[ Series ] Devil of Cruel ( Chapter 9A : A Plan ) – By Asih_TA

poster-8-bag-1|Author : Asih_TA||Tittle : Devil Of Cruel ( Chapter 9A : A Plan)||Main Cast : Park Minhee, Oh Sehun||Other Cast : Park Chanyeol, Oh Hye Ji, Kim Jongin, Shin Eun Min, Kim Dasom||Genre : Angst, Romance, Psycology||Leght : Multichapter||Rated : Warning! PG 17|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

Chapter Sebelumnya

( Teaser|| Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || [Teaser]Chapter 6 || [Full]Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || [Teaser] Chapter 9 )

.

.

Haruskah kita menyalahkan takdir?

Tak kala mengikuti setiap alur yang berjalan.

Hembusan angin itu bagai kabut kenangan

Membisikan kata-kata dengan deruan nafas, siapakah yang tau?

.

Jalan setapak terlihat di ujung mata dan membatasinya dengan jalan besar Kota Seoul. Park Chanyeol –Pria itu turun dari mobil sedan berwarna hitam yang terletak di pinggir jalan, menggaruk tekuknya dan melihat ke arah sekitarnya. Jika di ingat tempat itu sudah banyak perubahan yang cukup meningkat semenjak setengah tahun yang lalu, sebuah ide terlintas begitu saja di otak lelaki itu.

Chanyeol mendekati sisi pintu sebelah kanan dan membukanya secara perlahan “ Hye Ji ayo keluar, kita tidak bisa masuk di ganggang sempit itu.” Lelaki itu tersenyum dan menarik tubuh Hye Ji untuk keluar mobil.

Membiarkan jemari mereka menyatu kemudian membawa langkah mereka bersama. Chanyeol sadar jika mungkin hidupnya tidak terlalu beruntung apalagi mengingat masa lalunya, siapa yang pantas untuk di salahkan disini? Lelaki itu tersenyum seraya menatap Hye Ji di samping tubuhnya. Menggeng erat tangan mungil itu hingga merasakan sengatan-sengatan listrik di hatinya, kenapa selalu seperti ini. Gadis itu selalu bisa membuat dirinya tergoyah walau hanya sentuhan kulit yang menyapa.

“ Hye Ji-ah kau tidak menggunakan sarung tanganmu lagi.” Chanyeol mendesah frustasi setelahnya. Kenapa dia baru sadar ketika tangannya menyentuh kulit lembut gadis itu, terasa begitu dingin bahkan panas secara bersamaa. Ideal sekali untuk mengetahui kepolosan Hye Ji tentang pria tersebut.

“ Baiklah aku memaafkanmu kali ini.” Laki-laki itu tertawa pelan saraya mencium punggung tangan Hye Ji. Hal itu tak berlangsung lama ketika tangan kekar Chanyeol menarik pinggang gadis tersebut begitu posesif namun tetap menjalankan langkah mereka secara bersama.

***

.

Matahari menyusup melalui cela-cela kamar yang terbilang sangat mewah. mengusik seseorang dalam tidurnya, membuatnya mengerang karena menerima cahaya tersebut secara langsung. Perlahan mata indah itu mulai sedikit terbuka dengan mengerjab-ngerjabkannya beberapa kali. Terus terang untuk mengumpulkan seluruh kesadaran hingga ke ubun-ubun.

Terlihat dari gelagatnya gadis itu mulai tersadar dari dunia alam bawah sadar dan sedikit menyapu pandangan hingga ke sudut ruangan sekali pun. Menatap titik gundukan selimut yang berada tepat di samping tubuh mungilnya. Gadis itu sejenak melongok tak percaya dan sempat mencubit pipi gembulnya.

Mungkin terlalu suusah untuk mencerna dengan apa saja yang terlihat di kedua bola matanya, merespon dengan cepat ke otaknya sampai di gerakkan oleh seluruh tubuhnya. Ia sempat berfikir bahwa apa yang kemarin lelaki itu katakan hanyalah omong kosong belaka namun lihatlah apa yang terjadi sekarang.

Sehun telah tertidur dengan ranjang yang sama hingga pagi menyapa.

Park Minhee –gadis itu sedikit mengulas senyum. Mengapai pipi lelaki itu memperhatikan guratan lelah di wajahnya dan menyibak poni yang menutupi sedikit matanya. Akhir-akhir ini Sehun lebih tepatnya sang CEO yang selama ini dermawan bahkan keren tersebut sedikit menyimpang, terlihat jelas dari wajah lelaki itu.

Tak lama terlihat kedua kelopak mata pria itu perlahan mulai terbuka dan setelahnya sedikit meregangkan sendi-sendi di tubuhnya “ Kau sudah bangun?” Minhee bersuara hingga membuat lelaki itu tersadar dan menoleh.

“ Sepertinya aku sedikit lelah hari ini.” Lelaki itu bergumam dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun tidur. Minhee terlihat berfikir dan mulai mendudukan tubuhnya di badan tempat tidur lalu sedikit mendesah “ Jadi ada yang bisa kau jelaskan mengapa aku bisa sampai di tempat tidur ini?”

Sehun secara refleks mendudukan tubuhnya juga dan menatap gadis itu dengan tatapan teduh seolah tidak ada keraguan di sana “ Sejak kau menemaniku mengerjakan beberapa proyek kerjaku dan kau tertidur setelahnya.”

Gadis itu mengulum senyum dan mulai mengerti arah pembicaraan lelaki tersebut “ Sepertinya aku akan mencoba untuk terbiasa dengan perilakuan barumu.” Lelaki mengerutkan dahinya “ Apa maksudmu?” Minhee menggeleng pelan dan menatap manik mata lawan biacaranya “ Kau –tidak maksudku perilaku dirimu yang sebelumnya tidakkah kau tau bahwa itu menyakitkan.”

“ Aku tau dan apa sekarang kau berfikir aku sedang mempermainkanmu?”

“ Iya.”

“ Kenapa?”

“ Kau tidak sepenuhnya menerimaku, ak-“

“ Jangan hanya melihat di satu sisi Nyonya Park.”

Mata elang itu berkilat penuh amarah menatap bola mata bening yang siap akan menumpahkan begitu banyak kesakitan. Dia tidak suka ketika gadis itu selalu mengungkit hal tersebut, hal yang begitu sensitif terdengar dan dapat membunuh hati mereka secara bersama “ Aku mungkin bagian gelap di masa lalumu tapi tidak untuk saat ini.”

“ Apa kare-“

“ Tidak hanya karena janin itu.” Gadis itu mendongak memperhatikan wajah pria yang lebih tinggi darinya. Mencari kejujuran melalui tatapan satu sama lain, jika boleh memilih Minhee lebih menginginkan kehidupan sebelumnya tidakkah hal ini begitu menyakitkan. Sehun terdiam lalu mejauhkan tautan tatapan mereka “ Kau terlalu dalam masuk sampai membuat otakku tidak dapat berfikir jernih.”

Gadis itu tersenyum kecut “ Bukankah kau yang membawaku masuk ke dalam duniamu Tuan Oh.” Dan kali Sehun tidak main-main dengan perilakunya, ia segera menarik tubuh kecil Minhee hingga bersandar pada dadanya lalu memeluknya erat “ Untuk saat ini jangan berpikir aneh-aneh, kita akan menjalaninya bersama walau terasa begitu sulit.”

Bibir gadis itu melengkung kebawah dan mendorong kuat dada bidang tersebut. Mengupat beberapa kalimat sebelum menahan nafasnya “ Pergilah mandi dan segera bersiap-siap aku akan menunggumu di bawah.”

Minhee turun dari ranjangnya dan membawa tubuhnya ke luar ruangan tersebut. Sehun ingin menahan nanum seketika menghentikan niatnya ketika melihat guratan wajah polos gadis itu. Hanya bisa memandangi punggung kecil yang tampak bergetar.

Mungkinkah ia menangis.

***

.

Sebuah rumah cukup besar menjadi pusat perhatian dua manusia yang sedang menghentikan langkah mereka. Terutama untuk laki-laki yang memiliki tubuh paling tinggi, Chanyeol mendongak lalu meneliti rumah di sekitarnya. Menimbang-nimbang untuk melanjutkan langkahnya, lelaki itu melirik sekilas Hye Ji yang hanya menatap lurus di depannya.

“ Tidakkah kau ingin bertemu dengan ibu mertuamu sayang?” Chanyeol mengacak gemas pucuk kepala Hye Ji dan hanya membuat gadis itu menatap polos kearahnya. Jika saja bukan tempat umum maka sejak tadi lelaki itu sudah meraup bibir merah gadis tersebut.

Chanyeol tetap memegang tangan Hye Ji kemudian membawanya hingga di depan pintu rumah tersebut. Tampaknya lelaki itu tidak ragu lagi dan akan menerima semua resikonya, hal ini sudah ia pikirkan secara matang-matang.

Lelaki itu menghembuskan nafasnya dan mulai menekan tombol yang berada di samping pintu yang mendominasi berwarna coklat gelap. Dengan perasaan sabar Chanyeol menunggu seseorang membukan pintu untuk dirinya dan Hye Ji. Namun tak ada satu pun balasan yang ia terima dan membuat ia semakin bertanya-tanya.

Chanyeol sedikit mengedor pintu tersebut dan lagi-lagi nihil tidak ada satupun yang membalas perilaku dan teriakkan darinya. Namun menunduk heran ketika knop pintu itu tak di kunci dengan kata lain pasti ada sesuatu di dalamnya. Knop pintu itu ia putar dan sedikit mengitip ke dalam lalu menuntut Hye Ji untuk ikut bersamanya.

“ Aku Pulang.”

Ketika 6 kali melangkah lelaki menghentikan pergerakan tubuhnya dan menegang ketika melihat isi rumah tersebut. Debu dimana-mana, terlihat kotor dan tidak terurus, pandangan lelaki itu mengarah kepada sebuah ruangan dengan pintu terbuka.

Tanpa ada keraguan ia berjalan mendekati pintu tersebut lalu memasukkan tubuhnya. Meneliti setiap sudut ruangan dan tersentak ketika melihat seorang wanita paru baya yang sedang duduk dan membenamkan wajah di kedua lututnya. Chanyeol kenal tubuh itu dan dengan panik lelaki itu setengah berlari.

“ Eomma kenapa di sini.” Chanyeol sedikit berujar dengan yang begitu rendah sehingga membuat wanita paru baya tersebut tersadar dan langsung mengenali suara itu. Wanita paru baya itu mendongak dan membelalakan matanya terkejut “ Cha-chanyeol anakku!”

Wanita yang merupakan Nyonya Park adalah ibu dari Park Chanyeol. Dengan sigap tubuh Nyonya Park langsung menerjang tubuh Chanyeol dengan sebuah perlukan kerinduan. Tak berapa lama kemudian yang terjadi adalah nyonya Park yang telah melayang sebuah pukulan telak ke arah dada bidang sang anak “ Kemana kau selama ini, dasar anak kurang ajar.”

Lelaki itu meringis kesakitan dan ia akui pukulan itu cukup membuat dadanya ngilu. Nyonya Park mengalihkan pandangan kepada seseorang yang berada di samping tubuh sang anak “ Yeol si-siapa gadis ini?”

Chanyeol tersenyum kemudian membawa Hye Ji dalam genggamannya “ Dia calon istriku bu.” Sontak nyonya Park membulatkan matanya “ Ja-jangan kau bilang dia adalah gadis yang kau hamili itu Park Chanyeol.” Dan lelaki itu tersenyum dan mengangguk “ Kau benar eomma, dan aku ingin bertanggung jawab.”

Nyonya Park terdiam lalu memperhatikan tubuh Hye Ji yang begitu kurus dan tiba-tiba saja ia teringat akan sosok itu lagi. Tubuhnya sedikit bergetar dan kemudian menatap lirih kearah sang anak “ Yeol kau tau apa yang sebenarnya terjadi.” Chanyeol menyerit dan mulai tersadar dengan pertanyaan awalnya dan tentunya tentang keadaan rumahnya tadi.

“ Baiklah eomma katakan sebenarnya apa yang terjadi?”

“ kau tau Yeol? Minhee menghilang.” Dan satu kalimat itu membuat Chanyeol berhenti sejenak dan terilhat pucat seketika “ Bagaimana bisa, dia bukan gadis liar Eomma tapi bagaimana bisa.” Nyonya Park terdiam lalu membuka suaranya kembali “ Kali ini eomma tidak bercanda Chanyeolie, Minhee menghilang sejak 2 bulan yang lalu.”

Seketika tubuh lelaki itu mengejang. Ingin rasanya ia mencekik tubuhnya sendiri ketika menerima berita tersebut. Dan saat ini hanya erangan kesal dan sedih menjadi satu ketika Chanyeol sudah terduduk lemas di lantai bersamaan dengan nyonya Park yang berada di hadapannya.

***

.

Sarapan pagi hanya menciptakan kecangguan bagi keduanya. Minhee sedikit memasukan nasi ke dalam mulutnya lalu menguyah dengan malas, sedangkan laki-laki yang berada tepat di hadapannya mendengus kesal dan beralih menatap sebuah sayuran yang bahkan tak di sentuh oleh gadis itu. Hari yang menyebalkan dimana ia harus kembali ke kantor dan menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi kemarin.

“ Minhee makan sayurmu.” Titah lelaki itu dengan sebuah tatapan mengitemindasi. Minhee terdiam dan malah mencoba berpura-pura tidak mendengarnya karena dia pun tau seberapa besar ia berusaha hasilnya akan sama, yang berkuasa dialah yang menang dan gadis itu adalah pihak yang paling di rugikan di sini “ Aku sedang tidak ingin memakannya, tak bisahkah kau mengerti.”

“ Baiklah aku akan memaksamu.”

Minhee sontak menahan pergerakan tangan lelaki itu ketika mengambil garpu yang berada di sisi kiri tubuhnya. Hari ini dan untuk selamanya Minhee tidak akan membangkitkan amarah laki-laki di hadapannya “ Kenapa kau suka sekali memaksa, apa hal itu begitu menyenangkan.” Sehun memincingkan matanya “ Lalu kau ingin aku melakukan apa? Menidurimu lagi?”

Gadis itu medelik dan tanpa sadar menggenggam kuat garpu beserta sendok di tangannya dan tak lupa untuk bergumam tidak jelas. Apa yang ada di pikiran lelaki itu hanya ada untaian kata ‘tidur’ benar-benar di luar batas kendali pikiran dirinya.

“ Apa kau selalu begitu kepada seluruh pacarmu.”

Sehun menghentikan aktifitas makannya sebelum menatap datar ke arah gadis itu “ Aku tidak memiliki pacar dan kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu.” Minhee terdiam dan kembali menghabisi sarapan paginya “ Kenapa tidak menjawab nona Park, apakah pertanyaan itu mengganggumu?”

“ Aku rasa aku belum mengenalmu dengan baik Oh Sehun.” Gadis itu berujar dengan pelan. Seakan menuntun kepada pria yang berada di hadapannya.

“ Jadi begitu?” Sehun terlihat berfikir dan kembali bersuara “ Baiklah setelah ini segera bersiap-siap kau akan ikut denganku.” Gadis itu mendongak menyimak saat kemukinan terkecilnya ia salah dengar “ Ke-kemana? Kau berencana membuangku.”

“ Tidak!.”

“ Lalu?”

“ Ikuti saja perintahku kau akan aman.” Sehun kembali berkutak pada piringnya sebelum menangkap raut wajah gadis itu. Kenyataan bahwa dirinya tidak dapat meninggalkan Minhee barang sedikitpun sudah menjadi sensasi baru baginya. Sedangkan gadis itu menatap dengan tatapan teduh dan nyaman.

***

.

Kyungsoo membolak-balikkan beberapa lembar kertas yang berada di pangkuannya. Meneliti setiap kalimat yang berderet dengan rapi di sana, tentu saja bukan waktu yang lama untuk mengetahui kegiatan apa yang baru saja ia lakukan. Padahal jam menunjukan 7 pagi dan sudah seharusnya ia berpakaian rapi untuk bersiap berangkat bekerja.

Namun yang terjadi adalah dimana ia mencari beberapa dokumen yang sempat menjadi beberapa pusat perhatiannya. Tidak salah lagi lelaki itu mencoba memecahkan sebuah permasalahan kecil yang terjadi tentu saja melibatkan dirinya.

Park Chanyeol, 26 tahun.

Tunggu, Kyungsoo kembali menerawang masa lalunya. Kenapa nama itu tidak terlalu asing baginya, tepatnya ketika 20 tahun yang lalu. Entahlah kenapa lelaki itu baru sadar mengingat nama itu terlintas kembali di benaknya.

Ti-tidak mungkin.

Chanyeol dan Minhee

Mungkinkah?

***

.

Layar televisi menjadikan pusat perhatian lelaki yang melihat di ujung pintu. Laki-laki berkulitan tan itu menyesap kopi panasnya sebelum meniupnya, tidak terlalu beruntung nasibnya kali ini. Dimana semua orang menginginkan ia segera kembali bekerja, tentu saja karena Direkturnya yang begitu mengambil pusing dengan semua hal yang terjadi.

Jongin menatap layar televisi itu dengan datar, menusuknya tanpa sebab yang jelas. Tidak ada siratan kebencian di sana melainkan sebuah rasa kekewatiran yang mendalam. Masih teringat jelas perdebatan yang terjadi di antara dirinya dan Sehun. Bagaimana ke angkuhan lelaki itu dalam berbicara dan bagaimana keterdiaman tanpa penolakan yang gadis itu tampakkan.

Namun hal itu belum terlalu jelas karena Minhee masih bersama pria itu. Bukan hanya dirinya yang tidak mengerti dengan keadaan ini namun justru dirinyalah yang paling tidak di inginkan di sini. Namun di lain pihak Kyungsoo sekaligus sahabatnya tak sedikitpun memberikan petunjuk yang jelas. Apa, bagaimana, dan kenapa Minhee bisa terperangkap dalam jerat Oh Sehun.

Entah siapa lagi yang ia percaya kali ini. Kyungsoo dan Sehun berhkianat dan hal itu semakin membuat perlindungan kepada dirinya sendiri. Jika saja lelaki bermata bulat itu tidak terlalu mempermasalahkan masa lalu kakak perempuan dari Oh Sehun, sudah di pastikan ia pasti akan menang.

Kenapa Minhee tidak mencelah pada saat itu? Mungkinkah dia di ancam. Apakah hanya dirinya yang tidak mengerti dengan situasi tersebut “ Baiklah Oh Sehun kau harus menjelaskan semuanya.” Ujarnya menggeram dengan meletakan gelas yang berada di tangannya lalu kembali ke atas meja tak jauh darinya. Menyempatkan untuk mematikan tv dan mengambil sebuah kunci mobil di dekat ruang meja makannya.

***

.

“ Tidakkah ini gila.” Minhee berjalan beriringan bersama Oh Sehun sejak 2 menit yang lalu. Bagaimana bisa pria tersebut membawanya ke perusahaan miliknya, jelas-jelas gadis itu merasa malu apalagi di sambut oleh tatapan-tatapan aneh dari mereka. Hanya saja kali ini Minhee mencoba menjaga jarak dengan laki-laki itu sebelum menyangka mereka adalah sepasang kekasih.

Sehun mengerut kesal ketika Minhee mencoba mengecilkan langkahnya agar tidak satu langkah dengannya “ Ada apa? Apakah merasa terganggu.” Sehun berujar sedikit besar agar Minhee yang berada di belakangnya dapat menjakau signal yang di berikan.

“ Benar, tampaknya mereka tidak menyukaiku.” Gadis itu mengeluh dan Sehun hanya menanggapinya dengan senyum dinginnya “ Kalau begitu coba dengar sedikit bisikan dari mereka.”

Langkahnya tetap berjalan dan Minhee mencoba menerima ide tersebut. Tetap saja ia sedikit kalut, dengan amat tersiksa gadis itu mulai membuka telinganya lebar-lebar. Mengali informasi sedikit demi sedikit.

“ Siapa wanita itu? Apakah dia pacarnya Direktur Oh.”

“ Bodoh, bukankah status Direktur masih lajang.”

“ Mungkin saja dia baru menjalin hubungan kembali.”

“ Tidak! Aku patah hati.”

Sekiranya itulah perdebatan 2 orang wanita tengah mempeributkan masalah sepele. Minhee mendesah kesal lalu memperceptakan langkah yang ternyata sudah begitu jauh di hadapannya. Sehun kembali berjalan menggunakan lift. Kemudian laki-laki itu membawanya sampai ke ruangan yang cukup besar. tidak salah lagi ruangan kerja miliknya.

Sehun menuntut Minhee untuk duduk di sofa miliknya sedangkan dia duduk di kursi kerjanya. Gadis itu memperhatikan inteor tempat kerja yang termasuk dalam kata mewah. Apakah ini harta kekayaan keluarga Oh? Tidak heran bagi Minhee untuk meragukan kinerja pria itu sebagai seorang Direktur di sini “ Aku tidak menyangka kau sekaya ini.”

“ Benarkah? Tapi aku merasa tidak puas untuk saat ini.”

“ Ke-kenapa?”

“ Mungkin aku kaya tapi tidak untuk jiwaku.” Lelaki itu tertawa sinis kemudian mengalihkan pandangan menatap bola mata gadis tersebut “ Kemarilah.” Minhee terdiam ketika perintah dingin itu kembali terdengar, entah mengapa ia terlihat ragu bahkan dari detak jantungnya yang berdetakkan 2 kali lipat.

“ Kemari Park Minhee, jangan membuatku memaksamu.” Gadis itu langsung mendirikan tubuhnya ketika nada dingin itu menyeruak kembali. Ia sangat takut jika laki-laki itu berubah menjadi sosok yang sebelumnya, begitu jahat dan rakus. Dengan langkah cepat ia segera menghampiri pria tersebut.

Good Girl.”

Sehun mengapai tangan kanan gadis itu lalu menariknya kencang hingga membuat Minhee terduduk di atas tubuhnya. semburat merah menghiasi di kedua pipi gadis itu, Minhee mencoba memberontak dengan mendirikan tubuhnya kembali. Namun Sehun menahan pergerakkannya dengan melingkarkan kedua tanganya di pinggang gadis itu “ Sehun ini di kantor.”

Laki-laki itu menyeringai “ Apa salahnya? Perusahaan ini milikku, jadi jangan mencoba mencari alasan nona Park.”

Minhee ingin melayangkan sebuah protes namun laki-laki itu terlebih dahulu meraih tekuknya dan mendekatkan wajah mereka hingga membuat bibir keduanya saling bersatu, bahkan tanan kanan kurang ajar pria itu menyelusup masuk ke dalam baju kaos yang di gunakan gadis tersebut. Minhee mengerang sakit ketika Sehun memperdalam ciumannya dengan mendorong kuat tekuknya.

Gadis itu memukul-mukul dada Sehun untuk menyudahi ciuman mereka. Dengan tidak ikhlas lelaki itu melepaskan tautan bibir mereka dan mendesah sebal “ Kenapa berhenti padahal ini baru pemanasan.”

“ Oh Sehun!”

“ Sudah berani membentakku eoh?”

Minhee menutup mulutnya rapat-rapat, kenapa ia selalu kalah berduel dengan laki-laki yang ada di hadapannya. Gadis itu berdecak kesal dan menurunkan tubuhnya dari pangkuan lelaki tersebut. Jangan salahkan dirinya yang bahkan tidak mengetahui betapa mesumnya pria itu.

“ Park Minhee kau ingin kemana.” Sehun bersuara dengan dingin ketika gadis itu melangkah menuju luar ruangan, Minhee sempat menghentikan langkahnya namun kemudian melangkahkannya lagi dan membuat pria itu tersenyum licik

Jadi dia ingin bermain-main denganku.

***

.

Jongin berjalan dengan sedikit memperbaiki dasi hitamnya. Laki-laki berkulit tan itu memberikan senyumnya kepada beberapa orang yang juga melewatinya, tak lupa juga tujuan utamanya untuk menemui sang Direktur dan bersi keras mengetahui semuanya.

Kaki panjangnya berjalan mendekati seorang wanita yang sedang membereskan beberapa berkas. Awalnya ia tidak ingin menggangu tapi bagaimanapun wanita itu adalah seseorang yang mengetahui tentang sang atasan.

“ Eun Min-ssi.” Panggilnya pelan.

Eun Min –gadis itu mulai tersadar dan membalikan tubuhnya “ Jo-jongin.” Jongin tersenyum kaku dan menggaruk tekuknya yang tidak gatal. Ada perasaan yang bersalah ketika menatap mata gadis itu “ Apakah Direktur ada di dalam.”

Eun Min mengangguk sambil menundukkan kepalanya “ Direktur ada di dalam, masuklah dia sudah menunggumu sejak kemarin.”

“ Terima kasih.” Jongin berjalan mendekati pintu sang Direktur dan mengetuknya secara perlahan.

_

Sehun sedang menatap layar laptopnya. Sejak Minhee memutuskan untuk keluar dari ruangan 2 menit yang lalu membuat dirinya di sibukan oleh pekerjaan yang sempat tertunda.

Tok. .Tok. .Tok . .

Sebuah ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya. Namun tersadar kemungkinan besar Minhee ingin kembali menemuinya dari jalan-jalannya di perusahaannya dan memutuskan untuk bermain di atas sofa miliknya hingga pagi menyapa.

“ Masuk.”

Lelaki itu bersuara dangan suara bassnya. Pintu tersebut perlahan terbuka dan menampakan seorang laki-laki yang sedang berdiri dengan dinginnya, mungkin perkiraannya meleset kali ini. Namun bukankah ini yang ia inginkan, Sehun yang mengetahui siapa laki-laki itu langsung memberikan seringaiannya.

“ Selamat datang Tuan Kim Jongin.”

~ TBC ~

Adakah yang masih menunggu ff ini😀

Maaf ya untuk chapter ini tidak jadi di protek

BIG THANKS TO :

nadinealm, ghebyghe, fantastichappyangel, woobinx, afro, shellaaa95, wellameilitta, putriwida170300, Kim Cho Eun, Tha, hanhyejae, natasya, meidina, Baek defi, Lala, baeknoona, nandawulandhari, dytya amalia, kiki vio Elvira, maniac bubble tea, younara, Nara, hadizaa, sherly taher, younara, bebaekmidha, ohsehun2001, daisyorange, kang rae hwa, ikha, min suga, waya, ririnvirgoririnairyn, yuniati, syoohmy, vhaXi B, fany, windiyanas, Nurul Agniya, Maulvina, yulia, inarestiana, LuisaD, rinskai, amalia kim, windau, ashalfahisa,

sxadaitsfuntastic, pinkyrose98, Park Channie, zhafirahrai, bae143, IRENEndemancucian, airinx, hanifah99, Mila Agustin, beep7, LJE2123, hyurakiim_94, dindauky, oh byunnie, hyejeong, kaisoo_indahID, irma kh, chika aihara yuki, ssoputri, Rida Umami, Park Cheonsa, amiraxxo, Demethrea, byun_liv, seta, Mirai, khyunpawookie, chicken1402, asfaratin, Stephani Anggraini, taebhum, zamadia, sekar94, nadiaosh, Dhania Windy Utami, feybear, baekbaek, chikochoko17, evania octaviani, Fhebriee, nara, widi_9, Alfiani, nindya, Jesslin☕, Lee Ji Hae, byunbaekra, Shin Hye Ri, Nadila,

natasya, Shelin, oxerlnbatari, sisilia anita, Nami Kim, hyurakiim_94, sabrina zahra, hyera, liriana, dyompong, Salsa (@SnsdYuna3), eva, kimeunsoo14, safira, heachoi23, far, spy_byun, Hana_Park141097, maknaepark, HunHanBacon, ukhti, angel_black94, irnacho, laychen, _tae_yeol, kkamjong, amaliafadhila, ritandriani, cyeon soo, kim hyun soo, reefadzly, Nada Azzahra (@Nada_Azz), Bkhpcl4, lee saeng hoon, punniepun, Nisa Oh, maya777, re_mariareNata (@Sugar2024), Nana pamietyan miuyech, pinkglam, mayasehun, kim Hae Jun, Ila GPFCP KSH WYF, bubblebee0712, AiLian, Hesvia Oh, hj, choiannayehet,

Vonyrahayu1, natanadia, salfisani, Assyifa syiffa, Natarina Virlia, zitao32, 88Bubble, margiani, maudinah, kyungru, puterinur14, nabilaflames10, missellyot, astry, kkamyong, angrybird_wu, Ardinidiaan, sehun 94, Park Yeollie, sehunnie, omyblackpearl, sweetyxo, Andin, hyorinxiah, Akid, Shim young, chaeun1515, hanna jung, nadia, dewi nurul, Amaliaaa, Ara Luevisad, rhayvi, hanifah, kanara naira, _anna00chi, hana, Nevi, christiejaena480, yusla, faiza, intan pertiwi, AnisaNH, Deborah sally, linggachan, zahrahfaradhivaa, swiftnuu, zahrahfaradhivaa, Kim Jiwon, exo25,

Dindabs, oc3_an, chaca, sinta, jungkooknoona, Rany Septiyani Minyoung, ariskadea2015, tockholmsyndrome, aniespur, mella, kimdaena, jesikamareta10, qiray, Lee Soo Ki, yuni, melisa, leeanna, ohseh, xingshii, Oh XiaoLu, Ichaicha, 97agustin, Mitha, OhSe94, K3, widi, SungRaeNeul, Olivia, maharani, Annisa Cantika, HazeG, bert, anisa faradisy sehunnie, nabilahanief, nana, mipou, Dvee, dev, xiaoyi, Kamjongie Bee88, baromnita, Hyuk In Jae, siti nurfaizah, lee seok chan,, ,, byunsun, diah linggar riani, YM, Restymp, xoxoz21, elisagita,

widya oktaviana, KimBaekRa, G Park, hwang min, heny, Gxlshn_, kaniaa, Park ShinAe, ohraisa, SendYeol, Do exol, juwitaM, dirambe, Azmi Nadhira, asny, nisa11, ella, @wida_tyant, kimhyoxxx, Frvr, kimpandaitem, kimrae, bbgusti, Meilani Aulia, lulu, Devita Aprilia, asrikhumairaa, gitadaulay, gasaligakim, DTH9707, hyengie, baekpoo, monic, Felicia, Hanna, Ayu Novita, debiyana, park ahra, fsykookiehun, milop, 김 사 랗, Chanyeol Park, anggislwt, Nona Novi, hyoungji, Vivian, serlia, sunshinersneiza, chxoby, FauziiS,

milop, lee ha ah, rheiner, xi elsa, kiki vio Elvira, Aryanthi12, fortunawindy04, kimnana, tiwi_tha, sulis pcy, song, Anti95line, karen, Hyo Ri, nizabyung, indri, miii, OohMaryLu, Salma Salsabila, nafis, restimegasari, anisaputripermatasari, Ciculuhan, icaa, musdalifah, menu, ancillasdiary, Angella D, efyy, fraulin, handayaniwidya0, aadyah, anisnidya, Lulu_fi, Ccchhhannnyyeooll, dyanameta, Han_Min_Jung (@realpinkpanda25), babyneverland12, novemia, destirasalsabil, flo, kimparklee, verlarj, Chanbie, sena, powerstar, sandra devi, diiandin,

Chika Kim, kim naya, Celina, wi ye sung, vennavira, Anyhernie, hernasewoo, yyumyyum, lovechanyeol, nizzahm17, rindy putri, Diena kyungie, NonaHan, syafirnaa, Anaa, ZelovieFelice, anandafauziah97, hhh, sehun94, yulifranshyunjoong, Ajengf, amethystzeph, april, alfalathifa99, linda, sri1204, deavalensia, chaca, fanyfanybaby, Mrs. Yehet, Mariya Qibthiyah, shary, Mrs.ooh, Cheonsa, anonym, Salwa Hauradara, mega, putriaff04, exoaea, ihzagupita, aratilbyun, Fhiriani-KaiHun_, Fhiriani-KaiHun_, putri mareta, junghyejung, nancyps96, xiaoyu, tita huang,

Baconista, wi ye sung, mutia ajirni, devi, rosanera19, ella, apri yanti dessy simatupang, Baek defi, miss_purple, Putri, Oh jung, Boboho, amelya, alexandragremory, mutexo, jungkooknoona, nizzahm17, Martina, ndiNina, ingridikawentary, dessydiana863, Hasry, 세린, Nadila, Nada Azzahra (@Nada_Azz), bbhyunbaek, ramboqueen, devii24, KiranaXo, lulusyanastia, hyerin, sulfaamanda, dilla, Niza, kimkai0788, Pinkfresia, hikmabul13, Pcy., Love Sehun, Afika, Rifa Scory, soniaaa, Kiroro mirae, rima fauziyah, dinalutfiana, amel,

Ayuris, Mallory, uni, mmartiani_, hyerin,

Penutup copyAuthor Sayang Kalian❤

_

Salam

My Baby Overdose a.k.a Asih Triastuti

496 responses to “[ Series ] Devil of Cruel ( Chapter 9A : A Plan ) – By Asih_TA

  1. Eciyeee sehun sekarang jadi protect yaa ke minhee , agak gk mau jauh jauhan udahan 😂
    Kira kira gimana ya kalo sehun udah ketemu kakaknya , apa masih mertahanin minhee gk yaa? Hmmm penasaran

  2. Pingback: [Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [C/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Mereka itu saling berhungan dari tapi secara ga langsung..
    Jongin sahabatnya minhee ..
    Minhee sahabatnya dasom..
    Dasom mantannya sehun ..
    sehun sahabatnya jongin..
    Tapi yakin deh masih ada hubungan misterius di masalalu merka semua..

  4. Mau ngomong apa itu jongin sama sehun??
    Kok sehee udah kaya orang pacaran yaa wkwwk semogaa aja ada yang mempertegas hubungan merekaa

    Kapan minhee ketemu sama keluarganyaa??

  5. loh kyungsoo baru tau Chanyeol kknya minhee? trus yg ngasi tau sehun klo minhee adeknya Chanyeol siapa? bukannya kyungsoo ya? atau gw yg gk fokus bacanya(?) hmm..
    Seneng liat sehun jadi protectif sama minhee, semoga dia makin sayang sma minhee:D

  6. ohhh nooo,, kayanya bakalan ada perang dingin antara sehun dan jongin nihhh. kasian chanyeol, dia bener-bener nyesel sama perbuatannya ke hye ji, tapi dia pantes dapet itu semua, karna dia hye ji kehilangan calon bayinya & karna dia juga hye ji jadi gangguan jiwa, semoga hye ji cepet sembuh biar bisa bareng chanyeol lagi

  7. Anjir sehun mesum banget di kantor iya di kamar apalagi
    Panas woyy panas bacanyaa
    Inget malem jumat woyy, yasinan oyy sehun kamvrettosss wkwkkwek

  8. Pingback: [Series] Devil Of Cruel ( Chapter 10 [D/D] : Don’t Say )Final – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Bakal ada apaan ama sehun jongin yaampun greget knp gua masih kurang yakin kalo sehu udh bnr2 baik wkwkkw😂😂😂 pgn dpt part klimaks gtu di ff ini ampe bikin baper++ wkwkwkwk chanyeol dah balik dia bakal ngapain ini yaampun kepo. Keep writing kak ^^

  10. Apa mungkin sehun nurutin kemauan minhee yang mau ektemuan sama jongin ?? Nyampe iya , sehun uda berubah banget dr yang dlu ke skrg . Romantis ngets , dan semoga minhee juga gak akan pergi dr sehun

  11. Sehun protective banget sekarang ma minhee
    Sehun dendamnya ama chanyeol tapi minhee yang kena imbasnya
    Oh hye jin sekarang malahan bakal mwnikah ama chanyeol juga
    Impas ya kan kakak adik oh dan park saling berpasangan

  12. itu kenapa itu si Kyungsoo??? ada apa sama Minhee Chan???
    Sehun berubah bgt yaaa- -‘ uugghh, Sehuuuuunnn(?)
    eeh, itu ntar Minhee ketemu sama Jongin kah??? sama” ada di perusahaanny Sehun. waaahhh, seru niih:V

  13. Aku baca ulang ini ff dan masih gak bosen2 *lupagimanaceritanya* dan aku baru tau ternyata uda ending T.T

  14. Sehun skrng dah gak mau lagi ya jauh2 dari minhee, makin ksni makin bikin penasaran, kenapa kyungsoo ngebuka data punya chanyeol?

  15. Bom waktu mulai hidup??!!!! klau smpai Minhee masuk ruangan itu? huuuy tak sabar membaca next nya🙂

  16. hiaaa.. ada kim jongin bakalan ada pertengkaran nih kayaknya..
    untung minhee lagi kluar ruangan.. gk kebayang klo dia ketemu ama jongin
    ijin lajut kak asih

    keepwriting^^

  17. akhirnya mamanya minhee diceritain juga kasian juga sih, aku penasaran chanyeol bakal ngelakuin apa tau adiknya ilang trus dia mau gimanain itu kakanya sehun, terus itu masa lalunya gimana sebenernya??
    Sehun makin luluh keliatannya jongin mau gimana sama sehun ya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s