. Chanyeol dan Kyungsoo mengerutkan dahinya saat melihat kursi yang di duduki Jongin tadi sudah kosong, pria itu pulang tanpa mengantar Jinri?

“Apa Jongin benar-benar pulang tanpa pamit?” tanya Kyungsoo pada Minseok, karena sedari tadi Minseoklah yang menemani Jongin duduk disini.

“Dia mabuk berat, bahkan ia menelpon supir untuk mengantarnya pulang.” balas Minseok di iringi senyuman.

“Dia mabuk?” ulang Jinri saat mendengar penuturan Minseok.

Minseok hanya menganguk. “Jangan khawatir, ia baik baik saja, ia hanya mabuk tapi keadaannya masih sadar.” ujar pria berstatus bartender itu.

Jinri segela mengambil jaketnya lalu pamit pulang pada Kyungsoo dan Chanyeol, gadis itu buru buru keluar.

Chanyeol dan Kyungsoo hanya menatap kepergian Jinri dengan anggukan.

“Apa terjadi sesuatu dengan Jongin?” tanya Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Aku akan menelponya.” ucap Kyungsoo lalu menarik ponselnya dari saku dan dengan segera menghubungi Jongin.

“Jongin, dimana kau? Kau baik baik saja? Kenapa kau tak berpamitan pada kami…” teriakan Kyungsoo saat tahu telpon nya telah tersambung.

“Aku sedang di perjalanan pulang, kepalaku sakit-ghh” Desis Jongin mengecilkan suaranya

TUTTTTT—-

Panggilan Jongin dan Kyungsoo terputus begitu saja, entah siapa yang mengakhirinya yang jelas bukan Kyungsoo, itu berarti Jongin.

“Telpon nya tak aktif” ucap Kyungsoo saat mencoba menelpon kembali Jongin.

“Kita tanya dia besok!” ucap Chanyeol lalu bergegas pulang menggandeng tangan Sojung.

Jongin memijat pelipisnya lalu berjalan terpoyong-poyong keluar dari mobilnya, kepalnya benar benar pusing dan ia berbohong pada Minseok bahwa dirinya menelpon supir,  Jongin malas jika harus menelpon supir bayaran, ia tak suka jika mobil kesayangannya akan di kemudikan oleh orang lain, beruntung jalanan kota Seoul sudah sepi mengingat jam sudah larut malam.

Jongin terus memijat pelipisnya dan berjalan dengan menelusuri tembok di sampingnya, kepalanya benar benar pusing dan pandangannya benar benar tidak jelas. Ia minum terlalu banyak sehingga kepalanya menjadi benar benar sangat pusing.

PLIP –pintu apartement terbuka-

Tapi kali ini ia tak pulang ke apartementnya melainkan pulang pada apartement Hyunjo, pemuda itu menyusuri tembok apartement Hyunjo yang sudah gelap, dengan langkah tepoyong poyong Jongin memegang knop pintu lalu masuk ke kamar Hyunjo dan ia menemukan gadis itu  tengah berbaring dengan setelan kemeja kebesaran dan celana jeans panjang.

Tidak biasanya Hyunjo menggunakan celana jeans saat tidur, kepala Jongin kembali berputar-putar semua pandangan di sekelilingnya seakan berubah tempat bahkan tubuh Hyunjo terlihat benar-benar sexy sekarang.

Tanpa berpikir ulang, Jongin segera pergi ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tepat di samping gadis itu lalu mulai melepas jaketnya dan melempar benda itu ke sembarang arah.

Kamar Hyunjo benar-benar gelap dan bau alkohol seakan membuyar di setiap sudut ruangan. Jongin hanya mampu mendengus dan berpikir bahwa Hyunjo juga mabuk tapi sejak kapan Hyunjo suka mabuk? Bukankah gadis itu sangat anti alkohol?

Jongin membangunkan tubuhnya lalu duduk di tepi ranjang, pria itu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, jelas-jelas Hyunjo tengah tertidur di sampingnya bahkan gadis itu nampaknya mabuk karena aroma alkohol yang sangat menyengat dari tubuhnya.

“Apa aku harus melak-ukannya- issh” ujar Jongin sedikit terbata karena tingkat kesadarannya mulai menurun, kepalanya benar benar pusing.

Tiba tiba Jongin merasakan suatu tangan menahannya saat ia hendak beranjak, Jongin menolehkan kepalanya ke samping dan tepat setelah itu ia bisa melihat bayang bayang Hyunjo yang tersenyum padanya, bayangan gadis itu sangat lembut.

Tanpa berpikir duakali Jongin kembali naik ke kasur lalu menindih tubuh gadis itu seolah akal sehatnya hilang begitu saja.

seakan tertimpa beban yang sangat berat gadis itu menggerakan tubuhnya lalu membuka kedua matanya, sayup sayup ia bisa melihat wajah seorang pria tampan di atasnya dan ia hanya mampu tersenyum tanpa melakukan apapun, kepalanya benar benar pusing.

“Aku mencintai-mu, tolong maa-af kan aku” bisik Jongin dengan suara seraknya lalu melumat bibir gadis di bawahnya secara lembut, melumat bagian bawah dan atas secara bergantian dan terus melumatnya hingga akhirnya bibir gadis itu terbuka dan membalas ciuman yang di berikan oleh Jongin.

Sementara sang gadis hanya mampu menelusupkan jari jarinya yang kecil pada rambut hitam kecoklatan milik Jongin menariknya agar lebih mendekat. Ia terlalu kesepian saat ini.

Merasa ia mendapat respon, Jongin terus melumat bibir tipis itu semakin lama membuat gejolak dari dalam tubuhnya seakan terbakar, tak cukup dengan itu, tangan Jongin mulai menelusup masuk ke dalam kemeja kebesaran milik gadis itu yang kancingnya sudah terbuka beberapa, menujukan bra berenda berwarna hitam, tanpa menunggu lebih lama tangannya mulai melepas satu persatu kancing kemeja itu lalu menarik paksa bra itu dan membuat talinya terputus lalu melempar benda itu ke sembarang arah.

“Umpph—“ desah gadis itu tatkala Jongin mulai menyentuh bagian dadanya tanpa melepas lumatan dari bibirnya sedetikpun.

Seiring dengan waktu, permainan Jongin semakin menjadi-jadi, pria itu menyentuh bagian bagian sentisitif sang gadis membuatnya mendesah sangat hebat dan sang gadis hanya mampu mengimbagi semua itu, jauh di dalam bawah sadarnya yang tengah tenggelam dalam dunia alkohol.

Akh…” Pekik gadis itu kesakitan tat kala tiba tiba Jongin mengigit kulit bagian atas dari dadanya, gadis itu terus mendesah, menjambak rambut sang pria membuat suasana semakin terasa sangat panas.

“Aku mencintaimu, Hyunjo” bisik Jongin pelan.

To be Continue…

Preview next chapter:

“JONGINNN!!! APA YANG KAU LAKUKAN?”

.

.

PLAK!!

“Kau pantas mendapat ribuan tamparan dari beberapa gadis! Kau maniak, kau gila, kau bajingan, brengsek! Aku membencimu.”

.

.

“Terkadang ada kalanya aku ingin pulang, apa sekarang waktu yang tepat?”

.

.

“Apa kau benar-benar tak ada pekerjaan lain selain hangover di meja ini setiap malam?”

“Aku benci hidupku yang malang, aku benci semuanya” ucap gadis itu.

.

,

“Apa dia baik baik saja?”

“Selamat tuan, istri anda tengah mengandung. Tolong larang istri anda untuk terus minum alkohol, aku khawatir jika janin nya akan memburuk”

“–Jadi dia hamil?”

.

.

 –

Annyeong😀 Hadir lagi dengan chapter yang amburadul sekalihh😛 Sebelumnya Lyo mau minta maap kalo penggunaan bahasa terlalu kasar atau aneh -3- jujur Lyo seneng banget baca komenan kalian di chapter 1😀

Makasih yaaaa~~~

Jangan lupa Like & Komentar ya ceman ceman😀 Biar ada dorongan motivasi untuk next chapternyaaa😀

Lyo dan Jongin pamit dulu ya,, see you next chapter guysss :*

192 responses to “[CHAPTER] DAY DREAM – DRIVING ME CRAZY? #2 (APPLYO)

  1. waduhhhh bahaay juga jadi penasaran lanjutannyaa.. jadi sebenernya kai suka sama si hyunjo? trs kenapa dia bs sama jihyun nannti…

  2. Omo secepat itu kah ini terjadi ??

    Yaaakkkkk ! Pasti akan lbh seru seru dan seru hahaha
    Semangat terus k untu karyanya Keyeeennn (y)

  3. whaaa itu yg dicium jongin bukan hyunjo kan? tapi jihyun wkwk salah orang nih. penasaran sama reaksinya hyunjo kaya gimana

  4. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – THINKING OUT LOUD #10 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. yang dikamar itu bukan hyunjo kan? Bukannya hyunjo pamit ke kantor tadi? jadi??? she’s jihyun? daebak! dan jongin suka sama hyunjo, karena janjinya dimasa lalu pada sang ibu? wowww, btw apa yang bakalan Jongin-Jihyun lakukan? #HappyKaiDay

  6. Aku suka kalau si wajah innocent suho di buat jahat,badboy dan yg kayak gituan lah karna menurutku dia nggak seinnocent itu. Jongin dia ngapain ituhhhhhhhhh bahaya bahaya bahaya, jongin ngelakuin sama cewek lain di apartemen kekasihnya sama sahabat kekasihnya dan cewek yang dia benci hahahahha.gimana ya cerita selanjutnya kepo deh aku

  7. oohh jadi gituu ceritanya gimana jihyun dan jongin bangun di satu ranjang tanpa sehelai benangpun..hueehhhh
    gimana ituu kalo hyunjo liaat..aakkkkk
    baruuu aja jongin mau tobat, eehh malah terjerumus ke jurang. aduhaduuhh

  8. apa itu barusan? jadi jihyun dikira hyunjo sama jong in? kenapa semakin buruk masalahnya(?) kasian hyunjo kasian jihyun tapi juga kasian si jong in kalau kenyataannya dia punya hutang budi sama ayah hyunjo~>< duh makin rumit dan junmyeon yang notabene malaikat oh ny dia jadi bad boy gitu jahatnya jahat asli ini mah greget yaampun~

  9. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – TEARS LIKE TODAY #11 A (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Hhhhahhaha bawaannya pengenn njitak jongin yang tengil dan pecicilan,N tapi gk nyangka dia masih punya sisi baik,,,
    Dan itu apaaaa,,, knpa dia nidurin jihyun,,, huaaaaaa

  11. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – I’II CRY #11 B (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Waduh jongin bener2 ya g liyat2 org dulu hahaha
    Gimana reaksi hyunjo ya klo ngeliat sahabat dan pacar lagi ehem ehh
    Hahaha

  13. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM- BECAUSE I MISS YOU TODAY #12 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Bukannya itu jihyun yaa???? Waahhh jongin salah orang..yakkk cepat hentikan….yaaakkkk jongin…!!!!

  15. Demi valak… bener bener gilaakkk semuanya bener bener gilaakkk!!
    Si jongin matanya ketutupan valak makanya smpe salah bgitu astagaa itu jihyun bukan hyunjo
    Astaga kasian hyunjo. Dicintai cma karna ibu😥
    Jihyun aplg uda sebatang kara.. junmyeon parah. Hancur bgt hdup jihyun

  16. Waduhuuhhh kesalahan teknis nih. Kenapa jadi jihyun yg di bobol jongin. Dan liat preview next chapter jihyun hamil. Apa kabar hyunjo? Kasian dia hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s