He is My Husband! [Chapter 1] – Byunniexo

the-key-to-a-happy-marriage-life-is-wedding-wishes-graphic

Tittle : He is My Husband!

Author : Byunniexo

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Se Na ‘OC’
  • Shin Hyejin ‘OC’
  • Xi Luhan
  • And other cast

Genre : Romance, Married life, Sad

Rated : PG-15

Length : Chapter

 

—Aku sadar, Aku tak sempurna

Aku sadar, Aku tak pantas untuk dicintai

Tapi apakah suatu kesalahan, jika Aku mencintaimu?—

 

 

Sorry for typo(s)

 

 

He is My Husband!—Chapter 1—

 

 

 

Seorang gadis dengan kacamata yang bertengger dengan manis dimatanya, sedang berdiri sambil terus mengamati kearah jendela. Ini sudah malam! Ah tidak! Bahkan sudah sangat larut malam! Alasan yang membuatnya masih berdiri di depan pintu adalah suaminya, Byun Baekhyun.

Pria itu sudah resmi menjadi suaminya kurang lebih satu tahun yang lalu. Dan yang terjadi diantara mereka hanyalah seperti seorang teman, dan tak lebih. Bukan, lebih tepatnya seperti seseorang yang tak mengenal satu sama lain. Sebagai sepasang suami istri, mereka tak pernah sekalipun berjalan-jalan berdua. Bahkan, mereka nyaris tak pernah berbicara panjang satu sama lain. Mereka hanya saling menyapa. Oh ayolah! Itu saja hanya jika Park Sena yang menyapa suaminya. Selain itu, mungkin Baekhyun tak pernah mengajaknya berbicara terlebih dahulu.

Baekhyun adalah seorang namja tampan, pintar, dan mempunyai kepribadian yang dingin. Namja itu menikah dengan Park Sena hanya karena sebuah perjodohan! Ingat, hanya sebuah Perjodohan! Dan menurut Baekhyun, tak ada yang lebih menarik dari itu. Bahkan, ia selalu menyuruh Sena untuk tak berbicara ataupun berjalan dengannya ketika mereka sedang berada dikampus. Yah, tak ada lagi pilihan lain selain menjauhinya.

Pria itu tentu saja merasa malu jika berjalan dengan yeoja yang berpenampilan culun seperti gadis itu. Culun? Yah, gadis yang sudah menjadi istrinya itu memang tak lebih dari seorang gadis culun. Kacamata yang terus bertengger dimatanya, rambut panjangnya yang selalu ia kepang menjadi dua, itu membuatnya terlihat culun! Bahkan, sudah kegiatan rutin untuk para mahasiswa mengejek gadis itu.

Tapi lain dengan Xi Luhan. Lelaki yang cukup popular di Universitas itu justru mendekatinya. Mungkin hanya pria itu yang mau berteman dengannya. Ah, ada yang hampir dilupakan. Tak ada satu orang pun yang tahu tentang pernikahan antara Byun Baekhyun dan Park Sena. Tak terkecuali Xi Luhan!

Pria yang sudah selama satu tahun ini menjadi satu-satunya teman Sena juga tak tahu tentang pernikahan ini. Byun Baekhyun lah penyebabnya! Lelaki itu benar-benar tak ingin ada satu orang pun di Universitas tempatnya belajar tahu tentang pernikahannya. Dan dengan terpaksa, Sena menyembunyikan hal tersebut dari Luhan—sahabatnya—

Sena kembali menghembuskan nafasnya dengan berat. Ia sangat sangat khawatir dengan suaminya. Suaminya itu memang sering pulang malam, tapi tak pernah sampai selarut ini. entahlah, apa yang dikerjakan pria itu. Tapi Sena yakin, pria itu tak kan mungkin pergi ketempat-tempat semacam club malam untuk minum-minuman. Walaupun ia bersikap dingin dan bertingkah semaunya, pria itu belum sekalipun menyentuh minuman beralkohol. Yeah, Sena tahu betul tentang itu.

Karena merasa khawatir, Sena segera mengambil mantel dan memakainya. Ia kemudian melangkah keluar dari rumahnya. Ia melirik sekilas kearah jam tangannya. Pukul 01.30 dini hari! Selama mereka menikah, baru sekali ini Baekhyun belum ada dirumah selarut ini.

Seorang pria terlihat keluar dari perpustakaan kota. Ia kembali melirik jam tangannya. Kemudian menghembuskan nafasnya kesal. Bagaimana mungkin ia bisa tertidur di perpustakaan itu?

Dengan langkah berat, pria itu berjalan menuju mobilnya dan kemudian masuk. Setelah menghidupkan mesin mobil, ia pun segera melajukan mobil itu dengan kecepatan rata-rata. Tak berapa lama kemudian, ia tersadar dengan seorang gadis dirumahnya. Ya, gadis dirumahnya! Ia benar-benar tak mengakui jika gadis itu adalah istrinya.

Ia segera mengambil handphone yang berada disakunya. Setelah menekan beberapa tombol, ia menemukan nama ‘Park Sena’ dilayar itu. Barusaja ia akan menekan tombol untuk menelfonnya, tapi ia kembali mengurungkan niatnya dan kembali focus kearah jalan. Kenapa tiba-tiba ia memikirkan gadis itu? Kenapa ia ingin sekali menelfon gadis itu untuk memberitahu keadaannya? Entahlah— bagaimanapun juga, ia akan tetap bersikap dingin pada gadis itu.

BRUKK Baekhyun—pria itu— menyadari jika ia barusaja menabrak seseorang. Ia pun terburu-buru untuk keluar dari mobilnya. Dan mendapati seorang gadis yang tergeletak tak berdaya di tanah. “Aiissh. Kenapa aku menabraknya?” Gumam Baekhyun. Pria itu pun segera membawa gadis tersebut kedalam mobilnya. Ia mengamati beberapa luka ditubuhnya. “Kurasa ini hanya lecet-lecet saja.” Ucapnya sekilas. Ia bergegas untuk membawa gadis ini kerumahnya saja.

Ia kembali menekan tombol dilayar handphone nya. Dan menemukan kembali nama ‘Park Sena’ . kali ini ia tak ragu lagi. Ia segera menelfon gadis yang bernama Park Sena itu.

‘yeoboseyo’ terdengar suara dari seberang sana. Baekhyun terdiam sebentar, kemudian menjawab panggilan Sena.

“Sena, apa kau belum tidur?” Tanya Baekhyun. ‘Aissh, kenapa harus bertanya seperti ini?’ gerutunya dalam hati. Entahlah, ia rasa keadaan antara keduanya masih saja canggung.

‘Aah.. ne. a—aku belum tidur. Apa kau tidak pulang kerumah?’

“Aku pulang. Ini sudah berada di perjalanan. Tolong bersihkan kamar tamu, temanku akan menginap dirumah kita malam ini.”

‘Ah, nde. Aku akan segera membereskannya, Baekhyun-ssi.’ Setelah Sena menjawabnya, pria itu segera menutup telfonnya. Ia tak ingin berlama-lama dalam keadaan canggung seperti tadi. Ia pun segera menoleh kearah sampingnya. Gadis itu tidur dengan tenang. Setidaknya itu sedikit membuat Baekhyun lega.

Tok Tok mendengar pintu yang sedang diketuk, Sena segera melangkah untuk membukakan pintu. Kemudian ia tertegun mendapati pemandangan didepannya. Byun Baekhyun sedang menggendong seorang gadis dan Sena tak mengenalnya.

“Ba—Baekhyun-aa, Nuguya?” Tanya Sena yang masih mengamati gadis itu di depan pintu.

“Aissh.” Baekhyun tak menjawabnya, ia justru mendesah kesal. Pria itu kemudian membawa gadis di gendongannya masuk dengan sedikit menyenggol badan Sena. Dan membuat Sena sedikit memundurkan tubuhnya. Ia kemudian mengikuti Baekhyun menuju kamar tamu yang sudah ia bersihkan setelah Baekhyun menelfonnya tadi. Ah, tidak. Saat Baekhyun sedang menelfonnya tadi, ia bahkan sedang berada diluar untuk mencari pria itu.

Sena mengamati Baekhyun yang sedang menidurkan gadis asing itu diranjang. Setelah menidurkannya, Baekhyun segera mengambil selimut dan menyelimuti tubuh gadis itu. Sena mengalihkan pandangannya. Ia benar tak sanggup melihat suaminya berbuat seperti itu. Bahkan, ia belum pernah digendong Baekhyun dan diselimuti dengan penuh perasaan seperti itu. Tapi kenapa gadis ini sudah mendapatkannya? Sebenarnya siapa dia?

Baekhyun bangkit dari tempat tidur. Pria itu berdiri didepan ranjang dan mengamati gadis yang tengah tertidur pulas disana. Sena mengamati Baekhyun dari belakang. Tadi Baekhyun sempat menanyakan, apa ia sudah tidur atau belum. Ia sempat senang mendapat perhatian dari Baekhyun. Tapi, ternyata itu semua bukan tujuannya. Pria itu tak berniat menanyakan pertanyaan seperti tadi, padanya. Dan Sena mengerti hal itu.

“Baekhyun-ah.” Panggil Sena pelan ketika melihat Baekhyun yang bergegas melangkah keluar tanpa memandangnya.

Baekhyun tak menjawab panggilan dari Sena. Ia hanya menghentikan langkahnya dan memberikan kesempatan untuk Sena berbicara padanya.

“A—apa yang terjadi padanya, Baekhyun-ah?” Tanyanya dengan nada terbata-bata. Baekhyun membuang nafas kesal. Ia lelah saat ini! kenapa gadis ini harus menanyakan hal itu sekarang? Apa ia tak membiarkan Baekhyun untuk tidur terlebih dahulu?

“Apa aku harus memberitahumu? Apa kau akan bertanya disaat aku sedang lelah seperti ini?” Baekhyun justru mengeluarkan pertanyaannya dengan nada yang sedikit keras.

Sena menundukkan kepalanya. “Aa—ani.” Jawabnya lirih dan hampir tak terdengar.

“Baiklah. Aku akan tidur.” Ujar Baekhyun dan berjalan meninggalkan Sena. Sena kemudian memegangi dadanya. Sesak! Rasanya, ada sebuah batu yang melempari dadanya. Dan itu membuatnya begitu sesak.

Sena memandang kearah yeoja yang sedang tertidur itu. “Baekhyun-aa. Sebenarnya siapa gadis ini?” Gumam Eunra pelan. Dan tak terasa, air matanya keluar begitu saja.

Matahari yang masuk melewati celah-celah jendela memaksa Baekhyun untuk membuka matanya. Pria itu menoleh kearah jam beker yang terpasang di meja samping ranjangnya. Pukul 09.00! astaga! Hari ini ia ada kuliah pagi. Dan pastinya sudah sejak satu jam yang lalu. Karena kuliahnya masuk pukul 08.00 tadi. Ia membuang nafas kasar. Kemudian berjalan kearah dapur. Sebelum tiba didapur, ia menghentikan langkahnya didepan sebuah kamar. Itu adalah kamar tidur Park Sena. Ya, Selama Mereka menikah, mereka memang tidur berpisah. Mereka tak pernah sekalipun tidur dalam ranjang yang sama.

Baekhyun mencoba membuka kamar tidur gadis itu. Kosong! Mungkin gadis itu sudah berangkat kuliah. Baekhyun kembali berjalan menuju dapur. Ia pun mendapati beberapa makanan yang sudah dihidangkan di meja itu. Ia menoleh kearah kulkas. Dan melihat sebuah note kecil yang tertempel disana.

‘Baekhyun-ah. aku berangkat kuliah dulu. Aku sudah menghidangkan sarapan untukmu. Mian, aku tak berani membangunkanmu, karena kurasa tidurmu begitu nyenyak.

 

Annyeong..’

 

Baekhyun tersenyum kecut. Kemudian mengamati beberapa makanan yang sudah dibuat oleh Sena. “Padahal ia tahu, aku tak pernah memakan masakannya. Kenapa ia terus-terusan membuatnya? Cchh.” Gumam Baekhyun kemudian mendesah pelan. Benar! Selama mereka menikah tak pernah sekalipun Baekhyun menyentuh masakannya, ia juga tak pernah memakan masakan itu. Bukan karena masakannya tidak enak atau apapun itu, tapi melihat masakannya saja sudah membuat Baekhyun muak.

DUKK “Ah!” Terdengar suara rintihan dari belakangnya. Baekhyun segera mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Terlihat seorang gadis yang berjalan sambil memegangi kakinya.

“Kau sudah bangun? Apa kakimu sakit?” Tanya Baekhyun kemudian mendekati gadis itu.

“Aniya. Tadi aku hanya tersandung meja. Gwaenchana.”

“Mianhae, kemarin—” Ucapan Baehyun terpotong begitu saja oleh yeoja itu.

“Ah, gwaenchanayo. Aku baik-baik saja sekarang. Seharusnya aku yang berterimakasih, karena kau sudah membawaku kerumahmu.” Baekhyun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“Apa kau yang memasak ini semua?” Tanya gadis itu ketika melihat makanan yang sudah disajikan dengan begitu rapi di meja makan.

“Aniyo. Itu masakan…” Baekhyun menghentikan ucapannya begitu saja. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Apa Ia harus mengatakan itu masakan Sena? Apa Ia harus berkata jika gadis itu adalah istrinya? “Itu masakan.. Pembantu’ku.” Jawabnya sedikit ragu.

“Aah. Begitu rupanya. Boleh aku memakannya? Aku merasa lapar sekarang.” Tanya sang gadis sambil mengelus perutnya.

“Kita bisa sarapan keluar saja. Sekaligus aku menebus kesalahanku tadi malam.” Tawar Baekhyun.

“Tidak perlu! Aku bisa sarapan masakan ini.” Ucap gadis itu kemudian duduk di meja makan dan segera mengambil piring. Sedangkan Baekhyun hanya berdiri terdiam ditempatnya semula.

“Kau tidak makan

“A—ani. Aku akan makan diluar saja.”

Sena sedang membaca beberapa buku yang dibawanya, di bawah pohon rindang dihalaman Universitasnya. Kacamata tebalnya itu dengan setia menemaninya membaca. Udara yang bertiup sedikit kencang membuat beberapa helai rambut yang tak ia kepang, berlarian kemana-mana hingga menutupi sedikit wajahnya. Gadis itu membenarkan rambutnya. Dan ia taruh dibelakang telinganya.

“Yak! Park Sena!” panggil seseorang dari arah belakang. Sena yang sedang bersandar dibawah pohon segera menoleh kebelakang dan mendapati seorang pria tampan yang berjalan mendekatinya.

“Kenapa kau tak mengajakku kesini, eoh?” Sena hanya tersenyum kecil dan kembali melanjutkan membacanya. Lelaki itu duduk didepan Sena, dan mengamati wajah gadis itu.

“Kenapa wajahmu seperti itu?”

“Waeyo, Luhannie?”

“Kau terlihat kurang tidur.” Jawab Luhan. “Igo! Lingkaran hitam dibawah matamu sangat terlihat, Park Sena.” Ujar Luhan sambil menunjuk kearah bawah mata Sena.

“Apa yang kau lakukan hingga kau kurang tidur seperti ini, Park Sena?” Tanya Luhan kembali.

“Aniyo. Semalam aku hanya mengerjakan beberapa tugasku, dan setelah itu aku segera tidur.” Oh, tentu saja bohong. Bagaimana mungkin ia akan mengatakan bahwa ia menunggu Baekhyun hingga larut malam?

“Kau tak pandai berbohong, Sena-ya. Lihatlah, sepertinya kau juga habis menangis.” Ujar Luhan dan membuat Sena semakin terpojokkan. “Apa kau sedang ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku, Sena -ya. Bukankah kita sahabat selama ini? kenapa kau tak bercerita masalahmu padaku?” Tanya Luhan.

“Tidak sekarang, Xi Luhan.” Ujar Sena, kemudian kembali mengarahkan pandangannya kearah buku yang ia baca sejak tadi.

“Baiklah. Aku mengerti perasaanmu, Park Sena.” Jawab Luhan, Ia tersenyum dengan manisnya kepada Sena.

Seorang gadis sedang mengamati pria yang sedang makan dengan lahapnya di salah satu meja restoran. Lelaki itu sadar jika ia sedang diamati gadis didepannya. Ia pun menghentikan makannya, dan menatap gadis itu. “Kau tidak makan?” Tanya Baekhyun.

Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya. “Aku sudah kenyang” Ia pun menyangga kepalanya dengan kedua tangannya sendiri. “Ah ne. siapa namamu?” Tanya gadis itu melanjutkan.

“Byun Baekhyun Imnida. Neo?” Ujar Baekhyun sambil mengulurkan tangannya pada gadis itu.

“Shin Hyejin. Panggil saja Hyejin” Kata Hyejin sambil ikut mengulurkan tangannya, dan bersalaman dengan Baekhyun. “Kurasa akan aneh, jika kita makan bersama disebuah restoran tanpa mengenal satu sama lain.” Ucap Hyejin kemudian tersenyum.

“Ah nde.” Jawab Baekhyun dan melanjutkan makannya kembali.

“Kenapa kau memilih makan diluar? Apa kau selalu seperti ini?” Baekhyun sontak menghentikan aktivitasnya, dan memilih untuk menatap gadis itu.

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Baekhyun dengan tatapan tajamnya.

“Ah aniya. Kau tadi mengajakku untuk sarapan diluar, bahkan didepanmu sudah tersedia banyak menu makanan. Dan itu terkesan seperti kau menyuruhku untuk menghindari makanan itu.” Jelas Hyejin.

Baekhyun mengalihkan pandangannya. Kemudian membuang nafasnya kasar. “Kenapa kau harus mengurusi masalahku, eoh? Aku hanya ingin bertanggung jawab karena kemarin malam aku menabrakmu. Kenapa Kau justru bertanya seperti itu?” Tanya Baekhyun tanpa memandang Hyejin.

“Aniya. Mianhae Baekhyun-ssi. A-aku aku, hanya penasaran.” Jawab Hyejin sedikit terbata-bata.

“Gwaencahana. Habiskanlah makananmu, dan aku akan mengantarkan Kau pulang.”

“Aku tidak ingin pulang, Baekhyun-ssi.” Jawab Hyejin sambil menundukkan kepalanya. baekhyun tercengang, Ia mengangkat kepalanya dan menatap Hyejin yang justru menundukkan kepala.

Lelaki itu terus berjalan di pinggiran jalan tanpa mempedulikan gadis yang masih mengikutinya dibelakang. Ini sudah malam! Jalanan sudah mulai sepi. Tapi gadis dibelakangnya belum lelah untuk mengikutinya dibelakang. Karena merasa kesal, Baekhyun—lelaki itu—segera menghentikan langkahnya dan berbalik menatap gadis yang sedari tadi mengikutinya.

“Apa kau harus terus mengikutiku seperti ini, Shin Hyejin?” Tanya Baekhyun dengan nada sinisnya. Sumpah demi apa, lelaki ini semakin terlihat dingin didengar dari nada bicaranya. Padahal, selama ini ia bersikap dingin hanya pada satu orang! Yaitu istrinya sendiri. tapi ekspresinya pada gadis yang baru ia kenal ini juga sama dingin.

“Aku hanya ingin tinggal dirumahmu untuk sementara waktu Baekhyun-ah. dan selama itu, aku janji tidak akan menyusahkanmu. Aku tak akan mengikuti kemana kau pergi, dan tak akan memintamu untuk membelikanku makan. Hanya cukup kau menampungku dirumahmu saja. Hanya itu, jebal.” Ucap gadis itu memohon. Baekhyun mendesah kesal. Kenapa hidupnya harus dimasuki oleh gadis-gadis yang membuatnya kesal seperti ini?

“Bagaimana jika orang tuamu mencarimu. Kemudian mereka mengira kalau aku menculikmu?” Tanya Baekhyun.

“Itu tidak akan pernah terjadi. Mereka sama sekali tidak peduli padaku, Baekhyun-ah.” Jawab Hyejin memberikan kepastian pada Baekhyun.

“Tidak, Hyejin!” Baekhyun tetap keras kepala menolak permintaan Hyejin. Ia kemudian mengalihkan pandangannya, dan kembali melangkah meninggalkan Hyejin.

“Apa aku perlu menjadi pembantumu agar aku bisa berada dirumahmu?” Tanya Hyejin yang sontak membuat Baekhyun menghentikan langkahnya. “Kau punya pembantu yang tinggal dirumahmu, kan? Apa aku perlu melakukan seperti apa yang ia lakukan, agar aku bisa tinggal dirumahmu?” Imbuh Hyejin, dan sekarang Baekhyun kembali berbalik dan berjalan mendekatinya.

“Kenapa harus aku? Kenapa harus dirumahku? Jika kau ingin, kau bisa melamar menjadi pembantu di daerah sini. Tidak harus dirumahku bisa kan?” Jawab Baekhyun dengan tatapannya yang sedikit tajam.

“Tentu saja harus kau! Dan juga harus dirumahmu! Kau yang menabrakku semalam. Seharusnya aku tak perlu memohon seperti ini padamu. Karena kau memang harus bertanggung jawab padaku. Bagaimana mungkin, aku meminta pertanggung jawaban orang lain yang tidak melakukan apapun, sedangkan orang yang menabrakku justru terbebas dari pertanggung jawaban itu?” Kini Hyejin yang mengeluarkan kata-katanya melalui nada yang sinis.

“Aishh..” Baekhyun mengacak rambutnya kemudian kembali menatap gadis itu. “Baiklah, mungkin jika kau menyuruhku untuk mengantarmu ke rumah sakit dan menanggung semua biaya rumah sakitmu, aku akan melakukannya. Tapi lihatlah, kau hanya sedikit tergores. Apakah aku perlu membawamu ke rumah sakit, eoh?” Balas Baekhyun.

“Aku sudah bilang, Tuan Byun! Aku hanya minta kau untuk mengijinkan aku tinggal dirumahmu untuk sementara.”

“Itu terlalu berlebihan Shin Hyejin! Apa aku harus melakukan hal itu, sedangkan kau sama sekali tidak terkena rugi?” Baekhyun kini meninggikan suaranya. Untung saja, jalanan agak sepi. Jadi, orang-orang mungkin tak ada yang melihat kejadian ini.

“M-mwo? Kau bilang aku tidak terkena rugi? Kau tidak lihat, beberapa luka di siku dan lututku. Kau bilang aku tidak rugi, huh?” astaga! Memang sulit mengalahkan seorang gadis yang keras kepala seperti ini. Baekhyun memilih diam, kemudian kembali berjalan. Semua terserah dengan gadis itu. Kalau ia masih ingin mengikutinya seperti ini. silahkan saja, jika ia tidak merasa kesal dan bosan.

“Apa kita perlu menyelesaikan ini ke kantor polisi, Byun Baekhyun?” Ancam Hyejin dari arah belakang. Dan ini sukses membuat Baekhyun dengan cepat membalikkan badan kearahnya.

“Mwoya?”

Sena masih terduduk dikursi belajarnya. Ia menatap bingkai foto yang terdapat seorang anak perempuan dan seorang anak lelaki. Dilihat dari wajahnya, mereka terlihat masih berumur sekitar 12 tahunan. Setelah agak lama memegangnya, gadis itu kemudian menaruh bingkai foto itu di meja. Dan meletakkannya disebelah foto pernikahannya dengan Byun Baekhyun. Sena tersenyum getir mengamati foto itu. Tak ada senyuman sekecil apapun yang terdapat diwajah lelaki itu. Yang ada hanyalah ekspresi datar yang ditunjukkan untuk mewakili perasaannya yang kesal. Yah, Sena benar-benar paham apa yang dirasakan lelaki itu.

Kemudian ia tersadar dan mengamati jam yang terletak disamping foto pernikahannya. Sudah pukul 20.30! Mungkin Baekhyun memang sudah biasa pulang malam seperti ini. tapi tidak dengan kali ini. Sena yakin betul jika suaminya itu pergi dengan gadis yang kemarin menginap dirumahnya.

Sena mengambil kacamata tebalnya agar ia bisa melihat sekitarnya dengan lebih jelas. Kemudian ia berdiri dan berjalan menuju pintu depan. Ia membukanya, kemudian keluar untuk menunggu suaminya itu sekaligus mencari udara yang segar. Ia merapatkan mantelnya, ketika merasakan udara yang dingin menusuk tulang rusuknya. Tak berapa lama, sebuah mobil audy berwarna putih berhenti didepan rumahnya. Sena menyunggingkan senyumnya. Itu mobil Baekhyun! Ia kemudian melihat Baekhyun yang keluar dengan menggunakan mantelnya yang tebal. Sena berniat untuk melangkahkan kakinya mendekati Baekhyun, tapi langkahnya terhenti begitu saja ketika seorang gadis menyembulkan kepalanya dari dalam mobil Baekhyun. Gadis itu lagi? Sena benar-benar tak bisa berfikir jernih sekarang. Ia terus saja memandangi gadis yang berjalan dibelakang Baekhyun.

“Eoh?” Baekhyun berjalan melewatinya begitu saja. Sedangkan gadis itu berhenti didekat Sena sambil bergumam pelan. “Oppa! Sepertinya Ia menunggumu disini. Kenapa kau tak menyapanya?”

‘APA? Oppa? Dia bilang Oppa?’ Telinga Sena seketika memanas mendengar gadis itu menyebut suaminya ‘Oppa’ dengan sangat manja. Bahkan, Sena tidak berani memanggil Baekhyun dengan sebutan ‘Oppa’ dan dengan nada manja seperti itu. Cchh.. seperti itukah sifatnya? Centil? Manja? Apa ia berusaha menggoda suaminya?

Baekhyun menghentikan langkahnya begitu mendengar pertanyaan dari Hyejin. Lelaki itu berbalik melihat Hyejin dan Sena yang berdiri di ambang pintu. Ia membuang nafasnya kasar dan kembali berbalik untuk melanjutkan langkahnya.

“Ia adalah pembantu yang sangat setia Oppa. Kurasa ia selalu menunggu kepulangan majikannya sampai larut seperti ini.”

“Mwo?” Sena benar-benar ingin menampar dan menjambak rambut gadis ini sekarang juga! Bagaimana mungkin, Ia dibilang pembantu?

“Sena-ya.” Mendengar panggilan dari Baekhyun, Sena segera memalingkan wajahnya dari Sena itu. “Ikut aku sebentar.” Ujar Baekhyun dan melangkah menuju kamar Sena. Sena hanya mengikuti Baekhyun dari belakang. Baru kali ini, lelaki itu masuk kekamarnya!

Baekhyun mendudukkan tubuhnya diranjang Sena. Ia mengamati sekilas kamar tidur gadis itu. Meja belajar yang ditata rapi dengan beberapa tumpukan buku serta hiasan-hiasan seperti foto, jam dan sebagainya menghiasi meja belajarnya yang cukup simple. Ditambah bed cover biru muda yang tidak terlalu mencolok ditata dengan begitu rapi, membuat Baekhyun tak menyadari bahwa ia sedari tadi larut dalam penglihatannya tentang kamar ini. bahkan, Sena yang mengikutinya sejak tadi kini hanya berdiri mematung melihat Baekhyun yang masih mengedarkan matanya dipenjuru ruangan.

DUKK~ “Ah.” Baekhyun tersadar dari pengamatannya dan melihat kearah Sena yang meringis ketika tak sengaja menjatuhkan jam beker yang terletak dimeja nya, kini terjatuh mengenai kakinya.

“Gwaenchana?” Tanya Baekhyun pada gadis itu. Hey! Sejak kapan ia peduli pada Sena? Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Baekhyun barusan, membuat hati Sena berbunga-bunga. Yah, walaupun hanya sebuah pertanyaan singkat dengan satu kata, tapi itu cukup menunjukkan bahwa lelaki itu sedang mempedulikannya.

“Ah ne.” Jawab Sena sedikit gugup. “Gomawo.” Imbuh Sena, membuat Baekhyun seketika menatapnya bingung. “Gomawo, Kau sudah mempedulikan aku.” Kata Sena memperjelas ucapannya.

Oh shit! Kenapa Baekhyun tiba-tiba bertanya seperti itu tadi? Padahal, tujuannya membawa Sena ke kamar ini bukan untuk bertanya seperti itu. Mungkin itu karena ia terlalu larut dengan suasana nyaman yang ia dapatkan dikamar Sena.

Baekhyun tak membalas ucapan Sena. Ia segera berdiri, mencegah terjadinya pertanyaan-pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutnya. “Mulai sekarang, jangan pernah menunggu kepulanganku di depan rumah seperti itu!” Ujar Baekhyun tanpa memandang Sena.

“W-Wae?”

“Aku tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Aku hanya tidak suka kau menunggu ku seperti itu.” Jawab Baekhyun dengan nada datar. Yah, memang seperti biasanya ia berbicara seperti itu. Sena pun sudah terbiasa mendengar nada-nada dingin dari Baekhyun.

“Baekhyun-ah.” Sebelum Baekhyun keluar kamarnya, Sena kembali memanggil lelaki itu. “Apa gadis itu akan tinggal dirumah kita?” Tanya Sena pelan dan lembut agar tidak memancing kemarahan Baekhyun.

“Dia akan tinggal disini sementara.”

“Andwe!” Tanpa Sena sadari, ia mengeluarkan kata-kata tersebut. Membuat Baekhyun memicingkan matanya. Sena segera menutup mulutnya dan merutuki kesalahannya.

“Kau tidak memperbolehkannya? Kau tidak tau, ini rumah siapa? Ini rumahku, bukan rumahmu ataupun rumah kita! Aku hanya menganggapmu menumpang disini. Dan kau hanya perlu membersihkan rumah ini. kau tidak perlu melarangku dan kau tidak perlu berpendapat apa-apa.” Ujar Baekhyun dengan nada sinisnya. Kemudian melangkah keluar meninggalkan Sena yang langsung mengeluarkan air matanya begitu saja.

Sungguh! Ini bukan soal kuat! Tapi ini soal kesabaran!

Jika saja Sena kuat tapi ia tidak sabar, mungkin ia akan meninggalkan Baekhyun sejak dulu. Tapi Sena sabar! Ia sabar menunggu suatu saat Baekhyun akan mencintainya, Baekhyun akan berbicara dengan kasih sayangnya, dan Baekhyun akan mengakuinya sebagai istri yang sah.

Sena terduduk di meja belajarnya. Kemudian kembali mengamati dua bingkai foto yang terletak disana. fotonya dengan seorang namja ketika masih berumur duabelas-an dan yang satu, adalah foto pernikahannya dengan Baekhyun.

Flashback ON

06 Mei 2002

 

“Baekhyun-ah!” Panggil seorang gadis kecil dari arah belakang. Lelaki yang merasa namanya dipanggil itu segera menoleh kebelakang dan mendapati seorang gadis berlari untuk mendekatinya.

“Park Sena!” Lelaki itu balas memanggil gadis yang berlarian kearahnya. Baekhyun mengulas senyum diwajahnya.

Kini Sena telah tiba dihadapan Baekhyun. Nafasnya terdengar tidak teratur setelah berlari menaiki bukit yang menjadi tempat mereka berada sekarang. Baekhyun tersenyum sekali lagi. Ia kemudian menarik tangan Sena agar duduk disebelahnya.

“Kenapa kau harus berlari seperti itu, eoh?” Tanya Baekhyun pelan.

“Aku hanya ingin segera sampai ditempat ini.” Jawab Sena tanpa memandang namja disampingnya. Ia masih saja sibuk dengan nafasnya yang tidak teratur.

“Itu namanya kau tidak sabar!” Protes Baekhyun pada Sena. “Semua akan tercapai dengan baik, jika kau sabar Park Sena!” Lanjut Baekhyun. Sena hanya mengangguk tanpa memandangnya.

“Yak!” Baekhyun yang merasa tidak diperhatikan segera menarik-narik tas Sena yang dibawanya kemari. Hingga sekarang Sena menoleh padanya, namun ia hanya berdehem pelan.

“Apa Kau tak mendengar ucapanku tadi?” Tanya Baekhyun.

“Sedikit.” Balas Sena singkat.

“Aisshh! Park Sena! Kau membuatku ingin memakanmu sekarang juga!” Kata Baekhyun karena gemas dengan tingkah Sena.

“Hehe. Mian Baekhyun-ah. memangnya tadi kau berkata apa?” Kini Sena bertanya dengan lembutnya sambil menatap Baekhyun teduh.

“Aniyo.” Jawab Baekhyun kemudian memalingkan wajahnya dari Sena. Dan sekarang, Sena yang menarik-narik baju Baekhyun agar menghadapnya.

“Kau marah, eoh?”

“Ani.” Jawab Baekhyun singkat dan kembali memalingkan wajahnya.

‘PLETAKK’

Satu pukulan berhasil mendarat di kepala Baekhyun. “Yak! Park Sena! Mati Kau!” Sena segera berdiri dan berlari menjauhi Baekhyun, menghindari pukulan pembalasan dari Baekhyun.

Lama mereka berkejar-kejaran Akhirnya Baekhyun berhasil mendaratkan pukulan dikepala Sena. Mereka segera duduk, mengistirahatkan kakinya yang sedari tadi berlarian mengelilingi bukit ini. Baekhyun menidurkan tubuhnya dan diikuti Sena. Namja itu tidur terlentang sambil mengamati awan yang berada diatasnya. Sedangkan Sena, Ia justru mengamati Baekhyun dari arah samping.

“Baekhyun-ah.” Panggil Sena dengan lembut. Baekhyun hanya berdehem dan masih fokus pada awan yang diatasnya. “Sebenarnya Aku menemuimu untuk memberikan sesuatu.” Kata Sena dan kali ini membuat Baekhyun segera memalingkan wajahnya. Hingga pandangan mereka sekarang bertemu. Baekhyun meneliti setiap lekuk wajah Sena. Angin sore yang berhembus membuat rambutnya yang tergerai indah, sedikit menutupi sebagian wajahnya. Matanya juga sipit sama seperti mata Baekhyun.

“Sesuatu? Apa itu?” Tanya Baekhyun.

Sena segera terbangun dari tidurnya, kemudian mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam sana. Ia pun segera memberikan kotak itu pada Baekhyun. Baekhyun yang sudah menerimanya, segera membuka kotak itu. Ia tersenyum mendapati bingkai foto yang berisi foto mereka berdua dan sapu tangan berwarna biru muda itu.

“Hari ini hari ulangtahunmu yang ke-12 kan? Saengil Chukkae Hamnida.. Aku tak bisa memberikan sesuatu yang lebih daripada itu. Tapi, semoga kado itu akan membawa kenangan kita sampai esok hari.” Ucap Sena sambil tersenyum dengan manisnya, Baekhyun hanya membalas senyumannya dengan tak kalah manis.

“Ah ne. itu adalah sapu tangan yang aku beri hiasan sendiri. kau lihat? Dipojok kiri bagian bawah ada inisial nama kita.” Kata Sena sambil menunjukkan tulisan ‘S & B’ disana.

“Sena-ya. Gomawo. Aku janji akan menjaga kenangan ini sampai kapanpun. Aku janji, aku tak akan melupakanmu.” Ujar Baekhyun kemudian dengan tiba-tiba memeluk Sena.

“Umur kita sudah berbeda sekarang! Aku 12 tahun dan kau masih 11 tahun. Kurasa, kau harus memanggilku ‘Oppa’.” Kata Baekhyun ketika melepaskan pelukannya.

“Aissh. Shireo! Ulangtahunku juga tinggal menghitung hari saja kan. Tanggal 10 Mei nanti, aku juga akan berumur 12 tahun.” Protes Sena.

“Yak! Tapi tetap saja. Aku lebih tua darimu. Walaupun hanya selisih 4 hari!” Omel Baekhyun.

“Arra arra. Aku akan menuruti kemauanmu, Baekhyun Oppa.” Akhirnya Sena mengalah dan menuruti perintah Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya tersenyum penuh kemenangan.

Flashback End

Sena kembali menangis mengingat hal-hal yang Ia lakukan dulu bersama Baekhyun. Tapi sekarang? Baekhyun yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Baekhyun yang dulu! Dulu lelaki itu cerewet, baik hati, dan manja. Tapi sekarang lelaki itu tak banyak bicara, dingin, dan keras kepala.

“Oppa. Kau bilang kau akan menjaga kenangan kita. Kau bilang, kau takkan melupakanku? Tapi kenapa jadi seperti ini?” Gumam Sena disela-sela isakannya. “Oppa bilang, Aku juga harus bersabar agar semua bisa tercapai dengan baik. Tapi sampai sekarang? Tak ada hal baik yang kudapatkan. Aku lelah bersabar, Oppa. Aku ingin semuanya kembali seperti dulu.”

“Baekhyun-ah?” Panggil Hyejin yang sedang berdiri diambang pintu kamar Baekhyun. Merasa tak mendapat respon dari Baekhyun, Ia melangkah memasuki kamar itu. Dan tidak menemukan Baekhyun disana.

Gadis itu mengamati setiap sudut ruangan itu. Berharap menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Setelah menelusuri setiap sudut ruangan itu, kini matanya berhasil menemukan sesuatu. Yah, dan tentu saja sesuatu yang membuatnya tertarik! Sebuah kotak yang sedikit luas, namun tidak terlalu tebal! Lebih mendekati ke bentuk bingkai mungkin. Kotak itu terletak dipojok ruangan, dan masih terbungkus dengan kertas kado yang mempunyai corak yang begitu indah.

Hyejin melangkah mendekati kotak itu, hingga tangannya hampir menyentuh kotak tersebut. “Apa yang kau lakukan?” Sontak saja Hyejin menghentikan aktivitasnya kemudian berbalik dan mendapati Baekhyun sedang berdiri dipintu kamar mandi. Namja itu sudah berpakaian rapi dengan rambut yang disisir dengan rapi pula.

“Baekhyun-ah..” Belum sampai Hyejin menyelesaikan ucapannya, Baekhyun sudah berjalan mendekatinya dan menariknya keluar kamar. “W-wae?” Tanya Hyejin begitu mendapati dirinya yang justru diusir Baekhyun dari kamarnya.

“aku tidak mengizinkanmu masuk. Kenapa kau masuk kekamar seseorang tanpa izin?” Tanya Baekhyun sambil menatapnya tajam.

“Tadi aku sudah memanggil namamu. Tapi kau tidak menjawabnya. Kufikir kau akan mengizinkanku masuk begitu saja.” Jawab Hyejin santai.

“Bahkan seseorang tak berani masuk kedalam kamarku!” Ucap Baekhyun ketus.

“Seseorang? Nugu?”

Baekhyun menahan nafasnya sebentar kemudian mengeluarkannya dengan sedikit kasar. ‘kenapa Ia harus berkata seperti itu tadi?’ Sebuah pertanyaan itu justru melintas dipikirannya sekarang.

“Tentu saja pembantuku!” Jawab Baekhyun kemudian. Sedangkan Hyejin hanya menganggukkan kepalanya.

“Ah. apa Kau akan pergi kuliah?” Tanya Hyejin ketika menyadari penampilan Baekhyun yang sudah rapi. Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya, meng’iya’kan pertanyaan dari Hyejin.

“Aku akan ikut denganmu.”

“Mwo?” Pernyataan yang keluar dari mulut Hyejin tadi tentu saja membuat Baekhyun membulatkan mata sipitnya. Ia rasa, yeoja ini semakin hari seperti pengikutnya yang mengikutinya kemanapun ia pergi.

“Aku akan mengganti bajuku. Chankkaman eoh?” Ujar gadis itu dan segera berlari kekamarnya dan mengganti bajunya. Dan tak lama kemudian, gadis itu sudah keluar dengan pakaian yang sudah rapi dengan rambut panjangnya yang ia sengaja uraikan dengan pita bermotif bunga yang ia tempel dirambut lurusnya itu.

Baekhyun hanya mengamati gadis itu. Benar-benar terlihat cantik!

“Eh, apa Oppa sudah sarapan? Apa tidak sebaiknya kita sarapan di rumah dulu? Kurasa pembantumu sudah memasakkan sarapan untuk kita.” Kata Hyejin dan berniat untuk melangkah mendekati dapur. Namun langkahnya terhenti ketika Baekhyun menarik lengannya.

“Tidak perlu! Kita bisa makan diluar.” Ucap Baekhyun kemudian menarik gadis itu untuk segera pergi.

Luhan kembali tersenyum menatap seorang gadis yang berada di depannya.Gadis itu nampaknya sedang menghafalkan beberapa materi untuk mengerjakan soal ujiannya nanti. Bibirnya yang tak henti-hentinya mengoceh membuat Luhan tertarik untuk tak mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

“Yak! Kenapa kau mengamatiku seperti itu eoh?” Tanya Sena ketika menyadari ia diperhatikan oleh Luhan sejak tadi.

“Ani. Hanya saja kau terlihat sangat lucu jika sedang seperti ini.” Jawab Luhan masih fokus pada wajah Sena. Sena hanya tersenyum tipis, kemudian kembali membaca buku-buku pelajaran yang sedari tadi berada ditangannya.

“Ya! Kajja.” Luhan tiba-tiba menarik tangan Sena untuk berjalan mengikutinya.

“Eodi?”Tanya Sena yang tak mendapat jawaban apapun dari Luhan. Tak lama kemudian, Mereka tiba disebuah bukit yang berada jauh dari rumah penduduk. Terdapat satu pohon besar yang begitu rindang disana. rumputan hijau juga menghiasi bukit itu. Seketika, bayangan-bayangan saat masa kecil Sena sedikit melinas difikirannya. Ia juga sering pergi ke bukit bersama orang yang ia cintai! Dan orang itu adalah Baekhyun. Lelaki yang saat ini sangat membencinya!

“Kenapa melamun eoh?” Pertanyaan Luhan membuyarkan fikiran-fikiran Sena.

“Aniya. Kenapa kau mengajakku kesini?” Sena justru balik bertanya.

“Aku sering ketempat ini untuk menghilangkan rasa penatku. Dan, kurasa akhir-akhir ini kau sedikit berbeda. Kau terlihat sedang banyak beban.”

“Eoh? Kenapa kau tahu?” Tanya Sena bingung sambil menautkan alisnya.

“Ck! Ternyata benar.” Luhan tersenyum sekilas kemudian mengamati pemandangan yang dapat terlihat dari atas bukit. “Mana mungkin aku tak mengetahuinya? Selama ini kau terlihat begitu ceria. Dan sekarang, kau hanya terus membaca buku-buku itu dengan serius. Walaupun entah mengapa, perasaanku berkata kau tidak berkonsentrasi dengan apa yang kau baca.” Jelas Luhan dengan menatap mata Sena.

Sena membenarkan letak kacamatanya. Ia hanya menunduk, menghindari kontak mata dengan Luhan. “Aku banyak membaca buku, bukan berarti aku mempunyai banyak beban, kan? Aku hanya sedang fokus dengan ujianku.” Jawab Sena tanpa memandang Luhan.

“Bohong!” Balas Luhan tegas. Bagaimana bisa lelaki itu dengan yakin berkata seperti itu? Namun, itu cukup membuat Sena tak berani menatapnya. “Aku tahu, kau sedang punya masalah dengan lelaki itu.” Imbuh Luhan. Perkataan yang muncul dari mulut Luhan cukup membuat Sena kini menghadapnya. Apa yang ia maksud dengan kata ‘lelaki itu’ ?

“Ma-maksudmu?” Tanya Sena lirih dan nyaris tak terdengar.

“Kau fikir, selama ini kau bisa menyembunyikannya dariku? Aku sudah tahu tentang apa yang kau rahasiakan Park Sena!” Sena tertegun. Rasanya sangat sulit untuk menelan ludah saat ini. padahal tenggorokannya sangat kering! Ia benar-benar tak bisa berkata apa-apa lagi. Lidahnya sangat kaku untuk diajak bicara.

‘Apa mungkin, Luhan sudah tahu tentang hubungannya dengan Baekhyun?’

Tbc

Next Chapter…

“Kau mempunyai hubungan dengan namja itu? Kau mempunyai hubungan dengan Byun Baekhyun?”

 

“Apa Kau mencintainya? Apa Kau mencintai Shin Hyejin?”

 

“Kau bilang kau sudah terbiasa menghadapi ini? jika kau sudah terbiasa, seharusnya kau sudah tidak menangis lagi. Ah tidak! Seharusnya kau tidak perlu membuang-buang air matamu untuk lelaki itu.”

 

 

Selamat malam readers…

Saya datang malem-malem lagi XD

Sebelumnya mau cerita. Aku belum bisa lanjutin ff MAIY nya. Belum bisa lanjutin disini maksudnya bukan mau vakum atau apapun ya. Banyak tugas-tugas sekolah yang sudah menumpuk. Dan apalagi tanggal 25 Mei nanti aku udah ulangan kenaikan kelas. Jadi harap dimaklumi

Dan ini ff aku sekitar satu tahun lalu. Yeah, ada yang udah bergabung dengan fanspage ExoFanfiction? Yups! Aku udah post ff ini disana. Dan disini aku post lagi dengan pasangan Baekhyun yang berbeda. Disini Baekhyun aku pasangin sama Sena. Tapi tunggu dulu, jangan dikira ff ini lanjutan series Baek_SeNa Couple ya. J ini another story nya dari mereka aja. Dan untuk penulisannya, maaf kalau banyak typo dan bahasanya kurang bagus. Ff ini adalah ff pertama yang saya buat ceritanya berchapter. Jadi banyak-banyak dimaklumi lah 😀

Oke, terimakasih atas perhatiannya.

Regards,

Byunniexo

250 responses to “He is My Husband! [Chapter 1] – Byunniexo

  1. DOHH SENA KESIAN AMATT. SABAR WEEHH
    CABE MAH JAHATTT, DIHH KENAPA HARUS ADA HYEJIN, PEN GUE GGIGIT SI HYEJIN
    THORRR KESIAN ITUHH

  2. New reader datang.. 😀 wahh.. Q jdi ksihan sma Sena, untung ada Luhan yg merhatiin dia.. 🙂

  3. Ga suka ama hyejin maksudnya apa jangan” dia sengaja pingsan biar ngedektin baekhyuncewe centil aku suka model ff seperti ini keren tp terlalu males buat baca udh terlalu kesel ama bek ditambah si hyejin penginnya luhan ama sena biar bek tau rasa

  4. Kasian sena nya selalu diabaikan. Itu siapa lagi … Shin Hyejin mahkluk dari mana tuh… msak gikutin baekhyun terus. Kan masalahnya cuman kecelakaan hanya lecet2 doang, ginap 1 malam eh malah ketagihan…

  5. halo thor aku reader baru ..
    che che imnida^^
    gini eon waktu itu pass mau baca ini aku kira ff ini gak rame sama sekali tapi kebalikannya ini ff keren banget

  6. Pingback: He is My Husband! [Chapter 7] – By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  7. Annyeong!!!! Aku readers baru, aku tau iji dari temen aku*gaknanya*. Ffnya keren aku suka baekhyun yg sikapnya dingin kek gini
    Keep writing yas

  8. Pingback: He is My Husband! [Chapter 8] – By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  9. Lah ngeseli banget ya baekhyun. Jadi tuh dulu mereka sahabtan trs jd kayak musuh grgr dijodohin?

  10. ohhh ya ampun baek kejam bgt
    bukannya dia sama sena sahabat sejak kecil kok baek benci sena???

  11. Pingback: He is My Husband! [Chapter 9/END] – By Byunniexo | SAY - Korean Fanfiction·

  12. sakit bacanya….baeki kenapa seperti itu? adakah sesuatu yang mengubahnya menjadi seperti itu.

  13. Baru sempat baca ff ini sekarang wkwkwkwk
    Part pertamanya aja uda keren, gimana selanjutnya hehehe~

  14. Annyeong thor aku reader baru mu^^
    Baekhyun jahat banget sih masak istrinya dianggap pembantu
    Kasihan sama sena yang gak dianggep

  15. ya ampun baekhyun kamu kejam banget sih nak gue jadi sebel bgt tauk sama kamu!

    kasihan senaaa. ayo luhan! rebut aja sena dr baekhyun

  16. itu kthuan luhan ya?? kok aku ngrsa lulu suka sma sena ya

    hyejin bkalan jdi pnganggu kyknya ih

    Msa sena dianggep pmbntu sih ktrlaluan bngt si baekhyun

  17. Baekhyun ko gtu sih ih…
    Nyebelin bgt y…sabar y sena..
    Luhan sepertinya ada rasa sm sena..
    Emm d next aja

  18. Aaaaaaa….baekhyun minta digampar
    Hyejin minta dipites atau aku ulek aja ya? Kasihan sena tauuuuuuu mana baekhyunnganggep sena sbg pembantu?! padahal mereka dulu temenan

  19. Aku udh baca part ini,tpi blum dilanjut 😀
    Ijin bacaa yaaa authornim^^
    Byunbaeeekkk kok kmu jahat bgt siiiㅠㅠ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s