STUPID LOVERS (MOMMY, GET WELL SOON) by noonapark

large (2)

¶ Author : noonapark | Title : STUPID LOVERS (MOMMY, GET WELL SOON) | Cast : Park Chanyeol and YOU/OC | Genre : Romance—Comedy—Marriage Life | Ratting : 18 | Lenght : Ficlet |

Previous : DON’T READ THIS! » PLEASE READ THIS! » GOOD MORNING DARLING! » LEARN TO BE PERVERT » T  SHIRT »TRAP » REVENGE » WHO??!! » JEALOUS TO THE MAX  »  PIMPLE » W-WHAT?! MARRIED?!! » PASSIONATE KISS » BEAUTIFUL GIFT » GOOD NEWS »HUBBY » FIRST DAY, FIRST NIGHT » MR. AND MRS. SEDUCTION » HAPPILY EVER AFTER » DADDY’S TRICK

***

.

.

“Uwek! Uwek—Uhuk!!”

.

.

.

“Hoon-ie, kau dengar itu? Sepertinya ibu hamil.”

Balita berusia dua puluh bulan itu tetap diam. Memperhatikan permukaan pintu kamar mandi dengan mulut sedikit terbuka serta sepasang bola mata yang membola. Hoon yang saat ini berada dalam dekapan Chanyeol kemudian mendongak, menoleh ke arah wajah Chanyeol saat merasakan Chanyeol menggoyang pelan tubuhnya.

Yeay! Hoon-ie akan punya adik!”celoteh Chanyeol disertai senyuman yang tergambar cerah di wajahnya. “Hoon-ie!”Chanyeol mendekap Hoon semakin erat, mendekatkan wajah mereka lalu melanjutkan dengan nada geram. “Hoon-ie ingin punya adik laki-laki atau perempuan? Satu atau dua? Atau tiga? Eum..”Chanyeol berpikir sejenak. “Oya, perempuan saja, oke? Jika kau punya adik laki-laki, Ibumu pasti akan mengabsen seluruh nama artis se-Korea. Ewh! Ayah benci itu.”

Hoon tersenyum ringan setelah berhasil menyentuh hidung Ayahnya. Ia, beserta Chanyeol kemudian menoleh saat mendengar pintu kamar mandi dibuka, menampakkan Eunsoo yang kini berdiri di ambang pintu dengan gestur lemah. Wajahnya pucat.

“Chanyeol..”

Mendengar rintihan Eunsoo membuat Chanyeol bergegas mendekati istrinya. Ia merangkul bahu Eunsoo dengan satu tangannya, sementara satu tangan yang lain mencoba membetulkan tubuh Hoon agar balita itu tidak lepas dari dekapan.

“Eunsoo, kau tidak apa-apa?”

Eunsoo mendongak, menatap Chanyeol dengan tatapan lemah. “Chanyeol-ah.”

“Eunsoo, wajahmu pucat. Kenapa?”Chanyeol tampak cemas, namun sejurus kemudian senyuman mengembang tiba-tiba terukir di bibirnya. “Atau.. kau hamil? Apa Hoon-ie akan punya adik? Apa kita akan punya anak lagi, hm?”

“Aku tidak mungkin hamil! Aku barusaja selesai datang bulan saat itu.”racau Eunsoo, lalu menyandarkan kepala di bahu Chanyeol dan menutup matanya perlahan. “Kepalaku pusing Chanyeol, aku rasa aku sedang sakit.”

“Apa? Sakit?!”Chanyeol melotot, lalu mendekap Eunsoo semakin erat dan sedikit membungkuk, mencoba menilik wajah wanita itu. “Eunsoo, kau tidak boleh sakit!”

Eom… ma!”Hoon turut menilik wajah Ibunya, satu tangannya terulur, mencoba menyentuh wajah Eunsoo sementara Chanyeol mulai menuntun tubuh Eunsoo untuk membawanya ke tempat tidur.

Sebagai seorang suami sekaligus Ayah, Chanyeol tahu apa yang harus Ia lakukan di saat-saat seperti ini.

Beruntung, saat ini hari minggu. Jadi setelah memastikan Eunsoo berbaring dengan nyaman di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi sebagian tubuh wanita itu, Chanyeol mengambil satu jepit rambut Eunsoo yang berbentuk pita, berwarna biru, lalu menjepit poni dikeningnya dan menyematkan jepit rambut itu di atas ubun-ubun.

Chanyeol bahkan menyingsing kedua lengan bajunya hingga atas siku.

“Oke, hari ini kau harus mandi bersama Ayah, Park Hoon sayang.”

Eunsoo melirik dengan gerakan lemah, namun bibir pucatnya tampak mengukir senyuman tipis saat melihat Chanyeol mengangkat paksa tubuh Hoon dari atas kasur. Membawa balita itu menuju kamar mandi tanpa memperdulikan pekikan Hoon yang mencoba menggapai Ibunya.

Eomma!”

“Hei! Anak laki-laki tidak boleh cengeng. Jangan menangis, oke?”

Chanyeol dan Hoon masuk ke dalam kamar mandi, menyisakan Eunsoo yang kini menunjukkan senyuman semakin mengembang, dan kelopak matanya kembali tertutup perlahan.

.

.

.

.

.

Eunsoo tahu, Chanyeol adalah suami yang bisa diandalkan.

Memandikan Hoon dan menggantikan pakaian Hoon juga sudah biasa Chanyeol lakukan. Seperti saat ini, hanya butuh beberapa menit bagi Chanyeol untuk membuat Hoon tampak lebih segar setelah mandi. Meskipun beberapa bedak putih masih tampak menempel di pipi gembul Hoon. Namun balita itu seolah tak peduli, Ia memilih merangkak mendekati Eunsoo, merebahkan tubuhnya di samping wanita itu lalu kembali sibuk memainkan mainan bebek berwarna kuning yang Ia bawa dari dalam kamar mandi.

Chanyeol tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Selagi Hoon tenang di samping Ibunya yang tampak tertidur, Chanyeol bergegas ke dapur dan membuatkan bubur untuk Eunsoo.

Setelah selesai, Chanyeol membawa bubur buatannya ke dalam kamar. Lalu membangunkan Eunsoo dengan cara memberikan kecupan cinta di bibir wanita itu.

“Eunsoo, bangun. Kau harus makan dan meminum obat.”

Eunsoo akhirnya bangun. Chanyeol membantunya duduk dan Hoon pun segera bangkit, lalu Hoon mengenyakkan tubuh di pangkuan Ibunya dan menatap sang Ayah dengan senyuman mengembang. Senyuman mengembang yang menampakkan beberapa deretan gigi susunya.

“Hoon-ie mau makan juga?”tanya Chanyeol sembari mengaduk-aduk bubur di mangkuk, sesekali meniupnya.

Eung..”Hoon menjawab dengan erangan. Ketika Eunsoo mendekap perutnya dengan kedua tangan, Hoon tampak senang, Ia kemudian melemparkan mainan bebek itu ke wajah Chanyeol membuat Chanyeol langsung menatapnya dengan tatapan setengah kesal.

“Hoon-ie.”

Hoon terkikik geli. Lalu menutup wajah dengan kedua telapak tangan untuk menghindari tatapan mematikan Chanyeol yang terkesan dibuat-buat, yang kini ditujukan padanya.

“Jangan bermain-main, oke? Kau harus makan. Ayah akan menyuapimu, juga Ibu.”Chanyeol menunjukkan senyuman mengambang pada Eunsoo. Wanita itupun membalasnya dengan senyuman mengembang sementara Hoon mulai menggerakkan kedua tangannya, mencoba meraih mangkuk di tangan Chanyeol disertai erangan yang terdengar geram.

“YA!! Hoon-ie, tunggu!”

Appa!”

“Sebaiknya suapi dia dulu, Chanyeol.”

“Baik. Tapi—Ah! Hoon-ie, duduk saja bersama Ibu! Ayah sulit bergerak jika kau duduk bersama Ayah—Aw!! Hoon-ie! Jangan mendudukinya! Kau menduduki adik kecil Ayah kesayang Ibu—“

“CHANYEOL!!”

“…….”

.

.

.

.

.

.

.

“Eunsoo.”

“Hm?”

“Kau tidak ingin tidur siang?”

“Aku tidak mengantuk.”

“Ah..”

“Aku hanya ingin dipeluk.”

“Dengan senang hati, sayang!”

“Jangan terlalu erat, Chanyeol! Kau ingin membuatku mati?!”

“Hehe, maaf. Aku hanya ingin memberikan pelukan cinta untukmu.”

Ewh!”

“Aku serius!”

“Terserah.”

“Eum.. jadi kau ingin dipeluk seperti ini?”

“Ya, seperti ini. Rasanya hangat.”

“Tentu saja hangat. Pelukan ini akan segera menyembuhkanmu dari sakit. Cepat sembuh, Eunsoo. Aku mencintaimu. Ingin dicium?”

“Hm.”

“…….”

“…….”

“Oya, omong-omong.. yang ini rasanya juga hangat.”

“Chanyeol-ah!”

“Tunggu, Eunsoo. Aku hanya ingin memastikan. Dulu saat kau mengandung Hoon, benda ini terlihat lebih besar dan kenyal. Kenapa ini terlihat sama seperti beberapa hari sebelumnya?”

“Sudah kukatakan aku tidak hamil!! Dan kumohon, singkirkan tanganmu sekarang juga.”

“……..”

“Chanyeol?”

“Hihi! Tidak mau.”

“…….”

“…….”

“Ya Tuhan..”

“Ini tidak akan mengganggumu, percayalah.”

Ewh! Terserah.”

Yeay!”

“……”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

*fin*

Sebenernya ngga pengen publish ini. Entah mengapa merasa bersalah banget sama Chanyeol :’> aku cuma ngga pengen gegara kalian terlalu menghayati(?) peran Chanyeol di FF ini, kalian jadi ngrasa Chanyeol itu bener-bener kek gini.

 Jangan ya. Jangan. Aku yakin sifat Chanyeol berbanding terbalik dengan peran dia di FF series ini. Aku yakin itu :’> Chanyeol itu something. Dia spesial. Aku padamu lah kakanda Cahyo ❤

211 responses to “STUPID LOVERS (MOMMY, GET WELL SOON) by noonapark

  1. Chanyeol-ku baek sekali, eunsoo sakit dia jadi super daddy (bukan super dede ya:3) duhhhhh aku padamu bang @_@

  2. uwaaaa… kak ima… aku baru baca ff series punya kaka yang ini buat yang pertama di baca… uuu so sweet banget lah chanyeol dari awal cerita bikin greget/?

  3. suami idaman memang wkwkwkwk tapi ngebanyangin chanyeol gulung baju sampe siku mandiin hoon wkkwkw nggak kebayang seriusan muka dia yang bentuknya begituan tapi udah kayak bapak bapak yang sayang anak dan keluarga ekekekkek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s