Married With Girl -PROLOG-

merried

|    Married With Girl   |

|  Sehun, OC  |

|  PG-15+ |

|  Marriage Life, School Life, Comedy  |

Poster by AnimePutri @ HSG

Summary

Son Haein, siswa kelas 2 SMU ini terpaksa menikah dengan seorang pria berusia 26 tahun. Namanya adalah Oh Sehun. Bukan terpaksa, Haein menerima dengan sepenuh hati. Karena, ia amat teramat menyukai Sehun dari ia kecil. Sehun sendiri adalah seorang pengusaha sukses yang telah di nobatkan sebagai suami idaman para wanita.

Dibalik pernikahan itu, Sehun pernah berpacaran dengan kakak dari Haein, Son Haejin, yang telah meninggalkan Sehun dan menolak lamaran-Nya karena ia harus menetap di Jerman 2 tahun lalu. Untuk meneruskan karir-Nya sebagai designer disana.

Sementara pernikahan Sehun dan Haein sendiri, tidak bermakna apa-apa. Karena mereka hanya menikah atas dasar tuntuan orangtua. Mungkin itu untuk Sehun, tidak dengan Haein.

Pribadi Haein yang cukup cerita, tak cukup mengubah sikap Sehun kepadanya.

Bagaimana nasib pernikahan mereka berdua?

 

-PROLOG-

 

“Kau harus menikahinya, Sehun.”ucap seorang pria paruh baya pada anaknya yang hanya diam dengan sorotan mata tajam.

“Tidak, appa. Aku hanya mencintai Haejin.”tolak anaknya, Sehun.Ia menatap ayah-nya tajam. Menampilkan wajah tegas tampannya dengan rahang mengeras. Sungguh, Sehun benci dengan pemaksaan.

“Tetapi Haejin menolakmu, Sehun. Dan bahkan ia meninggalkanmu hanya demi karir-Nya. Ia tidak mencintaimu.”Balas pria itu, ayah Sehun.

“Tidak, dia mencintaiku. Aku tahu ia sangat mencintaiku. Ia hanya ingin mengejar cita-citanya, dan itu hal yang wajar.”tegas Sehun. “Aku tidak ingin menikahinya, appa.”

“Sehun…”panggil ayahnya parau. “Ini adalah perintah kakekmu, yang ingin kau menikahi Haein. Mengertilah, nak.”mohon ayahnya.”Mungkin ini permintaan terakhirku.” Ayahnya, Taekwang, menatap anaknya dengan tatapan sendu. Ia sudah tua, dan sungguh, ia ingin sekali melihat anaknya bahagia bersama wanita yang dicintai anaknya. Tetapi, ia sungguh kecewa dengan Haejin karena ia meninggalkan Sehun begitu saja.

 

Ia hanya tidak ingin melihat anaknya terpuruk. Wajar, bukan?

 

Sehun menatap ayahnya, benar. Ayahnya sudah tua dan memasuki kepala 6. Sudah saatnya ia harus mengalah dan membuang sikap egoisnya. Ayahnya hanya ingin melihat ia bahagia. Sudah sepantasnya Sehun menikah karena usianya pun sudah cukup.

Sehun tersenyum simpul. Perlahan wajah kerasnya berubah menjadi lembut. Sorotan tajamnya telah berganti menjadi tatapan penuh kasih sayang, kepada ayah-Nya. “Baiklah, appa.”

 

—-

 

“Yak! Haein-ah!”panggil seorang gadis kepada Haein yang berada disampingnya. Haein pun hanya mendongak dengan menggerakan dagunya ke atas dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Dan matanya pun mentap temannya itu dengan tatapan ‘apa?

“Yak! apa yang difikiranmu hanya makan, Eoh?”sambar temannya itu dengan raut wajah kesal. Melihat Haein yang hanya makan bibimbap kesukaannya dan tidak mendengarkan curhatannya itu. “Kau tidak mendengarku?”

“Tentu saja aku mendengarmu.”kilah Haein, tetap memakan bibimbap-nya.

“Lalu apa yang baru saja ku ceritakan.”tantang temannya itu. Haein mendongak. Matanya mengedip beberapa kali.

“pasthmpfti kauh menceritakanmf tentangh Jin-hmft wook, eoh?”balas Haein dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan. Temannya, ah, sahabatnya itu melongo. Jinhee—sahabatnya itu—menatap Haein dengan pandangan datar.

 

TAK!

 

Jinhee–Memukul–kepala–Haein–dengan–sendok–nya.

 

“YAK! JEGULLE??!”erang Hain dan mengusap usapkan tangannya pada area sakitnya.

 

Awas saja kau, batin Haein

 

“dasar bodoh! aku menceritakan Kim ssaem yang tadi membawa guru pengganti yang amat tampan.”oceh Jinhee dengan wajah berbinarnya.

Haein mendecih, “dasar norak.”

Jinhee kembali memukul Haein dengan sendoknya, “kau yang norak. Cih, seperti tidak diberi makan selama sebulan! Memalukan!”

“Setidaknya ak tidak gendut. Aku langsing.”

Jinhee melotot, “kau mengejekku?” Ah baiklah, Jinhee memang agak gemuk dengan mata sipit, hidung sedang, dan pipi gembul. Mungkin sudah ter-kategori-kan sebagai gadis gendut?

Haein mendongak, “kau merasa? Aku tidak bermaksud menyindirmu. Hanya saja aku… mengatakan kebenaran.”Haein menyengir.

Jinhee kembali melotot, “Untung kau sahabatku. Jika bukan, akan ku mutilasi badan kecil mu itu.”ancamnya dan menodongkan sendok ke arah wajah Haein.

“Aku tinggi.”balas Haein.

“Kau mengejekku?!?”geram Jinhee. Ah, dan satu lagi. Ia jauh lebih pendek dari Haein.

Haein tertawa, “astaga, aku hanya mengatakan bahwa aku tinggi, dan kau merasa tersindir? Itu fakta—Bahwa aku tinggi.”

“YAK! JEGULLE?!”

 

 

EOMMA~ NA WASSEO-YO!”teriak Haein ketika ia masih ke dalam rumahnya. Ia berlari kecil ke dapur—menemui eomma-nya.

Eomma~~”rengek Haein seraya memeluk ibunya dari belakang yang tengah memasak untuk makan malam.

Ibunya menoleh ke samping, dan tersenyum mendapati anaknya sedang menumpukan dagunya pada bahu Ibunya itu. “Kau mandi, Haein. Kau sangat bau.”titah ibunya lembut.

Haein mendengus kesal, lantas menjauh. “Arra.” Lalu, ia berbalik dan masuk ke kamarnya.

 

 

Haein turun tangga dan menghampiri meja makan rumahnya. Disitu terdapat ayahnya yang sedang membaca koran, Ibunya yang sedang menata makanan. Dan Kakak lelakinya yang sedang bergelut dengan ponselnya.

Eomma~“Hain menghampiri Ibunya, dan mencium pipinya sekilas.

Appa~”lalu beralih ke Ayahnya.

 

Tetapi….

 

TAK!

 

“YAK!”geram kakaknya, pantas saja. Ia memukul kepala kakaknya dengan sendok yang ia ambil tadi. Sementara kakaknya geram, Haein malah memeletkan lidahnya.

Ayah dan Ibunya hanya tertawa melihat tingkah laku anaknya.

Ibunya menyendokkan nasi ke piring Ayahnya, dan anak lelakinya. Sementara Haein, menyendokkan nasi-nya sendiri. Hm, cukup banyak—untuk seukuran anak gadis seperti dirinya.

Kakaknya mendecih melihat isi piring adiknya, “dasar perut karet.”

Haein mendelik, lantas memutar bola matanya jengah. Sudah biasa.

“Hain-ah”panggil ayahnya, Haein mendongak.. “Hm?”

“Kau akan menikah.”

 

UHUK!

 

Hain tersedak kulit udang.

 

“Ohok ohok ohok..”

 

Ibu dan ayahnya kaget. Ibunya memberi segelas air putih untuk Haein.

 

“….dengan Sehun.”

 

PRUUUUUTTT

 

Haein menyemburkan air dalam mulutnya spontan. “APA?!”

Haein menoleh ke ke arah kakaknya, Haein meringis saat melihat kakaknya memejamkan matanya dengan nasi pada piringnya yang basah, dan wajahnya yang basah.

 

Sepertinya ia membuat kesalahan.

 

“Dengan Sehun?”ia mengabaikan kakaknya yang sekarang sedang menatapnya tajam.

 

Ayahnya mengangguk membenarkan. “Ya.”

 

Haein senang bukan kepalang. Ia tersenyum lebar.

 

DENGAN SEHUN?? ASTAGA PASTI IA BERMIMPI~

 

Tunggu.

 

Apa? Menikah?

 

OH ASTAGA UMURNYA BARU MENGINJAK 18 TAHUN!

 

appa. Umurku masih menginjak 18 tahun..”ucap Haein. Ayahnya mendongak, “lantas mengapa? Apa ada yang salah?”

Haein melongo. Astaga. Apa yang tadi ayahnya bilang?

 

APA-ADA-YANG-SALAH?

 

 

TBC.

 

HALOHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~~~~~~~

 

Senangnya bisa kembali ke dunia per-ff-an(?)

 

Ada yang mengingat Unpredictable Marriage? enggak yah T_T

sedih aned:'(

Oke, aku bikin project baru judulnya Married With Girl(?) HA-HA-HA

kalok di FF-kuh yang lama pan Sehun sama OC-nya (Minyoung) seumuran. kalo disini beda 8 tahun hayoh. HA-HA-HA

Dan maaf, buat yaang baca Unpredictable Marriage dan minta passwordnya, myane myane yha.

kan aku udah ngapus FF nya dan semua paswordnya aku lupa ._.v kebanyakan bergelut di tes SMA.

Dan mungkin di FF ini ngga ada nganu nganuannya karna ya kan sifat Sehun dingin, dan dia masih cinta sama kakaknya Haein kan yha. jadi dia nikah karna terpaksa doang. INI BARU PROLOG YAH PERMISAH (?)

dan yang ff UM itu kalo gaksalah passwordnya ada kata ‘hunmin/minhun’ nya gitu chingu-yak

 

OIYA. HAPPY IED MUBARAK MANTEMAN~~

 

 

Regards, Marsha.

 

 

Haein

Haein

xcoGP

HaeJin (maaf aku pakai nana^^)

OH SEHUN 32

Sehun

 

 

HaeJoon (kakak Haein yg cowok)

HaeJoon (kakak Haein yg cowok)

 

131 responses to “Married With Girl -PROLOG-

  1. Pingback: Married With Girl {Chapter 2} | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. baca prolognya buat penasaran, alasan sehun mau dijodohkan sama haein yang notabenenya adalah kakak dari haejin cewe yang dicintainya.. gimana kelanjutannya bikin gua greget

  3. Waktu pertama baca judulnya lucu aja gitu trus mikir ” ya iyalah married nya ma girl msk boy sich…”heehee walaupun aku tau maksudnya…

  4. wahhh, mau banget married sama sehun, walaupun umur ku masih 18 tahun, asal laki-laki yang di jodohin nya kaia sehun mah , terima dengan lapang dada dah…

  5. Aku mau nikah sama Sehun, kalo Haein gamau aku aja yg gantiin hahaha..
    Aku baru baca ff ini entah kenapa, telat banget bacanya..
    Aku lanjut baca next chapternya dulu ^^

  6. Haaaah ya ampuuun akhirnya aku menemukanmu wkwkwkwk xD aku udah ngefollow twitter sama nge add fb kamu tau buat minta password ff UM.. yaah lupa yaa.. terus gimana bacanya ? 😦 padahal penasaran bangett..
    Yasudah aku baca ff ini dulu aja deh hehehe adain dong begituannya.. biar seruuuu wkwkwkwkk xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s