The Dad-To-Be – SangHun’s Story Series by bluelu bird

exo-exo-k-exo-k-oh-sehun-favim-com-12581671

| Title : The Dad-To-Be | Author : bluelu bird | Cast : Kim Sang Eun , Oh Sehun , etc | Genre : Romance, Marriage life , Comedy ( failed ) | Rating : PG 17 | Length : Series |

List : Sleeping Photoshoot | Pervert Devil Game | Saturday Night | Jealous Eun | Peeking Day | Triple Rain | Time To Have A Baby! | Is She Pregnant? | The Dad-To-be

Note : Typo everywhere :D

Personal blog : www.icrecreamlibrary.wordpress.com

Disclaimer : Storyline is pure mine. Don’t be plagiator, please.

Enjoy reading~

.

“Because he’s a husband. He always worried about his pregnant wife. That’s why he’s called The Dad-To-Be”

.

.

Sang eun terus menatapi Sehun yang sedari tadi berjalan bolak-balik, membuka pintu rumah mereka, meletakkan barang yang didapatnya di depan Sang eun dan kembali lagi membuka pintu rumah mereka dan seperti itu seterusnya. Dan sepertinya itu sudah kelima belas kalinya Sehun membukakakn pintu rumah mereka.

Sehun kembali membawa hadiah yang diberikan untuk calon bayi mereka yang sekitar dua bulan lagi akan lahir mengingat usia kandungan Sang eun yang menginjak tujuh bulan. Direbahkannya tubuhnya di samping Sang eun. Keringat membasahi kaos yang dikenakan pria itu. Padahal seingat Sang eun pria itu baru saja mandi setu jam yang lalu.

“Semua ini dari siapa?” tanya Sang eun sambil memandangi hadiah yang tertumpuk seperti buki di depannya.

“Dari suster-suster di rumah sakit, dari dokter-dokter yang mengenalmu, dari karyawan-karyawan perusahaan dan dari tetangga-tetangga kompleks kita. Mereka semua juga titip salam untukmu” ujar Sehun pelan. Sang eun menatap Sehun iba. Wanita itu mengambil selembar tissue, lalu menempelkannya di wajah Sehun yang penuh keringat.

“Bukankah kau seharusnya mengelapnya dengan halus, sayang?” Sang eun menoleh cepat ke arah Sehun sambil menggelengkan kepalanya seperti anak kecil.

“Tidak mau” Sehun menyerah dan mengelap keringatnya dengan tissue ynag diberikan Sang eun. Sampai mimpi baik sekaligus buruk muncul kembali. Bel rumah mereka dibunyikan.

Sehun yang baru saja hendak berdiri untuk membuka pintu ditahan oleh Sang eun. Wanita itu berdiri dari duduknya, mengambil selembar kertas besar, solasi dan spidol hitam dari laci. Lalu tangannya mengambil salah satu box besar dari tumpukan hadiah yang didapat mereka dan mengeluarkan boneka beruang besar  di dalamnya. Dengan perlahan Sang eun berjalan ke arah pintu rumah mereka. Menggantikan Sehun untuk membukanya.

“Selamat malam, dokter! Ini hadiah dari kami untuk calon bayimu. Dia sangat sehat. Oh ya, dimana tuan Oh?” Ah young yang merupakan suster yang bekerja sebagai suster yang membantu Sang eun di rumah sakit itu adalah orang keenam belas yang memberikan hadiah pada mereka.

Dan mengapa dia mengenal Sehun? Well, pria itu hampir setiap hari datang ke rumah sakit dan menerobos masuk ke dalam ruang praktek Sang eun. Bahkan mungkin seisi rumah sakit mengenalnya. Dan anehnya mereka semua tidak ada yang bergosip aneh-aneh tetapi malah memuji Sehun dengan tulusnya.

“Dia di dalam. Dan hampir mati karena kelelahan”

“Biar kutebak.  Pasti banyak sekali yang memberi hadiah dan tuan Oh harus boalk-balik membukakan pintu”

“Begitulah” Ah young tersenyum puas mendengar jawaban Sang eun.

“Kalau begitu aku pulang dulu. Sudah malam. Selamat malam dan titip salam untuk tuan Oh. Dan ‘Figthing!’ aku titip kata itu untuknya. Lakukan sesuai yang kulakukan, jangan lupa gayanya. Baiklah, aku pergi!” Sang eun mengangguk pelan sambil tersenyum. Ah young memeluknya sekilas lalu beranjak pergi sambil melambai dan tersenyum pada Sang eun.

Sang eun meletakkan hadiah Sang eun di lantai. Lalu mulai mengerjakan hal yang ada di kepalanya. Gadis itu menuliskan kata-kata di selembar kertas dan menempelkannya di bagian atas box besar itu. Sang eun mengambil kembali hadiah Ah young dari lantai sambil tersenyum puas melihat hasil kerjanya.

“Selesai” gumamnya pelan

-SangHun-

Sehun berjalan gontai ke arah pintu rumah mereka unuk mengambil kiriman susu yang memang biasa di antarkan setiap pagi hari. Tidur pria itu begitu nyenyak karena tadi malam dia begitu kelelahan. Dan ajaibnya entah mengapa semenjak Sang eun membukakan pintu tidak ada lagi yang memencet bel rumah mereka.

Perlahan Sehun membuka pintu rumah mereka. Diambilnya dua botol susu segar yang diletakkan di depan pintu rumah. Baru saja Sehun hendak menutup pintu tapi pria itu membalikkan badannya saat mengingat ia melihat benda lain selain botol berisi susu di sana.

Mata Sehun membelalak saat melihat hadiah-hadiah tertumpuk di sana dan satu box besar dengan kertas ditempelkan di atasnya. Sehun mengenal tulisan di kertas itu dan dia tidak heran kenapa tidak ada orang lagi yang memencet bel rumah mereka tadi malam.

“Dia benar-benar luar biasa” ujar Sehun sambil tersenyum. Menutup pintu rumah mereka. Dan berjalan cepat untuk menghampiri Sang eun dan segera mencium pipi istrinya itu.

Tulisan yang berada di kertas di atas box besar yang ditulis Sang eun :

TOLONG JIKA KALIAN KE SINI INGIN MEMBERI HADIAH LETAKKAN SAJA DI DALAM BOX INI. JIKA TIDAK MUAT LETAKKAN DI SEBELAH BOX INI. DAN AKU UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK. MAAF TIDAK MANYAMBUT KALIAN.

-OH SANG EUN

-SangHun-

Sehun memeluk Sang eun yang tengah menuangkan jus kegelas dari belakang. Pria itu tak hentinya terkekeh di telinga Sang eun.

“Apa kau baik-baik saja?” ujar Sang eun pelan.

“Tentu saja! Kau kira aku gila karena terus tertawa begitu?” Sang eun berpikir sejenak, lalu dengan polosnya mengangguk pelan.

“Mungkin saja” Sehun serasa ditampar begitu keras mendengar perkataan istrinya itu. Ayolah, ia hanya bercanda saja dan Sang eun dengan polosnya menyetujuinya.

“Oh, ya!” Sang eun melepaskan tangan Sehun di pinggangnya perlahan. Lalu membalikkan badannya menghadap Sehun.

“Fighting!” ujar Sang eun sambil menggerakkan tangannya yang mengepal dengan antusias dan jangan lupakan senyum manis yang ditunjukannya. Sehun hanya bisa terdiam melihatnya. Apa ini yang dikatakan orang perubahan emosional ibu hamil yang ekstrim? Well, selama Sang eun hamil ia memang terkadang meminta hal yang aneh, tapi itu pertama kalinya ia bertingkah aneh.

“Ah young menyuruhku mengatakannya padamu” Dan untunglah Sang eun tidak benar-benar mengalami hal yang dipikirkan Sehun.

Ah young benar-benar menyuruhnya melakukan hal aneh

Sang eun berjalan pelan ke ruang tengah sambil membawa gelasnya yang berisi jus, meninggalkan Sehun yang masih bergelut dengan pikirannya di dapur. Baru saja Sehun kembali ke kesadarannya dan tiba-tiba Sang eun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Sehun.

“Aku ingin bekerja”

-SangHun-

“Tidak boleh”

“Ayolah!”

“Tidak boleh”

Oppa, chagiya, yeobo, Sehun-ah!  Kumohon!” Sehun menghentikan langkahnya sambil menatap Sang eun geram. Sudah sejak setengah jam yang lalu Sang eun memohon untuk diperbolehkan bekerja padanya dan wanita itu terus mengitkuti Sehun kemanapun dan membuat Sehun hampir mati karena khawatir padanya dan calon bayinya.

Sehun menatap Sang eun lembut. Dipegangnya kedua bahu Sang eun dengan kedua tangannya. Sehun merutuki dirinya dalam hati yang hampir saja luluh karena ml=elihat wajah memelas Sang eun.

“Sang eun-ah, kau lebih baik di rumah saja. Jika perlu aku akan meminta So eun noona menemanimu, ah tidak, aku akan mengambil cuti dan menemanimu di rumah sampai kau melahirkan. Bagaimana?” Sang eun terdiam sejenak sambil menatap Sehun. Lalu menggeleng pelan.

“Tidak perlu. So eun eonni perlu bekerja dan menemani eomma. Kau juga perlu bekerja, kau direktur ingat?” Sehun tersenyum puas mendengar ucapan lembut Sang eun. Dia begitu yakin jika istrinya ini sudah menyerah untuk bekerja.

“Jadi kau tidak akan berkerja kan?” Sang eun menggeleng pelan.

“Aku tetap ingin bekerja”

“Astaga, Oh Sang Eun!”

-SangHun-

Sang eun duduk tenang di kursinya. Well, gadis itu bersikukuh ingin tetap bekerja meskipun perutnya sudah begitu besar. Sehun yang awalnya melarang pun tidak bisa melarang Sang eun lagi karena gadis itu benar-benar keras kepala. Lagipula Ah young berjanji akan menjaganya. Tapi sepertinya Sehun tidak benar-benar mempercayai Ah young. Atau mungkin terlalu percaya padanya.

Ah young masuk ke ruangan praktek Sang eun dengan wajah masam. Wanita itu duduk di depan Sang eun. Sang eun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menatapnya bingung.

“Ada apa?” Ah young melirik Sang eun sekilas, lalu menghela nafasnya panjang.

“Kau dimarahi ibumu?” Ah young menggeleng pelan

“Tunanganmu tidak membalas pesanmu?” Ah  young lagi-lagi menggeleng pelan

“Tidak mengangkat telfonmu?” Ah young menggelengkan kepalanya. Lagi.

“Kalau begitu.. dia memutuskan pertunaganmu?”

“Dokter!”

“Apa?” tanya Sang eun polos. Ah young memajukan kursinya dan memajukan wajahnya pada Sang eun.

“Ini karena tuan Oh! Dia tidak berhenti menelfonku setiap lima menit sekali menanyakan keadaanmu. Dia melemparkan pertanyaan begitu banyak berulang kali sampai kepalaku rasanya sangat sakit” Sang eun terdiam mendengar perkataan Ah young. Tidak aneh sebenarnya jika mendengar Sehun seperti itu. Bahkan Sang eun sudah menebaknya sejak awal. Itulah kenapa wajah Sang eun begitu masam saat dengan antusiasnya Ah young berjanji untuk menjaga Sang eun pada Sehun.

“Sudah kuduga” ujar Sang eun pelan, lalu dengan santainya wanita itu kembali membaca catatan pasien miliknya.

“Dokter!”

-SangHun-

Sang bum dan Chanyeol menatap Sehun yang terus duduk sambil memutar dirinya sendiri dengan memutar kursi kerjanya. Pria itu terkadang menjambak rambutnya sendiri atau mengacaknya kasar.

“Sampai kapan dia akan seperti itu?” gumam Chanyeol pelan

“Entahlah. Tapi itu menakjubkan fakta bahwa dia tidak pusing atau ingin muntah padahal sedari tadi ia terus berputar-putas di kursinya” balas Sang bum pelan. Sehun tidak bisa lagi menelfon Ah young karena gadis itu mematikan telfonnya dan itu atas perintah Sang eun. Bagaimana Sehun tahu? Well, Sang eun sendiri yang memberi tahunya melalui pesan.

“Hei, kau akan pingsan jika terus berputar seperti itu” Sehun menghentikan kursinya lalu menatap Chanyeol dan Sang bum dengan matanya yang terlihat begitu kelelahan. Pria itu sungguh berantakan. Benar-benar berantakan.

“Apa yang harus kulakukan hyung? Bagaimana jika terjadi apa-apa padanya” Sang bum dan Chanyeol menghela nafas mereka pelan.

“Dia akan baik-baik saja. Bahkan jika dia kau biarkan sendirian di hutan dengan perut membesarnya itu dia kan baik-baik saja. Kau lupa bagaimana istrimu itu”

“Ya, dia begitu kuat Hun” Sehun menatap kakak ipar dan kakak kelasnya dulu yang sudah seperti kakaknya sendiri itu. Mereka benar. Tapi meskipun Sehun tahu itu dia tetap saja khawatir.

“Aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkannya, hyung

“Kalau begitu kenapa kau tidak mendatanginya dan mengawasinya terus di ruang prakteknya?” ujar Chanyeol geram. Tapi reaksi Sehun begitu berbeda dari bayangannya. Pria itu segera merapikan penampilannya dan mengambil ponsel serta berkas-berkas yang harus dikerjakannya dan laptopnya.

“Terima kasih, hyung” ujar Sehun sekilas, lalu berlari meninggalkan ruangannya. Meninggalkan Sang bum yang sepertinya biasa saja dan Chanyeol yang terdiam di tempatnya.

“Jangan bilang dia benar-benar akan melakukan yang kukatakan” gumam Chanyeol pelan. Sang bum tersenyum sambil menepuk pundak Chanyeol pelan.

“Yah, dia akan menerobos ke ruang praktek Sang eun dan bekerja di sana sambil terus mengawasinya mulai hari ini” Chanyeol menoleh ke arah Sang bum seolah yang dikatakan pria itu tidak mungkin terjadi. Tapi well perkataan Sang bum seratus persen benar. Dan Chanyeol tahu itu.

“Aku hanya geram dan dia menganggapnya sebuah saran sungguhan”

“Because he’s a husband. He always worried about his pregnant wife. That’s why he’s called The Dad-To-Be” Chanyeol mengangguk pelan menyetujui ucapan Sang bum. Dia juga seorang ayah dan pernah merasakan hal seperti Sehun. Meskipun tidak separah Sehun sebenarnya.

Yeah, he’s The Dad-To-Be afterall”

* * *

Halo

Aku kembali lagi dengan lanjutan series ini setelah sekian lama, hehe

Dan series selanjutnya belum tahu bakal bisa aku publish kapan, tapi yang pasti itu bakal tentang waktu Sang eun melahirkan nanti dan yang paling special adalah kehadiran buah hati mereka yang namanya masih rahasia

Mohon maaf kalau ada penggunaan bahasa yang salah

Maaf banyak kekurangannya

Thanks for reading

Regards,

bluelu bird

90 responses to “The Dad-To-Be – SangHun’s Story Series by bluelu bird

  1. Sanghun is backkk!!😂😂
    kkk suka banget series ini :3 anak nya cewek ya kak? sang eun nya rajin gitu :v kalo kata orang ibu hamil yg begitu kemungkinan bayinya cewek :v /alah ngasal -_-\

  2. sehun terlalu over menurutku…..

    tapi sikap sehun patut diacungin jempol…. walau rada gimana gitu

  3. Sehunahh~~
    Haha couple yang gila
    Sehunnya terlalu protectiv tapi malah nunjukin kalo dia bener bener mencintai sang eun
    Ah ga sabar kalo mereka punya anak
    Akankah mereka tetep kekanakan?

  4. Wkwk sang eun bener bener keras kepala banget yaa😀
    Beruntung banget punya sehun yang care + super ganteng . Kalo aku mah betah di rumah seharian kalo jd sang eun😀

  5. Yaa ampun pengen banget punya suami kayak sehun di fanfict ini secara aku sama sang eun kuliah di fakultas yg sama, kedokteran.
    tetep dilanjut yaa, lama juga gak papa. Tetep aku tunggu kok. Fighting!!

  6. aigoo lucunya…….
    ohh yaa tmn” aq bru bkin blog dan bljrnya pun autodidak hny pke bntuan google heheheh
    klo klian ga sibuk tlong visit my blog yahh
    trs aq mnta kritik dan sarannya spya blogku bs lbh bgus dan klo ada yg krg brknn mohon jg dbash yaa aq msh newbie jd msh ada bgtu bnyak kekurangan di blogku
    ini nama blogku putihsehatahreum.wordpress.com
    makasihh……

  7. Sehun itu terlalu polos ,khwatir atu bodoh ,,kenapa perkata’an chanyeol yang terbilang aneh dan mainstream malh di jadi’in saran., -_-
    next series di ttunggu lagi 🙂

  8. Pingback: You and Me Plus Him- SangHun’s Story Series | Ice Cream Library·

  9. Pingback: You and Me Plus Him- SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Pingback: New Start, New Obstacle (Part I) – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  11. Pingback: New Start, New Obstacle (Part II) – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: Secret With Daddy! – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Pingback: First Candle – SangHun’s Story Series | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Sehun khawatir ny ampe segituny…
    apakah seorang suami yg puny istri lagi hamil pergi kerja khawatirny ampe segitu?? klo g…Sehun berlebihan mungkin..g..karna dia cinta sama Sang eun

  15. Pingback: Gentleman’s Breakfast | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Because he’s The-Dad-To-Be….
    Ya itulah calon ayah yang berlebihan dan calon i bu yang sulit dituturi

  17. Pingback: Mission! Follow Mom (1)- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  18. Pingback: Airport and Plane- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

  19. Pingback: Hug In Baby Carrier- SangHun’s Story Series by bluelu bird | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s