Because Your Cold Attitude ( Come to Me ) by Rigyu

because your cold attitude

Because Your Cold Attitude ( Come To Me )

Title                 : Because Your Cold Attitude by RiGyu

Author             : RiGyu (https://rigyu93.wordpress.com )

Cast                 : Oh Sehun, Nara Jung ( OC ), Lim Bomi and some member exo

Genre              : romance, school life

Rating             : PG 16

Length             : Drabble (?)

Ini FF titipan dari teman saya Rigyu, so show your love by leaving your comments.

Happy reading ^^

Nah lho kemarin siapa yang pada marah ma Sehun karena keterlambatanya itu ? Ayo tunjuk jariiii kita timpuk si Sehun bareng – bareng !!!

Akankah dipart ini Sehun mengungkapkan perasaanya sama Nara ? Atau dia akan tetap diam – stay calm – seperti biasanya ?

Hehehehhe… mending akunya yang cepetan diem and mempersilahkan kalian untuk langsung membaca aja ya.

Ok please welcome… our precious couple !!! Jreng jreng jreng….

.

.

.

Seharian ini yang dikerjakan Sehun hanya menggeram seperti seekor singa kelaparan. Mengumpat setiap kali ia tak bisa melakukan sesuatu dengan benar. Memaki orang lain saat mereka hanya sedikit saja, ingat ‘hanya’ sedikit tak sengaja menyenggol kulitnya. Bahkan Luhan pun tak luput dari amukanya hari ini.

Benar – benar hari yang buruk.

“ Ck ada apa dengan bocah itu ?” Gerutu Sanghyul teman satu kelas Sehun dan Luhan yang memang duduk dibarisan belakang mereka.

Luhan hanya mendesah pelan sambil memandang punggung Sehun yang semakin berjalan menjauh. Bocah itu masih saja menampilkan muka garang dan tatapan sinis kepada setiap orang yang berjalan melewatinya. Bahkan para gadis yang biasanya berteriak histeris setiap kali dia lewat pun hari ini seolah berpuasa.

“ Ini akan berjalan berat.” Desah Luhan lagi sambil menundukan kepalanya. Bisikan lirih itu tentu mampu didengar oleh Sangyul. Namja itu langsung berdiri dan bergabung duduk disamping kursi Luhan.

“ Sebenarnya apa yang sedang mengganggunya ? Baru kali ini aku melihatnya uring – uringan seperti tadi. Padahal sewaktu menjabat sebagai ketua kesiswaan dulu dia tidak pernah seperti itu.” Lanjut Sangyul. Fakta bahwa dia adalah teman sekelas Sehun semenjak kelas dua cukup membuatnya tahu bagaimana tabiat namja itu.

“ Dulu dia selalu tenang karena memang pawangnya duduk manis disampingnya.” Jawab Luhan seadanya.

Sangyul hanya mengernyit bingung, ini tentang si ‘pawang’ yang dikatakan Luhan tadi. “ Pawang ? Siapa ?” Tanyanya kemudian.

“ Kau pasti sudah kenyang mendengar gosipnya.” Jawab Luhan lagi.

Sangyul berpikir keras, tentu saja dia memaklumi cara bicara Luhan yang kelewat pelit dengan segudang makna didalamnya itu. Jadi dia yang berotak pas – pasan ini mencoba untuk mencerna agar terlihat seolah seimbang. Padahal susah -_-“

“ Ahhh… Jung Nara !” Jawab Sangyul kelewat girang. Luhan hanya mengangguk ringan sambil membuka kembali textbook tebal yang sedari tadi ada di atas meja.

“ Jadi sekarang masalah apalagi yang menimpa mereka ?” Tanya Sangyul lagi. Dia memang tipikal anak yang hiperaktif dan ingin tahu. Tapi tetap saja itu tak menambah kadar kecerdasanya -_-“

“ Menurutmu ?”

Ok fine ! Sekarang yang kesal bukan hanya Sangyul tapi juga author !

Hih si Luhan mah !

***

Sehun membolos, ini untuk yang pertama kalinya dalam sejarah hidup namja itu. Entahlah pikiranya buyar. Dia bukanya orang bodoh yang tidak tahu tentang tindakan Nara kemarin siang. Bahkan saat pagi tadi dia datang untuk menjalankan ‘tugasnya’ gadis itu sudah berangkat duluan. Dan tebak saja dia berangkat ke sekolah dengan siapa.

Fakta itu lagi – lagi membuat Sehun kesal. Jung Nara menghindarinya ! Bukan hanya itu saja. Gadis itu seolah menghindarinya dan berpaling kearah Jongin. Hanya itu yang mampu membuat Sehun uring – uringan seharian ini.

Sehun berjalan pelan dengan wajah kusut dan rambut acak – acakan ulah tanganya sendiri. Walau begitu dia malah bertambah tampan dan sexy. Membuat para gadis yang tengah mengikuti pelajaran serempak menengok kearah luar jendela untuk sekedar melihat sosok tubuhnya yang menjulang. Benar – benar pemandangan yang tak bisa dilewatkan !

Tanpa Sehun sadari kini kakinya telah melangkah mendekati ruang kelas Nara. Namja itu berhenti karena baru apa yang sudah ia lakukan. Terdengar sayup – sayup suara Kim Songsaenim yang tengah menerangkan bagaimana cara termudah untuk menyelesaikan soal integral dari arah dalam kelas. Sehun menoleh, mencuri intip untuk melihat seseorang yang berdiam diri disana.

Disana, di kursi barisan paling depan Nara tengah mendengarkan apa yang tengah gurunya ajarkan. Sesekali gadis itu mencatat sesuatu yang dikiranya penting lalu kembali focus kedepan kelas.

Sehun tanpa sadar menarik ujung bibirnya keatas membentuk senyum yang begitu menawan. Entah kapan terakhir kali dia melakukan hal ini. Mengamati Jung Nara dari kejauhan, mengingat hal itu membuat Sehun sadar akan sesuatu. Secara perlahan senyuman tipis itupun memudar berganti dengan wajah yang menunduk lesu. Dia baru sadar bahwa selama ini dia hanya memandang yeoja itu. Hanya memandang dan menikmati, tanpa ada niatan untuk mengijinkan Nara berjalan lebih dekat kearahnya. Seolah hanya dia saja yang diperbolehkan untuk menikmati wajah orang yang ia cintai.

Ya kini Sehun sadar. Sikap dinginya pada yeoja itu, pada semua orang. Serta ketidakpekaan dirinya akan perasaan yang terjalin diantara mereka selama hampir tiga tahun. Hun tidakah kau sadar menunggu itu adalah hal yang paling memuakan ? Tak tahukan kau seberapa sabar dan lapangnya yeoja yang kau akui sebegai wanita yang kau cintai itu menunggumu selama ini?

Sehun kembali mendongak menatap punggung kecil Nara yang masih saja tegak menyimak. Lalu munculah pertanyaan itu.

Haruskah aku mengungkapkanya ?

Harus ! Tentu kau harus mengungkapkan isi hatimu. Berhentilah membuat orang menerka apa hal yang ada dalam pikiran dan hatimu. Karena sungguh itu sangat melelahkan.

Jadi dengan tekad penuh Sehun kembali melangkah. Bergerak mantap mendekati pintu kelas Nara yang masih tertutup rapat.

Haruskah ?

Sehun menimbang. Mengira – ira apakah tindakan yang akan ia lakukan kali ini benar. Tanganya bergerak, bersiap untuk menggeser pintu kayu yang ada di hadapanya itu. Namun sekali lagi ia merasa ragu. Seumur hidup dia tidak pernah melakukan hal ini. bahkan berurusan dengan gadis saja tidak pernah. Dia selalu menjadi pihak yang dipuja dan bukanya sebaliknya.

Apalagi kini ia berada di depan kelas orang lain. Bukankah ini terlalu beresiko bagi pemula ?

Sehun menarik lagi tanganya yang hampir saja menyentuh handle pintu. Dia bimbang, haruskahh ia melakukan hal konyol itu sekarang. Bagaimana jika setelah ia melakukanya Nara malah tidak menyukai caranya.

Tapi bukankah wanita menyukai hal – hal nekat seperti itu ? Mereka bilang hal – hal seperti itu adalah tindakan romantis. Persis seperti cerita di drama – drama yang sering dilihat oleh Noona-nya di malam hari.

Lagi, Sehun mengulurkan tangan, kali ini lebih mantap. Setelah berhasil menggapainya Sehun menarik nafas dalam lalu menghembuskanya cepat. Jujur dia gugup, ini lebih menegangkan jika dibandingkan dengan berpidato di hadapan puluhan siswa dan guru saat festival tahunan diadakan.

Huft ! Sekali lagi Sehun menarik nafas panjang dan menghembuskanya cepat. Dia siap !

SREETT

TRIIIIINGGG

Tepat setelah Sehun membuka pintu bel pulang sekolah pun berbunyi. Tapi tetap saja orang – orang penghuni kelas itu kaget melihat kemunculan Sehun yang terasa tiba – tiba. Begitu juga Kim Songsaenim, dia tahu betul bahwa Sehun bukanlah penghuni kelas ini.

Nara juga kaget, dia menoleh dengan cepat ketika pintu terbuka dengan keras dan kini menampilkan tubuh tinggi Sehun. Lagi, ia harus melihat sorot tajam namja itu yang hingga kini masih menatapnya lurus – lurus. Seolah siap menguliti Nara hidup – hidup. Oh sesangi…

“ Baiklah anak – anak, pelajaran hari ini cukup sampai disini. Selamat siang.” Kim Songsaenim mendekap buku – buku pelajaranya lalu berjalan kearah pintu. Bagaimanapun pelajaran telah usai, jadi taka da alasan lagi untuk tetap tinggal dan menegur Sehun.

“ Lain kali bersabarlah sampai belnya berbunyi Oh Sehun.” Ucapnya datar. Guru wanita itu terlihat begitu angkuh, tentu saja karena dia adalah guru matematika yang harus selalu menjaga image sangar di hadapan semua siswa. Oh dan jangan lupakan tentang kalimat yang baru saja ia lontarkan tadi. Benar – benar tepat sasaran.

Semua siswa berberes, siap untuk tancap gas dan berlalu pulang. Rumah adalah tempat favorit bagi mereka siswa tingkat akhir yang tengah dilanda stress berat.

Tapi tidak dengan Sehun dan Nara. Mereka masih asik saling melempar pandang. Hingga akhirnya Sehun bergerak maju. Pelan… pelan… dan pelan.

Tubuh mereka saling berdekatan. Nara harus mendongak hampir Sembilan puluh derajat demi mempertahankan tautan mata mereka. Diam sejenak seolah saling meresapi dan meresapi setiap kelenyar aneh yang selalu dirasa setiap mereka berdekatan.

“ Aku ingin berbicara.” Ucap Sehun datar dan dingin. Coba kalian ingat berapa kali namja ini mengajak Nara untuk berbicara dan akhirnya berakhir dengan sia – sia. Lagipula, mana ada lelaki yang berniat mengungkap cinta tapi nada bicaranya sedingin itu ?!

Nara masih diam. Gadis itu mengerjapkan matanya yang bulat dengan gerakan yang terlihat lucu. Dia tentu saja masih bisa mendengar kalimat apa yang baru saja Sehun lontarkan, walaupun keadaan kelas masih lumayan gaduh. Nara sendiri bingung ingin mengiyakan atau menolak ajakan Sehun itu. Mengingat misi yang ia jalani atas saran Bomi tempo hari masih harus berlanjut.

Haruskah Nara menghindar lagi ? Tapi alasan apa yang harus ia ucapkan untuk mengelak dari ajakan Sehun ?

“ Ikut aku !” Sehun menarik paksa tangan mungil Nara karena tak juga mendapat respon. Sudah kepalang tanggung, dia sudah masuk lubang jadi sekalian saja ia menggalinya lagi. Begitulah sekiranya yang Sehun pikirkan saat ini.

Setengah menyeret yeoja itu untuk keluar ruangan. Dia tidak mau mengambil resiko kalau nantinya dirinya sendirilah yang kehilangan momen. Tidak lagi ! Kali ini Sehun harus mengatakanya ! Terlepas itu diterima atau tidak. Jangan hanya takut pada perandaian, kegagagalan bukanlah penghalang untuk mencoba.

“ S-sehun kita mau kemana ?” Ucap Nara tertatih karena mencoba untuk mengimbangi langkah Sehun yang terlampau panjang. Namun Sehun tetap diam dan terus melangkah. Mereka berjalan di lorong utama yang menghadap lapangan basket. Disana keadaan sedang ramai sekali karena memang ini adalah jam pulang sekolah dan kebetulanya lagi hari ini anak tingkat akhir tidak harus ikut jam tambahan.

Sehun masih saja menarik Nara. Tak mempedulikan tatapan aneh beberapa siswa karena melihat adegan yang terlihat ganjil itu.

“ Nara !” Terdengar teriakan memanggil yang begitu familiar. Sehun memejamkan matanya menahan marah. Hanya mendengar suara itu saja sudah membuatnya semarah ini. apalagi berhadapan ?

“ Nara-ya ! Jung Nara !” Teriak suara itu lagi karena Sehun masih saja menyeret tubuh Nara semakin jauh.

“ Sehun. Tunggu sebentar. Ak-“ Nara sedikit menarik tanganya dan sesekali menoleh ke belakang untuk melihat Jongin. Tapi sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang tak pernah ia kira akan terjadi.

Disini.

Saat ini.

Oh Sehun tengah memagut dalam bibirnya di tengah keramaian.

Dunia seolah berhenti. Semua terlihat kabur dan berubah warna menjadi siluet – siluet aneh. Nara masih membuka matanya lebar, bahkan sangat lebar ketika seseuatu itu menghempas tubuhnya. Lalu pemandangan disekitarnya memudar digantikan dengan warna – warni cantik beserta sorakan histeris.

Nara bisa merasakan lumatan – lumatan dalam yang mengalun indah diatas bibirnya. Hingga akhirnya nafas gadis itu teratur dan mulai memejamkan mata. Oh sungguh ini adalah surga.

Surga terindah karena Sehun baru saja menciumnya.

MENCIUMNYA ! Dan itu dilakukan ditengah – tengah khalayak ramai yang seolah haus bahan berita.

Sehun masih menangkup kedua pipi Nara dengan tanganya. Memiringkan kepala seolah meminta lebih. Dia terlihat seperti seorang good kisser yang sudah terbiasa melakukan hal ini. Walau Nara sangat amatir dalam berciuman, tapi dia berusaha untuk mengimbangi nafsu Sehun yang seolah semakin naik. Namja itu tidak lagi melahap, tapi juga sudah menggigit kecil dibeberapa bagian bibir penuh Nara. Membuat yeoja itu mengerang nikmat.

Seseorang yang sedari tadi diam karena terlalu syok pun akhirnya merangsek maju. Membelah kerumunan yang baru saja melihat tontonan geratis ala Sehun – Nara.

“ Kalian-“ Desis Jongin tajam. Dia sudah berada tepat disamping kedua insan yang masih asik memagut itu dengan kepala yang mengepul panas. Jongin sudah siap melepaskan tubuh Nara dari cengkraman Sehun, tapi gagal. Karena sedetik kemudian Sehun melepaskan kontak bibir diantara mereka. Membuat tangan Jongin yang sudah melayang diudara berhenti seketika.

“ Saranghae.” Ucap Sehun lirih dan dalam. Tentu Nara dan Jongin masih bisa mendengarnya. Bahkan para pemirsa yang masih setia melihat adegan romansa diantara keduanya itu juga mendadak diam. Seolah bersiap menyambut atraksi menghebohkan yang akan segera terjadi selanjutnya.

“ Saranghae Jung Nara.” Ulang Sehun lebih mantap. Suaranya mengalun lembut membelah keheningan yang tercipta. Jarak diantara keduanya masih begitu dekat. Bahkan ujung hidung Sehun masih bertengger lekat di ujung hidung Nara.

Nara mendongak, memberanikan diri untuk menatap mata Sehun secara langsung. Dia harus memastikan, ini nyata atau tidak. Kembali memantapkan diri apakah Sehun baru saja mengucapkan kata ajaib tersebut.

Tapi Nara bisa melihat ketulusan disana. Sehun benar – benar mengucapkan kata – kata itu dengan kesungguhan seorang pria. Kedua bola mata Sehun memncarkan keteduhan yang mampu menghipnotis kesadaran Nara hingga membuat gaditu bisu seribu Bahasa.

“ Maukah kau menjadi yeojaku ?” Bukan yeojachinggu tetapi yeojaku, eheemmm ini baru namanya lelaki sejati.

Baik Nara maupun Jongin hanya mampu mengerjap tegang. Benar ! Sehun mengungkapkan perasaanya !

“ Nara-ya…” Jongin mencoba untuk menyela. Tapi kembali dipotong oleh Nara sendiri.

“ Aku…” Ucap Nara agak terbata. Dia bingung sekaligus senang. Entah ia mendengar suara lirih Jongin atau tidak, yang pasti apapun yang mampu ia lihat kali ini hanya Oh Sehun seorang.

“ Kalian terlihat cocok bersama !”

“ Iya terima saja. Bukankah tadi kalian sudah berciuman !”

“ Benar ! Terima saja !”

Tidakah itu terdengar seperti sebuah restu ? Bahkan yeoja – yeoja genit yang sering mengikuti Sehun pun kini memberikan dukungan. Mereka berteriak bersahutan memberikan pencerahan bagi Nara untuk segera mengambil tindakan. Iya atau tidak sama sekali.

Ayo Nara sekarang giliranmu !

“ Nara-ya…” Jongin mencoba untuk kembali menginterupsi. Tidak ! Dia tidak mau Nara menjadi yeojachinggu orang lain ! Nara adalah milik Jongin !

“ Aku juga mencintaimu.” Nara tersipu malu lalu menunduk dalam, mencoba untuk menyembunyikan wajah tomatnya yang merona. Hingga sedetik kemudian terdengarlah sorakan riuh dari para penonton untuk bersatunya cinta mereka berdua.

“ Kisseu… kisseu…kisseu…kisseu… !!!” Oh Ternyata para penonton belum puas dengan acara lovey dovey yang ditunjukan oleh Nara dan Sehun tadi ! Mereka meminta lebih.

Tanpa beban, canggung dan apapun itu Sehun langsung menunduk dan meraup kembali bibir manis milik yeoja yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya. Tak menghiraukan lagi suara riuh tepuk tangan yang menggema hingga sampai ke lantai tiga. Ia hanya ingin menikmati ini sekali lagi.

“ Saranghae Jung Nara.”

Sesungguhnya lelaki bukanlah makhluk jahat seperti yang diungkapkan oleh wanita selama ini. mereka hanya banyak menimbang dan berpikir sebelum mengambil keputusan apakah tindakanya layak atau tidak. Bagi mereka wanita itu rumit. Bagi mereka wanita itu susah dimengerti. Pria cenderung menilai dan mengamati sebelum mereka benar – benar mengungkapkan cinta.

Banyak yang harus mereka pikirkan. Sebanyak rasa, waktu dan perhatian yang selalu mereka curahkan nantinya.

END

Ini beneran END ya… fiuh akhirnya utang saya kebayar ! Thanks buat April yang udah mau membantu aku buat nge-publish nih ff. karena saya merasa berhutang sama kalian makanya aku titipin aja. Karena emang sikonya yang gak mendukung. Oh ya kalian juga bisa baca part2 sebelumnya dengan judul yang sama kok. Total ada 5 part, enjoy and thanks guys.

Ok fix aku harus pamit diri dulu…. #lambai-lambai

See you

RiGyu ^^’

28 responses to “Because Your Cold Attitude ( Come to Me ) by Rigyu

  1. wah pantes rupanya nitip sama belleciousm, maka nya aq gk kenal sm judulnya. krna april gk prnh nulis ff ini.
    kmaren2 udh post juga ya tp koq gk nyambung sm yg terakhir aq baca. aq lupa chapter nya saat itu tmn2 sehun dan nara menyindir sehun ttg perasaan nara padanya tp kyaknya blm ada jongin. aduh ketinggalan berapa chapter ya….

  2. yeeiiii akhirnya sehun menyatakan cinta nya jg ke nara^.^
    poor jongin…
    keren cingu,suka bgt..
    dtnggu ff lainnya,fighting!!!!!^.^

  3. Oh myyy,, setelah 3 tahunnn looo,,,
    Akhirnya penantian panjang ,, semoga sampe nikah yaaa,,
    Trus jonginnya gmnaa nih ?
    Sama aku aja deh gpp,, eh tapi aku uda ada baekhyun sihh ^^
    Hehe
    Baguss alurnya n ya mungkin lain kali lebih diperbaiki

  4. Kok ga ada guru ya?? Kepergok dong.. xD Jongin sama Gua aja.. Okk?? :v

    Oh ya.. Adegan terakhirnya sweet banget ^_^ jjang pokoknya.. Keep writing!

  5. Kok So Sweet yakk :v….Gue kira Si sehun ditolak ama Nara :D,ternyata? waksss kagak terduga caranya si Sehun :D…Btw si jongin ama siape? cupp..cupp..cupp sini jong sama gue ajin,gue jomblo kok :v #Plakkk

  6. Akhirnya ngungkapin juga
    Selamat ya buat Oh Sehun & Jung Nara so sweet banget
    Buat Jongin sabar aja …hehehe

  7. sweet bgt sehunnya.. klo aku jadi nara mungkin aku udah lompat” kesana kemari kkkkk~

  8. Yehetttttt!!!!!akhirnya jadian juga ^^…bikin sequel dong kak#plakk…hahaha…keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s