Othello Syndrome [ Phobia ] – By Asih_TA

othello-copy| Author : Asih_TA |

| Litte : Othello Syndrome|

| Main Cast : Park Chanyeol & Han Saeri |

| Genre : Romance, Psyco |

.

.

“ Tidak ada yang lebih indah dari wajahmu yang begitu ketakutan sayang “

.

Langit telah menampakan warna orangenya, begitu juga dengan burung-burung yang melakukan mingrasi. Aku berjalan menyusuri jalan raya yang tampaknya tak begitu ramai. Begitulah keseharian yang selalu ku jalani, tidak ada yang lebih melelahkan dari menyudahi pekerjaan kantor hampir seharian penuh.

Namaku Han Saeri, umurku 23 tahun dan pekerjaanku seorang karyawan di salah satu kantor terbesar di kota seoul. Tidak ada yang mengetahui kehidupanku yang sesungguhnya termasuk seluruh karyawan di tempatku bekerja. Mereka hanya menganggapku sebagai wanita yang pendiam dengan seribu wajah, tentu saja karena keterbatasanku memandang mereka.

Hampir seluruh karyawan di tempatku bekerja adalah laki-laki dan selebihnya perempuan dan aku termasuk wanita yang tidak terlalu menyukai kehadiran sosok lelaki. Tidak, bukan karena aku menyukai sesama tapi karena ketakutan yang pernah aku alami. Lebih tepatnya aku membenci mereka. Hidupku yang gelap membuatku mempunyai ketakutan terhadap sosok bertubuh tinggi, berdada bidang, berkumis dan berjangkun. Semua itu ada pada karakteristik laki-laki dan aku seorang Androphobia. Sebuah phobia yang sedang aku alami sejak 15 tahun yang lalu.

Dengan sedikit mengehela nafas kakiku mulai melangkah di pembelokkan. Rumahku yang sedikit jauh dari permukiman warga membuat panjang jalur dari tempatku bekerja lumayan jauh, tak heran jika terkadang kakiku harus merasakan keram yang cukup lama.

“ Nona Han maaf menganggu.” Seorang wanita paru baya mendekatiku.

“ Oh Nyonya Kim, sedang apa anda disini.”

Wanita paru baya tersebut tersenyum “ Hanya membeli beberapa perlengkapan bahan makanan. Kau baru pulang dari tempatmu bekerja Nona Han.”

“ Begitulah Nyonya Kim.” Wanita paru baya itu tertawa kecil “ Nona Han jika kau berbelok lagi maka di sana sedang ada perbaikan jalan dan kita tidak boleh melewatinya untuk sementara waktu.”

Sontak mataku membulat sempurna, oh tidak ini pasti menjadi perjalanan yang sangat melelahkan “ Benarkah? Ja-jadi apa yang harus kulakukan sedangkan itu jalan terakhir yang menghubungkan rumahku.” Ucapku frustasi sedangkan Nyonya Kim tertawa cukup keras dan memegang bahuku pelan “ Tenanglah, kau bisa menggunakan persimpangan satu lagi bukan?”

“ Tapi itu terlalu jauh Nyonya Kim.”

“ Tak apa di sana pasti banyak orang yang berlalu lalang.”

Aku pun menganggukan kepalaku dan mulai melangkahkan kaki kecilku untuk mengambil sebuah persimpangan satu lagi. Bukannya aku takut, tapi percayalah di sana banyak sekali pepohonan yang menjulang tinggi. Apalagi jumlah perumahan yang sangat sedikit dan bisa di pastikan hari ini banyak sekali hal menimpa hidupku.

***

.

Saeri berjalan sambil mengusap kedua tangannya yang terasa dingin. Langit mulai menghitam dan kabut malam bermunculan. Gadis itu meringis ketika merasakan sakit di daerah kakinya. Dengan menghela nafas Saeri tetap menjalankan kakinya dan tidak memungkinkan dirinya untuk beristirahat karena suasana yang telah gelap.

Satu jalan lagi maka gadis itu akan mencapai rumahnya. Namun ketika melihat jalanan itu membuat gadis itu mengurungkan niatnya, jalan setapak dengan di penuhi hutan yang begitu lebat. Oh Tuhan siapa pun pasti tidak akan berani menginjakkan kakinya di antara pepohonan yang menjulang tinggi.

Gadis itu menelan salivanya dan mengepalkan kedua tangannya kuat. Tidak ada pilihan lain ia harus segera pulang dan segera mengistirahatkan tubuhnya. Dengan kaki yang bergetar Saeri memasuki jalan setapak tersebut. Angin yang kencang membuat pepohonan itu berayun-ayun dan jangan lupakan bunyi-bunyi dari beberapa hewan.

“ Beraninya kau datang kesini sendirian.”

Deg

Suara itu berada tepat di belakangnya. Suara berat khas laki-laki tersebut membuat hormon di tubuhnya secara mendadak meningkat. Ia benci suara itu, ia sangat membencinya. Gadis itu tidak tahan lagi untuk berdiam diri cukup lama. Kakinya hendak melangkah lagi namun sebuah suara mengintruksinya “ Apa kau bisu? kenapa kau tidak berbalik dan menjawab ucapanku.”

Tidak tubuhnya, Saeri dapat merasakan getaran hebat di dalam tubuhnya. Gadis itu mulai ketakutan “ Tidak! Menjauh dari ku.”

Saeri berlari ketakutan, ia menerobos hutan-hutan tersebut dengan mengambil langkah yang panjang namun seketika gadis itu tersadar ia tidak lari sendiri. Saeri dapat merasakan sepasang kaki juga berlari mengikutinya. Apakah itu laki-laki itu tadi? Dengan langkah cepat Saeri menambah tempo larinya namun tiba-tiba sebuah tangan kekar menarik pegelangan tangan gadis itu secara tiba-tiba.

“ Kau ingin kemana cantik.” Lelaki itu dengan suara beratnya menyadarkan kesadaran Saeri. Tubuh Saeri kini menghadap pria tersebut. Gadis itu dapat melihat wajah lelaki itu dengan jelas walau dari bantuan sinar bulan purnama. Lelaki itu mempunyai tubuh tinggi, wajah tampan dan sebuah seringaian di bibirnya.

“ Tidak aku mohon lepaskan aku.” Gadis itu memberontak. Ia mencoba melepaskan tautan tangan lelaki itu. Namun apa daya kekuatan mereka jauh berbeda “ Aku mohon jangan sakiti aku.” Buir-buir air mata telah memenuhi pipi mulusnya.

Lelaki itu mendekati jari telunjuknya di bibir tipis Saeri “ Ssst, tenanglah sayang kau aman bersamaku.” Saeri dapat melihat samar-samar bibir lelaki itu yang menampakan smirk andalannya “ Kau aman jika kau mau berbagi bersamaku.”

Laki-laki tersebut mendekati tubuhnya kepada gadis itu dan dalam hitungan detik bibir mereka bertemu. Lelaki itu menciumi Saeri dengan bruntal dan ganas. Tidak, Saeri tidak pernah berciuman seintim ini bersama pria. Saeri memukul-mukul dada laki-laki tersebut namun kedua tangannya di tahan oleh lengan kekar milik pria misterius itu.

Gadis itu manangis di sela-sela ciuman mereka dan tubuhnya bergetar hebat ketika merasakan phobianya kembali kambuh. Tidak, gadis itu tidak ingin melukai siapapun. Tangan lelaki itu menyelinap masuk kedalam baju kemeja yang di kenakan gadis tersebut.

‘ Tidak! Tuhan tolong aku ‘

~ TBC ~

Note : Othello Syndrome adalah kelainan emosi dimana seseorang (terus) merasa yakin bahwa pasangannya telah bersikap tidak setia, selingkuh tanpa memiliki bukti2 yang jelas. Lebih mudahnya disebut kecemburuan yang tidak wajar, sering kita mendengar istilah “cemburu buta”

.

.

A/N

Ini hanya Drable. Nanti ada lanjutannya kok. Sekedar informasi karena banyak readers yang pengen semua cerita Author di lanjutkan. Mulai dari Devil Of Cruel, The Master & The Slave dan INCUBUS. Dan Author akan menerima permintaan readers 😀

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya 😀

Terimakasih 😉

Author sayang kalian ❤

Advertisements

369 responses to “Othello Syndrome [ Phobia ] – By Asih_TA

  1. Hi kak ^^
    salam kenal yaaaa

    aku dapet rekomendasi ff ini dari temen
    yg katanya seru bangett…
    di part ini menurutku sih bagus dan buat penasaran pen baca chapter seterusnyaaaaa..
    keep writing ya thor…

  2. Ekhmm , setelah bosan menunggu author favoriteku akhirnya kuputuskan ngubek2 ff disini dan taraaaa nemu ini ff . OkLah mari kita baca, dari drabbel ini aja udah keren abis .
    Izin baca yaa

  3. Baru mulai baca ff ini gegara di recent post ada judulnya, akhirnya searching deh. Penasaran pengen baca lagiii. Izin baca ya kak 😄

  4. Ok akhirnya baca chapter ini . Baru baca ff ini karena yang terakhir bagus banget. Mohon izin baca ff selanjutnya ya kak…
    Wahh aku dege deg gan bacanya mau baca chapter selanjutnya

  5. lupa, aku tuh pernah baca ff ini baru inget pas di chapter apa tadi aku gatau. aku kira ga bakal diterusin. ini menegangkan

  6. Haiii salam kenal ya smuaaa,,,

    aduhhh serem jg ya Saeri hrus mlwati jln yg sepi gtu,,,aplg dia cwek…ampun deh jgn smpe diapa2in…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s