10 Second [Chap.1] — BY: BARLEEY

Author: bellbybaek | Tittle: 10second | Cast: Byun Baekhyun, Lee Sanghye [OC/YOU], Memb.EXO-K | Genre: Romance,sad,etc | Length: Chaptered [Chap.1] | Blog: bellbybaek.wordpress.com

Seseorang pernah benar-benar membuatku muak. Ia layaknya anjing yang selalu aku benci dimalam hari. Selalu menggonggong, dan berisik. Kalian tahu? Itu sangat menyebalkan. Tingkahnya begitu konyol, sangat konyol ketika berada di depan orang banyak. Ia selalu memamerkan deretan giginya yang rapi ketika Ia tertawa, memperlihatkan kehebatannya ketika bernyanyi dan sombong terhadap ketampanannya.

Byun Baekhyun, begitu namanya. Errr…sebenarnya aku sangat benci menyebut namanya seperti itu. Entah kenapa semua orang bisa terbius hening ketika Ia berada di atas panggung, bermain piano dan bernyanyi, semua orang menjadi hening, diam dan ada yang menangis terharu. Sebenarnya aku tidak pernah mempercayai ini, tapi kali ini aku akan membuktikannya sendiri. Dan ya beginilah, aku sedikit percaya pada kata-kata orang. Namun, aku sama sekali tidak tertarik padanya.

Sangat sederhana menurutku, Baekhyun tidak setampan Sehun, tidak lebih tinggi dari Chanyeol, tidak lebih terkenal seperti Kai, tidak lebih pintar dari Kyungsoo dan tidak lebih kaya dari Suho. Tapi kenapa semua orang bisa begitu tertarik pada Pria itu? Aku sungguh tidak mengerti dan aku tidak begitu peduli.

Tuts piano sudah tidak terdengar lagi, suasana masih hening, dan Baekhyun melempar senyum pada penonton yang masih termanggu tersihir oleh penampilannya, seketika semua orang langsung bertepuk tangan riuh, memanggil nama Baekhyun sambil melambaikan tangan. Tunggu, bukan semua orang dan tentu saja aku tidak bertepuk tangan untuk pria itu. Kurasa Baekhyun bukanlah artis yang begitu terkenal sehingga ini mungkin terlalu berlebihan untuknya. Lihatlah wanita yang berada di barisan duduk paling depan itu, sangat menjijikkan ketika seorang wanita memberikan bunga pada seorang pria.

Aku keluar dari ruangan gladiresik di Universitas Seoul Of Performing Art ini. Keluar dari tempat yang gelap seperti ini. Sungguh, aku membenci gelap! Saat berada di tengah-tengah kegelapan aku merasa sangat sesak nafas dan seperti kehabisan oksigen. Namun, entah kenapa aku sama sekali tidak merasakan sesak nafas kali ini. Ini sangat langka.

“Lee Sanghye!” Ya, begitulah namaku. Aku menoleh ke belakang begitu ada seseorang memanggil namaku dengan lantang.

“Park Hyojin?” Ternyata Hyojin—sahabat dekatku. Hyojin berlari kecil sembari tersenyum senang. Entah apa yang telah Kyungsoo perbuat padanya, hingga kekasihnya bisa sebahagia ini. “Kenapa?” Tanyaku, begitu Hyojin merangkul pundakku dan berjalan.

“Kali ini kau harus ikut bersama kami.” Ujar Hyojin riang.

Aku mengangkat alis tak mengerti, “Maksudmu?”

“Kyungsoo mendapatkan 2 buah tiket untuk menonton film drama Korea terbaru, Pinocchio!” Hyejin menghentikan langkah, menarik bahuku untuk menghadapnya, “Dan kau tahu? 1 buah tiket bisa untuk 1 pasangan, dan itu artinya 2 buah tiket untuk 2 pasangan.” Jelas Hyojin sembari menggoyang-goyangkan bahuku. Ya, dia terlalu senang.

Aku memutar bola mata malas, melanjutkan jalan menyusuri koridor kampus yang sangat panjang, “Lalu?”

Hyejin melingkarkan tangannya di lenganku sambil terus berjalan, layaknya anak kecil yang merengek kepada ibunya. Oh menyebalkan!

“Tadinya Kyungsoo mengajak Chanyeol dan Seoyeong untuk menonton bersama.”

“Hm, baguslah. Selamat bersenang-senang ya. Semoga banyak adegan romantis, kalian perpegangan tangan, berpelukan, bahkan berciuman. Oh sungguh! Aku tidak akan peduli.” Aku mengibaskan tanganku dan berjalan mendahului Hyojin untuk masuk ke kelas selanjutnya. Namun, Hyojin menyangkal tanganku dan menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku mohon padamu.”

Oh Tuhan! Kali ini apa yang mereka mau dariku? Aku melepaskan tangan Hyojin dari pergelangan tanganku, “Baiklah, aku akan memenuhi keinginanmu. Tapi kumohon, biarkan aku pergi ke kelas sekarang sebelum aku terlambat dan dihukum oleh Choi seonseng. Beri tahu aku setelah aku selesai, aku tunggu di perpustakaan dua jam lagi.” Jelasku panjang lebar. Aku mengambil langkah besar dan melambaikan tangan pada Hyojin. Hyojin hanya tersenyum gummy dan ikut melambaikan tangannya ke arah ku.

Begitu tiba di depan kelas, aku sedikit mengintip untuk memastikan bahwa Choi seonseng belum benar-benar datang. Dan, huh syukurlah manusia itu belum datang. Aku masuk ke dalam kelas, merogoh saku tas ku untuk mengambil ikat rambut karena aku benar-benar merasa panas, entah AirConditioner disini tidak hidup atau karena aku terlalu lama berada di tempat gelap tadi. Entahlah, aku sangat panas.

Aku menulis-nulis coretan kecil di lembaran belakang buku ku. Aku biasa melakukan ini saat aku sedang bosan. Ya, batrai handphone ku sedang habis, bahkan aku lupa membawa iPod untuk mendengarkan beberapa musik klasik untuk menenangkan fikiranku.

“Keluarkan latihan yang saya berikan minggu lalu, dan cepat kumpulkan di atas meja.”

Sialan! Choi seonseng sudah datang dan apa katanya? Latihan minggu lalu? Tentu saja aku tidak mengerjakannya.

Tidak mengerjakannya(?)

Astaga! Manusia itu akan menghukum ku dengan membuat latihan itu dua kali lipat lebih banyak dari latihan yang Ia berikan saat ini. Tidak, ya tidak masalah jika aku diberikan hukuman, aku sudah sangat sering mendapatkannya. Mendapatkan hukuman dari semua dosen di Universitas ini mungkin sudah biasa dan tidak masalah bagiku. Tapi lihatlah! Kumohon percaya padaku kali ini bahwa tugas yang diberikan oleh Choi seonseng tidak lebih sedikit dari 100 soal. Kau tahu itu artinya apa? Aku akan mengerjakan latihan dengan banyak soal 200 buah! Dan, sungguh! Ini benar-benar malapetaka!

Manusia berkacamata bulat seperti boboho itu sedikit menurunkan kacamatanya, kurasa Ia sedang memeriksa nama semua yang mengumpulkan tugas. Baiklah, hanya beberapa detik lagi aku akan benar-benar mendapatkan malapetaka. Hitung mundur saja dari 10…

Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu…

“Selamat sore, seonsengnim.” Aku membulatkan mata, melihat siapa disana yang berani mengundur malapetaka ini.

Baekhyun? Oh? Dia juga mengikuti kelas dengan Choi seonseng juga kali ini? Sialan. Kenapa bisa sama? Seharusnya aku memeriksa jadwal yang aku pilih terlebih dahulu.

“Mana tugasmu?” Choi seonseng menaikkan kacamatanya, menatap Baekhyun tajam.

Baekhyun tampak menggaruk tengkuknya dan tertawa. Oh! Ini menjijikkan. “Aku tidak mengerjakannya seonsengnim” ujarnya.

Apa?! Baekhyun tidak mengerjakannya? Dan kalian tahu itu artinya apa?! Oh sungguh demi Tuhan! Aku tidak mau mengerjakan tugas berdua dengannya. Sungguh!

“Siapa lagi yang tidak mengerjakan tugas dariku?!” bentak Choi seonseng sambil mempelototi satu persatu murid di dalam kelas ini. Tentu saja termasuk aku! Ya, aku! Choi seonseng kini tengah melihatku dengan tajam, bola matanya seperti akan keluar dari yang seharusnya. Ia seperti memberikan isyarat tajam padaku. Aku mengerti Ia mengetahui bahwa aku tidak mengerjakan tugasnya.

Aku memejamkan mataku, menundukkan pandangan dan perlahan mengacungkan tangan, “Saya seonsengnim.” Ujarku gugup.

“Byun Baekhyun, Lee Sanghye—” manusia tua itu menggantungkan kalimatnya, berjalan perlahan ke arahku, menarik lengan bajuku untuk ke depan dan melemparkan ku ke samping Baekhyun. Shit! “PERGI KELUAR DAN KERJAKAN LATIHAN KALIAN SEBANYAK 200 BUAH! JANGAN KEMBALI SEBELUM KALIAN BERDUA TELAH SELESAI MENGERJAKANNYA! AKU TIDAK AKAN MENERIMA KALIAN MENGUMPULKANNYA SATU PERSATU! MENGERTI?!” Ujar manusia tua itu dengan satu tarikan nafas. Mengerikan!

Aku menganggukkan kepala, memberi hormat dan berjalan ke arah kursi ku untuk mengambil tas. Aku langsung berjalan keluar kelas, menuju perpustakaan yang jaraknya hanya 6 kelas dari kelas ku tadi.

“ARGH! MENYEBALKAN!” Teriakku begitu sampai di perpustakaan, lalu menghempaskan tas ku ke atas meja.

Semua orang memandang tajam ke arahku. Demi Tuhan! Aku tidak tahu bahwa masih ada orang di perpustakaan sore seperti ini, “Mianhae” tutur ku sambil membungkukkan badan.

“Kau sudah mengganggu ketenangan orang disini.” Baekhyun datang dan meletakkan tas nya di depan ku.

“Kau!” Aku langsung membuang muka dan mengambil tas ku. Aku tidak akan sudi duduk dengannya, benar-benar tidak sudi!

Aku mengitari perpustakaan ini untuk mencari kursi yang kosong. Ya, satu kursi ku dapatkan. Aku meletakkan tas ku di atas kursi dan menyenderkan kepalaku ke kursi.

“Maaf noona, ini kursi ku. Tadi aku berdiri sebentar untuk mengambil buku.” Ujar salah satu pria berkacamata sambil menunjukkan buku nya.

Sial! Aku menoleh ke tempat Baekhyun dan sungguh menjijikkan melihatnya sedang menertawaiku. Dia benar-benar keterlaluan! Aku bangkit dari kursi ini, dan terpaksa harus kembali ke kursi ku yang tadi—di depan Baekhyun.

Aku tidak menghiraukan pria itu yang masih saja menertawaiku. Aku bangkit dari kursi dan berjalan ke arah rak buku untuk mencari buku yang akan ku perlukan.

“Sialan bukunya kosong.” Umpatku, begitu buku yang ku perlukan tidak ada di rak buku seperti tempat buku itu biasanya diletakkan.

“Kau mencari ini?”

Aku menoleh dan mendapati Baekhyun sedang bersandar di rak buku dan memerkan buku yang Ia dapatkan. Ya! Buku yang ku cari! Aku menyipitkan mata menatapnya dengan tatapan membunuh, mendengus kasar dan kembali ke kursi.

“Kita bisa mengerjakannya bersama-sama kan”

“Apa? Aku mengerjakan ini bersama-sama denganmu? Oh tentu tidak.”

“Walaupun kau akan mendapat hukuman tiga kali lipat lagi dengan Choi seonseng?

“Ya—oh maksudku kecuali itu.” Kilah ku begitu Baekhyun sedang mencoba memamerkan senyum nya padaku. Ck! “Mana bukunya” Aku merampas buku yang sedang di pegang Baekhyun dan segera membuka halaman demi halaman.

Aku melihat dari sudut mataku, Baekhyun sedang menggeserkan kursinya untuk duduk di sebelahku. Tidak bisa! “Jangan mendekat!” Ujarku lantang dan Baekhyun langsung membekap mulutku. Oh ini seperti style penculikan. “Lepaskan! Byuntae!

“Kau membuat orang terganggu. Kau tahu?” Ujar Baekhyun sambil menunjukkan arah matanya kepada semua orang yang kini sedang menatapku layaknya macan.

“Ini semua karena mu!”

Baekhyun membulatkan matanya, menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk, “Aku?Kenapa aku?”

“Aku tidak ingin dekat-dekat denganmu.” Ujarku enteng, lalu memulai menulis sesuatu di kertas ku.

Ya, memulai.

“Hanya kau yang tidak ingin berada di dekatku, kau tahu? Semua wanita bahkan ingin dekat-dekat denganku. Meminta ku untuk menyanyikan sebuah lagu untuknya. Bahkan, ada yang ingin dekat denganku karena mereka menyukai wangi tubuhku. Hanya kau. Ya, hanya seorang Lee Sanghye yang tidak ingin berada dekat-dekat denganku. Itu membuatku semakin penasaran, kau tahu?” Baekhyun berhenti sejenak berbicara, menyentuh pundakku, menggenggamnya erat lalu memutarkan badanku untuk melihat ke arahnya. Aku berusaha menyingkirkan tangannya yang begitu lentik dari pundakku. Tapi, sungguh dia sangat mencengkram erat pundakku. “Kenapa kau tidak ingin dekat-dekat dengan Byun Baekhyun?” Lanjutnya, menatapku dengan satu alis yang terangkat.

Aku memutarkan bola mataku, menyingkirkan tangannya yang perlahan sudah tidak mencengkram pundak ku erat lagi, “Karena aku membencimu.” Ujarku enteng.

“Apa?!”

Aku menatap Baekhyun sambil tersenyum smirk dan menopangkan kepala ku di tangan untuk melihatnya, “Karena aku membenci mu. Kau dengar itu? Aku Lee Sanghye membencimu. Menjadi satu-satunya wanita yang membenci Byun Baekhyun dan berbeda dari wanita-wanita yang kau pamerkan tadi. Oh, bahkan aku tidak menyangka bahwa kau mengetahui namaku. Aku sangat populer.” Sindirku.

Aku menyusun buku-buku ku yang di atas meja dan memasukkannya ke dalam tas. Meninggalkan Baekhyun yang sedang mematung menatapku tak percaya. Aku hebat sekali ya? Menjadi satu-satunya orang yang membenci Baekhyun di antara ribuan wanita yang memujanya. Bahkan, menjadi satu-satunya orang yang berani mencaci Baekhyun. Oh, aku salah makan apa?

“Lee Sanghye! Ya! Lee Sanghye!”

Shit! Baekhyun berlari ke arahku sambil memegangi tas sandangnya yang bewarna hitam. Tampak rambut pirangnya yang biasanya Ia rapikan kini tampak berantakan dan acak-acakan akibat angin. Aku mempercepat langkahku, dan—

Baekhyun mencegat tanganku. Menahan pergelangan tanganku, lalu menarik ku ke pelukannya. Apa ini?! Baekhyun sedang mencoba-coba menyamaiku dengan wanita lainnya? Sialan!

“Kau!”

PLAK!

Aku melayangkan satu tamparan ke pipi Baekhyun. Tepat mendarat di pipinya, Baekhyun dari samping terlihat tersenyum simpul. Tangannya memegangi pipi kirinya yang ku tampar. “Jangan menyentuhku! Atau kau akan—pmmftt!”

Bibir Baekhyun cepat mendarat di bibir ku. Aku merasakan sesuatu yang lembab mulai mengisap bibir bawahku. Baekhyun sialan! Ia membuka matanya, dan menatapku yang masih shock dengan perlakuannya. Baekhyun mengerdipkan sebelah matanya dan tersenyum dengan masih menempelkan bibirnya di bibirku. Tangannya merangkul pinggangku dan mendorong tubuhku agar semakin mendekat ke arahnya. Kurasakan, jari-jarinya melepaskan ikat rambutku, menyelipkan rambut ku yang terurai ke belakang telinga.

———

Author Pov:

Sanghye tampak mematung dalam dekapan dan sentuhan Baekhyun. Wanita itu tampak tak percaya dan kesal, matanya yang membesar jelas sekali mengisyaratkan bahwa Ia akan menerkam dan membunuh Byun Baekhyun. Namun, hei lihatlah! Ketika Baekhyun mendorong tubuhnya dan perut mereka saling bersentuhan. Perlahan mata Sanghye terpejam dan mulai menerima sentuhan Baekhyun.

Apa ini? Sanghye telah tersihir oleh sentuhan bibir tipis Byun Baekhyun?!

Sepuluh detik, Sanghye mulai tersadar dan mendorong tubuh Baekhyun menjauh dari tubuhnya. Sanghye menghapus kasar bekas bibir Baekhyun yang tadi menempel di bibirnya. Nafas Sanghye tampak memburu dan tak teratur, matanya berkaca-kaca, kakinya kaku untuk segera berlari dari sana.

“Ini sudah lama ku tunggu. Lee sanghye? Aku mencintaimu.” Ucapan itu langsung keluar dari mulut Baekhyun ketika Ia sudah memisahkan bibirnya dengan bibir Sanghye.

Lee Sanghye masih terpaku di depannya, mendengarkan lontaran setiap kata yang diucapkan Baekhyun, dan tidak lupa, di otaknya seperti terputar sebuah film yang menunjukkan perlakuan Baekhyun tadi kepadanya. Sanghye menundukkan kepalanya, tertawa kecil untuk menertawakan dirinya sendiri. Tanpa Ia sadari, liquid bening jatuh dari pelupuk matanya. Sanghye menghapus airmata yang barusaja jatuh membasahi pipinya, wanita itu menyipitkan matanya dan menatap Baekhyun dengan nanar.

“Jangan berbicara apapun.” Ujar Sanghye pelan. Sangat pelan.

“Tapi, Lee Sanghye—”

PLAK!

“Ku katakan jangan berbicara!” Sanghye melantangkan suaranya dan kembali menatap nanar Baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku mencintamu! Kubilang aku mencintaimu! Lee Sanghye aku mencintaimu!” Baekhyun mengucapkannya dengan lantang, lalu membalas tatapan Sanghye yang kini sangat menantangnya.

PLAK!

“AKU SUDAH MENGATAKAN PADAMU JANGAN BERBICARA! JANGAN BERBICARA! SUARAMU SANGAT MENJIJIKKAN UNTUKKU! KAU TAHU EOH?! BYUN BAEKHYUN DENGARKAN! AKU MEMBENCIMU! SANGAT MEMBENCIMU!! JANGAN PERNAH BERBICARA PADAKU ATAU AKU AKAN SEMAKIN MEMBENCIMU!” Nafas Sanghye tampak tersengal begitu Ia selesai berteriak dengan lantang di depan Baekhyun. Airmatanya meluncur begitu saja tanpa bisa Ia bendung lagi. Sementara Baekhyun, pria itu mematung mendengarkan setiap kata-kata dari Sanghye. “Aku lebih memilih kau membenciku seperti aku membencimu daripada kau memperlakukanku seperti wanita-wanita mu yang lain. Aku bukan seperti wanita itu yang selalu bisa melayanimu, tergoda oleh setiap kata-katamu. Ingat!” Sambung Sanghye lagi.

“Karena kau sudah menamparku berkali-kali, kali ini kumohon dengarkan aku biarpun kau akan—”

Belum sempat Baekhyun melanjutkan kalimatnya, Sanghye pergi dari depan Baekhyun dengan langkah yang besar. Sanghye mengumpat dan mengutuk Baekhyun dari dalam hatinya. Bibirnya bergetar, nafasnya tercekat dan Ia masih mengeluarkan liquid bening dari pelupuk matanya.

Bagaimana Ia bisa lancang seperti itu padaku?

Dia tidak punya otak huh?!

Aku membencinya!

Aku membenci Byun Baekhyun!

Bibirku…Baekhyun menciumku?!?!

Ini gila! Sialan!

Adalah Sanghye yang kini sedang mengumpat di dalam hatinya. Sepanjang perjalanan koridor kampus, Ia berkali-kali menabrak orang dan tidak meminta maaf. Ia seperti melihat jalanan kosong dan hanya ada dirinya disana. Sanghye bahkan tak melihat bahwa Hyojin barusaja ditabraknya dan Hyojin memperhatikan Sanghye sambil menanya pada dirinya sendiri apa yang sedang terjadi dengan Sanghye.

Hyojin melepaskan tangannya yang bertaut dengan lengan Kyungsoo, “Sayang, sepertinya Sanghye tidak di perpustakaan. Aku akan menyusulnya.” Ujar Hyojin lalu berjalan cepat sambil berlari kecil untuk mengejar Sanghye.

Sanghye tidak menghiraukan teriakan Hyojin yang berkali-kali memanggil namanya. Sanghye berlari dan terus menangis, mengumpat dan mengutuk diri Baekhyun di dalam hatinya.

Kini, Sanghye telah berada di luar pagar kampus, berinisiatif untuk pulang dan bolos untuk mata kuliah selanjutnya. Sanghye masih terlihat kacau semenjak kejadian itu, lebih jelas terlihat ketika Ia menyisir rambutnya ke belakang, matanya yang sembab dan memerah. Sanghye terus berjalan dan menyeberangi jalan.

“Lee Sanghye!”

“Sanghye-ah! Chamkamanieyo!” Sorak Hyojin sambil melambaikan tangannya dan setelah itu membulatkan besar matanya.

“LEE SANGHYE AWAS!”

TBC

FEEDBACK SANGAT MEMBANTU YAA^^

WordPress: bellbybaek.wordpress.com

Wattpad: bellbybaek-area

41 responses to “10 Second [Chap.1] — BY: BARLEEY

  1. Lho tak kira ini one shoot._. Ternyata pas aku scroll up chapterrrrr… Aaakhh seruu Thor, jarang2 sicabe jd peran utama:’D

    • makasih udah baca yaa^^ kalo aku bikin ff kebanyakan baekhyun kok yang jadi pemeran utamanya hehe, maklum lah ya bias aku di exo itu si cabe^^
      -bellbybaek

  2. ughhh authorr aju luv bgtt sama ini ff ♥ yaampun sanghye kejam bgtt… baekhyun ditampar kayak gitu… astagaaaa….
    tapi aku sukaa bgt sama sikap baekhyun yg ngejar sanghye tapi sanghye nya malah gak mau hahahaa ㅋㅋㅋ ini emg gaada intro cast nya kah? tapi walaupun gaada aku aja langsung ngerti lohh.. aku sukaaa thor.. lanjutt chap 2 ya, jgn lama2:D

    fightingg^^

    • makasih udah baca yaa^^ emang gaada intro cast nya syukur deh kamu lngsng ngerti yaa^^
      chap 2 dalam perjalanan yaaaa hehe. tetap baca dan jangan lupa feedback^^

      -bellbybaek

  3. Aku kira oneshoot._. Why tbc whyyyyyy😢
    Pas sang hye nampar2 baekhyun(?) itu rasanya kyk au pasti sakit.. Ahahaha lg baekhyun knp sih seenak jidat nyium anak org udah anak orgnya ngebenci dia😂 berarti baekhyun udah kenal lama sang hye ya?uuuuu keren2😆

  4. Sanghye ganas yaa baekhyun ditampar berkali2-,- lagian baekhyun maen nyosor aja sihh. Sanghye ketabrak?? Waah penasaran sama kelanjutannya.. Ditunggu yaa nextnyaa^^

  5. Yah.. sanghye kenpa? Ketabrak? Yah itu jadinya gimana sanghyenya.. penasaran..
    ditunggu next chapternya ya. ^^

  6. kenapa sanghye benci banget masa byun baek(?) ada alasannya kah? byun baek juga tibatuba ngomong cinta ke sanghye.. kyaaa penasaran-..-
    aku tadinya penasaran kenapa judulnya 10 detik(?) atau mungkin karna ciuman mereka ya(?) daebakkk awal chap langsunh ciumannn hahaha
    ditunggu next chapnya ya😍

  7. Sanghye knpa bisa benci gitu sm baekhyun? Pdhal kan baek ganteng😍
    Sanghye kecelakaan? Dilanjut yaa
    Oh yaa, ijin ngubek-ngubek wp nya yaa

  8. eiyyy kok malah tampar”an? hihihi sanghye mahh lucu kata’a benci, di cium baekhyun mau aja tuh. heol~ aku jga pengen hahha^^
    penasaran sama next chapter’a. keep writing thor!!

  9. what?? baekhyun mencintai sanghyee? kok bisa??
    makin penasaran >.< aku suka semua karakter pemainnya.
    author fighting!!

  10. Astagah kasian baekhyun ditampar berkali kali :” eum…kenapa sanghye benci sama baekhyun? :” duh thor ini genrenya sad tapi endingnya jangan sad juga yaa :”’ aku suka sama ceritanya X”D jangan2 nnt si sanghye mau ditabrak sesuatu :”V ato nggak nanti baekhyun nolongin sanghye jadi dia yg ketabrak :”3 okee ini aku cuman nebak aja thor hehehe 😀 nextnya ditunggu yah thor 🙂 fighting!!

  11. baekhyun ko malah bilang cinta sama sanghyee emang baek udah kenal sanghyee lama ya?
    seru ka lanjut ya.

  12. Kasianbnvt baekhyun y di tmpr2 mluu.
    Apa ada kisah nasalalu terselubung ya? Antra baekhyyn sanghyee.
    Waa gimna reaksi baekhyun nya pas tau sanghyee tertbrak tuk
    Pnsaranbngt.
    Wait nextchapter nya .gk bosen2

  13. knpa sanghye benci sma baek?
    trus itu mau ktbrak ya?hmm gk sbar nunggu klnjutnya smngt author keep writting ya^^

  14. Seru kaka ceritanya
    Itu kenapa sanghye benci banget sama byunbaekhyun?
    Duh kasian baekhyunnie kenapa tampar berkali kali
    Aa next chapter aku tungguin ka😍

  15. kok bisa sanghye benci banget sama baekhyun,,? Kan baekhyun cinta sma dia,, dan oh oh apa tadi dia ketabrak,,? Aduch kasian jga sich

  16. Bingung knp sanghye benci sma cabe ? Ternyata baekhyun suka sma sanghye dan sanghye malah balas benci-_-. Sanghye ketabrak, baekhyun cepet tolongin sanghye></? Jdi greget thor, lanjuuutt~

  17. Kenapa sanghye benci banget ama baekhyun???? Hmmm penasarann….
    Trus baekhyunnya asal ngomong cinta aja, tp malh ditampar… Sini mas sama aku aja hahaha
    Next chapnya jgn lm” ya.. *buingbuing
    Keep writing.. Fighting!! :*

  18. Aaaaa ini keren thorrr aku suka kalo castnya si bekyon haha etapi knp sanghye benci bgt sm bekyon?trus bekyonnya kasian ditampar mulu haha

  19. augghh sabar ya bang baekhyun ditampar terus smaa sanghye.. sakit yah cup cup cupp kkk~
    tapi knapa sanghye benci sama baekhyun?
    And tibatiba baekhyun bilang cinta sama sanghye? Woahh hha baekhyun frontal…
    ditunggu nextnya fighting^^

  20. ya ampun… sanghye..

    kesian baek di tampar”… tp salah dia jg kenapa main cium” k dm sanghye
    oalah.. di tunggu nextx..

  21. Sanghye daebak,,,, nmpar baekhyun brkli2,,,, ng nya ap alsan sanghye bnci sma baekhyun,,,,? Next chap thor,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s