PG-00521 (CHAP.4)

5

PG-00521

 

Teaser:

‘tidak pernah mengatakannya bukan berarti dia tidak mengingatnya.’

Sehun yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecil.

The last hope that he can hold into

“For sure, it’s my pleasure”

Attention: Bagi yang baru membaca, saya sarankan untuk membaca dari chapter awal, sehingga tidak kebingungan. Terimakasih 🙂

Previous: chapter 1 | chapter 2 |chapter 3

***

Baekhyun berjalan mengelilingi tabung yang dipenuhi dengan cairan kuning tersebut dalam diam. Di dalam tabung terlihat Minyoung yang sedang tertidur tanpa mengenakan apapun, dengan beberapa selang kecil yang terhubung ketubuhnya.

Dapat Baekhyun lihat luka tembak yang berada di kaki kiri Minyoung mulai sembuh. Seperti sebuah benang yang menjalin dengan satu sama lain. Itulah yang dilakukan oleh nadi, daging dan kulit Minyoung sekarang.

Jika diperhatikan lebih dekat dan teliti, maka bisa dilihat benang-benang tipis berwarna merah menjalin satu sama lain, yang membuat luka Minyoung sedikit demi sedikit mulai terlihat sembuh.

Sibuk memperhatikannya membuat Baekhyun tidak tau jika seseorang  masuk kedalam laboratorium dan sekarang sudah berdiri disampingnya. “Dua belas jam kedepan, tool milikmu akan dikeluarkan, jadi beristirahatlah.”

Sedikit terkejut, Baekhyun mencoba mengendalikan ekspresinya, sebelum mengangguk kecil sebagai jawabannya.

“Kalau begitu, aku undur diri” pria yang mengenakan jas putih mirip seperti jas dokter tersebut pun berbalik dan menghilang dibelokan yang menghubungkan laboratorium dengan kantin.

Menguap, Baekhyun berjalan menuju pintu lab, dan keluar dari tempat yang dipenuhi  dengan zat-zat kimia tersebut. Dia rasa dia memang perlu beristirahat.

.

.

.

.

.

Sehun hanya bisa terdiam.

Dia sudah lelah sekali sekarang. Ingatannya tentang masa lalu-nya yang selama ini tidak pernah dia ingat, tapi tiba-tiba datang seperti ombak pasang yang menghantamnya membuat mentalnya menjadi sedikit lelah.

500 meter dari tempatnya duduk sekarang, rumah milik Kim Hye Sun tepat berada didepannya.

Rumah yang terlihat sama dengan rumah yang berada disekitarnya, merupakan cara yang baik untuk menyempurnakan penyamarannya. Tapi, tetap saja, jumblah bodyguard yang mengawasi sekeliling rumah membuat pemandangan rumah ini menjadi sedikit berbeda. Walaupun tidak terlalu ketara karena para bodyguard akan menjaganya tidak dengan cara terang-terangan, mereka melakukan tugas mereka dengan cara bersembunyi atau menyamar sebagai salah satu penduduk disekitar.

Dan hal itu sudah cukup jelas menerangkan jika penghuni rumah bukanlah orang biasa untuk Sehun atau mungkin orang-orang yang memperhatikan lebih jelas. Tapi orang-orang disekitar pemukiman terlalu sibuk mengurusi urusan mereka untuk bertahan hidup diwilayah ini sekarang.

Disamping Sehun, Hyejin nampak sibuk menyiapkan semua senjata yang mereka akan gunakan.

Walaupun Hyejin maupun Sehun hanya mengambil beberapa pistol dan peluru ditambah pisau, bersama mereka.

Sehun tidak ingin ceroboh seperti kemarin.

Dan hal itu membuatnya harus memutar otaknya untuk memikirkan rencana cadangan untuk mengatasi hal yang tak dia inginkan. Ditambah, kawasan yang sedang di tempati sekarang merupakan kawasan yang berbatasan langsung dengan Korea Utara, dan fakta tersebut membuat Sehun harus lebih berhati-hati dengan rencananya.

Ulah yang dia lakukan di India akibat kemarahannya sudah cukup menyita waktunya hanya untuk mengahapus jejaknya dari India, hanya untuk meyakinkan jika hal itu bukanlah perbuatan milik M19 Syndicate maupun K Company.

Jadi dia tidak ingin menghabiskan waktunya lebih hanya untuk melakukan hal yang hanya membuatnya semakin berlama-lama dalam misinya.

Sudah tiga hari belakang ini, dia terus memantau kegiatan yang terjadi disekeliling rumah, dan mecoba mengingat wajah dan membaca gerakan yang dilakukan oleh anak buah milih Kim Hye Sun. Selama tiga hari tersebut, dia mendapatkan pattern yang sama untuk kegiatan maupun gerakan yang dilakukan, yang bisa membantu rencana agar terlaksana lebih mudah.

Dan selama tiga hari tersebut, tak satu kali pun Kim Hye Sun tidak keluar dari rumah tersebut.

Hal tersebut membuat Sehun harus mempertimbangkan tentang cara yang harus dia gunakan, ataupun rencana B yang harus dia pikirkan agar tidak terjatuh kedalam perangkap Kim Hye Sun untuk kedua kalinya.

Mempersiapkan dirinya, Sehun pun bangkit, merapikan sedikit jaket kulit berwarna hitamnya dan juga sarung tangan yang dia kenakan sekarang.

‘one… two…’

 

Dengan langkah pelan Sehun mulai melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya tadi.

 ‘three…’

 

Meninggalkan Hyejin yang sekarang hanya perlu menunggu sinyalnya.

‘kill… or…’

 

dengan gerakan cepat, Sehun sudah berada dibelakang dua musuhnya.

‘killed…’

 

Dua kepala manusia yang terlepas dari tubuh mereka terjatuh diatas tanah.

.

.

.

.

.

Suara tetesan air yang berasal dari luar sampai terdengar kedalam ruang kamar Baekhyun. Suasana kamar yang gelap dan sepi menemani Baekhyun yang masih belum bisa tertidur walaupun waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari lebih.

Empat jam kedepan nanti Minyoung baru akan dikeluarkan dari dalam tabung tersebut.

Dapat Baekhyun dengar suara hujan yang turun semakin deras, yang sekarang di-iringi beberapa kilatan petir.

Mengubah posisinya, Baekhyun hanya menghembuskan nafasnya panjang.

‘tidak pernah mengatakannya bukan berarti dia tidak mengingatnya.’

Baekhyun merindukan ibu dan ayahnya sekarang. Bahkan setelah sekian lama kejadian keji tersebut terjadi, dia masih bisa mengingat semuanya dengan jelas.

Dinginnya salju yang terjatuh diatas kepalanya. Desir angin yang berhembus yang membuat tubuhnya menjadi dingin.

Suara tembakan.

 

Dan rasa lengket ditangannya, saat menyentuh darah milik ibunya.

Mengingatnya, Baekhyun langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berlari menuju wasteful yang ada dikamar mandi.

Teringat tentang hal tersebut langsung membuat Baekhyun merasa mual dan ingin mengeluarkan semua isi perutnya.

Dia seorang pembunuh tapi bodohnya, dia membenci dan tidak bisa melihat darah.

Setiap kali Baekhyun melihat darah, maka saat itu juga dia akan merasakan mual dan rasa sakit yang mendera kepalanya. Tapi semuanya coba dia tahan hingga dia sampai diapartemen kecil miliknya dan mengeluarkan semua isi dalam perutnya, yang tak jarang membuatnya akan merasa lemas setelahnya

Menghidupkan air keran, Baekhyun membasuh wajahnya dengan air dingin yang mengalir.

Menatap bayangan dirinya pada cermin yang ada didepannya, dapat dia lihat bagaimana pucat dan letihnya wajahnya sekarang.

Mengambil handuk kecil yang digantung tidak jauh dari sana, Baekhyun mengelap wajahnya sambil mengarahkan kakinya kearah jendela, lalu membuka tirai berwarna abu-abu tersebut, yang membuatnya bisa melihat keadaan luar yang masih diguyur oleh hujan deras.

.

.

.

.

.

Sehun sudah berhasil masuk kedalam cukup aman. Beberapa bodyguard yang tadi berjaga dia lewati dengan halus dan mudah.

Darah yang ada dijaket kulitnya akibat cipratan yang keluar tadi membuat Sehun harus mendengus kesal karena jaket yang sekarang dia kenakan harus kotor dan berbau amis. Jika saja mereka tidak melawannya tadi, mungkin jaket ini pasti akan masih bersih pikirnya.

Saat dia melihat empat orang lainnya yang kini berlari kearahnya, atau mungkin lebih tepatnya pintu gerbang, dimana tempat dia membunuh tiga orang lainnya tadi, Sehun langsung menghimpitkan badannya diantara tembok dan pohon oak yang cukup besar.

Saat sudah dilewati, tak ingin membuang kesempatannya, Sehun menembak salah satu dari mereka yang berjalan paling belakangdengan pistolnya yang memiliki kedap suara, yang membuat suara tembakan tidak terdengar, sebelum akhirnya korbannyalah yang akan menghasilkan suara jatuh yang keras.

Mendengarnya sontak membuat ketiga lainnya yang tersisa langsung berbalik. Bahkan salah satu dari mereka sudah lebih dulu tertembak, sebelum melihat apa yang terjadi dengan temannya. Dan sekarang hanya menyisakan dua orang lainnya yang terlihat semakin panik.

Tak mau membuat mangsanya lari Sehun, melempar sebuah pisau kecil yang langsung mengenai salah satu kaki dari mereka, yang membuatnya langsung terjatuh.

Sedangkan satu-satunya yang terlihat masih utuh alias belum terluka terlihat cukup terkejut dengan apa yang terjadi, dan membuatnya hanya bisa diam membeku.

Melihat situasi yang diinginkan, Sehun keluar dari persembunyiannya dan berjalan kearah dua mangsanya yang kini terlihat sudah cukup pucat.

Yang satu terluka cukup parah. Yang satunya lagi, terlihat cukup terkejut dan terlalu takut, dan membuatnya hanya bisa mematung sekarang.

Saat melihat Sehun semakin mendekat kearah mereka, dengan cepat adrenaline mereka naik yang membuat mereka langsung berusaha lari karena ketakutan. Tapi semuanya terlambat saat Sehun sudah menarik pematik pistolnya untuk yang pertama dan kedua kalinya.

.

.

Tak ingin membuang waktunya, Sehun langsung mengarahkan kakinya menuju lebih dalam ke-kediaman Kim Hye Sun.

Dan setiap satu atau dua orang yang dia lewati sengaja maupun tidak sengaja, semuanya dia singkirkan begitu saja bagai barang tak berguna. Bagaikan daging yang bisa berjalan tapi tak cukup ternilai untuk Sehun pertimbangkan, antara membiarkannya tetap menjadi tak ternilai alias membiarkannya hidup atau membuangnya begitu saja.

Saat Sehun membunuh untuk pertama kalinya, sejak saat itulah nilai seorang manusia menghilang dari diri Sehun sendiri.

Dia bukanlah manusia lagi pikirnya sejak saat itu. Dia hanyalah monster yang dibayar hanya untuk membuang daging yang tak berguna.

Saat Sehun sampai didepan pintu ruang tengah, dengan kasar Sehun menendang pintu tersebut yang membuat pintu yang ada didepannya langsung terbuka.

Sekarang dapat dia lihat Kim Hye Sun duduk diatas kursi dengan seringaian kecil yang menghiasi bibirnya yang dipolesi dengan lipstick yang berwarna merah maroon tersebut.

“Lama tak berjumpa? Oh Sehun-shi?”

Sehun yang mendengarnya hanya bisa tersenyum kecil.

Apa ini masuk kedalam rencana miliknya? Entahlah. Sehun sendiri melupakan rencananya karena terlalu senang melihat darah yang tercecer dari kepala musuh yang dia tembak.

“Aku harap bayaran yang akan aku dapatkan sedikit lebihnya akan setara dengan mengorbankan semua anak buahku yang dengan senang hati kau bunuh.”

Mendengarnya Sehun menaikkan kedua alisnya, sebelum akhirnya, dunia disekitarnya berputar dan menjadi gelap setelah merasakan pukulan yang cukup keras dibelakang kepalanya.

.

.

.

.

.

Saat Baekhyun terbangun, dia mendapati dirinya tertidur didekat jendela dengan menekuk kedua lututnya mendekat kearah dadanya dan menggunakannya sebagai penopang kepalanya. Melirik kearah jam tangannya miliknya. Sekarang waktu menunjukkan pukul 09.13 AM. Bangkit dari posisinya, lalu menggerakkan badannya yang sekarang terasa sedikit sakit.

Mencium aroma kopi dan roti bakar dari arah dapurnya. Dengan cepat Baekhyun mengarahkan kakinya kearah sana. Di belakang konter dapur, Baekhyun dapat melihat seseorang tampak sibuk dengan apa yang ada didepannya.

Sedikit berlari, Baekhyun menghampirinya dan langsung memeluknya dari arah belakang.

“MINYOUNG-ah!” seru Baekhyun bersemangat, sebelum memutar tubuh Minyoung sehingga berhadapan dengannya. “Kau kembali!” Seru Baekhyun sekali lagi dan hanya dibalas dengan tatapan datar milik Minyoung.

Melihatnya, Baekhyun melebarkan senyumnya yang entah sejak kapan sudah ada dibibirnya.

“Aku merindukanmu” ucap Baekhyun, dengan manisnya.

Jika Minyoung bisa, sekarang pasti dia sudah mencubit kedua pipi Baekhyun yang terlihat sangat menggemaskan sekarang, atau akan menakup kedua pipi Baekhyun dan memberinya kecupan ringan sebagai hadiah kecilnya. Tentu saja, jika Minyoung bisa.

“Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu tuan” jawab Minyoung, sebelum berbalik dan mengambil piring yang sudah disi roti bakar dan sudah dilapisi dengan selai coklat dan secangkir kopi yang sudah dia siapkan. Berjalan menuju meja makan, dengan Baekhyun yang mengekorinya dari arah belakang.

Setelah Minyoung manaruhnya diatas meja dengan rapi, Baekhyun langsung duduk ditempatnya dengan Minyoung yang menemaninya dari seberang meja.

Melakukan rutinitas mereka setiap hari lakukan sebelum pergi kemarkas untuk menjalankan misi atau hanya sekedar melatih skill Baekhyun yang memang masih payah.

Menghabiskan sarapannya dengan cepat, Baekhyun langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya atau hanya sekedar membasuh wajahnya.

Baekhyun bersemangat untuk menjalani harinya hari ini.

.

.

.

.

.

His light

The last hope that he can hold into

One and only one reason for him to lives a little longer in his life

As a human

And still hanging in there

.

.

.

.

.

Saat Sehun tersadar, dia sudah berada didalam sebuah ruangan sempit yang tak memiliki satupun vetilansi udara, ataupun jalan keluar yang akan mudah dia lewati. Karena didepannya sekarang, dua orang bodyguard menjaga ketat pintu ruangan yang satu-satunya menjadi jalan keluar.

Saat dia melihat kearah atas. Sebuah pintu ventilasi terlihat.

Melihat kedua tangan dan kakinya yang diborgol dan ditambah diikat dengan rantai yang cukup berat membuat Sehun mengehembuskan nafasnya. Ditambah tangannya yang dibawa ke arah belakang, Sehun hanya membuat Sehun semakin kesal.

Sekalipun dia Class A agent yang sudah melewati hal semacam ini berkali-kali hingga dia tak bisa menghitungnya lagi, tetap saja, hal semacam ini hanya akan selalu membuatnya merasa jengah, dan sekaligus marah.

Merutuk dalam hatinya, Sehun mulai mencari-cari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membuka borgolnya paling tidak.

Tak menemukan apa-apa disekitarnya, Sehun kembali menghembuskan nafasnya panjang.

‘Okay it starts getting annoying’ pikir Sehun.

Menggertakkan giginya, Sehun pun memilih menyerah.

Orang seperti Sehun yang merupakan tipikal orang yang membenci kalah. Tidak tau saat dirinya harus mengaku kalah atau terus berusaha merupakan salah satu kelemahan terbesar Sehun.

Karena sifatnya yang seperti itulah yang selalu membuat beberapa misinya harus memakan waktu sedikit lama, karna harus mengurusi hal yang harusnya tak masuk dalam rencana tapi tanpa sengaja terjadi karena sifat Sehun sendiri.

Merasa sedikit tenang, dengan perlahan Sehun menaikkan tangannya kearah belakang kepalanya, mendongakkan sedikit kepalanya agar bisa menyentuhnya. Dengan sedikit usaha, Sehun pun bisa menyentuhnya.

Tapi dengan cepat, Sehun menurunkan tangannya dan menaruhnya ditempat semula saat dua bodyguard yang ada didepan pintu bergeser dan terlihat memberikan jalan untuk seseorang yang memasuki ruangan.

“Bukankah sudah saatnya kau membayarnya Oh Sehun-shi?” ucap Hye Sun begitu sampai didepan Sehun, yang sekarang juga duduk diatas sebuah kursi.

Hanya mereka berdua.

“Seingatku, kau lah yang lari membawa uang milik K Company” jawab Sehun tenang, dan jangan lupa seriangannya yang memprovokasi.

Mendengarnya jawaban Sehun, suara tawa Hye Sun terdengar diseluruh ruangan.

“Ouch, perutku sakit akibat tertawa, kau sangat lucu sekali Sehun-shi” sahut Hye Sun diantara tawanya yang sesekali akan terdengar.

Melihatnya, Sehun hanya tertawa sinis. “Jika kau tak memiliki uangnya, berikan saja kepalamu maka urusan kita akan selesai dengan cepat.”

Hye Sun yang mendengar jawaban terakhir Sehun hanya menatap Sehun jenaka. “Aigoo, ternyata rumor yang aku dengar tentang seorang Oh Sehun cukup benar” Hye Sun pun menghapus air mata yang ada disudut matanya karena tertawa tadi.

“Rumor apa yang kau dengarkan?”

“Jika kau orangnya tak suka berbasa-basi.”

Sekarang giliran Sehunlah yang tertawa, “aku tidak tau darimana kau mendapatkan rumor seperti itu tentangku” menghentikan kalimatnya Sehun sedikit memajukan wajahnya agar bisa sedikit dekat dengan wajah Hye Sun.

“Tapi bisa kukatakan jika rumor itu setengah benar dan setengah salah” Sehun menghentikan ucapannya, lalu membasahi sedikit bibir bawahnya “aku bukanlah orang yang suka berbicara banyak, tapi aku suka berbasa-basi dengan menggunakan tindakanku. And Fuck each other is one of them.”

Sehun langsung memundurkan sedikit wajahnya, dan memasang ekspresi cukup senang-nya sekarang.

“Kau adalah orang yang sangat menarik Oh Sehun” balas Hye Sun dengan senyuman dibibirnya, sebelum bangkit dari tempat duduknya.

“For sure, it’s my pleasure” jawab Sehun sambil menundukkan sedikit kepalanya dan memandangi Hye Sun berjalan keluar dari ruangan

“Bitch.”

.

.

.

.

.

Musim dingin sudah berada didepan mata, membuat suhu udara semakin hari menjadi sedikit dingin. Saat angin yang cukup kencang berhembus kearah Baekhyun, seketika tubuhnya akan merinding karena terpaan angin.

Meliliti kedua tangannya erat didepan tubuhnya Baekhyun sesekali akan berhenti lalu mengeratkan jaket yang dia kenakan.

Minyoung yang berjalan disampingnya hanya berjalan seperti biasa dan yang Baekhyun maksud biasa, ya biasa.

Berjalan sedikit mendekat kearahnya, Baekhyun menempelkan dirinya kearah Minyoung.

‘Minyoung terasa sangat hangat sekali,’ pikir Baekhyun.

Itulah salah satu kelebihan sebuah tool. Mereka, sudah berfungsi sama seperti robot, bahkan jauh lebih maju dari sebuah robot. Badannya mereka akan menangkap semua informasi yang dia dapatkan dari daerah sekitarnya menggunakan semua panca indra mereka, dan jika informasi yang mereka dapatkan, memberikan sebuah peringatan yang akan membuat fisik ataupun posisi mereka dalam situasi yang berbahaya atau tidak menguntungkan. Maka dengan cepat, fisik mereka akan cepat beradaptasi dengan sekitarnya.

Dan hal itu membuat sebuah tool bisa bertahan ditempat, suasan, iklim ataupun keadaan apapun, semaksimal yang dia bisa.

Dan contoh kecilnya adalah, jika suhu disekitar mereka menurun, maka dengan otomatis, mereka akan menaikkan suhu tubuh mereka begitu juga sebaliknya, sehingga membuat badan mereka menjadi nyaman dan menghilankan peringatan yang diberikan oleh tubuh mereka.

“Kau sebenarnya apa Minyoung?” bisik Baekhyun pelan, yang masih bisa ditangkap oleh Minyoung dengan jelas, mengingat betapa sensitifnya pendengaran sebuah tool.

“Aku hanyalah sebuah pelayan yang akan selalu mengikuti perintahmu tuan” jawab Minyoung sambil melihat Baekhyun.

‘Bahkan dirinya sendiri sudah menghapus nilai manusianya sejak lama, kau tak bisa berharap lagi Byun Baekhyun,’ pikir Baekhyun.

Sebuah senyum sedih muncul dibibir tipis Baekhyun.

“Ya, kau adalah pelayanku, dan akan melakukan apa pun yang aku perintahkan.”

Setelah mengatakannya, Baekhyun langsung berjalan lebih dulu dari Minyoung. Meninggalkan Minyoung yang masih berdiri ditempatnya, dan hanya memandangi punggung Baekhyun yang semakin menjauh.

.

.

.

.

.

Sehun hanya memandangi pintu ventilasi ruangan yang ada tepat diatasnya hampir tanpa berkedip. Jika dia bisa melihat bagaimana bodohnya wajahnya sekarang, mungkin dia akan tidak pernah keluar dari apartemen kecilnya hingga dia bisa mengembalikan letak harga dirinya ketempat semula.

Mendengus kesal, Sehun pun mengistirahatkan punggungnya yang terasa sangat tegang, pada senderan kursi tempat duduknya. Sehun rasa, sekarang sudah lebih dari empat jam dia disekap diruangan kecil ini. Jadi kemungkinan besar, jika sekarang langit diluar sudah mulai gelap.

Saat dia mendengar suara pintu terbuka, Hye Sun terlihat masuk dengan seorang bodyguard disampingnya yang membawa sebuah pisau yang masih bersih berada ditangannya kanannya.

“Apa kau menikmati waktu terakhirmu, Oh Sehun-shi?”

“Aku cukup menikmatinya. Walaupun hanya dengan bernafas” Sehun menatap lurus kearah mata Hye Sun.

Salah satu ujung bibir Hye Sun pun terangkat sedikit, saat mendengar nada bicara Sehun yang terdengar masih tenang untuk orang yang akan mati beberapa menit lagi. Mengangkat salah satu tangannya, Hye Sun memerintahkan bodyguard tersebut untuk maju kearah Sehun.

“Bunuh dia pelan-pelan aku, ing—“

Tak mendengar suara tuannya, bodyguard tersebut langsung menengok kearah belakang. Dan saat itu juga mata kanannya disambut oleh sebuah pisau kecil yang sekarang tertancap disana. Yang membuat teriakan keras memenuhi se-isi ruangan.

Belum sempat dia tubuhnya terjatuh, pisau kecil yang berbeda sudah tertancap tepat dilehernya yang membuat darah segar mengucur dari sana dan mulutnya.

Saat tubuh bodyguard tersebut sudah berada diatas lantai. Sehun melihat Hyejin berdiri disana dengan, kepala Hyejin ditangannya.

Hyejin melangkah mendekat kearah Sehun yang masih diikat diatas kursi tanpa menghiraukn cipratan darah segar berada disekujur depan tubuh dan wajahnya. Heck, dia mempedulikannya.

Yang dia tau hanyalah jika Sehun adalah tuannya dan dia hanyalah pelayan Sehun yang akan mengikuti semua permintaan Sehun yang akan membuat Sehun merasa sedikit tidaknya terhibur.

Sehun yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil.

“Apa kau membunuh mereka semua?”

“Ya.”

“Harusnnya kau membunuh menu utama tidak secepat itu. Kau bahkan tidak memberikannya kesempatan untuk melanjutkan speech-nya yang saat itu terdengar sangat problematis.” Sehun bangkit dari tempat duduknya, dan merentangkan badannya yang terasa sedikit sakit, setelah Hyejin melepaskannya. Duduk terlalu lama, membuat sendi-sendi tubuhnya menjadi sedikit kaku.

“Paling tidak biarkan aku melihatnya mati” ucap Sehun sambil keluar dari ruangan kecil tersebut.

“Aku tidak akan mengulanginya lagi” jawab Hyejin, sambil mengikuti Sehun dari arah belakang. Ditangannya, kepala Hye Sun yang masih mencecerkan darah masih dia pegang.

Saat Sehun menginjakkan kakinya diruang tamu. Dapat dia lihat kekacauan yang sudah dibuat oleh Hyejin.

Tak ada tanda-tanda kehidupan didalam rumah, selain keberadaan mereka sendiri.

‘Wow, Hyejin benar-benar melakukan misinya secara rapid an bersih seperti biasanya’ pikir Sehun.

Well at least you showed me a pretty damn boring show before” Sehun yang melihat sebuah botol wine diatas meja langsung mengambilnya, dan meneguknya.

Menurunkan botol tersebut, Sehun membalikkan tubuhnya. Hyejin berada tepat didepannya sekarang.

Serigaian kecil tercetak dibibirnya.

Wanna fuck with me tonight babe?” ucap Sehun sebelum meraup bibir milik Hyejin.

TBC

 

A/N:

HI…

Seperti yang kalian baca, dari sini alur cerita sudah jauh lebih mudah untuk dimengerti.

Untuk Timeline milik Baekhyun disini, dimulai dari tahun, 1987. Dari tahun itu kita akan mulai berjalan menuju tahun dimana adegan Baekhyun membunuh Minyoung dichapter 1, walaupun tetap, saya pasti akan memakai alur flashback lagi. Untuk Sehun, kayaknya sudah jelas sekali kan?

Dan saya perlu pendapat, tentang alurnya dan penulisan saya. Entah kenapa, akhir-akhir ini, kalau saya baca ulang keliatanya cukup bikin ngantuk kalau dibaca, dan saya tidak ingin membuat para reader yang sudah mau membaca fanfic ini merasa ‘bosan’ jadi jika ada yang bisa member masukan silahkan.

Dan jika ada, komen, pendapat ataupun kritikan tentang chapter ini atau cerita ini secara keseluruhan silahkan comment dibawah 🙂 saya akan dengan senang hati, menerimanya.

So bye-bye ^^

tumblr_nnwaboTcWq1tadqyzo7_250

Big Regard:

Windbeee

37 responses to “PG-00521 (CHAP.4)

  1. Kritikan dri aq ni ya yg m’nyebabkn kntuk n mmbosankn itu d krnakan dri awal ampe’ ni part alurnya itu lbih mnjurus k action n flashback yg konflik nya bner2 ruwet / mmbingungkn d part2 s’blumnya,,,hrusnya walaupon ni genre action s’tdak nya hrus ad romance nya ibrat nya gini ni story mnrut aq asam pedesss,,,jdi akn lbih mantap klo d tambah yg nmanya manis #emangmakananadrasanyasegala,,kkk nah itu dri sudut pandang qu lo ya,,,gk tau deh klo mnrut author n rederz yg lain ok s’gtu aj sran dri aq pypupy

  2. Ini keren banget author, hyejin keren gilak, dia ngebunuh semua bodyguard hyesun sama hyesun sendiri, cara bunuhnya pake pemenggalan kepala lagi, keren banget pokonya, kirain tadi sehun bakalan “end”, eh ternyata ada hyejin yang nolong dan akhirnya menang deh, hihii
    Udah mulai ngerti kok sama jalan ceritanya, mulai ngga ruwet juga ceritanya, pokonya jadi lebih gampang dimengerti,
    Tapi tadi endingnya sehung ngomong apa ??? “Wanna fuck with me tonight babe?” waaaaooww, sehun ? Bener nih ? Tapi hyejin kan tool ? Udah deh, hyejin jadi manusia lagi aja, kayanya sehun naksir hyejin tuh wkwk
    Next chapternya aku tunggu banget banget banget lo author, abis ceritanya makin lama makin keren, makin seru lagi, pokonya semangat terus ya buat author, see ya on next chapter !! ^^

  3. Baekhyun x Minyoung? Sehun x Hyejin? Wind.. boleh minta salah 1 aja acc sosial mediamu? aku mau tanya banyak! asli aku suka ceritamu.. ini unik, pertama kalinya, dan BARU! jadi aku bener2 fresh deh bacanya.. meski aku mesti nunggu berminggu2 untuk setiap chapternya 😥 gpp! karena yg aku tunggu selalu membuatku tersenyum puas pada akhirnya ^^ Suer aku sungguh dan benar2 kepo akan Tool yg dimiliki kedua main cast kita itu :3 aarrhh! jadi.. Minyoung Hyejin sudah mati kan? i mean.. they’re not human anymore.. and.. robot? mereka hidup tapi.. tubuh mereka dimodifikasi lebih modern daripada robot? begitu? lalu.. pelayan x tuan? okay ini ambigu.. ini yg bnr2 aku ingin tau xD maafkan aku.. them did a.. making out? haha kok jadi pgn ngakak xD maksudku.. aaaaa! aku kehilangan kata2 /.\ pokoknya chapter 5 juseyo deh yaa :* ❤ always love this story i dont know why ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    • Twitter: @straypotato. Aku suka cara kamu manggil aku say. Wind… never cross my mind actually xD but i love it~~

  4. Udah nyangka si pasti bakalan gini…hyejin keren banget ya tool nya sehun ga nyangkanya itu langsung bunuh aja tanpa basa basi…sehun beruntung banget punya hyejin bisa dijadiin partner bisa dijadiin wanitanya juga walaupun secara tidak langsung… baekyun ama minyoung sweet banget tp sayang ngomong rindu ma tool ngerti iya tp respect gatau dah….itu pic haahahaa…sempet”nye dia begitu expresinya…

  5. Chapter ini bikin aku lebih paham dari chapter sebelumnya. Buat alur danpenulisan gak boring kok, menurutku alur dan penulisan di chapter ini lebih ringan drpd chapt sebelumnya malah.

    Sumpah suka bgt sama ff kakak, ff ini bener2 fresh aku baru pertama kali lo baca ff yg genre nya kyk gini,,
    oiya aku masih sedikit bingung sama tool nya, mereka udh matikah? Atau pas mereka udh mati mereka hidup lagi? Okedeh ditunggu bgt ya next chapternya…

  6. It deket tbc tdi typo y? Yg klimt : ‘minyoung brp tepat d dpn x skrng.’ <– mksud x in hyejin thor?
    Ah, iya lebih jelas, trutm bgian sehun. Tool bisa melakukn it thor? Mksud ku, tool it msih manusia yg 'dibuat'? Ih,, ak bingung n ak lupa thor… Klau gak slh… Tool it manusia yg lm tidur dlm tbung? Iy kn?
    In nih, klo gak ngikutin dri awl, asli puyeng mnt ampun ._.
    Ah ya thor, bisa d cntumin tool2 yg lain? Ky tool x luhan, si ceye kn? Nah, ak mau liat ceye lgi XD.
    bgus thor, aplgi bag 'dark-romance' tuan Oh n tool x.
    Bgus thor /lagi/. Bosan sih enggk, tpi it tdi, ad baik x ad romance sdikit. 🙂
    D tnggu klnjutn x, fighting n keep writing thor!:)

  7. itu kepalanya hye suun. uh harusnya di bakar. wkwkwk.
    nunggu next chap thorr. semangat thor
    trimakasih udah nulis

  8. TAMBAAAH SERUUUU, gaaa bikin ngantuuk samaa sekalii… pebawaannya bagus bangeet 👍 Sehuun kayanyaa suka samaa Hyejin begitupun dengaan Baekhyunn…. Waah kereen pokoknyaa

  9. Pingback: PG-00521 (CHAP.5) | SAY - Korean Fanfiction·

  10. wow jadi para tool juga bisa jadi partner sex tuannya juga? tapi mengapa baekhyun membunuh minyoung?

  11. Pingback: PG-00521 (chap.6) | SAY - Korean Fanfiction·

  12. Intinya Sehun sama Hyejin tuh udah kayak prangko Hhm sebenarnya ini peetanyaan yg gaknpenting, cuman apa Hyejin dan sehun ? Author pasti tahu arah pertanyaan aku

  13. Wahh sehunn… mau ngapain ama hyejin ?? Jadi tool itu tadinya manusia ya ? Itu pict cabe ngapain ditongolin thoorr ?? Bikin salah fokus😆

  14. kalo menurut aku alurnya udh bagus kata-katanya juga udah cukup bagus.gimana ya.. Kata aku mah ini udh cukup bagus cuma perlu manjangin dikit lagi aja lenghtnya hehe..
    Chap selanjutnya,lanjuttt..

  15. Pingback: PG-00521 (CHAP.7) | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Cieeh… setidaknya ada adegan romance di bagian Baekhyun-Minyoung dan smut di bagian Sehun-Hyejin haha…
    Btw, setelah aku baca ini, lagi-lagi aku nangkep kalo si tool itu sebenernya manusia yang udah meninggal terus dijadikan semacem robot gitu ta kak? Soalnya pas baca bagian Baekhyun yang ini, ‘Bahkan dirinya sendiri sudah menghapus nilai manusianya sejak lama, kau tak bisa berharap lagi Byun Baekhyun,’, sama note kakak yang ini, “Dari tahun itu kita akan mulai berjalan menuju tahun dimana adegan Baekhyun membunuh Minyoung dichapter 1”, aku nangkep arti dari tool itu kaya gitu hihi…
    Maaf kalo salah…

  17. oke ini selalu keren sempet tegang banget pas sehun ketangkep dan sempet kepikiran dimana hyejin? kenapa gk muncul di saat” begini? eh akhirnya muncul juga yeeeyy, jujur ya thor aku ini bukan tipe reader yang bosenan jadi ceritamu itu tetep bikin aku suka apapun yang terjadi hehe, next deh

  18. wooosh..daebak.Jadi..info that i got from this chap ..tool itu sebenarnya manusia kan?Tapi mereka sebelum diubah jadi tool itu mereka udah mati,iya kan?Yeahh..dan minyoung itu di chap satu dia masih manusia.Tapi slps ditembak ,minyoung dihidupkan smula ttp as a tool? hmm..menarik..keren.

  19. ff ini bukan bikin ngantuk ataupun membosankan, gimana ya…. menurutku karna disini banyak banget scene kekerasan-sadisme nya dan sedikit banget scene romantisnya jadi cerita nya agak flat. aku suka ko ff ini karna genre action-dark nya dapet banget ga main2. tapi lebih bagus lagi kalo ditambahin sedikit lagi scene yg romantis antara sehun dan hyejin. dan mungkin pandangan readers ke sehun jadi berbeda ga selalu “serem” karna taulah disini si sehun itu aduhh…sadis pisan
    tapi sejauh ini ff nya selalu keren, tadi mah cuman sedikit saran aja hehe^^

    • Makasi gak apa2 saya apresiasi. Sebenarnya cerita hyejin – sehun belum nyampe seperempat cerita. Lol. Jalan merek masih panjang. Tapi sabar aja ya. Dan makasi sudah mau baca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s