My Nerd Boy [Chapter 13] – by MeiKim

my-nerd-boy-copy

Masalah tidak akan pernah terselesaikan, jika hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun

Title: My Nerd Boy [Chapter 13]

Author : MeiKim

StoryLine by : Monica & Mei

Poster by:  americadooArtZone

Length: Chapter

Genre: Romance, Drama, marriage-life

Rating: PG-17!!

Cast : Oh Sehun

Kim Monic (OC)

Other Cast: Shin Da Jung (OC), Kim Taehyung (BTS), Suho, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kris, etc

FF Req by: Monica, semoga kamu suka ya chingu ^^

Disclaimer: Ide cerita dan alur murni dari Monica dan Author Mei. RCL jusseyyo ^^ Don’t be a silent readers, don’t bash dan saling menghargai aja yaaa

PREVIOUS CHAPTER:

| TEASER |

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 |

******

Soojung menghela nafasnya dan beralih menatap Monic “Monic, sebenarnya.. akulah gadis masa kecilnya Sehun, aku sempat melupakannya karena aku pindah ke Cina, dan kami bertemu lagi sekarang. Maafkan aku menyembunyikan ini darimu. Dan.. Sehun juga cinta pertamaku”

Monic membulatkan matanya, rasanya saat itu juga nafasnya terhenti

Mwo!?”

Monic membulatkan matanya, menatap Soojung dengan tatapan yang tak percaya “Jinjjayo?”

Soojung hanya terdiam dan mengangguk

Chagiyaa” Sehun setengah berlari dan memeluk Monic yang tengah berbicara dengan Soojung

“Maaf sudah membuatmu menunggu lama ya” Sehun mengecup kening gadisnya itu, sedangkan Monic hanya tersenyum simpul pada Sehun “Kajja, kita pulang”

Monic hanya mengangguk

“Soojung-ah, kau belum pulang?” tanya Sehun

“Aku pulang sebentar lagi” jawab Soojung

“Kalau begitu. Kami pulang duluan ya. Annyeong!” Sehun segera menggenggam tangan Monic dan berlalu meninggalkan Soojung

Soojung masih tetap berdiri ditempatnya, menatap kepergian Sehun dan Monic, menatap Sehun yang memperlakukan Monic dengan sangat baik. ‘Mianhae. Tapi aku jauh lebih dulu mencintai Sehun’

Sepanjang perjalanan, Monic hanya terdiam, wajahnya terlihat lesu, perkataan Soojung masih terus membayangi pikirannya. ‘Apa yang selama ini kutakuti, ternyata benar adanya’

Chagiya, wae?” tanya Sehun, ia mengalihkan pandangannya menatap Monic sekilas

Gwaenchanna? Kau terlihat pucat, apa kau sakit?” sambung Sehun

Aniyo.. Nan gwaencahanna” jawab Monic dengan suara yang pelan

“Apa kita perlu ke rumah sakit?”

“Tidak usah. Aku baik-baik saja, Hunnie. Mungkin hanya kelelahan, istirahat dirumah sudah cukup” Monic tersenyum simpul, menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja

Sehun tersenyum dan mengelus pucuk kepala Monic dengan lembut, lalu kembali fokus menyetir mobilnya lagi.

Sesampainya dirumah, Monic memilih untuk segera mengganti pakaiannya dan pergi tidur. Ia hanya ingin melupakan apa yang dikatakan oleh Soojung, ia hanya tidak ingin mengingat hal yang tak ingin diingat sama sekali.

Saat memasuki kamarnya, Sehun melihat Monic yang sudah terbaring di ranjang, ia menatap Monic dengan tatapan aneh, jam menunjukkan pukul 7 malam, tak biasanya Monic tertidur secepat ini, pikirnya.

Sehun segera menghampiri Monic dan duduk di tepi ranjang. Ia menyeka rambut yang menutupi wajah gadisnya itu, ia menaruh telapak tangannya di atas kening Monic untuk memastikan bahwa istrinya itu baik-baik saja.

“Aku tidak mau kau sakit. Jalljayo, gummy” Sehun mengecup kening Monic dan membenarkan selimut yang menutupi tubuh gadisnya itu.

 

******

Hari ini Sehun tak ada jadwal kuliah, ia memilih untuk mengantar Monic ke kampus seperti biasany, ia tak ingin membiarkan Monic pergi sendiri karena sejak kemarin, Monic terlihat sangat lemas dan lesu.

“Apa kau tak mau istirahat dirumah saja?” tanya Sehun

Shirreo. Aku baik-baik saja, kau tak perlu mengkhawatirkanku” jawab Monic

“Jangan terlalu lelah, aku tak mau melihatmu sakit”

Ne, arrasseo.”

“Jika kau butuh sesuatu, hubungi aku. Sepulang kuliah nanti, kau akan kujemput. Jangan pulang sendiri!”

Ne, ne, ne…”

Sesampainya di kampus, Monic segera menuju kelasnya, sedangkan Sehun kembali menuju apartemennya.

Hari ini Monic tak bersemangat sama sekali, perkataan Soojung masih teringat dipikirannya, sangat mengganggu.

Waeyo? Kau sakit?” tanya Kris

Monic hanya menggeleng dan tersenyum pada Kris

“Apa aku harus menghubungi Sehun untuk menjemputmu?” tanya Kris

Aniyo. Aku baik-baik saja Kris” jawab Monic

“Apa kau ada masalah?” tanya Kris

Ani. Aku benar-benar tidak apa-apa” ucap Monic memastikan bahwa dirinya baik-baik saja

Setelah beberapa jam mengikuti berbagai kelas, Monic memilih untuk makan siang di cafetaria seperti biasanya, kini ia tidak sendiri, ia ditemani Minah, karena kebetulan jadwal mereka hari ini sama.

“Apa yang terjadi? Kau nampak terlihat aneh hari ini” ucap Minah

“Bisakah kau tak menanyakan itu? aku baik-baik saja” gerutu Monic

“Ya, terserah padamu saja. Aku hanya bersikap sedikit peduli saja padamu”

Hajjimma. Kau terlihat aneh jika memperdulikanku, Bang Minah”

Minah hanya menghela nafasnya panjang dan menggeleng-gelengkan kepalanya

Author POV End

Monic POV

Rasanya hari ini aku benar-benar tidak bersemangat. Perkataan Soojung kemarin masih membayang-bayangiku. Apa yang selama ini kucurigai ternyata benar adanya.

Saat tengah makan siang bersama Minah, tiba-tiba saja seseorang menghampiri kami dan duduk dihadapan kami, siapa lagi jika bukan Soojung.

Annyeong” sapa Soojung

Aku hanya menatapnya sekilas dan tersenyum lalu kembali menyantap makan siangku, aku tak mau terlalu memperdulikannya, kali ini mood-ku sedang tidak bagus.

“Apa kelasmu telah usai?” tanya Soojung

Ne, waeyo?”

“Ah ani.. Aku hanya bertanya saja” ucapnya seraya tersenyum padaku seperti biasanya

“Ohya, aku tak melihat Sehun hari ini. Dia tidak kuliah?” tanya Soojung

Baru beberapa menit dia datang kemari, kenapa dia harus menanyakan Sehun? Apa tidak bisa sebentar saja dia tak menanyakan Sehun?

Rasanya aku terlihat bodoh saat ini. Sebenarnya kekasih Sehun itu aku atau Soojung? Kenapa Soojung sering sekali menanyakan Sehun padaku, padahal ia tau jika Sehun itu kekasihku, ah! Aniyo! Sesungguhnya Sehun itu suamiku, dia tak mengetahuinya. Apa aku harus mengakuinya di depannya saat ini agar membuatnya menjauh? Jinjja!

“Dia tidak ada jadwal kuliah hari ini, jadi dia tidak kemari” jawabku

“Ah.. begitu ya? Apa nanti dia akan datang menjemputmu?” tanya Soojung

Aku hanya bisa menghela nafasku kasar, aku harus benar-benar menahan emosiku, aku tak mau ribut dengannya hanya karena masalah laki-laki.

“Apa kau tak ada urusan lain selain menanyakan suami orang lain?”

Aku mengalihkan pandanganku pada Minah ketika aku mendengarnya berkata seperti itu pada Soojung

“Suami?” tanya Soojung

Ya! Suami!? Apa kau terkejut sekarang Jung Soojung?! Aissh! Jinjja! Gadis satu ini membuatku ingin menjambak rambutnya dan mencakar wajahnya saat ini juga!

“Kurasa aku sering sekali melihatmu dekat sekali dengan Sehun.” Ucap Minah

“Tentu saja. Sehun itu sahabatku sejak kecil” ucap Soojung

“Ya terserahlah apa katamu, Soojung-ssi. Aku hanya ingin memberi tahu padamu, sebaiknya kau menjaga jarakmu dengan Sehun, karena Sehun sudah menjadi milik orang lain. Kau harusnya paham itu, dan enyahlah” ucap Minah

Mwo!? kenapa kau mengaturku seperti itu? kau pikir kau siapa?!” ucap Soojung

“Aku adalah Bang Minah, kau tidak tau itu? dan aku tidak suka kau bertingkah berlebihan pada Sehun, karena itu akan membuat temanku ini bertingkah layaknya zombie nantinya” ucap Minah

Yaa! Bang Minah!” gerutuku

Yang benar saja! Dia mengataiku zombie? Dia ini ingin membelaku atau mencibirku sih sebenarnya? Oh! Astaga!

“Monic, aku tidak menyukai temanmu ini” cibir Soojung

“Monic, akupun tidak menyukai gadis yang mengaku sahabat suamimu itu” ucap Minah tak mau kalah

Aku hanya bisa menutup mataku, mengatur nafas dan emosiku agar tak meluap-luap

Hajjimma! Selera makanku akan hilang jika kalian terus seperti ini!” gerutuku

“Sebaiknya aku pergi saja” ucap Soojung segera berlalu meninggalkanku dengan Minah

Aku menghela nafasku kasar. Tak bisakah gadis itu membuatku sedikit bernafas? Kenapa dia selalu menggangguku dan juga Sehun!

“Aissh! Aku benar-benar muak melihatmu hanya diam saja seperti boneka” ucap Minah

“Aku hanya bersikap sedikit baik padanya”

“Baik katamu? Tak seharusnya kau bersikap baik pada gadis seperti itu, Oh Monic!”

Aku menghela nafasku dengan kasar, lagi dan lagi “Gomawo, kau telah membantuku mengatasi Soojung”

“Bukan masalah” jawabnya

“Minah-ya

“Katakanlah, aku tau kau ingin menceritakan sesuatu, tapi kau tak mempercayaiku” ucap Minah

“Bukan begitu. Kau ini!”

“Lalu jelaskan, ada apa?”

“Sehun. Dia pernah menceritakan bahwa ia memiliki cinta pertama, teman masa kecilnya. Ia sangat menyukai gadis itu, namun gadis itu melupakannya” jelasku

“Lalu?”

“Sekarang, gadis itu kembali datang dan mengingat Sehun. Akhirnya Sehun bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang ia tunggu sejak lama”

“Masalahnya apa?”

“Gadis itu adalah Soojung”

“Kau yakin?”

Ne, Soojung mengatakan itu padaku kemarin. Oh astaga! Rasanya mood-ku benar-benar tidak bagus”

“Lalu apa masalahnya dengan cinta pertama Sehun? Kau harus tau, Sehun sudah menjadi suamimu. Kalian bukan sekedar berkencan lagi. Mungkin Soojung cinta pertama bagi Sehun, tapi kau, kau adalah cinta terakhir baginya. Sehun sudah memilih, ia memilihmu sebagai istrinya. Jangan memikirkan apa yang tidak penting dan mengganggu pikiranmu”

“Tapi itu tetap saja menggangguku, Minah. Setiap kali aku melihatnya berada di dekat Sehun, rasanya emosiku meluap-luap”

Aigoo.. ternyata kau benar-benar mencintai Sehun ya?”

Yaa! Bang Minah! Aissh! Seharusnya aku tak perlu menceritakannya padamu”

Ya salahku sendiri, kenapa juga aku harus menceritakan ini pada seseorang yang belakangan ini baru dekat denganku. Bagaimanapun dia itu adalah musuhku saat SMA, bisa-bisanya aku menceritakan ini padanya.

****

Karena jadwalku telah selesai, aku memilih untuk pergi ke apartemen Suho. Ya semenjak aku menikah dengan Sehun, aku sering sekali kesana. Setidaknya disana banyak yang menghiburku disaat mood-ku sedang tidak bagus seperti ini.

Sesampainya di apartemen Suho, aku melihat Dajung, Chanyeol, Suho, Baekhyun dan.. Oh! Taehyung? Bagaimana mungkin ia bisa disini?

Aku segera mendudukan diriku di sofa tepat disamping Dajung, sahabatku.

“Kau sendirian?” tanya Suho

“Menurutmu?” jawabku

“Dimana Sehun? Tanya Chanyeol

Aku hanya bisa menghela nafasku berat “Entahlah..”

“Kau bertengkar lagi dengannya?” kini Dajung yang bertanya padaku

Oh! Sungguh! Aku kemari hanya ingin menenangkan pikiranku. Mengapa mereka menanyakan Sehun lagi. Aku sungguh tidak mau membahasnya.

“Coba kutebak, pasti masalah Soojung!” seru Baekhyun

Aku menatapnya dengan tatapan tajam, benar-benar namja menyebalkan, seenaknya saja menyebutkan nama yang tidak ingin kudengar hari ini.

“Jung Soojung? Waeyo? Kau bermasalah dengannya?” tanya Chanyeol

“Tentu saja! Kau tau kan Soojung itu dekat dengan Sehun. Dia cemburu padanya” ucap Baekhyun

YAA! BYUN BAEKHYUN! aishh.. jinjja!” karena kesal, aku melemparkan bantalku ke arah Baekhyun yang tengah duduk tak jauh dariku

Aigoo.. Aigoo.. Aigoo.. Uri Monic sudah mulai cemburu pada Sehun, eoh?” ucap Chanyeol dengan senyuman konyolnya seperti biasa

Yaa! Park Chanyeol!” gerutuku

“Kau tidak perlu cemburu, Sehun itu sangat mencintaimu, ia tak akan mungkin beralih dengan gadis lain. Aku bisa menjamin itu” aku mengalihkan pandanganku ketika mendengar Suho baru saja berbicara

Ne! Aku juga menjaminnya. Karena Soojung itu akan bersamaku” ucap Baekhyun

“Aishh.. kalian ini benar-benar”

Tadinya kupikir disini aku bisa menenangkan pikiranku, nyatanya tidak. Mereka semua semakin membuatku benar-benar emosi setiap kali mendengar nama Soojung. Oh astaga! Andai saja aku bisa melenyapkan gadis itu dari muka bumi ini.

Monic POV End

Author POV

Belakangan ini Sehun merasakan ada yang berbeda dari Monic. Ia merasa bahwa akhir-akhir ini Monic cenderung menjadi tak banyak bicara dan seperti menjauh darinya. Setiap kali bertanya, Monic hanya akan menjawab seperlunya.

Hari ini Monic hanya berdiam diri dirumah saja, sedangkan Sehun pergi kuliah. Memang benar apa yang Sehun rasakan belakangan ini, Monic memang sedikit berbeda, ia tak banyak berbicara seperti biasanya, bahkan ia menghindari Sehun. Ia hanya tak tau harus bagaimana, ia tak mau merasakan sakit yang padahal ia sendiri belum tau apa perkataan Soojung saat itu benar atau hanya ingin memanasinya saja.

Tak banyak yang Monic lakukan hari ini, ia hanya berdiam diri dikamar, terus berbaring diatas ranjang tanpa melakukan sesuatu yang penting. Bukan hanya badannya saja yang sakit, namun hatinyapun masih sakit ketika perkataan Soojung terus terbayang-bayang olehnya.

“Apa Sehun benar-benar senang bertemu lagi dengan cinta pertamanya? Setiap kali aku melihat Sehun bersama Soojung, ia terlihat sangat senang” gumam Monic

“Lalu bagaimana jika Soojung mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah mengingat Sehun dan mengatakan bahwa Sehun juga adalah cinta pertamanya?” sambungnya

Ia seketika terperanjat dan menduduki dirinya diatas ranjang “ANDWAEEEE!!” ia mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Apa aku harus bertanya pada Sehun?”

Ia terdiam dan memikirkan perkataannya itu “Aniyo! Aniyo!” Monic dengan cepat menggelengkan kepalanya dan mengacak rambutnya frustasi

“Aissssh!! Aku bisa gila jika terus seperti ini”

Monic kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.

Hampir seharian Monic hanya menghabiskan waktu dikamarnya, ia hanya keluar kamar jika ia haus dan lapar, bahkan seharian inipun dia tidak mandi.

Hari sudah hampir gelap, Sehun telah selesai dengan rutinitasnya di kampus, kini ia sudah kembali ke apartemennya. Saat memasukinya, ia melihat suasana yang benar-benar sepi, biasanya saat ia pulang, ia akan melihat Monic yang sedang asik menonton acara kesukaannya di televisi.

“Mungkin dia tidur” gumam Sehun

Ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya, saat hendak memegang knop pintu kamarnya, tiba-tiba pintu sudah terbuka lebih dulu, dan seorang yeoja keluar dari kamarnya.

tumblr_nmjjavTWWc1riav2to1_500

O-OMO!! Kau mengejutkanku!” Sehun terlonjak dari tempatnya ketika melihat Monic baru saja keluar dari kamarnya dengan keadaan yang cukup kacau, rambut yang berantakan, wajah yang kusut tak ada ekspresi

ebb384ec9790ec849c-ec98a8-eab7b8eb8c80-e10-140116-hdtv-film-x264-720p-lte05-02-38

(Bayangin aja Monic bangun tidur kaya gini yang bikin Sehun shock kebangetan XD kkk~)

Monic hanya terus berjalan tak menghiraukan Sehun yang terkejut karenanya, ia terus berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air mineral. Sedangkan Sehun masih terdiam dan menatap Monic dengan tatapan aneh.

Yaa! Chagiya.. Neo weire?!” tanya Sehun

Namun lagi-lagi Monic hanya terdiam dengan wajah tanpa ekspresinya, ia meneguk minumnya sampai habis dan kembali berjalan menuju kamarnya

Yaa! Kau ini sudah seperti zombie saja. Kau kenapa, eoh? kau menakutiku!” ucap Sehun seraya mengikuti langkah Monic ke dalam kamar.

Monic menduduki dirinya diatas ranjang, ia hanya duduk melamun membuat Sehun yang melihatnya semakin kebingungan dan menatap Monic dengan tatapan aneh. Ia mendudukan dirinya dihadapan Monic, memastikan keadaan istrinya yang terlihat sedikit ‘aneh’ dan seperti ‘zombie’ itu dalam kondisi yang baik-baik saja.

Waeyo?” tanya Sehun, namun Monic masih terdiam tak menjawab pertanyaan Sehun

Yaa! Kau ini kenapa? Jangan menakutiku, Oh Monic!” Sehun mengguncangkan tubuh Monic agar gadis dihadapannya itu berhenti melamun dan bertingkah aneh

Pikiran-pikiran aneh sudah membayangi Sehun. ‘Apa dia ini kerasukan? Oh! Apa yang harus kulakukan?’ batinnya.

Saat tengah memikirkan dugaan-dugaan anehnya, tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya ketika mendengar Monic mulai berbicara

“Hunnie?” ucap Monic

Ne? Waeyo?” tanya Sehun

Namun Monic masih terdiam, namun kini ia menatap Sehun dengan mata yang berkaca-kaca

Yaa! Waee? Berhenti bertingkah seperti zombie! Kau lebih menyeramkan dari hantu!” gerutu Sehun

Monic masih terdiam tak menjawab, kini air matanya menelusuk keluar membasahi kedua pipinya, Sehun semakin tak mengerti dengan tingkah Monic yang menurutnya aneh itu, ia tak pernah melihat Monic seperti ini sebelumnya.

Neo weire? Jelaskan padaku, ada apa? Kenapa kau menangis? Yaa!” Sehun menyeka air mata yang membasahi pipi Monic, bukannya berhenti menangis, tangisannya semakin menjadi-jadi.

“Kau mencintaiku, kan?” tanya Monic

Yaa! Pertanyaan macam apa itu? tanpa aku mengatakannya pun kau pasti sudah tau jawabannya” ucap Sehun

“Katakan kau mencintaiku” ucap Monic dengan suara yang bergetar

Ne, aku mencintaimu, Oh Monic. Kenapa kau bertanya seperti ini, eoh? kau meragukan aku?” tanya Sehun

Monic semakin terisak dalam tangisnya, dengan cepat ia memeluk Sehun dengan sangat erat membuat Sehun kembali terkejut dengan sikap Monic. Sehun mengelus punggung Monic untuk menenangkannya.

Ulljimma” ucap Sehun

Saranghae” lirih Monic

Nado, saranghae.”

Sehun melepaskan pelukan Monic, kini ia menatap wajah gadisnya itu “Ulljimma.” Sehun kembali menyeka air mata yang membasahi kedua pipi Monic, lalu tersenyum hangat pada gadis dihadapannya itu.

Kini Sehun beralih merapihkan rambut Monic yang berantakan dan tak beraturan, baru kali ini ia melihat Monic terlihat berantakan dan kacau seperti ini.

Gomawo” ucap Monic

Sehun tersenyum sambil tetap merapihkan rambut Monic “Cheonmaneyo, chagiya. Jangan menangis lagi, kau terlihat jelek”

Monic yang mendengarnya hanya mem-pout-kan bibirnya, membuat Sehun yang melihatnya sangat gemas, dengan gerakan cepat Sehun mengecup bibir Monic sekilas, membuat Monic membulatkan matanya karena terkejut

YAA!” dengus Monic

“Jangan membuat bibirmu seperti itu. Aku ingin menciumnya setiap kali melihat bibirmu seperti itu” goda Sehun

“Aisssh!” karena kesal, Monic hanya bisa memukul lengan Sehun tak henti-henti

“Ah! Ahhhhh” Tiba-tiba saja Sehun merintih kesakitan, membuat Monic terkejut dan berhenti berhenti memukuli Sehun

Wae?” tanya Monic khawatir “Apa aku terlalu keras memukulmu?”

Appooo” lenguh Sehun

Mianhae, mianhae..” Monic kini mengelus-elus lengan Sehun yang dipukulinya tadi

“Ini sakit sekali” rintih Sehun, ia mengguling-gulingkan tubuhnya di atas ranjang

Mianhae. Apa benar-benar sakit? Ah! Eottokeh..” Monic terlihat panik ketika melihat Sehun yang kesakitan akibat ulahnya

Tiba-tiba saja Sehun tersenyum jail lalu menatap Monic “Kisseuu..” ucap Sehun sambil mem-pout-kan bibirnya. Benar-benar akting yang bagus, Sehun -_-

YAA!” Monic kembali memukuli Sehun tanpa ampun, membuat Sehun hanya bisa tertawa geli dan sesekali meringis kesakitan, his amazing girl is back!

“Menyingkir! Aku ingin mandi” ucap Monic

Sehun segera bangkit dari tidurnya dan kini mendudukan dirinya didepan Monic “Mau kutemani?”

YAA!!” kini Monic menendang Sehun hingga Sehun terjatuh dari kasur

“Ah! Appo!” rengek Sehun

“Rasakan itu!” Monic segera berlalu meninggalkan Sehun

“Yang ini benar-benar sakit” rintih Sehun

Monic hanya berlalu tak menanggapi Sehun yang sedang kesakitan itu

“Aissh! Jinjja! Apa salahnya aku menemaninya mandi, dia kan istriku” gerutu Sehun

YAA! BYUNTAE!” teriak Monic. Kini Monic melempari Sehun dengan sendal rumahnya

“Aissh! Gadis itu memang benar-benar! Tadi menjadi zombie, sekarang menjadi monster!”

“KELUAAAAR!!” teriak Monic

NE! NE! ARRASEEOO!” gerutu Sehun. Ia segera keluar dari kamarnya sambil mengusap-usap pantatnya yang sakit karena terjatuh dari kasur.

*******

Hari ini Monic dan Sehun mengakhiri kuliah dengan cepat, sebelum pulang, Sehun mengajak Monic untuk sekedar berjalan-jalan di Myeongdong.

Chagiyaa” ucap Sehun dengan nada yang sedikit manja

Wae!?” dengus Monic

“Aishh.. galak sekali” cibir Sehun

“Apa maumu?” tanya Monic

Sehun tersenyum dan menyodorkan ice cream-nya pada Monic “Suapi aku”

Mwo!?” Monic membulatkan matany dan menatap Sehun kesal “Shirreo! Tanganmu itu masih utuh, untuk apa aku menyuapimu. Kekanakan!” gerutu Monic

“Suapi aku atau cium aku?” goda Sehun

“Neo mitcheoso!?” gerutu Monic

“Ppalliwaa! Kau lupa jika kita masih terikat perjanjian?”

“Mwo? perjanjian apa maksudmu?”

“Pertandingan basket. Aku masih bisa memintamu melakukan apapun yang aku mau sesuka hatiku” jelas Sehun

“Yaa! Perjanjian itu sudah berakhir 2 bulan yang lalu, pabboya!”

“Tidak bisa. Aku kan tidak memakai kesempatan itu dengan baik”

“Salah siapa! Tidak bisa. Perjanjian itu sudah berakhir, dan kau tidak bisa melakukannya lagi” gerutu Monic

“Tapi kau tidak lupa kan bahwa aku masih menyimpan 1 permintaan padamu?” tanya Sehun

“Ne, aku ingat. Katakan apa permintaan itu sekarang” dengus Monic

“Aniyo.. bukan sekarang. Ada saatnya”

“Ah terserah padamu sajalah” dengus Monic

Setelah menghabiskan waktu bersama, mereka segera pulang menuju tempat tinggal mereka. Seperti biasanya, keadaan di dalam mobil selalu hening, keduanya hanya saling diam.

Namun beberapa saat kemudian, suara dering ponsel memecah keheningan di dalam mobil, Monic cepat-cepat merogoh ponselnya dari dalam tas. Ia menatap layar ponselnya, ketika melihat nama Luhan tertera di layar ponselnya, ia hanya bisa mengernyitkan dahinya dan menggigit bibir bawahnya.

Monic terus menatap ponselnya yang berdering tanpa mengangkatnya. Keringat membasahi pelipisnya, telapak tangannya menjadi lebih berkeringat, menelan ludahnya berkali-kali lalu memejamkan matanya ‘Aku tak boleh mengangkatnya’ batinnya.

Ia menghela nafasnya panjang dan memilih untuk memasukan ponselnya kembali ke dalam tasnya

Nuguya?” belum sempat memasukan ponselnya, ucapan Sehun membuat tubuhnya seketika kaku, nafasnya serasa terhenti saat itu juga

“Ah.. igeo.. bukan siapa-siapa” jawab Monic terbata-bata

Nuguya?” tanya Sehun lagi

“Hanya nomor yang tak kukenal” jawab Monic

“Kemari, coba kulihat” ucap Sehun seraya mengarahkan tangan kirinya pada Monic untuk meminta ponsel miliknya, sedangkan tangan kanannya memegang stir mobil.

“Sudah kubilang ini bukan siapa-siapa, Hunnie” ucap Monic

“Jika bukan siapa-siapa, maka coba kulihat”

Monic menghela nafasnya berat, keringat semakin membasahi pelipisnya, ia menelan ludahnya berkali-kali. Nampaknya Monic sungguh ketakutan, ia sangat takut jika Sehun akan marah padanya. Dengan tangan bergetar, ia memberikan ponselnya pada Sehun.

Setelah ponsel Monic berada di genggamannya, Sehun segera melihat panggilan tak terjawab pada ponsel Monic. Ketika berhasil melihat siapa yang baru saja menghubungi gadisnya itu, dengan tiba-tiba Sehun menghentikan mobilnya mendadak.

“O-oh! Astaga!” jerit Monic. Jika saja ia tak mengenakan seatbelt, mungkin saja saat itu juga ia akan terlempar keluar

“Luhan?” tanya Sehun

Sehun mengalihkan pandangannya, dan kini menatap Monic dengan tatapan tajam, “Laki-laki ini lagi!?” tanya Sehun

Monic tak menjawab. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya, dan memilin roknya, ia tak tau harus berbuat apa. Yang ia tahu saat ini adalah suaminya itu sedang dikuasai oleh amarahnya, setiap kali menyangkut Luhan, Sehun pasti akan sangat emosi.

Sehun memejamkan matanya, menghela nafasnya kasar. Ia menatap ke arah jalanan, dan seketika memukul stir mobilnya dengan keras sehingga membuat Monic terkejut. Saat itu juga Sehun segera menginjak pedal gas mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi.

Yaa! Oh Sehun. Hentikan” pinta Monic

Namun Sehun mengabaikan ucapan Monic. Ia sudah benar-benar dikuasai oleh amarahnya

“Bukankah aku sudah bilang jangan pernah berhubungan lagi dengannya?!” sentak Sehun

“Aku tidak berhubungan dengannya!”

“Lalu ini apa!?” Sehun mengangkat ponsel Monic yang berada di kanan kirinya.

Karena tak bisa lagi menahan emosinya, Sehun membuka jendelanya dan melempar ponsel Monic keluar.

YAAA! OH SEHUN!! NEO MITCHEOSO!?” sentak Monic. Ia baru saja melihat Sehun membuang ponsel kesayangan miliknya. Ingat, mem-bu-ang-nya!

“HENTIKAN MOBILNYAAA!! YAA!” teriak Monic

Sehun terus mengabaikan teriakan-teriakan gadisnya itu, ia sama sekali tak perduli atas perkataan-perkataan gadisnya itu.

“KUBILANG HENTIKAN MOBILNYA OH SEHUN!” teriak Monic

Wae?! Kau ingin mengambil ponselmu yang sudah ku buang itu, eoh!? apa itu lebih berharga dibandingkan aku!?” sentak Sehun

“Kau benar-benar keterlaluan, Oh Sehun!”

Lagi-lagi Sehun menghentikan mobilnya secara mendadak, membuat Monic lagi-lagi terkejut dan hampir saja merasakan jantungnya copot untuk kedua kalinya.

“Tidak bisakah kau berhenti berhubungan dengan Luhan!?”

Mwo?! aku tidak berhubungan dengannya!”

Sehun mendesis dan menyunggingkan sebelah sudut bibirnya “Tidak katamu? Lalu untuk apa dia menghubungimu, eoh!?”

“Aku sama sekali tidak tau, Oh Sehun! Bahkan aku memilih untuk tidak mengangkatnya!”

“Ya.. kau tidak mengangkatnya karena sedang bersamaku”

“Berhenti menuduhku! Aku tak melakukan apa yang ada dipikiranmu! Kau benar-benar berlebihan!!”

“Aku berlebihan?” tanya Sehun

Sehun tersenyum getir dan menghela nafasnya kasar “ Ya, aku berlebihan! Aku tak bisa menahan diri jika kau berhubungan dengan namja itu! Dengan cinta pertamamu itu! Apa kau tidak bisa mengerti perasaanku ketika kau kembali berhubungan dengan cinta pertamamu itu, eoh?!”

Monic menghela nafasnya kasar, ia menyunggingkan sudut bibirnya “ Lalu bagaimana dengan kau?! Apa kau bisa mengerti perasaanku, eoh?!”

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Sehun

“Aku akan pulang sendiri!” ucap Monic. Ia segera keluar dari dalam mobil dan membanting pintu dengan keras

Sehun lagi-lagi menghela nafasnya kasar, dengan cepat ia segera keluar dari dalam mobil dan menyusul Monic

Yaa!” Sehun menarik tangan Monic, sehingga Monic terhenti saat itu juga

Wae!? Apa kau sudah sadar sekarang jika kau egois, eoh?!” tanya Monic

“Apa yang kau bicarakan, Oh Monic!”

“Kau tak suka jika aku berhubungan dengan cinta pertamaku, lalu bagaimana dengan kau!? Eoh?! kau begitu senang saat kau bertemu dengan cinta pertamamu lagi. Kau egois!!” teriak Monic

“Kau ini bicara apa?!”

Monic tersenyum getir, ia menatap Sehun dengan mata yang berkaca-kaca “Wae? Kau terkejut karena aku sudah mengetahui semuanya? Kau pikir aku tak tau siapa Soojung?! Ya.. aku sudah terlalu banyak diam. Pergilah berkencan dengan cinta pertamamu itu!”

“Aku tidak tau apa yang sedang kau bicarakan”

“Ya, karena kau memang tidak pernah tau! Oh Sehun, Cukhae! Akhirnya kau bertemu lagi cinta pertamamu” Monic segera berlalu meninggalkan Sehun

Sedangkan Sehun masih terdiam dan tak mengerti dengan apa yang dibicarakan gadisnya itu. “Yaa! Oh Monic!”

“Taxi!” teriak Monic, ia segera masuk ke dalam taxi dan berlalu meninggalkan Sehun “Ahjushi, jalan”

Yaa! Monic! Yaa!!” teriak Sehun. Ia menghela nafasnya kasar dan mengacak rambutnya frustasi

******

Ini sudah lebih dari seminggu semenjak pertengkaran mereka saat itu, hubungan mereka tak kunjung membaik. Keduanya saling menjauh, tak ada salah satu dari mereka yang ingin berbicara ataupun meminta maaf terlebih dulu. Mereka saling salah paham.

Selama seminggu lebih ini pula Monic dan Sehun tidak pernah bersama, Monic selalu melihat Sehun jauh lebih dekat dengan Soojung. Dugaannya atas perkataan Soojung itu semakin kuat, bahwa Soojung benar-benar cinta pertama Sehun.

Pernikahan mereka saja baru berjalan 3 bulan, tapi mereka harus kembali bertengkar hebat seperti ini.

Kini Monic sedang duduk disebuah bangku taman kampusnya, ia hanya ingin menenangkan pikirannya dan menghindari untuk melihat Sehun dan Soojung yang selalu bersama.

Saat tengah melamun, seseorang datang menghampirinya “Monic”

Monic mengalihkan pandangannya dan menatap seseorang yang sudah terduduk disampingnya

“Taehyung?”

Taehyung tersenyum sangat manis pada Monic seperti biasanya “Sedang apa kau disini? Kenapa kau sendirian? Dimana Sehun?”

Monic menghela nafasnya berat “Molla

Waeyo? Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Taehyung

“Ya begitulah, Taehyung-ah.”

“Mau ceritakan padaku? aku akan mendengarkanmu dengan baik”

Namun Monic hanya terdiam dan tak menjawab Taehyung, ia berkali-kali hanya menghela nafasnya berat

“Apakah karena Soojung?” sambung Taehyung

Perkataan Taehyung itu sontak membuat Monic terkejut. Namja ini benar-benar tak berubah, ia selalu bisa menebak dengan tepat, pikirnya.

“Benar bukan?” tanya Taehyung

Monic hanya bisa mengangguk pasrah, karena ia memang tidak bisa menyembunyikannya dari Taehyung, bagaimanapun ia menyembunyikannya, Taehyung pasti akan dengan mudah mengetahuinya.

“Aku tau kau tidak suka saat Soojung dekat dengan Sehun, bukan? Apa kau sudah membicarakan hal ini pada Sehun?” tanya Taehyung

Monic menggelengkan kepalanya “Belum” jawabnya

“Seharusnya kau mengatakannya jika kau tidak suka Sehun terlalu dekat dengan Soojung. Bukan hanya berdiam diri dan menyiksa dirimu sendiri seperti ini”

“Bagaimana aku mengatakannya?” tanya Monic

Aigoo.. Monic yang dulu benar-benar berubah. Bukankah dulu kau sering sekali terang-terangan mengatakan apa yang tidak kau suka? Mengapa sekarang kau menjadi seperti ini?”

Monic hanya bisa tersenyum getir menanggapi perkataan Taehyung

“Nampaknya Sehun itu benar-benar kelemahanmu ya” ejek Taehyung

Yaa! Kim Taehyung!” gerutu Monic

Taehyung hanya tertawa geli melihat reaksi Monic yang dengan cepatnya berubah saat itu juga “Jika kau tidak suka, katakan padanya, jangan diam seperti ini. Bagaimanapun, Sehun itu suamimu. Kau berhak mengatakan bahwa kau tidak suka Sehun berdekatan dengan yeoja lain”

Monic tersenyum dan mengangguk, ia benar-benar harus mengatakannya pada Sehun dan kembali bersikap tegas seperti dulu, ia tak mau menjadikan Sehun benar-benar sebagai kelemahannya.

Taehyung menatap jam tangannya lalu kembali menatap Monic “Aku harus masuk kelas. Katakan itu secepatnya pada Sehun, ne?”

Ne, arrasseo” ucap Monic

Taehyung tersenyum dan mengacak rambut Monic lalu berlalu meninggalkannya

“Dia memang selalu dengan mudah menebak perasaanku” gumam Monic

Ia menatap Taehyung yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya, senyumannya terukir diwajah cantiknya.

Gomawo, Taehyung-ah

Setelah merasa mood-nya mulai membaik, ia memilih untuk makan siang di cafetaria, kebetulan sekali ia bertemu Minah, tanpa berpikir panjang ia meminta Minah untuk menemaninya makan siang di cafetaria. Mereka berjalan menyusuri koridor untuk menuju cafetaria.

“Apa hubunganmu dengan Sehun sudah membaik?” tanya Minah

Monic dengan cepat menggelengkan kepalanya “Ani

“Tapi rasanya kau terlihat jauh lebih ceria dari hari-hari sebelumnya” desis Minah

“Ini karena aku sudah menemukan solusinya untuk mengatasi masalahku” ucap Monic girang

“Ah baguslah. Setidaknya aku tak melihatmu yang bertingkah seperti zombie lagi” ejek Minah

Yaa! Bang Minah! Aissh! Jinjja

Minah hanya terkekeh melihat tingkah Monic yang selalu berubah-ubah setiap waktu. Saat mereka sedang berjalan menyusuri koridor, mereka tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika melihat diujung koridor ada Sehun dan Soojung yang sedang asik berduaan.

Yeoja itu benar-benar tidak bisa di diamkan, Monic” ucap Minah

Monic hanya terdiam dan terus menatap pemandangannya yang membuatnya merasa terbakar oleh api cemburu.

“Jangan diam saja!” gertak Minah

Setelah melihat Sehun pergi, Monic memantapkan hatinya untuk menghampiri Soojung. ‘Sekarang, atau tidak sama sekali’ batinnya.

Dengan langkah cepat, ia segera menghampiri Soojung, sedangkan Minah mengikuti Monic dari belakang.

Yaa! Jung Soojung!” seru Monic

“Monic?” Soojung menatap Monic dan memberikan senyuman termanisnya seperti biasa “Annyeong!” sapa Soojung

“Berhenti bertingkah seperti itu” ucap Monic dengan nada yang sedikit tinggi

Waeyo?” tanya Soojung

Monic terlihat sedikit berpikir, ia harus mencari kata-kata yang tepat agar Soojung benar-benar menjaga jaraknya dari Sehun.

YAA! Menjauh darinya, Sehun adalah tunanganku!” seru Monic pada Soojung

Perkataan itu tiba-tiba terlontar dari mulut Monic, seharusnya ia mengatakan saja jika Sehun adalah suaminya, namun ini terlalu banyak orang, dan mungkin ‘pertunangan’ adalah hal yang tepat untuk saat ini, pikirnya.

Mwo? tunanganmu?” Soojung benar-benar terkejut ketika Monic mengatakannya

Ne! Sehun itu tunanganku, menjauhlah darinya. Aku tidak suka kau selalu bersama Sehun!” ucap Monic dengan nada yang sedikit kesal

Belum sempat Soojung menjawab, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri mereka berdua

“Tunanganmu?” Sehun menatap Monic dengan intens lalu melanjutkan perkataannya “Kurasa tidak.”

Monic yang mendengarnya hanya bisa terdiam kaku dan tidak percaya atas apa yang diucapkan oleh Sehun. Sama halnya dengan Minah, ia begitu terkejut ketika mendengar perkataan Sehun.

“Kau sendiri pernah mengatakan, jangan mengklaim bahwa kita ini benar-benar saling memiliki bukan? Jadi sekarang aku bebas untuk mendekati yeoja manapun, kan?” sambung Sehun

Kini Sehun beralih menatap Soojung, ia segera menarik tangan Soojung dan membawanya pergi, meninggalkan Monic yang masih berdiri mematung tak percaya atas perlakuan Sehun padanya

“Kau memang benar-benar menyebalkan! Kau melakukan apapun semaumu! Aku benci kau, OH SEHUN!”

To be continued..

hi~ hello~ annyeong~

akhirnya aku kembali lagi mwehehe

maafkan atas update yang lama lagi, kemarin2 kesehatanku lagi ga bagus, dan revisi yang numpuk huhu

semoga kalia suka yaa ^^

jangan bosen-bosen ya mampir buat baca2 chapter selanjutnya hehe

loveyaa ❤ ❤

383 responses to “My Nerd Boy [Chapter 13] – by MeiKim

  1. Pingback: My Nerd Boy [Chapter 20-END] – by MeiKim | SAY - Korean Fanfiction·

  2. Sehun jangan jahat sm monic walau monic nyebelin tp jgn buat dia sakit hati karena cinta lg

  3. ngakak pas liat fotonya monic habis bangun tidur.. kkk
    kayak zombie beneran
    tapi itu kan fotonya cheon song yi di my love from the star..

  4. aku kebanyakan nangis baca chap ini
    nyesekkk ny ngena bget
    apalagi wktu mereka berantem d mobil truz diam2 an
    apalagi wktu sehun blg ga boleh saling meng klaim masing2 nyesek deh asli

  5. aku kebanyakan nangis baca chap ini
    nyesekkk ny ngena bget
    apalagi wktu mereka berantem d mobil truz diam2 an
    apalagi wktu sehun blg ga boleh saling meng klaim masing2 nyesek deh asli

  6. aku kebanyakan nangis baca chap ini
    nyesekkk ny ngena bget
    apalagi wktu mereka berantem d mobil truz diam2 an
    apalagi wktu sehun blg ga boleh saling meng klaim masing2 nyesek deh asli -_-

  7. Aaaa OH SEHUN menyebalkan !!
    Bangun tdur langsung ngeliat ff ini, baca yg chapter 3, eh sehun nya bikin emosi naik !!!
    Buat authornya, jaga kesehatan, fighting biar banyak cerita yg ditulis 😀

  8. Mwo!!!sehun kenapa kamu bilang gtu?
    Mungkin aku jdi monic mrahlah
    Ha???gimana hububgan mereka, smoga aja cepat membaik

  9. Ninggalin jejak ya~
    Sehun jangan jahat sm monic walau monic nyebelin tp jgn buat dia sakit hati karena cinta lg

  10. gregetan gua liat nie couple hah…..
    bener suami istri ysg sama2 keras kepala kekanak-kanakan dan menang sendiri isshh lengkap deh masalah couple satu ini

  11. ASTAGA!!!!! KO JADI RUNYAM GINI???!! SEHUN NYA NYEBELIN IH!!!
    IKUT GREGET JUGA SAMA SEHUN!! MONIC KASIAN.. 😦
    HUFFT..MUDAHAN HUB. SEHUN-MONIC BAIKAN… GA TAHAN LIAT NYA MARAHAN MULU
    SAMPE2 SI SEHUN NGUCAP BEGITUAN..NJIRR

  12. lah gua kadi emosi sendiri bacanya haduhh baper kyaknya bnerbner ada part yang pernah gw alamin huaaaa baperrr
    kau benar benar oh sehunn aisshhh gregetan bacanya jugaa menjengkelkan

    aku bnerbner di buat jatuh cinta nih sma ff ini hadududh semangat bacanya juga

  13. aishhhh oh sehun pabo!! -_- kenapa lu memperlakukan monic kaya gitu eoh?? monic sabar yak anggep aja cobaan pernikahan :3 :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s