Affairs of the Heart [Chapter 3]

Affair of the Heart(9)

AFFAIRS OF THE HEART

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2]

C H A P T E R  T H R E E

Byun Hyera menggerutu kepada suaminya. “Baekhyun, tidak bisakah kau mengambil cuti hari ini?”

“Tidak, Hyera. Kau tahu aku tidak bisa. Hari ini hari senin artinya kemungkinan besar mejaku terdapat banyak laporan yang harus kuperiksa.”

Hyera mencibir. “Baekhyun-”

“Hyera, jika kau mau menghabiskan waktu denganku, datanglah ke kantor denganku.” Baekhyun tahu bahwa Hyera tidak akan mau. Alasannya adalah Hyera tidak menyukai perusahaannya dan ia lebih baik jatuh miskin daripada bekerja di perusahaannya.

Hyera lantas mengalihkan pembicaraan, tidak ingin menjawab pertanyaan Baekhyun. “Aku ingin mendekorasi ulang rumah kita,” ungkapnya.

Baekhyun menaikan alisnya seakan-akan bertanya alasannya.

“Rumah ini sudah tidak lagi menarik, dan aku berharap rumah kita menjadi terlihat lebih cantik ketika tamu kita datang.

Baekhyun berhenti mengancing bajunya kemudian melihat ke arah Hyera melalu cermin. “Apa yang kau maksud dengan ‘tamu kita datang’?

Hyera menatap Baekhyun. “Untuk pesta, Sayang.”

“Pesta apa?”

“Pesta yang kita adakan untuk merayakan pertunangan adikku. Aku belum memutuskan kapan acaranya diadakan, tetapi aku pikir diadakannya setelah rumah kita selesai didekorasi ulang, jika kau mengijinkanku.”

Baekhyun membalikkan tubuhnya lalu menatap Hyera dengan tajam. “Mengapa aku tidak diberitahu tentang pesta itu?”

“Sayang, aku bertanya padamu beberapa hari yang lalu dan kau menyetujuinya.”

Baekhyun mengerutkan dahinya. Ia tidak mengingatnya. Mungkin ia tidak memerhatikan permintaan Hyera. Terkadang ketika ia sedang bekerja di ruang pribadinya, ia tidak memerhatikan apapun disekitarnya termasuk apa yang diucapkan istrinya. Jadi, ia memutuskan untuk berpura-pura mengingatnya.

“Ah, benar. Tentu. Ya, aku pikir kau bisa mendekorasinya ulang sesuka hatimu tetapi jangan mendekorasi ulang kamar ini.”

“Kenapa tidak?”

Baekhyun tidak suka ketika seseorang merubah kamarnya yang telah ia dekorasi sendiri. Ia menyukai kamar ini dan merasa tidak senang ketika orang asing berpikir bahwa mereka tahu apa yang ia suka dan tidak suka. “Aku menyukai tampilannya,” jawab Baekhyun dengan datar.

Hyera memutuskan untuk tidak menentangnya. “Baiklah, jadi aku akan mendekorasi ulang semua ruangan kecuali kamar ini.”

Baekhyun menganggukkan kepalanya. Setelah selesai berpakaian, ia mengambil tas kantornya kemudian mencium pipi Hyera sebelum ia pergi.

Hyera menghela nafasnya, sedikit mengelengkan kepalanya karena suaminya yang mudah untuk ditebak. Sebenarnya ia tidak pernah memberitahu tentang acara tersebut dan ia baru memikirkannya semalam setelah ia menelpon adiknya yang baru saja bertunangan dua hari yang lalu. Hyera bertanya kepada adik dan calon suaminya jika ia dapat menggelar pesta untuk mereka sebelum mereka menyetujuinya. Tetapi ia tahu bahwa suaminya akan berpura-pura mengingat dan menjawab iya.

Dan sebenarnya juga acara tersebut tidak benar-benar untuk adiknya. Itu hanya untuk menutupi rencananya karena ketika acara tersebut berlangsung, ia akan mengumumkan bahwa ia hamil. Ia tidak hamil sekarang tetapi ia akan hamil. Bulan lalu ia telah pergi ke klinik tanpa memberitahu Baekhyun untuk melihat seberapa suburkah ia. Dan ia lega ketika mengetahui bahwa ia sangat subur. Jadi yang ia butuhkan sekarang adalah satu malam tanpa ‘proteksi’.

Tetapi sekalinya ia hamil, suaminya akan berpikir bahwa ia hamil karna ada maksud tertentu-itu benar-dan ia tidak bisa membiarkan Baekhyun marah ketika ia mengumumkan tentang kehamilannya. Dan ketika acaranya dimulai, ia tidak akan memarahinya di depan para tamu dan pada saat para tamu pergi, ia akan senang berpikir bahwa ia akan mempunyai anak.

Hyera tidak merasa bersalah apapun yang akan ia lakukan. Ia sangat ingin hamil dan jika pada akhirnya ia menipu suaminya untuk membuatnya hamil, pasti akan ia lakukan. Itulah mengapa ia membatalkan resep pil kontrasepsinya.

Tentu saja jika Hyera tidak hamil oleh Baekhyun, ia akan menjadi hamil oleh orang lain dan Hyera tahu siapa yang pantas untuk melakukannya. Pria tersebut akan melakukan apa yang ia katakan karena ia selalu melakukan apa yang Hyera katakan sebelumnya. Dan mungkin Baekhyun mengetahui apa yang telah mereka lakukan dibelakangnya. Tapi ia tidak terlalu mempermasalahkannya, yang hanya ia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara agar ia dapat hamil.

.

.

.

Kim Joon Myeon memasuki ruang kamar di hotel tempat ia menginap. Ia tidak senang dengan keputusan rekannya dikabinet.

“Mengapa sebuah pesta?” gumamnya seraya melepaskan dasinya. “Tidak bisakah mereka hanya mengadakan upacara untuk anggota baru?”

Joon Myeon tidak terlalu menyukai pesta karena ia mudah sekali bosan ketika di pesta. Ia tahu ia tidak akan menjadi bosan jika ia membawa istrinya daripada membiarkan temannya membuntutinya. Tetapi ia tidak akan membawa istrinya. Seona mungkin menyukai pergi ke pesta dan nantinya Seona ingin pergi ke setiap pesta yang mengundangnya. Jika itu terjadi maka ia akan kehilangan kendali mengenai kehidupan yang ia buat untuknya dan Seona. Joon Myeon mengambil sebuah koran yang tergeletak di atas meja tepat di sebelah pintu kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mengerutkan dahinya ketika ia membaca artikel tentang Eye Avenue.

Ia tidak menyukai pekerjaan Seona. Ia mengakui bahwa Seona merupakan perancang interior yang berbakat tetapi ia tidak suka bagaimana bisnisnya menjadi terkenal. Ketika pertama kalli ia bertanya apakah ia bisa memulai bisnisnya, Joon Myeon menyetujuinya karena ia berpikir bahwa bisnis Seona tidak akan bertahan lama. Ia tidak tahu bahwa bisnis yang sedang Seona jalani ini menjadi salah satu yang terbaik di Korea Selatan.

Sejujurnya Joon Myeon iri dengannya. Ia menginginkan kesuksesan dan popularitas Seona. Ia tidak bisa terus terang mengatakan pada istrinya untuk menutup bisnisnya. Tidak sekarang, setidaknya. Sekarang bukan waktunya. Seona perlahan-lahan menjadi istri yang selalu ia inginkan; pendiam, wanita pemalu yang akan bersembunyi dibalik bayangan suaminya dan akan melakukan apapun yang ia katakan dan tidak menentang keputusannya. Tetapi ia harus merencanakannya dengan perlahan namun pasti, dan sekali ia membentuk Seona menjadi istri yang ‘sempurna’, ia akan mengatakan padanya untuk menutup Eye Avenue.

Dan jika Seona menolaknya, ia terpaksa akan meninggalkan memar pada kulit indah milik Seona. Ia sudah mempersiapkan alasan yang bagus jika orang lain menanyakannya.

.

.

.

Byun Baekhyun mengetuk pensilnya ke meja. Ia tidak dapat berkonsentrasi. Selama seumur hidupnya, ia tidak dapat mengingat apa yang ia telah kerjakan di hari jumat malam sebelum pulang dari kantor. Ia mencoba, tetapi Seona tetap berada dipikirannya. Sebenarnya ia tidak mempermasalahkannya, tetapi ia ingin menyelesaikan pekerjaannya.

Lantas Baekhyun duduk dengan tegak lalu melihat beberapa laporan yang tergeletak di mejanya. Ia menyerah. Ia tidak akan menyelesaikan pekerjaannya. Ia menghela nafas, kemudian membuka lacinya dan mengambil sebuah majalah.

Ia mempunyai janji untuk bertemu perwakilan dari sebuah perusahaan yang ingin melakukan bisnis dengannya dalam waktu satu setengah jam lagi. Karena ia tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya, ia memutuskan untuk membaca majalah bisnis untuk menghabiskan waktunya. Setelah membalik halaman dan membaca beberapa artikel, ia berhenti dan mengerutkan keningnya ketika melihat foto Kim Joon Myeon. Baekhyun tidak suka dengan anggota kabinet apalagi dengan Joon Myeon yang berpikir bahwa dirinya sangat pintar dan berbakat.

Omong kosong.

Kim Joon Myeon tidak lebih dari seorang pembohong. Benar saja, beberapa majalah dan koran membuatnya terlihat seperti pria yang hebat. Tetapi kebenarannya adalah ia seorang penipu dan pembohong. Joon Myeon telah mencuri beberapa juta dolar dari salah beberapa perusahaan termasuk perusahaannya, untuk kampanyenya. Awalnya ia datang ke beberapa perusahaan dan meminjam uang, bahkan ia telah berjanji akan mengembalikan uang mereka. Setiap dari mereka menyetujuinya, berpikir bahwa mereka akan mendapatkan uangnya kembali.

Ya benar.

Kim Joon Myeon tidak pernah membalikkan uang mereka termasuk uangnya. Faktanya, ketika setiap dari mereka menanyakan tentang kapan ia akan membayar hutangnya setelah terpilih sebagai salah satu anggota kabinet, Joon Myeon mengancam akan membawa publikasi yang buruk untuk mereka jika ada yang menanyakan tentang uangnya. Tidak ada satupun yang menyepelekan anggota kabinet bahkan tidak dengan Baekhyun. Joon Myeon sekarang mempunyai kekuasaan untuk membuat perusahaan terlihat buruk dan tidak ada satupun dari mereka yang menginginkannya.

Baekhyun berharap ia tidak pernah mengijinkan Joon Myeon untuk meminjam uang dari perusahaannya. Sekarang satu juta dolar telah ia pinjamkan untuk Kim Joon Myeon, walaupun satu juta dolar bukanlah kerugian yang besar. Tapi yang membuatnya sangat marah adalah Baekhyun telah membiarkan dirinya untuk ditipu. Baekhyun mati-matian ingin menuntut, mempermalukan dan menunjukkan pada dunia betapa sangat menjijikannya pria ini. Tetapi Baekhyun tidak dapat mengambil resiko karena perusahaannya bisa mendapatkan publikasi yang buruk dan ia juga akan membutuhkan dana yang besar untuk memulihkan perusahaannya. Menghancurkan sebuah reputasi lebih mudah dibandingkan memulihkannya.

Baekhyun membaca artikel tersebut–banyak hal yang mengungkapkan betapa baiknya Kim Joon Myeon–tetapi  terhenti ketika artikel tersebut menyebutkan istri Joon Myeon. Ia kembali membacanya, artikel tersebut mengatakan bahwa istri Joon Myeon belum diketahui oleh publik. Sepertinya tidak ada satu pun yang mengambil fotonya dan satu-satunya alasan public tahu mengenainya karena Joon Myeon beberapa kali menyebutkan istrinya ketika melakukan wawancara.

“Nyonya Kim…bukankah nama tersebut ada di artikel Eye Avenue?” Lantas Baekhyun duduk dengan tegak. “Apakah Seona melakukan bisnis dengan Nyonya Kim?”

Baekhyun penasaran tentang itu, tetapi hanya sebentar. Ia tidak terlalu peduli jika Seona bekerja dengan istrinya Joon Myeon. Faktanya adalah ia sangat tidak tertarik mengenai hal itu. Justru ia mulai memikirkan tentang Seona….lagi.

Kemana aku harus membawanya nanti malam? Itu tidak bisa tempat yang aku akan dikenali.

Baekhyun tersenyum. Aku yakin ia akan menyukai piknik dibawah sinar rembulan dengan lilin-lilin yang mengelilingi kita untuk memberikan cahaya. Romantis dan kreatif! Itu hanya ada kita berdua dan aku tidak akan diketahui oleh banyak orang.

Senyumannya mengembang ketika ia mulai memikirkan jenis makanan dan wine apa yang ia bawa. Tetapi kemudian senyumnya menghilang ketika ia menyadari bahwa ia tidak bisa membawa makanan. Ia tidak mempunyai waktu untuk membelinya, dan ia tentu saja tidak bisa meminta karyawannya untuk mempersiapkan dan merencanakan pikniknya, pasti mereka akan bertanya.

“Aku akan memikirkannya nanti,” ucapnya dalam hati.

Terdengar suara yang berasal dari interkomnya di meja. Ia memajukan tubuhnya kedepan dan menekan sebuah tombol. “Tuan Byun? Tuan Wong sudah datang.”

Mengapa ia disini? Aku tidak mempunyai janji bertemu dengannya.

Ia melihat jam dindingnya. Ia masih mempunyai waktu dua puluh menit lagi sebelum seorang perwakilan dari perusahaan itu datang. Karena tidak sibuk, maka Baekhyun memutuskan untuk mengizinkannya masuk.

“Suruh dia masuk!” perintah Baekhyun kemudian melepaskan tombolnya. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursinya ketika seorang pria berusia tiga puluh tahun berjalan masuk ke ruangannya.

Wong Chen, pemilik saham perusahaan Wong, memiliki tinggi kira-kira setinggi Baekhyun dengan rambut berwarna hitam dan bermata biru. Chen telah bercerai, tidak mempunyai anak, dan akan jatuh miskin. Perceraian telah memakan banyak uangnya dan perusahaannya tetapi ia baik-baik saja dan perlahan membangun perusahaannya kembali. Tetapi Joon Myeon datang dan meminjam banyak uang dari Chen, setelah menjanjikan publikasi yang baik untuk perusahannya, dan tidak pernah mengembalikan uangnya.

Saham milik Chen jatuh dan sekarang ia berusaha menghasilkan uang hanya untuk makan. Ia mempunyai rumah dan semuanya, tetapi ia akan kehilangan semuanya. Baekhyun telah mencoba untuk membantunya tetapi Chen menolak bantuannya. Ia tidak ingin belas kasihan orang lain.

“Bai Xian,” panggil Chen, berbicara dalam bahasa mandarin.

“Aku–” Chen mengerutkan dahinya ketika melihat foto Joon Myeon. “Si pembohong.”

“Aku tahu,” ucap Baekhyun, juga berbicara dalam bahasa mandarin. “Aku menyerngit ketika tidak sengaja menemukan artikel itu. Tidak ada apapun di artikel itu kecuali tentang dirinya sebagai pria yang baik.”

Mau tak mau Chen memutar bola matanya. “Dia itu bajingan.” Chen berjalan kedepan dan duduk di sebuah kursi yang berada di depan meja Baekhyun.  “Aku pikir aku tahu bagaimana mendapatkan uang kita kembali.”

Baekhyun menaikan alisnya. “Chen, kau selalu berpikir kau tahu bagaimana mendapatkan uang kita kembali.”

“Tetapi sekarang aku mempunyai rencana yang bagus.” Chen menyeringai. “Kita tidak dapat menyentuh Joon Myeon, benar? Tetapi kita bisa meskipun menyentuh istrinya.”

Kali ini Baekhyun menaikan kedua alisnya. “Apa maksudmu?”

“Joon Myeon akan membayarnya jika kita, katakan saja, membuat sebuah skandal yang melibatkan istrinya yang mempunyai sebuah hubungan dengan pria lain.”

Seketika Baekhyun berdiri dengan tegak dari kursinya. “Tidak, Chen. Kita tidak bisa melibatkan seorang wanita yang tidak tahu apa-apa kedalam rencana ini dan–”

“Tidak, Bai Xian. Kau tidak mengerti. Kita akan membuat mengambil foto, menulis surat dan menunjukkan semuanya pada Joon Myeon. Ia harus membayar uang kita untuk menghindari agar tidak membuat sebuah skandal.”

“Tetapi akankah ini akan membuat istrinya terlihat buruk?”

“Iya, tetapi inti alasan sang wanita mempunyai sebuah hubungan dengan pria lain adalah karena suaminya tidak memuaskannya.”

“Itu tidak benar.” Baekhyun merasa terdorong untuk mengatakannya. Jika itu alasannya, maka itu akan sama bagi si pria, dan ia mempunyai sebuah hubungan gelap dengan Seona bukan karena Hyera tidak memuaskannya. Ia mengencani Seona karena ia menyukainya dan ingin selalu melihatnya.

“Oke, benar, terkadang sebuah hubungan gelap terjadi karena daya pikat antara satu orang yang telah menikah dengan ‘kekasihnya’. Tetapi kemungkinan orang-orang berpikir bahwa Joon Myeon tidak memuaskan kebutuhan istrinya atau setidaknya itulah yang membuat Joon Myeon khawatir. Dan ia tidak akan mau sebuah skandal yang melibatkan dirinya didalamnya.”

“Mengapa kita tidak mengatakan saja bahwa Joon Myeon lah yang mempunyai hubungan gelap?”

“Siapa yang akan mempercayai hal itu? Telah banyak sekali kebohongan tentangnya yang membuat berita hubungan gelapnya tidak akan terpikirkan oleh orang lain terutama ketika berita tersebut datang dari seseorang yang telah diumumkan ke seluruh publik olehnya bahwa aku berbohong tentangnya-yang datang padaku untuk meminta uang ketika aku hampir jatuh miskin dan ia tidak membalikkan uangku.”

Baekhyun menyetujui ucapan Chen. Orang orang tidak akan pernah mempercayainya ketika banyak sekali  berita bagus tentangnya yang telah diterbitkan dan dibaca. Ditambah lagi, banyak sekali orang-orang yang-memiliki kekuasaan-akan membantunya dan berkata bahwa ia tidak mungkin mempunyai hubungan gelap.

Baekhyun mengakui bahwa itu bukanlah rencana yang buruk. Joon Myeon pasti tidak akan mau apapun skandal tentangnya yang akan merusak reputasinya. Tidak banyak berita yang mempublikasikan tentang istrinya tetapi orang-orang mungkin mudah percaya kebohongan ini. Joon Myeon mungkin mengancam mereka dan mengatakan jika mereka mempublikasikan apapun yang mereka punya tentang kebohongannya, ia akan pastikan bahwa mereka akan mendapatkan publikasi yang buruk.

Dan juga ada kemungkinan orang-orang akan lebih mengasihani dan memujinya dibandingkan sebelumnya, tetapi Baekhyun mempunyai firasat bahwa Joon Myeon tidak akan pernah memikirkannya. Ia akan sangat mengkhawatirkan skandal yang tidak hanya menghancurkan reputasinya namun juga ego nya jika ia percaya bahwa istrinya berpikir Joon Myeon tidak memuaskan istrinya sendiri.

“Rencanamu menarik, Chen.”

“Aku tahu itu akan menjadi sebuah rencana yang bagus, Bian Xian. Aku tidak akan kehilangan apapun; aku tidak mempunyai istri, reputasi, perusahaan, dan sekarang uang.” Chen tersenyum lebar.

“Mungkin aku akan mengikutinya dari rumah mereka sebab aku tidak tahu bagaimana wajah istrinya. Tetapi sekali aku tahu, aku akan mengikutinya kemanapun dan aku akan mengambil beberapa foto. Sekali aku mendapatkan fotonya, aku akan mencari seseorang untuk melakukan sesuatu pada foto tersebut, jadi foto tersebut bisa terlihat seperti ia sedang bersama dengan seorang pria. Siapa tahu? Mungkin dia sebenarnya mempunyai hubungan gelap dengan seseorang dan aku akan mendapatkan fotonya sedang berciuman dengan kekasihnya.”

Baekhyun tidak mengatakan apapun.

“Jadi, Bai Xian? Apakah kau mendukungku?”

“Ini mungkin akan merusak reputasi istrinya.”

“Aku tidak berpikir bahwa kita akan mempublikasikan apapun tentang istri yang mempunyai hubungan gelap. Aku percaya bahwa Joon Myeon akan sangat khawatir mengenai skandal yang merusak reputasinya. Sekali kita mendapatkan uang kita kembali dan mengungkap siapa sebenarnya Joon Myeon, maka kau atau yang lainnya dapat mengatakan bahwa itu tidak lebih dari sebuah cara untuk mendapatkan uang kita dan perusahaan-perusahaan lainnya kembali.”

“Dan seandainya kita mendapatkan gugatan oleh istrinya?”

Chen menghela nafasnya. “Aku yakin bahwa kita tidak perlu mempublikasikan apapun, oleh karena itu kita tidak akan mendapatkan gugatan.”

Baekhyun juga yakin karena Joon Myeon hanya memikirkan reputasinya saja.

“Jadi, iya atau tidak?”

Baekhyun ragu tetapi kemudian menganggukkan kepalanya. “Baiklah. Jika itu akan membuat kita mendapatkan uang kembali maka lakukan apa yang kau rasa perlu lakukan. Ikuti istrinya.”

Chen menyeringai. “Aku senang kau menyetujuinya, Bian Xian. Percayalah, rencana ini akan berjalan dengan lancar dan tidak ada satupun yang terluka.”

.

.

[At Eye Avenue]

“Sepertinya seseorang terlihat sedang dalam suasana yang baik.”

Seketika Seona menghentikan aktifitasnya dan membalikkan tubuhnya. “Ya benar, aku sedang dalam suasana yang sangat baik.”

Kang Nara-wanita bersurai blonde, memiliki mata berwarna silver, tinggi serta langsing-menyilangkan lengannya di dadanya. “Apakah karena Joon Myeon?”

Seona menghela nafasnya. “Tidak. Aku suasana hatiku hanya sedang baik saja.” Ia membalikan tubuhnya ke rak yang berisi bahan material.

“Kalau bukan karena Joon Myeon, pasti itu karena pria yang kau temui.”

Tiba-tiba saja Seona menjatuhkan box yang berada di lengannya sebelumnya. Lantas ia membalikkan tubuhnya kembali dan menatap Nara dengan mata yang lebar. “Bagaimana–kenapa–kapan–?” ucapnya dengan terbata. Seona benar-benar terkejut bahkan ia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

“Kemarin aku melihatmu bergandengan tangan dengan seorang pria. Awalnya aku tidak memikirkannya, tetapi ketika kau mencium bibirnya dan itu bukanlah ciuman cepat. Kau meciumnya dalam waktu yang cukup lama.” Nara menyipitkan matanya. “Kau berselingkuh?”

Seona tidak mempercayai betapa cepatnya seseorang mengetahui tentang Baekhyun.”Nara–“

Nara mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar Seona diam. “Apakah–kau–sedang–berselingkuh?” Nara kembali bertanya, kali ini ia menekankan setiap katanya.

“Ya,” ucap Seona dengan pelan. “T–Tapi biarkan a–aku menjelaskannya padamu!”

Nara menatap atasannya selama beberapa menit sebelum memegang lengan Seona dengan kasar dan membawanya ke ruangan Seona. Nara mendorong Seona agar masuk kedalam ruangan kemudian ia menutup pintu dengan membantingnya.

“Mengapa?” tanya Nara.

Pertanyaan yang diucapkan Nara terdengar sangat ‘dingin’, bahkan sampai membuat Seona tidak dapat menahan rasa ketakutannya.

“Mengapa apanya?”

“Jangan bermain-main denganku, Seona. Kau tau apa yang kutanyakan. Mengapa kau mengkhianati Joon Myeon? Apa ia tidak cukup untukmu? Kau sudah tidak mencintainya lagi?”

“Tentu saja aku mencintainya!”

“Benarkah?  Itu mengejutan karena dimana aku dibesarkan, ini bukanlah seperti yang pernah tunjukkan untuk mencintai seseorang.”

“Kau dan aku dibesarkan di tempat yang sama, Nara.”

“Ya tuhan, dimana kita dibesarkan bukanlah masalahnya! Yang menjadi masalah adalah kau yang mengkhianati suamimu sendiri! Berapa lama perbuatan gila ini telah terjadi?”

“Itu bukan sebuah perbuatan gila!”

“Tidak peduli apapun itu. Katakan saja padaku berapa lama!”

Seona mengepalkan tangannya. Seketika ia menjadi marah. Ia mengerti rasanya ketika seseorang marah padamu, kau membalasnya dengan marah. Karena tidak dapat melakukan apapun, Seona hanya menatap Nara dengan tajam.

“Kau bertingkah seperti tidak pernah mengkhianati seseorang,” ucap Seona dengan sedikit nada menyindir.

Nara menatap balik. “Itu ketika jaman sekolah dulu, Seona. Dulu aku anak yang manja. Ketika aku mengkhianatinya, itu hanya untuk kesenangan belaka namun sekarang aku tahu dan juga aku tidak dalam status menikah. Tetapi kau iya. Aku tidak kehilangan apapun tetapi kau iya. Jadi katakan padaku berapa lama kau telah bersamanya?”

“Itu bukan urusanmu jadi jangan ikut campur.” Seona berjalan menuju pintu namun Nara menghentikannya dengan menarik sikunya.

“Jangan berjalan menjauhiku! Ketika aku mengkhianati kekasihku, kau yang berusaha membuatku sadar. Kaulah yang membuatku sadar setiap kali aku ingin melakukan sesuatu yang bodoh, seperti apa yang harus dilakukan oleh seorang sahabat. Hubungan yang sedang kau jalani ini adalah bodoh, jadi lebih baik kau menghentikan perbuatan bodohmu. Dengarkan aku dan jawab pertanyaanku karna aku adalah teman dekatmu dan saat ini adalah waktunya bagiku untuk membalas kebaikanmu dalam menghentikanku dari perbuatan yang bodoh.”

Beberapa saat mereka menatap satu sama lain sebelum Seona menyentakkan sikunya dan berjalan menuju kursinya. Ia duduk dan menyilangkan kakinya, melihat mejanya.

“Jadi, Seona, katakan padaku berapa lama kau telah bersamanya?”

“Sejak hari sabtu. Aku bertemu dengannya di sebuah klub malam.”

Nara sedikit membuka mulutnya, walaupun Seona tidak dapat melihatnya. “Sejak hari sabtu?”

Seona mendongak kemudian menganggukkan kepalanya.

“Ya tuhan! Itu sudah berjalan dua hari dan kau sudah ketahuan. Apakah kau berpikir dengan serius bahwa Joon Myeon tidak akan mengetahuinya? Kalian tinggal bersama. Joon Myeon mungkin mengetahuimu lebih baik daripada orang lain. Aku bahkan tidak tinggal bersamamu dan lihat betapa cepatnya aku mengetahuinya! Kau harus tahu bahwa Joon Myeon akan mengetahuinya dengan cepat dan kau akan kehilangannya.”

“Tidak, ia tidak akan, Nara. Aku mengetahui dirinya lebih baik dari siapapun. Aku tahu kebiasaannya, jam berapa ia akan pulang ke rumah. Dengan kata lain, suamiku merupakan seseorang yang mudah ditebak dan aku tahu jadwalnya diluar dan didalam. Aku bisa mengatasinya.”

Nara mengerang. “Sepertinya aku merupakan satu-satunya yang menyuarakan alasannya,” ucapnya seraya menyilangkan kedua tangannya. “Kalian berdua telah bersumpah di depan banyak orang di hari pernikahanmu, di depan tuhan, bahwa kalian mencintai satu sama lain dan akan setia. Sejauh ini satu-satunya orang yang tetap memegang kata-katanya adalah Joon Myeon.”

“Kau bertingkah seakan-akan aku tidak mencintainya.”

“Jika kau mencintainya, kau tidak akan melakukan hal ini. Jadi artinya adalah kau tidak mencintainya seperti janjimu. Ini artinya bahwa kau adalah seorang pembohong.”

“Kau tidak mengerti!” Seona menggebrak mejanya. “Aku mencintai Joon Myeon. Tetapi ada sesuatu tentang–“ Seona tidak ingin mengatakan nama Baekhyun. Ia tidak ingin siapapun tahu tentangnya. “Ada sesuatu tentang Bacon,” lanjutnya, memikirkan nama yang pengucapannya hampir sama dengan nama Baekhyun.

“Ya tuhan, Nara, kau harus melihatnya. Ia tampan, baik, manis, seorang gentleman–“

“Dia bukan Joon Myeon.” Pernyataan jujur Nara membuat Seona menghentikan ucapannya.

“Dia bukanlah suamimu. Tidak peduli jika ia manis, baik bahkan terkenal. Seona, kau adalah wanita yang telah menikah dan kau harus menghormati janjimu seperti Joon Myeon.” Nara berhenti sejenak. “Apakah ia tahu bahwa kau telah menikah?”

Seona mengalihkan tatapannya. “Tidak. Ia tidak tahu.”

“Ya ampun, Seona. Apakah kau tidak merasa bersalah sama sekalipun mengenai apa yang kau lakukan?”

Seona menutup matanya. “Ya, aku merasakannya. Bagaimana tidak?”

“Kalau begitu akhiri hubunganmu dengan Bacon.”

“Aku tidak bisa!”

“Mengapa tidak?”

“Aku sudah mencobanya, Nara. Aku sangat merasa bersalah tentang apa yang telah aku lakukan. Aku mencoba untuk mengatakan pada Bacon bahwa kita harus bertemu kembali tetapi aku tidak bisa. Ini bukan hanya sebuah daya tarik seperti apa yang sedang kau pikirkan. Ini lebih, Nara. Aku benar-benar menyukainya.”

“Satu-satunya kemungkinan adalah jika kau tidak lagi mencintai Joon Myeon.”

“Aku mencintainya! Ini mungkin untuk mencintai seseorang dan menyukai untuk orang lain! Mengapa kau tidak mengerti?” jeritnya.

“Aku mencobanya, Seona. Tetapi bagaimana bisa ketika aku melihat sahabatku sendiri mengkhianati suaminya yang hebat? Kalian berdua cocok satu sama lain. Semua yang aku inginkan untukmu adalah kebahagianmu dan aku tahu hubungan ini hanya akan berakhir tragis dan kau juga pada akhirnya akan menangis di tengah jalan. Itulah bagaimana hubungan tersebut akan berakhir. Bagaimana setiap hubungan itu berakhir!”

“Yang satu ini tidak.”

“Berhenti bersikap naïf, Seona!”

Seona merasa matanya memanas. Percakapan ini terlalu berlebihan untuknya. Terlebih sekarang ia merasa penyesalan berada dibenaknya dan ini terlalu berlebihan untuknya. “Kau tahu, Nara? Aku tidak ingin membicarakannya lagi. Pergilah.”

Nara mengabaikan permohonannya. “Kau harus mengakhiri hubungan ini dan kau harus mengatakan pada Joon Myeon.”

“Apa kau gila?! Jika aku mengatakan pada Joon Myeon, pastinya aku akan kehilangan semuanya.”

“Seiring berjalannya waktu ia akan mengetahuinya. Setidaknya inilah yang dapat kau katanya padanya bahwa hubungan itu suatu kesalahan dan itu adalah momen of insanity dan kau hanya sedih karna ia akan pergi selama dua minggu.”

“Aku tidak akan mengakhirnya dan mengatakannya pada Joon Myeon!”

“Kalau begitu aku yang akan mengatakannya.”

Seona terkejut, matanya membulat sempurna. “Kau tidak akan mengatakannya. Jika kau adalah sahabatku maka kau tidak akan mengatakan padanya!”

“Joon Myeon harus tahu! Rahasia dalam pernikahan hanya akan menghancurkannya. Jika kau tidak akan mengatakan padanya maka aku yang akan mengatakannya.”

“Dan aku akan membencimu seumur hidupku, Nara.”

“Aku tidak ingin kau membenciku, Seona. Tetapi aku lebih memilih lebih baik kau membenciku daripada melihatmu ruin your life. Aku bahkan tidak peduli jika kau tidak pernah berbicara denganku lagi tetapi aku akan senang karena setikdany aku akan tahu bahwa sahabatku tetap bahagia dengan pernikahannya dengan suaminya.”

Seona duduk dengan perlahan, masih menatap Nara seakan-akan ia adalah orang asing. Sahabatnya sendiri akan mengadukan semuanya pada Joon Myeon. Dan itu hanya dalam waktu dua hari! Bahkan tidak dua hari! Itu kurang lebih seperti satu setengah hari karena ia bertemu Baekhyun pada sabtu malam.

Nara berjalan di sekitar meja dan meraih bahu Seona. “Maafkan aku jika aku mengecewakanmu, Seona. Hal terakhir yang aku ingin lakukan adalah membuatmu sedih tetapi aku ingin kau melihat kenyataannya.” Nara menghela nafas, semua kemarahannya menghilang.

“Aku akan memberikanmu kesempatan untuk mengakhiri hubungan ini dan mengatakannya kepada Joon Myeon. Jika kau tidak mengakhirinya dan mengatakan pada Joon Myoen, maka aku yang akan mengatakannya.”

“Mengapa?” bisik Seona. “Mengapa kau lakukan ini?”

“Karena aku menyayangimu. Aku peduli denganmu. Tetapi aku juga peduli dengan Joon Myeon. Dia adalah temanku juga. Ia seperti sahabatku juga, bahkan jika itu artinya aku kehilanganmu sebagai teman. Kau akan melakukan hal yang sama untukku. Aku tahu kau akan. Bahkan ketika di sekolah dulu kau mengatakan padaku bahwa jika aku berhenti mengkhianati kekasihku dan mengatakan padanya seperti aku mengatakan padamu untuk mengatakan padanya. Aku hanya melakukan hal yang sama untukmu, bahkan terlebih sekarang kau sudah menikah. Aku tahu bahwa hubungin ini hanya akan membuatmu hancur. Aku tidak ingin kau ataupun Joon Myeon terluka.”

Sebuah suara ketukan pintu menghentikan percakapan mereka. Seona menutup matanya dan menenangkan dirinya. “Y–Ya?”

“Seona? Nona Hyera ingin berdiskusi denganmu mengenai dekorasi rumahnya.”

“Bisakah kau dapatkan informasi darinya? Dan taruh dikomputer.”

“Baiklah.” Karyawan tersebut pergi dan menutup pintu.

Nara menatap Seona kembali. “Aku serius, Seona. Tinggalkan Bacon. Hubungan kau dengannya tidak akan bertahan lama. Apakah kau ingin kehilangan Joon Myeon untuk pria yang kau temui di klub?”

Nara dan Seona menatap satu sama lain untuk beberapa saat sebelum Nara membalikkan tubuhnya dan pergi meinggalkan ruangan.

Seona menyilangkan lengannya, berdiri, dan berjalan ke arah jendela, melihat orang-orang dibawah. Ia ingin turun ke bawah untuk berbicara dengan klien baru mereka. Tetapi ia butuh menenangkan dirinya terlebih dahulu. Ia membutuhkan untuk berpikir.

Dia bukanlah Joon Myeon.

“Tuhan,” bisik Seona seraya menutup matanya. “Tolonglah aku. Nara benar, Baekhyun bukanlah Joon Myeon tetapi ia bukanlah hanya seorang pria yang kutemui di klub. Ia lebih dari itu. Aku mencintai Joon Myeon tetapi aku menyukai Baekhyun dan aku tidak ingin mengakhiri apapun itu dengannya. Ada sesuatu tentangnya yang tidak mengijinkanku untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya.”

Seona membuka matanya dan mendongakkan kepalanya ke atas. “Tolong aku menjalani ini. Aku sangat bingung, sangat takut. Sangat-sangat takut. Aku tidak bisa kehilangan suamiku tetapi bagaimana bisa aku mengakhiri semuanya dengan Baekhyun? Aku membutuhkanmu sangat membutuhkanmu sekarang. Bantu aku memutuskan apa yang harus kulakukan. Tolonglah aku.”

[Downstair at Eye Avenue]

“…dan usia Anda?”

“Dua puluh tiga,” ucap Hyera.

Hyera melihat wanita yang berada dihadapannya sedang mengetik di komputernya.

“Sekarang pertanyaan pentingnya. Seberapa besar rumah Anda?”

“Ah cukup besar sekitar tiga lantai termasuk sebuah loteng, ruang bawah tanah dan apartemen pribadi.”

“Berapa ruangan yang ingin Anda dekorasi?”

“Hmm, ruang tamu, ruang kerja pribadi, lima kamar tidur, ruang belajar, aula dan ruang makan.” Hyera menghela nafas ketika wanita tersebut mengetik informasi yang telah ia katakan.

“Baiklah,” ucap wanita itu. “Sekarang Anda lebih memilih perancang dekorasi akan datang bersama dekoratornya atau Anda ingin hanya dekoratornya disana?

“Apa bedanya?”

“Waktu.” Hyera membalikkan tubuhnya dan melihat seorang wanita bertubuh langsing berjalan menuju meja.

“Beberapa orang ingin rumahnya cepat selesai dan itulah mengapa aku datang. Jika pemilik rumah mempunyai masalah apapun dengan ideku, mereka bisa mengatakannya padaku ketika aku disana dan mengulur prosesnya jadi mereka bisa mencariku untuk mengatakan masalahnya dan aku tinggal datang ke rumahnya dan memperbaiki masalahnya. Jadi jika kau menginkan rumahmu didekorasi untuk sebuah acara, lebih baik aku disana.” Seona tersenyum. “Namaku Kim Seona.”

“Senang berkenalan denganmu, Seona–ssi,” ucap Hyera dengan tersenyum.

“Tolong panggil aku Seona saja.”

“Baiklah tapi sepanjang kau memanggilku Hyera.”

Seona berbalik menghadap karyawannya. “Apakah kau sudah mendapatkan semua informasinya?”

“Sudah semua kecuali alamatnya.”

“Aku akan memberikannya padamu,” ucap Hyera. “Tetapi kapan kau bisa datang dan melihat rumahku?”

“Hari ini kalau kau mau,” jawab Seona.

“Bagus, sekarang lebih baik.”

[ Tokyo, Japan ]

“Menarik,” bisik seorang wanita seraya menengkurapkan tubuhnya di tempat tidur. Seorang pria menatapnya melalui kacamatanya yang kecil.

“Baekhyun memberikan sumbangan yang cukup besar di acara amal ini. Lihat, ini fotonya!” Wanita tersebut sedikit menggeser majalahnya agar suaminya dapat melihatnya. “Bukankah fotonya sangat manis?”

“Sialan, tampilannya membuat ia terlihat seperti ksatria yang akan kau temukan di dongeng. Hyera disana juga.”

“Hyera membuat penampilannya terlihat seperti tukang sihir,” ucap wanita itu. Dengan segera pria bermata amethyst itu menatap foto Hyera yang terlihat benar-benar bosan.

Pria tersebut menyisir rambut bluish–nya menggunakan jemarinya. “Aku pikir Hyera suka melakukan hal seperti amal kebaikan, melakukan hal baik untuk orang lain.”

“Itu ketika ia berkencan dengan Baekhyun. Hyera hanya melakukan hal itu untuk membuat Baekhyun terseksan. Sekarang ia telah menikah dengan Baekhyun, ia menunjukkan jati dirinya. Dasar perempuan jalang!”

“Sayang, jangan menghina orang lain.”

“Kau hanya iri saja karena ibumu selalu mengajarkanmu moral yang baik, termasuk tidak memanggil dengan panggilan seperti itu.”

“Tidak peduli betapa aku menginginkan menyebut namanya dengan sebutan itu.”

“Ya tuhan, aku benci wanita itu. Kita harusnya tidak pernah berhenti untuk memerasnya dan meninggalkan Seoul.”

Mata Park Chanyeol seketika menjadi ‘dingin’. “Aku tidak percaya bahwa Hyera akan membungkuk dengan rendah untuk menyingkirkan kita.”

Park Haneul menatap Chanyeol kemudian meletakkan tangannya dipipi suaminya. “Sayang, itu bukanlah kesalahanmu bahwa bayi kita telah meninggal.”

“Tetapi Hyera memutarbalikkan cerita yang membuatku merasa bahwa aku yang melakukannya. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan yang biasa saja, tidak gila-gilaan seperti yang ia katakana. Dan aku tidaklah iri.” Chanyeol menatap Haneul. “Kau percaya padaku, kan?”

Haneul menganggukkan kepalanya. “Tentu saja.”

“Aku menyayangi bayi kita. Ia ditemukan di jok mobil bukan dikantung plastik. Tetapi aku tidak dapat mengungkapkan semua informasi yang salah. Baekhyun baru saja membangun perusahaannya dan apapun publikasi buruk, bahkan jika itu tentang rekannya, pasti akan menghancurkan karirnya bahkan sebelum ia memulainya.”

“Dan Hyera tahu itu. Ketika kita berhadapan dengannya mengenai apa yang ia lakukan, ia tahu bahwa kita akan melakukan apapun untuk memastikan bahwa Baekhyun bahagia meskipun harus meninggalkan Seoul.”

Chanyeol terdiam sejenak, melihat foto sahabatnya yang bahagia bahwa ia tidak dapat melihat siapa sesungguhnya Hyera itu. “Kita harus kembali,” ucap Chanyeol. “Ini telah berjalan cukup lama. Kita harus menghentikan Hyera. Kita tidak bisa terus-menerus takut dan bersembunyi disini selamanya.”

Haneul menatap matanya, seakan-akan memastikan bahwa Chanyeol bersungguh-sungguh. “Apa kau yakin?”

“Iya. Perusahaan Baekhyun sangat terkenal bahkan publikasi burukpun tidak akan menghancurkannya. Selain itu, berada jauh darinya membuat kita sulit. Sekarang kita tahu bahwa Hyera tidak akan berani mengungkapkan informasi yang salah tanpa membongkar rahasianya kepada Baekhyun.”

“Kau benar.” Haneul bangun sehingga kini ia berlutut di tempat tidur. “Kita harus menghentikan Hyera dan melindungi Baekhyun.”

Chanyeol menganggukkan kepalanya. “Telepon bandara sekatang dan lihat apakah kita dapat mengambil penerbangan sesegera mungkin. Paling lambat hari kamis. Semoga saja ia tidak hamil.”

Haneul menganggukkan kepalanya dan meraih ponselnya. “Apakah penting jenis pesawat apa yang akan kita tumpangi?”

“Apapun itu yang membawa kita ke Seoul tercepat.” Haneul menganggukkan kepalanya lagi dan mulai menelpon.

Chanyeol menutup matanya. Sudah dua tahun sejak terakhir kali ia bertemu Baekhyun, satu-satunya pria yang ia percaya. Ia mempunyai firasat bahwa Baekhyun tidak akan terlalu senang bertemu dengannya lagi. Bagaimanapun juga siapa yang tidak akan senang untuk bertemu seseorang yang seharusnya menjadi pengiring pengantin pria di pernikahannya, tetapi justru ia tidak muncul dan tidak pernah mengubunginya lagi?

Tidak ada, terutama Byun Baekhyun.

to be continue…

108 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 3]

  1. Gila benar-benar ga nyangka alur ceritanya seperti ini, si jumnyeon-hyera ternyata jahat juga. Ya udah ga apa-apalah baekhyun-seona berselingkuh seperti ini, ditunggu chapter selanjutnya ya. Lalu dibanyakin lagi adegan kocaknya di sela konfliknya, fighting thor!

  2. waduh waduh waduh masalah numpuk di chap ini ka, jadi pusing aku, ada chanyeol yeyy..
    ternyata junmyoen jahat juga ya dikirain bakal jadi suami yang perfect.
    kaka kalo post chap selanjttnya suka ngasih tau jadi suka aja gitu.
    beda drri yang lain.
    next chap semangat!!

  3. aku ketinggalan chap 2 nya,tapi ya udah deh
    chap ini kayaknya mulai ngejelasin sifatnya jonmyun dan hyera
    aku berharap bgt nanti jonmyun ngebunuh baekhyun pas dia tau kalo baekhyun selingkuh sama istrinya,bila perlu seona juga dibunuh!
    ok ditunggu lanjutnya..

  4. gak nyangka hyera ternyata kayak gitu,, joonmyeon juga licik bgt,,,
    jadi pngen tau masa lalu mereka sebelum nikah,,,
    next ditunggu, keep writing,

  5. Ternyata yang masih waras itu otak nya seona ama baekhyun yaa ..
    heol joon myeon hyeraa bener bener gilaaa
    yg satu terobsesi sama kekayaan no 1 yg 1 lg terobsesii dan kriminall bgtu

  6. Omo. .
    Fakta bru!
    Joon myeon brengsek nt berperangai keras *wow
    hyera penyihir licik *shit
    v in ttap tdak membnarkn kelakuan seona nt baek.
    Melhat keKras kpla’an seona menolak nasehat nara, bnar” membwt qu esmosi abis. Ap otakny dah gak bsa brfkir logis lg ya. . Hm aq plg ska ma karakter Nara😀
    eits, ad pemaen bru laennya. . Chen, Yeol nt haneul! Siip.

    Gak sbar ngu gmna seona pas dtg ke rmh baek nt baek yg rncna ny maw bwt skandl yg sbnrny seona😀

    greget greget😀
    d tgu next chapter ny ne. . .

  7. Kereeennn!! Konfliknya makin kompleks , satu sama lain ternyata saling terhubung . Bener-bener bisa jadi perang besaaarrr😀
    Nice thor ditunggu kelanjutannya🙂

  8. Gilaaa… Gregetan waktu Seona kekeuh selingkuh.. Serasa jahat banget sama Joon Myeon. Hyera ngapain sih kok sampe chanyeol benci banget sama dia? Huft penasaran

  9. ternyata jeonmyun sama hyera sama sama licik ya aku pikir mereka berdua bakal jadi korban perselingkulan eh malah sebenernya yang korban itu baek sama seona. sekarang aku mending dukung baek sama seona deh

  10. Rumit banget, semuanya saling mau ngancurin satu sama lain..
    Dan aku ga nyangka Joon Myeon selicik itu..
    Dan sekarang ada Park Chanyeol, Chanyeol itu sahabatnya Baekhyun??? Aaah aku penasaran banget, di tunggu next chapternya..

  11. Iya sih bener authornya. Agak baper2 gimana gitu. Masih ada typo sih thor tp gapapa, namanya juga manusia jadi wajar lah. Chapter selanjutnya gimana yah? Ketahuan apa belum si Bacon sama Seona? Ah kepo nih.. Lanjut thor.. Semangat yah buat authornya

  12. Ya ampun ternyata hyera punya rencana yg buruk juga dan siapa cowok yg dimaksud hyera? Ternyata jun myeon juga nipu? dan sekarang semua orang bahkan saling terkait satu sma lain. WAH pasti bakal rumit nih. Daebak

  13. Dan pada Akhirnya baek sma seona akan bersatu :->
    kalo aja hyera sma jumyeon.a baik, ceritanya bakal lebih greget dan beda.

  14. Duh ini hidup mereka benar benar tidak sehat ya, saling menyikut, menjatuhkan satu sama lain. Benar benar kasian. Sekilas mereka semua menghalalkan segala cara, seperti ada semboyan berbohong untuk kebaikan. Tapi itulah hidup, dan hal seperti itu sangat banyak di dunia nyata. Keren aku suka dengan alurnya, seperti nyata.

  15. Joon Myeon jahat juga sepertinya apa lagi si hyera sepertinya juga jahat dilihat dari nada bicaranya park chanyeol sama istrinya, kalau dia mau ngebantu baekhyun memberitahu kalau sebenarnya istrinya baekhyun itu jahat iya yah ah entahlah aku tak tahu:-/

  16. Yaampun Seona bener kata Nara bahwaa Seona ituu salah ngejalanin hubungan terlarang ama Baekhyun

  17. ada cast baru nih….wah mudah2an aj pas seona dekorasi rmhx….bacon lg nggak d rmh…bs perang mereka

  18. uh,, tokohnya bertambah. konfliknya belum terlihat hingga di chapter ke 3.. penasarandengan karakter asli joon myeon dan hyera,, mereka bukan orang baik-baik ya???

  19. Ckckck jdi slma ini hyera itu munafik, licik… Jdi dy hyera itu perannya jdi mak lampir… Nenek sihir… Ahahahah awalnya kirain dy baik..

  20. Ya ampun ternyata junmyeon sama hyera nya jahat ya ga nyangka
    hay kak aku udh baca kemarin dari chapter 1-8 tapi baru sempet komen sekarang karena sinyal yg lemodh bgt hahaha

  21. bener bener gak nyangka ceritanya bakalan jadi kayak gini wkwmkww.authornya kece banget dah. ternyata hyera sama junmyeon jahat ya .penasaran. lanjut baca chapter 4 ya ^^

  22. hyera ini gimana sih tokoh nya?? agak bingung sama perannya disini.. dia anta apa prota-_-
    gak nyangka suho yg polos kek gitu malah jadi kek gini :’3
    chanyeol kenapa???
    terlalu banyak pertanyaan-_- kepo banget.. ff ini bikin baper..

  23. jangan bilang joonmyeon iti tipe suami yang bermuka dua san hyera juga ? aku masih belom begitu paham sama konflik-konflik yang ada disini. dan seona udah ketawan selingkuh sama si nara

  24. Hubungan Baek-seo mmg salah, aq setuju tuh sama kata2 temennya Seona. gmn pun jg mereka kan sdah menikah. Wlopun pasangan mreka pny reputasi buruk tapi kan mereka bilang klo mereka mencintai pasangan mereka, sdh seharusnya bs mnerima kekurangan pasangan kan?
    Tp teori mmg mudah di ucapkan, tinggal gmn kita praktekinnya, sanggup ato gak?🙂

  25. dan pertanyaannya joonmyeon sama hyera mereka bener-bener muka dua kah? sebenernya antara dukung sama ngga dukung buat hubungan baek-seona secara mereka udah punya pasangan masing-masing, tapi begitu tau di chapter ini joonmyeon hyera muka dua, bener2 ngga pengen mereka tetep jalanin pernikahan masing-masing. itu chen-baek mau ngapain coba, hayoloh istrinya joonmyeon kan seona ‘si pacarnya baekhyun’

  26. Aseeekkk baru chapter sebelumnya yang nampakin baekhyun-seona buruk bangett dan hyera sama joonmyun kasian banget.. Skarang dahh nampakin hyera sama joonmyun bejat banget wkakk malah skarang aku dukung baek-seona buat jalanin hubungan terus daripada kena kebejatan dari pasangan masing2 mending mereka bedua happy2 gitu kan ya haha/?
    Btw, ada masalah apa sih hyera sama chanyeol-haneul?? Kecelakaan apa sih?? Kepo dahh..
    Jjangg!!

  27. waah ternyata joonmyeon main kotor yaa, penipu dan penyalahgunaan wewenang, dan baekhyun salah satu korbannya. Belum tau aja baekhyun kalo seona itu istrinya joonmyeon. Dan yaah sepertinya sebentar lagi baekhyun tau yaa, dan bisa2 chen juga tau kalo dia adalah partner selingkuh nyonya Kim.
    Dan heii, ada apa sebenernya sama hyera? yaah aku agak curiga sih sama hyera, pas dia berargumen kalo dia harus hamil walau itu bukan dari baekhyun, karna toh gimanapun juga semuanya tau kalo dia istrinya baekhyun.
    Benarkah hyera seberbahaya itu buat baekhyun sesuai sama perkataan chanyeol dan istrinya??
    hhmmm, perselingkuhan yg diikuti sama banyak kerumitan.

  28. Oh ternyata disini semua ketauan Jun Myeon sama Hyera dua-duanya gak ada yang bener ya sama-sama aja licik juga. Tapi gimana ya rasanya jadi mereka gak bisa ninggalin selingkuhan walaupun sadar bahwa mereka juga salah kasian:(

  29. Dari awal karakter Hyera emang agak ganjil, ternyta bener gak baik. Dari niatnya aja yg pengen hamil ketahuan banget kan kalo dy gak mau kehilangan Baek dan menghalalkan segala cara. Cuma aku blm tau pastinya.
    Next chapter pasti aku baca.

  30. Hyeranya jahat gera itu mah:( banyak gini masalahnya:( hubungan hyera-baekhyun-haneul-chanyeol kaya gimana sih? Masih engga ngerti:(

  31. Diblik sikap manisnya trnyata Hyera bermuka 2… Huhhh
    gk nyngka Joonmyun jg sm brmuka 2 nya,,,
    jd yg mngtahui hbngan trlrang Seona n Baekhyun adlh Nara shbt Seona sndri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s