Teenage

teenage

Title

Teenage

 

Author

Skyoung9094

 

Cast

Jung Aihee

Kang Seulgi

Oh Sehun

 

Genre

Friendship. School.

 

Leght

Ficlet (+600 word)

Rating

PG+15

               

Desclaimer

The real my story and inspiration from the drama

Cerita yang gaje karena dalam masa-masa blockwriter. Semoga mengesankan.

Happpy Reading^^

Teenage. Masa dimana kau masih berada dalam emosi yang sulit dikendalikan dan kau ingin lebih menonjolkan kelebihanmu di depan semua orang. Ingin dimana kau merasakan agar semua menganggap kau itu terbaik.

Teman, lingkungan, orang tua dan cinta mempengaruhi dalam bertindak. Bertindak bijaksana atau menyimpang dalam menonjolkan dirimu.

“Yak, kau!”

Waktu istirahat terasa meneyenangkan bagi semua siswa. Mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau tanpa harus memikirkan beban-beban dari pelajaran.

“Kau mengadukan kepada Seongsaenim? Adukanlah dan kau akan tahu akibatnya!”

Namun tidak bagi salah satu siswi ini. Istirahat adalah waktu yang dia sangat benci. Dia tidak bisa melakukan hal menyenangkan seperti lainnya. Tindas, tindas hanya tindasan yang dia terima.

“Bawa dia ke gudang dan kunci dia disana!”

“Siap. Ya aku memang sudah bosan melihatnya di dalam kelas.”

“Kumohon jangan lakukan itu. Kumohon.”

“Ya kau beraninya memohon. Seret dia!”

“Tidak! Tolong jangan lakukan itu! Tidak…..”

Disaat kau ditindas, kau berharap ada yang menolongmu. Namun kebanyakan yang lainnya tidak menghiraukan ataupaun hanya bisa mentapa iba saja walaupaun itu teman baikmu.

Contoh dimana kau ingin menonjolkan kelebihanmu menjadi pemimpin namun kau malah menjadikkan kelebihanmu merusak orang lain.  Menyimpang dalam bertindak kebijaksanaan.

“Jika kau menyukainya selamatkan dia dari perlakuan buruk mereka.”

“Jika kau hanya diam saja kau sama saja seperti teman baiknya. Berteman dan menyukai tanpa menolongnya. Kau dapat berpikir itu pengecut atau bukan?”

Harapanmu ingin mendapatkan pertolongan musnah jika mereka tak mempunyai keberanian atau menjadi pengecut.

“Berhentilah bertindak bodoh ataupun mencari masalah. Kau tidak akan mendapatkan kebahagianmu jika kau melakukan tindakan burukmu itu. Appa meminta bukan memohon.”

“Bagaimana aku tidak membuat masalah jika appa dan eomma sepertiku.”

“Anak kurang ajar! Masuk ke kamarmu!”

Seorang anak takkan berbuat salah jika orang tuanya tidak membuat masalah. Kebanyakan anak seperti itu karena kekurangan kasih sayang atau orang tuanya bermasalah dalam kehidupan ataupun dalam mendidik anaknya.

“Kau kira aku akan jatuh sepertimu jika kau melakukan hal sama dulu yang pernah kulakukan kepadamu? Tidak! Aku akan tetap menindasmu, Jung Aihee!”

“Aku tidak melakukan hal sepertimu itu Kang Seulgi. Aku hanya ingin mengeluarkanmu dari lingkaran-lingkaran kesalahan.”

“Jangan sok menasihattiku atau melakukan hal seperti itu. Aku tak membutuhkan itu kau tahu!”

Namun tidak akan selamanya kau bisa melakukan tindakan tidasan tersebut. Akhirnya kau akan sadar bahwa perlakuan tersebut adalah salah dan dapat merusak dirimu sendiri. Namun itu perlu proses panjang dan tak semudah yang dibayangkan.

“Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan berada didekatmu. Aku tak ingin seperti dulu lagi yang hanya bisa melihat dan tak melakukan apapun disaat temanku membutuhkanku.”

“Jika kau dulu seperti ini aku mungkin takkan seperti dulu. Terima kasih Sulli.”

Dan ada kalanya teman baikmu itu membantumu walaupun sudah bisa dikatakan terlambat. Tidak akan selamanya kau merasa sendirian.

“Aku juga sekarang akan menjadi pelindungmu. Bukan dulu aku tak mau melakukannya. Aku tidak ingin berada dalam masalah. Egois memang kedengarannya. Maafkan aku. Dan ya kau tahu dari dulu jika aku menyukai.” “

Tak apa. Aku senang jika kau ingin jadi pelindungku. Dan jika kau tahu, aku juga menyukaimu Oh Sehun.”

Bukan hanya musuh dan teman baikmu yang berubah. Orang yang mencintaimu juga berubah. Dan akhirnya banyak yang menyukaimu dan mengahrapkanmu dari pada yang mengasingkanmu.

“Appa, appa tahu aku bukanlah yang dulu lagi. Aku bukanlah anak yang sering membully yang lain. Aku bukanlah anak yang sering membuat masalah lagi. Yang lebig penting sekarang aku mempunyai impian dan impian itu sudah kenyataan. Maaf dan terima kasih appa. Tenanglah disana.”

Di saat kau sudah mengalami perubahan dan kau ingin memperlihtkan perubahan itu namun orang yang ingin kau perlihatkan sudah tiada, janganlah menyesal.

Di usia remaja adalah masa-masa sering terjatuh dan mencari jati diri dari ririnya sendiri. Janganlah kau takut saat terjatuh karena semua itu adalah proses kau menjadi yang terbaik dari masa lalumu.

END

Ini fanfic yang aku buat dalam sekali,  Cuma dalam waktu 2-3 jam. So kalau jelek maafkanlah. Don’t forget for  comment 🙂

Advertisements

9 responses to “Teenage

  1. Simple and memorable 🙂 walaupun cuman 600 word (kata author) tapi banyak banget nilai plusnya, banyak ngajarin kita tentang kehidupan remaja yg sbenernya
    Bukan cuma kesenengan doang tapi manfaatnya juga ada pas baca fanfict ini… Gue sukaa
    Thanks thor ;*

  2. ya ampun.. bagus bgt ini..
    dan sy memahami tulisan kmu.. hoho
    suka dg tulisanx, bxk pelajaran yg dpt di ambil..
    semangat y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s