Affairs of the Heart [Chapter 8]

Affair of the Heart(9)

AFFAIRS OF THE HEART

Kim Seo Na – Byun Baek Hyun – Byun Hye Ra – Kim Joon Myeon

Romance, Drama, Marriage Life

PG-17

Previous Chapter :

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3] [Chapter 4] [Chapter 5] [Teaser Chapter 6] [Chapter 6] [Chapter 7]

C H A P T E R  E I G H T

Hyera tidak dapat mempercayainya. Matanya membulat dengan kebencian dan kebingungan. Bagaimana itu mungkin? Bagaimana? Hyera sangat yakin  bahwa ia tidak akan pernah harus berurusan dengan hal itu. Rencananya telah berjalan sempurna.

Tetapi sekarang rencananya yang sudah seharusnya berjalan sempurna justru menjadi bumerang.

“Kau tidak ingin mempersilahkan kami masuk, Nona Shin? Ah tunggu, sekarang menjadi Nyonya Byun, kan?”

Hyera menatap dua orang di depannya dengan tidak senang. Hyera mengulurkan tangannya dan meletakkannya di pintu seakan-akan mengatakan bahwa mereka tidak diizinkan masuk ke dalam rumahnya.

“Tuan dan Nyonya Park,” ucap Hyera. “Betapa menyenangkan bertemu dengan kalian berdua lagi.” Hyera mengatakannya dengan sarkastik, mencoba untuk menutupi rasa gugupnya karena kedatangan mereka.

“Terkejut, kan?” Chanyeol berkata dengan santai.

Hyera menatap Chanyeol dengan tajam. “Kalian berdua sangat bodoh datang kesini lagi. Kupikir aku berkata bahwa aku akan mengirimkan informasi yang aku punya ke tabloid kalau kalian mencoba untuk kembali lagi. Kau tahu, aku masih memilikinya.” Itu adalah kebohongan. Hyera telah membakarnya setelah mereka pergi, berpikir bahwa mereka tidak akan pernah kembali lagi, tetapi mereka tidak mengetahui itu.

“Ya kau benar, tapi kau tahu Hyera, kami pergi karena ingin melindungi Baekhyun. Kami tidak peduli apa yang kau tulis tentang kami, tetapi kami khawatir tentang perusahaannya. Perusahaannya baru-baru ini mendapatkan reputasi yang sangat bagus. Kalau kau memberikan publikasi yang buruk tentangku-sebagai rekannya-akan menghancurkan semuanya. Tetapi kami tetap mengawasi Baekhyun selama dua tahun sejak kami pergi. Kami bahkan juga mengawasimu.”

“Kau benar-benar tidak seharusnya ikut dalam acara tersebut ketika kau tidak menyukainya,” ucap Haneul, mengangkat sebelah alisnya. Ia sama sekali tidak menyesal datang kesini. Ia ingin melihat Hyera menderita. Jadi ia melanjutkannya, “Kami telah pergi ke Jepang dan berlangganan koran dan majalan yang berhubungan dengan Korea. Kami membaca setiap artikel tentang kalian berdua. Kami telah mendengar tentang beberapa amal yang kau donasikan, walaupun aku sangat yakin Baekhyunlah yang satu-satunya mendonasikan sementara ia mengatakan pada wartawan bahwa kalian berdualah yang mendonasikan. Dan kami telah datang sejak  kamis minggu kemarin.”

Hari ini adalah selasa, berarti lima hari yang lalu. Apa yang membuat mereka membutuhkan waktu yang lama untuk datang ke rumahnya? Bukan berarti Hyera ingin bertemu dengan mereka, tetapi ia setidaknya akan memperkirakan mereka untuk datang langsung padanya, untuk menunjukkan pada dirinya bahwa mereka telah kembali.

Kecuali jika mereka datang langsung kepada suaminya dan mengatakan semuanya. Seketika Hyera terpaku akan pemikirannya.

“Baekhyun tidak akan memercayai mereka,” pikirnya dengan penuh kekalutan. Tidak setelah mereka tidak datang ke pernikahannya dan Baekhyun. Baekhyun sangat mencintainya, ia tidak akan memercayai mereka.

Akankah Baekhyun tidak memercayai mereka?

Haneul melanjutkan, “Kami tahu bahwa kau akan mencoba mengancam kami lagi, tetapi kami tahu itu tidak ada gunanya. Chanyeol tidak lagi seterkenal dulu lagi. Kepergian Chanyeol selama dua tahun telah membuat orang-orang melupakannya. Tetapi paling penting, Chanyeol bukan lagi bagian dari perusahaan Baekhyun.”

Hyera tidak dapat memercayainya. Haneul benar. Mengancam mereka untuk pergi kembali tidak ada gunanya. Hyera pikir dua tahun yang lalu -sehari sebelum pernikahannya- mereka pergi karena peduli akan reputasi mereka. Chanyeol telah bekerjasama dengan Baekhyun, jadi jelas, Chanyeol akan mendapatkan sedikit publikasi. Hyera telah berpikir bahwa Chanyeol peduli akan reputasinya ketika ia pergi, tetapi sekarang Hyera tahu bahwa selama ini mereka melindungi Baekhyun.

Dan sekarang Hyera tidak tahu bagaimana caranya untuk menyingkirkan mereka.

“Mengapa kalian disini?” tuntut Hyera.

“Tentu saja untuk menemuimu. Kami belum mengatakan pada Baekhyun-walaupun tidak benar juga. Lebih tepatnya Baekhyun tidak ingin berbicara dengan kami.”=

Hyera tersenyum dengan puas.

“Tetapi,” lanjut Haneul, melangkah ke depan hingga hanya tersisa seinci antara dia dan Hyera. “Baekhyun lambat laun akan penasaran tentang kami. Ia akan ingin tahu mengapa kami pergi, mengapa kami kembali. Kemarahannya akan berkurang dan akan tergantikan oleh rasa penasarannya. Kemarahan, lalu rasa penasaran dan tebak apa yang akan Baekhyun lakukan ketika ia datang pada kami untuk meminta jawabannya?”

“Baekhyun tidak akan pernah memercayaimu,” ucap Hyera, mencoba untuk tetap tenang.

“Mungkin awalnya, tetapi lambat laut ia akan tahu kami berkata dengan jujur. Dan kalau ia keras kepala dan tidak memercayai kami, aku akan melakukan apapun dengan kekuasaanku untuk menjatuhkanmu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu membawa-bawa anakku ke dalam masalah ini. Anakku sudah pergi dan aku tidak senang kau memanfaatkan kematiannya untuk menyingkirkan kami.”

Chanyeol tetap terdiam. Ia tahu bahwa diluar istrinya terlihat lemah tetapi sebenarnya tidak. Ini adalah sesuatu yang istrinya harus lakukan, dan Chanyeol tidak ingin menjadi penengahnya. Disamping itu, pria bodoh mana yang mencoba berada ditengah-tengah pertengkaran wanita secara verbal ataupun fisik?

“Jadi aku ingin kau tersiksa, Hyera. Aku ingin kau bangun setiap pagi memikirkan kami, tidur setiap malam memikirkan kami. Setiap menit memikirkan kami.”

Haneul mundur kebelakang dan menuju sisi Chanyeol. “Setiap menit,” ucap Haneul kembali. Chanyeol dan Haneul menatap satu sama lain sebelum pergi.

Hyera mencoba untuk bernafas ketika ia melihat mereka pergi dari perkarangan rumahnya. Perlahan, Hyera berjalan kembali masuk kerumahnya dan menutup pintu. Ia bersyukur suaminya tidak berada di rumah. Justru berada di kantor, dan ia hanya mengangkat bahunya memikirkan apabila Baekhyun berada disini bersamaan dengan mereka. Semua konsekuensi yang mungkin terjadi terlintas dipikirannya. Hyera mengutuk mereka karena datang kembali. Ia harus menyingkirkan mereka sebelum mereka mengatakan semuanya pada Baekhyun. Tetapi bagaimana? Ia tidak dapat mengancam mereka kembali. Pastinya ia tidak dapat membunuh mereka. Baekhyun akan curiga dan pasti akan menginvestigasinya.

Hyera tahu bahwa Haneul benar. Baekhyun tidak mau berbicara pada mereka karena ia marah, bukan karena ia membenci mereka. Baekhyun, Chanyeol dan Haneul telah berteman sejak beberapa tahun yang lalu bahkan sebelum ia datang di tengah-tengah mereka. Kemarahan tidak akan pernah menghapus kenangan dan rasa sayang Baekhyun kepada mereka. Mereka sudah seperti keluarganya. Jadi, lambat laun, Baekhyun akan penasaran dan ingin tahu mengapa mereka kembali. Dan mereka pasti dengan senang hati akan menjawabnya.

Hyera tidak bisa mengambil resiko. Ia harus melakukan sesuatu! Ia yakin pada akhirnya semuanya akan kembali seperti semula.

Dengan menghela nafas, Hyera berjalan menuju ruang tamu dan duduk, mencoba untuk berpikir. Tetapi hanya dua pertanyaan yang terus berada dipikirannya.

Kapan mereka akan memberitahu Baekhyun?

Dan pertanyaan yang telah menghantuinya sejak hari dimana Chanyeol dan Haneul berbicara padanya, Bagaimana mereka mengetahuinya?

.

.

.

Suasana sarapan pagi terasa hening ketika Seona makan makanannya dengan diam. Ia dapat merasakan Joon Myeon memerhatikannya daritadi tetapi ia berusaha untuk menghiraukannya. Semalam Seona telah menyelesaikan pekerjaannya dan menjemput Joon Myeon dari bandara, tetapi ketika perjalanan pulang suasananya sangat hening. Beberapa kali Joon Myeon mencoba untuk memulai percakapan tetapi Seona hanya memberikan tatapan dinginnya atau menganggukkan kepalanya dan seiring berjalannya waktu, Joon Myeon sadar bahwa Seona hanya menjemputnya karena ia telah berjanji padanya.

“Cukup, Seona, kau tidak bisa menghiraukan aku selamanya.”

Seona hanya menatap sekilas dengan tatapan kosong dan meletakkan garpunya. Seona menyeruput minumnya, melirik Joon Myeon dari atas tepi gelasnya.

“Dengar, aku tahu kau marah padaku tapi kau harus percaya bahwa aku tidak sengaja menamparmu. Aku bersumpah di atas makam ibuku.”

Seona meletakkan gelasnya dan menyenderkan badannya ke kursi, masih memberikan tatapan kosongnya. Ia tahu bahwa tamparan itu tidak sengaja, tetapi  cara Joon Myeon mencoba untuk mengontrolnya yang ia tidak akan pernah maafkan. Menyuruhnya dan mengatakan padanya bahwa ia tidak mengizinkannya untuk pergi. Seona mungkin akan memikirkannya kalau Joon Myeon memintanya untuk tidak pergi dengan baik-baik, tetapi ia justru mulai menuntutnya untuk tetap dirumah.

Joon Myeon menghela nafas dengan berat. “Aku minta maaf, sayang. Aku hampir mati ketika tanganku menamparmu. Tapi aku tidak akan pernah menamparmu lagi. Aku berjanji.”

Seona menyadari Joon Myeon meminta maaf karena menamparnya, walaupun tidak yakin apakah ia serius, tetapi Joon Myeon tidak meminta maaf karena sikapnya juga tidak menjelaskannya.

Jadi, Seona tidak mengatakan apapun dan hanya menunggu.

Joon Myeon mengepalkan tangannya dengan keras sehingga telapak tangannya memutih. Ia tahu Seona menunggunya untuk meminta maaf karena ia telah mencoba untuk mengontrolnya, tetapi harga dirinya terus menahannya untuk tidak melakukan itu. Ia adalah seorang pria; itu sudah cukup buruk baginya untuk meminta maaf telah menampar Seona ketika, sebenarnya, ia pantas mendapatkannya, tapi untuk meminta maaf karena mengatakan sesuatu yang benar? Mengatakan bahwa ia adalah seorang istri dan bukan yang lain? Tidak, Joon Myeon tidak akan melakukannya.

Jadi bagaimana ia bisa membuat Seona kembali seperti dulu?

Joon Myeon ingin berteriak padanya, tetapi itu hanya akan membuatnya semakin marah, dan siapa yang tahu apa yang akan Seona lakukan ketika ia marah. Tidak, Joon Myeon perlu Seona menjadi takut padanya dan kemudian ia pada akhirnya akan dapat keluar dari ‘cangkangnya’.

Tetapi lagi, bagaimana ia bisa membuat Seona kembali seperti dulu?

Hanya ada satu cara untuk melakukannya. Joon Myeon telah mencoba secara verbal dan sekarang waktunya secara fisik. Ia berdiri dan mengitari meja makan. Joon Myeon melihat mata Seona sedikit membulat, walaupun tampaknya Seona mencoba untuk tetap tenang. Joon Myeon meraih lengan Seona, menariknya ke dalam pelakukannya dan melingkarkan lengannya pada tubuh Seona.

Mata Seona membulat sempurna, tidak lagi mencoba untuk mengontrol ekspresi wajahnya. “Jangan coba-coba menciumku,” desisnya pada Joon Myeon. Untuk sesaat Seona melihat kepuasan di mata Joon Myeon dan lantas ia tahu bahwa ia telah memberikan apa yang Joon Myeon inginkan. Seona baru berbicara padanya setelah semalaman dan pagi ini tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Joon Myeon. “Lepaskan aku, Joon Myeon.”

“Mengapa?” gerutu Joon Myeon.

“Mengapa? Bukankah itu sudah jelas? Kau memaksaku dari seorang wanita independen menjadi istri yang harus bersembunyi dibalik baying-bayang suaminya! Dan ditambah lagi, kau menamparku!”

“Itu tidak sengaja!” Joon Myeon tiba-tiba berteriak. Kemudian mengambil nafas dalam-dalam dan terdiam sejenak. “Itu tidak sengaja.” Joon Myeon mengulang kalimatnya dengan nada bicara yang lebih tenang. “Dan aku sudah gila karna mengatakan hal seperti itu.”

Seona menatap Joon Myeon, menginginkannya untuk meminta maaf. Tetapi Joon Myeon tidak melakukannya dan hanya menatapnya balik, menginginkan Seona untuk meminta maaf padanya. Joon Myeon sudah gila karena membiarkan dirinya mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya ia ucapakan.

“Apakah Joon Myeon selalu berpikir begitu?” pikir Seona, tiba-tiba menyadari bahwa mungkin Joon Myeon memang selalu berpikir bahwa ia tidak lebih dari seorang istri. Tidak pernah menjadi seorang wanita independen. Tidak penah menjadi seorang wanita karier. Bagaimana bisa ia dipandang seperti itu? Bagaimana bisa ia menikahinya!

TIba-tiba kehidupan pernikahan mereka terlintas dipikirannya, dan ia baru menyadari bahwa selama ini Joon Myeon telah mengontrolnya. Seona selalu memberikan apa yang Joon Myeon inginkan, karena ia akan selalu membuatnya meragukan keputusannya. Joon Myeon mengizinkannya untuk membangun Eye Avenue tetapi agar ia tidak mencurigai sisi kejamnya, jadi Seona tidak akan menuduhnya karena telah mengontrol dirinya. Sekarang Seona menyadari bahwa kebebasan yang pernah ia dapatkan ketika ia berada di Eye Avenue, ketika ia mendekorasi rumah orang lain. Selebihnya ia pergi bersama teman yang Joon Myeon kenal, ia tidak dapat melakukan apa yang ia inginkan, karena Joon Myeon selalu membuatnya meragukan keputusannya.

Sampai ia memutuskan untuk pergi ke Italia.

Selama tiga tahun, Joon Myeon telah mengontrol kehidupannya, dan ia tidak pernah mencurigainya.

Dan ketika untuk pertama kalinya Seona menentangnya, Joon Myeon menamparnya.

Dan tiba-tiba ia ingin menangis.

Sisi baru Joon Myeon bukanlah imajinasinya. Itu nyata. Itu ada. Selama ini Seona berharap itu tidak nyata. Tetapi itu nyata. Bahkan sangat nyata.

Seona melangkah mundur ke belakang, semua keinginannya untuk berdebat dengan Joon Myeon lenyap. “Kau siapa?” bisik Seona, menatapnya seperti ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengannya. Mata Seona melebar dengan ketidakyakinan, dan sedikit ketakutan.

Saat itu juga Joon Myeon tahu bahwa sudah waktunya ia keluar dari ‘cangkangnya’. Ia tidak membuang waktu. “Suamimu,” gumam Joon Myeon dengan lembut, membawa Seona ke pelukannya. Joon Myeon merasakan tubuh Seona yang tegang. “Satu-satunya pria yang kau cintai. Satu-satunya pria yang akan membunuh siapapun hanya untuk bersamamu.”

Dan karena Seona memercayainya, ia tidak mengatakan apapun.

.

.

.

“Dan katakan pada mereka untuk selalu, selalu, memeriksa kalau mesin pembuat kopinya sudah mati sebelum meninggalkan kantor setiap hari, terlebih lagi jika koran berada dekat disitu,” kata Baekhyun dengan letih ketika ia duduk dikursinya. Karyawan tersebut mengangguk sebelum pergi dari ruangan Baekhyun.

Baekhyun menghela nafasya, ia sedikit tidak percaya bahwa kantornya bisa terbakar. Semua ini karena mesin pembuat kopi telah ditinggalkan semalaman bersama sebuah koran di dekat mesin tersebut. Kantin kantornya sekarang semuanya terbakar, tetapi ia bersyukur bahwa sebuah alat pemancar air yang terpasang di dapur kantin menyala dan dapat memadamkan api tersebut. Itu akan membutuhkan biaya yang cukup mahal untuk memperbaikinya, tetapi sebelumnya semua karyawan harus makan di meja mereka masing-masing ketika jam makan siang.

Tidak ingn memikirkan apa yang telah terjadi, Baekhyun mulai berpikir akhir pekannya di Italia. Itu sangat luar biasa. Kecuali untuk dua pria yang hampir membongkar rahasianya. Semuanya berjalan dengan lancar dan mereka menikmatinya. Akhir pekannya di Italia itu telah memungkinkannya bersama Seona tanpa harus khawatir dengan orang lain.

Tetapi yang paling penting, yang terus berada dipikirannya adalah kenyataan bahwa seseorang telah menamparnya. Hanya satu kali itu penah disebutkan ketika Seona mendapatkan telepon-ia berasumsi–dari seseorang yang telah menamparnya. Bahkan sampai sekarang, amarahnya memuncak ketika ia mengingat memar yang berada di pipinya. Seona tidak ingin memberi tahunya siapa itu, tetapi Baekhyun akan mencari tahunya. Ia benar-banar akan mencari tahunya.

Tok, tok.

Baekhyun menatap seseorang yang memasuki ruangannya, kemudian menatapnya. “Kupikir aku berkata-”

“Kau mengenalku, Baekhyun. Aku tidak akan menyerah.” Chanyeol tersenyum saat ia masuk ke ruangan Baekhyun dan menutup pintunya. “Haneul tidak disini. Ia tidak tahu aku disini. Ia percaya aku pergi untuk jalan-jalan. Jadi, hanya kau dan aku. Aku tidak ingin Haneul terluka karna membicarakan tentang bayinya.”

Baekhyun mencondongkan tubuhnya, tatapan tajamnya tidak terlepas dari wajahnya. Baekhyun tahu bahwa ia tidak akan bisa mengeluarkan Chanyeol dari kantornya. Ia mengingat dengan baik bahwa Chanyeol tidak pernah menyerah pada apapun. Chanyeol adalah seorang pria brengsek yang keras kepala dan tidak menyerah sampai apa yang ia inginkan tercapai. Jadi, lebih cepat Chanyeol mengutarakan apa yang ingin ia katakan, lebih cepat Chanyeol akan pergi dan keluar dan pergi dari kehidupannya.

Tetapi Baekhyun masih merasa marah pada Chanyeol, jadi Baekhyun berkata dengan nada mengancam, “Kau masih punya keberanian datang kesini, Chanyeol.”

“Kau harus mendengarkanku.”

“Tidak, tapi karena aku ingin kau pergi, aku akan memberikan kau kesempatan untuk bicara–sekarang.”

“Baekhyun, kau perlu tahu kebenaran tentang Hyera.”

“Mengapa kita perlu membicarakan tentangnya? Hyera tidak berhubungan-”

“Ia ingin hamil.”

Baekhyun menatap dengan tidak percaya. “Setiap istri ingin hamil. Apa hubungannya dengan-

“Berapa banyak istri ingin hamil dan menggunakan bayinya sebagai senjata untuk membunuh suaminya?”

Keheningan menyelimuti mereka, menatap satu sama lain.

“Apa?” Baekhyun berdiri dari kursinya secara tiba-tiba hingga membuat sebuah barang terjatuh ke lantai. “Itulah mengapa kau datang kesini untuk mengatakan hal itu padaku?! Omong kosong!”

Dengan tenang, Chanyeol menjawab, “Itu bukan omong kosong. Aku dan Haneul mendengar istrimu menjelaskan sebuah rencana pada pelayannya dua tahun yang lalu. Tapi aku tidak ingin mengatakannya padamu karena kau tidak akan percaya padaku dan aku tidak ingin membuang waktuku untuk sesuatu yang nanti kau akan ketahui dengan sendirinya. Aku datang untuk mengatakan bahwa istrimu memanfaatkan situasiku dengan Haneul untuk keuntungannya. Aku tidak tahu bagaimana ia mengetahui bahwa bayi yang dikandung Haneul masih belum diketahui siapa ayahnya. Tetapi Hyera mengetahui tentang hal itu.”

“Kau berbohong,” desis Baekhyun. “Aku tahu istriku dengan baik.”

“Kau tidak tahu bahwa Hyera menggunakan topengnya setiap kali kau berada disekitarnya. Hyera mengarang cerita, Baekhyun. Dia sebenarnya mengarang cerita bagaimana aku menyetir mobil seperti orang gila dan dengan sengaja melaju keluar dari jalan untuk membunuh bayi itu karena aku tidak bisa memungkiri bahwa bisa saja itu bukan anakku. Kau tahu dengan baik bahwa aku menyayangi anak itu, tidak peduli bagaimanapun keadaannya. Kau tahu ketika aku sedang berada dalam perjalanan ke rumah sakit untuk tes DNA, tiba-tiba ban mobilku pecah. Itu kecelakaan. Itu kecelakaan!”

Mengingat insiden itu membuat tubuh Chanyeol bergetar karna kemarahan dan kesedihan yang ia rasakan atas kehilangan bayi itu. Ia telah menyalahkan dirinya sendiri sejak lama bahwa Hyera hanya –, yang membuat itu semakin buruk. Beberapa kali Chanyeol mencoba untuk membunuh dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa sakitnya, tetapi tidak ada satupun yang tahu itu. Tidak ada satupun.

Baekhyun memandang Chanyeol yang menjadi terdiam, matanya terlihat tidak fokus. Baekhyun sedikit bingung bagaimana Chanyeol menjelaskan ceritanya. Pertamanya Chanyeol mulai berbicara dengan tenang tetapi kemudian suaranya menjadi semakin membesar sampai itu terdengar seperti ia akan berteriak.

Tetapi Baekhyun tidak memercayai ceritanya. Hyera tidak akan melakukan hal seperti itu.

“Itu sebuah insiden,” gumam Chanyeol. “Aku harus pergi dengan Haneul atau Hyera akan mempublikasi semua informasi itu. Dan itu akan menghancurkanmu.”

“Aku tidak percaya denganmu.”

“Tidak…kupikir kau tidak. Asal tahu saja kami pergi karena ingin melindungimu dan juga perusahaanmu. Setenagh dari uangku berada disini, dan perusahaan ini seperti anakku sendiri. Aku harus melindunginya dan aku harus melindungi teman baikku.”

“Perusahaan ini, Chanyeol, bukan anakmu melainkan anakku. Aku tidak pernah menggunakan uangmu, Chanyeol. Ketika kau pergi, aku tidak ingin apapun yang berhubungan denganmu, termasuk uangmu. Aku membangun perusahaan ini, aku pemiliknya. Dan sekarang aku ingin kau pergi dari sini. Aku muak dan lelah dengan kebohonganmu. Aku muak dan lelah karena kau menggunakan Hyera sebagai alasanmu untuk tidak berada di pernikahanku sebagai pendampingku dan tidak menghubungiku lagi. Teman baikku, yang aku tahu sejak kecil, tidak berada di sana di hari yang paling penting dalam hidupku.”

Dan untuk pertama kalinya Baekhyun membiarkan Chanyeol melihat luka yang ia rasakan saat Chanyeol tidak berada di hari pernikahannya,

“Kita sudah melewati masa-masa sulit, Chanyeol! Kita seperti saudara, kita bahkan pernah menjadi laki-laki yang paling popular di sekolah! Aku bahkan telah membantumu ketika kau tidak masuk kelas agar kau bisa bersama dengan Haneul saat pertama kali kalian bertemu! Kita adalah teman baik dan kau masih melewatkan pernikahanku! Aku bahkan cukup bodoh untuk memintamu menjadi pendampingku karena aku menginginkanku, seorang pria yang kusayangi seperti saudaraku sendiri, untuk merayakan hari yang paling bahagia dalam hidupku dan kau tidak berada disana. Kau tidak berada disana, pengkhianat!” Baekhyun berteriak pada kalimat terakhir.

“Kemudian kau menghilang dan bahkan tidak berani mengatakan padaku mengapa kau tidak berada disana! Kau mengkhianati pertemanan kita, dan aku tidak ingin membiarkan kau meyakinkanku dengan kebohonganmu bahwa alasan kau pergi karena istriku! Sekarang, pergi!”

Chanyeol tidak dapat percaya bahwa ia telah menyakiti Baekhyun sebanyak ini. Tetapi seperti yang Baekhyun katakan, mereka seperti saudara. Setelah lulus dari sekolah menengah atas, mereka pindah dari China ke Korea bersama-sama. Mereka mengambil jurusan yang sama di universitas yang sama. Mereka hampir melakukan semuanya bersama-sama.

Baekhyun memercayainya untuk berada di hari pernikahannya, untuk membantunya, untuk memberikan nasehat padanya kalau ia merasa kakinya dingin. Baekhyun tidak memiliki keluarga disini, kedua orang tuanya meninggal. Ayahnya meninggal ketika ia berusia tiga tahun dan ibunya meninggal lima tahun yang lalu, dan kakaknya tinggal di China. Chanyeol merupakan satu-satunya ‘keluarga’ Baekhyun di Korea dan ia tidak berada di hari yang paling penting bagi hidup Baekhyun.

“Baik, aku akan pergi. Tapi kumohon jangan membuat Hyera hamil.”

“Pergi,” ucap Baekhyun dengan gigi yang terkatup rapat.

Baekhyun memandang tempat Chanyeol berdiri sebelum ia memukul mejanya. “Ia adalah seorang pembohong dan pengkhianat,” gumamnya. “Hyera tidak membuat mereka pergi. Mereka pergi karena keinginan mereka sendiri. Mereka mengkhianatiku. Itu bukan kesalahan Hyera. Itu bukan kesalahan Hyera. “ Baekhyun terus bergumam kalimat yang sama, tetapi tidak peduli berapa kali ia mengatakan itu, ia tidak dapat menghilangkan pikirannya yang terus mengatakan padanya bahwa Hyera benar-benar orang yang membuat mereka pergi dan menghancurkan pertemanannya.

.

.

.

Chanyeol memasuki mobilnya yang telah menunggunya di pelataran parkir perusahaan Baekhyun.

“Bagaima kau menjelaskan ketidakhadiranku?”

“Aku hanya mengatakan bahwa kau pergi jalan-jalan dan kau tidak tahu aku disini ketika aku memeringatinya tentang Hyera-lagi.”

“Bagaimana? Apa dia menerimanya?” tanya Haneul.

Chanyeol tersenyum padanya. “Aku pikir ia mulai percaya. Aku mengenalnya dengan sangat baik. Ia akan mencari kita cepat atau lambat.”

“Tetapi ia tidak akan bisa mencari kita.”

“Benar sekali. Ia akan dipaksa untuk mencari tahu semuanya dengan sendirinya.” Chanyeol menangkup pipi Haneul. “Dia pintar. Sebenarnya aku berharap kita dapat mengatakan semuanya, tetapi ia tidak akan pernah memercayai kita. Satu-satunya cara agar ia dapat percaya kebenarannya kalau ia mencari tahunya sendiri. Aku mengenalnya, pertama ia akan menuntut kebenaran dari Hyera, tetapi Hyera akan menyangkal semuanya.”

Haneul mengangguk.

“Ketika Baekhyun menuntut kebenaran dari Hyera, Hyera akan menyadari bahwa rencananya hancur berantakan. Kemudian ia akan menjadi khawatir dan cepat atau lambat Hyera akan lupa untuk melakukan sesuatu dan Baekhyun akan mengetahui kebenarannya.”

“Oh,” ucap Haneul, sekarang ia mengerti.

“Ya. Jadi yang harus kita lakukan sekarang adalah duduk dan menunggu.”

.

.

.

Seona mengela nafas dengan puas ketika ia melihat ruang tamu yang sudah selesai dihias ulang. Seona dan karyawannya melakukan pekerjaannya dengan baik dan telah menyelesaikan beberapa ruangan. Ia berjalan menuju ruang kerja dan melihat-lihat, menyadari semuanya berwarna gelap.

“Ini pasti milik suaminya,” pikir Seona.

Hanya berpikir tentang suami membuat Seona teringat Joon Myeon dan ia mengangkat bahunya.

Kapan Joon Myeon berubah? Kapan ia menjadi orang yang kejam? Seona sekarang tahu bahwa tamparan tersebut telah memberikannya sebuah kesenangan yang besar. Seona mengetahuinya ketika Joon Myeon sengaja

Joon Myeon sewenang-wenang dan suka mengontrol, dan itu adalah pemikiran pertamanya untuk meninggalkan dia dan pergi ke tempat manapun, dimana pun. Tetapi bagaimana jika Joon Myeon datang mengejarnya? Seona terlalu takut untuk pergi. Tetapi ia perlu pergi jika ingin tetap dalam keadaan utuh. Seiring berjalannya waktu, Joon Myeon akan memukulnya, tidak peduli apapun kecuali penderitaannya.

Dan ia akan menderita. Wanita mana yang tidak akan menderita setelah ditampar oleh pria yang ia cintai?

Seona ingin berlari ke pelukan Baekhyun, mengatakan padanya apa yang terjadi dan meminta perlindungan. Tetapi ia tidak bisa melakukan itu. Jika Seona melakukan itu, maka ia akan mengatakan pada Baekhyun tentang Joon Myeon, tentang pernikahannya. Baekhyun mungkin hanya akan berkata bahwa ia berhak mendapatkan perlakuan itu. Dan Baekhyun benar. Ia pantas mendapatkannya, setelah berselingkuh dibelakang suaminya. Tapi ia sangat takut untuk melawan Joon Myeon. Ia sangat takut untuk mengatakan semuanya pada Baekhyun.

Ia hanya takut.

Seona menggelengkan kepalanya, ingin semua pemikiran itu menghilang dari pikirannya. Itulah alasan utama ia datang kesini, untuk menghilangkan pikirannya tentang Joon Myeon dan masalah yang sekarang sedang ia hadapi. Hanya kamar tidur Hyera dan suaminya yang masih tersisa, dan kemudian Hyera akan dapat mengadakan acara yang telah ia rencanakan.

Sampai saat ini, semua di rumah ini memiliki sedikit ornamen-ornamen khas China. Seona bahkan telah meletakkan sedikit hiasan naga di beberapa tempat. Tetapi Seona benar-benar bingung apa yang akan ia lakukan untuk ruangan ini. Ia tidak pernah bertemu suami Hyera, tidak pernah melihat fotonya, jadi ia tidak dapat hanya berasumsi apa yang suami Hyera akan suka. Semua ruangan yang sudah ia selesaikan Hyera menyukainya, tetapi Hyera tidak pernah mengatakan jika suaminya menyukainya juga. Seona pernah bertanya sekali, tetapi Hyera hanya menutup matanya dan mengganti topik.

Seona berjalan di sekitar ruang kerja, mencari apapun yang akan memberikannya petunjuk apa yang disukai oleh suami Hyera. Seona melihat beberapa buku di rak buku di ruangan tersebut. Tidak satupun petunjuk yang terlihat.

Tiba-tiba, Seona melihat sebuah dasi berada di atas kursi berbulu yang besar. Warnyanya hitam dengan abu-abu serigala. Seona tersenyum simpul.

Itu adalah dasi yang sama dipakai Baekhyun.

Seona tersentak ketika ia mendengar sebuah pintu dibanting=. Kemudian sebuah teriakan terdengar, memanggil Hyera.

Itu pasti suaminya.

Rasa penasaran menyelimutinya. Seona tidak pernah melihatnya dan mau tak mau merasa bahwa ini akan menjadi kesempatannya. Mungkin hanya melihat karakteristiknya, ia akan mengetahui apa yang ia lakukan pada ruang kerja suami Hyera. Seona keluar dari ruangan tersebut dan mencoba untuk mengikutinya. Suami Hyera menuju anak tangga, karena ruang kerja berada di bawah, maka Seona juga menuju anak tangga. Seona mendongakkan kepalanya dan melihat celana panjang suami Hyera, tetapi ia berjalan dengan cepat jadi ia tidak dapat melihat apapun. Seona ingin mengikutinya ke atas ketika seorang pelayan-yang selalu menatapnya dengan tajam-mendekatinya. Seona sempat bertanya-tanya darimana asalnya.=

“Ruangan yang kau dekorasi ulang berada di bawah. Kau tidak diizinkan naik ke atas.”

“Aku tahu, aku hanya ingin mengatakan pada Hyera-”

“Aku akan mengatakan padanya bahwa kau berharap untuk berbicara padanya dan ia akan menemuimu.”

Seona menghela nafas, mengetahui bahwa ia tidak akan dapat melihat siapa suaminya Hyera. “Baik,” gumam Seona dengan kecewa. “Apa yang ingin aku katakan adalah aku akan pergi dan membutuhkan waktu seminggu lagi sebelum aku menyelesaikannya semuanya.”

Seona berjalan menuju ruang tamu, mengambil tasnyam dan berjalan keluar dari rumah Hyera. Seona berhenti dan menatap balik, melihat pelayan itu yang mengikutinya. “Kau tahu..” Seona mulai berbicara ketika ia melihat tatapan tajam yang pelayan itu berikan. “Aku tidak melakukan kesalahan sama sekali untuk pantas mendapatkan tatapan itu.”

Seona berjalan keluar meninggalkan pelayan itu yang menatapnya dengan marah.

.

.

.

“Apa benar?!” Baekhyun berteriak lagi. Ia menatap Hyera yang duduk di atas tempat tidur dan menatap Baekhyun seakan-akan Baekhyun gila. “Apa kau membuat mereka pergi?”

“Tentu saja tidak!” Hyera berteriak balik seraya berdiri. “Kecilkan suaramu, ada orang lain disini dan aku tidak ingin ia mendengarnya.”

“Seperti aku peduli dengannya!” bentak Baekhyun, tetapi ia tidak mengecilkan suaranya. “Sekarang katakan padaku mengapa Chanyeol mengatakan bahwa kau mengancam mereka!”

“Karna mereka membenciku! Mereka selalu membenciku!”

“Mereka menyukaimu. Dan bahkan kalau mereka tidak, mengapa mereka berbohong?”

“Pertama, Baekhyun, mengapa mereka akan mengatakan padamu mereka membenciku ketika apa yang mereka inginkan kebahagiaanmu? Itu jelas mereka berppura-pura menyukaiku hanya untuk membuatmu senang! Dan kedua, mereka akan mengatakan apapun untuk mendapatkan sisi baikmu.”

“Kalau semua apa yang mereka inginkan adalah kebahagiaanku, mereka tidak akan pergi dan mereka tidak akan berada disini lalu mengatakan padaku bahwa itu adalah kesalahanmu!”

Hyera mengepalkan tangannya. Semuanya hancur berantakan. Ini tidak bisa terjadi! Ini tidak bisa! Pada akhir sembilan bulan nanti, Baekhyun akan mati, tetapi jika semuanya terbongkar sekarang dan Baekhyun menceraikannya, maka ia sendiri yang akan lenyap!

“Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan padamu, Baekhyun. Mereka tidak menyukaiku, lalu mereka pergi. Aku tidak tahu mengapa mereka berbohong padamu sekarang. Aku tidak tahu mengapa mereka kembali lagi, semua yang kutahu adalah aku tidak membuat mereka pergi.”

“Apakah kau tahu tentang anak mereka?” tanya Baekhyun secara tiba-tiba.

“Tentu saja tidak!” Hyera menatap Baekhyun dengan marah. “Aku tidak bisa percaya kau akan memercayai kata-kata mereka daripadaku.” Hyera berdesis dan dengan cepat meninggalkan kamar mereka.

Baekhyun menatap kepergian Hyera dan berkeinginan untuk mengejar Hyera. Tidak untuk meminta maaf tetapi memanggilnya seorang pembohong.

Ketika ia masuk ke dalam kamar mereka, Baekhyun sebelumnya tidak mengatakan anak Haneul. Dan ia hanya menuntut sebuah kebenaran, menuntut jika ia telah mengancam Chanyeol dan Haneul untuk pergi. Baekhyun tidak mengatakan pada Hyera bagaimana Chanyeol menceritakan padanya. Semua yang Baekhyun ingin tahu adalah jika Hyera adalah alasan mereka pergi.

Ketika Baekhyun bertanya tentang anak Haneul, ia hanya mengetes saja. Ia ingin tahu apa yang akan Hyera katakan. Bukannya mengatakan ‘anak siapa?’-yang pertama kali orang-orang akan katakan- justru ia menjawabnya dengan ‘tentu saja tidak’ seperti ia telah mengetahui tentang anak Haneul, tetapi Hyera tidak menggunakannya sebagai cara untuk menyingkirkan mereka. Hyera telah mengetahui tentang anak Haneul tetapi menyangkalnya. Sesuatu yang aneh terjadi.

Jangan membuat Hyera hamil.

Itu adalah apa yang dikatakan Chanyeol padanya. Apakah Chanyeol benar? Apakah Hyera akan menggunakan bayi yang dikandungnya sebagai cara untuk menyingkirkan suaminya sendiri?

Sialan, tidak satupun yang masuk akal dan hal itu membuatnya menjadi gila! Teman baiknya kembali, mengatakan padanya sebuah informasi yang ia pikir itu sebuah kebohongan. Dan sekarang ia pulang ke rumah untuk mencari tahu apakah istrinya mengetahui tentang anak Haneul, tetapi Hyera berbohong tentang itu. Dan artinya Chanyeol telah mengatakan kebenarannya, tetapi mengapa Hyera ingin hamil dan memanfaatkan bayi yang dikandungnya sebagai cara untuk membunuh dirinya? Hyera tidak akan melakukan itu. Dan Baekhyun juga berpikir bahwa Hyera tidak mengetahui tentang anak Haneul.

Semuanya sangat membingungkan yang membuat kepalanya mulai terasa sakit. Ia perlu untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ia ingin berbicara dengan Chanyeol tetapi ia tidak mempunyai nomor telepon mereka dan mungkin mereka tidak ingin lagi bertemu dengannya setelah ia memaksa mereka untuk pergi. Disamping itu, Chanyeol telah mengatakan bahwa ia tidak akan membuang-buang waktunya untuk menjelaskan apapun itu yang mereka telah dengar dari apa yang dikatakan oleh Hyera.

Baekhyun harus mencari tahu teka-teki besar ini sendirian.

to be continue…

T E A S E R  C H A P T E R  N I N E

.

.

.

“Apa kau dan suamimu telah memiliki masalah?”

“Apakah ia memperlakukanmu dengan baik?”

“Dia tidak memperlakukanmu dengan kejam?”

“Kapan dia memukulmu?”

.

.

.

“Sabtu ini, apakah kau sibuk?”

“Tidak, kenapa?”

“Apakah kau keberatan untuk datang ke taman?”

“Tidak.”

“Bagus. Kau dan aku akan bertemu di taman pukul dua belas siang.”

“Tentu, tapi mengapa aku harus bertemu denganmu?”

“Kakakku ingin bertemu denganmu.”

.

.

.

“Seona tidak mengatakan padaku kau datang kesini.”

“Ia tidak tahu. Aku baru saja membuatnya terkejut tadi pagi. Aku hanya ingin datang dan bicara padamu.”

“Tentang?”

“Tentang adikku.”

86 responses to “Affairs of the Heart [Chapter 8]

  1. ohmaigatt… itu konfliknya rumit banget ya. penasaran sama sebenernya hyera gimana terus joonmyeon juga dia keras banget..
    kangen momen baek seona.. xixixixi😀

  2. Sedikit sedikit mulai terkuak. Ya ampun masalah mereka saling bertutan satu sama lain. Mulai memasang strategi melindungi diri.
    Seona wanita pintar dan sebetulnya dia sangat jeli dengan keadaan sekitar. Dia sangat sadar dengan kekacauan hidupnya. Cocok jadi spikiater, dan memang cocok dengan pekerjaannya sekarang. Mendekorasi ruangan sesuai kepribadian.
    Aku masih penasaran sama masalah Hyera dan pasangan Chanyeol.

  3. wah seona udah sadar dengan sifat sebenernya suho
    hyera serem banget yah
    baekhyun udah agak juriga sama hyera mudahan sifat asli hyera terlihat
    dan chanyeol pinter banget nyusun strategi untuk ngungkapin siapa sebenernya hyera mudahan strateginya berhasil

  4. Daebakk .
    Aku agak rada bingung sih sma konfliknya . Apa sih yg dilakukan dan diinginkan hyera ? Aku msih gk paham soalnya hehe . Maklum , otak aku standar . Haha . Mungkin di next chapter dijelasinnya . Alurnya suka .

  5. lama lama ketauan kan tuh busuknya joonmyeon sama hyera hahaha
    chanyeol kau memang penyelamat(?)
    gaada moment baekhyun seona nih disini tp gapapa udah puas kok sama chapter ini
    ditunggu next chapternya

  6. Ribet ribet ribet banget masalahnya. Senenarnya apa sih rencana besar hyera. Terus joon myeon nya kenapa terlalu jadi penuh obsesi gitu? Jadi makin penasaran.

  7. Wweeww..
    Hyera mulai gelabakan/?
    ”.. Liat preview chap, chap depan baek udh tw ya klo seona punya suami?? ..
    Duhh g sbar nunggu klnjutannya..
    GREGET

  8. Konflik udah mulai bertaburan yeay/? /malah seneng-_- wkwk. makin greget aja thor haha ill be waiting for next chapt thor!fighting xoxo<3

  9. yaelah jadibpengen cepet-cepet baekhyun tau gimana aslinya hyera dehhhh.. penasaraaan dan ini makin menarik suer!!
    tapi apa maksudnya chanyeol sma hyena yg bilang klo baekhyun tidak akan bisa menghubungi kita lagi?
    pusiiing tapi seruuu pengen cepet-cepet next chap, mana previous bya bikib penasaran lagi u,u
    semangat authotnim

  10. Ohh my god udahh mulai kebongkarr nii rahasiannya si Hyera ahh penasaran dehh ama kelanjutannya

  11. Hahaha akhirnya rahasia si hyera bentar lagi kebongkar dahh seneng bgt ;D;D
    itu yg mau ketemu baekhyun siapa?
    kakaknya seona ya?
    kyknya mau dikasih tau deh kalo seona udh menikah
    kayaknya kakaknya seona setuju deh seona sama baekhyun hahahaha semoga aja ;D;D

  12. greget banget bacanya >_< pokoknya udah gak sabar deh baca lanjutannya untuk besok😀 aiisshh!

  13. Untung deh seona cepet tangkap sama keadaanya sebagai istri joonmyun jadi joonmyun gak bisa lagi ngendaliin seona kayak dulu. Dan seona juga bisa mencari cara untuk ngelindungi diri sendiri dari joonmyun.
    Baekhyun udah mulai percaya nih sama kata-kata chanyeol. Baekhyun kudu cepet-cepet nih nyari tau semuanya tentang hyera
    Ditunggu update-an nya:3

  14. Konflik nya rumit bgt, seru bgt, keren bgt (y)
    Eumm aku jadi kangen momen Baek Seona😀
    Chapter 9 nya ditunggu bgt ya😀
    #KeepWritingNFighting

  15. itu teasurenya bikin penasaran sekali.
    padahal hampir aja baekhyun ketawan punya istri tapi kenapa si soena ga peka sama suara baekhyun waktu dia manggil sih hyera 😯

  16. Ahhhhh makin seruuuuu .. Aku pengen banget salah satu dari seona ato baekhyun tau kalo mereka tuhhh sebener’a punya pasangam masing” … Ayooo dong min kasih tau salah satu dari mereka …
    Aku pengen bunuh si hyera..itu cwe jahat’a ngegemesin hiihh ..

  17. ayo dong baekhyun cepet, dia harus tau sifat aslinya hyera kaya gimana. seona juga, harusnya kalo udah sadar joonmyeon dari awal pengen ‘kendaliin’ dia, mendingan tinggalin joonmyeon sebelum kamu disakitin. jadi penasaran banget bener deh sama kelanjutannya, keep writing yaaa

  18. padahal hyera keliatan nya cinta sama baek di awal cerita, bikin aku baper jd hyera yang pasti sakit hati kalau di selingkuhin, tp ternyata di belakang cerita hyera jd jahat jg kaia junmyeon,
    jadi kaia hubungan pernikahan yg gk bahagia buat baekhyun dan seona

  19. Yaampun masalah bejibun dah, dan sekarang sudah mulai terkuak. Aku suka konfliknya, yah karna aku suka fiksi dengan konflik yang berat jadi ff ini recommended banget buat aku hehe lumayan juga jadi solusi kalo ngalamin*amit-amit* hm kalo ada yang ngalamin aja:v
    Jjangg!!

  20. omg
    smga baek cpt sdar dgn klicikan hyera
    dan seona ksian bgt dia blm tau kbnran tntng baek dtambah suaminya yg kyk gtu
    aigooo

  21. Jadi masalah mereka sebenarnya itu apa sih? kenapa jadi pada mau bunuh-membunuh gini? Kenapa Hyera mau bunuh Baekhyun? Apa yang dia mau sih? Aku gak ngerti sebenernya. Rumit banget

  22. yaa chanyeol ngerti banget baekhyun, apa yg diperkirakan chanyeol ternyata sesuai sama apa yg dilakuin baekhyun. semoga baekhyun cepet nemuin kbenarannya, dan semoga terungkap juga kalo bayi yg hyera kandung bukan anak baekhyun tapi yifan, tapi kayanya baekhyun belom tau ya kalo hyera hamil.
    dan seona juga harus secepetnya lepas dri joonmyeon, joonmyeon ternyata jahat kan.

  23. Chanyeol tau bener sifat Baek, bersahabat sampe udah dianggap keluarga bukan perkara kecil.
    Konfliknya makin menarik penasaranku, dan Hyera pasti bakalan ketahuan.
    Termasuk Baek, Seona, Junmyeon dll

  24. Akhirnya Baekhyun mulai meragukan istrinya,,,skrg sudah saatnya Baekhyun mndngarkn org2 skitarnya yg pduli trhdpnya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s