STUPID LOVERS (FIRST DAY, FIRST NIGHT) by noonapark

large

¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (FIRST DAY, FIRST NIGHT) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy—Marriage Life | Ratting : 19+ Warning!!! | Lenght : Oneshot |

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING! » LEARN TO BE PERVERT » T – SHIRT »TRAP »REVENGE »WHO??!! »JEALOUS TO THE MAX  »  PIMPLE » W-WHAT?! MARRIED?!! » PASSIONATE KISS » BEAUTIFUL GIFT » GOOD NEWS » HUBBY

***

“Aku mengerti, menikah itu bukan sekedar mengetahui bagaimana cara membuat anak.”— Park Chanyeol.

.

.

.

.

.

Sepertinya Chanyeol berusaha sangat keras untuk menjadi suami yang sempurna bagi istrinya.

Oh, lihat saja. Di hari pertama menjalani kehidupan rumah tangganya, Chanyeol  sengaja bangun pagi-pagi sekali hari ini. Dengan mata yang masih setengah terbuka dan sepasang bibir yang mengulas senyuman, Chanyeol memberikan sebuah kecupan hangat di puncak kepala sang istri yang masih terlelap di sampingnya. Pria itu kemudian turun dari kasur dan berjalan menuju pintu dengan langkah gontai, sembari menguap dengan lebar dan menggaruk-garuk belakang kepala membuat rambutnya tampak semakin acak-acakan.

Setibanya di dapur, Chanyeol berdiri di depan kulkas, memejamkan mata hingga beberapa saat kemudian—tunggu, apa dia kembali tidur?

“Oh?!”Chanyeol tiba-tiba membuka mata lebar-lebar. Lalu menepuk-nepuk pipi dengan kedua tangan seraya kelopak matanya mengerjap dengan cepat. “Tidak. Aku tidak boleh mengantuk.”

Ya, Chanyeol tidak boleh mengantuk karena ada sesuatu yang harus Ia kerjakan pagi ini; membuatkan sarapan untuk istrinya. Maka Chanyeol cepat-cepat membuka kulkas dan memilah-milah beberapa bahan makanan di sana, lalu membawa bahan-bahan tersebut ke atas meja panjang yang tersedia tak jauh dari kulkas.

Okay!”Chanyeol menepuk tangan satu kali, memandangi bahan-bahan itu disertai senyuman mengembang dan melanjutkan. “Pagi ini aku akan membuat sarapan yang enak untuk Eunsoo. Hehe!”

.

.

.

.

.

“Eunsoo-ya!”Chanyeol menyerukan nama itu sembari merebahkan tubuhnya di atas tubuh Eunsoo, mendekatkan wajah mereka lalu meneliti setiap lekuk yang ada di wajah wanita itu. “Eunsoo-ya, kau tidak bangun?”Chanyeol bergumam, kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir Eunsoo dan menciumnya lamat-lamat. “Aku membuat makanan kesukaanmu, kau harus cepat bangun, hm?”tanya Chanyeol. Ketika Eunsoo tak kunjung merespon, Chanyeol kembali mempertemukan bibir mereka, mencium Eunsoo semakin dalam membuat wanita itu akhirnya bergerak.

“Eungh…”Eunsoo melenguh pelan, memejamkan mata rapat-rapat seraya kedua tangannya meraba-raba lengan atas Chanyeol, mencoba mendorong Chanyeol dari atas tubuhnya namun pria itu justru tersenyum, sembari menahan pergerakan tangan Eunsoo dan mencium Eunsoo semakin dalam. “Chanyeol-ah…”

Chanyeol mengangkat wajahnya, menunjukkan senyuman mengembang saat mendapati Eunsoo mulai membuka mata perlahan. “Selamat pagi istriku! Aku bermaksud memberikan kecupan cinta untuk membangunkanmu. Hihi!”

Eunsoo mengerjap pelan, memandangi wajah Chanyeol selama beberapa saat sebelum akhirnya menyahut. “Kau bangun awal pagi ini?”tanyanya dengan suara yang terdengar parau.

Chanyeol mengangguk mantab. “Eum! Aku membuat makanan kesukaanmu. Rasanya sangat enak dan kau pasti menyukainya.”

Terdengar helaan napas yang berat dari Eunsoo. “Aku ingin makan tapi.. aku ingin tidur sebentar lagi. Lima menit, eoh?”

Chanyeol mendengus, lalu menggeleng. “Tidak! Tidak!”

“Chanyeol-ah!”Eunsoo merengek sembari berusaha melepas kedua tangan Chanyeol yang masih menahan tangannya di sisi kepala. “Ya! Lepaskan aku! Aku masih mengantuk Chanyeol, sebentar lagi kumohon!”

Chanyeol menggigit bibir bawahnya dengan geram. Menahan tangan Eunsoo semakin erat saat wanita itu juga semakin berusaha keras untuk berontak.

“Chanyeol!”

“Eunsoo!”

“Park Chanyeol!”

“Oh? Apa itu?”

Eunsoo menghentikan pergerakannya. Ia terdiam selama beberapa saat seraya bola matanya menatap Chanyeol dengan tatapan tak mengerti. “Apa?”

Chanyeol tiba-tiba menunjukkan senyuman gummy, lalu melirik sesuatu yang terlihat di pundak Eunsoo. “Itu!”tunjuk Chanyeol dengan memayunkan bibirnya. “Tali bra mu bergeser. Oh? Apa pengaitnya lepas?”

Eunsoo mendelik. Merasa membeku ketika Chanyeol mulai menyelipkan satu tangannya di balik punggung Eunsoo, meraba-raba punggung wanita itu sembari menatap Eunsoo dengan tatapan meneliti.

“Hmm… Ah!”mata Chanyeol membulat. “Pengaitnya lepas!”

Eunsoo menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya, mendengus, lalu menepuk lengan atas Chanyeol dengan satu tangannya yang terbebas. “Y-ya! Minggir! Aku ingin bangun.”

Eunsoo berusaha bangkit namun Chanyeol kembali menahannya.

“Tunggu! Eunsoo tunggu. Kau harus membetulkan bra mu terlebih dahulu.”kata Chanyeol sembari menunjukkan ekspressi serius. Namun sejurus kemudian, pria itu tiba-tiba menunjukkan senyuman misterius, sembari mendekatkan wajahnya pada Eunsoo membuat Eunsoo mendelik menatapnya. “Aku akan membetulkannya untukmu. Tali bra itu…”

“Cha-Chanyeol-ah.. apa.. kau yang.. melakukannya?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Tenang saja, aku hanya menyentuhnya sedikit.”

“…….”

“Seperti ini.”

“YA!!”

“Eunsoo! Kenapa kau memukul tanganku?!”

“KENAPA KAU MELETAKKAN TANGANMU DI… situ?”

“Kupikir kau ingin tahu apa yang kulakukan semalam, aku berniat menunjukkannya kembali padamu, kenapa kau marah padaku?”

“……”

“Eum… baiklah. Sekarang diam, aku akan membetulkan pengait bra …. Oh?”

“Chanyeol-ah!”

“Maaf. Maaf. Kenapa tanganku malah bergerak ke arah situ? Ck! Ck! Tapi.. kenapa rasanya lembut dan kenyal—“

“CHANYEOL!!”

“Iya! Iya! Aku tidak akan menyentuhnya lagi, kau senang?!”

“…….”

“Aku ini suamimu! Kenapa hanya menyentuh sedikit—AW!! EUNSOO TELINGAKU!!”

.

.

.

.

.

.

.

“Aku sudah selesai!”Eunsoo menyandarkan punggung di sandaran kursi, mengelus perut dengan kedua tangan sembari menatap Chanyeol yang duduk di sampingnya. “Terima kasih untuk makanannya, suamiku.”kata Eunsoo, menunjukkan senyuman gummy lalu merangkulkan kedua tangannya di leher Chanyeol, mendaratkan sebuah kecupan dalam di pipi pria itu. “Aku mencintaimu.”ujar Eunsoo setelahnya.

Chanyeol langsung menghadapkan wajahnya pada Eunsoo, membalas senyuman Eunsoo juga dengan senyuman gummy. “Aku juga mencintaimu.”lalu memberikan kecupan singkat di bibir Eunsoo dan mencubit pelan pipi Eunsoo setelah itu.

“Oya.”Eunsoo menarik tangannya kembali. “Karena kau sudah memasak, jadi aku yang akan mencuci piringnya.” Eunsoo kemudian bangkit dari kursi, berniat mengangkat piring di hadapannya namun tangan Chanyeol menahannya.

“Tidak perlu, biar aku saja.”

Eunsoo menatapnya bingung. “Huh?”

Chanyeol turut bangkit, lalu menumpuk perkakas kotor di hadapannya sembari menunjukkan seulas senyuman. “Kau istirahat saja, aku bisa melakukannya sendiri.”

Eunsoo langsung melipat kedua tangan di depan dada, menatap sisi wajah Chanyeol dengan mata memincing dan menyahut. “Kau yakin?”

“Tentu saja.”Chanyeol menatapnya. “Aku mengerti, menikah itu bukan sekedar mengetahui bagaimana cara membuat anak.”

Eunsoo melotot.

“Eunsoo-ya.”Chanyeol mendekat, menggoyang-goyang lengan Eunsoo menggunakan sikunya sembari menatap wanita itu dengan tatapan gemas. “Temani aku cuci piring, eoh?”

Eunsoo hanya diam, disertai kelopak mata yang mengerjap pelan.

.

.

.

.

“Seperti ini?”

Tidak ada hal lain yang bisa Chanyeol lakukan selain menyunggingkan senyuman bahagia. “Ya, seperti ini.”Chanyeol menunduk, memperhatikan kedua tangan Eunsoo yang melingkar di perutnya. Pergerakan kedua tangan Chanyeol yang tengah sibuk mencuci perkakas kotor di tempat pencucian kemudian terhenti seketika saat Chanyeol merasakan Eunsoo menyandarkan kepala di punggungnya.

“Jika kau lelah, kau bisa katakan padaku. Aku akan menggantikanmu.”Eunsoo berkata sembari mempererat pelukannya.

“Tidak! Aku bisa melakukannya sendiri.”Chanyeol tersenyum lebar, lalu melanjutkan kembali aktivitas mencuci piring sementara di belakang tubuhnya, Eunsoo menatapnya dengan tatapan bangga. “Eum, oya. Eunsoo.”

“Apa?”

“Kau bisa memelukku lebih erat?”

Eunsoo benar-benar memeluk Chanyeol semakin erat. “Seperti ini?”

Chanyeol nyengir. “Ewh! Lembut, aku benar-benar menyukainya.”

Huh?”Eunsoo menatap Chanyeol dengan tatapan tak mengerti. Lalu saat Eunsoo mendapati Chanyeol terus menunjukkan cengiran sembari sesekali menahan senyuman, Eunsoo menunduk perlahan, memperhatikan dadanya yang menempel pada permukaan punggung Chanyeol dan… Eunsoo mendelik. “CHANYEOL!!!”wanita itu langsung mundur. Ketika Chanyeol berbalik ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan bingung bercampur kaget, Eunsoo langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada. “Ya! Kenapa kau senang sekali bermain dengan ini?”

Huh? Maksudmu? Ini?”Chanyeol mengulurkan satu tangannya yang masih dipenuhi busa, berniat menyentuh dada Eunsoo namun wanita itu menepisnya.

“Chanyeol-ah!”

“Ah!”Chanyeol mendesah kesar, menunjukkan raut wajah yang frustasi seraya menggenggam kedua tangannya erat-erat. “Kenapa kau selalu melarangku? Aku ini suamimu! Itu juga milikku!”

Eunsoo memundurkan kepala.

“Kemari.”Chanyeol kembali menghadapkan tubuhnya pada tempat pencucian, menoleh ke belakang—ke arah Eunsoo—lalu melanjutkan. “Peluk aku lagi!”

Eunsoo menelan samar saliva-nya. Perlahan-lahan menurunkan kedua tangan dari dada lalu menautkan jari jemarinya di depan perut. “A-aku mau mandi.”ujarnya dengan nada pelan. Ia berbalik, dan Chanyeol yang menyadari pergerakannya pun langsung berbalik menghadapnya.

“Eunsoo-ya!”

Eunsoo menghentikan langkah, menoleh ke arah Chanyeol dan menjawab. “Apa lagi?!”

“Kau ingin mandi?”tanya Chanyeol dengan mata membulat.

Eunsoo mengangguk.

“Aku juga.”Chanyeol tiba-tiba tersenyum lebar. “Aku juga ingin mandi. Bagaimana jika kita mandi berdua?”

Eunsoo melotot, mulutnya bahkan setengah menganga.

“Tunggu, aku akan mencuci tanganku.”

Lalu ketika Chanyeol sibuk mencuci tangan di tempat pencucian, Eunsoo menggunakan kesempatan itu untuk berbalik, berjalan mengendap-endap sebelum akhirnya berlari dari dapur.

“Eunsoo aku sudah selesai…”Chanyeol seolah menggantung kalimat saat Ia berbalik dan mendapati Eunsoo sudah melesat di depan sana. “Ya! Eunsoo!”seru Chanyeol, lalu berlari. “Eunsoo tunggu aku!!”

.

.

Eunsoo membuka pintu kamar mandi dengan tergesa-gesa, Ia masuk, menutup pintunya dengan gerakan kasar lalu menguncinya dari dalam dan menyandarkan punggungnya di permukaan pintu. Napasnya tersengal. “Hah!”

Dan di luar, Chanyeol barusaja masuk ke dalam kamar. “Eunsoo!”pria itu berlari menuju kamar mandi lalu menggedor pintunya. “Eunsoo buka pintunya! Aku ingin mandi berdua. Eunsoo-ya!!”

“…….”

Chanyeol menempelkan sisi wajahnya di permukaan pintu. “Ya! Kau tidak mau membuka pintunya?”

“…….”

“Kalau begitu aku akan menghitungnya sampai tiga. Kau dengar? Satu. Dua. Dua setengah…. Ti.. Ti.. Tiga!!”

“…….”

“Eunsoo kau tidak mau membuka pintunya?”

“…….”

“Ah!”Chanyeol berdiri tegap, memandangi permukaan pintu itu dengan raut wajah yang frustasi sembari terus menggedor pintu dengan kedua tangannya. “Eunsoo buka pintunya Eunsoo!! buka pintunya! Buka pintunya! Buka pintunya!”

“…….”

“Tadi pagi aku melihat kecoa di lantai kamar mandi.”

CHANYEOL!!!!

Chanyeol tersenyum lebar. “Apa kau mau membuka pintunya? Jika kita mandi berdua aku janji aku akan menjagamu.”

Ketika Chanyeol perlahan-lahan mendekatkan telinganya pada permukaan pintu, Eunsoo justru menggedor pintu dari dalam. Menimbulkan bunyi dug cukup keras membuat Chanyeol langsung memejamkan mata rapat-rapat.

“PERGI! AKU INGIN MANDI SENDIRI!”

Chanyeol mendengus, menatap permukaan pintu itu dengan tatapan teramat kesal. “Eunsoo kau…”

“……..”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“EUNSOO!!”

“……..”

“EUNSOO BUKA PINTUNYA! EUNSOOO!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Eunsoo benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.

Sungguh, Eunsoo tidak bermaksud untuk bersikap tidak peduli pada Chanyeol atau memberi batasan-batasan tertentu pada Chanyeol terhadap dirinya.

Eunsoo hanya merasa… entahlah. Yang jelas perasaan bersalah langsung memenuhi rongga dadanya saat hari ini, Chanyeol lebih banyak menghabiskan waktu dengan tidur di depan televisi dari pada menghabiskan waktu bersama Eunsoo. Chanyeol bahkan hanya bicara sekedarnya setelah Eunsoo susah payah membelikan menu makan malam kesukaan Chanyeol di sebuah restoran yang jaraknya cukup jauh dari apartemen mereka.

Dan selesai menyantap makan malamnya, Chanyeol langsung masuk ke dalam kamar, tidur dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut. Mengabaikan Eunsoo yang sejak lima menit tadi duduk di sampingnya dengan menyandarkan punggung di bagian kepala tempat tidur.

“Chanyeol-ah.”Eunsoo akhirnya bersuara, bola matanya menatap Chanyeol dengan hati-hati. “Kau sudah tidur?”

Tidak ada jawaban dari Chanyeol.

“Kau marah padaku?”

Lagi, Chanyeol tidak menjawab. Bergerak pun tidak.

Eunsoo menunduk, memperhatikan jari jemarinya yang tengah sibuk memilin-milin ujung kaos yang Ia kenakan. “Maafkan aku.”

Kali ini, Chanyeol membuka kelopak matanya perlahan. Sebenarnya Ia tidak benar-benar tidur sedari tadi. Dan saat ini, Chanyeol memilih untuk diam dan mendengar Eunsoo yang kembali bersuara.

“Sama sepertimu, aku juga mengerti, menikah itu bukan sekedar mengetahui bagaimana cara membuat anak. Tapi… aku juga harus mengerti, bagaimana cara memperlakukan pria normal yang sudah dewasa seperti suamiku. Kau, Chanyeol-ah.”Eunsoo menoleh, memandangi punggung Chanyeol lekat-lekat. “Aku tidak ingin disebut sebagai seorang istri yang tidak bisa melayani suaminya dengan baik. Tapi…”Eunsoo menundukkan pandangan, menghembuskan napas berat lalu kembali menatap Chanyeol dan melanjutkan. “Aku merasa aku belum benar-benar siap melakukannya.”

Chanyeol menundukkan pandangan.

“Tidak seperti di fanfiction-fanfiction yang pernah kubaca. Ah! Chanyeol-ah!”Eunsoo tampak frustasi. “Saat di pesta pernikahan, Kai mengatakan padaku bahwa melakukan hal itu untuk pertama kali benar-benar menyakitkan. Aku harus bagaimana?”

Chanyeol langsung memejamkan mata, menahan napas dengan ekspressi wajah yang kesal.

“Kai juga mengatakan bahwa.. wanita pasti akan berteriak karena merasakan tubuhnya seperti ingin meledak. Ya! Apa maksudnya? Aku benar-benar… takut.”Eunsoo meremas ujung kaosnya semakin erat, menunjukkan wajah ingin menangis dan melanjutkan. “Apa yang harus kulakukan, Chanyeol-ah? Hanya melihatmu…”bola mata Eunsoo mulai berkaca-kaca. “Hanya melihatmu saja membuat jantungku berdebar sangat kencang.”

Chanyeol kembali membuka kelopak matanya, menatap lurus ke depan dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Apa yang harus kulakukan? Chanyeol-ah..”

Ketika Eunsoo menundukkan wajahnya, Chanyeol menghembuskan napas yang cukup panjang. Kemudian pria itu bangkit, lalu duduk di samping Eunsoo dan menghadapkan tubuhnya pada Eunsoo.

“Ya.”

Eunsoo menoleh, membalas tatapan Chanyeol dengan mata yang memerah. “Chanyeol-ah.”

“Seberapa banyak fanfiction-fanfiction seperti itu yang sudah pernah kau baca?”

“Tidak banyak. Hanya beberapa tentang L oppa..”Eunsoo tiba-tiba menggantung kalimat. Ia melotot, lalu menutup mulut dengan kedua tangannya. “Tidak!”Eunsoo menggeleng. “Maksudku..”

Chanyeol hanya memutar bola matanya dengan malas. “Dan satu lagi, jangan percaya pada Kai. kau mengerti?”Chanyeol menatap Eunsoo dengan tatapan serius. “Kai itu hanya iri! Dia hanya iri Eunsoo! Kau tidak perlu mendengarkan ucapannya! Eoh?!”

Eunsoo kembali menurunkan tangannya, lalu menundukkan pandangan.

“Istriku.”

Eunsoo kembali mendongak menatap Chanyeol, mendapati pria itu tengah tersenyum lembut sembari mendekat, kemudian Chanyeol merengkuh tubuh Eunsoo dengan kedua tangan dan membawa Eunsoo ke dalam pelukan hangatnya.

“Jangan terlalu memikirkannya, kau mengerti?”gumam Chanyeol.

Eunsoo turut melingkarkan kedua tangannya di tubuh Chanyeol, membalas pelukan pria itu erat-erat sembari meletakkan dagunya di atas pundak Chanyeol. “Chanyeol-ah, kau marah padaku? Kau kecewa padaku? Atau.. kau menyesal.. karena sudah menikahiku?”

“Eunsoo, kenapa kau berbicara seperti itu, hm?”Chanyeol memeluk Eunsoo semakin erat, menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya melanjutkan. “Sampai saat ini, aku masih merasa bahwa aku menjadi pria paling beruntung di dunia ini karena bisa menikah denganmu. Kau tahu? Tadi.. aku sengaja tidak memperdulikanmu karena aku hanya ingin melihat, bagaimana kau begitu mencintaiku.”

Eunsoo tersenyum tipis.

“Eunsoo-ku.. dia adalah wanita yang akan cemas, takut, dan menangis saat aku tidak memperdulikannya. Ya, Eunsoo-ku adalah wanita yang seperti itu. Dia menunjukkan cintanya saat aku marah dan tidak peduli padanya. Eunsoo-ku benar-benar wanita yang menyebalkan, tapi aku mencintainya. Aku sangat mencintainya.”

Chanyeol kemudian melepas pelukan mereka, menangkup wajah Eunsoo dengan kedua tangan sembari menatap wajah Eunsoo lekat-lekat.

“Kenapa kau menangis?”

Eunsoo cemberut. “Mataku berair bukan berarti aku sedang menangis, kau mengerti?”

Aigoo..”Chanyeol mendesis pelan, lalu mengecup bibir Eunsoo dengan gemas, menutup mata begitupun dengan Eunsoo. Setelah beberapa saat, Chanyeol memisahkan bibir mereka, menunjukkan senyuman gummy seraya kedua tangannya mengelus pipi Eunsoo dengan lembut. “Sudah malam, aku ingin tidur.”

Eunsoo mengangguk, lalu Ia dan Chanyeol merebahkan tubuh dengan nyaman dan menaikkan selimut hingga batas dada mereka.

“Chanyeol-ah.”Eunsoo bergumam, sembari menarik satu lengan Chanyeol yang kemudian Ia jadikan alas kepalanya, menghadapkan tubuhnya pada Chanyeol dan memeluk pinggang Chanyeol erat-erat. “Aku ingin dipeluk.”

Chanyeol tersenyum, memeluk tubuh Eunsoo dengan hangat. “Sekarang kau harus tidur. Jangan berpikir yang tidak-tidak karena.. sungguh, aku tidak peduli kapan kau siap melakukannya. Aku akan menunggu. Dan kapanpun itu, aku janji aku tidak akan menyakitimu. Jangan pikirkan perkataan Kai.”Chanyeol memberikan kecupan singkat di bibir Eunsoo setelah itu.“Selamat malam, Eunsoo-ya.”

“Hm.”

Chanyeol mulai menutup mata. Sementara itu, Eunsoo hanya diam. Memandangi wajah Chanyeol lekat-lekat selama hampir tiga menit kemudian.

Dan perlahan, Eunsoo menggerakkan tangannya, dari pinggang Chanyeol menuju dada Chanyeol, lalu meremas kaos rumahan yang pria itu kenakan. Eunsoo menelan samar saliva-nya. “Chanyeol-ah.”

Chanyeol langsung membuka mata karena Ia belum benar-benar tertidur. Sejenak, Ia melirik tangan Eunsoo dipermukaan dadanya, lalu membalas tatapan Eunsoo dan menjawab. “Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?”

Eunsoo menatap Chanyeol tepat di matanya. “Ayo kita lakukan, malam pertama kita.”

Chanyeol terdiam, bahkan selama hampir satu menit kemudian.

“Aku ingin melakukannya, malam ini.”kata Eunsoo lagi.

Chanyeol menghembuskan napas pelan, memberikan kecupan hangat di bibir Eunsoo kemudian mengelus pipi wanita itu dengan satu tangannya. “Lain kali saja, aku tidak ingin kau melakukannya dengan perasaan terpaksa.”

“Tidak.”Eunsoo berusaha meyakinkan. “Aku benar-benar ingin melakukannya karena.. aku yakin, kau tidak akan menyakitiku ‘kan?”

Chanyeol tersenyum tipis. “Eunsoo-ya.”

“Kau sudah menjadi suami yang baik untukku. Aku juga.. ingin menjadi istri yang baik untukmu, Chanyeol-ah.”

Chanyeol hanya diam, memperhatikan Eunsoo yang perlahan mendekat, lalu wanita itu menutup mata sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya pada bibir Chanyeol, dan melumatnya dengan lembut.

Chanyeol turut menutup mata saat merasakan ciuman Eunsoo terasa semakin dalam. Chanyeol pun membalasnya, hingga dalam hitungan beberapa detik kemudian, ciuman mereka mulai terasa memanas.

Chanyeol setengah memutar posisi mereka, hingga kini Eunsoo berada di bawah tubuhnya. Chanyeol kemudian menahan kedua tangan Eunsoo di sisi kepala dan menciumi bibir wanita itu semakin intens.

Bunyi kecupan-kecupan dari bibir mereka terdengar jelas memenuhi ruangan. Sebuah lenguhan akhirnya lolos dari bibir Eunsoo saat Chanyeol mulai meluaskan pergerakannya, menjamahi leher jenjang Eunsoo menggunakan bibir yang lembut dan lidah yang penasaran.

Napas Chanyeol memburu, begitupun Eunsoo.

Bibir Chanyeol kemudian bergerak turun, menjamahi bagian dada atas Eunsoo seraya satu tangannya bergerak, menyelinap ke dalam kaos Eunsoo dan meraba-raba sekitar perut dan pinggang Eunsoo.

“Chanyeol­-ah.”Eunsoo membuka mata lebar-lebar, menahan pergerakan Chanyeol saat tangan pria itu sudah menyentuh bagian sensitifnya di dada.

Chanyeol mengangkat wajah, lalu mendekatkan wajah mereka dan menatap Eunsoo lekat-lekat. “Kenapa? Apa aku harus berhenti?”

Eunsoo menatapnya selama beberapa saat sebelum akhirnya menjawab. “Tidak.. sakit ‘kan?”tanyanya dengan suara pelan, lalu menggigit bibir bawah membuat Chanyeol tersenyum menatapnya.

“Mungkin sedikit, apa kau bisa menahannya?”

Eunsoo hanya diam.

“Jika kau takut.. aku bisa berhenti.”

Chanyeol berniat mengeluarkan tangannya dari dalam baju Eunsoo namun wanita itu menahannya.

“Eunsoo.”

Eunsoo mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol, menarik Chanyeol ke arahnya hingga wajah mereka kini hanya berjarak beberapa senti saja.

Tatapan dalam, yang semakin lama menjadi tatapan saling tertarik dari keduanya. Mereka benar-benar merasakannya. Perasaan saling membutuhkan yang mendominasi di dalam hati membuat mereka akhirnya kembali mendekat, menutup mata perlahan, lalu mempertemukan bibir mereka dan saling membalas ciuman dengan penuh perasaan.

Mungkin ini maksud dari perkataan Kai. Ya, Eunsoo benar-benar merasakannya. Perasaan yang meluap-luap di dalam dada membuatnya seperti ingin meledak rasanya.

Eunsoo meremas lembut rambut tebal Chanyeol, menyisirnya menggunakan jemari dan menikmati sensasi aneh menggelikkan yang ditimbulkan dari pergerakan tangan Chanyeol di balik kaosnya. Eunsoo juga merasakan ribuan kupu-kupu seperti berputar di dalam perutnya, saat bibir Chanyeol mulai bergerak dengan liar dan entah mengapa, Eunsoo benar-benar ingin merasakannya. Lebih. Dan lebih.

Begitupula Chanyeol. Sebagai lelaki normal, Ia juga tidak bisa menahannya. Hasrat dan perasaan yang saat ini benar-benar terasa membuncah di dalam rongga dadanya.

Untuk itu, Chanyeol bertekad akan melakukannya malam ini.

Ya, malam ini. Mereka akan menyelesaikan semuanya.

Malam pertama mereka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bias matahari yang masuk melalui celah jendela membuat kelopak mata Chanyeol sedikit mengerut. Pria itu melenguh pelan, tubuhnya yang semula terlentang kini Ia posisikan menjadi menghadap ke samping. Lalu ketika Chanyeol membuka kelopak mata perlahan, hal pertama yang tertangkap oleh sepasang maniknya adalah punggun milik istrinya yang tidak terbalut apa-apa.

Chanyeol tersenyum dengan mata yang masih setengah terbuka. Ia mendekat, melingkarkan satu tangannya di pinggang Eunsoo lalu membenamkan wajahnya di belakang leher wanita itu. Menikmati satu dari sekian banyak hal yang Chanyeol sukai dari wanita itu; aroma tubuh Eunsoo. Ya, aroma tubuh Eunsoo yang seolah menjadi candu untuk Chanyeol. Menghirupnya dalam-dalam membuat perasaan bahagia langsung memenuhi rongga dada Chanyeol.

“Eunsoo-ya.”Chanyeol bergumam sembari mengangkat wajahnya, mendekati sisi wajah Eunsoo lalu mendaratkan kecupan berulang kali di pipi wanita itu. “Kau tidak bangun?”

Eunsoo sedikit bergerak setelah Chanyeol membangunkannya dengan memberikan kecupan-kecupan cinta, serta sentuhan-sentuhan hangat membuat kelopak mata Eunsoo akhirnya terbuka perlahan.

“Oh? Kau sudah bangun?”tanya Chanyeol.

Eunsoo terdiam sejenak, lalu merubah posisi tubuhnya menjadi terlentang dan mendapati Chanyeol sudah berada di atas tubuhnya.

Good morning.”sapa Chanyeol, memberikan kecupan hangat di bibir Eunsoo sembari mendesak, hingga permukaan kulit mereka saling bersentuhan membuat ribuan kupu-kupu terasa berputar kembali di dalam perut keduanya.

“Chanyeol-ah.”Eunsoo mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol, menatap pria itu dengan mata yang masih terlihat sayu.

Chanyeol tersenyum tipis. “Hm?”

“Aku masih mengantuk.”Eunsoo kembali menutup mata perlahan. “Aku ingin tidur.”

“Tidur?”

“Hm.”

“Baik. Tapi.. setelah itu kita mandi bersama.”

“Mandi bersama?”

“Hm, kau mau?”

.

.

.

.

.

.

.

“Ya, kenapa tidak. Aku juga ingin… mandi bersama.”

“Yeay!!”

“Chanyeol.”

“Baik. Baik. Aku tidak akan bicara. Cepat tidur sayang, kau harus cepat bangun karena kita akan mandi bersama hari ini. Hihi!”

“………”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Sorry for bad fic.

Advertisements

243 responses to “STUPID LOVERS (FIRST DAY, FIRST NIGHT) by noonapark

  1. Ya ampun chanyeol so sweeet banget
    Aku mah mana tahan kalo chanyeol kayak gitu
    Aduh… g sbr baca series lanjutannya
    Fighting ya kak^^

  2. aduuuh aq bener2 bingung hrus komen apa…
    Sbg seorang suami, Yeol tau bgimn cr mmprlkukn istrinya dgn baik…
    Yeol so sweet dc 😉

  3. aa… chanyeol SO SWEET BANGET MAUUU ..
    ada setok yang kaya chanyeol ga ya…wkwkkk…
    kereeeen ffnya daebak pokonya suasananya dapet banget kece deh…
    keep writing!!

  4. Kaka minta pwnya buat series stupid lovers selanjutnya dong kaka
    Pliss aku harus lewat mana mintanya
    Minta line atau nomernya kaka deh pin juga bolhe
    Id line :aulia_lu
    No : 085865563480
    Pin :549E88DE
    Minta linenya kaka ya pliss

  5. Duuhhh indeed, chanyeol emg future husband beud. Dia sabaaarrr banget buat nunggu Eunsoo sampai dia siap. Hing /.\ aaahhhh mereka ini sweet banget :” sesuatu pokoknya. Setiap kali aku baca series ini pasti bawaannya pengen gigit jari mulu. Wkwkwkw XD
    Okeeee lanjuuutt~~
    Fighting!!

    Smooch ! ❤

  6. oh my godddd chanyeol sumpah demi apapun dia so sweet bangett yaampun. aku baca nya sampe nge fly ke langit tujuh wkwkwk XD chanyeol ternyata sabar banget, dan pengertian ya waaa makin cinta jadinyaa ❤ baguss banget kok kak^^ gak pernah kecewaa sama fic mu 🙂
    lanjutt dulu ya ❤

  7. hahahhaa, selamat yeool akhirnya dapet juga yg diidam2kan, tidur bersama dan mandi bersama..ahahhaa

  8. “……………………………………………………………….”
    *akupingsan*

  9. Woahhhh…. Hihihi malam pertama yg romantis 🙂
    Chanyeol melakukannya dengan lembut dan
    Tidak tergesa-gesa. Penuh cinta deh dan gak maksa.hehehe sweet banget!

    Aku penasaran bagaimana kalo Eunsoi hamil trus punya baby.

  10. Iri rasanya.. chanyeol itu mucil to romantis..
    Huduh akhirnua mreka nglakuin mlm prtama juga, mandi bersama juga hihi *cengir ala chanyeol*

  11. “aku tidak akan memaksamu eunsoo-ya…” yakk chan emang lembut bgt.. tapi kalo pas act jadi bad boy peuuhh… tanpa ampun pasti udah digarap duluan…. jjang!

  12. OmO cuteee bangeeett… 😍😍
    oh.ya Kakak author boleh gak minta pw buat ff yg diproteksi ??
    Pleaseeee… #pujakerangajaib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s