Little Love Thing – Angelina Triaf

ze

Angelina Triaf ©2015 Present

Little Love Thing

Jeon Jungkook (BTS), Oh Sena (OC) | Fluff | G | Ficlet

0o0

Tenda Sena terlihat sepi dari luar, begitu pula di dalamnya. Ia sakit, dan membuatnya hanya bisa meringkuk di dalam tenda sementara teman yang lain menikmati malam penuh bintang yang indah di luar. Pegunungan tempatnya berkemah beberapa hari ini memang sangatlah indah. Sena tak ingin melewatkan malam indah ini. Namun mau dikata apa, ia justru harus sakit di saat tak tepat seperti sekarang ini.

“Huh, aku ingin keluar dan melihat bintang,” gerutunya pada dirinya sendiri, merutuki tubuhnya yang tidak bisa diajak kompromi.

Akhirnya dengan sedikit nekat, Sena benar-benar keluar dari tenda, mengenakan pakaian dua lapis serta jaket tebal untuk menghangatkan tubuhnya. Namun tetap saja, gunung adalah gunung. Hawa dingin yang menusuk tak dapat Sena pungkiri keberadaannya. Sangat dingin dan rasanya ingin kembali masuk ke tenda. Sudah kepalang basah, lebih baik mandi sekalian. Sena tetap nekat melangkahkan kakinya lebih jauh lagi ke lapangan terbuka, tempat di mana kini semua murid bersantai dan foto bersama.

Sena masih terus melangkahkan kakinya. Ia bukanlah gadis yang pandai bergaul dan mempunyai banyak teman. Ia cantik, namun sangat tertutup dan hanya mengenal teman sekelasnya saja, itu pun karena mereka sekelas. Jika tidak, mungkin Sena tak akan repot-repot mengenali mereka.

Ia menyusuri lapangan berumput itu, melewati beberapa gerombolan murid kelas yang bergabung menjadi satu, menyanyikan lagu kesukaan mereka masing-masing. Tak lama, Sena melihat kumpulan teman kelasnya yang sedang duduk sembari bernyanyi. Ah, sang ketua kelas kini sedang memainkan gitarnya. Sena tersenyum kecil lalu segera menghampiri kerumunan itu.

Eoh, Sena? Kenapa tidak tinggal di dalam tenda saja? Malam ini sangat dingin.” Yeonae nampak khawatir melihat Sena berkeliaran dalam keadaan sakit. Sena hanya mengembungkan pipinya kesal dinasihati seperti itu. “Aku bosan hanya berdiam diri di tenda.”

“Huh, baiklah. Tapi jangan macam-macam dan duduk manis saja di sini,” perintah Yeonae sok galak. Sena balas tersenyum kecil dan mengangguk patuh.

Kerumunan kelas Sena ini hanya bernyanyi dengan iringan gitar dari sang ketua kelas. Semua orang bernyanyi, melepas penat karena kegiatan sekolah yang membuat kepala serasa ingin pecah. Udara dingin yang menusuk entah mengapa terasa hangat saat bersama teman-teman. Sena juga ikut bernyanyi, ada sirat bahagia dalam dirinya. Malam ini sepertinya akan menjadi salah satu momen termanis dalam hidupnya.

Test..test—apakah benda ini menyala?—Ah ya, selamat malam semuanya!” Permainan gitar pun berhenti. Semua mata terfokus pada seorang pemuda yang tengah memegang mic di ujung lapangan. Oh, itu adalah Jungkook. Sena hanya geleng kepala melihat tingkah lakunya yang seperti anak kecil itu. Semua siswa menjawab salamnya, lalu setelahnya hening. Semua orang penasaran dengan apa yang akan Jungkook lakukan.

“Bagaimana jika kita bermain Pepero Games? Aku membawa banyak ini…” ujarnya riang sembari menunjukkan beberapa kotak pepero. Semua orang bersorak senang dan berlomba mencari pasangan main, yang rata-rata terdiri dari pasangan kekasih.

“Oke, pemenangnya akan kuberi hadiah saat kita pulang nanti. Baiklah, acara selanjutnya akan dipandu oleh Sungha.” Tepuk tangan memeriahkan malam ini. Jungkook hendak memberikan mic-nya pada Sungha, sebelum ia ingat akan suatu hal. “Eum, maaf aku melupakan satu hal penting,” ucap Jungkook sembari mengedarkan pandangannya. Sena yang sedari tadi menatap Jungkook langsung salah tingkah saat pemuda itu menatapnya balik. “Untuk yang sedang sakit malam ini, semoga cepat sembuh dan besok kembali sehat.” Satu kedipan mata Jungkook berikan untuk Sena, membuat gadis itu menertawai tingkah konyol Jungkook.

Akhirnya pemuda itu menghilang dari pandangan Sena, meninggalkannya yang masih tersenyum kecil mengingat apa yang baru saja Jungkook lakukan untuknya. Permainan berlangsung sangat ramai, tak jarang pula semua orang bersorak saat para pasangan itu akhirnya berciuman sebagai penutup permainan. Sena hanya melihatnya sambil terdiam. Bahkan Yeonae pun mengikuti permainan itu bersama kekasihnya.

Karena bosan hanya duduk sendiri, Sena pun beranjak dan berjalan pelan menuju pinggir tebing, menikmati pemandangan yang sangat indah dari atas gunung. Perkotaan yang cukup jauh itu hanya nampak seperti butiran kristal kecil yang bercahaya karena lampu malam. Sangat cantik, Sena terpesona akan hal itu. Gadis itu masih terdiam saat ada lengan yang memeluk pinggangnya. Tangan yang hangat, dan Sena menyukainya.

“Kau seperti hantu. Aku mencarimu ke mana-mana.” Suara yang lembut, berbanding terbalik dengan tadi—saat ia memberikan pengumuman dengan suara cemprengnya. “Sudah sehat?”

Sena memejamkan matanya, menghirup udara malam pegunungan dalam-dalam. Memang agak sesak—karena terlalu dingin, namun entah mengapa dingin itu bagaikan sebuah filosofi yang semu, tergantikan oleh nyatanya sebuah kehangatan yang indah. Kehangatan yang berbeda dari tafsiran apa pun di dunia. Kehangatan cinta dan kasih sayang. Ya, seperti itulah yang Sena rasakan saat ini.

“Jungkook,” panggil Sena lembut, masih dengan matanya yang terpejam. Hanya sebuah dehaman sebagai jawabannya. Jungkook takut merusak keheningan yang menemani mereka. Gadis itu tersenyum kecil, “Terima kasih.”

Jungkook mengerutkan keningnya, masih belum tahu ke mana arah pembicaraan ini. Ia hanya diam, menunggu Sena melanjutkan omongannya. “Terima kasih atas semuanya. Selama ini. Terima kasih.”

Sebuah senyum terlukis di bibir Jungkook. Gadis yang manis, sepertinya sakit demam membuatnya menjadi melankolis. Tapi Jungkook suka. Semua hal yang ada pada diri Sena, Jungkook menyukainya. “Sama-sama, sayang. Happy second anniversary.”

Sena tertawa kecil, diikuti oleh Jungkook. Ternyata kekaishnya itu tidak lupa, dan Sena sangat senang. Sudah dua tahun, apakah ini akan bertahan selamanya?

Tanpa kata-kata. Tanpa apa pun, keduanya bahkan telah mengetahui perasaan masing-masing. Bagaimana keadaan hati yang bersemi bagai mekaran bunga yang mewangi, menenangkan hati siapa pun yang melihatnya. Merasakan semerbak harum yang terbawa oleh rinaian angin yang bertiup perlahan. Mereka saling memiliki, hati yang satu dengan yang lainnya. Ya, dan akan selalu seperti itu.

“Kau mau?” Jungkook menawarkan sebatang pepero cokelat pada Sena. Gadis itu mengangguk dan menerima suapan dari Jungkook.

Pelukan yang semakin erat, cinta kasih yang bersemi seiring waktu berjalan. Kehangatan, manisnya indra pengecap selaras dengan tangan yang saling menggenggam. Karena cinta mereka tak hanya berhenti sampai di sini. Perjalanan panjang masih menunggu mereka di luar sana. Bersiaplah.

FIN

21 responses to “Little Love Thing – Angelina Triaf

  1. Lahh . So sweet banget …..
    Gak rela juga sih si maknae kookie jungkookie jdi sma sena . Kekeke . Abaikanajaeonn!
    Bagus kok .ini sejenis ficlet drabble gitu ya eon? Ternyata mereka sepasang kekasih toh . Kirain ntar di tembak jungkook gitu . Gak nyangka banget . Gak ketebak . Daebak!!

  2. huaaaa so sweet bngt, seandainya bisa gitu, tapi gak bisa!! huhuhu iri bngt jadinya..

    keep writing, di tunggu tulisannya yg lain yaa

  3. Hallo author ff ini. Jujur aku suka banget sama jalan ceritanya. Nggak muluk-muluk, singkat dan bener-bener nyentuh banget. Bisa bikin pembacanya kebawa suasananya. Tetep berkarya ya! Thankyouu😊😊

  4. Aku kira si kookie bukan pacar nya sena 😀
    dan ku pikir tadi waktu dia lagi bat pengumuman,dia mau nembak sena …😀
    ternyata mereka udah jadian toh .. Ini bagus harus di lanjut kyak nya..

  5. So sweet banget deeh…kirain jungkook dlm masa” pdkt sama sena, termyata udah jadian tooh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s