Affairs of the Heart [Chapter 7]

Affair of the Heart(9)

AFFAIRS OF THE HEART

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3] [Chapter 4] [Chapter 5] [Teaser Chapter 6] [Chapter 6]

Note : untuk kalimat font berwarna cokelat artinya kalimat itu diucapkan dalam bahasa Italia.

C H A P T E R  S E V E N

[Sicily, Italy : Sunday]

“Oh, wow!” ucap Seona dengan antusias seraya menarik Baekhyun menuju sebuah etalase toko yang cukup besar.

“Seona, haruskah kau menarikku ke setiap etalase toko?” tanya Baekhyun, melihatnya saat Seona menatap sebuah gaun yang berada di dalam etalase toko tersebut.

“Itulah alasan utamanya ada etalase toko,” ungkap Seona.

“Mengapa tidak belanja saja?”

“Karena aku menyukai semua apa yang kulihat dan aku memiliki filosofi bahwa kalau aku tidak membeli satu barang, maka aku tidak akan menjadi turis yang gila belanja.”

Baekhyun tertawa pelan dan Seona menatapnya dengan tersenyum kecil. Seona cukup senang sejak datang ke Sicily dan begitu juga dengan Baekhyun. Pipi Seona masih sedikit memar dan Baekhyun mengepalkan tangannya untuk menghindari dirinya dari menuntut Seona mengatakan siapa yang menamparnya. Banyak kemungkinan yang terlintas dipikirannya tetapi ia ingin tahu pasti siapa yang melakukan perbuatan itu.

Itu mengejutkannya mengetahui betapa protektifnya ia ketika sebuah masalah menyangkut Seona. Bahkan Baekhyun tidak meninggalkan Seona sedetikpun sejak datang ke tempat ini dan ia tidak akan berniat untuk meninggalkannya.

Baekhyun meneliti gaun yang dilihat oleh Seona. Gaun tersebut berwarna hijau dengan batu emerald yang dijahit di tepiannya. Gaun tersebut memiliki tali tipis dan celah di satu sisi gaun tersebut. Baekhyun melirik Seona, yang sudah jelas menyukai gaun tersebut.

Ia akan terlihat cantik apabila memakainya.

Baekhyun meraih lengan Seona. “Ikut aku!”

“Ap-kemana?”

“Kita akan masuk ke dalam.”

Seona menolak tetapi Baekhyun menariknya ke dalam. Seorang wanita menghampiri mereka.

Selamat datang. Bisa saya bantu?” Ia berbicara dalam bahasa Italia, tetapi beruntungnya, Baekhyun dapat berbicara bahasa Italia dengan fasih. “Ya. Aku ingin melihat gaun itu.” Baekhyun menunjuk gaun yang dipajang di toko tersebut.

Ah! ya. Itu dibuat oleh perancang busana terbaik di Italia.” Wanita itu memanggil salah satu karyawan untuk mengambil gaun tersebut. “Itu asli dan tidak ada gaun yang sama seperti itu.

Berapa harganya?”

Satu juta dolar.

Baekhyun merasakan Seona menarik lengan bajunya.

“Apa yang kalian bicarakan?” Seona menuntut. “Dan bagaimana bisa kau tidak mengatakan padaku kau bisa bahasa Italia?”

“Kita sedang mendiskusikan gaun itu.”

Kekasihmu?” tanya wanita itu.

Baekhyun tersenyum dan mengangguk. “Ya. Dia kekasihku.

Dia sangat cantik.

Seona mengerutkan dahinya, tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan. Berapa banyak bahasa yang Baekhyun ketahui? Ia akan bertanya pada Baekhyun nanti. Tetapi perhatiannya teralihkan ketika seseorang menghampiri mereka seraya membawa gaun tersebut. Matanya berbinar seketika, tangannya ingin menyentuh bahan gaun itu dan merasakan betapa halusnya gaun itu. Tetapi ia menahannya.

“Cobalah.” Baekhyun membisik di telinga Seona. Seona berkedip menatap Baekhyun.

“Mengapa?”

“Karena aku ingin melihat kau menggunakan gaun itu.”

Seona ragu dan menatap wanita pelayan toko yang mulai tersenyum lebar. “Non preoccuparsi. È perfettamente va bene.

“Katanya benar-benar tidak apa-apa. Sekarang pergilah dan coba gaun itu.”

Dengan tersenyum Seona membiarkan wanita itu membawanya ke ruang ganti untuk mencoba gaun itu.

Baekhyun merasa senang mengingat ekpresi wajah Seona yang terkejut ketika ia mulai berbicara bahasa Italia. Baekhyun dipaksa untuk belajar berbagai bahasa sejak kecil dan sebelumnya ia tidak pernah menyukainya.

Kecuali sekarang.

Seona telah membuatnya menyukai banyak hal, mengizinkannya untuk menggunakan sesuatu yang telah ia pelajari hanya untuk membuatnya terkesan. Tetapi Seona juga menganggu yang anehnya tidak membuatnya terganggu. Di kantor, di rumah, di tempat meeting…tidak peduli dimanapun ia berada Seona akan selalu terlintas dipikirannya dan kemudian Baekhyun merasa dirinya ingin tahu dimana Seona berada atau jika Seona memikirkannya.

Seona memiliki kemampuan yang ia sendiri tidak dapat menggoyahkannya, walaupun begitu Baekhyun senang Seona memilikinya. Jika Seona tidak memiliki kemampuan itu, maka Baekhyun mungkin saja tidak akan memiliki keberanian untuk menghampirinya ketika pertama kali mereka bertemu.

Dan mungkin perselingkuhan ini tidak akan terjadi.

Ironisnya, hal itu membuat wajah Baekhyun bermuka masam. Ia sangat senang perselingkuhan ini terjadi dan tidak akan mau untuk mengubah apapun.

Kecuali mungkin waktu. Ia benar-benar berharap ia telah bertemu Seona sebelum bertemu istrinya. Baekhyun mencintai Hyera, tetapi Seona… Mau tak mau Baekhyun ingin tahu hidupnya akan seperti apa jika ia bertemu Seona terlebih dahulu. Tuhan tahu Baekhyun tidak akan pernah mengkhianatinya dengan wanita lain.

Beberapa menit kemudian, Seona berjalan keluar dari ruang ganti. Seketika jantungnya berdegub kencang saat Seona memutar tubuhnya, gaun tersebut memperlihatkan bentuk tubuhnya.

“Bagaimana?” tanya Seona, sedikit gugup.

Seperti apa yang ia pikirkan. Seona benar-benar terlihat menakjubkan/memesona.

“Cantik,” ucap Baekhyun saat Seona berjalan ke arahnya.

“Kau pikir begitu?”

“Tentu saja.” Baekhyun menatap pelayan wanita itu dan berbicara dalam bahasa Italia, “Aku ambil yang ini.”

.

.

.

“Kau tidak perlu membelikanku gaun itu.” Seona mengeluh, walaupun sudah jelas ia senang. Baekhyun dapat mengetahuinya dari bagaimana Seona menggenggam kantung tersebut di tangannya.

“Mengapa tidak? Bukankah kau menyukainya?”

“Aku menyukainya, tetapi bukankah itu mahal?”

“Tidak. Setidaknya tidak untukku.”

Seona menatap Baekhyun. “Sebenarnya berapa banyak bahasa yang kau ketahui?”

Baekhyun memikirkannya. “Coba kita lihat…Aku tahu bahasa Korea, Mandarin, Italia dan Prancis dengan fasih.”

Seona terperangah. “Empat bahasa? Apa itu mungkin? Aku tidak tahu seseorang bisa tahu berbagai bahasa sebanyak itu!”

Baekhyun mengangkat bahu. Kemudian ia terpaku.

Seona sedang menggenggam tangannya jadi ketika Baekhyun berhenti berjalan, Seona tertarik kebelakang. “Ada apa?” tanya Seona.

Sebelum Seona dapat mengatakan apapun, Baekhyun memeluknya. Seona memeluk Baekhyun kembali walaupun Seona bingung mengapa Baekhyun tiba-tiba ingin memeluknya.

Baekhyun menutup matanya dan berharap bahwa pria yang menuju ke arah mereka bukanlah pria yang pernah ia temui dulu. Bagaimana jika ia ingat? Baekhyun berdoa dan berdoa, tanpa sadar memeluk Seona lebih erat.

“Byun Baekhyun?”

Sialan!

Dalam batinnya Baekhyun mengutuk. Sepertinya pria itu mengingatnya yang artinya pria itu akan mengingat bahwa wanita yang berada di pelukannya bukanlah wanita yang ia perkenalkan sebagai istrinya setahun yang lalu.

Baekhyun perlahan membuka matanya dan memaksa untuk tersenyum. “Kim Jongin.” Baekhyun menyapa pria itu.

Kim Jongin tertawa dengan gembira. “Astaga, aku senang bertemu denganmu disini. Apakah kau sedang liburan?”

“Ya, semacam itu.”

“Hmm, Baekhyun? Apakah kau keberatan melepaskanku sekarang? Aku benar-benar tidak bisa bernafas.”

Baekhyun tertawa dengan gugup dan melonggarkan pelukannya tetapi tidak melepaskannya. “Baekhyun, lepaskan aku!”

“Uh, mengapa tidak membiarkanku memelukmu seperti ini saja?”

“Mengapa tidak melepaskanku?”

Jongin mengangkat alisnya. “Astaga Baekhyun. Mengapa tidak melepaskannya saja?”

Kemudian Jongin berkedip. “Hey, tunggu sebentar…Apakah ia selalu mempunyai rambut berwarna cokelat?”

Baekhyun menelan salivanya sedangkan Seona berusaha melepaskan dari pelukan Baekhyun.

“Apa yang kau maksud aku selalu mempunyai rambut berwarna cokelat?” Seona bertanya-tanya. Oh, mengapa Baekhyun tidak melepaskannya? Ia terlihat bertekad untuk tetap memeluknya. “Aku tidak pernah bertemu denganmu. Baekhyun!” Seona merintih ketika Baekhyun mengeratkan pelukannya.

“Kau sudah pernah bertemu denganku,” ucap Jongin. “Bukankah kau-”

“Jongin!” Baekhyun menginterupsi. “Mengapa kau berada disini?”

Jongin berkedip. “Bisnis.” Ia menatap punggung Seona. “Bukankah ia lebih tinggi ketika aku bertemu dengannya?”

Seona tahu ia pendek, tetapi ketika seseorang mengatakannya secara terus terang itu tidak sopan. “Cukup, Baekhyun” geram Seona dan menendang kaki Baekhyun dengan keras.

Baekhyun memekik dan dengan segera melepaskan pelukannya. Seona memutar tubuhnya dan menatap pria itu dengan tajam.

“Kau tidak punya hak untuk menghinaku! Aku tahu aku pendek tetapi kau tidak perlu mengatakannya secara terus terang bahkan kau tidak mengenalku sama sekali. Kau harus menjadi teman baikku atau anggota keluargaku untuk menghina tinggi badanku!”

Jongin berkedip kembali. Ini bukanlah wanita yang sama yang ia temui setahun yang lalu. Wanita lain memiliki mata dan rambut berwarna hitam. Wanita ini memiliki mata dan rambut berwarna cokelat. Apakah Baekhyun menceraikan istrinya? Tetapi terakhir kali ia melihat mereka terlihat sangat senang!

“Apa yang terjadi dengan istrimu?” Jongin bertanya secara terus-terang. Seketika wajah Baekhyun menjadi pucat.

“Istri?” Seona bingung. Ia menatap Baekhyun. “Kau sebelumnya menikah?”

Baekhyun mengigit bibirnya. Ia harus memikirkan sesuatu dengan cepat.

“Tetapi kau sebelumnya mengatakan tidak pernah menikah,” lanjut Seona. Kemudian Seona mengerutkan keningnya. “Kau berbohong padaku?”

“Tidak, tidak,” ucap Baekhyun dengan tergagap. Baekhyun menatap Jongin dengan tajam. “Aku tidak pernah menikah sebelumnya. Yang dimaksud Jongin adalah mantan kekasihku yang selalu memperkenalkan dirinya sebagai istriku, yang membuatku kesal, karena ia selalu menganggap bahwa aku dan dia akan menikah, tetapi kami tidak pernah menikah. Betulkan, Jongin?”

“Tapi-” Tatapan Baekhyun membuat Jongin mengubah pikirannya. “Ya, tentu saja. Maaf.” Jongin menatap Seona. “Baekhyun tidak pernah menikah. Aku hanya bingung. Lagipula sudah lama aku tidak bertemu Baekhyun.” Jongin kembali tertawa, mencoba untuk mengembalikan suasana. Tetapi ia sebenarnya tidak bingung. Ia benar-benar mengingat Baekhyun memperkenalkan wanita yang ia temui sebagai istrinya. Saat itu Baekhyun memperkenalkannya dengan sangat bangga dan bahagia.

Apa yang terjadi?

Seona menatap Baekhyun. “Apakah itu benar?”

Baekhyun menganggukkan kepalanya.

“Oh, Baekhyun, Aku minta maaf aku telah marah padamu. Aku seharusnya tahu.”

“Tidak, tidak apa-apa.”

Baekhyun meraih tangan Seona dan meremasnya, dalam hati Baekhyun mendesah. “Mengapa kau tidak masuk kedalam toko itu sementara aku berbicara dengan Jongin?”

“Ya, tentu.” Seona mencium Baekhyun tepat di bibirnya lalu menatap Jongin. “Jangan menertawakan tinggi badanku lagi!” bentak Seona dan berjalan menjauhi mereka.

“Astaga, kelihatannya aku telah memberikan kesan yang buruk,” gumam Jongin. Kemudian ia menatap Baekhyun dengan tajam. “Apa yang sebenarnya sedang terjadi, Baekhyun? Apa yang terjadi pada..siapa namanya? Hera? Hyena?”

“Hyera.” Baekhyun menggeram, “Lain kali tutup mulutmu.”

“Baik, maafkan aku karena terlalu penasaran, mengapa kau berada disini dengan seseorang yang bukan istrimu?”

“Istriku dirumah.”

“Jadi kau masih menikah? Dan kau disini bersama wanita lain?” Jelas itu sesuatu yang Jongin tidak bisa abaikan. “Kau berselingkuh?”

Baekhyun tahu ia seharusnya tidak sangat terkejut dan tidak menjadi pucat. Tetapi pada akhirnya justru wajahnya menjadi pucat.

Sialan! Ia tidak perlu mengatakannya dengan begitu keras.

“Jangan memulai, Jongin.” Baekhyun memeringatinya ketika Jongin membuka mulutnya. “Kita hanya kenalan, bukan teman. Jangan ikut campur. Kau hampir mengacaukannya.”

“Baekhyun, aku tidak ikut campur urusanmu. Tapi sungguh, kau berselingkuh? Bukankah kau mencintai istrimu?”

“Tentu saja aku mencintainya.”

“Lalu mengapa memiliki wanita lain? Hanya untuk nafsu?”

“Tidak!”

“Oh, jadi kau belum tidur dengannya?”

Diamnya Baekhyun telah memberikan sebuah jawaban untuk Jongin.

Jongin mengangguk. “Itu nafsu. Ini semua karena nafsu.”

“Aku bilang tidak! Ini bukan karena nafsu.”

“Itu sudah pasti bukan cinta karena kau mencintai istrimu.”

“Dengar, itu di antara keduanya, oke?” Baekhyun menghela nafas dan mengacak rambutnya dengan kasar. “Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku, tetapi aku menyukainya. Aku tidak ingin mengacaukan…”

“Perselingkuhanmu?”

“Itu tidak penting apa yang kau sebut, oke? Aku menolak untuk membiarkanmu menghancurkannya. Sekarang, Jongin, jangan mengatakan pada siapapun bahwa kau melihatku disini, mengerti? Jangan mengatakan sepatah katapun. Bahkan lupakan kau pernah melihatku.”

“Baek-”

“Lupakan kau pernah melihatku.” Baekhyun mengulang ucapannya.

Jongin bimbang. Perselingkuhan itu buruk. Insting pertamanya tidak menutupinya untuk Baekhyun. Siapapun pria yang berselingkuh tidak pantas mendapatkan perlindungan.

Tetapi Jongin melihat betapa bahagianya mereka, bahkan jika itu hanya sekilas. Ketika wanita itu mencium Baekhyun, mata Baekhyun terlihat bersinar. Begitu juga dengan wanita itu. Mereka memiliki sebuah hubungan yang cukup erat. Batin Jongin berkata untuk menutupi hubungan terlarang ini  walaupun ia sendiri tidak menyetujuinya.

Jongin menghela nafas. “Baik. Aku akan berpura-pura tidak pernah melihatmu bersama dengannya. Bahkan aku sama sekali tidak pernah melihatmu.”

Baekhyun mengangguk.

Jongin menatap Baekhyun. “Hanya ingin kau tahu, kalau tidak sengaja kita bertemu lagi dan kau masih berselingkuh, aku tidak akan menutupi untukmu lagi. Lebih baik aku mengakhirinya. Senang bertemu denganmu lagi.”

Jongin membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauhi Baekhyun.

Baekhyun menghela nafas. Ia baru saja keluar dari masalah ini. Apa mungkin seorang yang  berada di tempat yang sama saat ia bersama Seona? Terlebih lagi, apa mungkin ia mengingat baik Baekhyun maupun istrinya?

Apa ini sebuah pertanda?

Baekhyun berharap ia tidak akan berada di situasi seperti ini lagi.

Baekhyun membalikkan tubuhnya dan pergi mencari Seona.

.

.

.

“Hmm…” Seona menimbang beberapa postcard, memilih mana yang akan ia kirim ke kakaknya. Semua postcard itu berbahasa Italia, jadi kakaknya tidak akan mengerti apapun yang tertulis di dalam postcard tersebut, tetapi ia akan meminta Baekhyun untuk menerjemahkannya.

Sendirian?”

Seona berdiri dan melihat seorang pria yang berdiri disampingnya dengan tersenyum. Seona memberikannya sebuah tatapan bingung. “M-Maaf?”

Pria itu menyeringai. “Maafkan aku,” ucapnya dalam bahasa Korea. “Aku hanya penasaran mengapa seorang wanita cantik sepertimu berada disini sendirian.”

“Oh, aku tidak sendirian. Aku hanya sedang menunggu kekasihku untuk datang dan menjemputku.”=

“Orang gila mana yang meninggalkanmu sendirian disini?”

“Dia bukan orang gila,” ucap Seona sedikit muak ketika pria itu terus menatap dadanya. “Dan kalau kau tidak keberatan aku akan sangat menghargainya kalau kau berhenti menatap dadaku.”

Kau cantik,” bisik pria itu dengan lembut, dan kemudian ia berbicara dalam bahasa Italia, “Lupakan kekasihmu dan bersamaku saja? Aku akan menunjukkan padamu betapa hebatnya aku berada di tempat tidur dan aku yakin kau akan menikmatinya.

Seona berharap ia tahu apa yang pria itu katakan, tetapi ia mengira-ngira itu sesuatu yang ia tidak akan suka karena pria itu mengatakannya dengan tatapan genitnya dan menjilat bibirnya.

“Kumohon, pergilah,” ucap Seona dengan marah. “Aku tidak senang kau merayuku.”

“Begitu juga aku.” Seseorang menggeram.

Seona menghela nafas dengan lega saat Baekhyun berjalan menuju ke sisinya. Baekhyun menatap pria itu dengan tajam. “Aku merasa cukup jijik ketika seorang pria berpikir bahwa pendekatan seksual ini merupakan apa yang seorang wanita inginkan.”

Brengsek. Kau pikir kau siapa?” Pria itu menuntut dalam bahasa Italia.

Kau–“ bentak Baekhyun dalam bahasa yang sama. “Dia kekasihku, dan kalau aku berbicara padanya bahkan menatapnya lagi, aku sendiri yang akan menghancurkan wajahmu.

Baekhyun meraih lengan Seona dan menariknya keluar dari toko itu.

Tunggu sebentar.”

Masih dengan tatapan tajamnya, Baekhyun berhenti berjalan dan menatap pria itu lagi. “Apa?

Wajahmu…aku pernah melihat wajah seseorang sebelumnya di majalah bersama seorang wanita disisinya dan sebuah artikel juga ditulis di samping foto tersebut.

Tidak. Kumohon, tidak lagi.

Baekhyun tidak dapat percaya hal ini terjadi lagi. Pertama Jongin, dan sekarang seorang pria Italia ini dalam jarak waktu lima menit? Apa yang ia lakukan sehingga pantas mendapatkan ini?

Jawabannya sudah jelas, Baekhyun tahu, tetapi tidak dapat menghilangkan rasa frustasinya karena diketahui oleh pria itu, terlebih lagi jika tahu bahwa ia sudah menikah.

Apakah pria ini tahu bahwa ia sudah menikah?

Banyak artikel yang tertulis tentangnya di berbagai negara dan hampir semuanya menyebutkan Hyera sebagai istrinya. Baekhyun tidak tahu berapa banyak orang yang sebenarnya membaca artikel-artikel itu, dan dulu ia tidak peduli. Tetapi sekarang ia menyadari sebuah publikasi dapat memengaruhi kehidupan seseorang ketika mereka mencoba untuk menyembunyikan sebuah rahasia. Terutama rahasia ketika seorang wanita tidak mengetahui kekasihnya sudah menikah.

Apakah pria ini membaca artikel itu? Atau hanya melihat foto itu sekilas?

Satu-satunya jalan untuk memastikan rahasianya tidak terbongkar adalah pergi, untuk berjaga-jaga.

Lalu?” Baekhyun terus berjalan. Ia setidaknya bersyukur bahwa pria itu berbicara padanya dalam bahasa Italia bukan Korea.

Seseorang bersama wanita asing yang bukan istrinya.

Baekhyun terus berjalan namun kali ini dengan menggeram pelan. Ia dapat merasakan tatapan Seona padanya. Seona mungkin cemas dan ingin mengetahui apa yang mereka bicarakan.

Baekhyun tidak ingin menerjemahkannya.

Tunggu sebentar, tunggu sebentar.

Dengan menghela nafas, Baekhyun berhenti berjalan dan menatap balik. Baekhyun sedikit terkejut mengetahui bahwa pria itu menyeringai.

Aku pikir tidak ada yang salah seorang pria memiliki sebuah perselingkuhan.” Pria itu meletakkan tangannya dadanya. “Sebenarnya, sebuah perselingkuhan seperti….olahraga untukku, sebuah hasrat. Menyenangkan, menarik dan cukup menghibur.

Senyuman pria itu mengembang. “Tetapi dari seorang pria yang sudah memiliki banyak wanita setiap saat, perselingkuhan itu akan terbongkar.” Pria itu bersiul. “Wanita itu agresif, dan bisa menjadi marah besar ketika mereka tertipu.

Itu menurutmu.

Pria itu mengangkat bahunya. “Semua yang kumaksud adalah hati-hati. Perselingkuhan tidak pernah bisa di sembunyikan dalam waktu yang sangat lama. Dan ketika itu terbongkar……may your soul be saved from hell.” Sebesit cahaya terlihat dimatanya. “Walaupun aku cukup ragu kalau kau akan selamat.”

Seorang pria yang baru saja mengakui telah memiliki banyak wanita setiap saat.” Baekhyun mengangkat sebelah alisnya. “Walaupun aku yakin kau berlebihan. Aku rasa itu tidak mungkin bagi pria sepertimu untuk memiliki satu wanita di setiap saat.”

Baekhyun menyeringai. “Selamat tinggal.”

Baekhyun meninggalkan pria itu yang kesal dan menarik Seona pergi darinya. Walaupun cukup puas memberikan kata terakhir, tetapi ia tahu ia tidak bisa menganggap sebelah mata peringatan itu. Baekhyun sudah tahu bahwa perselingkuhan ini seiring berjalannya waktu akan terbongkar, tetapi ketika seseorang mengatakannya membuat dirinya gugup. Terlebih lagi ketika ia bertemu dua orang-yang berbeda dari dua negara yang berbeda di satu tempat-yang mengenalinya dan mengetahui bahwa ia sudah menikah. Bagaimana itu mungkin? Dan mengapa itu terjadi padanya?

Hal itu membuatnya terkejut mengetahui bahwa tidak ada satupun di Seoul yang menyadari bahwa dirinya berselingkuh. Apabila seseorang di Seoul menyadarinya, itu lebih mungkin dan lebih masuk akal.

Atau mungkin mereka tahu dan hanya tidak ingin mengatakan sepatah katapun tentangnya.

Baekhyun tersentak ketika Seona menyikut dirusuknya.

Seona menatapnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. “Apa yang telah ia katakan?”

Baekhyun mengerutkan keningnya. “Lebih baik aku tidak mengulangnya. Sekedar tahu saja, percakapan tadi tidak penting dan ia adalah pria yang brengsek.”

Seona tersenyum dan melingkarkan lengannya di lengan Baekhyun kemudian Baekhyun menatap Seona. “Thanks, Baekhyun.”

“Untuk apa?”

“Untuk menyelamatkanku. You are my personal superman.”

And you are my kryptonite, membuatku lemah ketika aku seharusnya menjadi kuat.”

.

.

.

Joon Myeon berjalan tak tentu arah di dalam kamar hotelnya, berharap ia mengikuti Seona pergi ke Italia daripada terjebak di Amerika. Joon Myeon ingin menemuinya, membuatnya untuk mendengarkannya ketika ia menjelaskannya sendiri.

Lalu, mengapa ia harus menjelaskannya sendiri?

Joon Myeon berhenti berjalan. Ya, ia tidak harus menjelaskannya sendiri. Apakah ayahnya pernah menjelaskannya sendiri kepada ibunya? Tidak. Ayahnya telah menjadi seorang pria sejati yang mengambil alih rumah tangganya dan mengontrol wanitanya.

Jangan pernah membiarkan seorang wanita menginjak-injakmu.

Joon Myeon menyeringai. Ia mengingat ketika ia pertama kali bertemu dengan Seona, dengan segera ia berkesimpulan bahwa Seona adalah wanita keras kepala dengan independensi. Joon Myeon telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu saat nanti ia akan menghancurkannya. Tetapi Joon Myeon tahu bahwa ia akan melakukannya secara halus atau Seona lantas akan meninggalkannya.

Sampai sekarangpun Joon Myeon tidak yakin jika ia mencintai Seona atau jika itu hanya sebuah nafsu yang selalu ia rasakan. Atau mungkin hanya sebuah tantangan belaka untuk menghancurkan sifat independensinya.

Semua yang ia tahu adalah ia mulai kehilangan kendalinya terhadap Seona. Itu akan menjadi sebuah kegagalan dan ayahnya membenci kegagalan.

Dengan tekad yang bulat, Joon Myeon meraih ponselnya dan menghubungi nomor Seona. Nada dering hanya berbunyi sekali sebelum Seona menjawabnya.

Yeoboseyo?”

Joon Myeon mengambil nafas yang dalam. “Seona-”

Mengapa kau menelponku?”

Tubuhnya bergetar karena marah. Seona membentaknya. Sebelumnya ia tidak pernah membentaknya. Joon Myeon kehilangan kendali terhadapnya.

“Jangan membentakku, Seona!” desisnya. Joon Myeon mengepalkan ponselnya di tangannya tetapi kemudian ia menghela nafas ketika mencoba untuk mengontrol kemarahannya. Ia memaksakan suaranya menjadi lebih tenang. Jika ia marah, itu akan menjadi lebih sulit baginya. “Aku minta maaf telah mendesis padamu. Aku menelponmu untuk menjelaskan-”

“Joon Myeon, aku tidak ingin berbicara denganmu sekarang. Kau menyakitiku, baik secara emosional dan fisik. Aku membutuhkan waktu untuk pulih dan memutuskan kalau aku ingin memaafkanmu.”

Joon Myeon sudah tahu apa yang akan Seona lakukan. “Jangan menutup teleponnya!”

Seona melakukannya. Satu detik kemudian yang ia dengar hanyalah nada panggil. Joon Myeon melempar ponselnya sambil berteriak karena marah. Ponselnya mengenai dinding dan jatuh menjadi beberapa bagian di lantai. Nafasnya tidak teratur ketika Joon Myeon berjalan kesana kemari kembali seraya mengacak rambutnya dengan kasar.

Ia mengambil sebuah lampu dan melemparnya juga.

Wanita…Wanita itu! Seona adalah wanita yang sangat keras kepala yang pernah ia temui, dan pada saat ini Joon Myeon menyesal telah menikah dengannya. Seharusnya ia menghancurkannya sebelum mereka menikah, dengan itu ia tidak akan memiliki resiko untuk kehilangannya. Joon Myeon berpikir pernikahan akan menjadi cara terbaik untuk mendapatkannya dan kemudian resiko kehilangannya akan menjadi sedikit begitu ia mulai mengontrolnya, secara terbuka dan perlahan.

Joon Myeon berhenti berjalan. ia harus menunjukkan padanya jati dirinya yang sebenarnya, menunjukkan padanya apa yang terbaik untuknya, ia akan mendengarkannya dan membiarkannya untuk melakukan apapun yang ia suka.

Ya. Mungkin ia harus melakukan itu.

Mungkin.

Dengan tertawa pelan, Joon Myeon berjalan menuju kamar mandi.

.

.

.

Tubuh Seona gemetar setelah mendengar suara Joon Myeon, tepat saat Baekhyun berjalan keluar dari kamar mandi, Seona tidak dapat menyembunyikan ekspresi ketakutannya. Seona memalingkan wajahnya, berharap Baekhyun tidak menyadari ekspresi wajahnya.

“Ada apa?”

Seona berharap Baekhyun tidak cepat menyadarinya.

“Tidak apa-apa,” ucap Seona dengan cepat.

Seona mendengar Baekhyun berjalan ke arahnya dan duduk di tempat tidur tepatnya di sebelahnya. Seona tidak menggunakan sehelaipun, hanya selimut yang menutupi tubuhnya. Mereka berdua tidak dapat menahan nafsu mereka untuk bercinta, begitu mereka kembali menuju kamar hotel. Seona senang dan menikmati ketenangan setelah mereka bercinta ketika Baekhyun pergi menuju kamar mandi.

Itulah ketika Joon Myeon menghubunginya.

Seona tidak dapat percaya bahwa pria itu memiliki keberanian untuk menghubunginya setelah apa yang ia lakukan. Tetapi Seona setidaknya lega bahwa Joon Myeon menghubunginya ketika Baekhyun tidak berada disampingnya.

Lagipula itu tidak masalah.

Kelihatannya Baekhyun menyadari rasa ketakutannya. Baekhyun meraih dagunya dan membuatnya menatap Baekhyun.

“Aku melihat kau meletakkan ponselmu. Siapa yang menghubungimu?”

“Aku…”

Seona tidak menjawabnya, dan memikirkan Joon Myeon membuatnya kembali gemetar walaupun Seona mencoba untuk menahannya.

Karena Baekhyun memegang dagu Seona, Baekhyun merasakan sedikit rasa takut Seona melalui tubuhnya. Wajah Seona terlihat ketakutan.

Lagi, mata Baekhyun menatap pipi Seona yang memar.

“Apakah pria yang menamparmu baru saja menghubungimu?”

Seona menggelengkan kepalanya.

Dia berbohong.

Baekhyun tidak ingin berargumen dengannya, tetapi ia ingin tahu mengapa Seona melindungi pria ini. Mengapa Seona menutupi untuknya.

Baekhyun berpikir bagaimana caranya agar Seona berbicara dengannya tanpa menutupinya-yang akhirnya akan membuatnya marah karena Seona tidak berbicara dengannya mengenai hal itu.

“Seona,” ucap Baekhyun dengan lembut. “Aku tahu kau berbohong.”

“Kumohon jangan membuatku berbicara…” ucap Seona dengan lembut dan ia menjauhi tubuh Baekhyun dengannya. Baekhyun membiarkannya dan menatap Seona dengan menyerngit ketika Seona membaringkan tubuhnya dan menghadap berlawanan arah, menaikkan selimutnya sampai bahunya.

Tidak. Baekhyun menolak untuk membiarkan Seona tidak membicarakan tentang hal itu. Jika Baekhyun mendapatkan sebuah nama darinya, maka setidaknya ia bisa mendapatkan alasan mengapa Seona melindungi siapapun itu yang menamparnya.

Baekhyun ikut berada di balik selimut dan melingkarkan lengannya pada tubuh Seona, menariknya agar mendekat sampai punggungnya menyentuh dadanya. Baekhyun memberikan ciuman pada bahu Seona sebelum meletakkan dagunya di atasnya.

“Aku tahu kau melindunginya. Tetapi mengapa?”

Seona menggelengkan kepalanya. “Aku tidak melindungi siapapun,” sangkalnya.

“Seona, bicaralah padaku. Aku tidak-aku tidak bisa membantumu kalau kau tidak mengatakannya padaku. Kau tidak perlu menyebutkan namanya, tetapi setidaknya berikan aku alasan mengapa kau berpikir lebih baik melindunginya.” Baekhyun membujuknya, berharap Seona akan memberi tahunya. Walaupun hubungan mereka semakin dekat, Baekhyun tetap merasa ada sebagian dari diri Seona yang tidak membiarkan ia melihatnya. Sebagian diri Seona yang terus disembunyikan, berharap dirinya tidak akan menyadarinya.

Tetapi itu sudah jelas. Pertanyaan tertentu yang telah ia tanya, Seona akan menghindarinya atau memberikan jawaban yang jauh dari pertanyaan itu.

Baekhyun mengingat ketika ia bertanya jika Seona pernah menginginkan sebuah keluarga dan ia hanya mengangkat bahunya, memberikannya sebuah tatapan kosong sebelum mengganti topik pembicaraan.

Baekhyun menciumi leher Seona, berpikir bahwa mungkin jika ia menggodanya, Seona akan menjawabnya. Ia tahu itu manipulatif tetapi ia tidak dapat menemukan cara lain.

Bibir Baekhyun berpindah menuju telinga Seona lalu menggigitnya, dan ia merasakan tubuh Seona gemetar kembali, hanya kali ini karena apa yang telah ia lakukan. “Kumohon katakan padaku,” bisik Baekhyun.

“Aku-” Seona menutup matanya, tidak dapat berkonsentrasi. Sial, Seona tahu Baekhyun sedang menggodanya dengan sengaja, dan demi Tuhan itu cara yang sangat licik dan sangat efektif untuk membiarkan dirinya mengatakan padanya. “Itu tidak penting,” bisik Seona.

Tidak peduli bertapa liciknya itu, Seona menikmati apa yang Baekhyun lakukan padanya.

“Untukku, iya.”

Setelah beberapa menit, Seona tidak dapat menahannya lagi. “Aku takut,” bisiknya.

Baekhyun berhenti dan bangun dengan menahan menggunakan sebelah sikunya, menunduk untuk menatap Seona. Seona menolehkan kepalanya agar ia dapat melihat wajah Baekhyun. “Aku takut untuk mengatakan siapa dia, karena aku takut apa yang akan ia lakukan padaku- dan apa yang akhirnya akan ia lakukan padamu.”

Baekhyun menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Seona, kau tahu ia tidak akan menyakitiku-”

“Aku? Bagaimana denganku?” Seona duduk, memberikannya sebuah tatapan yang tidak dapat dijelaskan oleh Baekhyun. “Pria ini, dia adalah-” Seona terdiam, tidak yakin menyebutkan nama Joon Myeon dan juga ia tidak bisa menyebutkan bahwa dia ‘suaminya’.

Baekhyun kembali bertanya karena Seona terdiam cukup lama. “Dia siapa?”

“Temanku.” Kemudian Seona mengangkat bahunya. “Ia tidak pernah melakukan kekerasan padaku, bahkan tidak pernah berkata kasar padaku. Ia baik dan peduli padaku. Aku tahu tamparan itu hanya sebuah insiden, karena ia memegang lenganku. Dan ketika aku mencengkram pergelangan tangannya, tanpa sengaja ia menamparku sementara ia mencoba melepaskan cengkramanku. Tetapi…firasatku terus mengatakan bahwa ia menikmatinya. Ia menikmati ketika menyakitiku. Aku baru melihat sisinya dia yang seperti ini…dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Sebagian diriku ingin melindunginya, karena aku telah mengenalnya sangat lama. Tetapi sebagian lain, aku hanya sangat takut untuk mengatakan apapun tentang itu. Tetapi sebagian besar karena aku tidak tahu kalau sisinya ini sebenarnya memang sudah ada atau hanya imajinasiku saja.”

Ketika Seona tidak melanjutkan, Baekhyun menarik tubuh Seona ke pelukannya dan ia memeluknya ketika Seona membaringkan kepalanya diatas dadanya. Baekhyun menatap ke langit-langit ruangan dan mengusap punggung Seona dari atas ke bawah ketika Baekhyun mencerna apa yang Seona katakan.

Baekhyun dapat mengerti mengapa Seona merasa takut. Tetapi ia tidak mengerti mengapa Seona merasa perlu untuk melindungi ‘teman’ nya ini.

Tetapi itu tidak penting.

Baekhyun menatap Seona. Itu tidak penting jika ‘teman’ nya ini secara tidak sengaja menampar Seona. Kekerasan adalah kekerasan, tidak peduli seberapa kecilnya.

Tetapi yang penting adalah seseorang telah melakukan kekerasan pada kekasihnya. Tidak seorangpun harus menyakitinya. Tidak seorangpun harus membuatnya ketakutan. Dan tidak seorangpun harus membuatnya cukup takut karena ingin melindunginya. Seona tidak harus hidup di jalan yang seperti ini, menyembunyikan identitas orang itu ketika seharusnya ia mengadukannya atas kasus penganiayaan ataupun menuntutnya.

“Apa yang kau pikirkan?” tiba-tiba Seona berbisik.

“Tentang banyak hal.” Baekhyun merasa betapa tegangnya Seona, mungkin menunggunya untuk melanjutkan bertanya padanya.

Sebanyak ia menginginkannya, ia tidak ingin Seona mengakhiri semua ini dengannya. Baekhyun tidak menginginkannya untuk berpikir bahwa Seona membawanya ke dalam bahaya hanya karena menyebutkan nama temannya. Jika Seona mengakhiri hubungan dengannya, Baekhyun tidak akan pernah bisa melindunginya.

Satu-satunya cara adalah tidak menyebutkan tentang hal itu lagi dan tetap berada dekat dengannya. Melihat memar yang mungkin akan terlihat lagi dan mendengar petunjuk apapun yang pernah dikatakan oleh Seona.

Tetapi Baekhyun bersumpah, jika ia melihat memar itu lagi, ia sendiri yang akan membunuh si brengsek itu.

Baekhyun menggulingkan badannya menggunakan sikunya yang membuat Seona ikut terguling, dan posisi mereka saat ini berbalik-Baekhyun berada di atas Seona. Baekhyun menatap Seona.  “Tidak ada alasan bagimu untuk melindunginya. Sebenarnya, tidak alasan bagimu untuk berpikir bahwa orang ini pantas untuk dilindungi.”

“Aku tahu tapi-”

“Aku tahu. Aku tahu. Dia adalah temanmu. Dan kau takut apa yang akan ia lakukan baik padamu dan padaku kalau kau mengatakan padaku siapa dia.”

Seona mengangguk dengan pelan.

“Tetapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu berada disini bersamamu, kalau kau mengatakan padaku apa yang terjadi, oke?”

Seona tersenyum dan melingkarkan lengannya di sekitar leher Baekhyun dan memeluknya. Seona menutup matanya.

Begitu Baekhyun mengetahui tentang suaminya, ia tidak akan pernah mau bertemu dengannya lagi. Baekhyun tidak akan berada disana untuknya lagi. Baekhyun mungkin tidak mengetahuinya, tetapi ia tahu bahwa Baekhyun berbohong. Baekhyun tidak akan selalu berada disini untuknya karena suatu hari nanti ia akan pergi, dan hal terakhir yang akan ia lihat adalah punggung Baekhyun yang berjalan menjauhinya.

“Kau masih tegang,” bisik Baekhyun.

Seona tersenyum kembali dan sedikit mendorong tubuh Baekhyun. “Mungkin kalau kau bercinta denganku lagi, aku akan kembali rileks.”

Dan kemudian Baekhyun menciumnya.

to be continue…

83 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 7]

  1. Aku ikut panik bacanya, waktu baekhyun ketauan selingkuh._.
    jadi ini si joonmyun udah mau nunjukin dirinya yang sebenarnya? Duh bakal ada kekerasan lagi dong😦 ngeselin lama-lama si joonmyun?
    Semoga ending nya bahagia buat baek-seona

  2. tuh orang berdua ya … greget bgt bcanya author-nim ..
    suer ini demi apapun , aku dkung orang selingkuh jadinya gra” bca crita ini ..
    dan ak jd mkir” org selingkuh itu punya alasan , ya kan ?? /gak nanya / #plak .. 😆😅
    ibarat bangkai /jelek amat bangkai/ lama” juga ketahuan kalo d smbunyiin terus ..
    si junmen ama hyera tenggelemin aja d samudra , jahat sih jadi orang 😑😤
    author-nim .. semangat buat nulisnya ya .. d tunggu selanjutnya pkek banget” ☺😊😀😁

  3. mulai tegang nih
    mulai banyak yg tau mereka selingkuhh
    semoga mereka baik bak saja haha
    jujur deh mereka udah ber suami dan ber istri aja haha
    ditunggu kelnjutanya

  4. Omaigat, udah banyak banget yg tau kalo baek slingkuh
    Apalgi tmennya seona itu, kok jdi aku yg dag dig dug yaa

  5. Waah makin seru aja nihh. Satu persatu org pada tau mereka saling selingkuh dari pasangnnya.. Uhh cepet2 aja kebongkar biar baek-seona bahagia berdua..
    joonmyeon bakal tunjukin jati diri yg sebenarnya? Mau ngapain dia?apa mau main kekerasan lagi ke seona? Huaah bikin penasaraaaan.. Ditunggu nextnyaaa

  6. Waahhh makin seru,,,makin banyak yg tau hubungan mereka,,,semoga baek-seona cepet2 bahagia😀 Di tunggu chapter selanjutnya,,,Fighting😉

  7. mamin ke sini makin bnyak raasia yang terungkap ya
    aku penasaran apa adinya bila sema terungkapa secara bersamaan?

  8. entah mengapa suka scene baek-seona-jongin. itu lucu menurutku. kok yg scene terakhir bikin merinding. hahaha. keren pokoknya ff ini.

  9. Dunia cinta dan perselingkuhan memang menarik, penuh tantangan dan kelicikan. Sama seperti dua pasang manusia itu. Diawali dengan kebohongan yang ahirnya harus semakin banyak kebohongan untuk menutupi kebohongan lainnya. Baekhyun dan Seona sama sama exeutive muda yang terkenal seharusnya kan tahu kalau mereka sudah menikah dan tahu siapa pasangan masing masing. Tapi ini kan sebuah fiksi ya …. Ga kebayang nantinya saat Baekhyun tahu siapa Seona, mungkin sedikit dendam? Dan betapa sakitnya hati Seona juga karena dia pasti mereasa diperalat oleh Baekhyun karena dendamnya pada Junmyeon.
    Trus siapa dong selingkuhan Junmyeon? Junmyeon sepertinya akan menjadi sadistic ya melihat dia menikmati pukulannya pada Seona.
    Daebak!! Makin banyak konfliknya makin menarik ceritanya.

  10. Aaaa itu mau ketauan untung ga jadi ;))
    ahahaha aku baca ini tegang dan emosinya dapet bgt keren bgt lahhh

  11. wow udah banyak banget yang tau perselingkuhan mereka. ternyata masing2 istri dan suami mereka oranv jahat ya. lanjut baca chapter 8 ah ^^

  12. dan akhirnya sifat asli seseorang akan terbongkar seiring waktu.. Miria banget :’3

  13. huaaaa aku baru bisa komen selama2 berminggu2 hiatus .. waduh baekseona makin lengket aja nih makin PD aja making love kpn aja..joon myeon ngeri ihh tp menurutku cocok jg sih karakter itu buat suho.. mukanya suho ramah2 misterius gimana gitu..

  14. joonmyeon itu maunya apa sih, ngga cinta dinikahin, penasaran dulunya mereka pacaran atau gimana (?) waduuhh ikutan panik waktu baek-seona ketemu jongin, kirain saat itu juga baekhyun mau jujur sama seona. kirain juga seona mau jujur ke baekhyun pas ditanyain siapa yang nelfon, malah bohong lagi yah tentang siapa itu joonmyeon

  15. Aish mereka senengnye naena mulu dahh:3
    Kasian seona, kenapa dulu dia nikah sama joonmyeon? Apa dulu dia ngga mengenal/pdkt dulu gitu sama joonmyeon, biar lebih mengenal dulu gitu yaa..
    Jjangg!!

  16. Kayaknya mereka gak ahli banget sih selingkuhnya, bahkan udah keluar negeri aja masih ketauan. Ini mereka sial mulu sih haha. Tapi disini ditunjukin lagi sisi jahatnya Jun Myeon pasti nanti dia nyakitin Seona deh aduhhhhh jangan sampe mereka kenapa punya pasangan jahat semua sih

  17. yah kalo gini kejadiannya maah jadi dukung yg selingkuh kan. ga nyangka juga kan di awal kalo ternyata joonmyeon orang yg sperti itu. bagus karna baekhyun dan seona ketemu dan berhubungan, seengganya ada yg saling melindungi, krna nyatanya pasangan sah mereka masing2 ga mencintai mereka, bahkan punya rencana jahat buat mereka.
    semoga orang2 kaya chanyeol dan dongwook bisa bantu dan nyelamatin mereka.

  18. Entah kenapa aku malah jadi takut sama Junmyeon 😵😵
    Dan aku malah berharap Baek dan Seona cerai dari pasangan masing2, karena pasangan mereka gak tulus tuh. Konfilknya rumit niih

  19. Smkin seru aja kisah cinta terlarang Seona Baekhyun,,,dan dgn smkin dlm prasaan mrka smkin tkut rasa kehilangan itu mnghntui mrk brdua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s