The Flowers – Angelina Triaf

e32f3063200a7be1265fe46b53338128

Angelina Triaf ©2015 Present

The Flowers

Kim Jongin/Kai (EXO), Kim Inna (OC) | Family | G | Drabble

0o0

Menilik banyaknya bunga di meja panjang itu membuat siapapun berasumsi bahwa rumah ini lebih terlihat seperti hutan belantara ketimbang ruang tamu minimalis yang nyaman. Dalam rangka Hari Ibu yang hanya dirayakan satu kali dalam setahun, gadis kecil berlesung pipit itu dengan semangat menarik ayahnya menuju toko bunga terdekat pukul enam pagi.

Uh—secara harfiah—benar-benar MENARIK ayah tercintanya berjalan di pagi yang cukup dingin ini pukul ENAM PAGI hanya demi mendapatkan beragam jenis bunga terbaik yang masih segar. Inilah hasilnya, ruang tamu indah mereka telah disulap oleh gadis kecilnya menjadi padang bunga. Miris, namun siapa pula yang dapat menolak pancaran sinar mata tulus seorang bocah perempuan imut berusia enam tahun?

Appa, bagaimana cara mengaitkan bunga ini dengan benangnya?”

Appa, mengapa kelopaknya selalu putus tiap kali Inna tarik ujungnya?”

Appa, tangkai yang ini patah…”

Appa! Jari Inna tertusuk jarum!”

Oh Tuhan, jika saja bocah kecil itu bukan anak kesayangannya mungkin Jongin akan dengan senang hati menceburkan gadis kecil itu ke laut.

Hehe, hanya bercanda. Dengan lembut Jongin membimbing Inna untuk membuat rangkaian bunga yang ia inginkan. Tuhan, salahkan zaman yang semakin canggih dan bahkan anak taman kanak-kanak pun sudah bisa mencari informasi melalui internet.

Oh ya, jangan lupa salahkan juga blog sialan yang dengan tanpa dosa memamerkan foto rangkaian bunga terbagus di dunia—namun demi apa pun sangat susah membuat rangkaian seperti itu. Jika saja Inna tidak terlanjur menangis karena ingin membuat yang seperti itu, mungkin Jongin masih bisa bersantai di ranjang empuknya yang sangat menggoda.

Dianugerahi kelihaian tangan dan mata yang jeli, sudah hampir lima jam mereka berkutat membuat segala macam tetek bengek berbahan dasar bunga itu. Sesekali Jongin memerhatikan wajah anaknya yang tengah sibuk merangkai bunga sesukanya. Gadis kecil manis seperti malaikat, dengan mata berkilau yang memberi kesan polos dan ketulusan di dalamnya.

Tanpa sadar senyumnya mengembang. Wajah gadis kecil ini sangat mirip dengan ibunya—yang waktu itu sempat membuat Jongin merasa iri dengan istrinya sendiri. Ironis.

Tak terasa sudah tiga buket bunga mini dan dua flower-crown yang berhasil mereka buat. Sebenarnya bukan ‘mereka’, melainkan Jongin. Inna baru selesai membuat buket bunga pertamanya dan sekarang akan memulai membuat buketnya yang kedua.

“Mengapa Inna ingin membuat rangkaian bunga sebanyak ini?” tanya Jongin, masih fokus dengan rangkaian bunga utama yang terdiri dari seratus bunga mawar putih-merah-kuning dengan aksen anyelir merah muda yang seakan menyulur di tiap sisinya.

“Karena Eomma sangat suka bunga.”

Jawaban singkat Inna membuat jantung Jongin berdetak tak wajar selama beberapa detik. Ia terharu, ternyata Inna sangat menyayangi ibunya

Menit-menit selanjutnya pun hanya ditemani dengan keheningan dan desau angin yang bermain di sekitar mereka. Tak ada lagi percakapan ayah dan anak yang manis. Inna benar-benar ingin agar semua rangkaian bunga ini selesai dan bisa cepat-cepat ia perlihatkan pada ibunya.

Appa, apakah Eomma akan senang dengan hadiah yang kita buat ini?” ucapnya pelan setelah memberikan pita kecil sebagai akhir dari pemanis buketnya. Jongin menolehkan wajahnya sebentar pada Inna, mengacak poni rata anaknya sambil tertawa kecil.

“Tentu saja, Eomma pasti akan sangat menyukainya. Ah, akhirnya selesai!”

Inna bertepuk tangan dengan riang saat melihat rangkaian bunga besar yang ayahnya buat. Jongin tersenyum begitu melihat anaknya menguap. Terang saja, jam menunjukkan pukul satu lewat dan ini memang waktunya Inna untuk tidur siang.

“Hm, sekarang Inna tidur siang dulu, ya? Akan Appa bangunkan jam tiga nanti, lalu setelah makan dan merapikan semua bunga ini kita pergi ke tempat Eomma.”

Mendengar penjelasan ayahnya, Inna hanya mengangguk setuju—masih sambil menguap. “Appa, kira-kira flower-crown mana yang cocok diletakkan di atas nisan Eomma?”

Inna mengangkat dua flower-crown yang telah ia buat. Ikut berpikir, akhirnya pilihan Jongin jatuh pada flower-crown yang terdiri dari akar-akar berukuran sedang yang dililit dengan tambahan kelopak mawar merah, lavender dan anyelir putih yang memperkuat lilitan akar. “Yang ini saja,” tunjuk Jongin pada flower-crown yang ia maksud.

“Baiklah, Inna akan membawa dua buket bunga yang itu dan flower-crown ini,” ujar Inna polos dengan cengiran khas anak kecil yang menggemaskan.

“Oke, sisa yang lainnya akan kita pajang di kamar dan taman belakang. Ayo, sekarang Inna ke kamar dan tidur.”

Gadis manis itu mencium pipi ayahnya dan berjalan dengan langkah kecilnya menuju kamarnya. Jongin masih sibuk merapikan sampah-sampah hasil perbuatannya dengan Inna. Pandangannya tak sengaja terpaku pada foto pernikahannya bersama sang istri. Bibir Jongin mengulaskan sebuah senyum kecil yang tulus.

“Anak kita sangat manis, bukankah begitu?”

FIN

27 responses to “The Flowers – Angelina Triaf

  1. kaaann.. udah ketebak sih dari mereka pergi jam 6 pagi dan sekarang diruang tamu bikin buket bunga masa eomma nya nggak ada.. jadi pengen nangis iihhh.. inna udah manis begitu ternyata eomma nya udah nggak adaa.. hhuhhu

  2. Ampun Kak, ini ff daebak banget🙂
    Saya acungin 4 jempol buat kakak (2 tangan + 2 kaki) *bercanda kok
    Keep fighting, Kak ….😀 :p

  3. Ohhhhhh appa jong in……..kasian tyta inna eomma’y udh meninggal,,,,jong in km ga kesepian???aku mau jd eomma’y inna.kekekee

  4. Wuaaaa… ini sequel ato gimana?
    Kayaknya aku ketinggalan banyak 😢
    Duh. Sedih banget. Ternyata Jongin duda/? Dia single parent?
    Oh God…. wanna have husband like him 😍
    Wanna married a man like him… daeeebak!!!

  5. udah ada perasaan ga enak saat baca d awal. kenapa eoma nya ga muncul-muncul,,
    tp cerita nya bagus ko, jongin kelihatan keren,,

  6. awalny bingung..mikirny si inna it istriny jongin..trnyt anakny..wkwk
    trus awakny nebak kl jong-na bakal kasi surprise k istri jongin..
    eh mnjelang ad tulisan ‘nisan’ langsung blank T.T
    d tunggu crita ny yg lain..

  7. awalny bingung..mikirny si inna it istriny jongin..trnyt anakny..wkwk
    trus awalny nebak kl jong-na bakal kasi surprise k istri jongin..
    eh mnjelang ad tulisan ‘nisan’ langsung blank T.T
    d tunggu crita ny yg lain..

  8. Kirain ibunya wanita karir. Ternyata eommanya udah meninggal. Ga mungkin juga si masa jam 6 pagi eommanya ngga ada. Kesian banget jongin, tapi beruntung juga si punya anak sepinter dan selucu inna.

  9. Waaah istrinya sudah meninggal… Abang aku mau kok ngerawat anak kamu… 😂😂 bercanda..
    Keep writing 😄

  10. Istri nya meninggal?? Apa pas ngelahirin inna meninggal nya? G tau lah.. Trus pas jongin g sengaja liat foto wedding nya itu langsung kebayang gimana gitu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s