[CHAPTER] DAY DREAM – TROUBLE #6B (APPLYO)

Day-Dream-poster.png

Title: Day Dream – Trouble #6B by APPLYO

Author: Applyo (@doublekimj06)

cast:

– Kim Jongin

– Yoon Ji  Hyun

Genre: Romance, Marriage Life, Drama.

Lenght: Multichapter  

Rate:  PG-16

Poster by leesinhyo @ ART Fantasy

TeaserChapter 1 Chapter 2 – Chapter 3 – Chapter 4 – Chapter 5 –Chapter 6A 

Once upon a time
a few mistakes ago
I was in your sights
you got me all alone
[PLAY -> TAYLOR SWIFT – I KNEW YOU WERE TROUBLE]

**

 

Incheon Airport.

Honey, kau bawa bikini yang aku belikan kemarin?”

Chanyeol menatap genit ke arah Sojung yang kini tengah tersipu malu di tempat duduknya, pria berambut hitam legam itu terus menggoda pacar kesayangannya itu dengan berbagai hal vulgar yang membuat Sojung menyemburkan rona kemerahan di pipinya. “Tentu sayang, aku membawanya.”

Chanyeol menganguk setuju lalu mencubit pipi Sojung dengan gemas “Aku mencintaimu…. sangatt!” ujar pria itu lalu tersenyum genit ke arah Sojung dan menyuruhnya untuk kembali menunggu.

Pemuda bermarga Park itu berjalan ke arah kursi sebelahnya lalu menatap Min ah dan Kyungsoo yang hanya menyibukan diri mereka dengan ponselnya masing-masing, terlihat sibuk berkutat dengan benda itu dan Chanyeol heran melihat keduanya, tapi toh dia tak ambil pusing untuk itu.

“Ayolah kita akan Take off dua puluh menit lagi tapi Luhan dan Jongin masih belum menampakan batang hidungnya sedikitpun.” geram Chanyeol kesal.

Sementara Kyungsoo hanya menatap Chanyeol sekilas lalu melanjutkan aktifitasnya berkutat dengan handphone nya dan pemuda bermata bulat itu seolah tak peduli dengan teman-temannya yang lain—yang selalu datang terlambat.

“Aku disini, Park Chanyeol.” teriak seseorang dari arah pintu.

Teriakan dari arah pintu masuk itu lantas membuat Chanyeol dan yang lainnya beralih menatap ke arah sumber suara:  Kim Jongin yang tengah menenteng dua buah koper berukuran besar diikuti Hyunjo yang berjalan di belakangnya.

Chanyeol bersiul menggoda kala melihat penampilan Jongin yang terlihat sangat keren hari ini. Sebuah sweater berwarna pink lalu Palladium x LRs Orginale Shoe liminted edition dan jangan lupakan rambutnya yang terlihat keren dengan warna pinkbrown yang terlihat sexy.

11412346_739728449472917_3904971784185956465_n 11428490_739728482806247_6798122824215220948_n

Sementara Hyunjo hanya menggunakan mini dress pendek dan sebuah topi berwarna coklat, nampak seperti gadis yang memang akan pergi berlibur dan menenteng sebuah koper besar berwarna pink mencolok. Gadis bermarga Kim itu adalah seorang pinky lovers, jadi tak heran jika apapun yang berkaitan dengannya akan berwarna pink.

“Mana Luhan? Apa dia tak akan ikut?” ujar Jongin saat mendudukan dirinya di sebuah kursi dan Hyunjo hanya mengekorinya terus menerus.

Chanyeol mendengus kesal ke arah Jongin lalu menatap pemuda itu sedikit tajam. “Kurasa dia akan terlambat”.

Jongin menganguk kecil. “Memangnya Luhan akan pergi dengan siapa? Bukankah Sena barusaja pergi?” Jongin sedikit mengkerutkan keningnya dan penasaran dengan siapa Luhan akan pergi.

“Kudengar, Luhan punya teman kencan baru.” ujar Chanyeol sedikit berbisik dan mengecilkan suaranya. “Dia sangat cantik.” lanjutnya lalu mendudukan tubuhnya yang tinggi di samping Jongin.

“Memangnya kau pernah bertemu dengannya?” ujar Jongin ragu lalu menatap Chanyeol disampingnya.

“Belum.” balas Chanyeol menyeringai polos dan menunjukan deretan giginya yang tertata sangat rapih.

Jongin hanya mendengus lalu memukul lengan temannya itu, dan keduanya tertawa bersama..

“Jihyun!” teriak Hyunjo dari kursinya lalu bangun dari duduknya.

Merasa terkejut dengan nama yang baru saja Hyunjo sebut dengan segera Jongin meredakan tawanya lalu menatap arah pandang Hyunjo—ke arah belakang dan mendapati orang yang Hyunjo panggil dengan nama ‘Jihyun’ itu benar-benar ada disana. Tengah berdiri dengan wajah pucat pasi nya di samping Luhan.

“Yoon Jihyun, sedang apa kau disini?”  batin Jongin.

“Lu, kenapa kau tak bilang jika kita akan pergi dengan teman-temanmu.” Jihyun berjalan mengekori Luhan yang terus berjalan cepat memasuki bandara dengan menenteng dua koper dan salah-satunya adalah milik Jihyun.

Gadis itu berusaha mengimbangi langkah kaki Luhan yang besar dan mendengus sebal karena Luhan sama sekali tak memberitahunya bahwa mereka tidak akan pergi liburan berdua melainkan pergi bersama teman-teman Luhan lainnya.

“Jihyun, tenang saja. Mereka orang-orang yang baik dan kurasa kau mengenal salah satu diantara mereka karena dia yang merebutmu saat kau akan kuantar pulang waktu itu.” Balas Luhan sedikit menaikan oktaf suaranya karena keadaan di sekitarnya yang terlalu bising.

‘Aku mengenal salah satu diantara mereka? Tapi siapa?’ batin Jihyun lalu menatap wajah Luhan dengan tatapan penuh pertanyaan. “Lu, apa maksudmu?”

“Kau akan tau, nah itu mereka.” Luhan berjalan dengan sigap lalu menghampiri kerumunan teman-temannya yang kini sibuk dengan aktivitasnya termasuk gadis yang Jongin bawa. Yang kini tengah menatap kearahnya.

“Itu teman-temanku.” ujar Luhan pelan menunjuk kerumunan teman-temannya lalu menatap Jihyun disampingnya yang kini tengah membelalakan matanya sangat lebar dengan mulut yang terbuka tapi tidak seutuhnya—terlihat nampak syok.

“Kau baik-baik saja?” tanya Luhan khawatir, tapi dengan cepat Jihyun menangkas tangan Luhan dan hendak berjalan memutar balik untuk kembali tapi sayangnya sebuah teriakan membuat kakinya tiba-tiba kaku dan seolah melemas begitu saja.

“Jihyun!”

Suara cempreng itu begitu familiar di telinga Jihyun dan mau tak mau membuatnya kembali berbalik arah dan menatap ke arah sumber suara yang kini berlari mendekat kearahnya lalu memeluk tubuhnya sangat erat.

Kim Hyunjo, gadis itu.

Ahhh… kau kemana saja, mengapa kau hilang dariku, Jihyun!” ujar Hyunjo pelan lalu melepaskan pelukannya dari tubuh Jihyun dan tersenyum amat bahagia ke arah Jihyun, seolah menemukan mainannya yang sudah sangat lama menghilang.

“Ak-ak-u-aku baru kembali dari Busan. Maaf tidak mengabarimu.” jawab Jihyun gugup, lagi-lagi ia harus berbohong. Dan gadis itu meremas tangannya sendiri hingga kebas untuk menutupi kegugupannya yang dirasa sangat luar biasa.

“Jadi kalian saling mengenal?” potong Chanyeol melihat percakapan dua wanita dewasa itu hingga melupakan orang-orang di sekitarnya yang menatap ke arah keduanya sejak tadi.

“Begitulah, kami memang berteman.” balas Hyunjo pada Chanyeol dan tersenyum sangat gembira.

Semua orang-orang itu tersenyum termasuk Hyunjo tapi tidak dengan, Jihyun dan Jongin yang hanya saling melempar tatapan terkejut satu sama lain tanpa mampu berkata apapun, dan Jongin benar-benar butuh banyak penjelasan dari mulut Jihyun sekarang.

Shin-Chitose, Sapporo Hokkaido Japan Airport.

Keempat pasangan itu berjalan keluar dari bandara setelah setengah jam yang lalu mereka landing di kota sapporo pulau Hokaido Jepang, lalu melakukan security check selama beberapa menit dan keluar dari bandara.

Saat barusaja keluar dari bandara, beberapa orang berpakaian hitam dengan alis tajamnya menghampiri keempat pasangan itu lalu membisikan sesuatu ke telingga Jongin dan Kyungsoo yang sudah berjalan lebih dulu untuk menghampiri orang-orang berjas hitam itu. Entah apa yang orang itu bisikan pada Jongin dan Kyungsoo sekarang, tapi nampaknya itu hal yang serius dan mereka terlihat cukup dekat.

Setelah selesai, Jongin dan Kyungsoo kembali ke kerumunan teman-temannya dengan membawa dua buah kunci mobil di tangan Kyungsoo. “Karena hanya ada 2 mobil, otomatis kita akan di bagi 4 orang untuk satu mobil. Mr. Kazura bilang Karena yang memilki Sim di jepang hanya aku dan Jongin otomatis Luhan dan Chanyeol hanya akan mengikut pada kami begitu juga kalian.” ujar Kyungsoo cukup bijak dan menunjuk ke arah Hyunjo lalu Jihyun.

Sementara yang lain hanya mengganguk. “Aku akan satu mobil dengan Kyungsoo.” ujar Chanyeol buru-buru lalu menarik tangan Sojung untuk segera bergegas ke arah mobil Kyungsoo yang berjarak tak jauh.

“Kalau begitu berarti kalian bersama.” Ujar Kyungsoo lalu melempar salah satu kunci mobil pada Jongin dan dengan cepat berpamitan pada Luhan, Hyunjo dan Jihyun untuk pergi duluan karena nampaknya teman-teman satu mobilnya sudah sangat lelah.

Luhan hanya menatap Jongin singkat, karena mau tak mau ia harus bersama Jongin sekarang, tak ada pilihan lain untuknya, begitu juga dengan Jihyun yang berpikir kalau dewi fortuna benar-benar tidak berada di pihaknya hari ini.

Jihyun menyeret kopernya dengan perasaan tak menentu sekarang, dadanya lagi-lagi terasa sesak dan kepalanya seolah berputar-putar tak karuan. Gadis itu memasuki kamarnya di nomor 899, berbeda dua nomor dari kamar Jongin dan 5 nomor dari kamar Hyunjo, masih dengan perasaan hancurnya sekarang.

Ada ribuan pernyataan bodoh tersemat dalam benak Jihyun, seolah mendapat seratus kejutan di waktu bersamaan dan jantungnya kini tengah bekerja sangat tidak baik. Mungkin karena kejutan hari ini yang terlalu mendadak.

Setelah hampir kurang lebih tiga minggu tidak bertemu dengan Hyunjo dan berusaha selalu menghindarinya bahkan mengganti nomor ponselnya agar Hyunjo tak mengetahui keberadaannya, harus berakhir hanya karena kecerobohannya sendiri yang so.. so-an ingin membuat Jongin cemburu dengan berlibur bersama Luhan tapi kenyataannya Luhan dan Jongin adalah teman baik, teman satu grupnya dan membuatnya terjebak dan kembali bertemu dengan timer bom nya sendiri.

Jihyun melepas sepatu heells nya  lalu menyimpanya asal, dan terduduk di ujung ranjang berukuran sedang itu. “Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang” ujarnya pada diri sendiri.

Jihyun memijat pelipisnya pelan, mencoba mengurangi rasa pusing di kepalanya lalu hendak membaringkan tubuhnya tapi tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan menapilkan sosok Jongin di baliknya. Pemuda itu dengan segera masuk lalu melepas sepatunya di dekat pintu dan menggantinya dengan sandal lalu menghujami Jihyun dengan tatapan tajam.

“Jelaskan padaku, semuanya.” Ujar Jongin sedikit berteriak dan cukup membuat Jihyun takut.

Jongin terus memijat tengkuk Jihyun beraturan, lalu memberikan gadis itu segelas airputih dan menatap wajah Jihyun yang kini pucat-pasi tak berdaya.

“Kehamilanmu baru menginjak trismester pertama Yoon Jihyun. harusnya kau tak melakukan penerbangan seperti ini.” ujar Jongin dengan raut khawatirnya.

Jihyun hanya berdiam pasrah di samping wastapel, gadis itu sudah kehilangan tenaganya untuk berbicara karena terus menerus muntah sejak tadi. Dan Jongin yang awalnya datang ke kamar Jihyun untuk mendebat gadis itu tiba-tiba saja berubah menjadi khawatir saat Jihyun terus saja bulak balik ke arah toilet saat mereka tengah berbicara.

“Kepalaku benar-benar pusing Jongin.” Ujar Jihyun dengan sisa tenaganya, tubuhnya benar-benar lemas sekarang.

lalu Jongin memegang tangan Jihyun dan membantunya untuk berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur, setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang. “Mau aku panggilkan dokter?”

“Tidak perlu.” Jihyun masih berusaha tersenyum disisa-sisa tenaganya yang hampir hilang, gadis itu menepuk-nepuk tempat disampingnya, menyuruh Jongin untuk duduk disana.

Jongin hanya menuruti lalu memeluk Jihyun dan menyembunyikan kepala gadis itu dalam dadanya yang hangat, menentang perasaannya yang sedang berkecamuk untuk mendebat Jihyun saat ini. “Kau harus baik-baik saja untuk anakku.” bisik Jongin tepat di telinga Jihyun lalu mengusap rambut Jihyun pelan, menyalurkan perasaan khawatirnya disana dan mencoba menguatkan Jihyun sebisa nya.

“Dia anakku, tentu aku akan baik-baik saja.” cicit Jihyun sama berbisik tapi terdengar jelas di telinga Jongin.

Kini Jongin masih asyik memeluk Jihyun lalu keduanya tertidur saling berhadapan dan Jongin menatap wajah pucat pasi istrinya itu, merasa iba dengan perasaan yang kini Jihyun rasakan, merasa bersalah juga karena harusnya ia berlibur dengan Jihyun dan bukan Hyunjo.

Tangan kanan Jongin memeluk pinggang Jihyun sangat erat, merapatkan tubuh mereka satu sama lain, sementara tangan kirinya terus mengelus rambut Jihyun perlahan.

Jihyun hanya memejamkan matanya rapat, menghirup parfum di tubuh Jongin yang terasa memabukan di hidungnya dan membuatnya merapatkan pelukan itu tak peduli jika harga dirinya di depan Jongin akan runtuh sekarang. Ia tak peduli itu.

“Bagaimana kalau Hyunjo datang.” Jihyun sedikit mendongkakan kepalanya untuk bisa menatap Jongin.

“Dia akan istirahat hingga malam, percayalah.” Balas Jongin sedikit mengembangkan senyumnya lalu mengecup dalam kening Jihyun dengan penuh perasaan layaknya seorang suami pada istrinya. “Bagaimana kau sanggup terus menyembunyikan fakta ini dari Hyunjo?” lanjutnya lalu menatap raut Jihyun yang kini terlihat lebih putus asa.

“Aku takut dia akan membenciku.” Balas Jihyun pelan lalu membuang napasnya kasar, membayangkan kenyataan bahwa Hyunjo akan membencinya.

“Aku harus berbicara hal ini padanya-“

“Tidak! Tolong jangan sakiti Hyunjo. gadis itu pasti benar-benar terluka dan membenciku seumur hidupnya.” Potong Jihyun lalu mengelus pipi Jongin dengan tangannya dan menatapnya dengan tatapan memohon.

Em, aku tak akan menyakitinya, percayalah.” Jongin kembali memeluk Jihyun lebih erat lagi, lalu menumpukan kepalanya di puncak kepala Jihyun dan sesekali mengecupnya dengan penuh perasaan.

Jihyun hanya tersenyum kecil lalu kembali memejamkan matanya. “Sebaiknya kau kembali ke kamarmu sana. Aku ingin istrihat sendiri.” Ujar Jihyun pelan tetapi penuh dengan makna pengusiran secara halus.

“Hey, Hey, kau mengusir suamimu ini? Ini kamarku juga nyonya Kim.” cicit Jongin dengan suaranya yang terdengar sedikit serak dan terkikik kecil.

“Oh ya, aku hampir lupa. kenapa kau bisa masuk kesini?” ujar Jihyun lalu melepas pelukan Jongin dari tubuhnya dan memberikan jarak beberapa sentimeter dari tubuh Jongin.

“Ini hotel milik keluargaku, aku bisa masuk kamar mana saja yang aku mau.” ujar Jongin lalu menumpukan kepalanya dengan sebelah tangan dan menunjukan senyuman miringnya yang selalu memabukan.

Jihyun menganguk paham. “Tapi aku tak ingin kau disini. Kau menggangu. Cepat sana kembali ke kamarmu.” ujar Jihyun sedikit berteriak lalu mendelik kesal.

Bukannya pergi, Jongin malah tersenyum miring lalu mengedipkan sebelah matanya. “Aku ingin bermalam di kamar istriku”.

Hyunjo mengembangkan senyum sinisnya lalu menatap angkuh kaca di hadapannya, dan meneguk gelas berisi jus strawberry faforite nya yang baru saja ia pesan dari pelayanan hotel itu.

Gadis itu kembali tersenyum, mengingat setelah sekian lama Jihyun menghilang akhirnya gadis itu kembali beratatapan dengannya dan yang membuat Hyunjo senang dengan pertemuan itu adalah karena ternyata dugaan nya tentang Jihyun dan Jongin mungkin hanyalah salah paham belaka.

Gadis itu kembali menyeruput jusnya lalu menghirup udara pagi hari di pulau hokkaido yang dirasa sangat menyejukan.

‘Kuharap Luhan adalah yang terbaik untukmu. Kumohon jangan ambil Jongin-ku’ Batinnya.

Dengan segera Hyunjo memakai sepatunya lalu berjalan keluar untuk mulai sarapan dengan yang lainnya, ia berharap liburannya kali ini akan berlangsung sangat seru.

**

Jihyun berjalan keluar dari arah kamar mandi, gadis itu mengancingkan kemeja bagian atasnya lalu duduk di depan meja rias dan ia menatap jijik lehernya karena banyak sekali bercak keunguan di sana.

oh astaga ini pasti perbuatan singa lapar itu semalam.

Jihyun mendelik kesal lalu matanya menangkap sosok singa lapar yang ia maksud itu—yang nampak masih tertidur pulas diatas ranjangnya. Jihyun berjalan mendekat dan sekarang tepat ia duduk disamping tubuh Jongin. Jihyun menatapnya. Pria ini masih  memejamkan matanya, terlihat damai sekali jika sedang tertidur, dan inilah bagian faforite Jihyun di pagi hari.

Menatap Jongin yang tertidur secara diam-diam

“Jongin..” Jihyun menggoyang lengan Jongin. Tapi Jongin tidak juga bergerak sedikitpun.“Jongin, cepat bangun.. kita harus pergi sarapan bersama yang lain..” lanjut Jihyun sedikit mengeraskan suaranya.

Jongin tetap pada posisinya, tidak bergerak sama sekali.

Jihyun mencoba mendekat, melihat jelas wajah Jongin. Apakah begitu sulit untuk membangunkan Singa lapar itu? Memangnya apa yang Jongin lakukan semalam hingga sulit sekali untuk terbangun?

“Jongin! Ayolah bangun” kata Jihyun lagi. “Astaga kau benar-benar sangat sulit untuk di bangunkan, ayolah cepat sebelum-”

GREP!

Jongin menarik tubuh Jihyun kedalam pelukannya, hingga posisi Jihyun saat ini tertidur, sama seperti Jongin saat ini. Jihyun tentu saja sangat terkejut. Bagaimana tidak, Jongin dengan cepat bisa merubah posisinya.

“Jongin-ap-apa yang kau lakukan”

“5 Menit saja.” kata Jongin padanya. Tapi Jihyun tetap ingin lepas dari pelukan ini.

“Jongin, cepat bangun sebelum ada yang melihat bahwa kau menghilang dan—”

Jihyun terdiam seketika saat Jongin dengan cepat merubah posisi tubuhnya. Ia kini ada diatas tubuh Jihyun, menghimpitnya begitu rapat. Mata hitam Jongin menatap tepat padanya. Tatapan mata yang membuat Jihyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya barusan. Deru nafas Jongin bahkan sampai dipermukaan wajahnya. Tangannya pun tidak bisa berkutik karena Jongin menahaannya saat ini. Benar-benar seperti pemaksaan. Oh Kim Jongin kau semakin gila tetapi memabukan.

“Kau mengodaku dengan aroma seperti ini setiap pagi, bagaimana aku tahan, menahan semuanya untuk anakku ini.” jelas Jongin lalu mengusap perut Jihyun sesaat.

“Jangan main-main. Ayo lepaskan. Kita haru-“

Belum sempat Jihyun menyelasaikan kalimatnya tiba-tiba Jongin menarik tengkuknya lalu melumat bibir Jihyun dengan sedikit memaksa. Mengisapnya lembut lalu dan bergantian, ia sangat suka melakukan kegiatan-kegiatan gila yang membuat Jihyun bisa terkena serangan jantung di usia muda.

Dan Jihyun? Hanya mampu terdiam menikmati morningkiss dari suaminya itu.

.

Jongin menutup pintu toilet di kamar Jihyun sedikit terburu-buru, lalu bergegas mengambil kaos nya dan menggunakannya dengan asal. Jam tengah menunjukan pukul 9 pagi- terlambat 30 menit dari waktu kesepakatan grupnya untuk sarapan bersama pagi ini.

Pemuda itu menatap cermin lalu menyisir rambutnya dengan asal, walaupun begitu ia masih terlihat tampan dan mempesona, berbalut sebuah kaos hitam dan celana jeans pendeknya yang terlihat perfect untuk tubuh rampingnya.

Bukan tanpa alasan Jongin terlambat untuk sarapan, tapi karena ia terlalu lama menghabiskan waktu pagi nya bersama Jihyun di atas ranjang, bergumam hal aneh, berdebat, lalu menggoda gadis itu dengan sebuah ciuman di pagi hari. Mungkin sebagian orang akan berpikir kalau Jongin sudah benar-benar gila karena tertawa sendirian membayangkan betapa konyolnya Jihyun saat berciuman.

Ting Tong—Bell Pintu kamar Jihyun berbunyi dan sontak Jongin mengalihkan perhatiannya ke arah pintu lalu dengan segera bersembunyi di dekat pintu toilet dan meletakan telunjuknya di atas bibir ke arah Jihyun-pertanda bahwa gadis itu harus diam.

Jihyun memutar bolamatanya malas lalu menghampiri Jongin sesaat, “Sudah ku bilang bukan, harusnya kau cepat-cepat pergi sebelum ada yang datang. Kau membuat pacuan jantungku semakin memburuk” Ujar wanita itu cepat.

Sebelum membuka pintu, Jihyun melihat intercom, lalu membelalakan matanya saat tahu yang berkunjung ke kamarnya adalah Hyunjo-dengan senyuman konyolnya yang membuat lidah Jihyun semakin kelu dan kaku.

Untuk apa dia kesini pagi-pagi? Apa karna aku dan Jongin belum turun untuk sarapan?

Jihyun membuka pintu apartemennya dan tersenyum ringan menatap wanita itu, walau terkesan seperti senyuman yang di paksakan.

“Jadi kau tak melihat Jongin?”

Hyunjo mendengus sebal lalu menatap Jihyun sesaat dan menunjukan ekspresi layaknya anak kecil yang sedang kehilangan mainannya.

Hampir 15 menit Hyunjo berdiri di depan pintu kamar Jongin untuk mengajaknya sarapan, tapi pemuda itu tak kunjung membukanya bahkan handphone nya pun tidak aktif, membuat kecemasan Hyunjo semakin menjadi-jadi.

Gadis itu dengan segera bergegas ke arah kamar Jihyun yang tak berjarak jauh dari kamar Jongin, dan mendapati Jihyun hanya sendiri di kamarnya. Hyunjo sempat berpikir kalau mungkin Jongin ada disana, tapi dengan segera ia menepisnya lagipula untuk apa Jongin pergi ke kamar Jihyun-pikir Hyunjo.

“Aku tak melihatnya. Mungkin dia sudah pergi sarapan” desis Jihyun pelan.

Hyunjo hanya menganguk kecil lalu menatap Jihyun dengan senyumannya. “Yasudah, ayo kita sarapan” ajak Hyunjo pada Jihyun.

“Baiklah, tunggu disini. Aku ambil handphone dulu” ujar Jihyun lalu bergegas masuk dan mengambil handphone nya yang tertinggal.

Hyunjo hanya tersenyum kecil dan menyetujui permintaan temannya itu untuk menunggu di ambang pintu. Gadis itu hanya menatap sekelilingnya dan sesekali bergumam asal ketika menunggu.

Hingga tak sengaja matanya menangkap sesuatu di dekat kakinya, sebuah sepatu Palladium x LRs Orginale liminted edition  berwarna putih yang ia ketahui sebagai milik Jongin.

“Kenapa sepatu Jongin oppa ada disini?” batinnya.

Hyunjo dan Jihyun berjalan berbarengan ke arah restauran di hotel itu. Keduanya nampak berdiam diri sejak tadi. Tak ada satupun yang membuka mulutnya untuk suatu percakapan, bahkan Hyunjo sendiri yang biasanya selalu mengoceh hal-hal aneh kini hanya terdiam dan dialah yang membuat suasana di antara keduanya menjadi seperti ini.

Jihyun tak mengerti dengan perubahaan mood Hyunjo yang terlalu tiba-tiba. Awalnya gadis itu bertanya banyak hal padanya bahkan mengajaknya untuk pergi sarapan bersama tapi saat Jihyun kembali ke ambang pintu kamarnya setelah mengambil Handphone. tiba-tiba Hyunjo menjadi diam tak berbicara apapun.

Mungkin mood Hyunjo tengah memburuk karena tak menemukan sosok Jongin pagi ini.

Suasana restaurant cukup ramai dan dari arah sudut sebelah kanan, seorang pria berambut pirang melambaikan tangannya dan tersenyum sangat gembira ke arah Jihyun.

“Itu Luhan” ujar Jihyun, lalu hendak berjalan ke arah kursi yang Luhan  duduki bersama rekan-rekan lainnya yang sudah menunggu lama hanya untuk sebuah sarapan tapi dengan segera Hyunjo mencegahnya dan menggengam tangan Jihyun erat.

“Bisakah kita makan berdua saja?”

.

Pilihan Hyunjo jatuh pada sebuah restaurant seafood di daerah Sekitar pantai yang berjarak cukup jauh dari hotel tempatnya menginap. Memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan kereta hanya untuk makan disini. Dan Jihyun hanya mampu mengikuti keinginan Hyunjo karena biasanya Hyunjo selalu tau spot-spot bagus di luar negri.

Hyunjo menarik tangan Jihyun lembut lalu menyuruhnya untuk duduk bersebrangan dengannya.

Jihyun hanya menganguk pelan lalu mengikuti perintah Hyunjo dan duduk bersebrangan dari kursi Hyunjo. setelah memesan beberapa makanan kini keduanya larut dalam keheningan hanya saling melempar tatapan. Tidak ada satu pun yang ingin membuka mulutnya untuk sekedar berbasa-basi, apalagi memulai pembicaraan. Sampai akhirnya Jihyun tidak tahan dan mengeluarkan suaranya lebih dulu untuk memulai percakapan.

“Kenapa kita tidak makan dengan yang lain saja Hyunjo.” tanya Jihyun pelan. Alasan yang sedari tadi ia tunggu dari mulut Hyunjo yang tentunya membuat Jihyun bertanya-tanya, tapi sayangnya Hyunjo seakan enggan untuk menjelaskan.

Hyunjo hanya mengangkat bahunya asal dan menatap Jihyun sangat tajam tanpa senyuman sedikitpun. “Bukankah sudah lama kita tidak makan bersama?”

Jihyun hanya menganguk kecil lalu mengulas sedikit senyuman di wajahnya. “Kau benar.” ujar Jihyun membenarkan.

Ada jeda cukup lama yang membuat keduanya kembali terdiam dan hanya saling melempar tatapan satu sama lain hingga seorang pelayan mengantarkan sebuah hidangan pesanan keduanya.

Semilir angin pantai yang sejuk dan dingin menerbangkan beberapa rambut keduanya, hingga tak sengaja mata Hyunjo menatap ke arah leher Jihyun yang sebelumnya tertutup rambut, ada dua bercak merah keunguan di daerah bawah telinga dan matanya tak lepas untuk menatap bercak di leher Jihyun tanpa berkedip.

Merasa sedikit risih karena Hyunjo menatap ke arah lehernya dengan segera Jihyun menutupi lehernya dengan tangan lalu menatap Hyunjo dengan tatapan penuh pertanyaan.

Hyunjo menyeringai lalu meneguk segelas airputih di hadapannya, “Luhan yang membuatnya? Aku tak menyangka jika kau ternyata dekat dengan teman Jongin juga” ujarnya dengan nada yang terdengar sedikit mengejek dan sinis.

“A-apa maksudmu Hyunjo-“

“Dia sama kaya seperti Junmyeon bukan? Apa dia yang menghidupimu sekarang? Menggunakan sepatu mahal, fasilitas yang mewah. Aku tak pernah menyangka bahwa kau sepandai itu mencari seorang sandaran hidup dan-“ Hyunjo tersenyum puas lalu mengigit kecil bibirnya “Kau mulai suka tidur denganya lalu membuat bercak-bercak itu?” lanjutnya dan tertawa kecil dengan sorot mata tajam penuh cela.

Jihyun meremas tangannya sendiri di bawah meja hingga kebas lalu menahan sesak dadanya yang terasa sakit. “Hyunjo. apa yang kau katakan. Aku bukan orang seperti itu, kau tau bukan kalau—“

“Ah, aku lupa, aku lupa. Kau tak pernah mencintai seseorang dengan tulus juga kan? Yayaya aku lupa itu.” Ujar Hyunjo sedikit berteriak membuat beberapa orang yang tengah menikmati sarapan mereka bertatap-tatap ke arah meja keduanya.

Jihyun bangkit dari duduknya, ia merasa perasaannya tercabik-cabik oleh Hyunjo dengan alasan yang tidak jelas. “Hyunjo. cukup.” teriak Jihyun cukup membuat Hyunjo berhenti berbicara dan menghentikan tawanya,

Ey, ada apa? Apa aku salah berbicara?” tebak Hyunjo pura-pura tak mengerti.

“Kenapa kau berbicara seperti itu padaku?” Jihyun menghela nafasnya lalu menatap Hyunjo dengan kilatan marah.

Hyunjo merasakan bahwa kini Jihyun marah padanya, dilihat dari kilatan wajahnya yang kini berubah menjadi merah nampak terlihat kesal sekaligus menahan tangis di pelupuk matanya. Jihyun tak pernah menangis oleh hal sepele kecuali jika gadis itu benar-benar sakit hati dan well, itu artinya Jihyun benar-benar sakit hati dengan perkataannya yang dirasa terlalu mengejek, tapi entah mengapa Hyunjo merasa puas melihat Jihyun seperti ini.

“Aku hanya becanda, kenapa kau menanggapinya begitu serius Jihyun.” Kekeh Hyunjo lalu menarik tangan Jihyun untuk kembali duduk.

“Aku tak enak badan, mungkin aku akan kembali ke hotel sekarang.” balas Jihyun dengan nada tajamnya kemudian memutar tubuhnya dan melangkah menuju pintu keluar dari restauran outdoor itu.

Em.. kau tak apa kan kembali ke hotel sendirian?” ujar Hyunjo di tempatnya lalu menyuapkan sebuah udang segar berukuran sedang kemulutnya.

“Ya.. nikmati saja sarapanmu.” ujar Jihyun lalu berlalu pergi tanpa kembali menoleh ke arah Hyunjo.

Sepeninggalan Jihyun, Hyunjo menikmati makanannya dengan sebuah senyumannya yang dirasa sangat mengerikan untuk dilihat lalu menatap kursi yang sebelumnya Jihyun duduki hingga sebuah dering mengalihkan perhatiannya.

“Bukankah ini handphone Jihyun? Dia meninggalkannya?”

Hyunjo bergumam pada dirinya sendiri lalu memungut handphone Jihyun yang jatuh di atas kursi, Gadis Kim itu menatap layar ponsel Jihyun cukup lama, tatapannya menerawang. Dan kemudian tanpa sadar jarinya bergerak menekan tombol lockscreen lalu membuka kunci layar handphone itu dan menadapati sebuah pesan masuk.

Sebuah pesan dari….Kim Jongin.

Dan detik itu juga Hyunjo merasakan perasaan buruk itu kembali menyerangnya, paranoid-paranoid tentang kenyataan bahwa Jihyun merebut Jongin. Rasa sakit dan sesak di dadanya yang tiba-tiba menyerang membuat Hyunjo hampir saja terjatuh dari kursinya jika ia tak menggengam ujung meja dengan sebelah tangannya.

Ia takut kehilangan sosok yang sangat ia cintai sejak dulu, sosok yang selalu mensupportnya dan melakukan hal apapun yang ia mau. Rasa ketakutan Hyunjo kini benar-benar berada di ambang batas dengan semua fakta fakta yang ia temukan sendiri dengan kedua matanya.

Ibu jarinya kembali menekan layar handphone Jihyun lalu membuka pesan yang Jongin kirimkan itu, ia terlalu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

‘Kau pergi kemana? Kenapa aku tidak melihatmu dan Hyunjo sarapan dengan yang lain?’

Jadi benar? Mereka terlibat dalam suatu hubungan?

Hyunjo meremas benda berbentuk persegi panjang itu kuat-kuat dan kemudian melemparkannya ke lantai hingga isinya berhamburan.

“Kalian benar-benar membodohiku?”

..

to be continue..

tumblr_nsyd26SWSR1rbr3rto2_500

Kim Jongin (KAI EXO)

kim_shin_yeong__gif__by_haneulduhtoaster-d5ljmwh

Kim Shin Yeong (Ulzzang) as Yoon Jihyun

tumblr_nmgx7o0xfG1u754z8o1_540

Halla (The Ark) as Kim Hyunjo

tumblr_nd63del0LY1spwfcso1_500

Lu Han

TARAAAMMMMMM Lyo udah comeback #munculdarikayangan😀

Maaf kalo terusan chapter 6B nya pendek banget T^T Kan Lyo uda bilang waktu itu kalo chapter 6 itu panjangggg dan Lyo ngebaginya jadi 2😀 Maaf juga kalo chapter ini gak memuaskan ya😀 istrinya Jongen  sudah berusaha sekuat tenaga/? :v

Oyeaaa, thankss yang udah ngingetin Lyo tentang kesalahan kata dan saran lainya di chapter sebelumnya ya T^T Lyo bener-bener berterimakasih karena berkat kalian ingetin, Lyo jadi tahu kesalahannya dimana😀

Oya, yang mau berteman atau lebihdekat sama gueee/#eaaaaa/ bisa mampir ke wordpress nya Applyo2205.WordPress.com kalau mau minta follback juga boleh wkwkss😀

Sekian dan see yaa di next chapter😀 Luvv yaakkk😀

173 responses to “[CHAPTER] DAY DREAM – TROUBLE #6B (APPLYO)

  1. Apa semuanya akan terbongkar ketika liburan dijepang ?? Oohh aigoo ayoo lah ini msh terlalu awal hehehehe

    jihyun juga knp hp-nya kgk pake sandi gtu ? -,- hemeh jadinya pan terlihat sgt mudah untuk mengecheck ?/ isi hp-nya :3

  2. Hyunjoo berubah jadi licik padahal dia nggak tau masalahnya tpi kalau dipkir2 sidikt banyak hyunjoo juga buat jihyun sam jongin kayk gtu…kan itu terjadi di apaertemenya hyunjoo…

  3. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – THINKING OUT LOUD #10 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. hyunjo nyebelin yaaaa, dan si jongin sang singa lapar bener bener berbahaya.. ohmygod, Jongin tuh udah suka sama Jihyun kan? kalo gak kenapa, ia ngelakuin hal itu mulu?? (read. mesra mesraan)

  5. Swmakin seru aja deh ceritanya.tapi kenapa langaung ketauan yah kalau jongin sama jihyun punya hubungan? Hyunjo jadi semakin ganas aja deh sifatnya padahal dulunya dia yg baik skarang kebalik jihyun yg kasar jadi baik skarang. Aku nggak tau apa yg harus aku komen dr fanfic ini karna ceritanya emang udah bagus kok

  6. hhhh, seharusnya masalah ini emang dibicarakan baik2. kasian hyunjo yg merasa bodoh dan merasa dikhianati, dan dia juga jadi salah paham dan benci sama jihyun. dan jihyun lebih kasian lagi, hidupnya udah berat banget. dia jauh lebih menderita dari siapa pun termasuk hyunjo. dia bahkan masih mikirin perasaan hyunjo. hhhh parraa parrraaahhh

  7. astaga makin jongin -3- kamu selalu pervert ya -.- dudududu ternyata liburan luhan juga sama yang lain aku kira liburan di korea alias ga ikut rencana grupnya
    jihyun jihyun antara beruntung dan engga/?
    beruntung soalnya kayak diperebutkan 2 pria tampan (re; luhan sama jongin) tapi miris sama nasibnya yang diliputi rasa bersalah sama hyunjo
    makin nge feel pas jihyun itu penggambarannya shin young yaampun itu ulzzang fav aku setelah hyojin
    over all aku always suka ff nya ^^

  8. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – TEARS LIKE TODAY #11 A (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  9. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM – I’II CRY #11 B (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Hyunjo baru segitu aja udah shock, apalagi dia tau kalo Jongin sama Jihyun udah nikah..
    Pasti dia tambah murka hahaha..
    Jongin so sweet banget, dia perhatian banget ke Jihyun..
    Jadi kasian sama Luhan, kayanya dia udah ngarep Jihyun banget..
    Tapi Jihyunnya malah udah jadi istri Jongin..

  11. hwaaaa smkn memanas keadaannya….udhlah putusin aj si hyonju….kyk nya si hyonju ini terlalu obsesi dg jongin…..
    setuju
    keep writing!!!!!

  12. Perang deh sana,bingung dgn smw problem ini haddeeeh,o y knpa penulisan ‘f’ slalu jd ‘p’ y? Maaf~maap hehe

  13. Wah itu mah udh pasti ketahuan sm hyunjo hahaha g berani jujur tp jihyun ceroboh juga ya
    Pasti bakal ada perang dingin antara jihyun dan hyunjo..
    Ok kita liyat nnt gmn reaksi jongin

  14. Pingback: [CHAPTER] DAY DREAM- BECAUSE I MISS YOU TODAY #12 (APPLYO) | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. Erwhhh entah knapa gue mulai kaga suka ama hyunjo. Sifatny kek gtu. Ya sbnernya mrka ini salah paham smua. Smua pihak tersakiti lah intinyaaa 😭
    Kasian jihyun. Pasti dia skit bgt dikatain bgitu

  16. Okee. Jd Hyunjo brubah jd antagonis ya dsini, wk. Ya kl ak jd Hyunjo psti jg gt sih *eh* soalnya kan mereka brdua blm ngejelasin sbnrnya ada apa. Harusny mereka dr awal jujur:'( authornya bikin gemes deh ini, wkw. Smgt smgt!^^

  17. semua bakal kebongkar di jepang dong berarti
    tapi kata2nya hyunjo emang ngga enak banget buat di denger, kalo hyunjo tau sebenernya jongin ngga beneran suka ama dia tapi cuman karna ibunya aja gimana yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s