[ Series ] Devil Of Cruel ( Chapter 8 : Believe ) – By Asih_TA

doc-8|Author : Asih_TA||Tittle : Devil Of Cruel ( Chapter 8 : Believe )||Main Cast : Park Minhee, Oh Sehun||Other Cast : Kim Jongin, Park Chanyeol, Oh Hye Ji, Do Kyungsoo, Shin Eun Min, Kim Dasom ||Genre : Romance, Action||Leght : Multichapter||Rated : Warning! PG 17|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

.

CHAPTER SEBELUMNYA

( PROLOG || CHAPTER 1 || CHAPTER 2 || CHAPTER 3 || CHAPTER 4 || CHAPTER 5 || [TEASER] CHAPTER 6 || [FULL] CHAPTER 6 || CHAPTER 7 )

‘ Tolong untuk membaca prolognya terlebih dahulu agar mengetahui jalan ceritanya ‘

.

Akhirnya aku mengerti ketika menatap wajahmu

Walaupun itu beresiko aku memiliki karma yang berganda

Aku tak ingin melepaskan bayang-bayangmu

Hal yang begitu rapuh dan fana

Apa mereka juga adalah cinta?

Namun tak tersirat bahagia di sana

.

Detuman keras musik menemani kesendirian seorang pemuda yang sedang memandangi luar jendela kamarnya. Sehun, lelaki itu mencoba menghibur dirinya sejenak sebelum memulai aktifitasnya kembali. Ia terlihat sedang berpikir keras seperti ada yang mengganggu pikirannya, bahkan hal itu terjadi sejak beberapa hari yang lalu.

Hanya helahan nafas yang terdengar dari bibir lelaki itu. Ia hanya menatap pemandangan luar jendela sambil menompang dagunya, memperhatikan gusaran yang terlihat di kedua garis matanya. Laki-laki itu tau semuanya tidak berjalan sesuai dengan relnya. Kedua tangannya terpekal kuat, matanya menutup erat seolah menyadarkan jiwanya yang telah di bawa pergi oleh angin.

Waktu itu hanya ada siratan kebencian yang pernah ia tampakkan di depan gadis itu, tepatnya ketika Minhee masih menjadi wanita yang suci. Namun semuanya berubah dalam sekejap ketika dengan beraninya lelaki itu menanamkan benih ke dalam rahim gadis itu.

Sehun memegang kepalanya dengan gusar. Membayangkan apa yang pernah ia lakukan kepada gadis itu membuatnya dapat merasakan getaran yang mulai menjalar dari ujung kuku hingga ujung rambutnya. Ia tidak percaya Minhee hamil, gadis itu tengah mengandung anaknya, darah dagingnya. Namun apa yang telah Tuhan berikan begitu berpengaruh besar baginya, lelaki itu telah membuka hatinya.

“ Ini bukan diriku.” Lelaki itu tertawa mengejek “ Ayolah Oh Sehun, kemana sifat egoismu.”

Pemuda tersebut seperti membicarakan dirinya sendiri, mengumpat kekesalan yang tidak dapat dipungkiri bahwa ia juga butuh kasih sayang. Membayangkan kepergian Ibunya membuat hatinya tersentuh, ia tidak ingin darah dagingnya mejadi sesosok monster seperti dirinya. Bagaimanapun lelaki itu tak ingin memperumit masalah yang ada.

Sehun mendirikan tubuhnya dan berjalan menuju ranjangnya. Ia rebahkan tubuhnya di atas kasur tersebut dan mendesah pelan. Ia menangkup kedua tangannya gusar, hatinya selalu seperti itu jika harus di hadapkan oleh masalah wanita.

Pemuda itu tertawa dengan guratan wajah kepedihan yang dimilikinya “ Kau hebat Park Minhee.” Lelaki berkulit pucat tersebut berbisik pelan “ Kau menghancurkan tubuhku secara perlahan dan membawa hati ini bersamamu.” Ia tertawa lebih keras “ Oh Tidak bodohnya aku.”

***

.

Minhee membereskan beberapa pakaian yang ada di lemarinya. Gadis itu mengerutkan dahinya tak suka dengan seluruh pakaian yang terlihat di sana, entah mengapa mood gadis itu cepat sekali berubah. Ia mengambil sebagian pakaiannya dan membuangnya sembarangan lalu menendangnya kesegala arah.

Kamar yang awalnya rapi kini telah berubah menjadi sebuah bak sampah. Gadis itu berjalan keluar ruangan dan mencari keberadaan Sehun. Ya, gadis itu selalu mencari lelaki berkulit pucat tersebut. Tidak dapat di elakkan ia begitu merindukan sosok pemuda tersebut. Minhee pun tau Sehun sedang beristirahat di kamarnya.

“ Sehun.” Gadis itu membuka pintu kamar pria tersebut dengan sedikit menyembulkan kepalanya. Minhee melihat lelaki itu tengah terlelap di atas ranjang, dengan hati-hati gadis itu berjalan medekatinya seraya sedikit menjijitkan kakinya “ Sehun ireona.” Gadis itu mendekatkan tubuhnya di sisi ranjang. Sedangkan Sehun, lelaki itu sedikit terusik dengan sekitarnya dan mulai membuka kelopak matanya. Ia menolehkan kepalanya, memperhatikan seseorang yang menatapnya polos.

“ Ada apa?” lelaki itu mendudukan tubuhnya di badan tempat tidur “ Kenapa tidak istirahat, bukankah sudah kukatakan sebelumnya.”

Gadis itu salah tingkah “ A-aku tidak mengantuk.”

Sehun mendengus lelah “ Jadi apa yang kau lakukan disini?”

Minhee mendudukan kepalanya, tangannya meremas ujung kaosnya dan mengigit bibir bawahnya kuat “ Aku ingin sesuatu.”

Sehun menyeritkan dahinya “ Sesuatu?”

Minhee mengangkat kepalanya dan menatap bola mata lelaki itu dalam “ Aku ingin bercinta denganmu.”

“ A-apa?” Sontak pemuda tersebut membulatkan matanya “ Minhee kau sedang hamil.” Umpatnya dengan menatap gadis itu jengah. Bagaimanapun hal tersebut tak mungkin ia lakukan melihat kondisi Minhee yang belum stabil. Gadis itu mulai menurunkan garis bibirnya melengkung kebawah dengan bola mata yang berkaca-kaca, sebentar lagi ia akan meledak dengan suara tangis yang begitu memilukan. Sehun mengacak rambutnya frustasi dan menghela nafasnya “ Baiklah.”

“ Kemarilah.” Sehun menarik tangan gadis itu lebih dekat dengan tubuhnya. Ia mulai mendorong pelan tubuh Minhee ke atas ranjangnya lalu menguncinya dengan tubuhnya. Dengan penuh kehatian-hatian laki-laki berkulit pucat tersebut menempelkan bibirnya tepat di atas bibir gadis itu.

“ Aku akan mencoba bermain dengan lembut.”

***

.

Chanyeol memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam sebuah koper yang cukup besar. tangannya dengan telaten menyusun pakaian tersebut agar mencukupi tempat. Lelaki itu tersenyum sesekali bergumam memperhatikan Hye Ji yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya. Pemuda itu mengehentikan aktifasnya.

“ Hye Ji-ah kau sedang apa?” Chanyeol berjalan mendekati Hye Ji yang sedang memeluk boneka kesayangannya. Gadis itu hanya diam dan tidak bergerak dari aktifitasnya sedangkan Chanyeol berusaha mati-matian untuk tidak menciumi bibir gadis tersebut.

“ Kau ingin aku memasak sesuatu?” Chanyeol bertanya lagi untuk memastikan apakah gadis itu akan menjawab ucapannya. Namun tak ada satu kalimatpun yang keluar dari bibir tipis gadis tersebut. Chanyeol mendesah dan membalikkan tubuhnya hendak menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda.

“ Chan-chanyeol.”

Jantung lelaki itu seketika berhenti, nafasnya terasa sesak. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Hye Ji dengan mata yang berbinar-binar, pemuda tersebut tidak pernah menyangka gadis itu akan menyebut namanya “ Hye Ji katakan lagi.”

Gadis itu menatap mata lelaki itu lekat “ Chanyeol.” Kini pemuda tersebut tidak meragukan ucapan yang baru saja di telontarkan oleh Hye Ji. Lelaki itu langsung menerjang tubuh Hye Ji dengan sebuah pelukkan kuat. Ia sangat senang akhirnya gadis itu mengingatnya. Namun kebahagiaannya harus terhenti ketika pemuda itu merasakan isakan kecil dari bibir gadis tersebut.

“ Ada apa sayang?” Chanyeol melepaskan pelukkannya dan menatap gadis itu khawatir. Hye Ji kembali terisak lebih keras membuat pemuda tersebut harus menelan salivanya kasar “ Hye Ji tenanglah, ada apa denganmu.”

“ Tidak! Jangan membunuh Chansu.” Gadis itu memegang kepalanya kuat “ Akhh sakit.” Hye Ji meringis ketika merasakan kepalanya berdenyut kencang “ Akhhh Tolong aku, ini sakit.” Hye Ji terus memegang kepalanya kuat

“ Tenanglah aku disini sayang.” Lelaki itu kembali memeluk erat Hye Ji, ingin menerima rasa sakit yang di rasakan oleh gadis itu “ Bersabarlah sayang kita akan segera pulang dan membayar dosa-dosa yang pernah aku lakukan.”

‘ Aku tau kau Tuhan tengah menghukumku sekarang. Karena itu aku akan menerimanya’ Chanyeol semakin memperkuat pelukkannya seraya mengelus pungung kecil gadis itu. Tanpa sadar lelaki itu sedikit mengeluarkan air matanya, entahlah ia terlalu sakit melihat perjuangan gadis itu selama ini.

***

.

Sehun tertidur dengan posisi menghadap tubuh Minhee. Lelaki itu membuka matanya perlahan dan di sambut oleh wajah cantik gadis itu. Selulas senyum terlihat dari wajah dingin lelaki itu ketika memperhatikan tubuh polos Minhee, pemuda tersebut mengangkat tangan kanannya dan mengapai pipi gadis itu. Tekstur lembut kulit yang dimiliki oleh Minhee benar-benar membuat tangan pria itu terasa begitu nyaman.

“ Tampaknya aku sudah terjatuh.”

Lelaki itu mengulum sebuah tawa agar tak terdengar oleh gadis itu. Pasalnya Minhee sudah terlelap tepat ketika mereka menyudahi kegiatan panas mereka. Tangan lelaki itu menjalar ke arah puncuk kepala gadis tersebut. Membelainya dengan penuh kasih sayang dan tanpa ada keraguan di sana “ Minhee Ireona.”

Gadis itu mengeliat tak nyaman dan mulai terganggu oleh tidurnya. Sehun mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Minhee yang pada akhir-akhir ini terlihat aneh bahkan sering sekali menangis “ Minhee Ireona.”

Sehun menghela nafasnya ketika merasakan sesuatu mengusiknya. Lelaki itu tertawa hampar ketika menyadari ia harus menyelesaikan proyeknya di kantor, bahkan laki-laki itu pun tidak masuk hari ini. Minhee yang merasakan terganggu perlahan membuka matanya dan melihat Sehun yang juga menatapnya “ Se-sehun kau kenapa.” Ujarnya dengan suara serak.

Lelaki itu memperhatikan wajah kecil Minhee “ Aku harus menyelesaikan proyekku.”

“ Proyek?”

“ Hmm, Aku bertangung jawab atas perusahaan ayahku.”

“ Sehun.” Gadis itu memanggil dengan lirih membuat lelaki itu menatapnya heran “ Ada apa?” Minhee tersenyum dan menggapai dada lelaki tersebut dan menempelkan telapak tangannya hingga ia dapat merasakan suara detak jantung pria itu “ Aku tau kau kesepian.”

Pandangan lelaki itu memudar “ Apa maksudmu?”

“ Aku tau, aku hanya sebagian dari dendammu.” Gadis itu tersenyum kecut “ Saat pertama kali melihat matamu, aku percaya. Hidupmu hanya di penuhi oleh kesakitan, Aku tidak tau alasan apa sehingga kau menyiksaku namun aku percaya kau akan menjelaskannya kepadaku jika kau dapat menerimaku dan bayi ini.”

Minhee mengelus perutnya pelan “ Aku tidak tau kau menerima janin ini untuk alasan apa, jika kau merasakan kasihan padaku seharusnya kau hanya memberikanku uang dan menyuruhku untuk mengugurkan janin ini.” Suara gadis itu mengecil di sertai isakan kecil “ Tapi kenapa kau malah menerima janin ini?”

Pemuda itu tertegun, ucapan gadis itu membuatnya berpikir keras. Matanya tidak berbohong, begitu terlihat di hadapan pria itu. Sehun tau Minhee tak pernah menentang hatinya bahkan di hadapan dirinya “ Apakah Ayahmu masih hidup?”

Minhee menggeleng “ Ayahku meninggal 2 tahun yang lalu.”

“ Aku juga.” Minhee menyeritkan dahinya “ Kau Yatim?”

“ Lebih tepatnya Yatim Piatu.”

“ Maaf.”

“ Tak apa, Aku tidak ingin janin itu tumbuh dan berkembang tanpa kasih sayang dari Ayahnya. Seperti yang kau katakan sebelumnya jiwaku tidak bersih Minhee.” Pemuda itu tersenyum tipis “ Semua orang menghianatiku.”

Minhee terdiam. Lelaki itu berbicara yang sebenarnya, tidak ada sarat akan kebohongan di sana. Semuanya sudah terasa cukup jelas bagi gadis itu, kehidupan yang Sehun jalani begitu mengoyahkan hatinya. Kenyataan kehilangan kasih sayang cukup menyakitkan baginya karena tidak sepenuhnya rasa sakit itu terobati. Sehun telah sedikit membuka dirinya dan membuat gadis itu tersenyum manis di dalam hati setidaknya ada sedikit kemajuan.

***

.

Udara yang sangat dingin terasa begitu merangsang kulit. Begitu yang di rasakan oleh Chanyeol, lelaki itu merapatkan tubuhnya dengan mantel tebalnya. Ia melirik Hye Ji yang dengan santainya berjalan tanpa menggunakan penghangat apapun. Lelaki itu menatapnya tajam “ Kau seharusnya menggunakan jaketmu sayang.”

Chanyeol dengan cepat berlari kembali ke dalam rumahnya dan mengambil sebuah jaket tebal berwarna pink milik Hye JI. Setelah menutup lemari pakaian milik gadis itu, Chanyeol langsung berhambur keluar rumah dan tak lupa untuk menguncinya “ Hye Ji-ah pakai ini.” Gadis itu hanya terdiam ketika Chanyeol menuntutnya untuk memasangkannya.

Pria itu merangkul pundak Hye Ji, menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil hitam miliknya dan lagi-lagi gadis itu menurut tanpa penolakkan. Chanyeol juga memasukkan tubuhnya ketika telah memastikan Hye Ji menggunakan sabuk pengamannya “ Hye Ji-ah kau bisa tidur jika kau lelah, aku akan membangunkanmu setelah sampai.”

Chanyeol menghidupkan mobilnya dan mulai menginjakkan gasnya secara perlahan. Mobil hitam tersebut berjalan membelah kota Gangnam yang sangat ramai. Menyisahkan kesunyian yang terjadi diantara dirinya dan Hye Ji.

***

.

Minhee membuka lemari pakaian milik Sehun. Gadis itu mengecutkan bibirnya lucu dan mengaduk-ngaduk semua yang ada di sana, entah apa yang dipikirkan oleh otak polos Minhee. Sejak 2 jam yang lalu gadis itu berkutak pada lemari milik lelaki berkulit pucat tersebut. Mencari pakaian yang cocok untuk ia pakai.

Tangannya dengan jahil mengambil sebuah kaos kebesaran berwarna putih yang terletak sudut ujung lemari. Jangan tanyakan betapa anehnya kelakuan gadis tersebut, karena sejak tadi ia akan merengek jika tidak mendapatkan apa yang di inginkan. Ketika merasa cukup senang dengan apa yang dia dapat, Minhee memakainya ke tubuh kecil miliknya sehingga terlihat kebesaran di tubuh kurusnya.

“ Minhee-ah apa yang kau lakukan.”

Sehun yang masuk tanpa aba-aba membuat gadis itu tersentak. Wajah pemuda tersebut beralih kepada lemari berharga miliknya, Minhee kalabaan dan mencoba mencari jalan lain agar sang pemilik tidak terlalu murka “ Se-sehun aku hanya ingin memakai pakain yang kau punya.”

Sehun terdiam namun sedetik kemudian ia kembali tersadar “ A-apa?”

“ Maafkan aku, entah mengapa aku sering mual ketika memakai bajuku sendiri.” Gadis itu beralasan seraya menundukkan kepalanya. Tangannya memilin-milin ujung kaos milik lelaki itu, matanya bergerak gelisah dan jantungnya berderup kencang.

Sehun sempat syok ketika melihat tumpukan baju yang berserakan di mana-mana namun melihat ketakutan yang begitu tergambar di wajah gadis itu membuat nyalinya menciut “ Sudahlah, aku akan menyuruh beberapa pelayan untuk membereskannya.” Pria itu menghela nafasnya dan menarik pergelangan tangan mungil Minhee “ Ayo, ada yang ingin aku tunjukkan.”

Pemuda itu menuntut Minhee munuju dapur. Gadis itu menyeritkan dahinya ketika melihat sebuah gelas yang berisikan susu putih yang terletak di meja makan, Sehun mengambil gelas tersebut dan memberikannya kepada Minhee “ Minumlah, ini susu ibu hamil.”

Minhee mengelengkan kepalanya “ Aku tidak mau.”

“ Park Minhee kau harus meminum susu ini.” Lelaki itu menatapnya jengah. Dia kembali menyodorkan susu tersebut namun gadis itu tetap tidak mau “ Aku tidak suka susu putih.” Sedangkan Sehun menghela nafasnya dan ia menyerah “ Baiklah, jadi kau ingin susu apa?”

“ Aku ingin susu coklat.”

Sehun memijit pelipisnya dan mencoba menahan gejolak di dalam tubuhnya. Lelaki itu mengelus dadanya dan menarik nafasnya dalam “ Baiklah nanti kita ganti rasanya. Tapi tak bisakah kau meminum rasa ini dulu.” Sehun mencoba menawar namun gadis itu tetap menggelengkan kepalanya.

“ Sehun.” Gadis itu memanggil dan tersenyum manis. Sehun menatapnya jengah dan menyahut dengan pelan “ Ada apa?”

“ Aku ingin kau mewarnai rambutmu seperti warna pelangi.”

“ Apa!” Sehun mempertajam pendengarannya. Lelaki itu berharap bahwa ia salah mendengar atau ada sedikit kesalahan pada pendengarannya “ Aku ingin kau mewarnai rambutmu seperti pelangi.” Ulangnya dan membuat Sehun menjatuhkan rahangnya. Apakah begitu sulit mengerti seorang wanita yang tengah mengandung. Sial, lelaki itu tak bisa menolaknya.

***

.

Suasana ruang tamu yang begitu canggung terjadi diantara Kyungsoo maupun Jongin. Setelah memutuskan untuk membicarakan suatu perihal namun malah membuat mereka saling terdiam dengan tatapan yang tidak di mengerti oleh Kyungsoo. Tidak ada yang memulai pembicaraan, entah mengapa Jongin tampak tak enak hati jika harus meluapkan emosional saat ini. Namun lelaki berkulit lebih gelap itu tak ingin egois.

“ Baiklah aku tidak tahan lagi, katakan apa yang ingin kau bicarakan Kim Jongin.” Ujar Kyungsoo pelan namun matanya tak pernah menatap jengah kepada sahabatnya. Sedangkan Jongin tersenyum namun tersirat rasa kepedihan disana “ Kau adalah anggota polisi bukan?”

“ Apa maksudmu?” Kyungsoo menatap laki-laki itu datar.

“ Ck, kau seharusnya tau apa tugasmu Do Kyungsoo.” Jongin menampakan guratan di wajahnya. Hatinya terlalu sakit “ Seharusnya kau tidak membantu Sehun, lelaki itu busuk Do Kyungsoo.” Matanya penuh kilatan “ Seharusnya kau tidak memasukkan Minhee ke dalam permainan ini.” Tangannya terpekal kuat “ Seharusnya kau tidak membiarkan lelaki berengsek itu menguasaimu.” Tubuhnya begitu panas “ Seharusnya kau tidak menghianatiku.”

Kyungsoo menutup matanya sejenak dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ia butuh udara saat ini, hanya sekedar berbicara pun sangat sulit baginya “ Jadi kau sudah mengetahui semuannya.”

“ Dan kau menyembunyikannya dariku.” Desisnya. Jongin sudah tidak tahan untuk tidak mengatakan semuanya “ Bagaimana, bagaiman bisa.” Kyungsoo mencoba untuk tetap tenang walau di saat genting sekali pun “ Aku punya alasan.”

“ Apa alasanmu begitu kuat sehingga kau begitu nekat, jawab aku Do Kyungsoo.” Desak lelaki berkulit tan tersebut dengan emosi yang menyelimuti dirinya. Kyungsoo beranjak dari tempat duduknya mencoba mengakhiri pergulatan mereka “ Pergilah, Jika kau hanya ingin membicarakan hal ini.”

Jongin juga bangkit dari tempat duduknya dan tanpa sadar tangannya mendorong tubuh kecil Kyungsoo ke dinding yang berada tepat di belakangnya “ Apa alasanmu.”

Kyungsoo menepis tangan pria itu dan mendengus kesal “ Pergilah Kim Jongin.” Lelaki itu tidak menyerah ia tetap manahan tubuh Kyungsoo “ Apa kau memihak Sehun saat ini.” Kyungsoo mengepalkan kedua tangannya “ Jangan memancing emosiku Kim Jongin.”

Jongin tertawa sinis “ Baiklah jika itu kemauanmu, aku akan pergi.” Jongin mengambil jaket hitamnya dan meninggalkan Kyungsoo sendirian di ruangan tersebut. Kyungsoo terduduk lemas, ia menangkup wajahnya gusar. Terlihat begitu kacau nyaris tak terbentuk.

‘ Maafkan aku Jongin, aku tau kau pasti kecewa ‘

***

.

Sehun dengan segala sifatnya. Demi apapun di dunia ini, dia tidak ingin menghabiskan waktunya dengan berkutak kepada laptop hitam miliknya. Matanya menatap Minhee yang juga melihat pekerjaannya, sejak tadi gadis itu tidak mau di pisahkan dan membuat Sehun mau tak mau harus menuruti kemauan tersebut.

“ Baiklah, Park Minhee bisakah kau untuk tetap tenang.” Sehun menahan tangan gadis itu yang mencoba meraih berkas-berkas miliknya “ Sehun, apa kau selalu seperti ini.” Ujar Minhee dengan sedikit menampakkan wajah polosnya.

“ Tentu saja.” Sehun kembali menatap latar laptopnya namun ujung matanya terlihat mengawasi pergerakan gadis itu. Minhee terdiam tapi hatinya ingin sekali mengatakan sesuatu namun mengingat kejadian tadi membuat diriinya tak dapat berkutik.

Sehun menutup laptopnya dan menatap Minhee seraya melipatkan kedua tangannya di dada “ Baiklah ada lagi yang kau inginkan nona Park.” Seolah dapat membaca raut gadis itu, pria itu dengan mudahnya berujar tanpa berpikir terlebih dahulu.

“ Sehun apakah aku boleh meminta sesuatu.”

“ Katakan.”

“ Aku ingin bertemu dengan Jongin.” Perkataan itu sukses membuat wajah laki-laki berkulit pucat tersebut mengeras. Hatinya panas seketika dan raut wajahnya berubah menjadi dingin “ Kenapa kau selalu meminta itu, apa kau merindukannya?”

Gadis itu menggeleng kepalanya “ Entahlah, aku merasa bersalah padanya.” Sehun tertawa sinsis dengan wajah datarnya dan menatap gadis itu tajam “ Jika hanya itu alasanmu, aku tidak bisa mengabulkannya.”

“ Kenapa?”

“ Karena aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk hal semacam itu.” Sehun mendirikan tubuhnya lalu mendekatkan dirinya kepada Minhee. Ia dudukan tubuhnya di samping gadis itu, menyenderkan tubuhnya di badan sofa yang empuk. Gadis itu terdiam dengan begitu banyak pertanyaan di kepalanya “ Sehun apakah kau dan Jongin sahabat?”

Pemuda tersebut memejamkan matanya namun pendengarannya ia pertajam untuk mengapai suara di sekitarnya “ Jangan menanyakan hal yang berkaitan tentang dia karena suasana hatiku berbeda saat ini.” Minhee terdiam. Gadis itu menghela nafasnya dan tampaknya lelaki itu sedang dalam keadaan mood yang buruk. Jika di lihat dari kejadian sebelumnya, lelaki itu jelas sekali mengenal Jongin begitu juga sebaliknya. Namun yang membuat otaknya berpikir lebih keras adalah mengapa mereka menyakiti diri mereka masing-masing.

***

.

Seorang yeoja tengah menatap sebuah foto yang berdiri tepat di hadapannya. Foto dengan bingkai tidak terlalu besar itu menarik perhatian pandangan matanya, gadis tersebut mengulas sebuah senyum yang terlihat di kedua sudut bibirnya. Sebuah foto yang mengambarkan seorang wanita dan laki-laki saling bersama, menghaburkan kemesraan yang dimiliki saat itu.

Gadis itu Kim Dasom. Seorang wanita berusia 23 tahun dan dari keluarga yang terpandang. Dasom tau jika laki-laki yang selama ini mengejarnya sudah mengubah dirinya menjadi laki-laki yang dingin dan keras kepala, membayangkannya hal tersebut membuat gadis itu tertawa hampar.

“ Oh Sehun, ada apa denganmu.” Umpatnya lirih. Dasom kembali menatap foto tersebut dimana saat dirinya dan pria itu masih saling bersama “ Apakah kau tidak merindukanku?” Tangannya mengapai bingkai tersebut dan membawanya ke dalam genggamannya.

“ Apa kau sudah menemukan penggantiku?” Gadis itu bergumam memperhatikan setiap jengkal foto tersebut.

~ TBC ~

A/N

( Mohon untuk membaca Author Note )

Saya juga bingung mengatakan apa saat ini. Akhir-akhir ini saya sering sakit, ini juga Author pakasain. Semoga cerita tidak membosankan.

Sekedar informasi, 3 chapter bakal Auhtor protect kembali jadi saya sarankan dari jauh hari untuk memberikan komentarnya kepada chapter yang masih bolong karena itu syaratnya.

Bagi yang belum dapat pw chapter 6 nya hubungi saya dan jika sudah mendapatkan passwordnya langsung saja masuk ke dalam link ini ( Devil Of Cruel Chapter 6 )

Thanks to

jesikamareta10, Kim Hana (@Khanasy94), ZelovieFelice, Mila Agustin, liriana, daisyorange, mawar, reefadzly, syoohmy, vhaXi B, sweetyxo, safira, dytya amalia, amiraxxo, Kkamjong, xisechan, amaliafadhila, meidina, bae143, Park Channie, shary, baekhyuncupcakes, ohseh, fetria rahman, laychen, kim hyun soo, Hesvia Oh, kim hyun soo, sulis pcy, amethystzeph, hanifah, yusla, christiejaena480, exo25, Hana_Park141097, seta, serlia, margiani, itschanyeol, SungRaeNeul, ritandriani, Martina, bbgusti, melisa, omyblackpearl, Rany Septiyani Minyoung, Stephani Anggraini, dirambe, hwang min, hanna jung, kim naya, Mrs. Yehet, eva, shandika, woobinx, baeknoona, nana, Chansoo Kyungyeol, restymp, ameliariz21, natasya, ukhti, sekar94, astry, kiki vio elvira, Boboho, khyunpawookie, wellameilitta, rindy putri, punniepun, reeneybumblebee, IRENEndemancucian, salsabilla296, asfaratin, maniac bubble tea, OohMaryLu, dewi nurul, Hyuk In Jae, hyengie, Kim Jiwon, Ara Luevisad, restimegasari, _tae_yeol, nisa11, nana, hernasewoo, widi, wiii, lulu, byunbaekra, xingshii, Nadila, @wida_tyant, lee saeng hoon, fsykookiehun, nabilaflames10.

Terimakasih atas dukungan kalian semua😀

 Penutup copyAuthor Sayang Kalian❤

_

Regards

My Baby Overdose a.k.a Asih Triastuti

655 responses to “[ Series ] Devil Of Cruel ( Chapter 8 : Believe ) – By Asih_TA

  1. Orang hamil itu emang nyusahin.. semoga Sehun sabar ngadepin Minhee.. hahhaha..
    Jadi statusnya Dasom sama Sehun tuh apa? Masalahnya mereka tuh apa?
    Gimana ya kalo chanyeol tau Minhee lagi hamil, dan itu karena perbuatannya Sehun yang awalnya pengen balas dendam..

  2. Naaah kan sehun soswit kalo kek gitu😂 aku ketawa gajelas sama kelakuan minhee kebayang dah
    Dan dku greget sama chanyeol hyeji ah gimana sih ,chanyeol cepet sembuhin hyeji kek gimana gitu
    Itu dasom juga ternyata pacar dulunya sehun kan? Pusing ah
    Jongkyung juga udh mulai panas ini
    Tapi aku malah nanya nanya kabar mamahnya minhee gimana? Ga di ceritain sama sekali kasian kan? Gimana kalo sakit?? Lah(?)
    Udah ah kepanjangan hehe keren author ff nya salut buat aku ini ngen banget^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s