Cute Morning – Angelina Triaf

l

Angelina Triaf ©2015 Present

Cute Morning

Kwon Jiyoung/G-Dragon (Bigbang) & Han Hyunna (OC) | Fluff | G | Ficlet

0o0

Cahaya mentari pagi memang selalu menjadi pemandangan pertama yang terbaik bagi orang yang baru terbangun dari tidurnya, begitu pula dengan Jiyoung. Namun baginya, cahaya mentari menempati posisi kedua terindah dalam pengelihatannya di pagi hari setelah istrinya. Yap, wanita yang masih memejamkan mata di sampingnya itu adalah pemandangan terindahnya setiap kali matanya terbuka di pagi hari. Sangat cantik dan manis.

Karena tak ingin mengganggu tidur nyenyaknya, Jiyoung bangun perlahan dari tempat tidurnya, tak lupa mencium kening istrinya dan berjalan menuju kamar mandi. Hari ini ia sedang tidak ada jadwal perform apa pun, mungkin ia bisa membantu istrinya mengerjakan beberapa pekerjaan rumah atau mungkin menyiapkan sarapan untuk wanita hamil satu itu. Istrinya tengah mengandung dan mudah lelah. Jiyoung ingin sesekali membuat wanita yang dicintainya itu tersenyum karena hasil usahanya.

Setelah mencuci muka dan gosok gigi, Jiyoung benar-benar berjalan menuju dapur dan mengeluarkan beberapa bahan makanan serta menyiapkan alat masak, yang padahal ia masih ragu apakah itu dibutuhkan atau tidak. Jiyoung jarang menyentuh alat dapur, terutama peralatan masak. Mungkin hanya fungsi pisau saja yang ia tahu, selebihnya nol besar.

“Bagaimana ini?” gumamnya polos memandangi bahan makanan yang telah ia keluarkan dan peralatan masak yang telah ia tata dengan rapi. Apakah semuanya akan berjalan baik pagi ini? Kita lihat saja nanti.

Di sisi lain, Hyunna baru saja membuka matanya, masih mengerjap lelah karena cahaya matahari yang menyilaukan. Mengandung membuatnya mudah lelah dan rasanya hanya ingin tidur seharian tanpa mengerjakan apa pun. Namun itu tak mungkin, ia memiliki suami yang harus ia urus dan juga rumah dengan segudang pekerjaan yang harus ia selesaikan tiap harinya.

Oh, bicara soal suami, di mana Jiyoung sekarang? Hyunna menoleh ke samping ranjang, dan nihil. Suaminya tak berada di sampingnya. Apakah pria itu sudah berangkat menuju studio latihan? Tapi tidak mungkin, Jiyoung sendiri yang bilang semalam bahwa beberapa hari ini ia libur dan ingin berdiam diri di rumah. Lalu ke mana pria itu?

Hyunna mencoba bangun dari tempat tidur, dan seperti perkiraannya, tubuhnya terlalu lemas hanya untuk bangkit dan duduk. Ia butuh bantuan Jiyoung jika sudah seperti ini jadinya. Padahal baru mengandung empat bulan, mengapa rasanya selelah ini?

Oppa… eodiya?” Nihil, tetap tak ada sahutan dari Jiyoung. Baiklah, mau bagaimana lagi? Hyunna bangun perlahan, berpegangan pada kepala ranjang dan akhirnya ia bisa terduduk di sana. Oke, ini baru duduk. Bagaimana caranya bangun dari tempat tidur ini?

“Jiyoung Oppa..” panggil Hyunna sekali lagi. Namun tetap saja hanya hening yang menjawab panggilannya. Baiklah, satu usaha lagi dan Hyunna akan bisa bangkit dari ranjangnya.

Berhasil, Hyunna berjalan perlahan ke luar kamar, mencari keberadaan Jiyoung. Ia mendengar suara-suara aneh di dapur. Awalnya Hyunna tidak yakin, namun suara yang semakin jelas terdengar itu membuat Hyunna berasumsi sesuatu.

“Huh, jangan bilang jika Jiyoung Oppa menghancurkan dapur lagi.” Lagi? Karena Jiyoung memang pernah menghancurkan dapur mereka, saat akan memasak untuk surprise anniversary mereka satu tahun lalu, yang harus gagal hanya karena Jiyoung yang membuat dapur sangat berantakan seperti kapal pecah.

Benar saja. Hyunna masuk ke dalam dapur dan melihat pemandangan yang persis seperti satu tahun lalu. Noda saus di mana-mana dengan Jiyoung yang berdiri di depan penggorengan dengan tatapan ngeri. Ia benci dengan minyak yang meletup-letup dan mengenai kulitnya. Hyunna tersenyum kecil dan menghampiri suaminya perlahan. Tubuhnya masih lemas. Huh, Jiyoung memang selalu merepotkan.

Oppa, sini biar Hyunna yang lanjut menggoreng,” ucap Hyunna sembari mengambil alih spatula dari tangan Jiyoung. Jiyoung memandang Hyunna polos, otaknya berjalan sangat lama untuk mencerna semua ini.

“Ya Tuhan, Hyun. Kenapa tidak memanggil Oppa? Kau baik-baik saja? Bisa bangun sendiri? Nanti kalau jatuh bagaimana—“

“Aku sudah memanggil Oppa, tapi tidak ada sahutan. Tenang saja, aku bisa bangun sendiri,” potong Hyunna, masih dengan mata yang terfokus pada tofu yang Jiyoung goreng. Bahkan menggoreng tofu saja Jiyoung tidak bisa.

“Maaf, nanti akan Oppa rapikan—“

“Tidak usah, biar Hyun saja.” Hyunna tersenyum kecil lalu kembali mengalihkan pandangannya pada penggorengan. Ia mengambil penyaring dan mengangkat tofu yang sudah matang.

Setelahnya, tangannya dengan cekatan mengambil alih pekerjaan lain, sesekali membersihkan kotoran yang terdapat di pinggir lemari atau bak cuci piring. Dilihatnya alat steam yang mengeluarkan banyak asap. Ternyata Jiyoung juga men-steam beberapa sayuran hijau. Hyunna memang vegetarian, dan Jiyoung terbiasa dengan hal itu. Setelah selesai membersihkan dapur, Hyunna menghampiri kulkas dan mengambil beberapa lembar daging asap dan dua butir telur. Mungkin membuat nasi goreng tidak terlalu melelahkan untuk dilakukan.

Jiyoung yang melihat hal itu kini justru menundukkan kepalanya. Suami macam apa ia yang bukannya mempermudah pekerjaan istrinya malah mempersulit? Di tengah-tengah kegiatannya, Hyunna menoleh ke arah Jiyoung yang terlihat murung. Sebenarnya Hyunna ingin sekali tertawa, namun ia lebih memilih diam dan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.

Semua telah tertata di meja, Hyunna menghampiri Jiyoung yang masih terdiam dan melepaskan apron yang suaminya pakai. Masih terdiam juga, Hyunna akhirnya menarik tangan Jiyoung dan menyuruhnya duduk di kursi. Hyunna juga duduk dan mulai menyendokkan nasi di piring Jiyoung.

Oppa, ayo senyum. Ini, makanlah.” Senyum istrinya memanglah obat yang terbaik. Jiyoung berdoa lalu menyuapkan satu sendok nasi ke mulutnya. Seperti biasa, rasanya sangat enak.

“Maaf membuatmu repot lagi, Hyun.” Jiyoung menatap Hyunna dengan pandangan lembut. Hyunna tersenyum lalu mencium pipi Jiyoung, “Aku tidak kerepotan. Ini sudah kewajiban sebagai seorang istri. Lagipula, sayur ini enak. Apakah Oppa memberikan bumbu sebelum di-steam?” Hyunna memakan wortel dan buncis serta beberapa sayuran lain yang Jiyoung buat.

“Hanya garam dan sedikit lada.”

“Yakin tidak pakai bahan lain?” Tanya Hyunna dengan senyum manisnya.

“Oh ya, bawang putih!”

“Hihi, benar dugaanku. Ini enak. Terima kasih, Oppa.” Hyunna kembali melanjutkan makannya—jika hanya melahap sayur dapat disebut makan.

“Kau masih belum bisa makan daging?” Tanya Jiyoung yang heran karena Hyunna hanya memakan sayur buatannya dan mengabaikan nasi goreng yang bahkan masih tersisa banyak di mangkuk.

Hanya gelengan dari Hyunna sebagai jawabannya. Jiyoung mendekatkan duduknya pada Hyunna, menyendokkan sedikit nasi goreng dengan daging asap itu ke piring Hyunna dan menatap Hyunna lembut. “Bagaimana jika kita coba sekali lagi? Dokter juga menyarankan agar kamu tidak hanya makan sayur, setidaknya selama masa hamil dan menyusui nanti.”

“Tapi Oppa, daging membuatku mual…”

“Kita coba perlahan. Hanya sedikit, Oppa janji.” Jiyoung memasang wajah meyakinkan, membuat Hyunna luluh dan akhirnya menerima satu suapan kecil dari Jiyoung. Agak lama, sampai Hyunna sudah bersiap menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

“Mual?” Tanya Jiyoung dengan wajah tenang. Hyunna hanya mengangguk, berusaha menahan hasrat ingin muntahnya. Ia benar-benar tak bisa dengan semua ini. Jiyoung hanya tersenyum sembari berkata, “Baiklah, sepertinya tidak ada pilihan lain.”

Jiyoung mendekatkan wajahnya pada Hyunna, menyingkirkan tangan wanita itu dan mencium bibirnya dengan lembut. Hyunna sontak terkaget dengan perlakuan mendadak Jiyoung. Jadi apa ini usaha suaminya agar ia tidak mual? Jiyoung selalu berpikir di luar nalar manusia biasa. Ciuman itu terlewat lembut, Jiyoung ingin agar Hyunna nyaman dan melupakan rasa mualnya. Setelah agak lama, Jiyoung melepaskan ciumannya, memandang Hyunna yang hanya terdiam dengan tatapan polosnya.

“Jadi, itu usaha Oppa agar aku tidak mual?”

“Tentu saja. Bagaimana? Berhasil, kan?” Jiyoung dengan tingkat percaya dirinya yang tinggi membuat Hyunna gemas dan dengan tiba-tiba menyendokkan satu suapan besar nasi goreng ke mulut Jiyoung. Jiyoung yang semulanya tertawa menjadi kaget atas serangan dadakan Hyunna, lain hal dengan Hyunna yang langsung menertawakan wajah Jiyoung yang lucu saat tersedak.

Setelah berhasil menelan makanannya, Jiyoung menatap Hyunna jahil dan tiba-tiba saja memeluk pinggang istrinya, menguncinya dengan tatapan yang tak bisa dibantah lagi. Hyunna kaget dan hanya bisa pasrah serta memandang Jiyoung dengan tatapan polosnya. “Sudah puas tertawanya?” tanya Jiyoung sembari mencubit kecil pipi Hyunna. Wanita itu hanya tersenyum tanpa dosa dan mengangguk kecil sebagai jawabannya.

Jiyoung balas tersenyum lalu mengangkat tubuh Hyunna dalam gendongannya, membawanya menuju kamar. “Baiklah, sekarang masih terlalu pagi untuk bangun dan ibu hamil ini harus kembali istirahat. Ingat, jangan melakukan apa pun hari ini!”

“Tapi Oppa, dapurnya—“

“Biar Oppa yang rapikan. Tenang saja, Oppa masih cukup waras untuk tidak menghancurkan rumah kita.” Hyunna hanya bisa tertawa kecil mendengar jawaban Jiyoung. Jiyoung membuka knop pintu dan membaringkan tubuh Hyunna di ranjang. Diciumnya kening Hyunna dan satu cubitan berhasil membuat pipinya memerah, “Selamat tidur, sayang.”

Gomawo, Oppa.” Hyunna perlahan memejamkan matanya, kembali terlelap dalam alam mimpinya. Memimpikan Jiyoung dengan segala perlakuan manisnya pagi ini. Hanya Jiyoung, pria konyol yang selalu membuat harinya berwarna.

FIN

15 responses to “Cute Morning – Angelina Triaf

  1. jadi inget jiyong kalo senyum cerah bgt philips kalah😂 oiya btw MAKASIHHH BANGETTT KAK^ ^ udah bikinin ff tentang jiyong, udah lama bgt ga baca mas jiyong:( disini jiyongnya ga kayak yg diluar sana yg dibikin badboy, disini jiyongnya fluff banget aaa gamsa kak😍☺☺☺

  2. kyaaaaa… GD yaampun sweet banget kak.. dia itu sangar bisa, swag bisa, cute bisa, aaahh semua bisaaa..

    keren kak ffnyaaa

  3. YA TUHAN DEMI APA JIDI SEMANIS INI, LEBIH MANIS DARIPADA ANAK2 SM ROOKIES, DUH BIAS 😂
    Seneng bat bisa nemu ff jiyong di antara ff ekso yang bertebaran di sini dan ff bangtang juga hanbin. Duhh.. ini ahjussi tetep greget yahh… dan well aku selalu berharap jidi bisa dapet pacar caring macem gini, sorry not sorry kiko terlalu cetar buat abang.
    Lain kalik bikin yang tabi ya, sekalian youngbae, sekalian seungchan, sekalian daesung 😂😁😝
    Anyway nice ff 😍

  4. Jarang bgt nemu GD jadi cast ff, paling sering nemu itu personil exo.. Jadi semangat bgt bacanaya, karakter GD nya juga g kaya image nya di panggung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s