Love Story ( This Is Love )—9

Title: Love Story ( Reason of Love )
Cast: Park Min Gi || Oh Sehun
Other Cast: Park Chanyeol, Park Ji Wo
Genre: Married Life, Friendship
Rating: PG-18
Lenght: Series
Story By Me @imlalla_99

***

Oh Family House, 20.30 PM

Luhan dan Ra Neul tengah berada diruang keluarga, mereka sedang mengerjakan tugasnya masing-masing. Sesekali RaNeul bertanya pada Luhan dan Luhan menjawabnya.
Luhan merenggangkan ototnya, dan mematikan Laptopnya. Sedangkan RaNeul masih mengerjakan banyak hal.
“Belum selesai juga?” RaNeul mengangguk kecil, tanpa menoleh pada Luhan.
“Ku temani kau sampai selesai..” Tangannya mengelus rambut RaNeul dengan sayang, RaNeul menggeleng.
“Tidak usah. Kau istirahatlah, aku tidak apa-apa sendirian.” Luhan mengernyit, dia masih memandangi RaNeul yang sepertinya mulai menjauhi dirinya sedikit demi sedikit.
“Aku tetap akan menunggumu hingga selesai.” RaNeul mengangkat bahunya acuh, membuat Luhan benar-benar yakin ada yang berbeda dengan kekasihnya ini. Kemana manjanya RaNeul? Dia merasa kehilangan sekarang.
.
.
.
“Kau ada masalah?” RaNeul menggeleng lalu merapikan buku-bukunya, dan berdiri dari duduknya.
“Aku selesai, aku tidur duluan~” Luhan tersenyum miris, akhirnya akan menjadi seperti ini kan? Dia mengusap wajahnya kasar, ini bahkan sedang menjalani masa pacaran. Tapi, sudah menjadi seperti ini, entah bagaimana jika mereka berumah tangga seperti Sehun dan Min Gi?
Ini semua karena Mama-nya yang tidak bisa memberi izin padanya untuk menikah dengan gadis Korea. Saat menjenguk Orang tuanya pun, RaNeul hanya menunggu di Hotel. Sebenarnya, Luhan sudah dijodohkan dengan Gadis China pilihan Mama-nya. Dan Luhan langsung menolak perjodohan ini, karena dia sudah memiliki Gadis pilihannya sendiri. Dia sangat mencintai RaNeul, sampai kapanpun.
.
.
.

Coffee Bean, 09.30 AM

RaNeul menghela nafasnya melihat jam dinding di Kafe, kenapa lama sekali gadis itu datang? Apa dia mempermainkannya? Dia tidak siap untuk mengikuti permainan saat ini, hatinya sedang bimbang.
“Maaf aku terlambat!” Cicit gadis yang lebih muda darinya, RaNeul mengendikan dagunya mengisyaratkan gadis itu untuk duduk. Dengan patuh, gadis itu duduk dikursi tepat didepannya.
“Ada apa? Aku sedang tidak mood untuk bermain-main!” Ujarnya dingin, gadis itu meneguk berat ludahnya.
“Eumm, RaNeul-ssi sebelumnya aku ingin meminta maaf karena sifatku selama ini.” Mata RaNeul menyipit, sejak kapan seorang Park Min Gi meminta maaf?
“Apa?” Gadis itu—Park Min Gi tersenyum ragu, sedikit menyelipkan rambutnya dibelakang telinga.
“Waktu itu, aku kan tidak tahu kalau kau adalah sepupu dari Sehun. Jadi, yaa maafkan aku eo?” RaNeul tertawa mendengarnya, lalu menatap tajam pada Min Gi.
“Sudahkan? Lalu bagaimana dengan hubungan kalian? Apa baik-baik saja? Kenapa kau begitu penting untuk keluarga itu, cih!” RaNeul berdecak kesal, dan memutar bola matanya kesal. Min Gi merasa jika RaNeul sedang memiliki masalah, mungkin saja dia tidak mood membicarakan hal apapun.
“Maafkan aku, tapi eum boleh aku tahu sesuatu?” RaNeul memejamkan matanya erat, harusnya mereka jangan bertemu disaat mood-nya memburuk seperti ini. Oke, dia tahu Min Gi gadis baik, tapi jangan sekarang ku mohon!
“Apa maumu?” Ketusnya, dia berusaha bersikap biasa. Tapi, karena suasana hatinya yang kacau, hanya nada suara itu yang keluar.
“Eum, boleh aku tahu sejak kapan Sehun mengenalku? Kenapa sepertinya banyak sekali yang dia sembunyikan dariku?” RaNeul tersenyum kecil.
“Kenapa kau tidak tanya langsung saja padanya?” Min Gi tertegun, benar juga ya?
“Daripada kau bertanya pada orang lain yang belum tentu menceritakan yang sebenarnya kan? Kenapa tidak tanya pada orangnya langsung?” Min Gi menelan ludahnya berat, dan RaNeul tersenyum sinis padanya.
“Anuu.. Tapi… Aku—”
“Hah sudahlah, aku sedang tidak mood. Jangan temui aku lagi, selama perasaanku masih kacau!” RaNeul beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Min Gi sendiri.
Dengan kesal Min Gi memukul kepalanya sendiri, “Pabboyaa~”
.
.
.

Oh Sehun Office 01.00 PM

Sehun menegakkan tubuhnya saat mendapati RaNeul memasuki ruang kerjanya, sedikit terkejut dengan kedatangannya.
“Ada apa eo?” Tanya Sehun pelan, matanya kembali mengecek pada dokumen dimejanya. RaNeul mengempaskan tubuhnya dikursi tepat dihadapan Sehun.
“Aku bosan~ temani aku jalan-jalan ya?” Pintanya sambil merengek, Sehun berdecak pelan.
“Aku sangat sibuk hari ini, lain kali saja!” RaNeul mendesah sedih, bibirnya mengerucut.
“Huhh~” Keluhnya, Sehun hanya menggelengkan kepalanya.
“Kau sudah baikan dengan istrimu kan?” Sehun mengangkat wajahnya, menatap RaNeul penuh minat.
“Eo, sedikit Neul… Kenapa?” RaNeul mendesah lagi, hanya Min Gi yang ada diotaknya.
“Kenapa tidak pulang ke rumah? Kau ajak dia tinggal dimana?” Kening RaNeul mengerut bingung.
“Oh itu, dirumah lama aku tinggal dengan Ji Wo. Dan dia tidak mau tinggal denganku, dia di apartemenku.”
“Apartement? Bukannya sudah lama tidak kau tinggali?” Sehun mengangguk pelan.
“Tapikan tempat itu selalu dibersihkan setiap hari, memangnya ada apa?” Tanya Sehun bingung, RaNeul menggeleng.
“Tidak, hanya bertanya saja!” Sehun berdecak kesal mendengarnya. “Tadi dia menemuiku…” Sehun tersentak, ada apa ini?
“Oh ya? Ada apa?” RaNeul mengangkat bahunya acuh. “Yak!! Katakan padaku Neull?” Namun Gadis itu masih berdiam acuh.
“Ck~” Percuma jika memaksa, gadis itu tidak akan menjawabnya dan itu membuatnya mendesah pasrah. Apa yang mereka bicarakan ya? Sehun bertekad akan menemui Min Gi setelah bekerja.
.
.
.

Luhan memandangi ponselnya sedih, sudah berkali-kali dia menghubungi RaNeul tapi sama sekali tak ada jawaban. Ada apa sebenarnya dengan kekasihnya itu? Luhan memijat pelipisnya yang berdenyut sambil menempelkan ponselnya ditelinga, menunggu jawaban dari RaNeul.
“Sam?” Kening Luhan mengerut melihat muridnya—Lee So Ra menyembulkan kepalanya di pintu kantornya.
“Apa yang kau lakukan disitu ha?” SoRa mengerucutkan bibirnya dan membuka lebar pintunya, dengan sebal gadis itu memasuki ruangannya.
“Sammm~ kenapa kau seketus itu padaku!” Ucapnya dengan kesal, Luhan menghela nafasnya mengamati pakaian yang dipakai SoRa.
“Karena kau benar-benar tak taat aturan Lee SoRa! Berapa kali harus ku bilang untuk memakai pakaian yang lebih pantas eo?” SoRa tersenyum kecil, dia sekarang memakai dress setengah pahanya dengan rompi.
“Ini fashion Sam~ apa kau tak tahu ini?” Luhan membiarkan gadis itu melakukan sesukanya, dia masih mencoba menghubungi kekasihnya.
“Kau sedang apa Sam?” Luhan tak menjawabnya membuat SoRa mengerucut sebal.
“Sam?” Luhan menatapnya sekilas, lalu tersenyum saat panggilannya dijawab.
“Kenapa baru diangkat?” Kening SoRa mengerut mendengar nada riang dari Luhan, siapa yang dihubunginya?
“Kita makan malam diluar ya? Ditempat biasa? Kau mau ku jemput?”
“Baiklah, jam 7 ku jemput. Oke, lanjutkanlah tugasmu. Eum,” Luhan mematikan sambungannya, sedangkan SoRa masih menatapnya penasaran.
.
.
.
“Kenapa tidak diangkat?” Sehun menatap sepupunya bingung, RaNeul menggeleng pelan lalu menaruh ponselnya dimeja.
“Ada masalah?” RaNeul mendesah pelan, menatap ponselnya yang masih berbunyi nyaring berkali-kali.
“Hanya sedang merasa jenuh!” Keluhnya, Sehun menatapnya dan mencoba menjadi pendengar yang baik.
“Pada Luhan?” RaNeul mengangguk, dikepalanya berkecamuk pikiran-pikiran tak menentu mengenai hubungannya.
“Kenapa?” RaNeul menatapnya dengan tatapan lelah dan sedih.
“Mungkin memang kami tidak ditakdirkan bersama, apalagi sampai sekarang belum ada kepastian mengenai hubungan kami. Sepertinya aku akan mengikuti saran dari orang tuamu untuk dijodohkan!” Sehun tertegun, baru kali ini dia melihat RaNeul mengeluh tentang hubungan cintanya dengan Luhan. Lelaki yang sangat digilainya, bahkan dia pernah dengar dia meninggalkan kekasihnya demi Luhan. Tapi sekarang?
“Kau yakin?” RaNeul mengangkat bahunya, “Pikirkan dulu Neul.. Jangan gegabah seperti aku. Sangat sulit untuk memperlihatkan kebenarannya pada seseorang. Pikirkan saja dulu!” RaNeul mengambil ponselnya, menekan tombol jawab.
“Halo?”
“Kenapa baru diangkat?”
“Ponselku ditas, aku sedang mengerjakan tugas. Ada apa?”
“Kita makan malam diluar ya? Ditempat biasa? Kau mau ku jemput?”
“Ya? Baiklah. Terserah kau saja!”
“Baiklah, jam 7 ku jemput. Oke, lanjutkanlah tugasmu. Eum,”
“Iya…” Dia meletakkan ponselnya lagi dan menatap Sehun yang mengamatinya.
“Kau sudah yakin?” Tanya Sehun lagi, RaNeul mengangguk kecil.
“Ya, ku fikir ini yang terbaik untuk kami.” Sehun ikut mendesah pasrah, semoga RaNeul tidak salah jalan seperti dirinya, dia hanya bisa mendukung apa yang dijalankan RaNeul.
.
.
.

Sehun’s Apartement 02.00 PM

Dengan lega Min Gi kembali ke apartement, setelah tadi dia berputar-putar mencicipi makanan dijalan raya. Dia sempat sedih karena hanya sendirian, Chanyeol pun sama sekali tidak mengangkat teleponnya. Dia pasti benar-benar marah, pikirnya.
Dia menekan tombol-tombol password apartement, hampir selesai namun seseorang menepuk pundaknya.
“Heii?” Min Gi memekik kaget, sedikit mengerutkan keningnya saat melihat sosok pria yang mengagetinya.
“Eo.. Maafkan aku! Aku tidak bermaksud…” Ujarnya menyesal.
“Tidak apa kok, aku hanya kaget.” Pria itu Kai tersenyum manis, membuat Min Gi ikut tersenyum.
“Kau masih ingat aku kan? Aku Kai, kita bertemu kemarin. Tapi, kau langsung pergi begitu saja. Kita belum sempat berkenalan kan? Kau siapa?” Min Gi tersenyum kecil melihat tingkah lucu Kai, dia mirip Chanyeol.
“Aku Park Min Gi, kau bisa panggil aku Min Gi!” Kai tersenyum sambil mengulurkan tangannya, Min Gi segera menjabat tangannya.
“Kita berteman ya?” Min Gi tersenyum dan mengangguk.
“Baiklah~ kalau begitu. Bagaimana kalau kita makan bersama? Kau mau?” Min Gi menatap Kai aneh.
“Oh oke, kau pasti tidak setuju kan? Maafkan aku mungkin lain kali ya?” Min Gi mengangguk kecil, lalu Kai pun ikut mengangguk.
“Oh iya… Aku mau bertanya sesuatu.. Kau istri Sehun kan?” Min Gi menatapnya tak percaya, darimana dia tahu?
“Darimana kau tahu?” Kai tersenyum kaku, dia teringat kemarin. Saat dia tengah menonton tv, disebelah dinding apartementnya terdengar suara seperti desahan? Dan, itu membuatnya berasumsi bahwa gadis dihadapannya itu adalah Istri dari Oh Sehun, temannya.
“Eumm sebenarnya semalam aku mendengar suara seperti desahan dari kamarmu, hehe. Aku benar-benar tidak sengaja kok,” Min Gi merasa terkejut dan malu? Astaga, jadi Kai ini mendengarnya? Benar-benar, harusnya kan? Ugh, Min Gi sampai bingung harus menjawab apa.
“Hei? Kau baik-baik saja kan?” Min Gi menggeleng ringan, dia sedang mencari alasan untuk segera pergi dari hadapan Kai.
“Kalian sedang apa?” Dalam hati Min Gi mendesah selega-leganya, malaikat penyelamatnya datang.
“Heii? Oh Sehun? Ini kau kan?” Pria itu mendekat kearah mereka, lalu merangkul pinggang Min Gi erat.
“Eum ini aku. Apa kabar Kai? Lama tidak bertemu?” Kai tersenyum kecil, mereka berdua telibat percakapan kecil. Sesekali Min Gi ikut tersenyum menanggapi godaan Kai dan elusan pelan dipinggangnya.
“Ah ya, sepertinya aku harus segera pergi. Aku ada janji sekarang, lain kali mampirlah ke apartemenku ya?” Kai tersenyum kecil lalu berpamitan sebelum dia beranjak pergi. Sehun tersenyum kearah Min Gi.
“Dia sangat polos, seperti kau!” Bisiknya sambil memagut pelan bibirnya, Dalam hatinya Min Gi tersenyum senang.
“Ayo masuk, ada hal yang ingin ku bicarakan.” Min Gi mengangguk, dia masih dalam rangkulan Sehun. Sedangkan Sehun menekan tombol passwordnya, setelah terbuka dia mengajak istrinya masuk.
.
.
.

Oh Sehun’s House, 05.30 PM

JiWo mendesah kesal saat menemukan keadaan rumah yang kosong dan sepi, pasti kakak iparnya sedang menemui Kakaknya di Apartement. Dia mendesah kesal, tahu begini dia tinggal di rumah Orang tuanya saja. Tapi bicara mengenai orang tuanya, dia baru saja pulang dari rumahnya. Bertemu orang tuanya dan makan masakan yang dimasakkan Eommanya, untung saja sih. Coba kalau dia belum makan, pasti disini dia makan sendirian. Dan dia benci hal itu.
Dia menghempaskan tubuhnya di Sofa, membuka aplikasi LINE diponselnya. Dia mengernyit mendapat berpuluh-puluh pesan dari satu nama, yaitu Shin Ha Ra. Gadis yang selama ini mengejarnya, sejak di bangku Junior High School.
Dia mendesah kesal dan menutup ponselnya, kenapa hanya gadis itu yang mengiriminya pesan? Kemana kakaknya? Kenapa tidak memberinya kabar. Apa dia sudah lupa padanya?
“Dia pasti sedang bersenang-senang dengan Sehun Hyung! Dasar Nunaaa, huh! Kuharap mereka cepat selesai dan kembali kesini. Huh, liat saja aku akan menceritakan semuanya pada Sehun Hyung!” Geramnya, dia menatap ponselnya yang berdering kembali. Gadis itu, kenapa selalu menganggunya?
.
.
.

Sehun’s Apartement. 06.00 PM

Sehun belum mulai bicara, mereka hanya duduk bersantai menonton televisi berdua. Ditemani dengan Pizza yang mereka pesan tadi, dan berbagi selimut.
“Makanmu banyak sekali?” Ejek Sehun membuat Min Gi mendengus, dia masih mengunyah pizza dimulutnya.
“Bagi aku!” Mata Min Gi membulat, bagaimana tidak? Dia baru saja memasukkan pizza itu dimulutnya. Namun, bibir Sehun mencoba memintanya. Dia kembali kesal saat pizza itu sudah tidak dimulutnya, sedangkan Sehun mengunyah pizza dari Min Gi dimulutnya sendiri.
“Apa-apaan kau ini! Kau kan bisa makan sendiri!” Kesalnya sambil menarik kemeja yang dipakai Sehun. Dan Sehun tertawa pelan, dia mengambil potongan pizza dan memasukkan kemulutnya. Tidak semua, masih tersisa diluar.
“Ambil ini!” Godanya, Min Gi menatap kearah tempat pizza yang sudah tak tersisa. Hanya tinggal yang dimulut Sehun, dia berdecak kesal.
“Terserahlah~” Gumam Sehun, dia akan mengunyah semua pizza itu, namun tanpa terduga Min Gi sudah berada didepannya. Menggigit pizza yang berada diluar mulutnya, Sehun tersenyum miring. Segera memasukkan pizza itu, Min Gi sepertinya tak mau kalah.
Min Gi hampir membuat Sehun tersedak, dia berhasil meraih pizza itu dengan bibirnya. Dengan gemas, Sehun menggigit lidah Min Gi dimulutnya.
Min Gi terpekik kaget, lidahnya sangat nyeri. Dia mengusap lidahnya yang sakit.
“Kau gilaaa!” Sehun tertawa keras lagi melihat ekspresi Min Gi yang lucu, dia menarik wajahnya mendekat dan memberikan kecupan ringan di wajahnya.
“Yaaah! Lepaskan aku!!” Rengeknya yang risih dengan kecupan Sehun, dia menegakkan tubuhnya saat tangan Sehun menyentuh sesuatu. Membuat dirinya merinding seketika.
“Apaa.. Yang kau lakukan?” Bisik Min Gi tak percaya, Sehun mengangkat bahunya mencoba mengelus perut Min Gi perlahan.
“Aku ingin sekali punya bayi Min~” Rengeknya hampir mirip dengan anak kecil yang tidak mendapatkan permen. Min Gi menepis tangan Sehun cepat.
“Ck~ ” Min Gi berdecak pelan, menjauhkan tubuh Sehun yang semakin rapat padanya. “Yahh! Lepaskan aku eo!” Geramnya pada Sehun yang bibirnya mulai mengecupi bahunya yang terbuka, lalu berpindah pada lehernya. Menimbulkan suara-suara aneh, dan meninggalkan rasa ngilu dilehernya.
“Ayoo kita buat bayi Min? Ya ya ya?” Tangan Min Gi memukul kepala Sehun dengan gemas.
“Kau fikir segampang apa membuatnya eo? Tidak mau!! Aku malu pada Kai!” Kening Sehun berkerut.
“Kenapa malu padanya? Kau kan tidak telanjang didepannya!” Lagi, tangan Min Gi memukul kepalanya dan membuat Sehun meringis kesakitan.
“Jangan asal bicara kau!! Dia tahu apa yang kita lakukan kemarin Bodoh!! Pokoknya aku tidak mau!” Sehun mengerucutkan bibirnya.
“Tidak mau sih tidak mau Min! Tapi jangan aniaya aku juga lah.” Sedihnya saat merasakan kepalanya yang berdenyut sakit, Min Gi menghela nafasnya.
“Yang mana yang sakit?” Sehun menunjuk kepalanya, dengan sayang Min Gi mengecup kepala Sehun yang ditunjuknya membuat Sehun tersenyum kecil.
“Gomawo Min~” Bibir Sehun menekan lembut bibir Min Gi, dengan cepat melumatnya tanpa jeda. Sehun melingkarkan tangan kirinya di pinggang dan tangan kanannya di tengkuk Min Gi. Sedangkan Min Gi, kedua tangannya menelusup masuk dikemeja Sehun mengelus apapun yang didapatnya.
“Heii… Agresif sekali kau sayang? Hm, katanya tidak mau membuat bayi?” Goda Sehun sambil terkikik saat tahu kemejanya sudah terlepas dari tubuhnya, Min Gi menunduk malu.
Dan segera Sehun mendekapnya hangat, MinGi mengubur wajahnya didada bidang Sehun, membuatnya lagi-lagi tersenyum.
“Oh ya.. Aku hampir lupa.” Min Gi menarik wajahnya menatap Sehun yang akan bicara. Tapi Sehun malah menariknya lagi kedalam pelukannya, membuat Min Gi ikut tersenyum.
“Ada apa? Kau menemui RaNeul?” Min Gi merenggut, darimana Sehun tahu?
“Tadi dia sempat bilang padaku Min. Coba jelaskan padaku!” Min Gi menggeleng kecil, membuatnya mendesah kesal sepertinya para gadis memiliki cara tersendiri untuk membuatnya berhenti bertanya.
“Yasudah kalau tidak mau cerita.”Ujar Sehun kalah, dia semakin mempererat dekapannya membuat Min Gi memejamkan matanya erat dan tertidur.
.
.
.
RaNeul menunggu Luhan menjemputnya didepan rumah, dia mengecek jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul 6.30 PM. Apa Luhan akan lama menjemputnya?
Dia merapatkan mantelnya saat merasakan udara dingin menerpanya, matanya mengamati setiap sudut jalan yang terlihat ramai. Matanya menyipit saat menemukan fokus tertentu, seorang pria yang tinggi-nya melebihi dirinya dan juga menatapnya. Dia seperti…
“Neullie?” RaNeul mengerjap kaget pada Luhan yang sudah disampingnya, dia kembali pada sudut jalan itu. Tapi, sudah kosong. Apa dia salah lihat? Dan berhalusinasi?
“Apa lama?” RaNeul menggeleng, tangan Luhan menyentuh kedua pipinya yang dingin. Lalu, menyapukan bibirnya sekilas. “Ayo…” RaNeul mengangguk dan mengikuti Luhan yang mengajaknya masuk ke mobil.
At Restorant

Luhan mempersilahkan dirinya duduk dan memanggil pelayan, mereka memesan beberapa makanan. Setelah pelayan itu pergi, Luhan menggenggam erat jemarinya dan mengecupnya. Sudah lama sekali hal ini terjadi, terakhir saat mereka telah berpacaran dua minggu. Dan kini, setelah hampir 2 tahun kejadian ini terulang.
“Kita pindah…” Mata RaNeul mengerjap, Luhan sudah mengajaknya berdiri dan merangkul pinggangnya erat.
“Kemana?” Tanyanya bingung, Luhan tersenyum dan mengecup pipinya sebentar.
“Disana…” Tunjuknya pada tempat yang agak pojok dan terlihat sepi, “Ada hal yang ingin aku bicarakan secara serius.” RaNeul mengangguk menanggapinya. Luhan tak terlihat seperti biasanya, dia lebih peduli padanya. Dia hanya berasumsi saja, saat melihat Luhan dia kembali teringat hal tadi. Apa itu benar dia? Apa cuma halusinasinya saja?
“Ayo makan?” RaNeul tersadar dan mengangguk, dia bahkan tidak tahu kapan makanannya datang.
“Enak kan?” RaNeul mengangguk menanggapi Luhan, mulutnya mengunyah makanan yang baru saja disendoknya.
“Kau mau bicara apa?” Tanya RaNeul saat mereka telah selesai makan, Luhan tersenyum.
“Lebih baik kita bicara dimobil, disini terlalu ramai Neullie.” Luhan mengulurkan tangannya, dan disambut oleh RaNeul. Mereka berjalan keluar dari restoran dan memasuki mobil. Luhan melajukan mobilnya pelan, sedikit menjauh dari keramaian. Dan sampailah mereka disini, memang tidak terlalu sepi. Hanya saja sangat jarang dilewati orang.
“Ke belakang ya?” RaNeul mengangguk dan beranjak menuju kursi penumpang belakang, diikuti Luhan. Dia masih menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Luhan.
“Neullie?” Gadis itu menatap wajah Luhan yang terlihat sedih, dia mengerutkan kening melihatnya.
“Kenapa?” Tanyanya bingung, Luhan menyatukan kedua tangan mereka. Lalu mendekatkan wajahnya, menyecap rasa manis dari bibir RaNeul.
“Menikahlah denganku…” Mata RaNeul terpejam menikmatinya, mereka berkali-kali memiringkan kepalanya untuk memperoleh tempat yang nyaman dan oksigen.
“Menikahlah denganku sayang!” Tubuh RaNeul terhimpit dipojok jok penumpang, tangannya mengalung erat dileher Luhan. Bibir mereka saling memagut tanpa ampun, sesekali tangan Luhan mengelus bagian yang disukainya.
“Kenapa?” Tanya RaNeul saat bibir mereka terhenti sementara, Luhan kembali membungkamnya dan melumatnya keras.
“Karena aku tahu, kau akan meninggalkanku!” Jawabnya tegas, bibirnya berpindah ke rahangnya. Menciuminya ringan.
“Aku tidak…” Nafas RaNeul terputus-putus, bibir Luhan berpindah-pindah diarea favoritnya. Dia mendesah hebat, Luhan tersenyum disana.
“Lu…” Rengek RaNeul saat merasa dirinya kalah, “Aku mau menikah denganmu!” Sambungnya lagi, Luhan menjauhkan wajahnya dan menangkup wajah RaNeul dengan kedua tangannya.
“Aku akan memperjuangkanmu Neullie~ maafkan aku yang selama ini bersikap acuh padamu!” Ucap Luhan sedih, setitik air mata mengalir dipipinya. RaNeul tersenyum dan menghapus air mata itu.
“Tidak apa-apa.” Luhan terisak dibahu RaNeul, membuat RaNeul merasa jika Luhan sedang dalam masalah besar. Dia mengelus punggung Luhan dengan lembut.
“Apa yang terjadi? Ceritalah…” Luhan menggeleng, lalu menghadap RaNeul kembali.
“Setelah kita menikah nanti~ aku akan membawamu ke China dan kita bangun rumah kecil disana untuk keluarga kecil kita dan anak-anak kita ya?” Ujar Luhan penuh haru, RaNeul terbawa suasana haru yang diciptakan Luhan ikut menitikkan air mata. Harusnya dia jangan sampai memikirkan pria lain, Luhan sudah cukup! Sekarang dia tidak peduli bagaimanapun dengan sikap Luhan, dia akan menerimanya. Karena dia sangat mencintai Luhan.
“Ya… Aku akan ikut kemanapun kau pergi.” Luhan mengecup lama kening RaNeul dan memberikan senyumannya lagi.
.
.
.
Min Gi membuka ponsel milik Sehun, dia dengan mudah membuka kuncinya karena dia hapal. Dia membuka beberapa folder yang berada dimemori. Sedikit mengerutkan kening mendapat suatu folder yang perlu suatu password untuk dibuka.
“Oo..” Bibirnya membuka pelan saat sekali salah memasukkan password, dia sedikit melirik kearah Sehun yang tertidur pulas. Bisa dipastikan suaminya itu tidak akan bangun jika sudah tidur bersamanya.
“Eum..” Sehun mengeratkan pelukannya, membuat Min Gi merasa sesak. Dia mendesah kesal jika begini, setelah memastikan Sehun tidur. Dia mencoba memasukkan angka-angka disana dan terbuka! Kening Min Gi mengerut, kenapa Sehun selalu memakai tanggal pernikahan mereka disetiap password?
Matanya membulat saat mendapatkan suatu foto yang menampilkan dirinya, disini saat masih bekerja dicafe satu tahun lalu. Darimana dia tahu?
“Kau sedang apa?” Tanya Sehun dengan suara serak, Min Gi melemparkan ponsel Sehun ke meja.
“Tidak…” Sehun melepaskan dekapannya, melirik ke arah jam dinding dikamar.
“Masih jam 2 Min, tidurlah…” Protes Sehun sambil menarik tubuh Min Gi masuk kedekapannya lagi. “Pejamkan matamu!” Perintahnya, Min Gi menggeleng.
“Apa maumu?” Min Gi menatap Sehun serius.
“Apa kau merasa tidak menyembunyikan sesuatu dariku?” Kening Sehun mengerut, apa maksudnya?
“Maksudmu?”
“Jujur padaku jika kau ingin hubungan kita diteruskan Oh Sehun!!!” Ujarnya dingin, “Selain pernikahan konyol itu, apalagi yang kau sembunyikan?” Sehun menatapnya tak percaya.
“Kau curiga padaku tentang apa Min? Aku sama sekali tidak menyembunyikan hal lain,” Mata Min Gi menatap Sehun dengan pandangan menusuk. “Bicaralah…” Desak Sehun.
“Min… Ayolah..” Ucap Sehun gusar, Min Gi menggeleng, dirinya merasa kecewa. “Jangan begini… Kita harus segera menyelesaikannya kan? Aku sudah tidak tahan harus berpisah denganmu, Min. Kita bicarakan saat ini juga ya?” Min Gi membuang mukanya, hanya gara-gara foto itu kenapa dia sesensitif ini sih? Bisa saja kan Sehun meminta dari Ji Wo atau temannya. Oh Min Gi, sadarlah. Ini bukan hal yang besar lagi kan? Dia merenggut, mungkin karena kehamilannya dia menjadi merasa begini. Satu hal yang disembunyikan saja, membuatnya marah. Padahal kan masalah sudah selesai, hanya tinggal pendekatan kembali.
“Kau seperti orang hamil yang sensitif Min.. Eo, sudahlah!” Sehun mendekapnya hangat didadanya, Min Gi hanya terisak kecil disana. Oh Sehun aku memang hamil!! Batinnya menjerit.
*
*
*
TO BE CONTINUE!!

***

HEII… ini sudah panjang kan? 19 halaman loh!! Oh iyaa.. Sebenernya aku lanjut kalau komentnya sudah sampai 50+ jadi, kalau belum biasanya aku males lanjut hahaha.. Maafkan aku yaa??
Next part, masih sama aku tunggu sampai 50+ koment, kalau bisa like juga yaa??

APA KALIAN PUASSSS!!! AAA… SEBENTAR LAGI END!! KKK~

Thankyou yang udah baca, tinggalkan Koment dan Like yaa? Makasihh :*
(imlalla)

68 responses to “Love Story ( This Is Love )—9

  1. gregey author … kenapa min gi belum kasih tau kalau dia lagi hamil …
    gregeeeeetttttttt

    BTW yeolie kok menghilang … kasihan yeolie , gwenchana yeolie masih ada nae ko *plak bicara apa kau ini 😀

    next author

  2. Haiiisshh..knp MinGi gk kasih tau aja ke sehun kalo dia itu hamil sih…
    Dan selalu msalah sepele jadi gede 😒

  3. luhan raneul sudah baikan, yeayy ikut seneng deh. hmm jadi selama ini luhan sudah peka ya sm apa yg dirasain raneul. semoga bisa bahagia deh mereka.
    sehun min gi juga baik2 ya biar cepet lahir anaknya

  4. Aq ngerasa di part ini gregetnya kurang,, atau cuma asumsiq aja gr2 bacanya disaat perasaan lg acak2an?? 😦

    hahh,,aq gx tau mau bilang apalagi,,

    Fighting!! 😉

  5. Kapan mingi bakal cerita ke sehun kalo dia hamil? Cepet2 dong cerita. Mdh2an Luhan-Raneul bakal langgeng yaa dan ortu nya luhan berubah pikiran, jadinya mereka setuju dehh..

  6. ah untung di chapter ini mingi n sehun akur!!!!
    kai….jangan nguping lagi ya. kkkkke~

  7. Matanya menyipit saat menemukan fokus tertentu, seorang pria yang tinggi-nya melebihi dirinya dan juga menatapnya. Dia seperti… *Chanyeol kah ituu* ㅎㅎㅎㅎ
    Yeayy!!! RaNeul-LuHan dah baikkan…. Iyalah Raneul sm Lu ge ajaa…. kasian lhoo itu Lu ge udh Ga mau dengerin ortu-nya + nolak dijodohin cm buat perjuangin cintanya ke RaNeul~ kan kalau Raneul nya ninggalin Lu ge, percuma Dong Lu gee ke Korea~ ㅋㅋㅋㅋ
    Ehh… Tapi pcy gimana yaa…. Udh ilang kabarnyaa….

    Huftt~ ming knapa gaa bilang iya ke sehun sihh kalau dia emang hamil… Pdhal kan lg pas itu sehun ngeledekin dia…. Lagian sehun jg dah bilang kan kalau dia pengen punya baby~
    Hun~ mang u kaga ngeh apa kalau mingi Hamil?? Kan badannya makin berisi (perut), montok, makannya banyak n sensitif….. Hhmm…. Apa nanti ji woo yg bilang??

    Ditunggu next chap-nyaa…..

    Apa next chap itu udh END??

  8. Sehun kok gk peka sih sama mingi yg lgi hamil?? Peka dong.. lanjunt author!! Fighting!!

  9. Masalah sehun ama min gi belum kelar juga…kenapa min gi ga bilang kalau dia hamil…ga jarang cowo itu ga peka ama perubahan yg ada di diri kita kalo kuta ga bicara…raneul ama luhan mau nikah juga bagus dah memperjuangkan yg sepantasnya diperjuangkan…cinta ya cinta…

  10. Ampunn.. luhan perjuangan banget yah.. buat dapetin neul.. kasihan..
    Huhuhu..
    Min gi sebenernya kenapa sih kok kayak ngintrogasi sehun mulu.. dia pernah hilang ingatan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s