Love and (Physics) [FICLET] – by Sehun’Bee

lovee

Sehun’Bee

.♥.

Sehun – Hanna

.♥.

Romance – School Life – Science

.♥.

PG-15

..♥..

Learning While Imagining
.
.
Happy Reading^^

Love

Kalor berarti energi panas. Ada beberapa macam perpindahan kalor, yaitu radiasi, konduksi, dan konveksi. Kita mulai dari yang pertama, radiasi.

Radiasi  adalah perpindahan kalor tanpa adanya zat perantara, seperti cahaya matahari yang memanaskan bumi melalui ruang hampa. Dan seperti cinta yang sedang dirasakan oleh Hanna. Dimana hanya dengan melihat pujaan hatinya serius memerhatikan penjelasan dari Im Ssaem, ia bisa merasakan betapa panas tubuhnya karena pesona pria itu—Oh Sehun.

‘Mungkin ini yang namanya radiasi cinta.’ Gadis gila itu membatin konyol. Tanpa mengalihkan fokusnya dari Sehun yang duduk di barisan tengah, tepat 2 bangku dari depan. Sementara dirinya duduk di barisan samping jendela, tepat di kursi paling belakang. Sungguh view yang menguntungkan. Im Ssaem tidak akan curiga jika ia tidak sedang memerhatikannya, melainkan Sehun.

Sampai pada akhirnya, jam pelajaran Fisika itu berlalu begitu saja untuk Hanna. Ia sama sekali tidak memerhatikan pelajaran, melainkan sibuk memahami bagaimana bisa radiasi cinta berupa kalor itu memanaskan tubuhnya hanya dengan melihat seorang Oh Sehun. Bahkan, bell istirahat yang sudah berbunyi sedari tadi pun ia hiraukan.

Sementara kelas sudah mulai kosong, siswa yang lain sudah pergi meninggalkan ruangan dengan tempat tujuan masing-masing. Ada yang pergi ke kantin, taman, lapangan, toilet dan lain sebagainya. Namun tidak untuk pujaan hatinya, pria itu terlihat sibuk menyalin contoh soal untuk tugas yang diberikan Im Ssaem. Dan Hanna pun demikian, masih tetap di kursinya maksudnya. Tanpa melakukan apa pun selain menunggu sambil memerhatikan Sehun. Sampai Sehun selesai, kemudian beranjak dari kursinya dan melangkah menghampirinya yang duduk di pojok kelas. Menghampirinya? Ya, kalian tidak buta huruf. Sehun memang datang menghampiri Hanna, lantas mengambil tempat di samping gadis itu.

“Kau terlihat sangat tampan hari ini,” celetuk Hanna, dengan senyum yang bertengger manis di wajah ovalnya.

“Berhentilah mengulang kata yang sama, Hanna!” ujar Sehun, malas. Selama 4 bulan menjalin hubungan, selama itu pula Hanna selalu mengulang kata yang sama. Sungguh Sehun tak mengerti, bagaimana bisa ia jatuh cinta pada gadis yang terlampau jujur sekaligus tak tahu malu seperti Hanna.

“Tidak. Jika itu menyangkut dirimu,” jawab Hanna, enteng. Seharusnya Sehun yang menggoda Hanna karena ia pria. Namun nyatanya, di sini, Hanna-lah yang bertindak sebagai pria. Bahkan tak jarang Sehun dibuat merona olehnya. Menyedihkan.

“Aku lapar. Ayo ke kantin!” Sehun tak menggubris. Seolah tak ingin terperangkap dalam celetukan kekasihnya. Diraihnya tangan putih Hanna, lantas diseretnya paksa tubuh gadis itu.

Kedua, konduksi. Bisa Hanna rasakan betapa hangatnya gengaman tangan Sehun hingga mampu membuat darahnya bergejolak. Seperti konduksi pada kalor, dimana perpindahan panas dihantarkan melalui zat padat yang bersifat konduktor. Tak heran jika pipi Hanna sekarang sudah semerah mawar di taman.


Love

Piket kelas sepulang sekolah adalah hal yang paling dibenci Hanna. Terlebih, teman sekelompoknya sudah pulang terlebih dahulu dengan alasan yang beragam, membuatnya mau tidak mau harus rela membersihkan ruang kelas seorang diri. Sungguh menyebalkan. Beruntung, Sehun mau menunggunya untuk pulang bersama meski tak berniat membantunya, dengan dalil;

“Itu tanggung jawabmu, Babe!”

Sialan.

Ingin sekali Hanna membanting sapu di tangannya, menendang pengki, menghancurkan papan tulis atau ah tidak jadi, itu hanya akan membuat pekerjaannya bertambah. Lebih baik ikhlas saja. Batinnya lugu.

Sementara Sehun menunggu di luar kelas sambil mendengarkan musik lewat earphone putihnya. Matanya berkeliling mencari fokus, namun nihil, tak ada yang menarik selain gadisnya yang tengah sibuk di dalam kelas sana. Terlebih, sekolah sudah sepi, hanya tersisa beberapa orang dari mereka yang juga tengah piket di kelas masing-masing. Namun, mereka sudah selesai dengan tugas mereka dan siap meninggalkan sekolah seperti yang lainnya. Hanya Hanna yang lamban, karena mengerjakan semua tugas itu seorang diri. Kasian juga. Batin Sehun iba. Namun, melihat wajah kesal Hanna itu jauh lebih menyenangkan ketimbang wajah usilnya. Jadi, biarkan saja-lah.

15 menit kemudian, gadis itu keluar dari dalam kelasnya, lengkap dengan wajah kusutnya. Kakinya melangkah gontai menghampiri Sehun yang tengah bersandar pada tembok.

“Maaf membuatmu menunggu lama,” ujarnya lemas.

 

“Tak apa. Kajja!” Sehun kembali meraih tangan Hanna. Menuntunnya untuk berjalan di sampingnya.

Sekolah sudah sepi, membuat Sehun tak lagi risih karena tak akan ada lagi yang menatap benci ke arah gadisnya. Ia pun tak menyangka, masuk dalam jajaran flower boys di sekolah ternyata mampu membuatnya menjadi pusat perhatian. Bukan karena ia tampan. Bukan. Tampan saja tidak akan cukup untuk menarik perhatian gadis-gadis berpendidikan. Ia terkenal hanya karena berprestasi. Itu saja. Ia pernah mengharumkan nama sekolah dengan memenangkan Olimpiade Fisika tingkat Nasional dua kali berturut-turut saat duduk di kelas X dan XI, hingga membuat namanya begitu dikenal dan dikagumi. Tak heran jika gadis yang dipilihnya dibenci, terlebih, Hanna sedikit hyper aktive.

Sesekali, Sehun melirik Hanna yang hanya diam saja. Tak biasanya, selelah itu, kah? Batinnya bertanya. Namun tak lama, mata gadis itu terlihat berbinar dengan mulut yang sedikit terbuka. Membuat Sehun tanpa sadar menaikkan sebelah alisnya bingung. Kenapa lagi dia?

“Ah, Jongin … si kapten basket berkulit langka…,” ujar Hanna, mendadak ceria, saat melihat penghuni kelas sebelah itu.

“Huh?” Sehun mengerjapkan matanya dua kali, sebelum mengikuti fokus Hanna. Saat itu juga ia mendesah frustasi, mendapati sahabatnya -Jongin- yang tengah berjalan berlawanan arah dengan mereka.

Syndrom Hanna kambuh.

“Hei… Apa yang sedang kalian lakukan di jam pulang?” sapa Jongin, curiga. Sementara Hanna hanya memasang senyum manisnya dan Sehun … wajah jengkelnya.

“Piket kelas,” jawab Sehun, apa adanya.

“Aahh….” Jongin tersenyum penuh arti sambil lalu. Sebelah matanya berkedip kurang ajar ke arah Hanna. Pria itu sudah berprasangka buruk rupanya, sampai-sampai tak mau berlama-lama mengganggu dua sejoli itu. Sehun yang mengerti pun semakin jengkel. Terlebih, mendapati rona merah di pipi Hanna. Sial.

“Jangan menyebarkan fitnah, Kim Jongin…,” ujar Sehun, sedikit berteriak yang lantas disambut tawa meyebalkan pria itu.

“Dia tampan ya, keren jugaa…,” kagum Hanna, membuat Sehun refleks mendelik tajam ke arahnya, “tak heran jika makhluk langka sepertinya menjadi incaran para gadis lajang,” lanjutnya, memuja, membuat api cemburu semakin cepat melalap habis kesabaran Sehun.

“Andai aku jadi kekasihnya, mungkin aku sudah memiliki kulit tan sepertinya…,” imbuhnya, semakin menjadi. Wajah Sehun kini sudah merah padam. Ia tahu Hanna mengagumi Kim Jongin karena memiliki warna kulit yang berbeda dari murid lainnya. Dalam kata lain, langka. Tak heran jika julukan makhluk langka untuk seorang Kim Jongin dari Hanna menjadi trend di sekolah.

Dan inilah yang paling Sehun benci dari sifat terus terang kekasihnya itu. Hanna selalu memuji sekaligus memuja lelaki tampan secara terang-terangan meski di sampingnya ada dirinya. Sungguh menyebalkan. Syndrom macam apa itu? Heh.

“Kau ingin menjadi kekasihnya, hm?” tanya Sehun dingin. Tanpa disadari Hanna, aura gelap berpadu dengan guntur dan petir telah berhasil menyelimuti Sehun. Beruntung otaknya berjalan dengan cepat saat menyadari kilatan amarah di mata elang milik pria itu.

Glup.

Hanna menelan salivanya dengan susah payah. Tubuhnya refleks mundur tiga langkah dari Sehun sampai membentur tembok, “Tidak. Kau salah dengar. Aku bilang kau sangat tampan, aku senang jadi kekasihmu,” celetuknya, cari aman. Hanna tahu betul betapa menyeramkannya seorang Oh Sehun ketika sedang marah. Jadi, lebih baik menghindar daripada mati tersambar petirnya.

Sehun ikut maju tiga langkah, mengikis jarak di antara mereka dengan kedua tangan yang menempel di samping kepala Hanna. Dan saat itu juga Hanna merutuki lidahnya yang sering kali bergerak sesuka hati.

Sehun terlihat memerhatikan keadaan di sekitar koridor. Sebelum kembali melanjutkan aksinya, ” –aku tidak tuli, Nona,” ujarnya mengintimidasi.

“Lidahku bergerak refleks, Sehun. Sungguh..!!!” Kedua tangan Hanna bergerak menangkup keningnya sendiri. Takut, jika Sehun menghadiahi jitakan di sana. Karena itu kebiasaan Sehun setiap kali kesal padanya.

“Benarkah? Tapi kau memang selalu seperti itu setiap kali melihat pria tampan, Hanna … dan aku tidak suka…,” tegas Sehun sambil menarik paksa tangan Hanna. Namun, pria itu tak menghadiahi Hanna jitakan di kening. Melainkan, hukuman yang mampu membuat Hanna membulatkan matanya yang memang sudah bulat.

Terakhir, Konveksi. Perpindahan kalor yang disertai perpindahan zat penghantar. Kini, bisa Hanna rasakan betapa lembut dan lembabnya bibir Sehun yang tengah bergerak pelan di atas permukaan bibirnya. Menghantarkan zat-zat yang dimilikinya sekaligus panas yang hampir membuat darah Hanna mendidih. Ini bukan ciuman pertama bagi Hanna, karena Sehun pernah melakukannya sebelumnya. Namun rasanya seperti saat pertama. Mata Hanna bahkan sudah kembali terpejam sempurna. Tak peduli pada wajahnya yang sudah merah karena panas.

“Itu hukumanmu,” ujar Sehun, setelah mengakhiri kegilaannya. Sementara Hanna masih diam, sampai otaknya kembali bekerja.

“Kalau begitu, aku akan kembali mengulang kesalahan yang sama…,” terangnya lugu sekaligus bodoh.

 


– FIN –

 


Apa ini? Gue kan lagi hiatus /plak/

Aku belum comeback kok, aku cuma kangen sama kalian dan saat jenuh tiba-tiba inget pelajaran Fisika (padahal lagi belajar ekonomi), ya udah jadi dibikin FF aja…hehe

Di sini sifat Hanna dibikin jomplang dari yang Ambition. Kalau suka, mungkin akan ada next series berikutnya dengan materi pelajaran lain, seperti Kimia, Biologi, Matematika, Sejarah, Geografi, Sosiologi atau apa pun itu pokoknya tentang pelajaran…biar sesuai tema, BELAJAR SAMBIL BERKHAYAL /Nurul mah apa bae/ biarin aja ya, kita bernostalgia sama pelajaran – pelajar SMA…

Dan kemaren (entah kapan aku lupa) pokoknya ada banyak yang reques minta dibikinin genre school life, nih udah tak kabulin ya… Tapi seperti inilah gayaku, jangan protes ya…/aku suka mules kalau ada yg protes/

Ya udah itu aja, lanjut atau enggak tergantung Jumlah Peminat… Tapi cerita ini hanya selingan dari kedua cerita utama aku Ambition dan Regret^^

Untuk saat ini, aku belum ada waktu buat lanjut cerita dengan konflik berat, di SEHUNBEE wordpress aja ada 1000 lebih comment pending yang belum aku baca… Maaf ya /saking sibuknya/ bikin ini aja cuma satu jam kok… Minta do’a nya aja ya biar urusan aku cepat kelaarrr…!!!

Oh ya lupa, maaf untuk segala kekurangannya dan terima kasih untuk kehadirannya ^^

Saranghae yeorobun…!!!

 

Regards,

Sehun’Bee

Advertisements

283 responses to “Love and (Physics) [FICLET] – by Sehun’Bee

  1. Ah, nemu juga tulisan kamu yg langsung kelar, makanya brb baca. Belum ada mood lagi baca yg chaptered mengingat tanggungan masih banyak. Miris. Curcol bentar. Maafkan -_-
    Firstly, aku mau kasih tau kamu soal typo: ‘Bahkan, bell istirahat yang sudah berbunyi sedari tadi pun ia hiraukan.’ => harusnya tak ia hiraukan kali ya rul? 😀
    And then, masuk ke isi cerita. Ada satu bagian yg bikin daku ngakak guling2an, gilingan deh bener di kasur: ‘Dan Hanna pun demikian, masih tetap di kursinya maksudnya. ‘ => Ini aku pikir si Hanna ikutan nyatet, tapi kok … malah … :v HAHAHAHA
    Terus lagi : “tak heran jika makhluk langka sepertinya menjadi incaran para gadis lajang,” lanjutnya, memuja, => LANGKA BRO KATANYA, PENGEN BAWA HANNA KE INDO DEH. DI SINI BANYAK HAN, YANG LEBIH GELAP TAMBAH BANYAK MALAH *ehh
    Satu lagi: “Andai aku jadi kekasihnya, mungkin aku sudah memiliki kulit tan sepertinya…,” => aku pengen cubit semi nyekek si Hanna. Dari mana ceritanya pacaran sama yg berkulit tan bisa ketularan. Terus kalo pacaran sama yg item ikutan angus gitu? Ntar aku mau cari ah yg putih kalo gitu /OOT

    Dan terakhir, AKU SUKA BANGET CERITA INI ❤ Ringan, menghibur -banget-, bikin imajinasi yg lelah seminggu kemaren jadi fresh lagi. Pas banget buat sarana fangirlingin kakang Sehun. Apalagi pas bayangin ada di posisi Hanna yg curi2 pandang pas pelajaran. Ya Tuhan, aku engga bisa diginiin tauuuu~~~~~ Semangat ya kamu, semangat buat kita deh. Biar bisa kecapai semua keinginan. Lobe you Bee ❤

    Sincerely,
    Arlene P.

  2. Ahh suka bngt,sikap nya hanna 180 derajat BEDA banget sma yg d ambition ini malah kebalikan nya, di sini hanna bener orang yg bicara itu sekenanya ,lugu,polos(?)..pokonya sikap nya itu bikin gemesin..pngen tau cerita selanjut nya gmna,penasaran nih,ditunggu ya thor.. 🙂

  3. Haha hana pengen ngulangin lg biar dpat ciuman lg dri sehunn wkwk 😄 kerennnnn d tunggu next chaper nya fighting unnie ✊

  4. Wkwkwkk mengingat pelajaran wktu school dulu sambil berkhayal, emang bner bee. Setiap bca ffmu aku sllu dpt feelnya. Lucu jg hanna kyk gtu. Ahaa aku suka bngt tulisanmu, semuanya tnpa terkecuali. Keep writing..

  5. School life, langsung end lagi. Kakak, bikin kayak gini lagi donk. Buat selingan. Itupun kalo kakaknya gak sibuk. Hehe. Maaf ya, kebanyakan mau nya.
    Ff nya bagus loh. Ringan juga. Bikin melting.. Aha!!

  6. Eheeeee kirain sehunnya mau apain Hanna ? Ehhhh t’nyata malah dicium hmmm Sehun manis bget sih aigooo
    Dan jga Kyaknya Hanna jga akan ketagihan tuh sma hukumannya Sehun hahahahahha*gubrak*

  7. kyaaa sukaaa bangettttngettt sama karakter mereka disini(walopun yg biasanya juga ttp suka bgt sih),kkkk ~ hanna jujurr bgt yah dan stelah baca ini aku tambah maki sukaaaa tulisanmu
    kereeeennn

  8. Tentang fisika aja keren. Bisanya fisika ngebosenin banget banget pake banget tp ini keren. Haii ketemu lg kakak ^^

  9. Gzzzz so sweeet *-* wkwk sifat hanna yang lugu kyk gini bisa dijadiin ff yang bagus keknya thor.. coba dijadiin oneshoot pasti lebih bagus.. keep writting !!

  10. ya ampun unnie manis banget ff nya yang ini~~~
    hanna lucu juga kalo dibikin polos gituu :3
    ceritanya ringan dan menghibur.. suka sekali ^^
    ditunggu mata pelajaran yang lain ya unnie ♥♥

    • Knp aq jg ngerasain panas abs baca ficlet nya ya?!spt ny aq jg ketularan perpindahan kalor antara sehun-hanna,,wkwkwkwk…ngekhayal#plak
      Simple but it feels perfect,,luv ur story a lot!!

  11. Buat lagi donk kak, materi Matematika keren kayaknya. Hoho
    Ff ini amazing, keren banget. Aku suka ❤

  12. eeeiii manisnyaa…. ahahaa q setuju banget sma author Arlene yg ikut2 komen ngakak sma bgian hanna yg memuja kelangkaan kulit Kai, blom lgi bilang qlo bs ketularan hitamnya.. haha qlo gitu mah q mw nyari suami yg putih aja deh biar ketularan putih, wkwk.. 😛
    manis sweet dan romantic critanya thorBee 🙂 Joha!!

  13. Hahahaha…itu bnr2 beda bgt sama hanna yg biasa…mw klo kaya gitu d ksh hukuman..hehehehe..blh2 tuch ada sequel y..

  14. Hahahaha,aq ktwa aja bca ini.senyum2 sndiri.lnjut aja kak,ya itung2 penawar dr k0nflik2 hun sm hana yg berat.

  15. Pas lg ngubek2 wp author nemu ini huhu kangen sama sehun-hanna thor hampir semua ff author udah finish aku baca kecuali regret nih tinggal chapter terakhir, nunggu dmnya di bls huhu
    Ayooo dong thor lanjutin lagi ff nya apalagi nunggu rendezfous itu yang paling ditunggu tunggu kkkk~
    Kangen kisah sehun-hanna T.T

  16. Kak entah kenapa tapi kok aku lebih resep sehun hanna genre marriage life yahh ?? Ato mungkin aku baca regret yang bergenre marriage life tapi kalo marriage life lebih ngena gitu lohgh wkwkwkwk
    Kaa saran dong : sesibuk sibuknya kakak usahain bales dm readers kakak yang minta pw ke kakak yaa (termasuk aku) aku pengen baca banyak , tapi pas di pw aku minta kakaknya lama balesnya aku nanti keburu lupa akhirnya baca ulang, yaaa walaupun baca ff kakak berulang kali belom bosen juga si hehehe tapi tetep aja, kadar ke kepoan aku tinglat dewa jadi penasaran sama jalan ceritanya , kalo nunggu dm kaka lama banget ampe sebulan baru di bales 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😩😂 //curhat// semoga komen aku di baca yaa kakk ☺️☺️☺️☺️☺️☺️🙏🙏🙏🙏🙏🙏

  17. Kyaaaa feelnya kedapet bangetTT
    Uhhh hanna >< ini lanjut dong ka/?
    Tapi kalo ada waktu ajaa. Update ff chapter yang lain dulu:c
    Tapi ini udah mo setaun yah/? Yampun.
    Jujur, sebenernya udah baca cuman keknya ngerasa belum komen deh$_$
    Biasa efek kangen sama karyamu jadi baca ulang, niatnya mo baca regret cuman udah mo 5kali aku baca kecuali ending cuman 2kali doang. Gakuat sama sehun yang dimatiin TT
    Ditunggu my fate remake chapter 2 nya ka:"""

  18. Awallnyaaa bingung kenapa diaa ngeliatin oh sehun trs sehun menghampiri hanna, eh taunya mereka udhh sepasang kekasih.
    Haha ngakak dibagian bahwa yg jadi pria itu hanna bukan sehun, sehunnya malah yg meronaa hahahahah
    Selesai pikett ketemu jongin trss ngmng makhluk langka trs muji muji disebelah sehun. Ya sehunn cemburu lahh aduhh. Apalagi pas hanna ngmng andai aku jadi kekasihnyaaa, mintaaa di jitakkk nih orggg hahaha
    Hannaaaaa bisaa ngga ga frontall. My godddd tiba tiba ngmng kalo gituu aku akan melakukan kesalahan yg sama, hohoo apa apaaannn iniii hahahaa

  19. Huwaaaaaah apa ini? Aku baru nemu~~~ aiiih >< ini seru banget Bee! Aku malah sebelum baca-baca ff kamu yang 'semi adult' itu, lebih dulu berkecimpung di tema ff yang 'teenager-school life' gini hihi

    Aku suka Hanna disini.. kelihatan banget sisi 'fangirl' para cowok tampan dan bukan gadis independen *plak HAHAHA..

  20. Bnr2 belajar sambil berkhayal kerennn kaakkk selingan aku nihh smbil nunggu password ff kakak di ksh ubrek2 library kakak ada yg one shoot aku baca dehhg hehehehe keren bngtt sihh kak tulisannya kata2 nya :(( kaka gk mau bikin novel ? Tutur kata yg kaka tuang keren bngtt sumpahh
    Oiya buat ff oneshoot ini wahhhh sumpah hanna nya lugu polos gtuu gemesin bikin greget ngakak liat sehun yg kaya gtu hahahahah aku kira td sehun hanna blm pacaran hanna cuma diem2 suka trnyata pacaran emng bnr2 ff yg ke tebak sihhh keren deh kak !! Keep writing ya kak !!^^ thankyou

  21. Kkyyaaa……… ><
    saranghae author-nim……
    :*:*:*:*:*<3<3<3<3<3<3<3<3
    buruan comeback author-nim…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s