Don’t Say Goodbye #Part 1 of 4 – by Choi Yura

dont say good bye choiyura

Title: Don’t Say Goodbye │Author: Choi Yura │ Cast: Oh Hyeri (OC), Byun Baekhyun (EXO-K), Wu Yi Fan │ Other Cast: Oh Sehun (EXO-K), Park Chanyeol (EXO-K), Park Soyeon (OC) │ Genre: Romance, Hurt (?) │Rated: PG

***

Bagi Oh Hyeri, tidak ada satu pun hari yang menyenangkan di hidupnya. Setiap hari hidupnya terasa bagai di neraka. Tak sekali pun ia merasakan ketenangan, kata itu seakan menjadi hal tabu bagi dirinya. Justru kata pertengkaran lah yang sudah sangat tidak asing untuknya, karena hari-harinya selalu dilewati dengan kata itu.

Pertengkaran sering terjadi di antara dirinya dan Oh Sehun―saudara lelakinya yang berusia lima tahun lebih tua darinya. Setiap ada kesempatan, Sehun akan membuat gadis itu menangis dan menyalahkannya atas kesalahan yang tak pernah Hyeri buat.

Dan hari ini, pertengkaran itu mulai tersulut lagi, di antara Oh Hyeri dan Oh Sehun.

Jelas, pertengkaran itu bermula karena ulah dari Sehun sendiri. Lelaki itu kerap membuat keributan di apartemen mereka. Bahkan itu sudah menjadi rutinitas di setiap malam. Andai saja orang tua mereka masih hidup di dunia ini, pasti Hyeri tidak harus tinggal satu atap bersama kakaknya itu.

Langkah Sehun yang gontai membawanya masuk ke dalam sebuah pintu kamar apartemen. Dengan secepat kilat dia menutup pintu itu dan membantingnya tanpa berpikir panjang. Tak lama setelah itu ia memanggil nama Hyeri dengan cukup keras. Mendengar namanya dipanggil, Hyeri yang berada di pantri dapur segera berlari menghampiri Sehun dan berhenti ketika menyadari bahwa lelaki itu akan kembali berulah.

tumblr_ni9qzo1Bgf1riav2to1_1280

Begitu tiba di hadapan Sehun, Hyeri tahu saudara lelakinya itu sedang dalam keadaan mabuk, sebab bau alkohol menyeruak masuk memenuhi indra penciumannya.

“Kau mabuk?” gumam Hyeri. Pertanyaannya malah terdengar tidak jelas dan tentu saja Sehun tak dapat mendengarnya.

Alis Hyeri mengerut dan ia menggigit bibirnya. Sementara Sehun yang berdiri tidak jauh dari pintu apartemen menumpukan tangan kanannya ke samping dinding agar tubuhnya yang setengah sadar itu dapat terus berdiri.

Sehun mengerjap beberapa kali. Kepalanya menggeleng berulang kali dan ia mencoba menstabilkan penglihatannya yang memburam. Selang sepuluh detik, mata sayunya memandang Hyeri tak suka.

“Hei, Oh Hyeri. Apa kau akan selalu membantah semua permintaanku?!” suara dengan volume tinggi itu berasal dari mulut Oh Sehun.

Malam ini. Lagi. Sehun mabuk dan Hyeri sudah terbiasa akan tabiat lelaki itu. Juga teriakan dan pandangan tak suka yang sekarang tengah Sehun pertontonkan sudah menjadi hal lumrah baginya.

Hyeri yang berdiri tidak jauh dari Sehun memilih untuk tetap tenang dan tak ingin membuat malam ini menjadi malam yang pilu lagi. “Apa yang coba kau katakan?” gadis itu bertanya pelan, sangat berhati-hati.

Dengan mata sayunya, Sehun mendekati Hyeri dan mencengkeram kedua bahu gadis itu dengan cukup kuat, membuat si empunya meringis menahan sakit. Namun gadis itu tetap diam saja diperlakukan seperti itu, karena dia tidak ingin mengundang kemarahan Sehun.

Mata Sehun memandang Hyeri lekat-lekat, “Dengarkan aku, kau sudah kuberi waktu tiga hari untuk mau menerima lamaran Tuan Wu Yi Fan,” kata-katanya terdengar tidak keras, tetapi terdengar tak ingin dibantah.

Jantung Hyeri berdebar penuh antisipasi. Dia kira Sehun sudah lupa dengan permintaannya itu, ternyata dugaannya salah. Lelaki itu tidak lupa sama sekali!

Jelas, permintaan itu tidak akan Hyeri turuti begitu saja.
Memang siapa Wu Yifan? Nama itu begitu asing untuknya.

Hyeri menormalkan napasnya yang mencekat dan memberanikan diri membalas tatapan Sehun. Bahkan dengan hanya menatapnya saja, Hyeri tahu betapa Sehun sangat tidak menyukainya.

“Utangmu tidak ada urusannya denganku,” tegas Hyeri. Tanpa takut atau pun ragu-ragu.

Tatapan Sehun menggelap. Badai besar seolah berada di sekitar mereka. Sangat mencekam dan sebentara lagi amarah Sehun akan tersulut.

Kuat-kuat Hyeri memejamkan matanya dan berdo’a dalam hati. Namun do’anya tak akan terkabulkan karena satu tamparan keras sudah mendarat tepat di pipi kirinya.

Sakit di wajah tentu tidak memengaruhi apa pun. Sakitnya malah terasa di ulu hati. Lagi-lagi perasaannya harus berakhir pilu dan terguncang.

Wajah Hyeri kontan memaling ke kanan.

“Kau benar-benar tidak tahu diri! Aku sudah berbaik hati dengan menerimu di rumahku ini. Tapi kau sama sekali tidak mau berbalas budi?!” teriak Sehun sekuat tenaga. “Kau tahu? Aku bertahan hidup seorang diri semenjak aku diusir dari rumah oleh Ayah dan Ibu. Dan kau kira mudah menjalani hidup seperti diriku ini?!”

Sehun adalah kakak sekaligus saudara satu-satunya yang ia miliki saat ini. Dia ingat betul mengapa lelaki itu tidak pernah menyukainya. Dan Sehun selalu menunjukkan rasa tidak sukanya pada Hyeri secara terang-terangan.

Kehidupan mereka memang tidak pernah akur dari mereka kecil hingga sekarang. Sehun selalu membenci Hyeri karena orang tua mereka seolah membangun pondasi bernama diskriminasi. Tidak pernah sekali pun Sehun merasakan kasih sayang dari orang tuanya lagi semenjak Hyeri lahir di dunia ini. Orang tua mereka selalu menyayangi Hyeri dan sering mengabaikan Sehun.

Untuk menunjukkan pemberontakkanya pada orang tuanya, Sehun mulai mengosumsi alkohol dan bergabung dengan para penjudi. Padahal saat itu usianya masih menginjak tujuh belas tahun. Tak lama setelah itu Sehun ketahuan suka tawuran dan menyimpan obat-obatan terlarang di tas sekolahnya, akhirnya pihak sekolah mengeluarkan Sehun tanpa hormat.

Orang tua mereka yang mendapat berita itu tentu saja malu dan tidak sekali atau dua kali saja Sehun terlibat dengan aparat kepolisian atas kasus kriminal yang ia buat, sudah sering Sehun menjadi beban bagi orang tuanya karena tindakkan menyelewengnya tersebut.

Karena malu, orang tuanya mengusirnya dan sempat mengatakan padanya bahwa anak yang mereka punya sekarang ini hanya lah Oh Hyeri. Sehun sudah tercoret dari daftar keluarga. Semejak saat itu rasa benci Sehun pada Hyeri menjadi bepuluh-puluh kali lipat.

Perpisahan di antara mereka terjadi saat Hyeri berusia dua belas tahun sementara Sehun berusia tujuh belas tahun.

Untung lah, sekarang orang tuanya telah tiada dan ia akan membuat Hyeri merasakan kejamnya dunia ini. Dengan kata lain ia akan membalaskan dendamnya yang sudah bertahun-tahun lamanya tersimpan.

Dan sekarang di usianya yang ke dua puluh lima tahun dan Hyeri yang ke dua puluh tahun, Sehun akan membuat hidup Hyeri persis seperti di neraka. Itu janjinya dan akan terlaksana dalam waktu dekat.

Hyeri memandang Sehun dengan mata berkaca-kaca. “Aku mohon, Oppa. Jangan jual aku,” pintanya penuh harap. Raut wajahnya tampak begitu menyedihkan.

Karena Sehun tidak menjawab permohonannya, Hyeri pun berlutut dan memegang kedua kaki lelaki itu. “Aku mohon, Oppa,” ulangnya sekali lagi dengan kepala mendongak. Raut wajahnya masih sama seperti yang lalu. Malah lebih menyedihkan lagi.

Sehun mendengus dan memijat pelipisnya yang mulai terasa sakit, ”Kepalaku sakit. Jadi jangan menambah bebanku lagi. Kau hanya perlu menikah dengannya, menurutku itu bukan lah hal yang sulit. Dan aku yakin kau akan bahagia jika sudah menikah dengannya. Asal kau tahu saja, dia bukan orang sembarangan dan kau adalah wanita yang beruntung karena bisa membuatnya tertarik padamu.” Pelan-pelan Sehun menghela napas, “Yang jelas dia sangat kaya. Jika kau menikah dengannya, maka utangku akan lunas dan semua balas budimu padaku sudah terbayarkan.” Jelasnya lebih detail dan ia tidak mau tahu akan respon Hyeri selanjutnya.

Maka tanpa mau mendengar renggekkan Hyeri lagi, Sehun pun menyingkirkan tangan Hyeri dari kakinya. Kemudian berjalan, meninggalakan Hyeri sendiri dan masuk ke dalam kamarnya. Pastinya masih dengan langkah yang terhuyung-huyung.

Hidup Sehun selalu digandrungi mafia dan gangster. Lelaki yang sempat Sehun sebut-sebutkan tadi pasti lah ketua dari mafia atau tidak gangster. Kakak lelakinya itu sudah terlalu sering berurusan dengan orang-orang semacam itu.

Lalu, siapa lagi yang ingin meminjamkan Sehun uang kalau bukan seorang mafia mau pun gangster?

Wu Yi Fan. Hyeri tidak akan sudi menikah dengan lelaki itu. Sekali pun ia tak pernah bertemu dengan pemilik nama itu. Dan Sehun benar-benar jahat karena telah menjadikannya barang tebusan untuk membayar semua utang-utangnya.

Tangisan Hyeri pecah dan ia mulai terduduk lemah. Kalau saja orang tuanya tak bangkrut, ia tak akan dititipkan pengacaranya pada Sehun.

Baru tiga bulan Hyeri tinggal bersama Sehun, tapi lelaki itu telah membuat hidupnya persis seperti di neraka.

 

***

 

Gangnam, Kantor Polisi. Pukul 13.30 waktu setempat.

Baekhyun keluar dari gedung kantor polisi dan berjalan ke pelataran parkir tempat di mana mobilnya terparkir. Sebelum ia benar-benar pergi dari tempat itu, lelaki itu menyempatkan diri dulu membuka bagasi belakang mobilnya dan memeriksa semua barang yang akan ia bawa ke Jinan.

baekhyun1-1

Bagasi mobilnya terbuka dan di dalamnya terdapat banyak sekali boneka berukuran cukup besar. Entah lah mengapa ia ingin sekali membawa boneka-boneka itu, yang jelas boneka itu akan selalu membuatnya mengingat sosok yang paling ia cintai walau raga dan jiwa orang tersebut tidak berada di sampingnya. Setidaknya dengan membawa boneka-boneka itu Baekhyun akan merasa bahwa orang yang dicintainya itu akan senantiasa menemani harinya.

Siang ini, bukannya Baekhyun kurang kerjaan datang ke kantor polisi tanpa tujuan. Dia datang ke tempat itu masih bermaksud meminta laporan yang sama, tentang kekasihnya yang hilang lima tahun yang lalu. Tapi saat ia datang dan meminta laporan atas kasus orang hilang, jawabannya masih tetap sama, tidak ada tanda-tanda di mana keberadaan wanita yang sudah ia cari-cari selama lima tahun terakhir ini, dan pihak aparat kepolisian nyaris menutup laporan yang ia ajukan itu. Tentu saja Baekhyun tidak terima, berapa pun akan ia bayar asalkan polisi-polisi tersebut tetap menindak lanjuti laporan yang sudah ia ajukan. Kekasihnya harus kembali dan Baekhyun rela melakukan apa pun asalkan wanita itu dapat kembali ke pelukannya.

Tatapan Baekhyun tampak miris ketika pandangannya terpaku pada boneka-boneka itu. Pikirannya melayang di mana saat ia sering menghabiskan waktunya bersama kekasihnya. Seorang wanita bemata bulat dengan lesung pipit di kedua pipinya semakin membuat kesedihan lelaki itu membuncah setiap mengingat wajah wanita itu lagi. Jelas, rasa cintanya pada wanita itu tidak bisa diukur dari luasnya muka bumi ini.

Segala cara telah Baekhyun lakukan untuk menemukan kekasihnya yang hilang itu. Namun sampai sekarang hasilnya masih saja nihil. Semuanya terasa sia-sia.

Getaran ponsel di saku blazernya membuyarkan Baekhyun dari lamunannya bersama seorang wanita yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri. Baekhyun yang sudah tersadar segera memasukan tangannya ke dalam saku blazernya, lalu berjalan ke arah depan mobil dan setelah itu mengangkatnya.

“Halo?” jawabnya pelan. “Ya, aku sedang dalam perjalanan. Kau tunggu saja, sebentar lagi aku akan tiba di Jinan,” lanjutnya kemudian dan menutup sambungan telepon tersebut.

Baekhyun membuka pintu kemudi dan masuk ke dalam audi hitam miliknya. Ketika ia hendak menghidupkan mesin mobilnya, entah mengapa tiba-tiba saja dia seperti melupakan sesuatu. Jadi dia berpikir sejenak dan kemudian pikiran terhenyak ke bagasi mobilnya. Sepertinya bagasi mobilnya belum tertutup sewaktu ia mengangkat panggilan telepon tadi.

Maka Baekhyun keluar dari mobilnya dan memeriksa bagasinya. Begitu ia melihat bagasinya, tidak ada yang salah, bagasi itu sudah tertutup. Apa ia lupa kalau ia sudah menutupnya sejak tadi? Tidak, tidak, Baekhyun tak mungkin lupa. Perasaannya, ia sama sekali belum menutup bagasi mobilnya. Tapi yasudah lah, ia tak ingin membuang-buang waktu terlalu lama. Sekarang ini Park Chanyeol, teman kecilnya yang memang menetap di Jinan sudah menunggunya di kota kecil tersebut.

Tanpa mau berlama-lama lagi, Baekhyun pun masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mesin mobil itu. Dan mobilnya kini telah berbaur dengan kendaraan lainnya di jalan raya kota Seoul.

 

***

 

Gangnam, Rumah Wu Yi Fan. Pukul 14.00 waktu setempat.

“Apa kau memang sudah terlahir idiot?!” tanya lelaki bertuksedo hitam itu dengan nada sarkartis, juga volumenya cukup tinggi.

Sehun, lelaki yang mengenakan hoodie berwarna biru tua itu hanya dapat terdiam dan menundukkan wajahnya dalam-dalam

Wu Yi Fan, lelaki bermata tajam, pemilik rahang kokoh dan hidung mancung itu juga memiliki bibir yang terbilang cukup menawan. Wajahnya bisa dinyatakan sempurna dengan tinggi badan 188cm dan fisiknya benar-benar tanpa cela. Rambutnya yang berwarna kecoklatan semakin menambah kesan yang mendalam pada fisik sempurnya tersebut.

wu-yifan-kris

Di dalam ruang kerja Yi Fan, hanya ada dirinya dan Sehun. Sesaat ketika Sehun datang dengan melaporkan hal yang benar-benar darurat, entah bagaimana emosi Yi Fan tersulut. Pada saat marah seperti itu, Yi Fan akan menjelma menjadi orang yang sangat kejam. Padahal sebelumnya, Yi Fan selalu bisa mengontrol emosinya dan akan senantiasa menampakkan sisi ketenangannya, tapi untuk kali ini ia tak bisa karena laporan yang baru saja Sehun sampaikan telah berhasil menunjukkan sifat aslinya, yaitu ringan tangan dan gampang termakan emosi.

Satu pukulan keras mendarat tepat di ujung bibir Sehun. Kontan wajah Sehun memaling dan darah segara mengalir sedikit dari ujung bibirnya. Yi Fan adalah lelaki yang ringan tangan, dia rela memukul siapa saja hanya karena orang tersebut telah lalai menjalankan semua tugas yang ia berikan.

Yi Fan memandang Sehun berang, “Bagaimana bisa dia hilang?!”

Sehun menghela napas berat. Tak sedikit pun ia mau membalas tatapan Yi Fan. “Maaf, Tuan Wu. Ini karena saya tidak terlalu waspada dalam menjaganya selama perjalanan menuju rumah Anda. Tapi akan saya pastikan, segera saya akan menemukannya kembali,” jelasnya meyakinkan.

Dengusan meremehkan keluar dari mulut Yi Fan, “Tidakkah kau tahu bahwa kau itu kakak yang tidak berguna baginya? Kau tega mengorbankan adikmu hanya demi melunasi utang-utangmu padaku. Bagiku, kau hanya membebankan dirinya saja. Kau meminjam uang ke sana ke mari hanya untuk berjudi dan membeli obat-obatan terlarang.”

Ya, itu benar. Sehun pengangguran dan tidak ingin bekerja apa pun selain hanya berjudi. Baginya, berjudi sudah bisa memberinya cukup uang. Setiap tahun ia hanya berjudi dan menjual obat-obatan terlarang dari para mafia, dan dengan itu saja dia sudah mampu bertahan hidup selama bertahun-tahun semenjak ia tidak lagi tinggal satu atap dengan orang tuanya.

Sehun tersenyum miris seraya mengatakan, “Setelah kau menikah dengan adikku. Aku berjanji akan menyerahkan seluruh hidupnya padamu asal kau tetap terus membiayaiku.”

“Itu hal yang gampang. Yang terpenting sekarang kau harus berhasil menemukan gadis itu. Kalau tidak, aku akan membunuhmu,” ancam Yi Fan. Pernyataannya tadi tidak main-main dan ia sudah terkenal dengan sebutan si tangan besi, maka tak ayal baginya untuk membunuh Sehun kapan pun ia mau.

Selesai setelah itu, Yi Fan berjalan angkuh, keluar dari ruang kerjanya sendiri dan meninggalkan Sehun sendiri di dalam ruangannya itu.

Sehun terdiam dan mulai berpikir. Kalau saja Yi Fan tidak tertarik pada Oh Hyeri, dia tidak tahu apalagi yang bisa membayar semua utang-utangnya. Sama sekali ia tidak memiliki harta yang berharga untuk dapat ia berikan pada lelaki itu. Untungnya, saat tanpa sengaja Sehun dan Yi Fan bertemu Hyeri di Cafest Mochalatte, pada saat itu Yi Fan mengatakan pada Sehun bahwa ia tertarik dengan saudari perempuannya itu.

Kedua tangan Sehun mengepal kuat di sisi tubuhnya. Ingatannya kembali di mana saat ia diusir oleh kedua orang tuanya. Tepatnya pada saat itu usianya masih menginjak tujuh belas tahun.

“Ada yang ingin kusampaikan, Sehun,” ujar lelaki paruh baya dengan rambut yang hampir seluruhnya memutih.

Sehun tetap enggan membalas tatapan ayahnya. Dan karena Sehun tetap diam saja, lelaki paruh baya itu pun melanjutkan perkataannya lagi, “Kau bukan anak kandung kami.”

Beberapa penggal kata itu sukses membuat Sehun terhenyak untuk beberapa saat sebelum kemudian ia mengumpulkan semua nyawanya lagi. Mencoba menelaah bahwa yang ia dengar barusan itu tidak lah benar. Tapi ayahnya yang diam saja sembari mengangguk, melunturkan semua keyakinannya, ternyata yang ia dengar barusan memang benar adanya.

“Pantas saja kalian tidak pernah menyayangiku semenjak Hyeri lahir.” Seakan tidak terkejut, Sehun mengutarakannya dengan nada cukup tenang.

Ayahnya membelalak, tidak percaya. “Siapa yang tidak menyayangimu? Kami terlalu sering memerhatikanmu tapi kau selalu membuat keluarga ini malu.”

“Malu katamu?” tanya Sehun tak percaya, “Mana lebih malu dengan pernyataanmu barusan? Setelah Hyeri lahir, kalian baru mengatakan padaku bahwa aku ini bukan lah anak kalian. Apa kau tidak merasakan sakit hati yang baru saja kurasakan? Ah tidak, bukan barusan tapi sudah sering kurasakan!” serunya kuat-kuat.

Rasa malu keluarganya tidak sepadan dengan sakit hati yang sering sekali ia alami. Dia tahu, dirinya diadopsi dari panti asuhan pasti hanya untuk pancingan agar ibunya dapat hamil. Dan ternyata memang benar, saat usianya lima tahun ibunya berhasil hamil dan anak kandung mereka yang lahir itu adalah Hyeri.

“Maafkan kami jika kau merasa seperti itu. Tapi kami berani bersumpah, kami sangat menyayangimu Sehun. Pada saat kau masih berusia lima bulan, kami datang ke panti asuhan dan ibumu sudah jatuh hati padamu, maka itu ia ingin membesarkanmu dan mengadopsimu,” ayahnya mencoba untuk menjelaskan lebih detail.

Pernyataan ayahnya barusah bukan lah hal yang mengejutkan bagi Sehun. Anak adopsi katanya? Pantas saja orang tuanya lebih menyayangi Hyeri dan dirinya tidak ada mirip-miripnya dengan gadis itu mau pun orang tuanya. Intinya, kedua orang tua yang selama ini ia kira memang orang tua kandungnya ternyata hanya orang tua angkat. Dan itu tidak lebih!

Malah sebaliknya, orang tuanya juga tak pernah menganggapnya sebagai anak kandung. Terbukti dari kata-kata orang tuanya barusan. Mereka malu pada tindakkan Sehun yang suka mabuk, berjudi dan menjual obat-obatan terlarang. Dan dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya bukan anak kandung mereka.

Dengan itu saja, Sehun sudah dapat menyimpulkan bahwa orang tuanya telah menyatakan bahwa anak yang mereka punya saat itu hanya lah Hyeri saja. Dia sudah tak dianggap lagi. Bahkan selang beberapa hari, Sehun telah diusir dan dicoret dalam daftar keluarga.

Hati Sehun memanas saat ia harus mengingat-ingat itu lagi. Dia bersumpah tak akan pernah menyayangi adik angkatnya itu. Tidak akan pernah! Rasa bencinya lebih mendominasi pada gadis itu.

Sehun kembali ke realita. Sesudah itu ia menghela napas dalam-dalam sebelum akhirnya keluar meninggalkan ruangan Wu Yi Fan yang didominan berwarna maskulin.

 

***

 

Wu Yi Fan bukan lah mafia atau gangster yang seperti Hyeri pikirkan. Lelaki itu adalah pengusaha muda dan cukup terkenal di Beijing, China. Perusahaannya yang bernama Wu Crop. sudah membangun banyak cabang di berbagai negara Asia. Salah satu cabangnya terletak di daerah Gangnam kota Seoul.

Perusahaannya awalnya berkerja dalam bidang elektronik, dan sekarang sudah mulai bergerak lagi di bidang lainnya, seperti membuka mall, hotel, industri pertambangan dan lain-lain. Wu Yi Fan, nama itu tercatat sebagai orang terkaya nomor 10 di dunia.

Yi Fan berdiri di balkon rumahnya yang besar, megah dan mewah itu. Besi pinggiran balkon itu terbuat dari mas murni asli yang dipadankan dengan campuran perak asli. Matanya menerawang ke bawah dan beberapa detik kemudian pikirannya sudah melayang, tepat saat pertemuan pertamanya dengan gadis bernama Oh Hyeri.

Di Cafest Mochalatte, Yi Fan dan Sehun duduk berhadapan di sebuah meja yang letaknya tepat di samping kaca etalase kafe. Mereka berbicara mengenai pinjaman uang yang ingin Sehun pinjam pada Yi Fan. Ketika mereka asyik berbicara, salah satu pelayan kafe di sana menawarkan buku menu pada keduanya dan menyapa mereka dengan sangat sopan.

“Menu spesial hari ini adalah ayam isi kimchi. Itu menu terbaru di kafe ini,” kata gadis berambut hitam dengan kuncir kuda itu.

Sehun menoleh setelah mengetahui siapa pemilik suara itu dan tatapannya segera beradu dengan gadis berkulit putih susu dan bermata bulat itu. Gadis pemilik senyum manis itu pun terpaksa menghentikan senyumannya dan menggantinya dengan raut wajah panik yang tak keruan.

“Siapa yang menyuruhmu bekerja di sini?” tanya Sehun tak suka pada Hyeri―gadis pelayan yang mengenakan baju serupa dengan pelayan wanita lainnya.

Tak sedikit pun Hyeri membalas tatapan Sehun. Wajahnya terus saja tertunduk. “Aku hanya ingin bekerja, Oppa. Kita perlu uang untuk menopang hidup,” ujarnya pelan dan takut-takut.

Yi Fan yang sejak tadi diam saja menyaksikan pembicaraan gadis itu dan Sehun, kini mulai tersenyum simpul seraya berkata, “Angkat lah wajahmu. Aku ingin melihatmu,” walau suaranya terdengar lembut. Siapa pun juga tahu bahwa yang tadi baru saja ia ucapkan bukan sebuah permintaan melainkan sebuah perintah.

Ragu-ragu Hyeri meluruskan wajahnya dan pandangannya bertemu dengan Yi Fan.

tumblr_lvgi230UEL1qccg08

Cantik. Satu kata itu langsung terukir di benak Yi Fan. Dan entah mengapa ia memiliki hasrat untuk mengenal gadis itu lebih dekat. Gadis itu memiliki fisik nyaris sempurna dan sifat pemalu serta lugunya serta-merta membuat Yi Fan harus mengakui bahwa ia langsung tertarik pada gadis bermata indah itu, meski pun hari itu adalah pertemuan pertama mereka.

Yi Fan langsung terkesiap ketika Hyeri memandangnya dengan bingung. Sama sekali dia tak sadar bahwa dirinya hampir dua menit memandangi wajah Hyeri yang cantik.

Yi Fan berdehem, “Jangan dengarkan katanya. Lanjutkan saja pekerjaanmu. Aku ingin memesan menu spesial hari ini untuk dua porsi. Untuk minumnya, apa yang kau suka pasti aku juga akan suka.” Kata-kata itu lebih menjuru untuk menggoda Hyeri, namun gadis itu masih terlalu polos untuk sekedar sadar dengan perlakuan Yi Fan barusan.

Karena sadar bahwa gadis itu tidak terlalu menanggapi semua kata-katanya, Yi Fan pun bertanya, “Siapa namamu?” pandangannya tak pernah lepas menatap Hyeri.

Hyeri bergumam dan sedetik kemudian ia menyadari lelaki itu tengah bertanya kepadanya, “Oh Hyeri,” balasnya singkat. Tanpa senyuman. Bahkan raut wajahnya datar.

“Apa kau adik dari Oh Sehun? Sepertinya kalian dekat.”

Mendengar pertanyaan Yi Fan serta-merta membuat Sehun dan Hyeri menjadi tak enak.

Sehun menoleh kepada Hyeri lagi dan menyuruh Hyeri pergi dengan menunjuk dagunya ke arah lain. Yang melihat itu, Hyeri pun menunduk dan lekas pergi tanpa menjawab pertanyaan Yi Fan lagi.

“Seharusnya kau tak menyuruh gadis itu pergi tanpa izin dariku,” nada bicara Yi Fan terlampau dingin sampai-sampai Sehun bergidik mendengarnya. Tatapannya juga tak kalah dingin daripada ucapannya.

Tahu kalau Yi Fan tak suka atas tindakkannya barusan yang menyuruh Hyeri pergi padahal pada saat yang lalu Yi Fan masih bertanya pada gadis itu, Sehun pun segera menunduk meminta maaf.

“Aku tertarik padanya,” satu kalimat itu berhasil membuat Sehun menatap Yi Fan bingung.

“Siapa yang Anda maksudkan?” hanya untuk memastikan, Sehun mulai bertanya.

“Gadis itu. Gadis yang baru saja kau suruh pergi tanpa seizinku. Dan dia memiliki marga yang sama denganmu.” Mata Yi Fan tidak pernah lepas memandang Hyeri yang kini sudah berada di meja pelanggan lain. Sama seperti yang ia lakukan tadi saat melayani Sehun dan Yi Fan, memberi buku menu dan mencatat pesanan para pelanggan.

“Dia hanya adik angkat saya,” ujar Sehun lemah dan ia mengikuti arah pandang Yi Fan, melihat gerak-gerik Hyeri yang kini bertambah sibuk melayani para pelanggan. Jumlah pelanggan di kafe itu semakin membludak.

“Sepertinya utangmu akan terlunaskan bila gadis itu menjadi milikku,” kata itu menutup akhir bayangannya tempo hari.

Yi Fan mendesah setelah ia kembali ke realita. Karena pertemuan pertamanya dengan Hyeri membuatnya tidak bisa untuk tidak terus mengingat setiap lekukan wajah gadis itu. Wajah gadis itu itu nyaris memenuhi setiap harinya. Dan Yi Fan memang benar-benar tertarik padanya. Wajah gadis itu mengingatkannya pada seseorang, seseorang yang dulunya pernah hadir dan menghiasi hidupnya.

 

***

 

Pukul delapan malam Baekhyun tiba di Jinan. Lelaki itu memberhentikan mobilnya di depan sebuah rumah minimalis dan bercat putih. Begitu ia turun dari mobil, seorang lelaki berbadan tinggi menghampirinya lalu memeluknya dengan rasa rindu yang bila dilihat-lihat terlalu berlebihan.

Baekhyun membalas pelukan lelaki berbadan tinggi itu dan mereka sama-sama tersenyum.

“Sudah lama sekali kau tidak ke Jinan. Terakhir kau kemari saat enam tahun lalu sebelum hilangnya Soyeon.” Chanyeol, lelaki berbadan tinggi dengan rambut yang agak mencuat itu mengatakannya terlalu antusias sampai-sampai tanpa sadar ia telah mengungkit hal itu lagi. Hal yang selalu membuat Baekhyun bersedih setiap kali mengingatnya.

chanyeol_2

Seakan sadar, Chanyeol mengganti senyum sumringahnya dengan terdiam dan mengatup bibirnya rapat-rapat. Kemudian ia melepaskan pelukannya dan sudah mendapati wajah murung Baekhyun.

“Maafkan aku, Baekhyun. Aku tidak sengaja mengucapkannya,” sesal Chanyeol kemudian. Matanya menatap Baekhyun cemas.

Baekhyun memaksakan sebuah senyuman dan meyakinkan Chanyeol bahwa ia baik-baik saja, “Tidak apa-apa. Jangan kahwatir. Sebelum ke sini aku juga sudah mendatangi kantor polisi dan meminta keterangan atas laporanku lima tahun yang lalu.”

Chanyeol mengangguk berulang kali dan ia mengigil saat angin malam musim semi di kota Jinan meniup-niup tengkuknya, “Udara begitu dingin. Ayo, kita masuk,” ajak Chanyeol. Kedua tangannya ia masukan ke dalam saku celananya.

“Kalau di Seoul meski pun ini musim semi, malam di sana tidak pernah sedingin di Jinan,” Baekhyun tertawa pelan, mencoba mencairkan atmosfer canggung di antara mereka.

Bahu Chanyeol mengendik dan ia hanya tersenyum simpul, “Barang-barangmu di mana? Apa perlu aku membantumu untuk membawanya masuk?”

“Tentu saja. Tolong bawa koperku. Koperku berada di jok penumpang,” ujar Baekhyun sembari menunjuk pintu mobilnya. Pernyataan Baekhyun dibalas anggukan paham oleh Chanyeol.

Chanyeol berjalan menuju pintu penumpang dan mengambil semua barang-barang Baekhyun yang berada di sana, sementara Baekhyun membuka bagasinya lebih dulu dan berniat mengambil boneka-bonekanya. Boneka itu milik Soyeon, kekasih Baekhyun yang telah hilang lima tahun yang lalu. Mungkin dengan membawa itu, Baekhyun akan merasakan kehadiran Soyeon di sisinya.

Setelah bagasi terbuka, oh betapa terkejutnya Baekhyun mendapati seorang gadis tengah tergeletak di antara boneka-boneka miliknya. Kontan lelaki itu menjerit dan nyaris terjengkang.

Chanyeol yang mendengar teriakan Baekhyun segera berlari menghampiri lelaki itu dan bertanya apa yang terjadi. Sama halnya, Chanyeol yang melihat seorang gadis tengah tertidur di dalam bagasi itu pun merasa dikejutkan juga.

Siapa gadis berambut hitam dengan baju mini dress simple berlengan panjang dan berwarna putih itu?

 

 

―TBC or END?―

Ayo… lanjutan FF ini masih tergantung pada readers. Dan saya nyatakan FF Vampire Planet berhenti update, sebab SIDERS mencuat di FF itu. selain SIDERS, saya juga kayaknya gak bisa update FF fantasy soalnya Alhamdulillah saya keterima di UNIV Negri, takutnya gak kebayaran tulisan saya. hehehe

Oke komen saya tunggu loh. Saran dan Kritik aku terima

Oh ya, saya menggunakan visual Yoona SNSD karena dia cocok menggambarkan peran Hyeri yang lugu.

Advertisements

40 responses to “Don’t Say Goodbye #Part 1 of 4 – by Choi Yura

  1. ya ampunn,,sehun jadi jahat ya dsini???
    main cast nya baekhyun???penasaran apa kaitannya sma hyeri dsni,
    dtungguin deh,,aduh,sbnrny gk kuat klau kris udh jdi yg pling berkuasa, auranya kuat bgt,,
    yg jelas dtungguin nextnya,keepw riting yaaa

  2. Biasanya kn sehun itu jd anak baik2 tp dsini malah kbalikannya, jd pnasaran klanjutannya
    Si yi fan cocok bgt ama karakter d ff ini
    Next part jgn lama2 ne chingu…
    Btw chukkae ne udah keterima d univ negeri

  3. kirain karakter yifan jadi orang jahat gitu ternyata baik-baik tapi ada jahatnya ya….. itu maksudnya orang yang baekhyun cari sama orang di masa lalunya yifan sama gak si?? Kok perasaan kaya ada keterkaitan ya? Eh kok jadi sok tau hahaha

  4. aduhh penasaran sama yang sebenarnya terjadi sama Sooyeon. Oke, Sehun. Saya gak tahu kenapa kamu jadi perannya jahat kayak gini! Oh ya ampunnnnnn

  5. aduhhh disini oseh kejam banget, ngeriii ihh ,omg my bacon jadi main cast utama betapa senang nya, yi fan ocok banget sama karakternya di sini kak yura,okeh di tunggu klnjutan efef nyaFIGHTING

  6. Lnjuuut kren bgt… Mas yi fan loh ganteng bgt. N bru klu nu kn sehun jd jhat gtu wkkkkkk… Pgn bca klnjutannya

  7. Wah baguss, kirain yg dicari baekhyun itu hyeri ternyata bukan. Tapi perannya sehun disini 180° beda sama yg aslinya yah wkwkwk

  8. Sehunnya pengen tak jambakk -.- tp yaa emg g adil si dgtuin.. Hrsnya inget jg sm sehun..
    Btw tp ini kejam bgt jual adiknyaa..
    Ntar cinta segi3?
    Next 🙂

  9. yampun jadi sehun itu anak angkatnya keluarga Oh pantes sehun benci bngt sama hyeri, itu yg ada di bagasi mobil baekhyun Hyeri yaa?
    penasaran bgt Ditunggu nextnyaaa

  10. Pasti itu hyeri kan yg dibagasinya baek
    Asli hun sebenernya gue kesian pake banget ama lo tapi lo jangan nyampe kayakgitu juga dong gitu” dia juga masih adek lo kan yg jahat ortunya masa’ disangkutin ke anaknya juga sih
    Yaampun yi fan sanking kayanya ampe mikir semua bisa dibeli pake uang yaa
    Itu soyoen kemana koq bisa menghilang gitu
    Ditunggu banget ini next chapnya
    Tapi koq vampire planet didiscontinue siih padahal aku udh penasaran banget looh lanjutannya tapi terserah km juga sih
    Selamet yaa udh keterima di universitas yg kamu pilih

  11. yeahhh baekhyun cast utamanya…
    saya suka saya suka 😀
    sehun jahat bgt sih…
    kasian hyeri nya, dia pasti tersiksa….
    ahh ada kris juga, jadi makin kangen ama abang yifan….
    emang kekasihnya baekhyun hilang kmn??? n knp kq bisa hilang…
    itu yg di bagasi mobilnya baekhyun jangan2 hyeri lagi…

    next chapter…
    keep writing 🙂

  12. Ommo,,ya kok vampire planet nya dah brenti,,pdhal aq udah nunggu2 kpan d pos lgi,,,hhuufffttt ya lnjutin dong plisss,,,kn syang pdhal udah pos 2 part anggap aj dah setengah jlan,,
    Pliss lnjut ya,,^^
    n buat ni ff huummm,,,msih lom ngeh krna masalah nya msih lom jelas t’utama bagian baek,,tpi klo yeri n sehun sih aq udah ngerti mslah nreka,,,

  13. critanya kereeeeen
    sehun jahat bgt sih masa jual adik sendiri…
    itu yg d mobil baekhyun hyeri bukan
    next d tunggu

  14. saengi apa ini juga terinspirasi ama lagunya davinchi don’t say goodbye coz aku ngrasa rada” mengarah kesana
    dan agak meluas aja ceritanya
    tapi mungkin alurnya juga berbeda dan semoga juga endingnya berbeda ama yang di mv ya
    tapi aku gk bilang ini mirip mv davinchi so jangan salah paham ne

    okelah lanjut next partnya ya

  15. Thehun-nie kamu kok jahat sih? Kasihan tuh Hyeri..
    alurnya keren dan menarik,good job~♡
    Ditunggu next chapternya ^^

  16. sehun jahat banget si, udah gitu kaya preman lagi.
    vampire planet distop ka? yaahh sedih deh padahal aku nungguin itu. yang ini jangan sampe distop ya ka nanti aku kapook lagi bacanya. next chapternya semangat ka!!

  17. ini lanjutnya kapan kak?
    itu si hyeri disini jd reinkarnasinya si soyeon yaa ?
    bener ga ? hhe nebak ajasih.

  18. Woah ceritanya menarik nih thor…
    Ku kira Kris seorang mafia, ternyata pengusaha XD
    Si sehun jahat amat jual adik (meskipun bukan kandung) nya ke Kris-___-
    Ditunggu kelanjutannya thor

  19. next chap unni 🙂 kok pacarnya baekhyun bisa ilang kok?? dia ilang knpa? next yaa

  20. wah kejam amat si Sehun..
    jadi yeojachingu nya baekhyun menghilang? jadi inget drama secret love waktu kekasihnya Min hyuk (ji sung) menghilang…hehe…
    author fighting!!! ditunggu next nya 🙂

  21. Yaampun yaampun sehun jahat banget sihhhh… parah banget ituh.-.
    Tapi cast utamanya baekhyun kan?baekhyun kan? Yayaya hhe^^
    Cewe yg dibagasi hyeri kah?
    Ditunggu nextnya fighting^^

  22. wah sehun bener2 disini ckck
    keren2 !!
    kasian baekhyun nunggu ampe 5 taun gtu , emng kemana si cewenya ?
    hyeri kah itu ?
    selamat yaaa say . semangaatt ^^9

  23. Seandainya hyeri sama yi fan. Kalau hyeri salah apa yi fan bakalan ringan tangan juga ya?
    Si sehun jadi kriminal banget deh.
    Yg di bagasi pati itu hyeri yg lagi kabur dari sehun. Lanjut deh kak….
    Bener-bener nggak bisa lanjut ya kak vampir planetnya? Padahal suka banget sama ff itu. Ya aku mah apa? Cuman reader, semuanya kan terserah yg nulis. Sayang banget kalau nggak dilanjutin.

  24. Yahh authornimm enggak update vampire planet lagii huhuhuhu
    Cerita inii seruu nii authornim
    Ditunggu kelanjutannya me
    Fightinggg

  25. seruuu!! menarik krna disini ada dua cerita. aku penasaran bgt kenapa pacarnya baek ilang? trs cewe yg di bagasi itu siapa? aneh bgt tp lanjuuttt!!! 😀

  26. Lanjut donk,menurut q bagus koq,aq suka…apalagi castnya Baekhyun hehe
    Oh iya bolehkah aku kasih saran dikit,kalo nanti lanjut alurnya jangan cepet2 yaa,dibikin Baekhyun sama Hyeri pelan2 atja saling menyukainya…biar seruu dan bikin penasaran hehe….
    Semangat yahh author 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s