Affairs of the Heart [Chapter 4]

Affair of the Heart(9)

AFFAIRS OF THE HEART

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3]

C H A P T E R  F O U R

Kim Seona bersenandung seraya menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan lagu klasik di ruang tamunya. Ia memutar tubuhnya, rambut cokelatnya ikut berputar. Sepasang tangan meraih pinggangnya dan memutarnya sehingga kini Seona berhadapan dengannya. Seona tersenyum menatap matanya yang ia tahu bahwa pria yang berada dihadapannya ini sangat mencintainya.

It’s a miracle,” ucap Seona dengan pelan. “Apa yang kita miliki sekarang adalah sesuatu yang tidak akan pernah berakhir.”

“Aku tahu,” jawabnya seraya mulai berdansa dengan Seona. “Aku mencintaimu, Seona.”

“Dan aku juga mencintaimu, Bacon.”

Bacon?” Joon Myeon mendorong tubuh Seona menjauhinya. Ia menatap Seona dengan tatapan dinginnya. “Siapa dia?”

Mata Seona membulat kemudian ia menggelengkan kepalanya, rasa takut sedikit menghantuinya.”Joon Myeon. Maksudku Joon Myeon.” Joon Myeon menarik lengan Seona dengan paksa kemudian memelintirnya dengan kasar.

“Maafkan aku!” jerit Seona. Joon Myeon mendorongnya ke lantai dan menarik rambut Seona dengan kasar. “Aku mohon,” pintanya sambil menangis ketika Joon Myeon mulai menyeretnya ke tangga.

“Kau adalah istriku. Kau hanya akan menatapku, tetapi sepertinya kau sudah terlalu jauh.” Joon Myeon meraih sebuah pisau. “Itu tidak boleh terjadi,” geramnya dan Joon Myeon melayangkan pisau tersebut hampir mengenainya.

“TIDAK!” jerit Seona. Ia mengedipkan matanya dengan cepat ketika matanya menyesuaikan dengan kegelapan. Seona terkejut ketika suara petir terdengar sangat kencang, ia merasa seperti akan tuli. Ia mengusap matanya kemudian ia tersadar bahwa dirinya duduk di atas tempat tidurnya. Seona melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Dan hari ini adalah hari Sabtu.

Ternyata hanya mimpi. Bukan apa-apa, tapi hanya mimpi.

Seona menggigit bibirnya. Ia merasa bahwa mimpinya seperti bukan mimpi, terasa lebih nyata dan ia sudah membayangkan tubuhnya akan tertusuk sebuah pisau. Seona menyibakkan selimutnya dan berdiri dari tempat tidurnya. Ia menggunakan sebuah kaus besar dan celana pendek, dan sekarang Seona berharap ia menggunakan pakaian yang lebih hangat.

Seona merasa tidak aman berada di rumahnya yang besar. Bahkan kamarnya saja membuatnya merasa tidak aman. Ia berjalan ke sudut ruangan yang paling dekat dengannya. Seona merapatkan dirinya seraya duduk disana dan menegakkan lututnya ke dadanya. Ia memeluk lututnya dan mencoba untuk membayangkan wajah Baekhyun, mau membuat Seona tersenyum.

Ia menjadi teringat kebersamaannya dengan Baekhyun. Baekhyun mengajaknya pergi piknik dengan di hari senin, kemudian membawanya ke tempat bowling di hari selasa, acara pameran kemarin dan sekarang mereka akan pergi menonton film.

Seona menghela nafas. Setiap kali ia sedang bersama dengan Baekhyun, ia akan melupakan apa yang dikatakan oleh Nara. Setiap kali mereka bertemu di kantor, Nara menatapnya dengan tatapan peringatannya. Ia bahkan melupakan rasa bersalahnya ketika ia bersama Baekhyun. Ia sangat bahagia bersamanya yang membuatnya tidak bisa memikirkan apapun kecuali memikirkan baekhyun.

Tetapi mimpi ini membawanya kembali ke realita dan mengingatkannya tidak hanya apa yang Nara katakan padanya tetapi juga pesan yang ia dapatkan semalam setelah ia pulang kerumah dari pameran bersama Baekhyun.

Aku pulang lebih awal
Kapan?
Satu minggu lebih awal, hari sabtu. Aku merindukanmu, Sayang.
Aku juga merindukanmu.
Apakah kau merasa kesepian?
Tidak. Aku pergi bersama teman-teman dan melakukan hal yang lainnya.
Oh, bagus. Hmm, ketika aku sampai dirumah kau tidak akan membutuhkan temanmu.
Mengapa?
Karena aku akan menghabiskan waktu denganmu ketika aku sampai dirumah.

Joon Myeon datang. Seona rasanya seperti ingin menangis. Ia mencintai suaminya, sangat mencintainya. Tetapi Baekhyun adalah orang yang spesial untuknya. Ia merasa seperti seorang wanita jalang yang memiliki dua pria dalam satu waktu. Ia tidak pernah memikirkan kesulitan memiliki dua pria di kota yang sama dalam waktu yang bersamaan pula dan sekarang ia tidak tahu jika ia dapat menanganinya. Banyak orang yang berselingkuh tetapi mereka semua mempunyai kepercayaan diri bahwa mereka dapat mengontrol situasi. Ia tahu bahwa ia tidak akan dapat mengontrol situasi. Ia hanya tidak terlalu percaya diri.

Aku harus membiarkan Baekhyun pergi.

Ia tahu bahwa Nara benar. Ia harus mengakhiri semua ini sebelum ia kehilangan semuanya. Nanti malam. Ia akan mengakhiri dengannya nanti malam.

Aku sangat menyesal, Baekhyun.

Seona menyesal untuk mengakhirinya, tetapi ia tidak akan menyesal pernah bertemu dengannya.

.

.

.

Sesuatu ada yang salah. Baekhyun merasakannya. Ketika ia bangun, entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa seseorang sedang terluka. Ia menatap Hyera untuk memastikan bahwa Hyera baik-baik saja. Setelah Baekhyun yakin bahwa Hyera baik-baik saja, ia bangun dan berjalan menuju jendela kamarnya. Ia harus hati-hati karena kamarnya dalam keadaan gelap dan ia tidak ingin menyalakan lampu, jadi ia harus berjalan pelan-pelan agar ia tidak akan bertabrakan dengan apapun itu.

Sekarang Baekhyun berdiri di depan jendela kamarnya, mengerutkan dahinya. Firasat tentang seseorang yang sedang terluka telah hilang tetapi ia merasa bahwa orang tersebut membutuhkannya. Ia yakin itu. Ia memikirkan Seona, tetapi kemudian menyadari bahwa Seona tidak memiliki alasan untuk terluka. Seseorang bisa saja masuk ke dalam rumahnya, tetapi seharusnya Seona menghubungi melalui ponselnya yang berada tepat di atas nakas dekat tempat tidurnya, seperti yang pernah ia katakan padanya.

Mungkin saja perasaan yang ia rasakan ini akibat mimpi buruk yang baru saja ia alami. Ia memimpikan Hyera yang mengetahui tentang Seona kemudian Hyera membunuhnya. Baekhyun berjalan menuju tempat tidurnya dengan mengerutkan dahinya kemudian ia membaringkan tubuhnya, tetapi ia tidak tidur. Jadi, Baekhyun tidak tidur semalaman dan hanya memikirkan seseorang.

Dan satu-satunya seseorang yang tetap memasuki pikirannya adalah Seona.

.

.

.

[Thursday Afternoon]

Kim Seona mengendarai mobilnya dengan pelan melewati pintu utama rumah kliennya. Hyera memaksanya untuk datang lagi ke rumahnya. Seharusnya ia datang ke rumahnya hari senin tetapi tiba-tiba Hyera harus pergi untuk bertemu seseorang. Dan Seona sudah mempunyai janji bertemu dengan kliennya yang lain esok dan lusa jadi Seona dan Hyera bertemu hari ini.

Seona mengagumi rumah Hyera. Warnanya putih, memiliki dua lantai dengan teras yang cukup besar di lantai bawah dan sebuah balkon diatasnya. Seona mengendarai mobilnya dan berhenti tepat di pintu masuk rumah Hyera. Seona keluar dari mobilnya kemudian menutupnya dan berjalan menuju pintu tersebut. Ketika ia ingin mengetuk pintunya, tiba-tiba saja pintu terbuka. Seona mengedipkan matanya berkali-kali ketika seorang pelayang datang dari pintu tersebut.

“Nyonya Hyera telah menunggumu di ruang tamu. Jalanlah melewati ruangan besar kemudian belok kanan.”

Pelayan itu terlihat seperti berusia akhir dua puluhan, dengan rambut berwarna hitam dan matanya berwarna hitam. Ia tidak setinggi orang lain, justru lebih tinggi. Bahkan melalui pakaiannya, Seona dapat mengatakan bahwa ia memiliki otot yang artinya pelayan itu kuat. Ia berusaha untuk memasuki rumah tersebut walaupun sekarang ia berharap tidak pernah datang ke sini. Saat Seona berjalan melewati ruangan besar tersebut, ia melirik ke belakang dan melihat pelayan tersebut menatapnya dengan tajam.

Aku tidak keliru!

Ia berpikir dengan penuh ketakutan, memandang sekilas dengan cepat. Setelah pria itu membuka pintu untuknya, Seona merasakan aura permusuhan disekitarnya. Terlebih lagi, ia merasakan aura tersebut tertuju padanya. Awalnya Seona berpikir bahwa ia hanya lelah karena ia tidak mendapat tidur yang cukup semalam karena mimpi buruknya.

Seona penasaran mengapa, karena sebelumnya ia tidak pernah bertemu dengannya dan Seona merasa tidak melakukan hal yang salah, tetapi ia tidak ingin memikirkannya lagi ketika ia memasuki ruang tamu tersebut.

“Seona! Selamat datang di rumahku,” sambut Hyera seraya ia berdiri.

“Apakah aku telah menganggu pertemuanmu?” Seona bertanya, melihat seorang pria yang duduk di depan Hyera. Pria tersebut berdiri dengan tatapan kosongnya. Dia juga mengenakan jasnya kemudian pria tersebut menatapnya. Kalau saja pria tersebut tidak menatapnya dengan seperti itu, ia tidak akan merasa gelisah seperti sekarang ini.

Walaupun ia menyukai Hyera, ia tahu bahwa Hyera tidak akan menjadi teman baiknya. Klien lainnya telah menjadi teman baiknya tetapi ia merasa jika ia berteman dengan wanita ini setelah rumahnya telah selesai di renovasi, maka ia terpaksa akan bertemu orang-orang seperti pria yang berdiri di ruang tamu ini. Biasanya Seona tidak mendasari teman seseorang hanya pada satu orang tetapi dalam hal ini ia merasa ia harus.

“Tidak,” ucap Hyera dengan ceria. “Sebenarnya, dia baru saja ingin pergi.” Hyera berpaling kepadanya. “Mari kita makan siang bersama minggu depan, Tuan Chin, dan kita akan membahas proposal Anda.”

Tuan Chin mengangguk sekali kemudian berjalan melewati Seona dan Seonapun berusaha untuk tidak bergerak menjauhinya sehingga Tuan Chin dapat sejauh mungkin dengannya.

“Kesini dan duduklah!” Seona tersenyum, senang bahwa ia hanya ada mereka dua dan Seona mungkin dapat menggunakan imajinasinya untuk rumah ini. “Sekarang, mari kita mulai berdiskusi,” ucap Hyera.

“Benar. Sekarang, Apakah Anda memiliki jenis kain atau warna yang Anda tidak seperti sukai?”

Hyera berpikir sejenak. “Cokelat. Aku tidak terlalu suka cokelat.” Hyera terkekeh. “Tetapi suamiku menyukai warna cokelat. Jadi kalau kau menggunakan cokelat, gunakanlah tetapi hanya sedikit.”

Seona mengangguk. “Apakah ada ruangan yang tidak ingin dihias ulang?”

“Kamar dimana aku dan suamiku, Bai Xian, berbagi.”

“Bai Xian?” tanya Seona dengan pelan. “Suamimu orang Cina?” Seona tidak tahu satupun orang Cina, tetapi nama tersebut terdengar seperti nama orang Cina.

Hyera mengangguk. “Tidak. Bai Xian adalah orang korea, tetapi dibesarkan di Hongkong sama sepertiku. Aku sendiri setengah Korean, setengah Chinese. Itulah sebabnya aku mempunyai nama Korea. Orang tuan Bai Xian ingin dia belajar banyak bahasa sebanyak mungkin, jadi dia akan lebih berhasil.”

Seona mengangguk singkat, sudah memikirkan kemungkinan rumah ini akan memiliki beberapa ide untuk rumah ini. Seona melihat ke seluruh penjuru ruangan, mengamatinya.

“Disini tidak ada foto,” ucap Hyera ketika ia menatap Seona.

“Bagaimana bisa?”

Hyera menghela nafas. “Bai Xian sangat populer di sini. Orang-orang terus-menerus ingin mengambil gambarnya. Itu sama seperti di Hong Kong. Bahkan mereka mengambil gambarnya sejak Bai Xian lahir. Melihat fotonya dalam majalah-majalah dan juga yang lainnya sudah cukup. Hal yang sama juga denganku. Alasan mengapa tidak ada foto-foto disini karena aku membenci berfoto. Tampaknya aku tidak akan pernah menyukainya.”

Seona tahu perasaan itu. Ia selalu merasa bahwa ia tidak pernah menyukai setiap kali ia berfoto sehingga ia tidak peduli dengan hal itu.

“Jika kau ingin berkeliling di sekitar rumahku, kau akan menyadari bahwa disini tidak ada foto-foto kita. Walaupun mungkin ada beberapa foto anggota keluarga,” lanjut Hyera.

“Sebenarnya, apakah kau keberatan untuk menemaniku berkeliling di rumah ini? Aku ingin mempelajari rumah ini, untuk mendapatkan beberapa ide-ide.”

“Oh, tentu saja!”

Mereka berdiri dan Seona mengikuti Hyera dari ruang keluarga. Lima menit telah berlalu, Seona merasa semakin tidak nyaman berada di rumah ini. Semua karyawan, baik itu laki-laki ataupun perempuan, akan menatapnya dengan tajam kemudian berbisik ketika Seona dan Hyera berjalan melewati mereka.

Seona menatap Hyera untuk melihat jika ia menyadarinya, tetapi sepertinya ia tidak sedar akan hal itu justru Hyera terus-menerus untuk membawanya berkeliling di sekitar rumahnya.

Setelah dua puluh menit, mereka kembali ke ruang keluarga.

Well” ucap Seona, mencoba untuk menyingkirkan rasa ketakutannya. “Aku sudah mendapatkan beberapa ide-ide untuk rumah ini. Aku mungkin tidak mulai mendekorasi rumahmu hingga minggu depan-”

“Tidak.” Seona berhenti berbicara kemudian menatap Hyera.

“Tidak?”

“Tidak. Aku minta maaf, tetapi aku akan mengadakan sebuah pesta dan aku perlu rumah dihias ulang sesegera mungkin.”

“Oh.”

Seona berpikir tentang semua janjinya untuk bertemu dengan klien lainnya. Tetapi ia dapat dengan mudah mengubahnya untuk Hyera, ia menyadari. Nara dapat memeriksa rumah milik keluarga Huang besok lagipula hanya membutuhkan sentuhan terakhir, dan tiga rumah lainnya ia membutuhkan satu hari untuk pergi memeriksanya, setengah jam untuk setiap rumah. Kemudian ia dapat meminta gambar rumah tersebut dan beberapa blueprints rumah tersebut.

“Aku dapat memulainya besok” gumam Seona, lebih untuk dirinya sendiri, tetapi Hyera mendengar dan tersenyum.

“Terima kasih, Seona!” Seona terkejut ketika Hyera berseru. “Ah-ya, sama-sama.” Seona meraih tas kecilnya. “Sepertinya aku harus pergi untuk mempersiapkan semuanya. Kau dapat membantuku dengan mengambil gambar setiap ruangan yang ingin dihiang ulang.”

“Tentu saja, tentu saja.”

Sambil tersenyum Seona membalikkan tubuhnya berjalan, membiarkan dirinya keluar dari rumah itu tanpa ingin melihat pelayan itu lagi.

Hyera membalikkan tubuhnya ketika pintu rumah telah tertutup. “Ya?”

Pelayan itu maju kedepan.”Setiap orang di sini tidak menyukainya. Ia dapat menjadi sebuah ancaman yang berbahaya. Mereka semua merasakannya.”

“Dia tidak berbahaya. Dia tidak tahu Baekhyun. Selain itu, tidak ada satupun di rumah ini yang menyukai seorang penganggu.”

“Aku juga tidak menyukainya.”

“Kau tidak menyukai siapapun.”

“Itu tidak benar. Aku menyukaimu.”

Hyera menghela nafas dan menatapnya tepat dimatanya.

“Sebenarnya, aku lebih dari menyukaimu,” bisik pelayan tersebut. “Aku mencintaimu.”

Hyera tahu itu. Dan juga ia menikmatinya. Ia mungkin seorang istri, tetapi kebenarannya adalah ia sangat senang mengetahui bahwa dia masih dapat terlihat sangat menarik bahkan dapat membuat beberapa pria jatuh cinta dengannya walaupun dia sudah menjadi seorang istri.

“Aku tahu, Yi Fan.”

Wu Yi Fan menatap wanita yang telah mencuri hatinya ketika ia pertama kali bekerja sebagai pelayan di rumah ini. Ibunya telah memutuskan tidak menginginkannya kembali dengannya di Hong Kong. Ia patah hati ketika Hyera menikah dengan Baekhyun, dan kecemburuan selalu menyelimutinya ketika ia melihat kebersamaan mereka.

“Baekhyun baru saja menelpon. Ia mengatakan bahwa ia akan telat lagi.”

“Oh, Tuhan-” geram Hyera dengan jengkel. “Ia akan pulang sekitar jam sembilan?” Yi Fan mengangguk.

Hyera menghentakkan kakinya seperti seorang anak perempuan berusia sembilan tahun, mengetahui bahwa Baekhyun tidak dapat memenuhi permintaannya. “Ini telah terjadi seminggu penuh! Ia biasanya pulang sekitar jam tujuh dan sekarang-”

“Baekhyun menjelaskan bahwa dia dan rekannya akhirnya telah  menemukan cara untuk mendapatkan uang mereka kembali dari anggota Kabinet yang meminjam uang dan menolak untuk mengembalikan uang mereka.”

Hyera mengibaskan tangannya seakan-akan tidak ingin mendengarnya. Dia tidak punya bayangan tentang politik dan sejujurnya ia tidak peduli. Lagipula Baekhyun masih punya banyak uang.

Yang ia pedulikan sekarang adalah suaminya tidak bertingkah seperti biasanya dalam waktu seminggu penuh. Sejak hari pernikahan mereka, Baekhyun selalu pulang sekitar jam enam dan selalu berbicara padanya mengenai hari-harinya. Dan sekarang, ia mulai mengabaikan semua usahanya untuk berbicara dengannya bahkan ia selalu pulang telat.

Hyera ingin tahu mengapa.

.

.

.

[7:30 p.m – Seona’s House]

Seona mengaduk spaghetti, sebisa mungkin tidak menangis dan menghentikan jantungnya yang berdegub dengan kencang. Ia telah menyuruh seluruh pelayannya pulang, ingin memasak makan malamnya sendiri dan ingin sendirian sebentar.

Mengapa ia menjadi sangat emosional terhadap Baekhyun? Hubungan mereka hanya satu minggu! Bahkan tidak sampai satu minggu. Dan ia merasa apa yang akan ia lakukan nanti sangat salah. Ia tidak ingin membiarkan Baekhyun pergi. Baekhyun telah membuatnya bahagia, lebih bahagia daripada Joon Myeon . Bagaimana bisa ia menjadi sangat penting baginya dalam waktu singkat?

Apakah ia rela untuk membiarkannya pergi?

Ia harus mempunyai kekuatan. Joon Myeon akan datang dalam waktu dua hari. Ia telah menikah. Ia harus mengakhiri perselingku-

Itu bukan sebuah perselingkuhan!

Lalu apakah itu? Ia benar-benar berharap ia tahu apa hubungan dirinya dengan Baekhyun. Itu bukanlah sebuah perselingkuhan, tetapi itu juga bukan sebuah hubungan pertemanan.

“Aku wanita jalang,” pikirnya kepada dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia memiliki dua pria dalam satu waktu?

Spaghetti-nya sudah lunak dan ia membawanya lalu meniriskannya. Bel pintu berbunyi dan Seona mematikan api di kompor. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya.

“Baekhyun,” ucapnya dengan pelan seraya tersenyum.

“Hai, Sayang.” Baekhyun memajukan kepalanya kedepan kemudian mencium bibir Seona dengan lembut.

“Kau datang lebih awal,” ucap Seona.

“Aku tahu. Aku pulang dari kantor lebih awal. Hanya tidak bisa menunggu untuk melihat wanita cantik sepertimu.”

Seona tersenyum mendengar pujian Baekhyun dan matanya mulai bersinar ketika Baekhyun menunjukkan buket mawar putir dari belakangnya.

“Oh, sangat cantik.”

“Benarkan? Sebuket mawar putih ini mengingatkanku padamu.”

Seona menatap wajah Baekhyun yang menampakkan senyum terbaiknya. Ia sangat tampan dan sangat baik.

Bagaimana bisa aku membiarkannya pergi? Tetapi bagaimana bisa aku memberikannya harapan palsu dan tidak mengatakan bahwa aku sudah menikah?

Wajah Joon Myeon terlintas dipikirannya. Kemudian ucapan Nara juga terlintas dipikirannya, mengatakan bahwa ia harus mengakhiri hubungannya dengan Baekhyun.

Aku seorang pembohong. Aku tidak pantas untuk Baekhyun. Ataupun Joon Myeon.

Seona mulai menahan emosinya, mencoba untuk menahan air matanya tetapi tidak berhasil. “Terima kasih,” ucapnya dan kemudian Seona tiba-tiba menangis. “Bunganya sangat indah,” isaknya seraya memegang buket mawar putih tersebut.

“Hey, sayang, ada apa?” Baekhyun menatap Seona dengan tatapan khawatirnya. Seona menangis sangat kencang yang Baekhyun tahu ini bukan pertanda baik. Baekhyun maju kedepan dan ingin melingkarkan lengannya ke tubuh Seona tetapi Seona menggelengkan kepalanya dan mundur kebelakang.

“Ini masalahnya!”

“Bunga?”

“Tidak, tetapi kita. Aku tidak bisa melakukan ini, Baekhyun. Aku tidak bisa.”

Seketika Baekhyun terpaku. “Tidak bisa melakukan apa?” tanyanya dengan hati-hati.

“Ini! Kau, aku, kita.” Seona menatap Baekhyun dengan wajah yang dibasahi oleh air mata. == “Aku mencobanya, tetapi aku tidak bisa. Ini terlalu sulit. Aku dibawah tekanan di kantor dan sekarang kau disini bertingkah ‘manis’. Aku baru menyadari bahwa aku tidak bisa.”

“Tapi–Seona-”

Seona menggelengkan kepalanya dengan marah. “Tidak! Pergilah, kumohon. Pergilah!”

“Tidak–”

“Pergi!” Seona hampir berteriak. Ia mendorong tubuh Baekhyun sekuat tenaga yang membuatnya bergerak mundur. Bukan karena Seona cukup kuat untuk mendorongnya tetapi karena Baekhyun terkejut dengan apa yang sedang terjadi.

“Aku hanya akan melukaimu,” bisik Seona. “Jadi kumohon pergilah dan¾lupakan aku.” Seona menutup pintunya tepat di depan wajah Baekhyun.

Baekhyun berdiri disana sejenak, merasa bingung. Ia melihat ke pintu berkayu dengan tatapan bertanya-tanya kemudian ia membalikkan tubuhnya dan perlahan berjalan menjauhi pintu rumah Seona.

.

Seona menangis ketika melihat Baekhyun pergi melalui jendelanya. Ia telah melakukannya. Ia membiarkannya pergi. Dan sekarang ia merasa seperti hampir mati. Ia bertekuk ke lantai dan melihat bunga mawar putih pemberian Baekhyun. Ia memegangnya ke dadanya, tidak peduli jika bunga itu rusak. Inilah semua yang tersisa dari Baekhyun dan ia menangis. Air matanya jatuh seperti hujan yang membasahi kelopak bunga tersebut.

.

.

.

[Friday Morning]

Seona tidak memunyai tenaga untuk bangun dari tempat tidurnya. Ia lelah dan yang hanya ia ingin lakukan adalah kembali tidur dan memimpikan Baekhyun. Dengan segera matanya menjadi basah. Ia tahu bahwa mengakhiri hubungannya dengan Baekhyun adalah hal yang benar dilakukan. Tetapi dalam waktu yang sama, ia merasa seperti telah membuat kesalahan yang besar. Ia melihat ke atas langit-langit rumahnya, membiarkan air matanya berjatuhan. Ia membiarkan perasaan bersalah menyelimutinya.

Bagaimana bisa Baekhyun menjadi sangat penting untuknya?

Bahkan Joon Myeon membutuhkan waktu tiga bulan sebelum ia dapat memengaruhi perasaannya seperti ini. Dan ia tidak dapat menjelaskan bagaimana Baekhyun dapat memengaruhi perasaannya dalam waktu yang sangat singkat. Rasanya ia ingin memohon kepada Baekhyun untuk kembali bersama dan memulai semuanya dari awal.

Tetapi Seona tahu bahwa ia tidak akan pernah melakukan itu. Ia sangat  takut untuk datang padanya dan memintanya untuk memulai semuanya dari awal kembali. Ia tahu bahwa banyak pria yang tidak memberikan kesempatan kedua dan ia tidak tahu apakah Baekhyun salah satu dari mereka atau tidak.

Ponsel Seona berbunyi dan ia menyeka matanya. Menangis tidak akan menyelesaikan apapun. Yang harus ia lakukan sekarang adalah melanjutkan hidupnya dan seiring berjalannya waktu ia akan tahu mengapa Baekhyun cepat menjadi orang yang penting baginya.

Seona mengangkat ponselnya.

“Yeoboseyo?” Ia menghela nafasnya ketika mendengar suaranya tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia baru saja menangis.

“Seona, kau telat. Kau tidak pernah telat. Apa yang terjadi?”

Itu adalah Nara. “Aku melakukannya. Aku mengakhirinya dengan Bacon seperti apa yang kau katakan.”

“Kau baik-baik saja?”

Dagunya bergetar tetapi ia menahannya. “Kau benar. Aku bisa kehilangan semuanya hanya untuk sesuatu yang konyol seperti ketertarikanku padanya.”

Itu bahkan lebih dari sebuah ketertarikan, Seona, dan kau mengetahui itu.

“Benar. Aku tahu kau akan sadar kembali. Bacon nanti akan hanya menjadi masa lalu. Tetapi Joon Myeon harus tahu, mengerti?”

“Ya.” Seona berdiri dari tempat tidurnya. “Aku akan datang ke kantor mungkin dalam waktu satu jam. Sampai bertemu nanti.”

Seona menutup teleponnya dan mengigit bibirnya ketika kesedihan kembali menyelimutinya.

Baekhyun hanya akan menjadi masa lalu, pikirnya. Tetapi aku tidak ingin dia menjadi masa lalu. Aku ingin dia sekarang dan…nanti. Seona menggelengkan kepalanya. Tidak. Kau harus melupakan Baekhyun, Seona. Kau telah melakukan hal yang benar.

Tetapi tidak peduli berapa kali ia mengulangnya, walaupun dipikirannya atau tidak, sesuatu mengatakannya bahwa tindakannya sangat salah.

.

.

.

“-dan itu hanya adil kalau kau kau datang ke rumah lebih awal untuk istrimu jadi kita dapat menghabiskan waktu bersama.”

Baekhyun hanya mendengar setengah apa yang dikatakan Hyera seraya ia memakaikan dasinya. Sesuatu tentang bagaimana Hyera tidak menyukai ia pulang telat setiap hari.

Jangan khawatir, istriku. Seona telah mengakhirinya. Tidak ada alasan bagiku untuk telat pulang ke rumah. Sekarang, kau dan aku bisa melakukan hal yang kau inginkan.

Baekhyun menutup matanya sejenak. Ia tidak ingin menginginkannya. Ia kehilangan semua minatnya untuk memiliki sebuah keluarga dengan istrinya. Ia menginginkan Seona. Ia ingin bersama dengannya, menggenggam tangannya dan melihat matanya yang bersinar ketika ia memujinya, ketika ia membawakannya sebuket bunga.

Itulah yang ia inginkan.

“Oke, Hyera. Aku tahu maksudmu,” ucap Baekhyun dengan lelah.

“Jadi nanti malam kau akan pulang seperti biasanya?”

Baekhyun menghela nafas kemudian menganggukkan kepalanya, mengetahui bahwa sekarang ia tidak mempunyai alasan lagi untuk pulang telat. Hyera tersenyum dengan senyuman terbaiknya. Sebelumnya Baekhyun selalu cepat-cepat sampai di rumah jadi ia bisa melihat janji apa yang ia maksud. Sekarang tidak lagi baginya. Ia hanya berharap apapun itu janji yang Hyera pegang, Hyera akan mengingkarinya.

Dua puluh menit kemudian ia berada di mobilnya dan mengendarai mobilnya ke kantor, tidak ada satupun yang akan mengganggunya. Ia membiarkan dirinya memikirkan Seona.

Mengapa Seona mengakhiri hubungan ini?

Itulah pertanyaan yang tidak akan pernah meninggalkan pikirannya. Pertanyaan itu seakan-akan berteriak di pikirannya.

Pernahkan ia melakukan sesuatu yang salah? Tidak, Seona tidak pernah menunjukkan jika ia pernah melukainya. Kalau tidak salah Baekhyun ingat, Seona pernah berkata bahwa ia akan melukainya. Tetapi kenapa? Seona tidak akan pernah melukainya. Baekhyun adalah satu-satunya yang memiliki kesempatan untuk melukainya. Ia adalah satu-satunya yang memiliki istri di rumah.

Baekhyun memukul stir mobilnya, merasa frustasi dan lelah memikirkannya. Ia tidak ingin pertanyaan-pertanyaan ini dipikirannya! Ia hanya ingin semuanya kembali ke semula, dengan Seona disampingnya, mudah dan tidak rumit.

Ia hampir mendengus dengan ironinya. Bagaimana itu tidak rumit ketika ia mempunyai dua wanita dan mereka tidak mengetahui satu sama lain? Bagaimana tidak rumit? Dengan Seona meninggalkannya, Seona hanya membuat semua situasi semakin terlihat mudah. Sekarang ia tidak dapat pergi secara sembunyi-sembunyi dan ia tidak perlu khawatir ketika seseorang melihatnya.

Tetapi sejujurnya, itu lebih sulit dibandingkan sebelumnya karena walaupun Seona telah mengakhiri hubungan mereka, tetapi otaknya menolak untuk menerima faktanya. Ketika ia memikirkan Seona, dalam waktu yang sama pertanyaan tersebut kerap menghantui pikirannya.

Mengapa ia mengakhiri semuanya?

Baekhyun harus berhenti memikirkan tentangnya. Ia harus membiarkan Seona pergi. Ia berusaha konsentrasi menyetir dan seketika ia sadar bahwa ia telah melewati jalan bebas hambatan. Dan sekarang, ia akan telat datang ke kantor.

Tetapi ia tidak peduli.

.

.

.

“Ia terlihat sedih,” komentar Haneul ketika ia melihat Baekhyun keluar dari mobilnya di pelataran parkir perusahaannya.

Haneul dan Chanyeol duduk di kursi mobil, telah menunggu Baekhyun untuk datang agar mereka bisa melihat apakah ada yang berubah dengan dirinya atau tidak.

“Ia memang terlihat seperti itu,” gumam Chanyeol, menyetujui komentar Haneul.

Mereka melihat Baekhyun yang menutup pintu mobil dan berdiri disana sejenak sebelum memukul bagian atas mobil, seperti ia sedang frustasi.

“Sekarang ia terlihat marah,” ucap Haneul.

Mereka melihat Baekhyun yang menghentakkan kakinya, wajahnya seketika memerah.

“Sepertinya hari ini kita tidak akan pergi menemuinya dan memberi kejutan padanya.”

“Tentu saja tidak,” bisik Haneul. Ia menoleh ke suaminya. “Ia tidak terlihat berbeda kecuali rambutnya yang lebih tebal.”

“Mungkin ia mengabaikan permintaan Hyera untuk memotongnya dan memutuskan untuk membiarkannya tumbuh.”

Mereka terdiam selama beberapa menit.

“Chanyeol, aku takut. Bagaimana jika ia tidak percaya kita?”

“Ia tidak akan. Itulah mengapa kita tidak akan mengatakan padanya.”

Mata Haneul membulat, jelas terkejut. “Tetapi itulah mengapa kita kembali. Untuk mengatakan padanya tentang istrinya dan rencananya.”

“Tetapi kita tidak bisa mengatakan padanya sekali kita memperlihatkan diri kita. Sekarang, ia membenci kita. Ia tidak akan percaya satu katapun yang keluar dari mulut kita dan kalau kita mengatakan hal buruk tentang Hyera, pasti ia tidak akan mendengarkannya. Kita harus menceritakan kejadian yang akan membuatnya percaya mengapa awalnya kita pergi. Kemudian kita memberikan petunjuk tentang perbuatan Hyera.”

“Kau ingin dia untuk menemukannya sendiri?”

Chanyeol menganggukkan kepalanya. “Dan kita harus memastikan bahwa Hyera tidak hamil. Karena sekali itu terjadi…”

“Maka semuanya telah berakhir,” ucap Haneul dengan pelan.

Chanyeol menyalakan mesin mobilnya. “Kita akan menyelamatkannya. Itu akan membutuhkan waktu.” Chanyeol mengendarai mobilnya keluar dari pelataran parkir yang jauh dari perusahaan Baekhyun.

.

.

.

[ 18:30 ]

Seona duduk di kursi mobilnya di pelataran parkir sebuah taman. Salah satu tempat yang seharusnya ia hindari. Matahari telah terbenam beberapa menit yang lalu. Itulah alasan yang ia berikan kepada dirinya sendiri mengapa ia datang ke sana. Untuk melihat matahari terbenam yang terkadang ia lakukan bersama Joon Myeon. Tetapi alasan sebenarnya karena ia ingin ke tempat yang mengingatkannya pada Baekhyun. Itu tidak ada hubungannya dengan Joon Myeon.

Ini adalah penyiksaan, dan ia tahu itu. Tetapi ia sangat merindukan Baekhyun.Dan itu baru satu hari! Ia penasaran jika Baekhyun tidak memikirkannya, jika Baekhyun melupakannya. Ia sekarang sadar bahwa Baekhyun pergi tanpa sepatah katapun dan juga tanpa menuntut sebuah alasan. Baekhyun hanya…pergi. Itu menyakitkan. Tetapi ia tidak bisa menyalahkan Baekhyun. Bagaimanapun juga, hubungan mereka hanya satu minggu. Pastinya hal tersebut tidak memengaruhi Baekhyun.

Seona menghela nafas. Ia tidak bisa hanya duduk disana dan bersedih. Ia menyalakan mesin mobilnya dan ketika ia ingin memutar balik mobilnya, seketika ia membeku. Ia melihat seorang pria, yang baru saja ia pikirkan, berjalan melewatinya. Tangan pria itu berada kantungnya, postur tubuhnya sedikit membungkuk. Wajahnya tidak terlalu terlihat, sehingga Seona tidak tahu bagaimana ekspresi wajahnya.

Apakah ia sedih? Apakah ia marah? Apakah ia lega bahwa ia tidak lagi berhubungan dengannya? Mengapa ia datang kesini? Ia pasti mengingat bahwa di taman inilah dimana pertama kali mereka berciuman atau mungkin saja tidak. Seona melihatnya yang menghilang dan akhirnya ia sedikit memajukan mobilnya untuk mencarinya.

Ia berada disana,  tidak terlalu jauh darinya. Seona mulai bergetar, mengetahui bahwa ini adalah kesempatannya untuk mendapatkannya kembali. Mengetahui bahwa jika ia melakukannya, ia hanya akan kembali berada di situasi yang rumit. Dan itu adalah sebuah resiko yang seharusnya tidak ia ambil.

Itu bukan apa-apa tetapi hanya sebuah ketertarikan.

Seona berkata pada dirinya sendiri dengan paksa, mencoba untuk menghilangkan rasa rindunya. Tetapi itu tidak berpengaruh. Itu lebih dari sebuah ketertarikan. Ia mengetahuinya bahkan sangat mengetahuinya. Sebuah ketertarikan yang tidak dapat ia jelaskan. Dan ia tidak bisa membiarkan Baekhyun pergi.

Ya, kau bisa. Kau harus membiarkannya pergi. Ingat suami yang kau punya? Ia akan kembali besok!

Seona menggigit bibirnya. Jika ia bersama dengan Baekhyun kembali, ia harus mencoba untuk menahan rasa bersalahnya, terutama dengan Joon Myeon yang akan kembali esok hari. Jika ia benar-benar mencintai suaminya, ia pasti tidak akan mengejar Baekhyun.

Aku mencintai Joon Myeon. Disana tidak ada ruang untuk orang lain.

Tetapi ia tahu, di dalam hatinya yang paling dalam, bahwa ia menginginkan Baekhyun. Ia bahkan mengatakan pada Nara bahwa itu mungkin saja untuk mencintai satu orang dan mulai memiliki rasa untuk orang lain. Ia mungkin mencintai Joon Myeon tetapi sesuatu kerap membisikan bahwa Baekhyun pantas untuk diperjuangkan bahkan jika itu akan menghancurkan hidupnya, dan juga jika ia tidak mengejar Baekhyun, itu akan menjadi kesalahan terbesar seumur hidupnya.

.

.

.

Ini manjadi tempat yang paling buruk. Tempat dimana ia dan Seona berciuman, kurang lebih seperti making out. Tetapi itu tidak membuat sebuah perbedaan untuknya, Ini tetap menjadi tempat yang paling buruk baginya.

Baekhyun berdiri dan menatap kunang-kunang dengan lekat, mengingat ekspresi senang Seona melihat banyak kunang-kunang dalam satu waktu.

Bagaimana wanita itu menjadi sangat penting yang membuat dirinya kapan saja bisa mati?

Ia mendengar tentang para pria yang bersama wanita dalam waktu yang sebentar, dan wanita-wanita tersebut membuat dampak dalam kehidupan mereka. Ia tidak pernah berpikir hal tersebut akan terjadi kepadanya, terlebih setelah ia sudah menikah. Ketika Sakura mengakhirinya, ia terlalu terkejut untuk bertanya mengapa dan menuntut alasan apa pun. Dia baru saja pergi.

Ini bodoh. Tidak ada sesuatupun yang hilang. Hanya penjelasan tentang mengapa Seona meninggalkannya. Tetapi ia tidak perlu itu. Dia mempunyai istrinya.

Ia sekarang dapat kembali ke kesetiaan, untuk menjadi satu-perempuan manusia. Ia sekarang dapat kembali untuk mencintai isterinya yang sudah seharusnya. Selain itu, hubungannya dengan Seona bukanlah apa-apa tetapi hanya sebuah perselingkuhan. Sesuatu yang tanpa direncanakan. Sesuatu yang mudah dilupakan. Cinta yang ia punya untuk Hyera lebih penting dari itu.

Bullshit.

Baekhyun menghela nafas. Itu  hanya omong kosong belaka. Ia telah sentiasa setia kepada setiap perempuan yang pernah menjalin hubungan dengannya, terutama kepada Hyera. Tetapi entah mengapa tidak dengan Seona…Baekhyun tidak mengerti, pasti ada sesuatu diantara mereka yang membuatnya berjalan menghampirinya pada malam itu.

Baekhyun tertarik kepadanya. Ketika kau telah menikah itu merupakan hal biasa untuk merasakan sebuah ketertarikan terhadap seseorang, tetapi terserah kepada pasangan tersebut untuk mengabaikannya atau tidak.

Dan Baekhyun tidak mengabaikan Seona.

Ia mengaguminya. Ia dapat keliru bahwa kekagumannya hanya untuk nafsu. Tetapi nafsu tidak akan cukup untuknya untuk melanggar janji sucinya kepada Hyera. Tidak, malam itu Baekhyun berjalan ke arahnya karena sesuatu yang tidak dapat ia jelaskan.

Dan sekarang, menatap kunang-kunang, dia tahu bahwa itu karena ada sesuatu diantara mereka yang ia tak pernah rasakan dengan Hyera. Tidak pernah. Dengan Seona ia merasa . . . alami.

Dia perlu untuk berhenti memikirkan Seona. Hanya itu. Dengan Seona pergi, ia tidak perlu lagi merasa khawatir. Ia tidak perlu lagi merasa bersalah. Setiap kali ia bersama Seona dia tidak merasa bersalah. Tetapi ketika ia menatap Hyera . .  . rasa bersalah yang sebelumnya seperti memukulnya dengan keras,tahu bahwa ia memiliki istri yang setia yang mencintainya dan menyayanginya. Dan apa yang ia lakukan? Justru berkencan dengan wanita lain.

Baekhyun penasaran bagaimana orang lain bisa melanjutkan hubungan tersebut tanpa merasa bersalah? Ia melakukannya dengan Seona dan rasa bersalah yang ia rasakan pun sangat besar.

Baekhyun berdiri. Dia sedikit merasa bebas sekarang. Ia dapat kembali ke jalan yang memang sudah seharusnya, yaitu bersama dengan Hyera, bukan dengan Seona.

Tetapi ketika matanya menetap kunang-kunang, ia mengingat mata Seona yang bersinar ketika ia melihat kunang-kunang tersebut, yang mengingatkannya kembali pada kebersamaan mereka dalam satu minggu. Baekhyun merasakan sesuatu untuknya. Dia tidak tahu apa, dan itu gila karena hanya dalam waktu seminggu,  ia merasakan sesuatu untuk Seona. Tetapi ia tidak dapat menjelaskan perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini.

Baekhyun harus mendapatkan Seona kembali. Dia tahu bahwa kesempatannya hanya sekali untuk kembali ke semula, menjadi setia kepada istrinya dan hidup dengan tidak ada rahasia diantara mereka. Tetapi ia tidak peduli. Ia ingin Seona kembali, dan dia akan mendapatkannya.

“Baekhyun?”

Baekhyun membalikkan tubuhnya. “Seona?” Baekhyun mengedipkan matanya berkali-kali; memastikan bahwa itu bukan khayalannya. Tidak. Seona nyata, dan dia di sana. Terlihat sedih dan takut.

“Aku-” Seona mengigit bibirnya. Ia memandang kunang-kunang, melihat mereka berterbangan. “Aku ingin-”

Baekhyun merasa jantungnya berdegup kencang. Mungkinkah Seona ingin kembali padanya?

Seona memainkan tangannya dengan cemas dan takut. “Bisakah kau-” Seona berhenti sejenak kemudian dia menatap Baekhyun. “Kau harus membantuku, Baekhyun! Aku tidak suka wajahmu yang terlihat kosong seperti itu!”

Jika ini bukan situasi yang serius, ia akan tertawa. Akhirnya Baekhyun berjalan beberapa langkah menuju Seona dan meletakkan tangannya di bahu Seona, wajahnya melunak. “Bagaimana aku dapat membantu ketika aku tidak tahu alasan mengapa kau di sini?”

Seona memandang mata Baekhyun. “Aku menyesal telah mengakhiri hubungan kita. Aku mempunyai mimpi buruk tentang-” Seona berhenti kemudian menggelengkan kepalanya. “Dengarkan baik-baik, intinya adalah aku menginginkanmu kembali. Aku ingin bersama denganmu. Aku berharap kau memberikanku kesempatan kedua. Aku berharap kau tidak akan pergi meninggalkanku. Aku mungkin tidak pantas mendapatkannya dan aku mungkin tidak sepatutnya memohon padamu untuk memulai semuanya dari awal tetapi-”

Baekhyun menghentikannya dengan meletakkan dua jari di bibir Seona. Sebuah senyuman terpatri di wajahnya. “Sekarang,” bisik Baekhyun dengan lembut. “Aku telah memutuskan untuk mendapatkanmu kembali.” Baekhyun meletakkan dahinya ke dahi Seona. “Bagaimana kalau kau berhenti memohon dan memulai semuanya dari awal?”

Seona menatap Baekhyun. “Benarkah?”

Baekhyun mengangguk, dan mencium bibirnya yang lembut. “Benar.”

Seona meletakkan tangannya pada pipi Baekhyun dan tetap memegang wajahnya ketika ia mencium bibirnya.

“Terima kasih,” ucap Seona dengan lembut dan tulus. “Terima kasih banyak.”

Baekhyun melingkarkan lengannya ke pinggang Seona untuk membawa tubuh Seona lebih dekat dengannya, lantas Seona melingkarkan lengannya ke leher Baekhyun untuk menjaga keseimbangannya.

“Tidak perlu,” gumam Baekhyun seraya kepalanya yang sedikit menunduk kebawah dan mencium bibir Seona.

Nafsu diantara keduanya lambat-laun meningkat, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Lidah mereka saling berkaitan satu sama lain. Suara desahan terdengar. Namun beberapa menit kemudian mereka berhenti.

“Satu minggu tidak terlalu cepat, kan?”

“Tidak.”

Dan kunang-kunang pun terus menari di atas dua manusia yang menghubung tubuh mereka serta pikiran mereka menjadi satu. Malam itu sebagai pertanda bahwa dua jiwa yang telah berkomitmen dengan orang lain, secara resmi memulai sebuah hubungan mereka yang terlarang dan penuh resiko.

to be continue…

100 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 4]

  1. aku pikir mungkin seona gak akan balikan lagi tapi akhirnya balikan hahaha pilihan tepat! kembali ke orang yang bakal ngejagain seona jangan suho! dia jahat egois pula tetep lanjut aja kakk seru kok ceritanyaa

  2. WuuuaaaWuuuaaa,,
    Sesuai prkiraan aq psti mrka blik lgi,,
    Cz aq rsa mrka dh mrsa nyaman bila brsama,,
    ga ada slah’y koq klo crita ini d lnjut,, bgi aq crita ini bguz,, y wlaupun crtnya adl prslingkuhan tp aq rsa smua’y trgantung sma para readers’y bsa ga mrka untuk ngambil si2 positip dri crita ini,, kalo mrka mau tau mah,, hal ini jga trjadi d lingkungan msyarakat kita lho,,
    So jgan mrasa trbebani cz gw yakin para readers d sni bsa memilih mna yg baik n mna yg buruk,,😉

  3. Ahra authornim, aku baik baik saja dengan cerita ini. Bahkan menurutku bagus karena memberikan pandangan buat mereka yang berselingkuh. Dan siapa saja pasti jatuh pada pesona baekhyun yang romantis dan bermulut manis itu. Aku saja bacanya merinding dengan tingkat keromantisan Baekhyun pada Seona. Tapi mengapa dia tidak bisa begitu dengan Hyera istrinya. Dunia selingkuh memang penuh misteri sekaligus nikmat buat sang pelaku. Cinta memang ajaip!!!

    • Termasuk aku yang jatuh ke perangkap pesona baekhyun;_; ngga bisa move on /curhat/

      perasaan ngga bisa dibohongin, kaya kamu liat anggota exo satu-satu, pasti rasanya beda-beda(??????)

      manis diawal pahit di akhir sih iya, tapi ngga tau ya sama cerita ini🙂 well, that’s the power of love!

  4. it’s okey ko ga ada masalah sama sekali sam ceritanya toh ini cerita jg ada konfliknya bkn sembarang fanfict ada nilainya jg lagi yg diambil jadi plisss bgt dilanjutin aja yaa ^^
    aku seneng bgt baekseona ga jd pisah aku sempet berasa ngikut dalan cerita tahu ikutan sedih pas mereka mau pisah tp lbh bagus kalau merela udh tau satu sama lain jd mereka bisa nerima atau ga .. pkoknya ditunggu bgt next chapter

  5. it’s okey ko ga ada masalah sama sekali ko sama ceritanya toh ini cerita ada konfliknya bkn sembarangan fanfict dan juga ada nilai yg bisa diambil jd plisssa dilanjutin aja yaa ^^
    aku seneng bgt baekseona ga jadi pisah aku jd ikutan sedih beneran wakti mereka mau pisah .. ditunggu next chapter

  6. aku pikir disini banyak orang yang selingkuh kalau baek udah jelas banget terus hyera juga kayanya sama wufan.

  7. Lanjut ajaa, soalnya jarang banget yang nge post ff tentang perselingkuhan, trus ff ini menguras emosi banget😄 ada senang, romantis, sama sedih. Tapi aku lebih seneng klo baekhyun sama seona wkwk, ditunggu chap selanjutnya^^

  8. Sebenernya agak nyelekit gitu sih couple perselingkuhan ini.. Kurang suka.. Tapi mereka so sweet banget dan ceritanya beda dari yang lain. jadi pertahanin aja

  9. Duh baca ga ngerda nahan nafas wkwkwk
    Yukyuk author haneul sama cy nya mulai dibanyakin dong pov nya biar si hyera rahasianya kebongkar sama si rahasia suho wkwk biar byun sama seona yeay
    Sukses author ㅋㅋ

  10. Post ajaa authornim akuu suka kok ceritanya
    Walaupun setiap baca ini aku deg” an muluu
    Aku kira si Baekhyun aka Seona gak bakalan balik lagii ternyataa….
    Pokoknya aku tunggu kelanjutannya
    Fightinggg

  11. Dan akhirnya mereka putus dan balikan lagi
    Aku penasaran sifat asli nya joonmyeon,dia tuh suka jahatin seona secara fisik kalo lg marah..
    Trs hyera jga jahat kenapa
    Semoga cepet ketauan hyera jahat

  12. Duuh, semoga endingnya bahagia buat mereka berdua ya :’
    Kenapa mereka gak sama2 cerita sih kalau udah nikah? Kan biar lebih jelas
    Aku masih penasaran sama tingkah laku joonmyun ._.

  13. Akh penasaran sama kelanjutannya gak bisa coment apa2 eon kurang greget soalnya belum ada konflik.
    Aku sih maunya konfliknya yang sangat2 rumit biar greget

    Next & keep writing

  14. Thor makin rumit gimana jadinya ntar jangan dibikin sad ending ya thor aku lelah nangisin ff huu

  15. Aku setuju mrka jlanin hbungn trlrang ini .. Tpi ksian juga bxk hlngannya .. Jgn sad ending ya thor ..

  16. Konflik nya makin rumit bgt ini tuhhh:((
    ahaha seona sma baek tuh udh jodoh hahaha
    balikan lagi yey

  17. udah duga sih sebelumnya kalo mereka baekhyun sama seona bakalan balik lagi. penasaran banget sumpah sama hyera dan rencana jahat apa yang dimaksud chanyeol dan istrinya. lanjuf baca chapter 5 ya ^^

  18. kurang paham sama pelayan2 diruma baekhyun yang menatap si seona ga suka ? dan ini sih keluarga park bikin gregeran kenapa ga muncul2in mukanya ke depan baekhyun. dan si seona kenapa ga ngomong kalo udah punya suami trus gregetan jadinya

  19. Ya Tuhan… Knp mereka balikan lagi??? Qpikir mereka bkal pisah dan kmbali ke pasangan masing2. T.T

  20. makin kesini semakin dukung baek-seona😀 ngebaca part baekhyun habis kasih bunga sama seona terus seona bilang kaya gitu, jadi baper.. jangan sama hyera deh, sama seona aja wkwwkk

  21. Astagaa seonaa,, aku kira bakalan ngga ada hubungan lagi trus cuma minta tolong apaan eh ternyata balikan lagii.. duh dia nekat banget hngg padahal joonmyun udah mau balik besoknya.. Sumpah aku jadi geregetan, bingung antata dukung apa kaga, netral aje dahh😅
    Jjangg!!

  22. waahhh seona balikan lagi sm baekhyun begitu cepatkahh
    kyknya mereka sama2 suka hnggg namnya juga cinta:v

  23. Ada beberapa kalimat yang kurang nyambung disini entah perasaanku doang atau gimana. Tapi gila ya ceritanya seru banget masa…. baekhyun sama Seona berani ngambil resiko itu lagi tapi entah kenapa aku punya firasat burul karena pasangan mereka nyeremin banget

  24. dan akhirnya mereka balikan lagi. yaah kalo liat dari sisi jahatnya joonmyeon sama hyera sih ya mendingan baekie sama seona bertahan, asal jangan ketauan. seengganya sampe kecurangan joonmyeon dan rencana buruknya hyera terungkap. dan itu berarti chanyeol dan chen harus gercep.
    haduuh ga tau lagi deh harus gimana mikirin mereka..

  25. Dan ini semakin seru, perasaan yg lebih kuat daripada logika.
    Mereka sadar kalo masing2 udah phnya pasangan tapi mereka gak bisa mengakhiri hubungan mereka. Bener2 gilaaa

  26. paragraph awal bikin shock,aku kirain junmyeon nya beneran tau,eh ternyata cuman mimpi,deg”gan jadinya😀😀

    waah makin rumit nih kayanya
    daebak daebak👏👏👏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s