[Episode 5] We Got Married! by slmnabil

we-got-married2

[5th Episode]

Accidentally Married

Art Director, Jungleelovely @Poster Channel

.

.

.

Previous

1st Teaser | 2nd Teaser | Before Filming

#1 Knowing Each Other | #2 Pre Marriage Syndrome |#3 Secretly Beautifully | #4 Sweet Punishment

Kim Sooyeon baru merasakan kalau ternyata ia benar-benar sedang berada dalam acara televisi. Namun bukannya program pernikahan virtual, sekarang ini lebih terasa seperti memainkan sebuah permainan.

Segalanya menjadi lebih meyakinkan begitu matanya ditutup dengan kain hitam. Dan ia merasakan kalau dirinya dibawa pergi dengan arah yang berlawanan dengan Park Chanyeol.

Sooyeon tidak tahu pasti kerjaan siapa ini, tapi asumsinya kuat mengatakan kalau Lee Yona ada hubungannya dengan ini. Rupanya wanita itu kesal sekali pada Sooyeon.

Setiap langkah yang Sooyeon ambil sangat perlahan dan berhati-hati, berbeda halnya dengan Chanyeol yang tampak biasa-biasa saja. Malah terkesan bersemangat.

Sebenarnya pemuda itu sudah menduga kalau tidak mungkin ia dan Sooyeon hanya akan bermain saja, ada alasan kenapa Lee Yona sampai mengirimkan mereka 30 km jauhnya dari Seoul. Jika Lee Hwan pernah mengatakan soal detil dan meningkatkan rating. Maka jawabannya adalah Lee Yona, bukan mereka.

Terkadang Chanyeol merasa kalau dirinya bisa membaca seperti apa kepribadian seseorang, hanya dalam beberapa hari. Dilihat dari perlakuan dan cara bicara Lee Yona kepadanya, ia sudah tahu kalau Produser wanita itu A. Si perfeksionis. Membuat dirinya dan Sooyeon yang kelimpungan.

Chanyeol tahu perkiraannya benar saat pria yang menuntun langkahnya tadi berhenti lalu melepas penutup matanya. Lee Yona benar-benar disini, benar-benar disiplin waktu juga.

“Karena pertunjukan pernikahannya tinggal satu jam lagi, kalian tidak bisa berkeliling. Konsekuensi karena lama sekali muncul di sini,” kata Lee Yona.

“Yang lama itu Sooyeon bukan aku. Dia sudah seperti mayat tadi.”

Perkataan Chanyeol tidak digubris. Sebaliknya Lee Yona memberi sinyal pada beberapa orang di dalam rumah tradisional -tempat kemana mereka membawanya- sebelum mereka keluar dan menuntunnya untuk masuk. Chanyeol tidak banyak menolak, karena jujur ia sudah sangat menantikan momen ini.

“Kalian akan menikah disini, hari ini.”

Dan kemudian Lee Yona pergi. Meninggalkan Chanyeol yang tak bisa menyembunyikan deretan gigi cemerlangnya, tersenyum dengan penuh antisipasi.

“Astaga, bisa-bisa kering semua gigimu kalau seperti itu,” suara yang menyebabkan Chanyeol ingin melangkah lebih cepat ke dalam.

“Jongdae! Sehun!” Ia hampir melompat kegirangan. “Sedang apa kalian disini?”

“Tentu saja menghadiri pernikahan,” kata Jongdae yang membuat Chanyeol sedikit bersemu.

Mereka baru saja akan berbincang lebih jauh jika saja wanita paruh baya yang tadi mengarahkannya ke dalam tidak memperingati. “Maaf mengganggu tapi kau harus segera dirias, tak banyak waktu tersisa.”

Jadi mereka mengambil langkah lebih jauh, benar ketiganya harus bersiap.

chan4

Q : Kau akan melakukan pernikahan virtualmu hari ini. Kami penasaran bagaimana pandanganmu soal pernikahan itu sendiri.

“Haha. Pernikahan ya? Tentang itu ada satu quote yang sangat aku suka. Marriage lets you annoy one special person for the rest of your life. (Pernikahan membiarkanmu untuk mengganggu seseorang yang berarti bagimu, selama sisa hidupmu.) Mungkin karena aku memiliki selera humor yang tinggi, kalimat itu membuatku berpikir bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sangat ingin aku lakukan dan pertahankan.”

Q : Lalu bagaimana gambaran keinginanmu untuk merayakan momen berharga tersebut?

“Dulu ada yang pernah bertanya padaku pernikahan seperti apa yang kuinginkan. Dan bahkan jika ia bertanya lagi padaku hari ini jawabanku akan tetap sama. Aku tidak peduli akan semeriah apa atau semewah apa, yang terpenting ini akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama.”

Q : Itu romantis sekali. Boleh aku tahu siapa yang menanyakannya? Apakah jangan-jangan seorang wanita?

“Aku tidak akan berkomentar untuk yang satu ini.”

Hal yang pertama dalam pernikahan tradisional adalah pakaian. Karena sudah ada embel-embel tradisi, sudah jelas kalau Chanyeol tidak bisa mengharapkan dirinya mengenakan setelan jas untuk hari ini. Ia haruslah mengenakan hanbok, pakaian tradisional korea yang identik dengan perpaduan warna-warni dalam pemakaiannya. Biasanya menampilkan warna-warna yang cerah dan berani.

Ada beberapa perbedaan antara hanbok yang dipakai zaman dahulu dan sekarang. Letak perbedaan terbesarnya adalah jenis kain dan model hanbok yang secara tak langsung mencipatkan tenggang rasa, kasta yang memang identik dengan budaya disana.

Kaum-kaum bangsawan mengenakan hanbok dengan kain yang terbuat dari serat rami, dengan warna-warna yang lebih atraktif. Berbeda dengan orang-orang biasa yang menjahit hanbok dari kain-kain dipasaran dengan harga yang miring, menjadikan tidak terlalu banyak pilihan warna.

Model hanbok pun dibuat berbeda, karena dahulu ada pakaian khusus untuk kerajaan saja dan rakyat biasa. Perbedaan tersebut katanya merupakan lambang, citra dari dinasti mereka agar negara lain melihat kemakmuran pemerintahan dari sana sehingga tidak ada diskriminasi.

Saat ini, segala jenis dan model hanbok dari kalangan apapun boleh dipakai. Bahkan tak jarang para perancang-perancang busana memberi sentuhan ulang agar hanbok menjadi lebih modern dan tidak segan digunakan dalam acara-acara pernikahan.

Dan kalau dulu hanbok yang dikenakan bisa sampai berlapis-lapis sekarang sudah dibuat semakin simpel, hanya perlu satu lapis.

Chanyeol berani bertaruh kalau Sooyeon sudah sangat mengerti dan menguasainya di luar kepala, mengingat gadis itu memiliki minat besar terhadap sejarah. Ia juga tidak akan rewel untuk didandani dan menjalani prosesi rumit semacam ini.

Chanyeol harus akui kalau Lee Yona memang sangat pintar. Ia sudah lihat bagaimana reaksi Sooyeon waktu lalu, bagaimana tidak bersemangatnya gadis itu dan malah bertengkar saja kerjanya dengan Chanyeol. Acara modern seperti itu tidak akan berjalan kalau bukan dari kemauan Kim Sooyeon.

Kalau diingat-ingat tak ada satupun hal yang tidak dilakukan Chanyeol ketika Lee Yona yang menyuruhnya. Setidakmasuk akalnya yang dikatakannya, tetap saja Chanyeol tidak akan melawan.

Karena ini adalah bentuk rasa terimakasihnya pada wanita itu.

.

.

.

Chanyeol memang jago soal rajuk-merajuk.

Dengan meminta setiap bertemu, meminta lagi, dan lagi, lagi seperti anak anjing meminta makan pada tuannya, ia akan mendapatkan keinginannya.

Untuk muncul di acara Superman Return misalnya. Chanyeol tidak tahu berapa kali ia merayu managernya agar ia bisa menjadi bintang tamu dalam acara itu, bahkan sampai menulis di akun SNS pribadinya.

Dan Chanyeol dapat. Ia diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara itu di sela-sela kesibukannya.

Entah kenapa membuatnya semakin percaya diri kalau apapun yang ia minta, agensi akan mengabulkannya.

“Hyung! Aku ingin berada dalam acara itu,” kata Chanyeol pada managernya.

Malam ini pukul 9 dan tak ada kegiatan berarti yang menuntut untuk mereka lakukan, jadi bersantai menonton televisi adalah apa yang mereka lakukan saat ini.

“Itu? We Got Married? Kau pasti gila,” sahut sang manager sedikit tertawa geli. “Sehun saja yang terang-terangan mengatakannya pada publik tidak diberikan, apalagi kau.”

Dalam perbincangan ini mau tak mau Sehun yang baru keluar dari dapur untuk mengambil kudapan malam hari ikut bergabung.

“Kau menusuk dari belakang Hyung. Tidur bersamaku dua malam ini membuat kau sangat ingin meniru aku ya? Baru menyadari kalau aku itu sangat keren?”

“Kau itu tidak keren,” katanya. “Kau juga tahu betul ‘kan kenapa aku meminta ini.”

Sang manager bernapas panjang sebelum menjelaskan. “Oke, begini ya. Sekarang kau ini seorang bintang, dan kau bukan lagi menjadi kepemilikan dirimu sendiri, publik dan para penggemar juga memilikimu. Aku mengerti soal urusan mantan kekasihmu itu, tentu saja karena sejak kau menjadi trainee, bertemu denganku, sampai menjadi Park Chanyeol yang sekarang, kau tidak benar-benar berakhir dengannya. Karena itu kau memintaku untuk mencarinya bukan?”

Jeda sejenak.

“Melihatnya dari kejauhan secara diam-diam adalah yang kau lakukan begitu informasi soal Kim Sooyeon sudah kudapatkan. Tapi kau ingin lebih, kau tidak mau lagi berada di bawah dan ingin muncul di hadapannya. Aku bisa mengerti kalau kau mengatakan sangat merindukannya, tapi untuk berada dalam satu acara dan bukan acara sembarangan tapi pernikahan virtual itu menjadi lebih sulit. Coba saja Kim Sooyeon bekerja untuk acara lain, pasti tidak serumit ini.”

Chanyeol menyahut lirih. “Dan lebih mustahil kalau aku bertemu dengannya secara pribadi.”

Sehun yang semula begitu menikmati pembicaraan mendadak ingin angkat kaki. Yang serius-serius seperti ini sama sekali bukan gayanya.

“Minseok Hyung, tadi kau memintaku mengambilkan makanan bukan?”

Adalah yang Sehun katakan sebelum melesat ke ruangannya, melarikan diri.

Bagi manager-nya melihat Park Chanyeol seputus asa ini sedikit membuatnya khawatir. Ia masih ingat saat pemuda jangkung itu meminta, memaksa, sampai akhirnya keberadaan Kim Sooyeon ditemukan.

Sekali lagi, ia menatap layar televisi yang masih memunculkan acara pernikahan virtual itu. Ia bisa saja mengeluarkan ponselnya sekarang dan menghubungi Produsernya untuk bertanya, tidak perlu hati-hati karena wanita yang bernama Lee Yona itu adalah sahabatnya. Bisa dengan mudah mempertemukan Chanyeol dan mantan kekasihnya itu dalam acara, tapi agensi tidak akan mengizinkan. Terlalu banyak protes penggemar yang mengancam.

“Kau bisa melakukannya Hyung. Kumohon sekali lagi ini saja.”

Ia tahu penggemar berbahaya, tapi Park Chanyeol bisa menjadi lebih ganas.

“Oke, akan kucoba.”

.

.

.

Chanyeol memberi dua, ah tidak kalau ia punya Chanyeol akan memberikan lebih dari empat. Baik kepada dirinya, sang manager dan tentu saja Lee Yona yang sudah sangat baik hati merancang acara dengan aturan khusus untuknya, agar tidak terlalu banyak menimbulkan protes karena ia tahu betul bagaimana kepribadian Kim Sooyeon.

Ah bicara soal Kim Sooyeon, ada sesuatu yang amat menggelitik mulut Chanyeol untuk bicara, untuk bertanya. Dan ia menjadi benci sekali karena setiap kali ia mengingat gadis itu, entah kenapa secara tiba-tiba bayangan akan diary dan Do Kyungsoo memutar otaknya.

“Siapa saja yang datang hari ini?” tanya Chanyeol pada dua rekanannya.

“Aku, Jongdae, Baekhyun dan Kyungsoo,” sahut Sehun.

Nama terakhir yang benar-benar membuat Chanyeol tidak mampu bernapas dengan normal. Kenapa harus Kyungsoo? Dan kenapa pula dia tidak ada disini sekarang?

Hubungan Chanyeol dan Kyungsoo memang tidak terlalu dekat, ia pernah mengatakannya di sebuah siaran radio. Tapi tidak pernah sekalipun menjadi dingin dan seburuk ini sebelumnya, bahkan sampai Chanyeol mengatakan akan membintangi program pernikahan virtual ini. Kecuali setelah Kyungsoo tahu kalau Kim Sooyeon yang akan menjadi pasangannya. Mereka menjadi lebih sering tidak melakukan interaksi.

“Lalu kemana mereka? Tidak bersama kita?”

“Ah, soal itu.”

Yang bisa Sooyeon lakukan hanyalah mengerjap berkali-kali masih tak percaya.

Apakah ia belum bangun dari tidurnya?

Cubit Sooyeon dan katakan pandangannya hanya membodohinya. Layangkan tinju padanya dan buktikan kalau alam mimpi masih menguasainya. Karena tidak mungkin, bukan! Ia tidak mau mengkhianati prinsipnya untuk yang kedua kali. Dengan adanya dua pemuda yang sekilas melihatnya saja Sooyeon sudah tahu kalau mereka bukan orang biasa. Sudah pasti mereka seorang bintang, yang ada kaitannya dengan Park Chanyeol.

Kalau pemuda itu bertanya dimanakah gerangan dua rekannya yang menghilang? Maka jawabannya, Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo ada disini.

“Ada satu peran yang sangat penting dalam prosesi pernikahan tradisional, yang menentukan apakah pernikahan akan berlangsung atau tidak,” papar perias yang menuntun Sooyeon masuk tadi. “Kau tahu ‘kan siapa itu?”

Kim Sooyeon masih belum mengerjap. “Iya. Ibu Mertua.”

kim4

“Saat itu aku pikir pada awalnya mereka hanya berkunjung sebentar ke ruang riasku, nyata-nyatanya.”

Q : Kau tidak pernah membayangkan Byun Baekhyun berpakaian wanita ‘kan?

“Berpakaian pria saja aku tidak pernah membayangkannya.”

Mungkin hanya segitu saja pemikiran Sooyeon soal pria yang berpakaian wanita, namun bagi penggemar ini adalah Byun Baekhyun yang mengenakan hanbok wanita. Dan bukannya dibawah paksaan, dia benar-benar menawarkan diri. Berbeda dengan Kyungsoo yang berbiwa sampai akhir berpakaian hanbok pria, sebagai Ayah Mertua Chanyeol.

“Kalian pasti sudah disini untuk waktu yang lama,” celetuk Sooyeon santai. “Terutama kau,” katanya yang ditujukan pada Baekhyun, membuat lelaki itu tersenyum dan mengambil langkah semakin dekat dengan Sooyeon.

“Aku penggemarmu, kuharap kita bisa berteman dengan baik,” kata Baekhyun seraya meraih telapak tangan Sooyeon, hendak menjabatnya.

Biasanya Sooyeon akan langsung menyentakkannya, tidak menoleransi siapapun yang menyentuhnya tanpa izin. Seharusnya ini berlaku juga untu Baekhyun, tapi entah kenapa ia malah tersenyum canggung dan mengatakan ya, baiklah, oke, beserta ungkapan kawanan-kawanannya.

Rasanya sudah lama sekali ia tidak bertemu seseorang yang ingin menjalin pertemanan dengannya.

Sebaliknya melihat hal tersebut Kyungsoo merasa ingin sekali cepat-cepat meraih lengan Baekhyun, meminta lelaki itu lebih berhati-hati dengan gesturnya. Ia tahu Sooyeon akan merasa canggung dengan kontak fisik, Kyungsoo sudah membaca semuanya. Meski baru sekitar 3 bulan lebih ia mengenal Sooyeon, Kyungsoo sudah merasa ia bisa melihat gadis itu dari sudut pandangan Sooyeon terhadap dirinya sendiri. Dalam jangka waktu yang tak terlalu panjang itu, tidak mudah bagi seseorang untuk berubah bukan?

“Lalu bagaimana denganmu? Tidak tertarik berteman denganku juga?” dua pertanyaan yang Sooyeon ajukan sukses membuat Kyungsoo tersentak.

“Ba-baiklah.”

Mendengar itu Sooyeon tersenyum. “Karena kalian sudah selesai, ini giliranku bukan?”

Kyungsoo masih sedikit tak percaya akan respons yang Sooyeon tunjukkan. Namun percayalah, gadis itu lebih tidak.percaya.

kim4

“Aku tidak menjalin pertemanan dekat dengan siapapun. Ada teman kerja, teman makan siang, teman main, teman istirahat, teman curhat. Tidak ada yang benar-benar kubiarkan ikut campur urusan yang lain.”

Q : Kenapa kau melakukan itu?

“Setiap orang punya gaya bertemannya masing-masing. Anggap saja ini gayaku.”

Q : Kau yakin benar-benar tidak ada teman segala waktu?

“Hmmm. Ah, kurasa ada satu.”

“Aku ya?” “Yang jelas bukan kau!”

Pernikahan-pernikahan pada zaman dahulu identik dengan perjodohan, utamanya karena ingin mengangkat nama keluarga dengan menikahkan anak mereka dengan anak dari keluarga kaya ataupun terpandang. Tapi bukan seperti telenovela yang cenderung melankolis, ini sudah menjadi kebiasaan dan merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan.

Penting bagi masyarakat Korea untuk mengetahui cocok tidaknya calon mempelai, dengan cara melihat ramalan. Tanggal, hari, bulan, jam dan tahun sangat berpengaruh dalam hal ini. Jika ditemukan ketidakcocokkan maka tidak ada yang perlu dilanjutkan. Namun sebaliknya perjodohan bisa dilangsungkan apabila hasil ramalan mengatakan mereka cocok satu sama lain. Dan pertunangan dapat terlaksana.

Ini adalah saat pertama kali kedua calon mempelai akan bertemu, kedua keluarga besar berkumpul di rumah mempelai wanita untuk membicarakan pengaturan-pengaturan pernikahan sebagai pembicaraan selanjutnya. Sedang kedua calon mempelai akan saling bertukar kata untuk saling mengenal sekaligus memberikan hadiah. Beberapa hari setelahnya keluarga calon mempelai pria mengirimkan beberapa barang dan pakaian, sebagai bukti kalau dirinya tertarik. Tinggal menunggu hari sampai hari pernikahan mereka tiba.

Byun Baekhyun selalu merasa ia memiliki sesuatu yang bersarang di kepalanya, membuat ada saja yang ia tanyakan untuk membayar rasa penasarannya. Dan perias paruh baya yang diketahui bernama Jane harus memaparkan setiap detil demi memuaskan kebutuhan pengetahuannya.

Soal Jane, dulunya ia adalah seorang mahasiswi asal Rusia di salah satu universitas di Seoul yang mengambil jurusan Sejarah Korea. Jane menyukai segala sesuatu tentangnya, menjadikan dirinya pekerja di taman budaya ini setelah lulus dan bertahan hingga sekarang. Jadi bukan hal aneh lagi jika Bibi Jane begitu fasih menalarankannya.

“Kurasa jika aku menikah nanti keluarga calon suamiku tak akan berlama-lama,” potong Sooyeon geli.

“Memangnya kenapa?”

“Tidak akan ada yang bisa mereka ajak bicara.” Jeda sejenak. “Orang tuaku sudah bercerai.”

Terjadi perubahan air wajah yang signifikan di milik Bibi Jane, merasa ia menyinggung hal yang seharusnya. Jadi tidak ada yang melanjutkan.

“Waktu itu sedang ada studi wisata yang kuikuti di sekolah menengah atas, cukup jauh sehingga memakan waktu sampai satu minggu. Kupikir aku akan mendapatkan sambutan hangat sekembalinya dari sana, tapi Ibuku hanya meninggalkan sepucuk surat.”

Kyungsoo tidak mengerti kenapa Sooyeon memilih untuk membagikan ceritanya semudah itu, ia pikir gadis itu tidak mau menorehkan luka kembali akan masa lalunya. Tapi toh, gadis itu tetap melanjutkan tanpa ada yang menyela.

“Dan beberapa kartu, berisi uang dalam jumlah yang sangat banyak. Ia bilang ia meninggalkan pengasuh untukku, aku tak percaya kalau itu adalah kemewahan,” Sooyeon tersenyum miris.

“Lalu Ayahmu? Bagaimana dengan Ayahmu?” sahut Baekhyun yang malah mendapat tinju siku di lengannya. Ia meringis.

“Tidak peduli sama sekali. Yang kudengar ia menikah lagi tak lama setelah itu.”

Hening.

Bibi Jane yang prihatin -menghentikan sejenak kerja tangannya memberikan sentuhan terakhir di polesan Sooyeon. Byun Baekhyun yang masih berusaha mencerna perkataan. Dan Do Kyungsoo yang diam karena sudah tahu, dengan keterkejutan yang belum hilang.

“Ayo, acaranya sudah akan dimulai.”

Seruan Lee Yona dari luar ruangan, yang memecah gunung es di tengah-tengah mereka.

Bibi Jane menyempurnakan riasan Sooyeon, dan sekarang mereka siap.

Kim Sooyeon mengambil langkah menuju pintu dimana ia tadi masuk -yang sudah ditutup, artinya ini sudah pukul 12.

Kyungsoo dan Baekhyun menyamai langkah gadis itu, di kanan dan kirinya. Mengantarkannya semakin dekat dengan menjadi pusat perhatian di tengah-tengah manusia yang begitu banyak.

Sementara mereka menunggu prosesi di luar dilaksanakan, Baekhyun menyentuh lengan Sooyeon.

“Kami tidak akan membuatmu sendirian disini,” ia tersenyum -begitu menenangkan. “Kau terlihat gugup. Mau kopi?”

Ini pertama kalinya setelah sekian lama, Sooyeon merasa dirinya ingin memiliki teman lagi.

“Terimakasih.”

Dan ini pertama kalinya, Kyungsoo merasa ia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Kim Sooyeon. Bahwa ia tak serapuh itu, Sooyeon bukanlah boneka porselen yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.

“Tapi kau baik-baik saja? Berpakaian seperti itu?” tanya Sooyeon memastikan.

Irisnya menelanjangi Baekhyun dari ujung kepala sampai kaki. Ia tidak bisa bohong dengan mengatakan kalau lelaki ini sangat cantik, mungkin jauh lebih darinya. Meski ia benar-benar hanya mengenakan pakaiannya saja, tidak dengan polesan atau riasan rambut. Tetap saja lama-lama Sooyeon melihatnya.

“Diluar sana banyak sekali yang datang. Kau mau mengacaukan namamu?” Bibi Jane ikut menyahut. “Aku bisa menggantikanmu kalau kau mau.”

Baekhyun belum menunjukkan respon. Ia berpikir dalam diam, kalau yang dikatakan Sooyeon dan Bibi Jane memang sepenuhnya benar. Ia saja yang kelewat nekat.

“Kalau boleh, pakaian ini memang sangat panas,” kata Baekhyun mengundang senyum simpul dari yang mendengarnya. “Maafkan aku, Penulis Kim.”

“Sooyeon saja.”

“Syukurlah otakmu masih bekerja dengan benar,” kata Kyungsoo. “Tapi, dia akan jadi apa?”

“Perwakilan tuan rumah.” Bibi Jane beralih pada Baekhyun. “Cepatlah, kau masih punya waktu sampai pertunjukkan musik dan tradisional selesai.”

Lalu Baekhyun menghilang, dengan kecepatan cahaya.

Rasanya Chanyeol gugup, lemas, dan bersemangat secara bersamaan. Kata Sehun sih, ia terlalu mengganggapnya betulan padahal ini cuma main-main. Chanyeol sampai dikatai Rajanya Bereaksi Berlebihan.

Dari jarak beberapa meter dari tempat prosesi akan dilangsungkan, sudah terdengar dentum-dentum musik tradisional yang menandai dimulainya acara. Jantungnya serasa ikut melompat-lompat bersamaan dengan irama petikan dawai dan tabuhan -semacam- kendang Korea yang bertalu-talu.

“Aku ingin kabur, tapi tidak juga.”

Chen tidak henti-hentinya melayangkan tatapan aneh pada sang pemuda jangkung yang meracau tak ada habis-habisnya.

Bukannya Chanyeol protes dengan pakaian yang ia kenakan terlalu ribet, sebaliknya ia malah memikirkan hal yang lain. Padahal biasanya Chanyeol lebih menyukai yang sederhana.

“Aku tidak percaya kita sudah disini,” kata Chanyeol yang dilingkupi guyuran air yang memadat. Mematung di depan hadirin yang memusatkan atensi pada dirinya.

“Baiklah, ayo aku siap.”

Seperti yang dikatakan sebelumnya, pernikahan tradisional Korea dimulai dengan pertunjukkan musik dan tarian sebagai pembuka sekaligus penyambutan mempelai pria yang di temani dua kerabat dekat dengan membawa sepasang angsa kayu.

Benda tersebut akan diserahkan pada perwakilan tuan rumah mempelai wanita yang sudah menunggu di depan rumah ketika pertunjukan selesai.

“Rupanya kau disini,” kata Chanyeol seraya menyerahkan sepasang angsanya pada Baekhyun.

Sang lawan bicara melayangkan tatapan jahil. “Apa yang akan terjadi jika ini tidak aku serahkan pada Bibi Jane?”

Alis Chanyeol berjungkit. “Dan siapakah itu?”

“Jangan kacaukan prosesinya,” kata Produser Lee lirih mengingatkan. Membuat Chanyeol dan Baekhyun mengakhiri main bisik-bisikkannya sementara narator menjelaskan tiap-tiap langkahnya dengan teliti.

Begitu angsa kayu berpindah tangan, perwakilan rumah menyerahkannya pada calon Ibu Mertua mempelai pria, yang jika diterima anak gadisnya akan ikut keluar bersamanya.

IMG_20150707_161424

Di detik yang sama Sooyeon muncul dari dalam rumah, begitu menawan sampai-sampai Chanyeol kembali mati rasa -mematung tanpa pergerakan. Detik berikutnya kobaran merah sukses melahap es yang melapisinya, sosok Do Kyungsoo muncul di belakang gadis itu. Seorang pengarah mengingatkan Chanyeol untuk melanjutkan.

IMG_20150707_161441

Di luar rumah sudah tersedia altar pernikahan dengan taplak berwarna merah dan biru, yang di atasnya diletakkan dua buah benang dengan warna serupa. Sedang di samping bawah kanan-kirinya diletakkan masing-masing ayam jantan betina yang lagi-lagi dibungkus dengan kain merah dan biru. Dua buah meja yang diletakkan cangkir dan teko pun disediakan di kedua sisinya.

Selesai dengan pengaturan tersebut, lilin-lilin merah dan biru, tteok kacang-kacangan, apel, juga pire ditempatkan dengan hati-hati di atasnya.

Segalanya meninggalkan kesan biru-merah yang begitu kental.

IMG_20150707_161357

Kedua mempelai berjalan altar untuk langkah selanjutnya, yakni membasuh tangan.Tujuannya agar mereka saling menjaga kesuciannya masing-masing.

Kalau mungkin orang lain akan merasa rikuh dengan berpakaian seperti ini, maka untunglah tidak terjadi pada mereka. Chanyeol dan Sooyeon yang masing-masing didampingi dua orang mengambil langkah perlahan.

Mereka tidak bisa tidak saling pandang, karena kini posisinya berhadapan. Apalagi saat epidermisnya bersinggungan, rasanya seperti dialiri listrik.

“Kau cantik,” kata Chanyeol lagi-lagi berbisik lirih.

Sooyeon menyahut, terkesan menegaskan. “Kau banyak bicara.”

“Bukan itu jawaban yang tepat. Seharusnya kau bilang aku tampan atau apa misalnya.”

Mereka terus saja berdebat seraya menggerakan jari-jemari di dalam genangan air. Sampai sang narator memberi aba-aba untuk berhenti dan melanjutkan ke tahap yang lain. Mengarahkan Chanyeol untuk duduk dan saling memberi hormat -salah satu bagian dari prosesi dengan maksud bahwa mempelai wanita harus menunjukkan kepatuhannya. Lagi-lagi Chanyeol tergerak untuk mengganggu Sooyeon lagi.

IMG_20150707_161500

“Kalau begitu tidak boleh galak-galak lagi mulai sekarang,” katanya.

“Tidak ada yang mengatakan aku tidak boleh.”

“Tapi ‘kan kau harus patuh. Kita harus berdamai dan berubah konsep menjadi Full of Love Relationship,” Chanyeol terkikik ringan.

Sooyeon mendelik. “Cinta, pantatku!”

Sepertinya karena mereka saling hormat terlalu lama, narator lagi-lagi harus melanjutkan narasinya agar acara berjalan terkendali.

Selanjutnya adalah acara minum teh, dan akan selesai begitu masing-masing perwakilan menyambungkan dua benang merah dan biru di tahap selanjutnya.

Chanyeol melemparkan pandangan mengancam pada Baekhyun dan Sehun yang sepertinya bermain-main saling berkomplot untuk mengerjainya.

“Jangan macam-macam kalian,” peringatnya pada keduanya.

Sehun mencibir. “Dia seperti itu sejak tadi, berlebihan sekali.”

Dan kemudian mereka menyambung kedua benangnya, mengakhiri prosesi pernikahan yang sudah dianggap sah. Sooyeon dan Chanyeol memberi hormat kepada seluruh hadirin yang datang sebelum melanjutkan dengan melakukan penghormatan kepada orang tua mereka. Yakni Kyungsoo, Jongdae, Bibi Jane, dan satu wanita lain yang sudah biasa mengisi tempat itu.

“Bagaimana? Haruskah aku memberimu restu atau tidak?” ganggu Jongdae.

Chanyeol tampak tidak terlalu menggubrisnya, sepertinya ia terlalu senang. Hal yang sama berlaku untuk Sooyeon, namun bukan karena pernikahan mereka tapi dengan kehadiran Bibi Jane dan Kyungsoo membuat ia merasa masih memiliki keluarga di dunia ini.

“Terimakasih,” katanya pada kedua orang itu -tersenyum.

Sooyeon memang menyukai sejarah, tapi teruntuk yang satu ini rasanya cukup menyebalkan juga memang.

Harus menangkap lemparan jujube (kurma China) yang dilemparkan oleh Jongdae karena memang harus dilakukan oleh keluarga pria. Sooyeon pikir Jongdae akan dengan mudah membiarkannya melewati tahap ini dengan cepat, tapi sulit sekali untuk sekedar menangkap satu.
Itu pasti kerjaan Park Chanyeol.

Sooyeon memutar kepala cepat ke samping, mendapati Chanyeol dengan lengan mengangkat jelas-jelas tengah memberikan kode pada Jongdae.

Sialan memang.

Sooyeon melempar pandangan pada Lee Yona, meminta diselamatkan. Jadi narator segala mengambil alih.

“Dasar tukang adu,” kata Chanyeol kesal dibalas juluran lidah oleh Sooyeon.

“Sekarang tahap terakhir dari prosesi hari ini.”

Seluruh hadirin diam, mendengarkan.

“Mempelai pria akan menggendong wanitanya ke kamar pengantin. Dan tidak boleh keluar sampai besok pagi.”

“Dia pasti sudah sinting.”

Sooyeon tidak bisa mengerjap.

kim4

Q : Bagaimana rasanya setelah menikah?

“Bukankah ini berlebihan? Aku tidak bisa toleransi kalau harus berlama-lama dengannya dalam satu ruangan.”

Q : Toh nanti kalian akan tinggal satu atap juga.

“Ya tapi bukan sekarang. Aku ‘kan sedang liburan.”

Q : Ralat! Hukuman. Kalian harus diatur.”

chan4

Q : Bagaimana rasanya setelah menikah?

“Senang. Aku sudah lama menunggu momen ini, berpikir kalau aku akan sering bersama Sooyeon dan memperbaiki tempramennya.”

Q : Kau yakin bisa membuatnya berubah?

“Tentu.”

Q : Kenapa?

“Aku ‘kan tampan.” “Jangan katakan karena kau tampan.”

“Turunkan aku bodoh! Turunkan aku sekarang!”

Tak ada yang namanya berhenti meracau dalam sejarah hidupnya Sooyeon, tidak sampai ia harus mendapatkan keinginannya.

Sooyeon menendang udara, meninju punggung Chanyeol, dan tubuhnya menggelinjang tanpa henti, hanya untuk melepaskan diri dari hal yang menurutnya paling menjijikan di dunia -digendong ala-ala bridal style oleh Park Chanyeol.

“Turunkan? Di sini? Sekarang?” cecar pemuda jangkung itu, menghentikan gerak tungkainya sejenak di sepuluh langkah akhir menuju kamar yang tadi Lee Yona arahkan padanya.

“Ya! Di sini! Sekarang!” tukas Sooyeon yakin.

“Jatuh saja begitu? ‘Gedebug?’ ” Chanyeol menirukan suara barang yang terjatuh di lantai kayu, membuat Sooyeon keheranan sendiri.

“Iya, gedebug!”

Chanyeol mengangguk mengerti. “Oke, gedebug!”

“AWWW!!” tubuh Sooyeon terjun bebas dari lengan Park Chanyeol, terjembab dengan posisi bokong sebagai tumpuan.

Sooyeon selalu berharap ia memiliki semacam kekuatan sihir, karena di situasi seperti ini ia akan membutuhkan rapalan ‘Aresto Momentum’ untuk memperlambat waktu sejenak, meminimalisir rasa nyerinya yang bukan main.

Jujur saja Chanyeol sebenarnya sedikit khawatir meski ia sudah mengambil tindakan defensif dengan segera melarikan diri, tapi ia tetap berhenti juga setelah beberapa langkah.

Chanyeol juga memiliki pikiran gila untuk kembali ke sana sekedar memeriksa keadaan Sooyeon melihat gadis itu tak kunjung menyusul langkahnya.

Namun, Chanyeol tahu itu keputusan bodoh.

Bahunya di tinju.

Bokongnya di tendang.

Lengannya di pelintir.

Kim Sooyeon itu, Taekwondo sabuk hitam.

“Sooyeon! Oke, ampun! Aku minta maaf. Tapi sekarang kita impas ‘kan?”

Perkataan Chanyeol yang bagaikan pemantik mekanik mampu menyulut api dari dalam diri Sooyeon.

“Oh ya? Impas kau bilang? Ini baru namanya impas!”

Chanyeol ditendang lagi, tapi ia melawan lagi. “Berpakaian seperti itu apa tidak repot? Sampai bisa adu jotos segala?”

“Tidak cukup repot untuk menghajarmu!”

Untunglah, kali ini Chanyeol bisa melarikan diri. Sementara Sooyeon menapaki jejak kakinya dengan sigap.

Oke, kambing sudah masuk ke kandang. Saatnya gerbang ditutup, mencegah mereka untuk ke luar lagi. Suara Lee Yona dari walkie talkie terdengar, tanda bagi sang kameramen untuk bertukar jaga dengan beberapa perekam yang sudah di pasang di dalam kamar.

Jalan keluar pun terkunci.

kim4

“Kalian benar-benar kejam mengurungku di dalam sana.”

Q : Itu ‘kan bagian dari prosesi. Seharusnya kau juga tahu.

“Iya, tapi aku tidak mengira akan sampai sejauh ini. Apalagi Chanyeol terus saja menggangguku dengan kata-katanya yang menyebalkan. Seperti tidur bersama dan bertukar pikiran. Apanya yang bisa ditukar sebenarnya?”

chan4

“Aku dan Sooyeon dalam satu ruangan dalam keadaan perang dingin. Ia bahkan sama sekali tidak mau melihatku pada awalnya.”

Q : Jadi apa yang kau lakukan sepanjang hari?

“Mengganggunya. Tidak mengejutkan barang-barang kami sudah dipindahkan kesana. Aku menyuruh Sooyeon ganti pakaian tapi dia bilang aku pasti mengintip. Aku suruh dia tidur tapi katanya takut aku melakukan yang aneh-aneh saat dirinya tidak sadar. Posesif sekali pada dirinya sendiri.”

Q : Tapi setelah rekaman dilihat, malah kau yang ganti pakaian. Tidak sembunyi juga.

“Iyalah, aku ‘kan laki-laki.”

“Park Chanyeol sinting! Pakai kembali bajumu!”

“Tidak mau!”

“Pakai!”

“Tidak!”

“Pakai!”

“Tidak mau Kim Sooyeon! Astaga. Kau itu sudah menulis sepanjang hari, pura-pura aku tidak ada, tidak mendengar aku bicara apa. Jadi aku tidak mau pakai baju,” tukas Chanyeol menuntut.

Memang benar, sekalipun Chanyeol bunuh diri agaknya Kim Sooyeon tidak akan bereaksi apa-apa. Pemuda itu kesal jadinya karena sama sekali tidak dipedulikan.

Sooyeon menyimpan data tulisannya sebelum menempatkan tabletnya kembali ke koper. Melayangkan pandangan mengancam pada Chanyeol yang berdiri kokoh tanpa malu.

“Oke, sudah. Sekarang pakai bajumu!” Jeda sejenak, ia memperhatikan Chanyeol yang memasang kembali kaos putih menutupi tubuhnya. “Percaya diri sekali dia, yang perlu disombongkan saja tidak ada,” cibirnya lirih.

“Apa kau bilang? Mau lihat kubuka lagi?!”

“Oke, tidak terimakasih. Aku tidak akan bicara lagi.”

Waktu seakan berjalan dengan sangat lambat. Sooyeon berulang kali memeriksa penunjuk angka di pergelangan kirinya, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda fajar akan segera menyingsing. Ini masih pukul 3 sore.

Sekarang ini Sooyeon hanya ingin mengistirahatkan matanya, menghilangkan pening yang menyarang di kepalanya entah sejak kapan.

“Kim Sooyeon, ganti saja pakaianmu. Kegerahan sampai seperti mandi keringat saja kau,” kata Chanyeol dari radius beberapa langkah dari Sooyeon.

Mereka duduk berhadapan, Sooyeon di sisi dinding kiri sedang Chanyeol di kanan. Gadis itu sudah memperingatkan kalau ada batas teritorial diantara keduanya, ditandai dengan koper milik Sooyeon dan miliknya yang ditata sejajar.

“Jangan bicara terus, aku pusing.”

Bukannya Chanyeol mau melakukan pelanggaran, bilang saja ia terpaksa karena melihat kondisi gadis di hadapannya yang tampak tidak baik.

“Tadi kau terbanting sekeras apa? Aku serius, tapi wajahmu pucat sekali.”

Bahkan pemuda itu sudah bangkit dari tempatnya, berniat mengambil langkah mendekat.

“Batasnya,” peringat Sooyeon parau.

Ia tidak sadar sejak kapan napasnya menjadi sesak, kepalnya pening, dan isi perutnya seperti dikoyak dari dalam.

Terutama di bagian lambung.

Ah, lambung. Sooyeon lupa kalau dia belum makan sejak pagi. Biar dia ingat, rasanya ia memasukkan sesuatu dalam pencernaannya tadi.

Benar. Kopi.

Maag-nya kambuh lagi, dan Sooyeon tumbang di tempat.

“Persetan dengan batas.”

Park Chanyeol melakukan pelanggaran wilayah.

.

.

.

.

|TBC

183 responses to “[Episode 5] We Got Married! by slmnabil

  1. “Saat itu aku pikir pada awalnya mereka hanya berkunjung sebentar ke ruang riasku, nyata-nyatanya.”

    Q : Kau tidak pernah membayangkan Byun Baekhyun berpakaian wanita ‘kan?

    “Berpakaian pria saja aku tidak pernah membayangkannya.”

    Author!!! Itu bagian paling ngakak :v Ya ampun sampe gegulingan malem2 baca beginian :v Dan apa? Chanyeol merengek kpd managernya :v Sumpah part ini sempurna bikin ngakak+senyum2 sendiri😀

  2. oooooo,,,gt toh tnyta,,
    bnyak pertanyaan qw yg terjawab d part yg spa2 lg gt,,,huhuhuhu
    ngebayangin baekbaek wkt dandān jd cewe,,hehehé,,chap slnjutny d protect kh??

  3. Aku manggil nya nabil aja yaa…
    Kn ada yg gga mau d panggil author ato thor gtooo..
    Hhehehe
    Aduuhhhhh chanchan km beneran belum bsa moveOn dr sooyeon..
    Trnyta yg ngusulin dirimu..
    Ckkckc
    Niat nya sampe kayak gtooo..
    Nyari2 sooyeon trus stlh ketemu pengin ikut “nikah2an” ma sooyeon..
    Jelas banget crta nya tentang adat istiadat nikah d korea yg tradisional..
    Jadi tau alur2 nyaaa..
    Nambah pengetahuan fanfic nya tanpa perlu nyari d gugel..
    Kekekkeke
    Daebak nabil ♥♥
    Momen nya lagiii dong…
    Walopun isi nya berantem pi tetep aja baca nya srasa baca fluff..
    Manis banget merekaaaa…
    Ahhhhhhh johaaaaa nie fanfic..
    Slalu d tunggu lanjutan nya nabil ^^

  4. Aaaaa lovelovelovelove Too Ka nabill!! Tau ga akau selalu ngakak Kalo Misalnya baca bagian chanyeol Bikin mood Makin naik aja gitu,Terus sooyeon juga Makin galak ja Tapi dikit Mah Buat sooyeon lembut gitu Ke chanyeol yaaa? Jangn Sampe Ada kyungsoo dianatar Mereka Thor huhu gasanggup Aku Buat kesel SAma Dia:( mangaaat Thor!Buat mslh protect Aku sih gaada masalah hehee

  5. Miris banget hidupnya sooyeon, udah orang tuanya cerai, dia ditinggal sama kedua orang tuanya. tega banget orang tuanya.
    Chanyeol enak banget hidupnya minta apa-apa langsung dikabulin. Aduh gak bisa bayangin kalau baekhyun pakek hanbok cewek pasti lucu banget😀.
    terus apa yang terjadi dengan chanyeol sama sooyeon selama berduaan di dalam kamar :D? kalo chanyeol gantiin bajunya sooyeon dengan tutup mata, terus gimana masangin bajunya kan gak bisa liat. Di tunggu next chapnya ya kak nabil🙂

  6. Aaaaaah love this couple , tingkah chanyeol lucu banget>.< eh itu si baek beneran jadi cewe?ngga kebayang gimana cantiknya , waah nextnya bakal seru nih

  7. Gue readers baru tapi fix ini ff nya keren banget chanyeolnya lucu banget trs jg ceweknya jaim2 gt hahahha gemesin banget .lanjut yaaaa gue dukung terus ff nya semangaaat k

  8. nnti di pw???
    pasti pw nya lewat twitter…q ngga punya twittrer thorrr….
    q minta e-mail nya yah kaka author???
    ehmmm ceritanya makin ddaebakk meskipun q agak bingung pas tadi….
    keep writing authorrr

  9. Kenapa saya dibilang julpasaurus-_- dinosaurus gaada yang minum kopi kok :’v tapi nescafe latte sama good day tiramisu bliss enak banget :’v gimana dong :v

    Gaya euy sidersnya pada muncul :v maap saya baru baca sekarang. Niat baca udah lama, tapi hp saya sudah melemot TvT modem saya error TvT kartu di modem gabisa dimasukin hp, belum dipotong TvT sedih saya.

    Buat cerita ini, saya ngerasa yang mengganjal itu cuma gedebug :v entah kenapa ceritanya berasa langsung pindah latar ke sm1le :v

    Oya, saya belum nyari nama buat staint. Nunggu kartunya dipotong dulu :3

    Buat event persaudaraan juga belum saya selesaikan :’ ah sudahlah

    Mau ngasih tau lagi, buku from song to story covernya pink :v udah open PO tjie banget :3

    Overall, gaada dinosaurus yang minum kopi.

  10. Ehiya ada yang lupa, LOVE YOU KAK NABIL!! MANGAT TERUS YA THOR! DITUNGGU NEXT CHAPNYA HARUS DAEBAK YA :3 KEEP WRITING KAK NABIL! :V

  11. oh.. jadi chanyeol yg usaha bgt mau wgm sm sooyeon. sedangkan sooyeon kayaknya terluka krn chanyeol.. hmmn rumit >,<
    ow ow ow baekhyun pake hanbok,, itu yg aku nantikan. kapan sih exo pemotretan pake konsep tahun baru gt, pake hanbok kayak beast. akkkkkk pengen tau oppa pake hanbok (pasti bikin kita mupeng)
    ditunggu chapter 5.5 nya kkkk

  12. oh chanyeol yg usaha deket banget ma suyeon dengan cara ini…dan baekhyun disini jd kayak cewekk… lucu banget.. hahaha
    jngan d protect dong yg ep. 5.5 nya,,,
    ok keep writing..

  13. Baru baca nihh..
    Lucu banget nihh, ngakak😁
    Chanyeolnya pengen deket aja sama sooyeon, sooyeon nya juga jaim banget

  14. haha sooyeon nurut banget .
    jd sebenernya dia akrab ga sih sama kyungsoo ? masih bertanya2 deh .
    yaahhh ko sakit si sooyeonnya .
    penasaran reaksi chanyeol . kalo chanyeol gantiin bajunya sooyeon kamera gimana ?

  15. Oooh, jadi Chanyeol itu minta bantuan sama manajernya toh ikut wgm. Aku kira udah dari PD nya sendiri._. gara-gara mau ketemuan sama Sooyeon juga kan dia jadi mohon-mohon begitu ckck
    scene pernikahannya beda dari yang lain, ngga nyangka kalo si cabe pake hanbok wanita gimana ya jadinya?cantik mungkin. Sooyeon juga masih keras kepala ya, kok dia ga mau ganti baju dulu, padahal kan tadi proses wedding lama dan cukup ribet, alhasil pingsan dan kambuh deh maag dia. Chanyeol urus ‘istri’ barumu ya, kasian Sooyeon. Semoga pernikahan virtual ini membawa dampak yang positif bagi pihak Sooyeon maupun Chanyeol, meski tau itu sulit sih.

  16. msih ttp berantem ya mrekaa ga brubah2, cba akur2 ky ep 4 kkkk
    tpi gpp jg berantem ttp unyu hahaha
    kesian bgt krna sooyeon orgtuanya cere gtu dn dtinggalin ibunya huhu

  17. aduh si chanyeol kepedeannya tinggi sekali, bisa nggak ya mereka kalau ngomong itu nggak nge-gas kasian juga si sooyeon pasti tenggorokannya sakit… tambah ilmu tentang pernikahan tradisional korea nih..

  18. Somplak. Baehyun nawarin diri jadi ibu pura puranya sooyeon. Ya ampuuuuuuunnn untung dia cantik hahahahaha

  19. ya ampuuuun pasangan ini ga ada perubahannya ckck:/
    ‘kambing masuk gerbang’ ini apaaa?😄
    cuma bisa berharap yg terbaik buat mereka🙂

    ya ampun thor, sumpah aku baru baca WGM ini jadi gatau kalo ada pengumuman dari author😦
    iya aku akan tetap setia jadi jekakers kamu thor :))

  20. Pingback: [Episode 6] We Got Married! by slmnabil | SAY - Korean Fanfiction·

  21. Bacanya ngakak sendiri:v entah kenapa ini cerita menghibur bangeet… jarang jarang nemu ff yang antik Dan lucu… thanks for sharing your story kak😘

  22. Huaaa sukak bangettt pas CY bilang : Persetan dengan batas! Sumpah sumpah sumpah itu manly banget biiil
    Omo? Byunnie jd ahjumma2 gitu? Pasti cantik bgt. Pasti!
    Penasaran sama kisah cinta mereka yg dulu, kok bisa jd sentimentil gitu yaaa
    Hmmm keep writing😆

  23. Yeheettt akhirnya nikah juga tapi sayang……masih aja berantem pft :3 ohya, aku kirain Kyungsoo itu udah kenal deket banget sama Sooyoung tp kok kayaknya enggak ya? Atau emang deket? Penasarannn

  24. Bahasanya enak banget buat dibaca 👍👍👍
    Kisahnya sooyeon kasian banget, akhirnya dia bisa sedikit terbuka
    Semoga cita”nya author bisa terkabul.. Amin
    Fighting ^^

  25. Author, agaknya aku ngakak ngakak gitu di ch ini, baekhyun dinistakan amat disini hahaha lucu ihik. Itu yang terakhir canyol asli ‘menanggalkan?’ waw so exited buat baca kelanjutannya. Izin baca yaa author-nim hehehe.

  26. Ohhh jadi yang kepengen banget wgn itu si canyol, hemmm….. Pantesan aja kok kayanya dia nurut-ngalah terus gitu :v
    Iya bener juga sih dgn cara wgm mereka jadi deket lagiii:))))))

    Ngakak ngebayangin byunbaek jadi ibu mertua hahaha😄😄
    Ih masih penasaran dah sama kyungsoo-sooyeon-chanyeol ._.

    Waaa di chap selanjutnya cy yang ngegantiin baju sy kah? Omegatt 😲😱
    Pas malem malem mereka ngapain aja ya’-‘ huhu penasarannn

    Oh iyak btw chap selanjutnya jadi di protect ya’-‘ baguslah para siders mulai tobat, hehe
    Semangat terus yaaa:)

  27. Tetap semangat Nabil. Pstnya mmg mengesalkan karya sebagus ini tapi yg ninggalin komentar tidak terlalu banyak. Bukan ff yg bagus aja sih yg harus di kadih komentar ya. Bayangin aja entah berapa jam yang penulis habiskan untuk membuat ini semua. Mulai dari ide, pokoknya apapunlah yg pasti semuanya tidak muncul begitu aja di otak. Semangat trs nulisnya Nabil. Ff nya bagus bgt, bnr2 menghibur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s