[Episode 5.5] We Got Married! by slmnabil

we-got-married2

[Episode 5.5]

Longest Night

Salah kalau Sooyeon menciptakan semacam pembatas, karena Chanyeol hanya akan melanggarnya. Melakukan pengingkaran bukan gayanya, tapi menepati juga ia tidak terlalu suka. Bisa dikatakan ketaatan Park Chanyeol tergantung pada subjek dan situasinya.

Hari ini, pukul 4 lewat 46 menit 12 detik, niatan untuk melakukan dua pelanggaran sekaligus menyarang di kepalanya. Dan ia tahu persis kalau dirinya harus membayar untuk itu.

Diomeli Lee Yona karena mematikan semua kamera tanpa izin.

Bersiap mendengar Kim Sooyeon menyalak berkat ide gilanya untuk menanggalkan pakaian gadis itu dan mengganti dengan kaos yang lebih nyaman di pakai tidur. Terlebih Sooyeon yang tidak dalam kondisi prima.

Chanyeol selalu memiliki fantasi soal menjadi pria berjas putih dengan kaca mata bulat yang digilai oleh perawat-perawat rumpi. Siapa sangka asanya bisa terealisasikan hari ini.

Berkat Kim Sooyeon yang akan menjadi pasien dibawah pengawasan penuhnya selama beberapa dentang jam kedepan.

Oh, benarkan dia. Chanyeol tidak akan bisa berkuasa jika ‘pengawas’ lain turut andil dalam hal ini.

“Kalian tidak pernah benar-benar memotong klipnya bukan? Padahal aku sudah memintanya baik-baik. Jadi terima konsekuensinya sekarang.”

Jadi ia beralih, mematikan, beralih, mematikan. Begitu saja terus, sampai dirasa tidak ada lagi yang mengganggu wilayah kekuasaannya.

Ia mengunci pandangan.

Chanyeol selalu protes tiap kali Suho menyiapkan begitu banyak obat-obatan, mulai dari pil demam, sakit perut, vitamin. Dulu saja ia tidak mengerti kenapa lelaki itu lebih suka menjejali kopernya dengan ‘aroma rumah sakit’ ketimbang makanan-makanan ringan.

Tapi sekarang Chanyeol mengerti, kalau pil demam memang harus dikerahkan dalam situasi seperti ini.

“Aku tahu dia akan marah, tapi jika itu menyangkut hidup matinya Sooyeon akan melepaskanku bukan?”

Jadi ceritanya, Chanyeol masih berpikir kalau hanbok yang membuat berkeringat dan luar biasa tidak nyaman ini adalah alasan kenapa keadaan Kim Sooyeon semakin buruk. Membuatnya terbanting memang buruk, jadi anggap saja ini bentuk permintaan maafnya.

Meski tak yakin Chanyeol mengarahkan lengannya maju, menyentuh pita yang mengikat bagian atas hanbok yang Sooyeon kenakan, menutup mata, dan siap menanggalkannya.

Tapi kemudian,

“Mau apa kau?”

Tiga kata yang membuatnya sontak menegangkan kelopak matanya, melempar pandangan takjub akan kenyataan yang dipertontonkan padanya. Bahwa Kim Sooyeon sama sekali tidak kehilangan kesadaran.

“Kau tidak pingsan?”

“Seharusnya iya, tapi kutahan dengan baik. Aku pernah dengar soal para pria yang suka mencari kesempatan, aku tidak bisa percaya kalau kau salah satunya.”

Chanyeol meliukkan alisnya. “Melihatmu semangat sekali mendebatku, tampaknya kau baik-baik saja.”

“Kalau sudah tahu, menjauhlah.”

Sooyeon mendorong bahu Chanyeol lemah sebelum memegangi kepalanya lagi, merasakan pening menyerangnya kembali.

Untung saja dalam kondisi seperti ini Chanyeol menyadari gelagat aneh Kim Sooyeon, mata elangnya berhasil menangkap kejanggalan. Ia belum begitu yakin, tidak sampai ia melakukan percobaan dengan mendorong bahu gadis itu yang malah bersinggungan dengan dinding.

“Kim Sooyeon, seharusnya kau memukul kepalaku jika seperti ini.”

Sooyeon nyaris kehilangan kesadaran, napasnya semakin tersengal, dan ia sadar kalau ini bukan saat yang tepat untuk menjaga wibawanya di depan Park Chanyeol.

“Daripada memukul kepalamu,” ia mengambil napas, “bolehkah aku meminta saja?”

Chanyeol siaga. Ia tidak menjawab, tapi Sooyeon tahu pemuda ini mendengarkan.

“Makanan, pil sakit lambung. Maag-ku kambuh lagi.”

Bagi Chanyeol tidak ada yang lebih menyedihkan daripada terlihat seperti orang bodoh, meski kenyataannya memang begitu namun dia tidak ingin benar-benar menunjukkannya saja.

“Jadi bukannya demam? Tapi penyakit lambungmu kambuh? Serius?”

“Kau itu idiot atau bagaimana,” gerutu Sooyeon lirih.
Oke, rasanya keinginan untuk menjadi dokter harus ditepisnya jauh-jauh. Nilai mendiagnosanya saja nol, nol besar. Selebriti mungkin opsi paling tepat untuknya, begitu yang Chanyeol pikir.

“Jadi, aku akan memberimu makanan sebanyak yang kau mau. Ah, dan juga obat! Tentu saja harus kau makan. Tapi setelahnya berjanjilah untuk berganti pakaian,”
Sooyeon baru saja membuka mulut, tidak jadi begitu Chanyeol mendahuluinya cepat.

“Meski kau tidak rikuh, aku tidak nyaman saja melihatnya. Atau tidak ada makanan sama sekali,” ujarnya menegaskan di kalimat akhir.

“Baiklah, terserahmu saja,” Sooyeon menyahut, dengan suara parau yang bahkan terdengar lebih lemah.

“Oke, jadi kita sepakat? Kau mau menurut? Semudah itu?”

Gadis itu mengangguk pelan.

“Wah, seharusnya kau lebih sering sakit saja mulai sekarang. Kalau seperti ini ‘kan kau mendengarkanku dengan baik,” kata Chanyeol tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya, sebelum memutar tubuh dan mengambil langkah untuk mengeluarkan beberapa pil, air mineral, dan roti dari kopernya.

Kelopak mata Sooyeon sudah terpejam saat ia kembali, meski tidak sampai kehilangan kesadaran. Chanyeol menyadari kalau gadis itu benar-benar kesakitan sekarang, mendapati keringat dingin yang sudah menelanjangi tubuhnya.

Sooyeon membuka matanya ketika Chanyeol mengguncang bahu miliknya lembut, berusaha untuk menegakkan tubuhnya dengan bantuan pemuda itu.

Pertama, ia mengarahkan air minum ke mulut Sooyeon. Tangan kirinya menahan bobot tubuh Sooyeon dengan menumpu punggungnya, sedang tangan lainnya membantu Kim Sooyeon dengan minumnya.

“Ah, aku tidak tahu bisa seburuk ini,” kata Sooyeon yang kemudian kembali ke posisinya -bersandar.

Chanyeol membiarkannya beristirahat sebelum menyodorkan sebungkus roti sobek padanya. “Sekarang makananmu.”

Dan tanpa pikir panjang Sooyeon mengginggit sisi kanan, menghancurkan dengan geraham, sebelum meneruskannya ke esofagus, membiarkan organ pencernaan lain menjalankan fungsinya. Sementara itu, iris coklat Chanyeol tidak lepas dari memperhatikan setiap gerakan sederhana yang Sooyeon buat, seakan kepuasan tersendiri untuknya.

Melihatnya, satu pertanyaan yang menggelitik tidak mampu ditahannya. “Memangnya kapan terakhir kali kau menjejalkan makanan ke mulutmu?” lontarnya.

Sooyeon mengalihkan atensi sejenak. “Tadi aku minum kopi padahal belum sarapan, terjadi begitu saja.”

“Kau ‘kan tipe yang tidak ceroboh dan sangat pilih-pilih. Kira-kira siapa yang memberikannya padamu? Sampai tidak berpikir begitu.”

Sooyeon menghentikan kunyahannya sejenak, tampak mengingat. Sebenarnya Chanyeol harap-harap cemas, takut-takut kalau ternyata Do Kyungsoo-lah yang memberikannya. Itu topik yang sedikit sensitif belakangan.

“Baekhyun,” serunya singkat sebelum melanjutkan.

Oh syukurlah bukan dia, pekik Chanyeol dalam hati. Tentu saja ia tidak menyerukannya keras-keras, jelas sinting namanya kalau ia melakukannya.

“Ah, dia memang mudah dicintai belakangan ini,” kata Chanyeol sok keren, berpura-pura tenang.

Bertepatan dengan itu Sooyeon menjejalkan bulat-bulat potongan terakhirnya, membuat perhatian Chanyeol kembali teralihkan.

“Sekarang obatmu,” katanya seraya menyerahkan dua pil hijau muda yang direspon cepat oleh sang lawan bicara.

Mulai detik itulah Chanyeol merasa kalau dirinya sudah bisa bernapas lega. Paras Sooyeon perlahan merah muda tak lagi pucat, juga berlaku transformasi yang sama pada warna bibirnya. Dan ia tidak terlihat selemas itu lagi dengan keringat yang perlahan menghilang.

“Oke, sekarang lepaskan.”

Sooyeon mengerjap, menatap Park Chanyeol ngeri.

“Lepaskan apa?”

“Pakaianmu tentu saja!” serunya. Sukses mendapat layangan tinju dari Kim Sooyeon.

“Kenapa pakaianku harus dilepas? Dasar kau mesum!”

“Kau sudah berjanji akan berganti pakaian tadi agar lebih nyaman!” sahut Chanyeol tak kalah nyaring, merasa dicurangi. “Mikir apa sih kau ini?!”

Sooyeon salah tingkah, ia merah muda. Oke, diakui.

“Kau harus mengatakannya dengan jelas idiot!”

“Kau saja yang aneh!”

“Berhenti bicara! Berisik!”

“Kau yang berhenti! Serius kau tidak benar-benar sakit bukan?! Cepat ganti pakaianmu sana!”

Sooyeon mengerang frustasi. “Beritahu aku dimana harus berganti baju?!”

Untuk yang satu ini Chanyeol tidak bisa serta merta menyalak, ia tampak diam mencari pemecahan masalah.

“Masuk ke dalam lemari,” kata Chanyeol akhirnya.

Alis Sooyeon naik. “Ini tidak seperti akan ada Narnia di dalam sana,” cibirnya.

“Atau kau mau melakukannya disini? Aku sih oke saja, lagipula kamera sudah kumatikan semua.”

“Dasar sinting! Kenapa juga aku berganti disini?!”

Kemudian suara pintu dibanting menggelitik gendang telinganya. Chanyeol baru tahu, kalau bunyi pintu lemari bisa sekeras itu.

“Coba saja di dalam sana ada Narnia, pintunya takkan kubuka lagi.”

Chanyeol sudah menggelar kasur lipat dan menyiapkan selimut saat Sooyeon keluar. Karena ini adalah rumah tradisional maka perabotnya pun didatangkan dengan meninggalkan kesan yang kuat akan budaya, penggambaran total kehidupan pada zaman dahulu.

Sooyeon merasa lebih baik, apalagi dengan pakaian yang nyaman -benar kata Chanyeol. Tapi jangan beritahukan, karena menurutnya pemuda itu hanya akan besar kepala saja.

Hanbok sudah disimpannya rapi di atas meja, bersebelahan dengan milik Chanyeol yang sudah di sana lebih awal. Kemudian ia hanya bisa berdiri, menggaruk tengkuk yang tak gatal, dan pura-pura memainkan helaian rambut yang berantakan.

Park Chanyeol sadar akan hal itu.

“Sini,” katanya.

Sooyeon mengerjap, masih tidak mengerti.

“Duduk disini,” lanjutnya seraya menepuk ruang kosong di depan tempatnya duduk sekarang.

Namun Sooyeon masih saja bersikap bodoh, membuat Chanyeol sampai harus turun tangan sendiri dengan menariknya.

“Begini saja sulit.”

Chanyeol memutar tubuh Sooyeon menjadi membelakanginya, yang justru membuat gadis itu makin tidak bisa mengendalikan diri. Apalagi begitu tusuk rambut dilepaskan dari sanggulan rambutnya, membuatnya tergerai bebas.

“Ma-mau apa kau?!” tanya Sooyeon gelagapan, salah tingkah.

“Biarkan aku mengepang rambutmu, berantakan sekali.”
Sooyeon menepis lengan Chanyeol, tapi tampaknya tidak berhasil. Pemuda itu lebih cekatan dengan memutar kepalanya dan mulai merapikannya dengan sisir. Kalau sudah begini, Sooyeon juga hanya bisa diam.

Keheningan yang panjang terjadi, dan Kim Sooyeon sudah cukup sehat untuk membaca situasi. Kalau Park Chanyeol menyisir rambutnya terlalu lama.

“Bisa-bisa rambutku rontok kalau terus dipereteli seperti itu,” peringatnya berusaha terdengar galak.

Chanyeol tersenyum. “Dulu,” ia hendak memulai.

Kim Sooyeon sudah memotong perkataannya duluan. “Berhenti mengingat masa lalu!”

Tapi tentu saja ia tidak perduli. Chanyeol melanjutkan.

“Kim Sooyeon tidak suka kalau rambutnya melebihi bahu, kau akan mengeluh kerontokan karenanya. Meski larut malam kau akan menyuruhku datang ke rumahmu dan memotongnya, sebagai alasan saja kalau kau merindukanku dan ingin bertemu.”
Ia menghela sejenak.

“Kim Sooyeon,dulu adalah gadis semanis itu. Aku masih tidak mengerti bagaimana ceritanya kau sampai berubah galak seperti ini, bahkan memanjangkan rambutmu.”

Chanyeol memulai kepangannya, sementara Sooyeon tengah bimbang apakah ia harus menyahut atau tidak, apakah ia harus menyimak atau tidak.

“Tidak ada yang tak kuketahui darimu, bahkan aku lebih mengenalmu daripada dirimu sendiri. Tapi jujur saja, sekarang aku tidak punya kepercayaan diri. Kau seperti seseorang yang sepenuhnya berbeda dari-”
Oke hentikan. Kim Sooyeon tidak lagi bisa tahan.

“Kau tidak pernah berpikir kenapa aku selalu marah padamu belakangan?” tanyanya tanpa menghadap ke belakang. “Karena kau tidak meminta maaf, bahkan merasa bersalah pun tidak.”

Chanyeol menghentikan gerakannya sejenak, terkejut dengan jawaban yang begitu diluar dugaan. Tapi ia ingin mendengarkan.

“Dulu mungkin aku memang boneka porselen yang cantik, menawan, tapi begitu ia retak maka peluangnya untuk rusak sangat besar. Dan aku sudah melewati fase itu, menjadikanku lebih tahan banting.”

Sooyeon melanjutkan. “Aku sudah retak saat orangtuaku bercerai. Aku kembali retak menyadari kenyataan kalau tidak satupun dari mereka membawaku bersamanya. Dan aku rusak, pecah begitu hubungan kita berakhir. Tidak seharusnya kau membuatnya begitu jelas, kalau tak ada seorang pun yang menginginkan Kim Sooyeon. Kalau-“

Chanyeol tidak bisa tidak terkejut. “Tunggu! Apa katamu? Orang tuamu bercerai? Meninggalkanmu? Kita putus? Katakan sesuatu yang lebih masuk akal Kim Sooyeon! Kapan hubungan kita berakhir?!” cecar Chanyeol dengan begitu banyak pertanyaan. Sebenarnya masih jutaan dalam benaknya, namun ia tidak mampu mengutarakannya secara benar dan malah menjadikannya terlihat amat menuntut. Ia memutar tubuh Kim Sooyeon.

“Jawab aku!”

“Jangan berpura-pura tidak tahu! Aku menghubungimu berkali-kali sepulangnya dari karya wisata, tapi ingat yang kau lakukan! Aku sangat membutuhkanmu saat itu dan bagaimana bisa kau tidak menjawab? Kau tidak tahu betapa terkejutnya aku melihatmu kembali seperti itu? Menjadi selebriti? Di tempat aku tidak bisa lagi menjangkaumu?! Kau yang katakan sesuatu yang lebih masuk akal! Kau!”

“Dengar, aku tidak pernah dengar soal perceraian orang tuamu. Dan mengenai kau yang menghubungiku aku juga sama sekali tidak tahu. Begitu tiba di rumah ada perwakilan agensi dan Kakakku bilang itu peluang bagus untuk mengejar mimpiku, kau selalu tahu kalau aku ingin menjadi penyanyi. Aku meninggalkan ponselku. Dan kau tahu apa yang kuharapkan begitu debut? Kau Kim Sooyeon, aku ingin kau ada di sana bersorak untukku. Tapi kau tidak datang. Aku mencari ke rumahmu yang dulu, tapi kau tidak ada. Selama ini yang kutahu hanyalah mencari keberadaanmu, dan begitu dapat aku tidak bisa tidak kecewa. Kau memperlakukanku seperti orang paling jahat di dunia.”

Perkataan Chanyeol membuat Sooyeon ciut, ia tidak tahu seperti itu ceritanya. Dan ini bukanlah saat untuk menjadi egois.

“Kim Sooyeon, katakan padaku. Inikah bayaran yang kuterima karena aku memperjuangkan mimpiku? Jawab aku! Benar begitu?”

Perlahan liquid bening mulai terjun bebas dari sudut mata Park Chanyeol. Sooyeon tidak bisa melakukan apapun selain menundukkan kepalanya dalam-dalam dan ikut sesenggukan. Bahunya bergetar, membuat Chanyeol sadar kalau ia sudah berlebihan.

“Maafkan aku,” luncuran kalimat yang sama sekali tidak Chanyeol harapkan di situasi seperti ini, karena ia hanya akan menjadi berengsek yang sesungguhnya. “Aku sudah egois dan membencimu disaat tidak mengetahui alasannya. Seharusnya aku mendengarkanmu dan-“

“Angkat kepalamu.”

Sooyeon diam.

“Kumohon, jangan perlakukan aku seperti ini. Balas perkataanku, kau seharusnya marah sekarang.”

Tapi ia mendapatkan sebaliknya, karena Kim Sooyeon tidak henti-hentinya mengatakan maaf. Membuat Chanyeol tak sabaran dan tanpa pikir panjang menarik Sooyeon dalam dekapannya.

Namun seperti naluriah, Kim Sooyeon tidak melawan. Chanyeol secara alami mengelus kepala gadis itu lembut, menenangkannya.

Dan itu memakan waktu cukup lama, sampai Chanyeol merasa Sooyeon sudah utuh kembali.

“Kita akan memiliki perbincangan yang sangat panjang malam ini, untuk menyelesaikan semua kesalahpahaman,” kata Chanyeol -masih dalam posisinya dan tersenyum ketika merasakan Sooyeon mengangguk dalam dekapannya.

“Tapi Chanyeol, kalau kita baikan seperti ini lalu apa yang menjadi daya tarik kita?”

Pertanyaan yang sanggup membuat Chanyeol menarik dirinya, menatap gadis itu bingung.

“Maksudku, penonton pasti suka dengan konsep Love-Hate yang kau buat. Tapi kalau seperti ini ceritanya, apalagi yang tersisa?”

Chanyeol kembali menempatkan Sooyeon dalam rengkuhannya. Dengan percaya dirinya ia mengatakan,

“Tidak apa-apa. Pasti nanti ada alasan kenapa kita berkelahi lagi.”

.

.

.

|TBC

.

.

.

132 responses to “[Episode 5.5] We Got Married! by slmnabil

  1. wahhhh kak nabil, maafin aku baru sempett bacaa… padahal dari kemaren senin tuh aku udah liat ini,tapi pas mau baca malem2 mata aku selalu gak kuat soalnya pulang sekolah sore, abis itu langsung les sampe malem.. dan akhirnya aku baru baca ff ini sekarang /lah kok jdu cerita :v) maaf banget pokok nya.
    btw, kak nabil mau hiatus? seriuss?? omg aku sedih banget kak, aku pasti bakalan kangen sama wgm ini,sama pasangan aneh ini… tapi sumpah sebelum hiatus kak nabil buat chanyeol dan sooyeon baikan horeeeeeeeee🙂🙂😄 demi apapun ku senang dan bahagiaaaa yehettttt~~~😄 phh jadi seperti itu smua cerita nya, jadi dulu itu sooyeon gadis yg imut dan lucu yaa,, gak nyangka loh sooyeon dulu imut, tapi sekarang galak cuma gara2 park chanyeol😄 tapi akhirnya mereka bisa ngatasin smua nyaa yaa ^^
    ahh ahhh kak, ini pendek, tapi bagusss dan seruuu trus banyak penjelasan nya ya.. dan di chap ini sooyeon lebih terbuka dan agak kalem🙂 ah aku seneng bgt baca nya sambil senyum2 sendiri wkwkwk
    aku bakalan kangem sama ff kal nabil dehh… hiatus 3 bulan itu lumayan bgtt kak…
    smoga sukses ya sama project novel nya.. kalo udh terbit coba promosiin dong, ntar kalo sekiranya baguss seru dan genre nya aku sukaa,, pasti aku beli kok heheheh🙂

    jangan lupa dilanjut ya ff nya
    keep writing ya❤

    • Aku mau ninggalin jejak aja krn sdh baca, aku ga tau hrs bilang apa. Tulisa dan ceritanya bagus bgt pokoknya. Oh ya, semoga sukses bikin novelnya Nabil.

  2. Well, ternyata karena ‘misunderstanding’ Chanyeol dan Sooyeon jadi saling kurang suka, masalah mereka juga hanya satu pihak yang tahu bagaimana jalan ceritanya. Hm, tak kaget lagi mengapa Sooyeon tidak menyukai Chanyeol. Gak ada yang salah, semua cuma salah pahan yang beruntun. Ya aku harap mereka baikan lagi seperti dulu, kasihan juga Sooyeon. Dibalik tempramennya yang meledak-ledak, dia sebenarnya butuh keluara yang mendukungnya saat menjalani kehidupan. Dan semoga saja sosok Chanyeol ini mungkin juga bisa menjadi keluarga yang real, bukan cuma virtual, bagi Sooyeon kelak.

  3. trnyata itu yg ngbuat sooyeon jdi galak sm chanyeol, yaampun jdi mereka sm2 salah paham ya huhu akhirnya mreka bsa baikan smg dri sni jdi jrg berantem ya dn sooyeon jdi ky dlu lg gtuuu kkk
    hiatus 3bln? yaahh lama bgt ituuu:( slalu dtunggu loh ff iniii sm series sehunryungnyaaa

  4. sedih… author hiatus padahal ff ini ditunggu banget ㅠ.ㅠ
    tp gpp sih, akhir akhir ini aku bakalan sibuk juga. jadi keep working nabil ^^
    uwooooo suka unseen ini >,<
    akhirnya mereka baikan,, tapi yaa diliat aja bsk gimana episode 6 kkk~ pasti lee yona udah sewot sana sini. moga aja ada kamera rahasia yg gak dimatiin chanyeol dan jjan— airing deh unseen clip ini *bahagia
    btw, ttg kyungsoo.. kok kayaknya dia punya perasaan sm sooyeon ya? perasaan khawatir? pingin melindungi? aduh.. don't love her oppa, she is chanyeol's..

  5. ah dasar pasangan koplak, eh selamat buat debut pertama thor sukses sama novelnya dan ditunggu pasangan koplak ini.

  6. Wahhh,, jdi itu knpa seoyoon Selalu marahsma chanyeol,, karna slah paham dan kurangnya komunikasi… syukur dehklo mereka udah baikan.. ditunggu kelnjutannya dan sukses buat Novelnya yah..

  7. aawww.. jadi mereka akan segwra baikan ?? jadi itu cuman salah paham aja tooh -___- tapi yaa wajar kalo sooyeon mikir kayak gitu.. posisinya saat itu kan lagi terpuruk banget..

    next chapter ditunggu kak

  8. chan disini rada-rada sableng ya wkkwkwk. udah cewenya galak , channya begituuu. pasangan somplakk nih lol

  9. Akhirnya sooyeon tahu klo chanyeol gk seberengsek itu…. Untunglah mereka uda baikan. Capek bacanya mrk adu mulut terus hahaha

  10. ciyeeeee yg balikaaan😀
    aku turut bahagia! semua kesalahpahaman terselesaikan, yeay! >_<
    yg jadi masalah.. peristiwa ini terekam kamera kah?? kalo iya pasti gawat:/

  11. Pingback: [Episode 6] We Got Married! by slmnabil | SAY - Korean Fanfiction·

  12. eee bentar2 aku kaget pas buka wgm part 6 di previous eps nya kok ada part 5.5, dan ternyataaa aku ketinggalan part yg iniii huhuu:””” telat banget baca ini sumpah TT

    jadi ceritanya sooyeon chanyeol udah baikaaan? ga musuhan lagiii? seriusaaan seriusaaaan? wkwk senengnyaaaa akhirnya nih kopel ga jadi musuh lagii, dan masalah pabaliut mereka jelas juga=))) jadi ceritanya ada misskomunikasi gituya antara soo-chan di masa lalu, tapi untung deh sekarang udah jelas dan seneeng sooyeon nya bisa nerimain dan ga marah2 (biasanya kan dia ngomel mulu xD) tapi kalimat terakhir chanyeol bikin ngakak, mau mereka udah baikan juga kayanya berantem sih tetep jalan wkwk xD

    johayoooooooooo<3

  13. Nabil mau debut novel?? Info2 yaa kalo beneran udah di jual ^^
    Waaahhh jadi mereka salah paham yaaa tp untunglah udah selesai
    Aahhhh semoga lancar semuanya yaaa ^^ ya novel nya ya ff WGM juga sama ff yg lain2 nya juga hehehe

  14. Ternyata hanya kesalahpahaman aja, sooyeon pasti disaat sulit kaya gitu membutuhkan orang yg kita sayang&buat kita nyaman tapi disaat kondisi dia yang lagi galau berat chanyeol gak ada disamping dia. Ya jelas2 dia negative thinking.. Akhirnya masalah kesalahpahaman mereka selesai🙂

  15. Huwaaaaaaaa ternyata mereka salah pahamnya kebangetan banget yaaaa😥 seneng banget akhirnya baikaannnnn. Ditunggu banget nih momen romantisannya hihihi

  16. Maaf kak nabil baru baca 😢😢😢 sumpah aku baru ngeh kalo ini udah lama dan aku belom baca 😂😂😂
    Cie yg udah baikan chanyeol-sooyeon
    Sampe nangis bacanya 😭😭😭 mereka saling berkelahi karena mereka belom mengetahui alasan sebenernya mereka berpisah
    Atu harapan harapan mereka dan malah mempunyai pikiran kalo udahan
    Ea aku masi mikir kalo udah gini mereka bakal balikan lagi ga yaw😍😗 langsung baca chapter 6 deh🙌

  17. Aaaa, ternyata dua”nya salah paham
    Tp untung akhirnya terselesaikan
    Terus gimana selanjutnya, pasti kena omel lg sama pdnya Kkk

  18. Kyaaaa akhirnya mereka baikaaaan :3 ucuuuul
    Emang kesalahpahaman bisa.berbahaya bgt yaaa.
    Ternyata bener mereka belom bener2 “pisah” haha, pasti dua duanya masih ada rasa satubsama lain:3

  19. cie akhirnya baikan juga, kesalahpahamannya udh selesai tinggal liat kelanjutannya, jadi akur apa tetem berantem mulu

  20. Duh ngga nyangka ternyata itu karena ‘misunderstanding’ ya:”
    Entah kenapa aku baca ini sedih :””(((
    Jadi sebenernya cuman karna salah paham gitu mereka harus jauh, padahal mah ngga ada masalah apa apa kan ya :v aku kira canyol ‘mencampakkan’ sooyeon gitu abisnya perkataan kyungsoo yg waktu itu ngena bgt sih.-.
    Oh iya blm diceritain gmn sooyeon bisa deket ama kyungsoo ya?

    Ternyata author pernah hiatus ya/? Pantesan dulu perasaan aku sering liat(blm sempet baca,hehe) ff ini tp kok bbrp bulan ilang gitu makanya aku nunggu selesai dulu ff nya baru mau baca hehehe padahal udh tertarik dari lama pengen baca, tapi aku trauma sama ff yg tbtb hiatus/ngilang gitu ngeri ga dilanjutin jadi kesel sendiri nantinya hehe, untung aja ini dilanjutin yaa…. Syukurlah😁

    Izin lanjut bacaaaa😆😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s